Anda di halaman 1dari 13

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. LatarBelakang
Seiring dengan perkembangan zaman teknologi yang ada telah mencapai kemajuan
yang sangat pesat. Di segala bidang terjadi peningkatan dalam pemenuhan kebutuhan
hidup manusia. Tidak terkecuali di bidang elektronika, berbagai hal telah ditemukan dalam
bidang ini, mulai dari penemuan elektron yang mengalir dalam suatu rangkaian elektronis
hingga ke rangkaian rumit seperti TV, radio, komputer, dan lain sebagainya. Namun dalam
ragkaian yang dikategorikan sebagai rangkaian arus kuat tersebut, terdapat rangkaian
sederhana sebagai penyusunnya. Untuk memahami jenis-jenis rangkaian tersebut maka
perlulah mata kuliah elektronika, dimana kali ini kami akan memberikan penjelasan
mengenai rangkaian encoder dan decoder.
Encoder dan decoder sangat erat hubungannya dengan rangkaian digital, karena
rangkaian ini bekerja dengan kondisi 0 atau 1, dimana encoder berfungsi merubah kode
suatu bilangan digital menjadi bilangan digital lain sedangkan decoder mempunyai fungsi
kebalikan dari encoder yaitu untuk mengembalikan kode yang telah diubah menjadi kode
asalnya.

1.2. Tujuan

Adapun tujuan ditulisnya makalah ini mengenai multiplekser dan demultiplekser


adalah:

1.1. Mengertifungsi dari encoder dan decoder


1.2. Memahamiproses kerja encoder dan decoder
1.3. Mengetahui jenis-jenis encoder dan decoder

1.3. RumusanMasalah

Berikut rumusan yang dibawa dalam penulisan makalah ini adalah sebagai berikut:
a. Apa yang dimaksud dengan encoder dan decoder
b. Bagaimana proses kerja encoder dan decoder
c. Apa sajakah jenis-jenis encoder dan decoder

1.4. Metode Pembahasan

Dalam hal ini penulis menggunakan:

1. Metode deskritif, sebagaimana ditunjukan oleh namanya, pembahasan ini bertujuan


untuk memberikan gambaran tentang suatu masyarakat atau kelompok orang
tertentu atau gambaran tentang suatu gejala atau hubungan antara dua gejala atau
lebih (Atherton dan Klemmack: 1982).
2. Penelitian kepustakaan, yaitu Penelitian yang dilakukan melalui kepustakaan,
mengumpulkan data-data dan keterangan melalui buku-buku dan bahan lainnya
yang ada hubungannya dengan masalah-masalah yang diteliti.
BAB II
DASAR TEORI

1.1 Encoder
Encoder adalah rangkaian yang berfungsi untuk mengkodekan data input menjadi data
bilangan dengan format tertentu. Encoder dalam rangkaian digital adalah rangkaian
kombinasi gerbang digital yang memiliki input banyak dalam bentuk line input dan
memiliki output sedikit dalam format bilangan biner. Encoder akan mengkodekan setiap
jalur input yang aktif menjadi kode bilangan biner. Dalam teori digital banyak ditemukan
istilah Encoder seperti “Desimal to BCD Encoder” yang berarti rangkaian digital yang
berfungsi untuk mengkodekan line input dengan jumlah line input desimal (0-9) menjadi
kode bilangan biner 4 bit BCD (Binary Coded Decimal). Atau “8 line to 3 line Encoder”
yang berarti rangkaian Encoder dengan input 8 line dan output 3 line (3 bit BCD).

Gambar 1. Digital Encoder


Encoder dalam contoh ini adalah encoder decimal ke BCD (Binary Coded Decimal)
yaitu rangkaian encoder dengan input 9 line dan output 4 bit data BCD. Dalam mendesain
suatu encoder kita harus mengetahui tujuan atau spesifikasi encoder yang diinginkan yaitu
dengan :
a. Membuat table kenenaran dari encoder yang ingin dibuat.
b. Membuat persamaan logika encoder yang diinginkan pada table kebenaran
menggunakan K-Map.
c. Mengimplemenstasikan persamaan logika encoder dalam bentuk rangkaian gerbang
logika digital.
Dalam mendesain rangkaian encoder decimal ke BCD langkah pertama adalah
menentukan table kebenaran encoder kemudian membuat persamaan logika kemudian
mengimplementasikan dalam gerbang logika digital seperti berikut.

