Anda di halaman 1dari 41

EFEKTIFITAS PENGUTIP AN MINYAK DI SLUDGE CENTRIFUGE

K KELAPA SAWIT
PABRI

UGASAKHIR
T

RIZA KHAIRUNNI'AM
NIM.0502028

LAHAN BASIL PERKEBUNAN


TEKNOLOGI PENGO
SEKOLAH TINGGI ILMU PERTANIAN
NIS PERKEBUAN
AGRIBIS
MEDAN
2009
DAFfARISI

BALAMAN JUDUL i
UMBAR PENGESAHAN ii
UMBAR PERSETUJUAN iii
UTA PENGANTAR iv
RIWAYAT IIlDUP DAFI v
AR ISi vi
DAFf AR TABEL vii
D_AFI AR GAMBAR ix

IIAB . I. PENDAHULUAN l
1 .1 Latar Belakang 1
l.2 Perumusan Masalah 1
13 Tujuan Penelitian ···············-··· .. ········· 2
L4 Lingkup Pene litian (Batasan Masalah) 3
l.5 Manfaat Penelitian 3
l.6 Sistematika Penulisan 3

:MB. II. TINJAUAN PUSTAKA 5


21 Proses Pengo lahan di Pabrik Kelapa Sawit.. 6
22.. Stasiun Klarifikasi 7
22 .1 Sludge Tank 8
22.2 Sand Cyclone 8
22.3 Buffer Tank 9
22.4 Brush Strainer 9
22 .5 Sludge Centrifuge 9
23. Kapas itas O lah Unit Sludge Separator (Sludge Centrifuge) 11
2.4. Nozzle 12
25. Jenis Sludge Separator 12
2.6. Keseimbangan 12
U. Suhu 13
ll Bukaan Feeding dan Bukaan Light Phase 14

vi
BAB . ill. ALAT/BAHAN DAN METODOLOGI PENELITIAN 17
3 .1 Tempat dan Waktu Penelitian ···············································:···················· 17
3.2 Alat dan Bahan 17
33 Rancangan Penel itian 17
3 .4 Analisa Kehilangan Minyak ( Losses ) dalam Sample Cairan 17

BAB. IV. BASIL PENELITIAN/PENGAMA TAN DAN PEMBAHASAN 21


.f.. l Data dan Hasil Penelitian 21
4.1.1 Feeding 21
4 .1.2 Nozzle 21
.,t.2 Pembahasan """ 26

:MB. V. KESIMPULAN/SARAN 28
S.1 Kesimpulan 28
5.2 Saran 28

:DAFTAR PUST AKA 29


JAMPIRAN x

vii
DAFfAR TABEL

"Iilld2.1. Rata - Rata oil losses dengan variasi bukaan feeding dan light phase
pada sludge centrifuge dengan nozzel l,8mm 14
I.Id 2.2. Data Percobaan Losses Minya k di Sludge Centrifuge Berdasarkan
Bukaan Feeding dan Bukaan Light Phase Sludge Centrifuge no. 2
(Nozzle 1.8) 15
Talld 2.3. Data Percobaan Losses Minya k di Sludge Centrifuge Berdasarkan
Bukaan Feeding dan Bukaan Light Phase Sludge Centrifuge no. 4
(Nozzle 1.8) 16
"&lld..4.1. Spesifikasi Sludge Centrifuge 21
~ 4 .2 . Data Oil Losses Sludge Centr ifuge 22
T*I 4.3. Data Losses Sludge Centrifug e Senin, 13 April 2009 23
'&hd4.4. Data Losses Sludge Centrifug e Selasa, 14 April 2009 23
Tmc:l4.5. Data Losses Sludge Centrifug e Rabu, 15 April 2009 24
Tad 4 .6. Data Losses Sludge Centrifu geKhamis, 16 April 2009 25
DAFTARGAMBAR

Gmibar 2.1. Diagram Proses Pengolahan Crude Oil Stasiun klarifikasi 6


Gllmbar.2.2. Penampang Slu dge Centrifuge Type Stork 13
Cillnbar 4 .1. Grafik % Oil Losses Sludge Centrifuge Senin, 13 April 2009 23
G.nbar4.2 . Grafik % Oil Losses Sludge Centrifuge Selasa, 14 April 2009 24
Gmibar 4.3. Grafik % Oil L osses Sludge Centrifuge Rabu, 15 April 2009 24
f"-obar 4.4 . Grafik % Oil Losses Sludge Centrifuge Khamis, 16 April 2009 25
Gwnbar 4.5. Grafik Rata -Rata % oil underflow terhadap % oil loss 25
6wobar 4.6. Grafik % Oil Loss vs % Oil Underflow 26

ix
BABI
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Pabrik Ke lapa Sawit (PKS) merupakan suatu rangkaian proses yang

beroperasi secara kontinyu, dimana basil proses dari suatu instalasi akan
dilanjutkan o leh inst alasi berikutnya dengan mempertahankan mutu. Kesalahan
J311g terjadi pada tahap proses tertentu tidak dapat diperbaiki pada proses
selanjutnya.

Berdasarkan hal di atas maka dibutuhkan perlakuan yang . benar untuk

miap tahap proses sehingga basil akhir akan optimal. Mengolahbahan baku TBS

menjadi CPO dan inti dilakukan dengan prinsip proses pemisah~ dari bahan yang
sodah tersed ia atau t anpa mengubahnya.
Selain faktor bahan baku, faktor lain yang menentukan pencapaian

nmdemen dan efektifitas pabrik adalah peralatan yang harus selalu standard, baik
lualitas maupun ka pasitas dari setiap stasiun. Kapasitas dari stasiun satu harus
siogk:ron dengan kap asitas stasiun lainnya. Selanjutnya cara pengoperasian dari
miap stasiun j uga merupakan faktor yang menentukan dari kinerja suatu PKS.
Kunci penting yang perlu mendapat perhatian dalam ~ngol~an adalah

di:siensi dan efektifitas ekstraksi yang menyangkut tingkat randemen yang

41ip:roleh, serta kualitas produksi yang berpengaruh terhadap daya saing di


pmaran.

Salah satu nit


u yang dapat mempengaruhl peningkatan randemen dengan

wrrninimalisasikan oil loss pada drab buangan akhir adalah sludge centrifuge.

U Perumusan Masalah
mpertahankan
Sulitnya me oil losses pada sludge centrifuge dibawah
wanna Norma oil losses di drab akhir ~l ,00/o
Dalam penelitian ini dilakukan pengamatan terhadap proses pemisahan
sludge di sludge centrifuge. Pemisahan yang terjadi di sludge centrifuge dapat
dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu:
a. Suhu (
0c ) input (feeding) pada slu dge
b. centrifuge.
Volume pengenceran (dillution wat er).
c.
Kapasitas olah unit sludge centridu ge.
d.
Diameter nozzle yang digunakan.
e. Keseimbangan. Keseimbangan pemisahan lumpur dari cairan yang
masuk kedalam sludge centrifuge perlu dipertahankan.

Hal-hal di atas mempengaruhi operasi kinerja sludge centrifuge serta


perolehan minyak yang didapat dalam proses pemisahan secara sentrifugal.
Berdasarkan hal diatas, pemisahan yang terjadi di sludge centrifuge
apakah telah sesuai dengan standard yang ditetapkan dan diharapkan. Karena
dilihat dari komponen fisik crude oil, ada beberapa fase seperti air, minyak murni,
sludge, dan Non Oil Solid (NOS) lainnya.
Untuk itu perlu diketahui seberapa bes
ar minyak yang dapat terkutip pada
saat di proses sludge centrifuge berdasarkan faktor-faktor
didalam yang
mempengaruhi pemisahan minyak didalam sludge centrifuge tersebut.
Tugas akhir ini membahas salah satu faktor yang mempengaruhi
efektifitas pengutipan minyak di sludge cent
rifuge, yaitu volume air pengencer
(water dilution) yang tepat terhadap efektifi
tas pengutipan minyak di sludge
centrifuge.

