Anda di halaman 1dari 17

PANDUAN OBAT HIGH ALERT RUMAH SAKIT UMUM

DAERAH ENCIK MARIYAM


KABUPATEN LINGGA

RUMAH SAKIT UMUM DAERAH ENCIK MARIYAM


Jl. Mesjid Sultan Lingga No.46 Kampung Darat Daik Lingga
KodePos : 29872
email : rsud.encikmariyam@gmail.com

TIM
PELAYANAN KEFARMASIAN DAN PENGGUNAAN OBAT
(PKPO)
RUMAH SAKIT ENCIK MARIYAM
KABUPATEN LINGGA
2019
PEMERINTAH KABUPATEN LINGGA
DINAS KESEHATAN PENGENDALIAN PENDUDUK
DAN KELUARGA BERENCANA
RUMAH SAKIT UMUM DAERAH ENCIK MARIYAM
Jl. Masjid Sultan Lingga No. 46 KampungDarat, DaikLinggaKodePos: 29872
e-mail :rsud.encikmariyam@gmail.com

SURAT KEPUTUSAN
DIREKTUR RUMAH SAKIT UMUM DAERAH ENCIK MARIYAM
KABUPATEN LINGGA
NOMOR : /SK/RSUD.EM/I/2019

TENTANG
PANDUAN OBAT HIGH ALERT DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH ENCIK
MARIYAM KABUPATEN LINGGA

DIREKTUR RUMAH SAKIT UMUM DAERAH ENCIK MARIYAM


KABUPATEN LINGGA

Menimbang : a. bahwa dalam upaya meningkatkan mutu pelayanan rumah


sakit maka diperlukan penyelenggaraan pelayanan farmasi
yang bermutu tinggi
b. bahwa pelayanan farmasi bermutu harus dapat mencegah
terjadinya kesalahan yang beresiko tinggi yang berakibat
fatal bagi pasien terutama obat-obat high alert;
d. hal-hal tersebut diatas perlu ditetapkan Surat Keputusan
Direktur tentang Panduan Obat High Alert RSUD Encik
Mariyam Kabupaten Lingga

Mengingat : Surat Keputusan Bupati Lingga Nomor ……Tahun….tentang


Direktur RSUD Encik Mariyam Kabupaten Lingga

Menimbang : 1. Undang-Undang RI Nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan;


2. Undang-Undang RI Nomor 44 tahun 2009 tentang Rumah
Sakit;
3. Undang-Undang RI Nomor 7 tahun 1963 tentang Farmasi;
4. Peraturan Pemerintah RI Nomor 51 tahun 2009 tentang
Pekerjaan Kefarmasian;
5. Peraturan Pemerintah RI Nomor 72 tahun 1998 tentang
Pengamanan Sediaan Farmasi dan Alat Kesehatan;
6. Peraturan Pemerintah RI Nomor 40 tahun 2013 tentang
Pelaksanaan Undang-Undang RI Nomor 35 tahun 2009
tentang Narkotika;
7. Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 72 tahun 2016
tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di Rumah Sakit;
8. Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 11 tahun 2017
tentang Keselamatan Pasien Rumah Sakit;
9. Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor 1197 tahun 2004
tentang Standar Pelayanan Farmasi di Rumah Sakit.

Memutuskan

Menetapkan : KEPUTUSAN DIREKTUR TENTANG OBAT HIGH ALERT


RSUD ENCIK MARIYAM KABUPATEN LINGGA
Pertama : Panduan obat high alert sebagaimana tercantum dalam
lampiran keputusan ini.
Kedua : Pembinaan dan pengawasan penyelenggaraan pelayanan obat
high alert dilaksanakan oleh Kepala Instalasi Farmasi Rumah
Sakit dan Apoteker;
Ketiga : Surat keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan dan
apabila dikemudian hari ternyata terdapat hal-hal yang perlu
penyempurnaan akan diadakan perbaikan dan penyesuaian
sebagaimana mestinya.

Ditetapkan Di : Daik Lingga


PadaTanggal : 02 Januari 2019

DIREKTUR

dr. SURIYADI
PEMBINA
NIP. 19791128 200604 1 012

Tembusan :
Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana
Kabupaten Lingga di Dabo Singkep

Lampiran : Surat Keputusan Direktur


Nomor : /SK/RSUD.EM/I/2019
Tentang : Panduan Peresepan Rumah Sakit Umum Daerah Encik Mariyam
Kabupaten Lingga Tahun 2019

BAB I
DEFINISI

Obat yang perlu diwaspadai (high alert medication) adalah obat beresiko tinggi
yang menyebabkan bahaya bermakna bila tidak digunakan secara benar. Obat yang
perlu diwaspadai (high alert medication) meliputi:
1. Obat risiko tinggi, yaitu obat yang bila terjadi kesalahan dapat menimbulkan
kematian atau kecacatan seperti insulin.
2. Look alike sound alike seperti Levofloxacin dan Ciprofloxacin atau disebut
NORUM (Nama Obat, Rupa dan Ucapan Mirip)
3. Elektrolit konsentrat seperti potassium klorida dengan konsentrasi sama atau
lebih dari 2 meq/mL, natrium klorida dengan konsentrasi lebih dari 0,9 % dan
magnesium sulfat dengan konsentrasi 20%, 40 % atau lebih.

