Anda di halaman 1dari 11

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Bahasa Indonesia adalah bahasa Melayu yang dijadikan sebagai bahasa resmi Republik

Indonesia dan bahasa persatuanbangsa Indonesia. Di jaman sekarang diperlukan kajian khusus

mengenai bahasa Indonesia yang baik dan benar, Sehingga banya para cendikiawan hebat di

Indonesia berlomba-lomba dalam perumusan EYD yang baik dan benar dalam hipotesa melalui

tulisan yang mereka tulis dalam karya tulis ilmiahnya.

Karya ilmiah merupakan karya tulis yang isinya berusaha memaparkan suatu

pembahasan secara ilmiah yang dilakukan oleh seorang penulis atau peneliti. Untuk

memberitahukan sesuatu hal secara logis dan sistematis kepada para pembaca. Dalam

pembuatan karya ilmiah yang baik dan benar diperlukan prosedur – prosedur bagaimana

penulisan dalam karya ilmiah terutama dalam hal pengutipan. Dalam hal ini makalah ini akan

membahas mengenai kode etik kutip-mengutip dan macamnya

1.2 Identifikasi Masalah

Berdasarkan latar belakang diatas maka didapatkanlah identifikasi masalah

1. Pengertian Kutip-Mengutip ;

2. Objek Kajian Prinsip Kutip Mengutip;

3. Unsur Macam Kutip-Mengutip ;

4. Teknik dalam Kutip-Mengutip ;

1
1.3 Batasan Masalah
Berdasarkan identifikasi masalah di atas maka didapatkan batasan masalah berikut.

1. Pengertian Kutip-Mengutip ;

2. Objek Kajian Kode Etik Kutip Mengutip;

3. Unsur Macam Kutip-Mengutip ;

4. Teknik dalam Kutip-Mengutip ;

1.4 Rumusan Masalah

Berdasarkan batasan masalah di atas maka didapatkan rumusan masalah

1. Apakah pengertian Kutip-Mengutip ?

2. Bagaiman pendapat mengenai objek kajian dari Prinsip Kutip Mengutip?

3. Jelaskan Unsur Macam Kutip-Mengutip ?

4. Jelaskan Macam-macam Teknik dalam Mengutip ?

1.5 Tujuan

Berdasarkan rumusan masalah di atas maka didapatkan tujuan.Untuk mengetahui

pembidangan bahasa lebih mendalam .

2
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Kutipan

Kutipan adalah pengulangan satu ekspresi sebagai bagian dari yang lain,

terutama ketika ekspresi yang dikutip itu terkenal atau secara tersurat dihubungkan

dengan kutipan ke sumber aslinya, dan ditandai oleh (diselingi dengan) tanda kutip.

Sebuah kutipan juga dapat merujuk pada penggunaan berulang bentuk ekspresi lain,

terutama bagian dari karya seni: unsur-unsur sebuah lukisan, adegan dari film, atau

bagian dari suatu komposisi musik.

Kata pengutipan berarti hal, cara, atau proses mengutip. Mengutip merupakan

pekerjaan mengambil atau memungut kutipan. Menurut Azahari (dalam Alam,

2005:38) “kutipan merupakan bagian dari pernyataan, pendapat, buah pikiran, definisi,

rumusan atau penelitian dari penulis lain, atau penulis sendiri yang telah (menurut

penulis kata telah harus dihilangkan) terdokumentasi, serta dikutip untuk dibahas dan

ditelaah berkaitan dengan materi penulisan”. Batasan di atas tidak hanya memaparkan

hakikat kutipan, tetapi juga menjelaskan kepentingan mengutip, yakni untuk dibahas

dan ditelaah. Hal ini mengandung pengertian bahwa pengutipan memiliki tujuan

tertentu, bukan sekadar menambah jumlah paparan penelitian.

2.2 Kode Etik Dalam Mengutip

Dalam membuat tulisan kita pasti sering mengambil atau mengutip dari tulisan

orang lain, maka dari itu perlu kita tahu bagaimana kode etik yang benar dalam

mengutip dari tulisan orang lain. Diantaranya adalah sebagai berikut:

3
1. Apabila dalam mengutip sebuah karya atau tulisan yang ada salah ejaan dari

sumber kutipan kita, maka sebaiknya kita biarkan saja apa adanya seperti sumber

yang kita ambil tersebut. Kita sebagai pengutip tidak diperbolehkan membenarkan

kata ataupun kalimat yang salah dari sumber kutipan kita.

2. Dalam kutipan kita diperkenankan menghilangkan bagian-bagian kutipan dengan

syarat bahwa penghilangan bagian itu tidak menyebabkan perubahan makna atau arti

yang terkandung dalam sumber kutipan kita. Caranya :

A. Menghilangkan bagian kutipan yang kurang dari satu alinea.

Bagian yang dihilangkan diganti dengan tiga titik berspasi.