L3 Tujuan Penelitian
Pene litian ini bertujuan untuk melengkapi tugas akhir yang diajukan
scbagai syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Sains Terapan.
Se lain itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi operasi yang
sesaai pada sludge centrifuge saat proses pengutipan minyak kembali yang
mehl>atkan salah satu dari .faktor pendukung terjadinya proses pemisahan yaitu,

2
~bangan pemisahan lumpur dari cairan yang masuk (feeding) dengan
pmambahan air pengencer (water dilution) kedalam sludge centrifuge.

U Lingkup Penelitian (Batasan Masalah)


Lingkup pene litian ini dilakukan dengan mengamati dan menganalisa dari:
a. Persentase kandungan minyak di sludge tank (input) sebagai feeding dari
sludge centrifuge.
b. Bukaan kran air pengencer (balance water) yang tepat pada sludge cetrifuge.
e, Persentase kandungan minyak pada drab buangan dari sludge centrifuge
(output).

Dengan asumsi faktor-faktor lain yang mempengaruhi efektifitas


p&gatipan minyak pada sludge centrifuge berada dalam keadaan standard.

1.5 Manfaat Penelitian


Hasil penelitian ini diharapkan
I mampu mendukung usaha peningkatan
i Ii6tas pengutipan minyak yang optimal dan sesuai dengan standard pada
I t;e centrifuge .

Hasil penelit ian rm juga diharapkan dapat dijadikan acuan dalam


l centrif
~ian s udge uge dalam upaya pengoptimalisasian pengutipan

--,,ak pada sl udge centrifuge untu.k meningkatkan randemen minyak dengan


.P Mipoya minyak seoptimal mungkin.

U Sistematika Penulisan
Pada tugas akhir ini berisi tentang:
a BAB I pendahuluan berisi tentang latar belakang, perumusan masalah,

111juan,lingkup peneli tian dan manfaat penelitian dari tugas akhir ini.
R...\B II tinjauan pustaka berisi tentang teori, artikel, tentang apa saja yang
mmyangkut tentang pokok bahasan dari tugas akhir ini.
IW> ill berisi tentang alat/bahan dan metodologi dalam pencapaian tujuan
pmok pembahasan dari tugas akhir ini.

3
d. Bab N berisi tentang data dan pembahasan.
c. Bab V berisi kesimpulan dari pembahasan tugas akhir ini.
£ Daftar pustaka berisi tentang keterangan dari mana teori, artikel berasal.

4
BAB II
TINJAUAN PUST AKA

l.1. Proses Pengo labao di Pabrik Kelapa Sawit

Pabrik Kelapa Sawi t (PKS) berfungs i untuk mengutip secara optimal


minyak sawit dan inti sawi t yang t erdapat pada Tandan Buah Segar (TBS) dengan
menekan loss es sekecil mungkin . Selain i tu kualitas produksijuga perlu mendapat
perhatian dalam proses pengo lahan di PKS, semak:inbaik kualitas produksi akan
semakin baik nilai jualnya .
Proses pengolahan di PKS dapa t dikelompokkan menurut stasiunnya,
si:hagai berikut:
1. ·Stasiun Penerimaan Bahan Baku
2 . Stasiun Pe rebusan
. 3: Stasiun Penebah
·· 4 . · . Stasiun Pressing
5. · Stasiun Klarifikasi
6. Stasiun Kernel
7. Water Tr eatm ent
8 . Power Stat ion
9. Boiler

Tandan Buah Segar (TBS) yang diterima di P KS harus sesuai dengan


lrir:ria matang panen dimana buah yang paling baik u ntuk diolah adalah buah
,mg sudah masak (normal ripeness) , dengan tidak ada buah yang mentah dan
lilmh yang ke lewa t masak (over r ip e) atau sesuai den gan standard fraksi yang
.;iifwaakan karena akan mempengaruhi randemen dan mutu minyak yang akan
.rpcroleh.
Kunci penting yang perlu mendapat perhatian dalam pengolahan adalah
i sieosi ekstraks i yang menyangkut tingkat randemen yang diperoleh, serta
I Etas produksi yang berpengaruh terhadap daya saing di pasaran.
Pada proses pengo lahan , mutu minyak sawit dapat berubah bukan saja
... sifat-sifat minyak itu sendiri , tetap i disebabkan perlakuan-perlakuan di

5
pabrik. Untuk itu perlu dil akukan penilaian-penilaian pada unit-unit pengolahan
mtuk memudahkan peng endalian mutu minyak selama pengolahan, dalam
bitannya dengan peningkatan kualitas minyak yang diperoleh.
(Bud i Hariadi , 2006)
Press
Dilution (air
condensat)
and trap tank
S

Fibre Vi
bratmo screen
~-------- h;dmi
----- --
~ ~.=···=··=···=··" " "······················································
ClarifiEir tank · ·
Wet oil

Wet Oil tank

Purifier Sand cyclone

Vacuum drver Buffer tank

Storaqe tank l Sludqe centrifuqe light


l . · · phase l
:.. ••.........• _•. J:leaX}L. • ..•.••.•...••..•.....•.....•...•. ;
· nhasP.
Sludqe pit

Gambar 2.1 Diagram Proses Pengolahan Crude Oil Stasiun Klarifikasi

.-2. Stasiun Klariflkasi


de Oil) yang dihasilkan dari proses pengempaan pada
Minyak kasar (Cru
SDsiun Press kemudian ialirkan
d ke Stasiun Klarifikasi untuk di proses lebih
ilajut sehingga d iperoleh h asil akhir yaitu Crude Palm Oil (CPO).
Crude Oil yang dialirkan dari Distribution Tank dan ditampung pada

Ta.gk:i Klarifikasi (Continous Selling Tank I CST) kemudian mengalami


p wtisaban ma terial dengan cara pengendapan (gaya gravitasi). Material yang
-=rnilk.i. bera t jenis lebih besar yaitu sludge akan turun ke bawah sedangkan yang
la-at jenisnya lebih ringan yaitu wet oil akan naik ke atas. Wet oil dikutip dengan
-r-,

6
menggunakan Skimer kemudian dialirkan ke Wet Oil Tank untuk mengalami
proses pemumian selanjutnya hingga menjadi produk akhir yaitu CPO. Sedangkan
sludge secara underflow mengalir dari CST dan ditampung pada Sludge Tank.
Dari Sludge Tank, s ludge dipompakan ke Buffer Tank ya ng sebelumnya melalui
Sand Cyclone lebih dulu. Sand Cyclone ini berfungs i untuk memisahkan pasir
yang terikut dalam sludge . Pasir yang ada mengalir ke San d Tank dan sludge yang
1Dlfilh mengandung minyak (Oily Sludg e) mengalir ke Buffer Tank. Dari Buffer
Tank, oily sludge kemudian dialirkan ke Sludge Centrifuge. Pada Sludge
Centrifuge ini dipisahkan antara sludge murni (Heavy phase) dan sludge yang
masih mengandung minyak ( Lightphase ) dengan proses sentrifusi. (Redy Fikarlo,
2005).

221. Sludge Tank


Sludge tank berfungs i untuk menampung dan menjaga panas sludge dari
~ge underflow CST pada suhu 90-95 °C sebelum diolah oleh sludge centrifuge.
Jita menggunakan pemanasan dengan s team injection, perlu dilakukan
pmgontrolan agar tidak sampa i bergolak (mendidih) yang mengak.ibatkan
ICljadinya emuls i sehingga menyulitkan pemisahkan minyak pada sludge oil
ra:vvery tank/Fa t Fit.
Sludge tank adalah tabung silindris dengan bagian bawahnya membentuk
aine yang berfungs i untuk mengendapkan partikeJ-partikel berat di dalarn sludge.
--\gar temperatur dapat terkontrol sludge tank dilengkapi dengan steam coil.
(Yega Khairani Nst , 2008)
Sludge yang masuk kedalam Sludge Centrifuge terdiri dari bahan mudah
-=nguap (VM) 80-85% , bahan padatan bukan minyak (NOS) 8-12%. Komposisi
salge yang keluar dari Sludge Tank dipengaruhi :
a. Jumlah air pengencer yang digunakan . Jumlah air yang terproyeksi pada
sludgeseluruhnya berasal dari buah, air pengencer pad a screw presss, ayakan
getar dan air pencucian lantai yang terkumpul ke fat pit clan di pompakan ke
crude oil tank (COT) atau CST.
Perlakuan sebelumnya, apakah menggunakan desander seperti sand cyclone
dan atau strainer. Pabrik yang tidak menggunakan decanter untuk mengambil
lumpur sebelum settling tank umumnya menggunakan desander.
e, Pemakaian ayakan g etar. Ayakan getar dapat ditempatkan pada bak

penampung sludge yang kemudian dipompakan kedalam sludge separator.