Penyimpanan obat adalah suatu kegiatan penyimpanan dengan cara


menempatkan pembekalan farmasi yang diterima pada tempat yang dinilai aman dari
pencurian serta gangguan fisik yang dapat merusak mutu obat. Penyimpanan
sediaan farmasi disimpan berdasarkan sistem FEFO dan FIFO, bentuk sediaan dan
stabilitas sediaan farmasi, alfabetis, risiko tinggi, sumber daya (subsidi dan non
subsidi).
FEFO (First Expired First Out) adalah mekanisme penyimpanan/penggunaan
perbekalan farmasi yang berdasarkan prioritas masa kadarluasa tersebut. Semakin
dekat masa kadaluarsa perbekalan farmasi tersebut, maka semakin menjadi prioritas
untuk digunakan.
FIFO (First In First Out) adalah mekanisme penyimpanan/penggunaan
perbekalan farmasi yang tidak mempunyai masa kadarluasa. Prioritas penggunaan
obat berdasarkan waktu kedatangan obat. Semakin awal waktu kedatangan obat
tersebut, semakin menjadi prioritas untuk digunakan.

Ada banyak obat yang termasuk dalam kelompok NORUM. Nama-nama yang
membingungkan ini umumnya menjadi sebab terjadi medication error di seluruh
dunia. Penyebab hal ini adalah :
1. Pengetahuan tentang nama obat yang tidak memadai
2. Ada produk baru
3. Kemasan dan label sama
4. Indikasi klinis sama
5. Bentuk, dosis, dan aturan pakai sama
6. Terjadi salah pengertian waktu memberikan perintah.

Maksud dari panduan obat yang perlu diwaspadai ini adalah untuk memberikan
kejelasan dan petunjuk pengelolaan obat high alert sesuai standar akreditasi rumah
sakit. Panduan ini mengarahkan pelaksanaan pengelolaan obat high alert secara
konsisten pada semua situasi dan lokasi.

Tujuan panduan pengelolaan obat high alert ini sebagai acuan untuk:
1. Memastikan keselamatan pasien setiap waktu
2. Memastikan keamanan pengelolaan obat high alert, dan mengurangi kesalahan
pemberian obat (medication error) yang membahayakan pasien
3. Meningkatkan kewaspadaan dari tenaga kesehatan pada pengelolaan obat high
alert di rumah sakit
Sebagai acuan dalam penilaian kepatuhan tenaga kesehatan dalam pengelolaan
obat high alert.

BAB II
RUANG LINGKUP

Ruang lingkup panduan pengelolaan obat high alert di Rumah Sakit Umum
Daerah Encik Mariyam meliputi kegiatan :
1. Identifikasi dan pembuatan daftar obat high alert
2. Penyediaan obat high alert
3. Pelabelan obat high alert
4. Penyimpanan dan penataan obat high alert
5. Penyiapan obat high alert
6. Penggunaan obat high alert
7. Peresepan obat high alert
8. Pendistribusian obat high alert
9. Pemberian obat high alert
10. Penyimpanan elektrolit konsentrat
11. Pencampuran elektrolit konsetrat

Panduan ini perlu dipatuhi dan dilaksanakan oleh seluruh pegawai di rumah
sakit diantaranya : medis, keperawatan, farmasi, asisten anestesi, dan bagian yang
terkait lainnya.

BAB III
TATA LAKSANA
Obat high alert adalah obat yang sering menyebabkan terjadi kesalahan/
kesalahan serius (sentinel event), diantaranya: obat yang berisiko tinggi
menyebabkan dampak yang tidak diinginkan (adverse outcome), obat Look Alike
Sound Alike / LASA, dan elektrolit konsentrat.

1. Identifikasi dan Pembuatan Daftar Obat High Alert


a. Daftar obat-obat high alert ditetapkan dan ditinjau ulang oleh tim farmasi.
b. Daftar seluruh obat High alert (dengan nama generik)yang tersedia di RSU
Madina Bukittinggi tercantum dalam Panduan Pengelolaan Obat High alert ini.
(terlampir)
c. Daftar obat tersebut tersedia di seluruh unit pelayanan di RSU Madina
Bukittinggi.