Tabel 1.Tabelkebenaran encoder Desimal (10 Line) ke BCD

Berdasarkan table kebenaran di atas, maka didapat persamaan logika output encoder
Desimal (10 Line) ke BCD sebagaimana berikut.
 Y3 = X8 + X9
 Y2 = X4 + X5 + X6 + X7
 Y1 = X2 + X3 + X6 + X7
 Y0 = X1 + X3 + X5 + X7 + X9
Maka, dari persamaan tersebut akan dapat disusun rangkaian seperti gambar di bawah
ini.
Gambar 2.Rangkaian Implementasi Encoder Desimal (10 line)ke BCD Sesuai Tabel
Kebenaran
Rangkaian encoder diatas merupakan implementasi dari table kebenaran diatas dan
persamaan logika encoder Desimal ke BCD. jalur input X0 tidak dihubung kerangkaian
karena alasan efisiensi komponen, hal ini karena apabila input X0 ditekan maka tidak akan
mengubah nilai output yaitu output tetap bernilai BCD 0 (0000). Rangkaian encoder diatas
hanya akan bekerja dengan baik apabila hanya 1 jalur input saja yang mendapat input, hal
ini karena rangkaian encoder diatas bukan didesain sebagai priority encoder.
Sebuah priority encoder adalahrangkaian encoder yang mempunyai fungsi
prioritas.Operasi dari rangkaian priority encoder yaitu jika ada dualebih input bernilai “I”
pada saat yang sama, maka input yang mempunyai prioritas tertinggi yang akan diambil.

2.2 Decoder
Decoder adalah suatu rangkaian logika yang berfungsi untuk mengkonversikan kode
yang kurang dikenal manusia kedalam kode yang lebih dikenal manusia.
Contoh :
2.2.1 Binary Decoding
Binary decoding berfungsi untuk mengkonversi sebuah n-bit code kedalam sebuah output
yang aktif (High/Low). Rangkaiannya dapat dibentuk menggunakan AND atau OR gate.
Jumlah masukan (input) lebih kecil dari jumlah keluaran (output). Jika inputnya berjumlah
n maka outputannya berjumlah 2n.Hanya satu output yang aktif (high/low) dari banyak
input yang diberikan.

a. 1 to 2 Binary Decoder

b. 2 to 4 Binary Decoder
Dari table kebenaran 2 to 4 diperoleh persamaan : 2-variable minterm (X'Y', X'Y, XY',
XY)

c. 3 to 8 binary decoder
Rangkaian penghasil output ‘3’ (active HIGH) untuk input 0 1 1

2.2.2 Decoder Binerke Octal


Pada decoder dari biner ke octal ini terdapat tiga input yaituA, B dan C yang
mewakili suatu bilangan biner tiga bit dan delapan output yang yaitu D0 sampai dengan D7
yang mewakili angka octal dari 0 sampai dengan

Dalam hal ini unsure informasinya adalah delapan angka oktal. Sandi untuk
informasi diskrit ini terdiri dari bilangan biner yang diwakili oleh tiga bit. Kerja dekorder
ini dapat lebih jelas tampak dari hubungan input dan output yang ditunjukan pada table
kebenaran dibawah ini. Tampak bahwa variable outputnya itu hanya dapat mempunyai
sebuah logika 1 untuk setiap kombinasi inputnya. Saluran output yang nilainya sama
dengan 1 mewakili angka oktal yang setara dengan bilangan biner pada saluran inputnya

.
BAB III
CONTOH SOAL DAN PEMBAHASAN
3.1 Contoh Soal Encoder
Buat rangkaian 8-to-3 binary encoder
Penyelesaian :
Diagram Blok

Rangkaian 8-to-3 encoder


3.2 Contoh Soal Decoder
Rancang rangkaian untuk mengubah kode biner 2 bit menjadi desimal, jika diinginkan
output active low !

Penyelesaian :

Input Output
B A Y3 Y2 Y1 Y0
0 0 1 1 1 0
0 1 1 1 0 1
1 0 1 0 1 1
Decoder binary to decimal
1 1 0 1 1 1

Persamaan output decoder :


Y0 = B’A + BA’ + BA = B + A
Y1 = B’A’ + BA’ + BA = A’ + B
Y2 = B’A’ + B’A + BA = B’ + A
Y3 = B’A’ + B’A + BA’ = B’ + A’

Rancangandecoder :
BAB IV
PENUTUP
4.1 Kesimpulan
Adapun kesimpulan yang didapat dari makalah tentang multiplekser dan
demultiplekser ini adalah :
a. Encoder adalah rangkaian yang berfungsi untuk mengkodekan data input menjadi data
bilangan dengan format tertentu. Encoder dalam rangkaian digital adalah rangkaian
kombinasi gerbang digital yang memiliki input banyak dalam bentuk line input dan
memiliki output sedikit dalam format bilangan biner
b. Decoder adalah suatu rangkaian logika yang berfungsi untuk mengkonversikan kode
yang kurang dikenal manusia kedalam kode yang lebih dikenal manusia.

4.2 Saran
Adapun saran yang diperlukan dalam pengembangan makalah ini adalah agar
mahasiswa lebih mengenal lebih dalam fungsi serta kegunaan dari encoder dan decoder
dalam kehidupan sehari-hari serta dapat mengaplikasikannya.