Fungsi ayakan getar adalah untuk memisahkan lumpur dan pasir yang terdapat
dalam cairan. Dengan berkurangnya kandungan NOS maka kemampuan
sludge s eparator untuk memisahkan minyak semakin tinggi. Ayakan yang
digonakan adalah ukur an 50 mesh sehingga lumpur dan pasir halus yang Jolos
pada ayakan getar di crude oil tank (COT) dapat tertapis. (Dr.ir.Pontent. M.
Naibaho , 1998)

ll.2 Sand Cyclone


Sand Cyclone berfungsi untuk mengambil pasir halus yang masih terdapat
4id:alam sludge sebelum diolah pada sludge separator, agar peralatan pada sludge
CJtMiifuge dapat terbebas dari keausan dini. Pemisahan dilakukan dengan prinsip
9Sii:fusi di mana bagian dengan berat jenis yang lebih berat akan terlempar ke
""1iao luar dan di alirkan ke bagian bawah (ceramic cone). Sedangkan bagian
e eeao berat jenis yang lebih ringan akan terlempar ke bagian tengah dan
5 Felan ke outlet sand cyclone. Proses pengambilan pasir pada sand cyclone
*- berhasil baik bila; Ceramic Cone dalam keadaan baik (tidak ada keausan).
Pabedaan tekanan antara Inflow dan Outflow minimal 2 bar.

211. Buffer Tank


Buff er tank berfungsi untuk tangki penyangga feeding sludge centrifuge,
.-, tercapai tekanan feeding yang diinginkan, sehingga buffer tank biasanya
aimt" lebih tinggi posisinya dari sludge centrifuge. Outlet keluar melalui ujung
~den.gan menggunakan pipa dan pada bagian atas dilengkapi dengan overflow
~ YcIDg berfungsi untuk mencegah terjadinya limpahan sludge, ujung overflow
,i,r kembali ke sludge tank.

8
ll4. Brush Strainer
Brush strainer berfungsi untuk mengambil fiber haluslsolid yang ada
.w.n sludge sebelum cliolah pada sludge centrifuge. Pemisahan dilakukan
• agao sist em saring, yang terdiri dari strainer dan dilengkapi dengan brush
linp:rt:ar clibagian dalam strainer. Penyaringan dilakukan untuk melakukan

ptmbcrsihan strainer sehingga lubang strainer tidak tertutup oleh lumpur dan
-1id.. Dengan demikian solid dapat tertangkap dan clibuang melalui lubang
fllCDJWUlgannya.
Keberhasilan kerja Brush Stainer bila dilihat dari Nozzle Sludge centrifuge
liilk sering buntu dan volume umpan untuk sudge centrifuge konstan. (Mega
Dmirani Nst, 2008)

.ll.i. Sludge Centrif uge


Sludge Centrifuge merupakan suatu alat yang telab didesain secara khusus
-* mengutip minyak (crude oil) yang masih terkandung dalam sludge. Sludge
C'a,/rifuge berfungs i memisahkan minyak dari sludge secara mekanis,
M 10ofaatkan prinsip kerja sentrifugal dan perbedaan berat jenis antara minyak
• agan sludge.
Indikator keberhasilan fungsi sludge centrifuge adalah kadar minyak di
--.nNon Oil Sludge (sludge buangan) keluaran sludge centrifuge S 1%.
!! I ;-.m Konclisi k untuk mencapai basil tersebut adalah:
terbai
a, Suhu oil sludge
(sludge masuk) 95°C.

b, Suhu air panas 95°C.

e, Tekanan statik
air panas 0,8 bar dan sludge feeding 1,2 bar.
uge terdiri dari sebuah bowl berbentuk bintang (bintang 4
Sludge centrif
dan bintang 6 untuk kapasitas tinggi), pada masing-masing
1lltliat kapasitas rendah
l an nozzle yang ukurannya disesuaikan dengan kapasitas
ljlag bow dipasangk
f 1;r cent rifuge yang diinginkan. Sludge centrifuge memiliki 3 buah saluran
terdiri atas sludge feeding, air panas serta air dingin,
- wt (suction) yang
l i adalah saluran keluar yang terdiri atas light phase sludge
'W'limgkan 2 buah ag

9
centrifuge (oil sludge) dan heavy phase sludge centrifuge (non oil sludge/drab
boangan). (Mega Khairani Nst , 2008)
Feeding dari sludge centrifuge iniberasal dari Tangki Klarifikasi (CST) e
yang secara underflow dialirkan Tank. Dari Sludge Tank kemudian di nk,
ke Sludg
pompakan ke Buffer Tank. Dari Buffer Ta
sludge ini kemudian dengan proses
sentrifusi dipisah.kan menjadi Heavy hase
p dan Light phase pada Sludge
Centrifuge . Heavy phase merupakan ge yang mengandung minyak :SI% dan
Slud
dialirk.an sebagai limbah cair ke kolam lim bah.
Sedangkan Light phase adalah fasa sludge yang masih mengandung
minyak (Oily Sludge) yang dikirim kemb ali ke Recycle Distribution Tank untuk
diolah lagi pada CST. Proses ini berlanjut secara berulang dan terus menerus.
Pada alat Sludge Centrifuge terda pat sudu-sudu dan tabung (bowl) yang
bd_erja berputar sehingga menghasilkan gaya sentrifugal yang digunakan untuk
~ separasi. Fungsi pemisah sludge adalah untuk mengutip (memisah.kan)
lzmbali minyak yang masih tersisa da ri cairan sludge yang telah melewati
.:mdalui) brush strainer dan pre-cleaner dengan cara sentrifugal, dimana air dan
NJn Oil Solid (NOS) dengan berat jenis yang besar akan terlempar keluar dan
lllioyak yang berat jenis kecil akan masuk ke bagian dalam.
Tujuan dari proses ini ialah me misahkan minyak dari air dan kotoran,
-=ogan kata lain memisah.kan minyak da ri fraksi yang berat jenisnya 1 air dan
11.ufman yang dipisahkan disebut dengan air drab dengan kadar minyak/zat kering
- 10-/o. Fraksi ringan dikembalikan ke o il settling tank. Suhu minyak di dalam
.-lge separator dipertahankan 90° C-95°C, yang dapat dibantu dengan
Jll=mberian uap panas . Cairan yang telah dibebaskan dengan pasir- pasir halus di
peq.akan lagi ke oil settling tank (CST).
Keberhasilan memakai sludge se parator sangat menentukan terhadap
~ kehilangan minyak. Kemamp uan alat memisahkan VM dan NOS
ugautung dari:
Kapasitas olah unit sludge separator (sludge centrifuge).
- Nozzle.
i Jenis sludge separator.
~ Keseimbangan.
iDr.ir.Pontent. M. Nai baho, 1998).

Hal- hal yang harus diperhatikan dalam pengoperasian Sludge Centrifuge:


Tidak boleh merubah arah putaran mesin berlawanan dengan yang
ditunjukkan arah panah .
>- T idak bo leh merubah posisi nozzle holder.
e Bila terjadi getaran kuat pada mesin segera hentikan mesin, cari penyebabnya
dan segera perbaiki , kemungkin annya:
l. Bow l tidak ·balance - agar di balancing.
2 . Baut fondas i _longgar- ganti baut dan perkuat fondasi.
3. Nozz l e holde r sudah aus sehingga tidak balance.
4. Nozz le dengan kausan /berat yang sama dipasang bersilang.
5. Perbedaan berat nozzle holder (termasuk nozzle) tidak boleh lebih dari 10
gram ..