2. Penyediaan Obat High Alert


a. Batasi kekuatan/dosis obat jadi yang disediakan dalam formularium rumah
sakit
b. Hindari penggantian merek, warna atau kekuatan/dosis dari sediaan yang
disediakan di rumah sakit, dan beritahu user segera apabila terjadi perubahan
merek atau warna sediaan
c. Informasikan pada pihak yang terkait jika ada jenis obat tertentu yang baru
dimasukkan ke dalam kategori obat high alert.

3. Pelabelan Obat High Alert


Obat high alert harus diresepkan, disiapkan, diserahkan, diadministrasikan
secara benar dan aman. Dan setiap obat high alert harus diberi label “HIGH
ALERT MEDICATION, DOUBLE CHECK” pada rak penyimpanan obat, pada
wadah penyimpanan obat, pada kemasan obat, pada kemasan primer obat (vial
atau ampul). Label yang digunakan untuk obat high alert antara lain :
No. Label Informasi
1. Stiker obat yang memerlukan
kewaspadaan tinggi (high
HIGH alert) pada kemasan obat, vial
ALERT atau ampul

2. Obat yang masuk dalam daftar


Look Alike, Sound Alike
LASA (LASA), yaitu memiliki nama /
penampilan yang mirip dengan
AA obat lain.

4. Penyimpanan dan Penataan Obat High Alert


a. Semua petugas harus membaca label “High Alert Medication” dengan hati-hati
sebelum menyimpan obat untuk memastikan obat disimpan di tempat yang
benar.
b. Semua obat high alert harus disimpan di lemari terpisah, tidak mudah diakses,
dan diberi label yang jelas (khusus di bagian logistik dan pelayanan farmasi).
c. Obat LASA (bentuk/rupa mirip dan pengucapan/nama mirip) atau nama sama
namun dosis yang berbeda disimpan terpisah atau tidak diletakkan
berdampingan langsung, namun diberi jarak atau batas, disusun berselang-
seling dengan meletakkan minimal 2 jenis obat di antaranya.
d. Gunakan metoda TALL-men untuk menegaskan perbedaan obat dengan nama
mirip misalnya DOPamine dan DOBUTamin.
e. Batasi jenis dan jumlah obat high alert yang boleh disimpan di ruang rawat dan
batasi jenis sediaan dan kekuatan sediaan yang disediakan di rumah sakit.
Obat high alert yang disimpan di ruang rawat, diberi label obat high alert di troli
emergensi.
f. Beri label semua wadah yang digunakan untuk menyimpan obat high alert
dengan stiker “HIGH ALERT MEDICATION” dan beri border merah pada
wadah untuk meningkatkan kewaspadaan petugas.
g. Obat High alert yang akan digunakan dan telah diberi identitas pasien
disimpan bersama dengan obat lain dalam lemari obat masing-masing pasien
di kamar obat.

5. Penyiapan Obat High Alert


a. Rak obat, wadah penyimpanan obat, kemasan dus, dan kemasan primer (vial
atau ampul) obat high alert harus diberi label “HIGH ALERT MEDICATION”
b. Baca etiket pada saat:
 Mengambil obat dari rak
 Mengambil obat dari wadah
 Mengembalikan obat ke rak
c. Lakukan double check oleh dua petugas farmasi yang berbeda sebelum
menyerahkan obat high alert.
d. Obat harus dicek kembali saat dokter atau perawat menerima obat high alert.

6. Penggunaan Obat High Alert


a. Instruksi dokter untuk penggunaan obat high alert
b. Melakukan pemeriksaan stok obat high alert pada lemari penyimpanan obat
khusus high alert sesuai obat yang dibutuhkan
c. Pemeriksaan kebenaran obat high alert yang kan digunakan dengan prinsip
PRINSIP 7 BENAR :
i. Benar obat
ii. Benar waktu dan frekuensi pemberian
iii. Benar dosis
iv. Benar rute pemberian
v. Benar identitas pasien (Nama, MR, tanggal lahir/umur, alamat, DPJP)
vi. Benar informasi
vii. Benar dokumentasi
d. Ambil obat high alert dari tempatnya. Apabila obat high alert hanya tersedia
dalam lemari penyimpanan bertanda khusus sebagai persediaan stok baku,
maka dilakukan pencatatan pada stok obat secara benar dan lengkap.

