Anda di halaman 1dari 25

CEGAH CACAT KUSTA DI KOTA TUAL

OLEH :MIRA BALJANAN.Amd.Kep

NIP:19800314200604 2 21

PUSKESMAS UN

DINAS KESEHATAN KOTA TUAL

DI SAMPAIKAN DALAM SELEKSI TENAGA KESEHATAN TELADAN

TAHUN 2017
BAB I

PENDAHULUAN

A.Latar belakang

Personal hygiene yang tidak baik,akan mempermudah tubuh terserang penyakit,seperti penyakit
kulit,penyakit infeksi,penyakit mulut dan penyakit saluran cerna,atau bahkan dapat menghilangkan
fungsi tubuh tertentu,seperti halnya kulit.(Halimul 2007).

Personal hygiene Merupakan perawatan diri sendiri,yang di lakukan untuk mempertahankan


kesehatanyang baik secara fisik maupun Psikologis (Aziz Alimul H,2006)

Berdasarkan defenisi di atas di simpulkan bahwa Personal hygiene Merupakan Kegiatan atau
tindakan kebersihan seluruh anggota tubuh yang bertujuan untuk memelihara kebersihan dan
kesehatan seseorang.

Sentinel merupakan suatu Tindakan Pencegahan sebelum Terjadi cedera.

Maka Edukasi Personal hygiene dalam pencegahan kejadian sentinel pada penderita kusta
adalah:Peningkatan Pengetahuan seseorang Tentang kebersihan diri dalam Pencegahan cacat pada
Penderita kusta.

Penyakit kusta adalah penyakit yang di sebabkan oleh kuman mikrobakterium leprae,yang
menyerang kulit,saraf tepi,dan jaringan tubuh lainnya.gejalah awal buasanya penderita tidak merasa
terganggu hanya terdapat kelainan pada kulit,berupah bercak putih seperti panu,ataupun bercak
kemerahan,kelainan kulit ini kurang rasa atau mati rasa gejala tersebut dapat di sebab oleh kurang
nya menjaga kebersihan diri.(Marwali harahap ,2000).

Penyakit kusta atau lepra adalah penyakit menular menahun,yang menimbulkan masalah yang
sangat kompleks,masalah yang di maksud bukan hanya dari segi medis(cacat),tetapi juga pendidikan
sosial.

Di Puskesmas un terdapat 6 penderita yang masih berobat dengan Personal hyegiene yang masih
menjadi masalah,seperti:mengunakan handuk bersama,kurangnya mencuci tangan pakai
sabun,kebersihan rumah kurang terjaga.(data puskesmas un)

Melatar belakangi hal tersebut maka Petugas kesehatan harus memberikan edukasi personal
hygiene kepada penderita dan keluarga dalam tindakan Pencegahan atau Perbaikan pada Penderita
kusta.
B.MASALAH

Yang menjadi Permasalahan dalam Penulisan ini adalah:

Kurangnya Pengetahuan Penderita dan keluarga tenteng Personal hygiene.

C.TUJUAN

Dalam Penulisan ini ada dua tujuan yaitu:

Tujuan umum

Meningkatkan kesadaran Personal hyegine dalam mencegah cacat kusta.bagi penderita kusta
posetif.

Tujuan khusus.

Mengetahui Prilaku Penderita dalam memparhatikan personal hyigiene,yang bisa menyebabkan


resiko cacat.

D.MANFAAT PENULISAN

 Untuk mengatasi masalah personal hyegiene dalam mencegah cacat pada penderita
kusta posetif.
 Memenuhi kriteria tenaga kesehatan teladan tahun 2017
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

A.1 .Personal hygiene.