6. Bowl kosong atau beris i sebagian- isi penuh dan periksa wnpan.
7. Nozzle buntu agar di cuci.
Yega Khairani Nst, 2008)

23. Kapasitas Olah Unit Sl udge Separator (Sludge Centrifuge)


Deb it cairan minyak yang tinggi akan mempengaruhi pemisahan fraksi-
fraksi, yaitu volwne yang terlalu b esar dapat menurunkan perbedaan antara fraksi
riogan dan berat. Sehingga kehila ngan minyak dalam drab tinggi. Kapasitas olab
Jll!JKUator dipengaruhi jenis a lat sl udge separator dan ukuran nozzle yang dipakai.
Scmakio besar ukuran nozzle maka kapasitas alat semakin besar.
Pengaturan kapasitas sludge centrifuge yang dilakukan dengan mengganti
1C:Zle, harus berdasarkan losses p ada
a non oily sludge.
Diameter nozzle 0 1, 8 mm, maka kapasitas 6000 kg/jam.
b . Diameter nozz l e 0 2, 0 mm, maka kapasitas 7000 kg/jam.
c, Diameter nozzle 0 2,2 mm , maka kapasitas8000 kg/jam.

11
2.~. Nozz le
Ukuran lubang nozzle mempengaruhi pemisahan fraks i ringan dan berat.
Scmakin keci l ukuran nozz le maka day a pi sah semak.in baik yaitu kadar minyak
dalam air buangan relatif kecil, akan t etapi nozzle sangat cepat rusak, yang
diakibatkan gesekan pasir ha lus (jumlah pasir ha lus lebih banyak dari pa da pasir
ibs:ar) . Nozz le yang berukuran besar menyebabkan kehilangan minyak yan g relatif
tinggi pada air buangan . Umumnya umur nozz le yang berlubang kec il lebih
pmdek di banding dengan yang berukuran besar .

25. Jenis Sludge Separato r


Sludge separaJor yang di kenal ada lah u-alfa laval dan west falia memiliki
l::iipafiltas yang besar yaitu 8-1 Om3/jam, sedangkan type stork kapasitasnya
.am3/jam . Di l ihat dari kemampuan al at untuk memperkec il losses pada air drab,
,mpat dikatakan bahwa type stork yang lebih mudah pengoperasiannya, seperti
l i .
l':aJg berkembang di Ma ays a

16.. Keseimbangan
Keseimbangan pemisahan Lumpur dari cairan yang masuk kedala m sludge
J/llt!IDTa1or perlu dipertahankan dengan :
t t t
L Mempertahankan ekanan pada ou le sludge separator dengan memb
uat bak
i t l sludge
yang beris air sehingga ekanan awan konstan. Ada juga alat
i untuk
separator yang dilengkapi dengan "basculator" yang berfungs
i
mengukur volume outlet sekal gus menjadi stabilisator tekanan.
tekanan
~ -Yengisi air panas ke dalam sludge centrifugeuntuk mempertahankan
ngan air
dalam sludge centrifuge sehingga kecepatan air dan pemisahan de
. . , )
konstan (Dr.ir.Pontent. M Naibaho 1998

- 12
nPanas--

l.qrt Phase

I
Air Dingin

HeavyPhase

Gambar.2 .2. Penampang Sludge Centrifuge type stork

1.7. Suhu
Menurut Mangoensoekarjo dan Semangun (2005) Minyak. sawit
-=mpunyai viskos itas yang terlalu t inggi pada suhu kamar. Ol eh karena itu
pmri.sahan minyak sawi t dari air atau serabu t harus dil ak.ukan pada suhu sedikit
tlihawah titik di dih air. Jika campuran minyak dan air di biarkan mendi dih terlal u
lllna akan terjadi emu ls i yang ak.ansukar mem isahkanminyak.nyadari air.

M inyak sawi t sendiri memilik.i spesifik graviti tidak. lebih dari 1. Spesifik
pavitinya bergantung pada temperatur :

0,857 pada 100°C

0,876 pada 70°C

0,890 pada so0c


Spesifik grav iti dari serat dan cell debris adalah sebanding dengan spesifik
..aa1 minyak sawi t men t ah itu send:iri, tidak l ebih dari 1, 4.
Adapun viskosit as dari minyak sawit mentah bergantung pada eksten yang
ter dilusi pada minyak sawit itu sendiri. Visko
sitas minyak sawit mentah rata-rata
pada beberapa kond isi suhu :

7 cP pada 100°C

14 cP pada 70°C

27 cP pada 50°C

(Sumber: Frisda. R Panj aitan , 2006)

2.8. Bukaan Feeding dan Bukaan Light Phase


Menuru t Fikarlo (2005), bukaan feeding dan bukaan light phase memiliki
pengaruh dalam pencapaian efektifitas kinerja sludge centrifuge, dengan
spes ifikasi yang sama dengan yang saya teliti. Berdasarkan penelitian yang telah
dilakukannya di sa lah satu PKS swasta nasio nal didapat data sebagai berikut:

Tabel 2.1. Rata - Rata oil losses dengan variasi bukaanfeeding dan light phase
pada sludge centrifuge dengan nozzel l ,8mm

S. Centrifuge No. Bukaan Bukaan %Oil %Oil


Light Phase Feeding Losses Underflow
% 3/. 1,596 5,488
1 1,116 5,948
2 % 7,512
1
1 1,007 9Ji25
% % 1,273 5,488
1 0,996 5,948
4 % 1,028 7,512
1
1 1,158 9,625
(Sumber : Redy Fikarlo, 2005)
Tabe l 2.2. Data Percobaan Losses Minyak di S ludge CentrifugeBerdasarkan
Bukaan Feedingdan Bukaan Light Phase Sludge Centrifugeno . 2 (Nozzle 1.8)
j Bukaan Bukaan Light % Oil Losses %Oil
Tanggal
I Feeding Phase Underflow
23/Mei/'05 % % 1 ,58 6,20
25/Mei/'05 % % 1, 59 5,02
26/Mei/'05 % % 1, 64 6, 38
I
I 27/Mei/'05 % % 1, 65 5,76
28/Mei /'05 % % 1,52 4, 97
30/Mei/' 05 % % 4,60
9/Juni/'05 % 1 7,23
I
Iii IO/J uru/'05 % 1 6, 90
11/Juni/'05 % I 7, 30
13/ Juni/' 05 % l 7, 43
14/ Juni/ ' 05 % l 7, 77
15/ Juni/' 05 % 1 8, 44
I
2/Juni/'05 % 0,93 4, 88
I 3/ Juni/' 05
1
% 0, 77 4,71
Ii 1
4fluni/'05 1 % 0,99 5,47
6/Juni/' 05 1 % 1, 87 6, 08
I
I 7/Juni/ ' 05 1 % 1, 02 7, 29
8/Juni/'05 1 % 7, 26
20/Juni/'05 1 I 0,91 9,1 2
21/Juni/'05 1 I 1, 09 10, 45
22/Juni/ ' 05 1 1 0,97 1 0,17
II

[I 23/ Juni/'05 1 1 0, 79 9,87


l 24/Juni/'05 1 1 0,93 10, 30
25/Juni/'05 I I 1 ,35 7, 84
iSumber : Redy Fikarlo, 2005)