7. Peresepan Obat High Alert


a. Tidak menggunakan singkatan saat menulis resep obat high alert.
b. Tulis resep dengan jelas, dosis obat, rute pemberian obat, kecepatan infus
untuk obat high alert, misalnya : IV DOPamine 5mcg/kg selama 1 menit.
c. Dosis untuk obat oral cair / syrup ditulis dalam miligram.
d. Tidak menggunakan angka nol (0) dibelakang koma pada penulisan dosis
obat, karena bisa terjadi kesalahan pembacaan resep (misalnya : 5,0 mg bisa
salah baca menjadi 50 mg)
e. Instruksi obat high alert tidak dibolehkan secara verbal, kecuali dalam kondisi
emergensi dan sesegera mungkin dibuat dokumen tertulis yang dilengkapi
legalisasi dokter yang memberikan instruksi verbal.

8. Pendistribusian Obat High Alert


a. Semua obat high alert yang akan diserahkan harus dicek oleh dua tenaga
farmasi yang berbeda untuk memastikan akurasi, kewaspadaan dan
keamanan terhadap obat high alert.
b. Obat diserahkan kepada perawat dengan memastikan identitas pasien

9. Pemberian Obat High Alert


Sebelum pemberian obat high alert harus diverifikasi apakah obat sudah betul
berdasarkan peresepan. Pemberian obat High alert dilakukan oleh petugas yang
berkompeten sesuai dengan kompetensi klinisnya. Untuk meningkatkan
ketepatan pemberian obat dan keselamatan pasien, ada beberapa ketentuan
sebagai berikut:
a. Petugas harus selalu melakukan pengecekan ganda (double check) terhadap
obat high alert sebelum diberikan kepada pasien.
b. Pengecekan ganda terhadap obat High alert
Ketentuan :
 Pengecekan ganda dilakukan oleh petugas yang berwenang antara lain:
dokter, perawat, dan petugas farmasi.
 Pengecekan pertama dan kedua dilakukan oleh petugas yang berbeda
sesuai kompetensinya.
 Pengecekan ganda dilakukan sebelum memberikan obat High alert dan
dilakukan proses dokumentasi.
 Sebelum perawat memberikan obat high alert kepada pasien maka
perawat lain harus melakukan pemeriksaan kembali secara independen
yang terdiri dari :
o Kesesuaian antara obat dengan rekam medik/instruksi medis
o Ketetapan perhitungan dosis obat
o Identitas pasien

 Perawat yang memberikan obat High alert melalui infus harus memastikan
:
o Kecepatan pompa infus.
o Apabila obat yang diberikan lebih dari satu, maka label nama obat
ditempelkan pada setiap syringe pump dan di setiap ujung jalur selang
Prosedur:
 Petugas pengecek pertama mempersiapkan obat dan hal-hal di bawah ini
untuk menjalani pengecekan ganda:
o Untuk perawat : periksa Lembar Catatan Pemberian dan Pemantauan
Obat Pasien pada Rekam Medik Pasien
o Untuk petugas farmasi : periksa resep
 Obat yang hendak diberikan sudah lengkap dengan labelnya
 Petugas memverifikasi bahwa obat yang hendak diberikan telah sesuai
dengan instruksi dokter dan memenuhi 5 Benar.
 Petugas pengecek kedua memverifikasi bahwa obat yang hendak diberikan
telah sesuai dengan instruksi medis dan obat memenuhi 5 Benar.

c. Pada beberapa kasus, harus tersedia juga kemasan/vial obat untuk


memastikan bahwa obat yang disiapkan adalah obat yang benar, misalnya
dosis insulin
d. Dokumentasi :
Rawat Inap :
Saat serah terima obat dari petugas farmasi ke perawat:
 Petugas farmasi I memeriksa obat dan menandatangani stempel double
check di Faktur Obat Pasien
 Petugas farmasi II memeriksa kembali obat high alert dan menandatangani
stempel double check di Faktur Obat Pasien
 menyerahkan obat ke perawat
Saat pemberian obat kepada pasien:
 Petugas I memeriksa obat dan mengkonfirmasi ke petugas II akan
memberikan obat kepada pasien
 Petugas II memeriksa kembali obat high alert
 Petugas I dan II menandatangani Lembar Catatan Pemberian dan
Pemantauan Obat Pasien pada Rekam Medik Pasien
Rawat Jalan :
Saat serah terima obat dari petugas farmasi ke pasien:
 Petugas farmasi I memeriksa obat high alert
 Petugas farmasi II memeriksa kembali obat high alert
 Petugas farmasi I dan II menandatangani stempel double check di Faktur
Obat Pasien
 Petugas farmasi II menyerahkan obat ke pasien.