Personal hygiene Merupakan perawatan diri sendiri,yang di lakukan untuk mempertahankan


kesehatanyang baik secara fisik maupun Psikologis (Aziz Alimul H,2006)

Hygiene adalah Ilmu Pengetahuan tentang Kesehatan dan Pemeliharaan kesehatan,hygiene Personal
adalah Perawatan diri dengan cara melakukan Perawatan
:kulit,rambut,gigi,kuku,hidung,mata,telinga.
1. Dampak fisik: Banyak ganguan kesehatan yang di derita seseorang karna tidak terpelihara
kebersihan diri Perorangan dengan baik.gangguan fisik yang sering terjadi adalah: gangguan
integritas kulit,gangguan membran mukosa mulut,infeksi pada mata dan telinga,dan
gangguan fisik pada kuku.
2. Dampak Psikologis: Masalah sosial yang berhubungan dengan Personal hygiene adalah
gangguan kebutuhan rasa nyaman,kebutuhan di cintai dan mencintai,kebutuhan harga
diri,gangguan interaksi sosial.(Potter dan Pary 2005)

B.Tujuan Personal hygiene

Tujuan dari Persona Hygiene adalah

1. Meningkatakan derajat kesehatan.


2. Memelihara kebersihan diri.
3. Mencegah Penyakit.
4. Meningkatkan kepercayaan diri.

C.Beberapa princip Personal hygiene yang harus di Perhatikan Oleh Perawat (Potter dan Perry
2005) Meliputi :

1. Perawat Menggunakan Ketrampilan Teraupetik.


2. Perawat menginegrasi strategi Perawatan lain(seperti Latihan rentang tangan)
3. Perawat mempertimbangkan Keterbatasan fisik klien.
4. Perawat menghormati Pilihan budaya,Kepercayaan nilai dan kebiasaan klien.
5. Perawat menjaga kemandirian klien..
6. Menyampaikan rasa hormat dan mendorong kesehatan fisisk klien.
7. Menjamin Privasi Klien.
8. Menhormati Klien yang lebih Tua.

D.Faktor faktor yang mempengaruhi Personal Hygiene.

1. Citra Tubuh ( body Image )


Body Image (Citra tubuh )seseorang dapat berpengaruh pada pemenuhan Personal
hygiene,Karena adanya Perubahan fisik sehingga Individu tidak peduli terhadap
fisiknya.(Wortonah ,2014)
Personal hygiene yang baik dapat berpengaruh terhadap peningkatan citra tubuh individu
(Stuart & Studeen,1999 Dalam setiadi,2005)
2. Praktek Sosial
Kelompok sosial dapat berpengaruh pada pasien dalam Pelaksaan Personal Hygiene,
Termasuk frewensi Perawatn pribadi,Misalnya waktu mandi,Frekwensi mandi,Pengunaan
bahan bersamaan.(sabun,handuk,sikat gigi) karena kondisi hidup dan ketersedian
terbatas,atau bahkan tidak tersedia (Potter,& Perry 2009)
Pada anak anak yang selalu di manja dengan pola kebersihan diri,maka kemungkinan akan
terjadi Perubahanpola kebersihan diri (personal hygiene.(wortonah 2014).
3. Pengetahuan dan motivasi
Pengetahuan tentang kesehatan sangat penting karena Pengetahuan yang baik dapat
meningkatkan Kesehatan.Pengetahuan tentang pentingnya hygiene dan kendati
demikian,pengetahuan itu sendiri tidahlah cukup,Pasien juga harus termotivasi untuk
memelihara Personal hygiene.Individu dengan Pengetahuan tentang personal hygiene akan
selalu menjaga kebersihan dirinya untu terhindar kondisi atau keadaan sakit (
Natoatmodjo,1998 dalam Pertiwi,2008)

B.1 .Penyakit kusta

Pengertian

Penyakit kusta adalah penyakit yang di sebabkan oleh kuman mikrobakterium leprae,dan
merupakan penyakit menular menahun yang di tularkan dari penderita yang di nyatakan posetif
kusta,ke orang lain (bukan Penderita ). Seseorang di katakan sebagai Penderita bila memiliki salah
satu atau lebIh dari tanda (kardinal sign) kusta yang di temukan pada waktu Pemeriksaan, tanda-
tanda pasti kusta seperti :Kulit dengan bercak Putih atau Kemerahan dengan mati rasa.