15
2.3.Data Percobaan Losses Minyak di Sludge Centrifuge Berdasarkan
9 ! aao Feeding dan Bukaan Light Phase Sludge Centrifuge no. 4 (Nozz le 1.8)
Bukaan Bukaan Ligh t % Oil Losses %Oil
Tanggal
Feeding Phase Underflow
:3/Mei/'05 % % 1,49 6,20
3/Mei/'05 % % 1, 46 5,02
~ei/'05 % % 1, 66 6,38
~JMei/'05 % % 0,70 5,76
2&'Mei/'05 % % 1,27 4,97
30/Mei/'05 % % 1,06 4,60
9fluni/'05 % 1 0,77 7,23
10/Juni/'05 314 1 1,15 6,90
11/Juni/' 05 % 1 1, 15 7,30
13/Juni/ '05 % l 1, 05 7,43
14/Juni/'05 % 1 0,73 7,77
15/Juni/'05 % I 1, 32 8,44
2/Juni/ '05 % 0, 81 4, 88
3/Juni/'05 1 % 0,88 4,71
4/Juni/'05 1 % 0,99 5,47
6/Juni/ '05 1 % 1, 02 6,08
7/Juni/ '05 I 314
1,1 3 7,29
8/Juni/ '05 I 3 14 1,15 7,26
20/Juni/ '05 1 1 1,09 9,12
21/Juni/'05 1 1 1,14 10,45
22/Juni/ '05 I
1 1, 25 10,17
23/Juni/'05 0,82 9,87
1 1
24 Juni/ 05 16 10 30
/ ' 1 1 1, ,
25/Juni/ 05 I 49 7, 84
' 1 1,
(Sumber : Redy Fikarlo, 2005)
BAB III METODE
PENELITIAN

3.1 Tempat dan Waktu Penelitian

Pene litian dilakukan pada salah satu PKS perusahaan PT perkebunan


nasiona l tidak d i publikasikan namanya.
Waktu penelitian dilakukan pada jangka waktu satu minggu. Penel iti an
dapa t mulai dilakukan dari tanggal 13 - 18 April 2009.

3.2 Alat dan Bahan


Perala tan yang diperlukan untuk pengamatan penelitian yaitu sludge
centrifuge dan kelengkapannya, dengan bahan sludge dari underflow CST, air
pengence r dan drab buangan s !udge centrifuge.

3.3 Rancangan Penelitian


1. Pengambilan sampe l untuk mengetahui persen tase kandungan minyak yang
masuk ke sludge tank.
2. Mengambil sampe l drab buangan dari sludge centrifuge.
3. Menganalisa sampel. · .
4. Mengamat i bukaan air pengencer , bukaanfeeding dan bukaan light phase.

3.4 Analisa kaodungan minyak dalam Sampel Cairan

Prinsipnya yaitu dengan cara ekstras i menggunakan sokhlet.


Bahan yang dibutuhkan:
L Sampe l yang akan diuji kandungan minyaknya (sludge undeflow dan heavy
phase).
2 N-Hexane
.
3 Kapas

17
Pera latan yang dipakai :
l. Sokhlet
2. Neraca Analitik
3. Heating mantl e 6 element
4. Desika tor
5. Beake r glass I 00 ml
6. Oven
7. Penjepit
8. Kondensor
9 . Fla t bot/om flask
10. Timbel ekstrasi

Prosedur kerja :
I. Timbang masing-masing wadah kosong yang akan diguriakan dan catat
beratnya
2 . Timbang sampel cairan yang akan dianalisa ±10 grtuntuk underflow ±5 gr)
dan catat beratnya
3. Sampel dikeringkan dalam oven selama ±6 j am pada suhu I03°C (±2°C),
untuk menghilangkan kadar aimya
4 . Selanjutnya dinginkan di udara Iuar selama 45-60 menit
5. T imbang kembali sarnpel yang telah d.ikeringkandan' catat beratnya
6 . Sampel kering dimasukkan ke dalam timbe l ekstraks i dan masukkan ke dalam
sokhlet.
7. Flat bottom flask kering oven yang akan digunakan ditimbang dan ca tat
beratnya , masing-masing telah diberi kode sesuai sampe lnya.
8. Tambahkan N-Heksan ke dalamflat bottomflask secukupnya
9. Pasangkan sokhlet danflat bottomflask pada rangkaian
10. Air pendingin dari pipet dialirkan ke dalam kondensor sokh.let
11. Hidupkan heating mantle dan lakukan ekstraksi selama 4 jam
12. Selanjutnyaflat bottomflask yang beris i residu minyak dan sisa heksan setel ah
ekstraks i dikeringkan pada oven ± 1 jam pada.suhu I 03°C ( ±2°C)
13. D inginkan d i udara luar se lama 45-60 menit , timbang dan catat beratnya.
14. Ulangi pekerjaan no. 2. po int I. hingga dipero leh selisih berat dengan
penimbangan sebelumnya 0.01 gr.
'
15. Perhitungan

. ak (Beratflask + residu )- Ber at flask kosong x


Kandungan mmy = 100 0/0
1<
Berat sample basah

19
BAB IV
BASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.1 Data dan Basil Penelit ian


4.1.J Feeding
Feeding dari sludge centrifuge ini berasa l dari Tangki Klarifikasi (CST)
yang secara underflow dialirkan ke Sludge Tank. Sludge Oil (oil cont ent sludge
overflow ) yang dikirim ke sludge tank mengandung kadar minyak :S 7%. lndikator
keberhasilan fungs i sludge centrifuge adalah kadar minyak di dalam Non Oil
Sludge (sludgebuangan) keluaran sludge centifuge maksimum 1 %.
Adapun Kondis i t erbaik untuk mencapai hasil tersebut adalah:
a . Suhu oil sludge (feeding) 95°C.
b. Suhu air panas 95° C.

4.1.2 Nozzle
Pengaturan kapasitas sludge c entrifuge yang dilakukan dengan mengganti
nozzle, harus berdasarkan losses pada non oily sludge.
a. Diameter nozzle 0 1, 8 mm, maka kapasitas 6000 kg/jam
b. Diameter nozzl e 0 2,0 mm, maka kapasitas 7000 kg/jam
c. Diameter nozz le 0 2,2 mm , maka kapasitas 8000 kg/jam

Dari hasil pengamatan di dapa t data sebagai berikut:


a. Suhu air dilusi : 80°C - 90°C

b. 0Nozzle : l ,8mm

20
Tabel.4. 1. Spesifikasi Sludge Centrifuge
Deskripsi Sludge Centrifuge
Merk CB Industry
Type SC 6000
Power 22kw
Bowl Speed 1475
Capacity 6 ton
Nozzle Meas l.8mm
Electromotor
Merk ELECTRIM
Twe 22KW/ 1475mm.
Bear ing 22224EK/C3

21
r-- r-- r-- r-- r-, r-- I:'-- r-- N
OOVlOOVlOOVlOOV"lN
\0... V) ... '°
V) \0 ... V) ... \0 V) \0 ...

rnr--r---vM-t--OO\O
(:5 - - 0 r-- 00
__..
0 ,...... N
,........"' r-t"' N"' ,........
°'
0 0 _..."' ,. . . . "' _.:'

~
-o \0 \0 \0 \0 \0 \0 \0 \0
·-Q '+=<1-< \0
V"lM V"lM V"l(") V) M V
o O V) tn' V1 V")"' V) V) ...V) l/") V) N
~ "'O N
§

~
-o
01:l v-v-v-v-oo
r-- v r-- v r- v r-- v V)
;:::-:::oo ,8 v5 v5 v5 v5 v5 v5 v5 v5 v5
§

\0 M M 0\ 00 0 0 M lJ")
OVV"lMt--V"l.-.v-
...:_:c,,......"'Q.,..:,. ....;· . .. . . . ,_

N
Tabel 4.3. Data L os se s SIudge Centr iifiuge Senm,
. 13 Apn·1
. 2009
Bukaan Air Bukaan Bukaan Light %Oil
Pengencer Feed i ng Phase Losses
S l udge Centrifuge 0,75 1 0,75 1,06
No2 0,75 1 0,75 1,43
Sl udge Centrifuge 0 ,75 1 0,75 0,53
No3 0,75 1 0,75 1,39
Sludge Centrifuge 0,75 1 0 ,75 0 ,78
No4 0,75 1 0,75 1, 50
Sludg e Centrifuge 0,75 1 0,75 1,10
No5 0, 75 1 0, 75 1,43