e. Sesaat sebelum memberikan obat, perawat memeriksa nama dan tanggal lahir
pasien, memberitahukan kepada pasien mengenai nama obat yang diberikan,
dosis, dan tujuannya (pasien dapat juga melakukan pemeriksaan).
f. Semua pemberian obat High alert intravena dan bersifat kontinu harus
diberikan melalui pompa infus intravena. Pengecualian dapat diberikan pada
pasien di Ruang Rawat Intensif Neonatus (Neonates Intensive Care Unit -
NICU), atau pada pasien risiko tinggi mengalami kelebihan cairan (volume
over-load). Setiap selang infus harus diberi label dengan nama obat yang
diberikan di ujung distal selang dan pada pintu masuk pompa (untuk
mempermudah verilikasi dan meminimalkan kesalahan).

g. Obat yang tidak digunakan dikembalikan kepada depo farmasi, dan dilakukan
peninjauan ulang oleh Tenaga Teknis Kefarmasian (TTK) atau Apoteker.
h. Untuk dosis ekstra yang digunakan ditinjau ulang oleh apoteker untuk
mengetahui indikasi penggunaan dosis ekstra.
10. Penyimpanan elektrolit konsentrat
a. Pisahkan elektrolit konsentrat ke dalam kelompok obat high alert dan berikan
stiker “HIGH ALERT” pada setiap kemasan obat
b. Elektrolit konsentrat tidak boleh berada di ruang perawatan, hanya boleh
disimpan didepo farmasi. disimpan di tempat terpisah, akses terbatas, dan
diberi label yang jelas untuk menghindari penggunaan yang tidak disengaja
c. Peresepan, penyimpanan, penyiapan, pemberian elektrolit konsentrat di
ruangan tersebut sesuai dengan ketentuan yang berlaku tentang manajemen
obat high alert.

11. Pengenceran Elektrolit Konsentrat


a. KCl 7.46% injeksi (konsentrasi sediaan yang ada adalah 1mEq = 1 mL) harus
diencerkan sebelum digunakan dengan perbandingan 1mL KCL : 10mL pelarut
(WFI/NaCl 0.9%). Konsentrasi dalam larutan maksimum adalah 10
mEQ/100mL. Pemberian KCl melalui perifer diberikan secara perlahan-lahan
dengan kecepatan infus 10mEQ/Jam (atau 10mEqKCl dalam 100mL
pelarut/jam). Pemberian obat KCL melalui infus konsentrasi maksimum adalah
20mEq/100mL (kecepatan infus maksimum 20mEq KCl dalam 100mL
pelarut/jam)
b. NaCl 3% injeksi intravena diberikan melalui infus dengan kecepatan infus tidak
lebih dari 100mL/jam
c. Natrium Bicarbonat (Meylon vial 8.4%) injeksi, harus diencerkan sebelum
digunakan. Untuk penggunaan bolus, diencerkan dengan perbandingan 1 mL
Na. Bicarbonat : 1 mL pelarut WFI, untuk pemberian bolus dengan kecepatan
maksimum 10 mEq/menit. Untuk penggunaan infus drip, diencerkan dengan
perbandingan 0.5 mL Na. Bicarbonat : 1 mL Dextrose 5%. Pemberian drip
infus dilakukan dengan kecepatan maksimum 1 mEq/kg BB/jam.

BAB IV
DOKUMENTASI

Telah disusun panduan tentang pengelolaan obat yang harus diwaspadai (high alert)
di RSUD Encik Mariyam yang dapat digunakan sebagai acuan bagi seluruh petugas
terkait dalam memberikan pelayanan farmasi kepada pasien. Hal ini bertujuan untuk
meningkatkan mutu pelayanan dan keselamatan pasien rumah sakit.

Dalam pelaksanaan meningkatkan keamanan obat high alert, RSUD Encik Mariyam
telah melakukan beberapa upaya seperti :
1. Penyediaan lemari high alert
2. Daftar obat high alert RSUD Encik Mariyam (terlampir)
3. Stiker high alert
4. Stiker LASA
PEMERINTAH KABUPATEN LINGGA
DINAS KESEHATAN PENGENDALIAN PENDUDUK
DAN KELUARGA BERENCANA
RUMAH SAKIT UMUM DAERAH ENCIK MARIYAM
Jl. Masjid Sultan Lingga No. 46 KampungDarat, DaikLinggaKodePos: 29872
e-mail :rsud.encikmariyam@gmail.com

DAFTAR OBAT HIGH ALERT


RUMAH SAKIT UMUM DAERAH ENCIK MARIYAM
KABUPATEN LINGGA

BENTUK
NO KELAS TERAPI NAMA GENERIK NAMA DAGANG KEKUATAN KETERANGAN
SEDIAAN
1 ELEKTROLIT PEKAT KALIUM KLORIDA INJEKSI KCL 7.46 7.46% 25 ML