B. Menghilangkan bagian kutipan yang kurang dari satu alinea.

Bagian yang dihilangkan diganti dengan tiga titik berspasi sepanjang garis (dari

margin kiri sampai margin kanan).

2.3 Macam – Macam Kutipan

Terdapat beberapa jenis kutipan, antara lain adalah Kutipan langsung dan

Kutipan Tidak langsung. Disini saya akan mencoba menjelaskan jenis-jenis kutipan

tersebut.

2.3.1 .Kutipan Langsung

Kutipan Langsung adalah kutipan yang sama persis seperti kutipan aslinya, atau sumber

yang kita ambil untuk mengutip. Disini kita sama sekali tidak boleh merubah atau

menghilangkan kata atau kalimat dari sumber kutipan kita.Kalaupun ada keraguan atau

kesalahan dalam kutipan yang kita ambit tersebut kita hanya dapat memandakannya

dengan [sic!] yang menandakan kita mengutip langsung tanpa ada editan dan kita tidak

bertanggung jawab jika ada kesalahan dari kutipan yang kita ambil. Bila dalam kutipan

terdapat huruf atau kata yang salah lalu dibetulkan oleh pengutip,harus digunakan huruf
4
siku [ ….. ]. Demikian juga kalau kita menyesuaikan ejaan,memberi huruf kapital,garis

bawah,atau huruf miring,kita perlu menjelaskan hal tersebut, missal [ huruf miring dari

pengutip ],[ ejaan disesuaikan dengan EYD ].Kutipan langsung juga dapat diartikan

sebagai kutipan hasil penelitian, hasil karya, atau pendapat orang lain yang

penyajiannya sama persis dengan teks aslinya (yang dikutip). Dalam merujuk sumber

kutipan di teks utama, sebutkan referensinya dengan menulis nama pengarang, tahun

penerbitan, dan nomor halamannya. Contoh dari kutipan langsung,adalah:

1. Ratnawati (2006:148) menegaskan bahwa “Hasil pemilu 1999 dan pemilu 2004

secara gamblang menunjukkan bahwa PDI-P leading di Kabupaten Bantul.”

2. Menurut Miriam Budiardjo (1992:4-5), dalam pemilu yang menggunakan sistem

distrik: negara dibagi dalam sejumlah besar distrik pemilihan (kecil) yang kira-kira

sama jumlah penduduknya. Jumlah penduduk distrik berbeda dari satu negara ke

negara lain, misalnya di Inggris jumlah penduduknya kira-kira 500.000 orang dan

India lebih dari 1 juta orang. Karena satu distrik hanya berhak atas satu wakil, maka

calon yang memperoleh suara pluralitas (suara terbanyak) dalam distriknya

menang.

3. Berkenaan dengan kegiatan pembalakan liar (illegal logging), seorang tokoh

masyarakat mengatakan bahwa ”kegiatan illegal logging di wilayah ini sudah

sangat parah, dan upaya untuk membasminya seperti menegakkan benang basah”

(Suparlan, wawancara, 21 Juli 2007).

5
2.3.2 Kutipan Tidak Langsung

Kutipan Tidak Langsung adalah kutipan yang telah kita ringkas intisarinya dari

sumber kutipan aslinya. Kutipan tidak langsung ditulis menyatu dengan teks yang kita

buat dan tidak usah diapit tanda petik.Penyebutan sumber dapat dengan sistem catatan

kaki,dapat juga dengan sistem catatan langsung ( catatan perut ) seperti telah

dicontohkan.

a. Kutipan pada catatan kaki

b.. Kutipan atas ucapan lisan

c. Kutipan dalam kutipan

d. Kutipan langsung pada materi

Kutipan tidak langsung juga dapat diartikan merupakan kutipan hasil penelitian,

hasil karya, atau pendapat orang lain yang penyajiannya tidak sama dengan teks

aslinya, melainkan menggunakan bahasa atau kalimat penulis/peneliti sendiri. Dalam

pengutipan ini, sumber rujukan harus disebutkan, baik dengan nomor halaman atau

tanpa nomor halaman. Paling sedikit ada dua jenis kutipan tidak langsung atau ada dua

cara dalam mengutip secara tidak langsung. Pertama, dengan meringkas,

menyimpulkan, atau merujuk pokok-pokok pikiran orang lain. Contoh :

6
1. Gelombang demokratisasi yang ada di dunia ini bisa dibagi menjadi tiga periode,

yakni demokratisasi gelombang pertama yang berlangsung antara 1828-1926,

demokratisasi gelombang kedua yang terjadi antara 1943-1962, dan demokratisasi

gelombang ketiga yang dimulai dari tahun 1974 sampai tahun1990-an (Huntington

1991). Mengingat sekarang masih banyak rejim-rejim otoriter, apakah akan ada

gelombang demokratisasi keempat?