.% fosses

1 2 3 4 5 6 7 8
pengambilan sampe l

. .
Gambar 4. 1. Grafik% Oil Losses Sludge Centrifuge Senin , 13 April 2009

l . f t i t l l
Tba e 4.4 Data Losses S ud ee Centr ifuf!e Se asa, 14 Apri 2009
Bukaan Air Bukaan Bukaan Ligh t %Oil
Pengencer Feeding Phase Losses
Sl udge Centrifuge 0, 75 0,75
1 1,1 9
No2 0,75 0,75
1 1, 1 4
Sludge Centrifug e 0,75 I 0,75 0,83
No3 0,75 0 75 14
1 , 1,
Sludg Centrifuge 0 75 0 75 0 49
e , 1 , ,
No4 0 75 0,75 ,04
, 1 1
Sludge Centrifuge 0 75 0,75 0 99
, 1 ,
No5 0 75 0 75 17
~ , 1 , 1,
% losses

1.41
1.2
1
r+-· ======--=----
-i---------...:>..----~
"'
~ 0 .8 t-·--· --- !-%toss~
'o
~ .
o6 -!. -------- -------

. ::El- ---==:: ::_--_-_--~_-_


- - :--~ -~-- ---=~-~=--=~--=:-_--_-=-
---· -
1 =_:-_-~- -~-
2 3 4 5 6 7 8
pengambilan sampel
. l
Gambar 4.2 Grafik % Oil Losses SludgeCentrifuge Selasa, 14 Apri 2~09
1 . l
Tabe 4.5 Data Losses S udtee Centriifuge Rau,b 15 Aon·12009
Bukaan air Bukaan Bukaan Light . %Oil
Pengencer
, Feeding
1 Phase
, .· Losses
Sludge Centrifuge 0, 75 1 0, 75 · .1,50
1,
No2 0 75 0 75 1, 45
Sludge Centrifuge 0,75 11 0,75 ,35
No3 0,75 1 0,75
, 01, 94
Sludge Centrifuge 0,75 1 0 75 07
No4 0,75
, 1 0,75 1,42
Sludge Centrifuge 0,75 1 0,75
, 1~1,11
No5 0 75 0 75 21

% losses
. - -- -
16 ·- -- -

. 1.1.4
21

· II> .. j 1 j
2
o 0 .8 -% osses
::,!!0 .0 6
0 .4
02
0
1 2 3 4 5 6 7 8
pengambilan sampel

Gambar 4.3. Grafik % Oil Losses Sludge Centrifuge Rabu, 15 April 2009
---
Tabe l 4.6. Data Losses Sludge Centrifuge Khamis , 16 April 2009
Bukaan air Bukaan Bukaan Light %Oil
Pengencer Feeding Phase losses
Sludge Centrifuge 0, 75 I 0,75 1, 17
No2 0, 75 1 0, 75 I, 1 7
Sludge Centrifuge 0, 75 1 0, 75 2, 01
No3 0, 75 1 0, 75 1, 74
Sludge Centrifuge 0, 75 t 0, 75 0, 83
No4 0, 75 1 0, 75 0, 91
Sludge Centrifuge 0, 75 1 0, 75 1, 07
No5 0, 75 1 0, 75 1, 1 8

% o il losses

2 .5

;
1.5
.s
·c5
'$ 1

0 .5

0 .
2 3 4 5 6 7 8
pengamb ilan sampel

Gambar 4.4. Grafik.% Oil Losses Sludge Centrifuge Khamis, 16 April 2009

Rata-Rata % Oil Underflow terhadap % 011 Loss

7

~ sr----------------=-;::::::::::::::~·--
3

~c +------------------
~

= ~ 4 +-- ----------------
. Series1

5
~ ~ 3 +-------J-.-v=-'-1= 1=836=:....:__x...;..+..:...7 =0294= _ l-Linear
(Series1)

2~
· R_2_=_0_ 0_21_5 _ i- • j

S/2.
. . -
-~~--
!
-~ ~~~~~~~~~- .
j

i 1 0Ii--~-~----~-------
o-
02
- 0.4- 0 6 0 8 12 1.4
i. Rata-Rata % Oil Lossthari ~
. . . .

Gambar 4.5. Grafik Rata Rata % oil underflow erhadap % oil os

- t l s

25
% OH Loss vs% Underflow CST
... 8
~
3
..._ • - % Oil Loss Sludge
0 6

-------------
'E Centrifuge

"Cl
c
::::,
4
- % Oil Underflow CST
2
6 0 - : :
'if. 1 2 3 4
-%Oil loss 1 15 .26 1.26
. 1 1
Sludge
Centrifuge
- % Oil Underflow 6.58 5 46 4 33 6 22
. . .
"- ~T
Rata-Rata % 011 Lo.lhari

Gambar 4.6 . Grafik % Oil Loss vs % Oil Underflow

4.2 Pembahasan
Dari data yang didapat , bukaan air pengencer % temyata sudah tepat dan
untuk efektifitas pengutipan minyak di sludge centrifuge dengan kapasitas olah
6 ton/jam dengan menggunakan nozzel 1,8mm perlu memperhatikan bukaan kran
light phase dan jam operasi nozzle sludge centrifug e, karena temyata
mempengaruhi oil losses pada drab buangan sludge centrifuge. Adapun standard
losses pada drab buangan sludge centrifuge :S l %. Sedangkan standard underflow
CST di PKS yang saya teliti :S 7% . Terlihat dari table 2 .1 (Fikarlo , 2005) bahwa
yang mempengaruhi oil losse s pada sludge centrifuge adalah bukaan kran ligh t
phase , bila faktor - faktor lain yang mempengaruhi efektifitas kinerja sludge
centrifuge berada dalam keadaan yang optimal
Sludge Centrifuge yang menggunakan nozzle ukuran 1,8mm:
1. Rata-rata % oil lossesnya l ebih rendah pada bukaan Light Phase 1
dibandingkan pada bukaan Light Phase %.
2 . Rata -rata % oil loss es pada bukaan Li ght Phas e % lebih besar dibandingkan
pada bukaan Light Phase 1 disebabkan minyak dalam sludge yang
tersentrifusi pada Sludge Centrifuge, pada rpm tetap, lebih banyak terikut ke
Heavy Phase dibandingkan yang terilrut ke Light Phase. Dengan semakin
kecilnya bukaan Light Phase maka keluaran Light Phase yang masih

26
mengandung minyak akan semakin kecil pula sehingga kemungkinan minyak
terikut pada Heavy Phase semakin besar.
BABV KESIMPULAN DAN
SARAN

5.1 Kesimpu lao


Salah satu faktor yang mempengaruhi kinerja operasi sludge centrifuge
adalah air pengencer , dimana volume air pengencer harus sesuai untuk menjaga
keseimbangan pemisahan lumpur dengan minyak. Namun ada beberapa faktor
lain yang juga mempengaruhi proses pemisahan seperti , suhu , bukaan feeding,
bukaan light phase, serta ukuran nozzle.
Dari data dan pembahasan yang telah dibahas diatas , dapat disimpulkan
bahwa dengan bukaan % air pengencer pada sludge centrifuge temyata sudah
efektif. Namun untuk mencapai efektifitas kinerja sludge centrifuge yang lebih
optimal perlu memperhatikan bukaanfeeding dan bukaan light phase. Karena dari
tabe l 2.1 (Fikarlo , 2005) dapat dilihat sludge centrifuge yang menggunakan nozel
1,8 dengan bukaanfeeding 1 dan light phase 1 menunjukkan kinerja optimal dari
sludge centrifuge.
Dari data yang didapat , terdapat losses pada sludge centrifuge yang masih
diatas norma. Hal ini kemungkinan disebabkan oleh karena pengoperasian sludge
centrifuge yang tidak sesuai instruksi kerja, misalnya pemakaian nozzle yang tidak
l
sesuai dengan jam operasi (nozzle aus), dapat mengakibatkan osses tidak sesuai
standard.