MAGNESIUM SULFAT INJEKSI MgSO4 20% 20% 25 ml

MAGNESIUM SULFAT INJEKSI MgSO4 40% 40% 25 ml


AGEN ANESTESI
2 (UMUM,INHALASI, DAN BUVIPACAIN HCL INJEKSI BUNASCAN SPINAL 0.5% 4 ML
IV)
BUVIPACAIN HCL INJEKSI MARCAIN SPINAL HEAVY 0.5% 4 ML

PROPOFOL INJEKSI FRESOFOL 10 MG/ 20 ML

SEVOFLURANE INHALASI SEVOFLURANE / SEVO 250 ML


AGEN SEDASI
3 MIDAZOLAM INJEKSI MIDAZOLAM 5 MG/ML
MODERAT/SEDANG IV
4 AGONIS ADRENERGIK IV EPINEPHRIN INJEKSI EPINEPHRIN 1 MG/ML

NOREPINEPHRIN INJEKSI NOREPINEPHRIN 1 MG/ML

6 ANTI ARITMIA LIDOCAIN INJEKSI LIDOCAIN 20 % 20 MG/ML

LIDOCAIN INJEKSI LIDOCAIN COMP 20 % 20 MG/ML

LIDOCAIN INJEKSI PEHACAIN 20 % 20 MG/ML

7 ANTI TROMBOSIT

- ANTI KOAGULAN HEPARIN INJEKSI INVICLOT 25000 IU / 5 ML

- INHIBITOR FAKTOR Xa FONDAPARINUX INJEKSI ARIXTRA 2.5 MG / 0.5 ML


DEXTROSE
8 DEXTROSE INJEKSI D40 % 40% 25 ML
HYPERTONIC, 40%
9 INSULIN (SC DAN IV) INSULIN ASPART INJEKSI NOVORAPID FLEXPEN 100 IU / 3 ML

INSULIN DETEMIR INJEKSI LEVEMIR FLEXPEN 300 IU / 3 ML

INSULIN ASPART INJEKSI NOVOMIX FLEXPEN 300 IU / 3 ML

INSULIN GLARGINE INJEKSI LANTUS 300 IU / 3 ML

10 OBAT INOTROPIK IV DOPAMIN INJEKSI CETADOP 250 MG / 5 ML

DIGOKSIN INJEKSI FARGOXIN 200 MG / 5 ML

DOBUTAMIN INJEKSI DOBUTAMIN 250 MG / 5 ML


AGEN BLOK
11 ATRAKURIUM BESILAT INJEKSI FARELAX 50 MG / 5 ML
NEUROMUSKULAR
12 OKSITOSIN IV OXYTOCIN INJEKSI OXYTOCIN 10 IU / ML

13 OPIOD / NARKOTIKA

- IV FENTANIL INJEKSI FENTANIL 0.05 MG/ML

PETHIDIN INJEKSI PETHIDIN


PEMERINTAH KABUPATEN LINGGA
DINAS KESEHATAN PENGENDALIAN PENDUDUK
DAN KELUARGA BERENCANA
RUMAH SAKIT UMUM DAERAH ENCIK MARIYAM
Jl. Masjid Sultan Lingga No. 46 KampungDarat, DaikLinggaKodePos: 29872
e-mail :rsud.encikmariyam@gmail.com

DAFTAR OBAT LOOK A LIKE SOUND A LIKE (LASA)