Penebalan saraf tepi,di sertai kelainan fungsinya (kelemahan otot,tangan,kaki,mata) pemeriksaan


Kerokan BTA( Skin Smear) Posetif.

 Etiologi.
Micobaterium leprae atau Kuman hansen adalah kuman penyebab penyakit
kusta.yang di temukan oleh sarjana dari Nurwegia,yaitu ARMOUER HANSEN Pada
tahun 1873.Kuman ini bersifat tahan asam berbentuk batang dengan ukuran 1,8
mikron,lebar 0,2-0,5 micron.biasanya ada yang berkelompok dan ada yang bersebar
satu-satu,hidup dalam sel terutama jaringan yang bersuhu dingin dan tidak dapat di
kultur dalam media buatan.kuman ini dapat mengakibatkan infeksi sestematik pada
binatang Armadillo(Emmi .s.2003)
 Patogenesis
MeskiPun cara masuk kuman mikrobaterum leprae ke dalam tubuh,dalam beberapa
penelitian tersering di ketahui melalui kulit melalui mikosa nasal Atau
keringat.Pengaruh mikrobacterum kekulit tergantung faktor imunitas
seseorang,kemapuan hidup micobakterium leprae pada suhu tubuh terendah,waktu
regenerasi lama.(Emmi.s.2003)
Devenisi

Kusta termasuk salah satu penyakit tertua di dunia,kata kusta berasal dari bahasa india yaitu
KUSTHA yang di kenal 1400 sebelum masehi sebagi penyakit menular tidak fatal yang mengenai
kulit,sistem saraf,saluran pernapasan bagian atas,mata,Kusta juga di kenal sebagai lepra yang dalam
bahasa Alkitan di sebut HEBREW”zaraath”yang sebetulnya mencakup penyakit kulit lainnya.Nama
lain untuk penyakit ini adalah penyakit HANSEN,yang merupakan penemu bakteri penyakit kusta
(Mycobakterium leprae) G.HANSEN

Seseorang di katakan cacat kusta adalah:

Bila di temukan lama tidak di temukan sedini mungkin,dan saat di temukan Penderita telah
cacat.Pada saat reaksi akan muncul ( Sebelum Pengobatan,sementara Pengobatan,dan sesudah
pengobatan

KLASIFIKASI PENDERITA KUSTA

KLASIFIKASI Tipe PB Tipe MB


Kerusakan 1-5 Lebih dari 5
tanda/bercak pada kulit

Kerusakan saraf tepi Hanya 1 saraf Lebih dari 1 saraf


Skin smer/cuping Negatif(-) Posetif (+)
telinga

CARA PENULARAN

Penyakit kusta dapat di tularkan dari penderita posetif,ke penderita negetif melalui cara penularan
langsung,yaitu pernapasan (inhalasi),kontak kulit (kontak kulit yang lama dan erat),kebersihan diri
yang kurang baik (kuku yang panjang,handuk di pakai bersaman,rumah dan tempat tinggal lain tidak
terawat dengan baik)

Secara teoritis penularan bisa terjadi dalam kontak yang lama,yang jelas seorang penderita yang
sudah minum obat tidak menjadi sumber penularan ke orang lain.
Cara cara pencegahan:

 Tindakan pencegahan amat penting salah satunya adalah :minum obat secara teratur
sesuai petujuk yang di berikan dari petugas kesehatan.
 Pencegahan Primodial adalah upaya pencegahan pada orang-orang yang belum
memiliki faktor resiko penyakit kusta melalui penyuluhan,demi meningkatkan
pengetahuan,kemauan dan kempuan masyarakat oleh petugas kesehatan sehingga
dapat memelihara,meningkatkan dan melindungi kesehatannya dari penyakit kusta.
 Pencegahan primer(primary Prevention)Adalah:Merupakan upaya untuk
mempertahankan personal hygiene seseorang yang memeliki faktor resiko agar tidak
sakit.tujuan dari pencegahan primer adalah untuk mengurangi insiden penyakit dengan
cara mengendalikan penyebeb resikonnya,(Pesonal hygiene)
.untuk mencegah terjadinya penyakit kusta,upayah yang di lakukan adalah
memperhatikan dan menjaga kebersihan lingkungan tempat tinggal,personal
hygiene,deteksi dini adanya penyakit kusta dan penggerakan peran serta masyarakat
untuk segera memeriksakan diri atau menganjurkan orang-orang yang di curigai untuk
memriksakan diri ke puskesmas atau rumah sakit terdekat.
 Pencegahan sekunder (seconndary prevention) adalah : merupakan upaya
pencegahan penyakit dini yaitu mencegah orang yang telah Sakit agar
sembuh,menghambat progresifitas penyakit dan menghindari komplikasi,Tujuan
pencegahan sekunder adalah untuk mengobati penderita dan mengurangi
akibat-akibat yang lebih serius.
BAB III

GAMBARAN UMUM PUSKESMAS UN

A.Profil Puskesmas Un

Luas wilayah kerja Puskesmas un,adalah 514,87 km2 dengan jumlah Penduduk 13.393 jiwa degan
jumlah kepala keluarga 2.473.dan memiliki batas administrasi sebagai berikut:

1) Sebelah Timur :berbatas dengan ohoitel;


2) Sebelah selatan :berbatas dengan desa Tual.
3) Sebelah barat :berbatas dengan kelurahan ohoijang kab malra.
4) Sebelah utara :berbatas dengan desa fiditan.

Wilayah kerja Puskesmas un terbagi atas dua kelurahan dengan luas wilayah

 Kelurahan Lodarel : 458,48 km2


 Kelurahan ketsoblak : 56,39 km2.

Data saran prasarana kesehatan yang mendukung dan menunjang dalam pelaksanaan pelayanan
kesehatan di puskesmas un antara lain,Poskesdes sebanyak 5 unit,Posyandu 14,Apotek 2,bidan desa
4 orang.

Sedangkan data ketenagaan pada puskesmas un adalah sebagai berikut:dokter umum 1


orang,farmasi 2 orang,perawat gigi 1 orang,kesmas 4 orang,tenaga laboritorium 1 orang,bidan
sebanyak 8 orang,perawat 18 orang,administrasi 3 orang.nutrisison 1 orang.

Bentuk-bentuk upaya kesehatan bersumber daya masyarakat (UKBM)yang ada di wilayah


puskesmas un dapat di lihat dalam tabel di bawah ini:

No kelurahan Posyandu Posyandu Batra Toga Desa Jumlah


,bayi balita lansia siaga kader
1 Lodar el 6 1 1 1 1 30
2 Ketsoblak 8 1 1 1 1 40
total 14 2 2 2 2 70
B.Tabel Penderita Kusta Puskesmas Un

Tabel Penderita kusta Puskesmas Un dari tahun 2015 s/d 2017

THN PB ANAK DEWASA RFT MB ANAK DEWASA RFT KETERANGN


2015 9 3 6 7 24 6 18 7 2+17
2016 9 7 7 4 23 4 19 17 5+6
2017 7 5 5 5 7 2 5 1 6
BAB IV

IMPLEMENTASI EDUKASI PERSONAL HYEGIENE DALAM PENCEGAHAN KEJADIAN SENTINEL PADA


PENDERITA KUSTA

Penyuluhan Merupakan Media yang bisa meningaktkan Pengetahuan Penderita dan Masyarakat
tentang Penyakit Kusta