5.2 Sarah
Sebaiknya suhu operasi di stasiun klarifikasi tetap dijaga 90°C-95°C, untuk
memudahkan proses pemisahan minyak terhadap kandungan yang bukan minyak.
Untuk standarisasi pengoperasian sludge centrifuge yang menggunakan
1, ·
nozzel 8 sebaiknya dioperasikan dengan bukaan air pengencer %, bukaan
1,
feeding dan bukaan light phase 1. Lakukan pengoperasian sludge centrifuge
.
sesuai Jam operasi

28
DAFT AR PUST AKA

1. Fikarlo Redy , 2005 . Project Management Trainee, Pengaruh Ukuran Nozzle,


Feeding dan Bukaan Light Phase Terhadap Oil Losses Pada Sludge
Centrifuge di PT SLS -1. PT. Sari Lembah Subur -1. PT . Astra Agro
Lestari , tbk . (tidak di publ ikasikan) .
2 Hariadi Budi, 2006. Laporan Traini ng Pr os es Pengolahan di Pabrik Kelapa
.
Sawit, Air Balam Pal m Oil Mill. PT. Bakrie Pasaman Plantations. PT.
Bakrie Sumatera Plantations , tbk. (tidak di publikasikan).
3. Naibaho Pontent. M., (1998). Teknologi Pengolahan Kelapa Sawit . Pusat
Peneli t ian Kelapa Sawit . Medan.
4. Nasu t ion Khairani .M., 2008. Teknologi Pengo/ahan Palm Oil Mill, Kisaran
Palm Oil Mill . PT. Bakrie Sumatera Plantations , tbk. (tidak di
publikasikan ).
5. Panjaitan · Frisda. R., (2006). Diktat Teknologi Pengolahan Kelapa Sawit.
· · Sekolah Tingg i llmu Pertanian Agribisnis Perkebunan. Lpp. Medan.
(
tidak di publikasikan) .

29
..:.::
ftS <D <"> CO O CO
~ >, OLOr,-..-en
O C
..-0 0 ..- 0
E

+~
- .... <OCO<ON..-
"C"
C>
,.._ ..- 00 ..-
+-
.... ..:.:: CO N N O O>
<O ~..:.::
o~
..:.:: c
....... <"')
(")N..-NO
0 0 0 0 0
<"') ,.._

..:.::
OftS
~
,-..--,-,-,-
E E

.... -....
--=o- C)
- 0) N..-<O"¢v
COl"-..-O>O>
<O<O<o:t(OCO
........
o-
- 0)
..:.::
-
... c C)
O N N LO LO ... c
I.!
G>
0
Cl)
(") N • .,.: N O
00000
I.! 0
,-,-..-,-..-- G> Cl)
.Q O .Q
..:.:: O
..:.::

.
NN<O<O<X> ..-C")ll),-..en
,.._ <D ...- ,.._ <O
COLO<o:t.~N
NMMNN- ..-(\1,-,-..--
en en en 0> en en en en en 0>

0
M

..-NVl"-IO <0..-vO>LO
MO..-(")<"> NO>MN..-
<OenLOl"-<o;t O«>LOV<O
<"> 0 o. <"> N <o;t..-NLOM
en ..- en ...- ..- m- ,- O> ..- ,-
LO <O LO <0 <O LO <D LO <O <D

-_....
0) co Nen ..- 0,...
-.::-
0) ll'>Nv<O..-
co~.... N
CO N IOO
CO <O IO <O . . ~~
LOCO<OION
O M V N en
Q) a.
E
N_N ..- 0 <"') Q) a. LO..-LOvO
CD
(U
..- 0 0 0 0
....... ..- ...- ....... ...- CD E 60600
..--
,- ,- ...- ,-
(U
II)
II)

c(U c

--
~
(U-.::-
0 0)
~
CO CO LO
<O IO IO
LO "¢ CO
<"') <O 'V
(0 0 ci
LO <O <D
~--c-
~
co
0 0)

Q)
CD OJ
CD

. -==~>> -==~>>
.tlO.
03

· 0.i::
a Q)
1:/)
.i.::
co O> (") O> O> .....
:::-1?
O
>-
C ..-<O'<tO>N

e ~ciao .....

,,..........
0) '<t '<t ,-.... <O N
+- '<t N ..- '<t N
<O ll) '<t ,-.... .....
.... .i.::
..-(")C')(")I'--
-0 co>- (") N ...... N ci
~ c 00000
·e ,-~~~"C""""'

.... ,,.......... 0 0 ...-N l'--


........,,......
-
o-
.i.:: 0,
0)
0<00> l'--1'--
<O <O <O <O <O
o-CJ)
-
.i.:: 0,
~0>(")0,..-
<X) <O <X) 0 O>
O N N N IO ll) (") (") ll) O>
-c -c l'--O>'<tO
co O
.... ct)
('t)N...-NO
0 0 0 0 0
I! 0
Q) ct)
g,-..0,-.. -0>
Q) 0 "C""""' "C""""' "C""""' T"""' "C""""' .Q O ..-0>0>0>0>
.Q .i.:: .i.::

Nl'--IOO><O <O <O O <O N


<O O .....<O_ t-- o,...-r--...-N
"C""""' ('I") N "C""""' "C""""' ..... (")N N ci
O> O> O> O> O> O> O> O> O> O>

'<t <O O <O <O


..- '<t N IO O>
OIOO>.._,.N
'<t -e- ..... ll) (")
O>- ..... O> ..........
ll) <O ll) <O <O

,,......
....

m-;a..... _
O> ll)
CO- O>
N <O I'--
<O <O N
t-- N
'C"
<O
N
,-....
N
m';'
O>

a.
C1> -v (") cJ5 co C'\i Q)
CD E 0
~
0
..-
0 0
"C""""' "C""""' ~
0 CD E
(0 (0
II) II)

c(0
~ O> I'--(")
(")(")"<t(OIO
NO ;c O O> N
'<t N ll)
'<t IO
N ll)
(0,,......
0 ... ...,. (") It) '<t <O (0 'C" '<t (")
ll) ...,. (") <O ...,. O O> ll) ...,. ~~~
....
(0
....
CJ)
- CO O
ll) <O
<O O
It) <O <O
O ~~ coo
io <O ll)
a:ioci
<O <O
C1> C1>
CD CD

-==~>> -==>>5
.x
CV I.O...,.N..-0
~ >, ...,. O>...,. N N
0 .!: . . . . . c5 ~ . . . . . . . . . . .
E

+-
_.x
-...
Cl

o~
.¥ c
e

- -...
o-Cl
-
.x C)
... c
--
o- .O>
- ...
.x C)
... c
.
.8~
.,,
CV O L!
Cl>
.Q
.x
0
II)
O

...,. ct) ,.._ <O O ...-ll)COI'-...,.


NO>tON...- ..-l.t)...,....-(0
NNNNN N('t)NN...-
O> O> O> O> O> 0> O> O> O> O>

OOOON <O ('t) <O ,.._ <O


O> f'- ...- NO
NCO..-NO>
<"'> O> It) 0 v
ct) ....,._ ...... ...,. ~
V r--. 0 CO(")
('t) 0 ..... ...,. (")
0>...-oi..-..- C1> ...... C1> ...... ,-
1.0 <O It) <O <O 1.0 <O I.O <O <O

-.... O> IO(t)..-QO -....


N _....
iii-; f'-

O CO O I.O N
0 ...-0 ..-
--... -
(U
O>
Cl)
3: COE Cl) Q. ..-<ONO~
ocicioo
Cl) Q.

(1J -r-...-~~...- CD E
(1J
(/) f/)

;
c c
'<:tl.01'-(")CO
~m- N...-O ...- ..-
(1J0

!il -
Cl)
co
-....
O>
....~ O>
Cl)
CD
-
o .... V M It) 'V CO
IO'<:t(")<O'<:t_
a:i C> a:i C> 0
tl) <O I.O <O <O

-==~>> -==~>>
,-.. ...... (") N ,-.. ...,. ......
...... ..... O> co
.:it: tO 0
co ...... 0 co q .:it: ,-.. .....
0 ...... ...... o ' .....-
CG C'G
::::!! >, 0 ...... N 0 ...... >,
o .E "$. c
E E

-.::-
- -....
+
-.:,,:
0
O>

->, ca ~
N N
v
O> ...,. ...,. tO
co co
,-..
N
0 0 tO
0 (0
.....
(") N
tO
...... (")
-
-0 C'G>,
O>
+ -.:,,:
(")
O>
(")
N• 0
...,. co
co
(")
"":.
N
N
O>
r,..:-
0
co
.....
q
0
N
tO
..... .....
~
.:,,:=E O> ......
co
...... 0) 0..... 0......
.:it: c
e
0 0
...... ...... O> 0) O>
-

--
o-....O> Nv ,-..
-
.:it: Q
... c
<") (0 (") v
<") lO
O> ..... co (0
IO
...... v
e0 v .....N 0)co 0(") 0N
N
s N_
--
-
o-O>....
.:it: Q
l! 0
... c
,-..
co 0)00 ,-..
(0
0

N ,-..
l()
(0 0
,-..
<") <") tO
~ O> ,-.. ...,.
0 ..... o '
N 0
Cl> Cl> U) 0 -
O> ..... ..... ...... ...... ...... O> O> O>
.Q O
II)
..Q ~
.:it:

co,-.....-a:,,-..
COtON_O>~
NNNNN
O>O>O>O>O>

(0,-..(0<")0) ('t) ......