RUMAH SAKIT UMUM DAERAH ENCIK MARIYAM
KABUPATEN LINGGA

No. Nama Obat 1 Nama Obat 2 Kategori


1 Aqua Pro Inj. MgSO4 inj. LA
2 Aqua Pro Inj. KCl 7,46% LA
3 Aqua Pro Inj. MgSO4 Inj. LA
4 Atropin Sulfat Inj Deksametason Inj. LA
5 Dekstrose 40% MgSO4 40% LA
6 Dekstrose 40% Meylon Inj LA
7 Deksrose 40% MgSO4 40% LA
8 Dekstrose 5% Dextrose 10% LA
9 Diazepam Inj. Ranitidin Inj. LA
10 Difenhidramin Inj. Deksametason Inj. LA
11 Epinefrin Inj. Furosemid Inj. LA
12 Fentanil Inj. Furosemid Inj. LA
13 Furosemid inj Stesolid Inj LA
14 Furosemid inj Ranitidine Inj LA
15 Furosemid Inj. Diazepam Inj. LA
16 ISDN Furosemid LA
17 Ketorolak Inj Ondansetron Inj LA
18 Ketorolak Inj. Atropin sulfat Inj. LA
19 Furosemid Inj. Ranitidin Inj. LA
20 Parasetamol Inf. Metronidazol Inf. LA
21 Parasetamol Inf. Siprofloksasin Inf. LA
22 Metronidazol Inf. Siprofloksasin Inf. LA
23 CefOTAKSIM CefTRIAKSON LA
24 Tramadol Inj. Furosemid Inj. LA
25 Ventolin Flixotide LA
26 AMOKSilin AMPISilin SA
27 AMITRIPTilin AMINOFIlin SA
28 ASAM MEFENamat ASAM TRANEKSamat SA
29 ATORVAstatin SIMVAstatin SA
30 SIPROfloksacin LEVOfloksacin SA
31 SIPROfloksacin OFLOksacin SA
32 DOBUTamin DOPamin SA
33 EPINEfrin EFEDrin SA
34 FASOrbid FUROsemid SA
35 KETOKOnazol FLUKOnazol SA
36 LIDOkain Inj. PEHAkain Inj. SA
37 LOPEramide METOKLOPramide SA
38 Metoklopramid Inj. Furosemid Inj. SA
39 PARASEtamol SALBUtamol SA
40 XYLOcain MARcain SA
41 Allopurinol 100 Allopurinol 300 LASA
42 Alprazolam 0,25 Alprazolam 0,5 LASA
43 Alprazolam 0,25 Alprazolam 1 LASA
44 Alprazolam 0,5 Alprazolam 1 LASA
45 Amlodipin 5 Amlodipin 10 LASA
PEMERINTAH KABUPATEN LINGGA
DINAS KESEHATAN PENGENDALIAN PENDUDUK
DAN KELUARGA BERENCANA
RUMAH SAKIT UMUM DAERAH ENCIK MARIYAM
Jl. Masjid Sultan Lingga No. 46 KampungDarat, DaikLinggaKodePos: 29872
e-mail :rsud.encikmariyam@gmail.com

DAFTAR OBAT LOOK A LIKE SOUND A LIKE (LASA)


RUMAH SAKIT UMUM DAERAH ENCIK MARIYAM
KABUPATEN LINGGA

No. Nama Obat 1 Nama Obat 2 Kategori


46 Amoksisilin Syr 125 Amoksisilin Syr 250 LASA
47 Asam Traneksamat 250 Asam Traneksamat 500 LASA
48 Atorvastatin 10 Atorvastatin 20 LASA
49 Bisoprolol Tab 5 mg Bisoprolol Tab 2,5 mg LASA
50 Candesartan 8 Candesartan 16 LASA
51 Captopril 12,5 Captopril 25 LASA
52 Captopril 12,5 Captopril 50 LASA
53 Captopril 25 Captopril 50 LASA
54 Clindamisin 150 Clindamisin 300 LASA
55 Diazepam 2 mg Diazepam 5 mg LASA
56 Durogesic 12,5 Durogesic 25 LASA
57 Epinefrin Norepinefrin LASA
58 Fenofibrat 100 Fenofibrat 300 LASA
59 Fentanil 2 Fentanil 10 LASA
60 FLUKONazol inf METRONIDazol Inf LASA
61 Gabapentin 100 Gabapentin 300 LASA
62 Glimepirid 1 mg Glimepirid 2 mg LASA
63 Glimepirid 3 mg Glimepirid 4 mg LASA
64 Herbesser 100 Herbesser 200 LASA
65 Irbesartan 150 Irbesartan 300 LASA
66 Isoniazid 100 Isoniazid 300 LASA
67 Candesartan Tab. 16 mg Candesartan Tab. 8 mg LASA
68 Captopril 12,5 Captopril 25 LASA
69 Captopril 12,5 Captopril 50 LASA
70 Captopril 25 Captopril 50 LASA
71 Captopril 50 Captopril 25 LASA
72 Clindamisin 150 Clindamisin 300 LASA
73 Metil Prednisolon 4 Metil Prednisolon 8 LASA
74 MgSO4 20 Inj MgSO4 40 inj LASA
75 MgSO4 20% MgSO4 40% LASA
76 Micardis 40 Micardis 80 LASA
77 Natrium Diklofenak 25 mg Natrium Diklofenak 50 mg LASA
78 Nitrokaf Retard 2,5 Nitrokaf Retard 5 LASA
79 Omeprazol Lansoprazol LASA
80 Omeprazol Inj. Esomeprazol Inj. LASA
81 Omeprazol Inj. Lansoprazol Inj. LASA
82 Esomeprazol Inj. Omeprazole Inj. LASA
83 Propranolol 10 Propranolol 40 LASA
84 Ramipril 2,5 Ramipril 5 LASA
85 Ramipril 5 Ramipril 10 LASA
86 Rifampicin 450 Rifampicin 600 LASA
87 Salbutamol 2 mg Salbutamol 4 mg LASA
88 Simvastatin 10 Simvastatin 20 LASA
PEMERINTAH KABUPATEN LINGGA
DINAS KESEHATAN PENGENDALIAN PENDUDUK
DAN KELUARGA BERENCANA
RUMAH SAKIT UMUM DAERAH ENCIK MARIYAM
Jl. Masjid Sultan Lingga No. 46 KampungDarat, DaikLinggaKodePos: 29872
e-mail :rsud.encikmariyam@gmail.com