Penyuluhan di bk Un

Penyuluhan di Tanah Putih

Penyuluhan di sektor Nazaret


1. KURANGNYA KEBERSIHAN DIRI DAN LINGKUNGAN MERUPAKAN FAKTOR PENCETUS
RESIKO,YANG BISA MENGAKIBATKAN KEJADIAN SENTINEL PADA PENDERITA KUSTA,UNTUK
ITU PERLU ADANYA Edukasi Personal hygiene melalui cara mencuci tangan pakai sabun.dan
hasil dari kegiatan yang di lakukan di laoprkan kepada atasan langsung (kapus)
Faktor Pencetus lain adalah penderita merasa bahwa penyakitnya adalah penyakit kutukan
dan memilih mengucilkan diri di bandingkan hidup dengan keluarga,Namun tanggung jawab
kita adalah tetap mencari dan memberikan dukungan serta motivasi yang bersifat
membangun kembali kepercayaan diri Penderita.
PERAWATAN KUKU,FUNGSINYA UNTUK MENCEGAH CEDERAH JARINGAN LUNAK (Iritasi Kulit),dan
menghindari diri Penderita dari resiko i CACAT
Cegah Penderita kusta dari cacat sebelum Penderita cacat,karna reaksi bisa timbul kapan saja.
Berikan penjelasan kepada Penderita dan keluarga,cara merawat luka dan jelaskann bahwa luka
yang di derita memang tidak terasa sakit namun harus di rawat,dan perlu di jaga kebersihannya
sehingga tidak beresiko cacat.
KUNJUNGAN PENDERITA YANG DI KUCILKAN KELUARGA.
Di dampingi dr Stivan,dari kementerian,Pak J Pakailla dari Propinsi,ibu Intan kadinkes kota tual, ibu
Yeti ubro kepala puskesmas un dalam Kunjungan lapangan Penderita kusta.yang sembuh dari reaksi
DDS.
DEMI MENGETAHUI PERKEMBANGAN PENDERITA MAKA DI LAKUKAN KUNJUNGAN LAPANGAN DI
DAMPINGI KEPALA PUSKESMAS UNTUK MENGEVALUASI PERKEMBANGAN PENDERITA MELALUI
PENDAMPING PENDERITA MASING-MASING.
SENYUM MEREKA ADALAH DOA,SETELAH MEREKA DI PULIHKAN (sembuh )

SEBELUM SESUDAH
Sebelum Sesudah
SEBELUM SESUDAH
KEBESAMAAN TERINPIRASI DARI KEKELUARGAAN AIN,NI AIN,TERWUJUD DALAM KEHIDUPAN
BERSAMA DEMI MEMBANGUNAN PELAYANAN PUSKESMAS UN,UNTUK PENCEGAHAN CACAT KUSTA.
Dari berbagai tanggung jawab yang di jalani di berikan Penghargaan oleh:Unicef ,Gubernur Maluku,
Wali Kota Tual.
BAB VI
PENUTUP

A.Kesimpulan

Penyakit Kusta adalah Penyakit Menular menahun, yang dapat menularkan kepada siapa
saja,dengan cara kontak langsung.Penyakit ini bisa menimbulkan kecacatan pada penderita yang di
sebabkan oleh kuman mikrobakterium leprae.Penyakit ini bisa di sembuhkan dengan cara berobat
secara teratur,dan di temukan dini sehingga mencegah kecacatan.Dengan tetap memperhatikan
kebersihan diri dan lingkungan,karna Edukasi Personal hygiene atau Kebersihan diri
penderita,merupakan satu masalah yang biasa di temukan pada penderita pada umumnya.

B.Saran

Terapkan Prilaku hidup bersih dan sehat,hindari kontak langsung dengan penderita,hindari
penggunaan handuk bersama penderita,memeriksakan diri apabila muncul tanda-tanda kusta,bila di
temukan secara dini kusta dapat di sembuhkan dan tidak sampai menimbulkan kecacatan pada
tubuh Penderita.

Trimah kasih.
DAFTAR PUSTAKA
 .Personal hygiene i,mempertahankan kesehatan yang baik secara fisik maupun Psikologis
(Aziz Alimul H,2006)
 Perawatan dan Pencegahan.(Halimul 2007).
 Perry,Potter 2006 Fundamental keperawatan:Konsep ,proses,dan Praktik,Jakarta :EGC
 Sjamsoe-Daili,Emmi s.2003 ,kusta.penerbit fakultas kedoteran Universitas Indonesia :Jakarta