2. Sistem distrik dan sistem proporsional adalah dua jenis sistem pemilihan umum

yang paling populer, yang masing-masing sistem ini memiliki variannya sendiri-

sendiri. Dalam sistem distrik, jumlah pemenangn yang akan menjadi wakil di

parlemen—adalah satu orang, sedangkan dalam sistem proporsional jumlah wakil

yang akan mewakili suatu daerah pemilihan adalah beberapa orang sesuai dengan

proporsi perolehan suaranya (Budiardjo 1982:4).

3. Sebagaimana terjadi di beberapa negara sedang berkembang, di Indonesia juga

ditemukan bahwa bahwa banyak kasus korupsi yang terjadi atas nama pemberantasan

korupsi (Kompas, 11 Maret 2008).

2.4 Teknik dalam Kutipan

Beberapa cara teknik mengutip kutipan langsung dan tidak langsung

diantaranya sebagai berikut.

2.4.1. Kutipan langsung

1) Kutipan langsung yang tidak lebih dari empat baris :

a. kutipan diintegrasikan dengan teks

b. jarak antar baris kutipan dua spasi


7
c. kutipan diapit dengan tanda kutip

d. sudah kutipan selesai, langsung di belakang yang dikutip dalam tanda

kurung ditulis sumber darimana kutipan itu diambil, dengan menulis nama

singkat atau nama keluarga pengarang, tahun terbit, dan nomor halaman

tempat kutipan itu diambil.

2) Kutipan Langsung yang terdiri lebih dari 4 baris :

a. kutipan dipisahkan dari teks sejarak tiga spasi

b. jarak antar kutipan satu spasi

c. kutipan dimasukkan 5-7 ketukan, sesuai dengan alinea teks pengarang

atau pengutip. Bila kutipan dimulai dengan alinea baru, maka baris

pertama kutipan dimasukkan lagi 5-7 ketukan.

d. kutipan diapit oleh tanda kutip atau diapit tanda kutip.

e. di belakang kutipan diberi sumber kutipan (seperti pada 1)

2.4.2. Kutipan tidak langsung

a. kutipan diintegrasikan dengan teks

b. jarak antar baris kutipan spasi rangkap

c. kutipan tidak diapit tanda kutip

d. sesudah selesai diberi sumber kutipan

8
2.4.3. Kutipan pada catatan kaki

Kutipan selalu ditempatkan pada spasi rapat, meskipun kutipan itu singkat

saja. Kutipan diberi tanda kutip, dikutip seperti dalam teks asli.

2.4.4. Kutipan atas ucapan lisan

Kutipan harus dilegalisir dulu oleh pembicara atau sekretarisnya (bila

pembicara seorang pejabat). Dapat dimasukkan ke dalam teks sebagai kutipan

langsung atau kutipan tidak langsung.

2.4.5. Kutipan dalam kutipan

Kadang-kadang terjadi bahwa dalam kutipan terdapat lagi kutipan.

9
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan

Kutipan adalah pengulangan satu ekspresi sebagai bagian dari yang lain, terutama

ketika ekspresi yang dikutip itu terkenal atau secara tersurat dihubungkan dengan kutipan

ke sumber aslinya, dan ditandai oleh (diselingi dengan) tanda kutip. Dalam pengutipan ada

lima macam jenisnya yaitu: (Kutipan tidak langsung, Kutipan Langsung, Kutipan pada

catatan kaki,Kutipan atas ucapan, Kutipan dalam Kutipan) . Dalam membuat tulisan kita

pasti sering mengambil atau mengutip dari tulisan orang lain, maka dari itu perlu kita tahu

bagaimana prinsip-prinsip yang benar dalam mengutip dari tulisan orang lain.

5.2 Saran

Kita sebagai generasi muda hendaklah gemar menulis karena menulis adalah

cikal bakal terlahirnya pemahaman akan metode ilmiah dibidang yang sedang ditekunin.

penulis berharap pembaca memberikan kritik atau saran yang bersifat membangun,

penulis menyadari bahwa karya tulis ini belum sempurna.

10
DAFTAR PUSTAKA

Buku :
Arifin, E. Z. 1993. Penulisan Karangan Ilmiah dengan Bahasa Indonesia yang Benar
(Pedoman Praktis untuk Perguruan Tinggi). Jakarta: PT Medyatama Sarana Perkasa.

Soehardjan, M. 1997. Pengeditan Publikasi Karya Ilmiah Populer. Jakarta: Balai Pustaka.

Soeseno, S. 1981. Teknik Penulisn Ilmiah-Populer.Jakarta : Balai Pustaka.

Website :

https://vinaafryani.wordpress.com/2012/11/09/pengertian-kutipan/. Diakses pada tanggal 18


Januari 2016.

http://kebudayaan.kemdikbud.go.id/bpnbbandung/2014/11/27/kaidah-pengutipan-dalam-
karya-tulis-ilmiah/ . Diakses pada tanggal 18 Januari 2016.

11