DAFTAR DOKTER KOMPETEM DAN BERWENANG MENULIS RESEP


RUMAH SAKIT UMUM DAERAH ENCIK MARIYAM
KABUPATEN LINGGA

NO. NAMA DOKTER NOMORSURAT IZIN PRAKTEK (SIP)

1 dr. SURYADI 073/DINKES/SIP-D/II/2015/445


2 dr. REZA YOGASWARA, Sp. PD 001/DINKES.PPKB/SIPS-DS/VIII/2018
3 DR. CATUR SAPARIYANTO, Sp. A 002/DINKES.PPKB/SIPS-DS/VIII/2018
4 DR. BRAMANTYO PAMUGAR, Sp. AN 003/DINKES.PPKB/SIPS-DS/XII/2018
DR. DANNY MAESDATU SYAHARUTSA, Sp.
5 004/DINKES.PPKB/SIPS-DS/XII/2018
OG
DR. KEMAS MUHAMMAD ISHAK INDRA
6 005/DINKES.PPKB/SIPS-DS/XII/2018
KUSUMAH, Sp. B
7 DR. AFNIARIKA 075/Dinkes/SIP-D/III/2015/445
8 DRG. DEDY ZULCHAIRI 001.a/DINKES.PPKB/SIP-DG
005/DINKES.PPKB/SIPS-
9 DR. ISROMI
D/IV/2018/445
025.a/DINKES.PPKB/SIP-
10 DR. AFRIADY EFFENDY
D/XI/2017/445
11 DR. RICO IKHSANI 008.a/DINKES/SIP-D/IV/2016/445
12 DR. RATNA SETIOWATI 010/DINKES.PPKB/SIP-D/VIII/2018
13 DR. IRAHMAL 023/DINKES.PPKB/SIP-D/X/2018
14 DR. FIRMAN FIRDAUS 020/DINKES.PPKB/SIP-D/X/2018
15 DR. DIAN PERMANA 018/DINKES.PPKB/SIP-D/X/2018
16 DR. ILFAN ADI PUTRA LUBIS 016/DINKES.PPKB/SIP-D/X/2018
17 DR. SRI KARTINI TIARULI APRIANI N. 017/DINKES.PPKB/SIP-D/X/2018
18 DR. MURNIATI RAHMAN 021/DINKES.PPKB/SIP-D/X/2018
19 DR. NOVITA LAUREN ANDRYANTI M. 019/DINKES.PPKB/SIP-D/X/2018
20 DR. OKI EKA TELUNA 022/DINKES.PPKB/SIP-D/X
PEMERINTAH KABUPATEN LINGGA
DINAS KESEHATAN PENGENDALIAN PENDUDUK
DAN KELUARGA BERENCANA
RUMAH SAKIT UMUM DAERAH ENCIK MARIYAM
Jl. Masjid Sultan Lingga No. 46 KampungDarat, DaikLinggaKodePos: 29872
e-mail :rsud.encikmariyam@gmail.com

DAFTAR OBAT LOOK A LIKE SOUND A LIKE (LASA)


RUMAH SAKIT UMUM DAERAH ENCIK MARIYAM
KABUPATEN LINGGA

No. Nama Obat 1 Nama Obat 2 Kategori


89 CIPROfloksasin LEVOfloksasin LASA
Spironolakton Tab. 25
90 Spironolakton Tab. 100 mg mg LASA
91 Stesolid rectal 5 Stesolid rectal 10 LASA
92 Thyrazol 5 mg Thyrazol 10 mg LASA
93 Valsartan 80 mg Valsartan 160 mg LASA
94 Pulmicort 0,25 mg/ml Pulmicort 0,5 mg/ml LASA
95 D5 % D10 % LASA

Keterangan
LA = Look Alike
SA = Sound Alike
LASA = Look Alike Sound Alike