(0 O> ........... ...,. NO
N...-,-..,-..co 0 ......
O> ..... ...,.
. ...
<">NO<">
m...:
(0
m...-
l() (0 ll) (0
m ......
tO (0

,C-
M ...-- com o O> O CO O <D N
O>OOMN ...,....,.I.Ol.01.0
NMa:>C0...-
(0...,. ,-.. N ...- ~';'
Cl) 0..
<")('1)0>1.0(0
01.000N
00000
"'"""..-..-..-..- CD E 0...-000
..- ..- ..- ..- ..-
CG
U)

~rl-.:-
c
~
c(U
3=
(U -
...... co

~ ;1;
O> N
...

Cl)
- O>
0
~~
Cl)
....
...... a:,
<D tO
CD CD

-==~>>
'--'--'-'-'-'--
.9 .9 .9 .9 .9 .9
CG CG t1J CG <U (U
'--'--'--'-'--'--
~ ~ ~ ~ ~ ~
Cl) Cl) Cl) Cl) Cl) Cl)
Cl) Cl) U) U) U) Cl)
(/) Cl) (/) (/) (/) (/)
..:w: .:.:: .:.:: ..:w: .¥
I'll '<t I'll ..... I'll <O I'll <O I'll 0
~
O
>,
C
E
I'--
CD
~
O
>,
C
·;
'<t
CD
~
0 .E
>,

E
(')
I.O
~
O i >, LO
I.O
~
O
>,
C
·e
'<t
'<t-

-... .....
i -s.... ..... 'i:?' -....
+S
!l
(")
0
I'--
~-=
l()
N
l()
I'--
+ ..:w:
_
- I'll
C")
N
<O
+
-..:.::
s ~
',;t
+
_..:w:

-I'll
- C) <O
~

-
o~
I'll
·e <X>

_
..i,: i::
N
_ -0 >,

... C'i
...-
- -0

..:w:
>,

N
eo a:i
. N
c
.....
c
~~

·e
..:w:
..:.:: .5

s ~
e i
·- ..... . .

i.
0
.....
0
- E
-
-- --- -- ..-
- ...-
0,
.

-.w
.i
-
...
c,
<O
(")
IO ..:w:
...
-0,...,.C)
- C) N
(')
..... ~-; -
- C) <O
C")
oS
-
.... 0
<O - ....C)
o- - <X>
0
'<t ~ C) <O ..x C) <X>
-c -c .....
t!-c0 1!-c
Si
~ '<t (')
-c IO
1! 0 N C'i C'i
..... 0 C'i
..... <X>
.8 g 0
..... 0
..- Q) Cl)
..... CD Cl)
-e-
Cl> Cl) O>

~ ,i
- .
-
..0 0
- . ..0I 0
..:w:
-
.0
.

0
I
..:.:: ..:.::
.
I I I

I t t I t
t t

o 0, o~ '¢" o;e (') o LO o:5: N


:e N CX) I.O
:5: LO N

~ ~ CX)
CD
~ «i I'--

<0- <0-
0 <X> 0 -;fl. <X> 0 CX) ~
0 <X>

+_ +_ +_ +_ +_
c Q) -- c Q) ..- c Q) -- c Q) ..- c Q) ..-
..¥ .x: ..¥
co IO co I'- t'D I'-
~ >.
C N ~ >.
C (X) ~ >. I{)
O O .E
·e '¢
e <O 0
E
iri'

--.. -.. ~0)


+
,._,¥
- ea
~~...,.
a, ......
N
0
IX)
a:i
+ .x:
....
-0 co>,
..¥ c
- C) I'-
co
.....
N
~
+ .......
.... ..¥
ol
O>
N
U)
IO
N

e
0)

e
0
..- .x:
·e= 0
.....

--
-c
'
C)
.... - C)
j"Y
(X)
IO
<O
-
- -.
......
. .
0)
-c
C)
IO
<O
.x:o-
U)
N
-oS-.
IO
.x: 0)... c
I{)

<O
l!o 1!N
.8 .¥g
a:i
O> G) •
0
.Q · O
.x:
N
0
..... jg .¥
C'i
0
..-

0 N
t.p_
0 O>
IO
0 '¢
co
:IE I'-
:!; IO
:IE <O
cf!. (X) ~
0 (X) ~
0 (X)

(")

3:
+_
c Cl> ,......
<U a. ....
~E3
~ m Qi .....
.!::
.....
<O
0
i ..-~mg
(0 .S
+_
c Q) .......
<U a. ....
~E~
..-
v
co
O> (")

3:
,e~
+_
c [..::
cu cu Q
O II)
..... <U . §
("')
("')
<O
.....
(")
-~ <U.... Q) ("') ~ .... Q) ("') ~ .... (I) ("')
("') ("')

..0
- ..0
..x::
e..o Q) Q) ..x::
e=
Cl>

Cl> Cl>
- Q) ..¥

N
3:
--
Cl>
<U
-c-
.... -Cl>
a.
0)
0
0
O>
.....
N
3:
._
a.
-- .....
cu -Q)
.... ,.._
0)
..-
v "'
.....
~Q)
....
O>
-- <O
N

iEro
Q) '¢
("')

..o E ..oE
3:
<U IO
<U
IO iri'
II) II) II)

c c c
<U U) <U
v cu .....
~ ~ ...... ~
.... (X)
......
I I .... 0 -,._
I <U <O
<U-
0
<U0 -.... IO 0 .... IO
3: - 0)
-.,:_ 3: <U .9 '¢ v
3:
..... O>
....
<U - ("')
N ._ <'i
("')
cu-
.... ("')
C'i
Q) Q) Cl>
CD CD CD

E
<U U)
.... E
_!!!
....
U)
E
,.\!!
....
U)
'¢ <i o ...,. QJ o '¢ ~ o
9~
IO O>
~ 9~
<O O> ~ 9~
<O O> ~
.....0 0 0 0
..-0 ..... 0
0 'E
Q) 0 i:Q) 0 'E
Q)
N N N
> > >
0 0 0
Lamp iran 3. Cara Menghitung Losses M inyak dan Kandungan Mi nyak

Contoh:
Menghitung losses m inyak pada drab buangan sludge centrifuge adalah :
Dik: Wl(beratcawan) :61 ,4513
W2(berat sampe l) : 10,5626
W3(W l+W2 yang sudah di oven) : 64 ,9223
A(berat kolf +minyak) : 112,1639
B(berat kolf kosong) : 112,6150
Dit : %MC dan %Oil Losses ?

Penye lesaian :

%MC = (Wl + W2)-W3 x i OOo/o


W2
= (58,5439 + l 0,4865)-59,363 1 x l OOo/o
10,4865

_ 69 ,0304-59,3631 x lOOo/o
10,4865

= 92,72 %

o/ Kandun . ak = (Beratkolf +res iduy-Berat kolf


. kosong
70 ganmmy - . x 100070/
Berat sample basah

= 103,0682- 103 ,1876 xlOO°/c,


10,4865

= 1 ,06%

Mab loaa · ;wk yang cticlapat pada drab buangan s ludge centrifuge yaitu
1,06%..