Anda di halaman 1dari 30

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. LatarBelakang

Listrik dapat dikatakan sebagai suatu bentuk hasil teknologi yang sangat vital dalam
kehidupan manusia. Semakin lama tidak ada satupun alat kebutuhan manusia yang tidak
membutuhkan listrik, oleh karena itu manusia selalu berfikir bagaimana menciptakan dan
menggunakan energi listrik secara efektif dan efisien. Namun, penggunaan listrik secara
berlebihan akan membawa dampak negatif bagi kehidupan.
Pada dasarnya energi listrik tidak dapat diperbaharui, apabila manusia tidak dapat
menggunakannya secara efektif dan efisien, maka energi listrik akan cepat habis. Secara
tidak langsung, hal ini juga akan memperbesar efek pemanasan global yang mengancam
kehidupan manusia. Semakin banyak penggunaan alat-alat listrik, maka semakin banyak
pula gas rumah kaca yang dihasilkan bumi.
Kemudahan yang ditawarkan oleh energi listrik tidak selamanya menguntungkan
manusia. Manusia terkadang melakukan hal-hal ceroboh seperti pencurian listrik yang
dapat menyebabkan terjadinya korsleting listrik. Korsleting listrik tidak bisa dianggap
sebagai hal sepele karena dapat menimbulkan kebakaran.

Listrik adalah sumber energi yang disalurkan melalui kabel. Arus listrik adalah
elektron-elektron yang berpindah dari satu atom ke atom yang lainnya bergerak beraturan
dalam sebuah konduktor. listrik terjadi karena adanya gerakan elektron. Sedangkan arus
listrik timbul karena muatan listrik mengalir dari saluran positif ke saluran negatif. Tiap
atom terdiri dari inti yang bermuatan listrik positif dan dikelilingi elektron yang bermuatan
negatif. Dalam inti atom terdapat proton yang bermuatan positif dan neutron yang tidak
bermuatan, Pada dasarnya elektron terikat pada inti atom, tetapi elektron akan dapat lepas
dari suatu atom dan berpindah ke atom lain karena adanya suatu energi yang mendorong.
Jadi kalo gak dikasi reaksi dari luar, elektron gak akan keluar dan tetap pada garis edarnya
(orbitnya). Kalo dikasi reaksi dari luar seperti digosok, diberi tegangan listrik, maka
elektronnya akan keluar dan terlepas dari orbitnya. Nah elektron yang lepas dari orbitnya
itu disebut elektron bebas. Dengan adanya elektron bebas akan timbul atom bermuatan
yang biasa disebut ion. Pada benda yang terbuat dari logam (besi, tembaga, perak, timah,
dll) elektronnya mudah berpindah. Benda yang elektronnya mudah berpindah disebut
1
konduktor. Sedangkan pada bahan-bahan bukan logam (kayu, karet, kaca) elektronnya sulit
bergerak. Benda yang elektronnya sulit bergerak disebut isolator.

1.2. Rumusan Masalah


1. Bagaimana definisi listrik ?
2. Bagaimana definisi listrik statis?
3. Bagaimana definisi listrik dinamis?
4. Bagaimana definisi dari arus listrik AC-DC ?
5. Bagaimana definisi dari rangkaian seri dan paralel?

1.3. Tujuan Penulisan


1. Untuk mengetahui definisi liastrik
2. Untuk mengetahui definisi listrik statis
3. Untuk mengetahui definisi listrik dinamis
4. Untuk mengetahui definisi Arus AC-DC
5. Untuk mengetahui definisi rangkaian Seri dan Paralel

1.4. Metode Pembahasan

Dalam hal ini penulis menggunakan:

1. Metode deskritif, sebagaimana ditunjukan oleh namanya, pembahasan ini bertujuan


untuk memberikan gambaran tentang suatu masyarakat atau kelompok orang
tertentu atau gambaran tentang suatu gejala atau hubungan antara dua gejala atau
lebih (Atherton dan Klemmack: 1982).
2. Penelitian kepustakaan, yaitu Penelitian yang dilakukan melalui kepustakaan,
mengumpulkan data-data dan keterangan melalui buku-buku dan bahan lainnya
yang ada hubungannya dengan masalah-masalah yang diteliti.

2
BAB II
PEMBAHASAN

2.1. Pengertian Listrik


Listrik adalah rangkaian fenomena fisika yang berhubungan dengan kehadiran dan
aliran muatan listrik. Listrik menimbulkan berbagai macam efek yang telah umum
diketahui, seperti petir, listrik statis, induksi elektromagnetik dan arus listrik. Adanya
listrik juga bisa menimbulkan dan menerima radiasi elektromagnetik seperti gelombang
radio.
Dalam listrik, muatan menghasilkan medan elektromagnetik yang dilakukan ke
muatan lainnya. Listrik muncul akibat adanya beberapa tipe fisika:
 Muatan listrik: sifat beberapa partikel subatomik yang menentukan interaksi
elektromagnetik. Substansi yang bermuatan listrik menghasilkan dan dipengaruhi
oleh medan elektromagnetik
 Medan listrik (lihat elektrostatis): tipe medan elektromagnetik sederhana yang
dihasilkan oleh muatan listrik ketika diam (maka tidak ada arus listrik). Medan listrik
menghasilkan gaya ke muatan lainnya
 Potensial listrik: kapasitas medan listrik untuk melakukan kerja pada sebuah muatan
listrik, biasanya diukur dalam volt
 Arus listrik: perpindahan atau aliran partikel bermuatan listrik, biasanya diukur
dalam ampere
 Elektromagnet: Muatan berpindah menghasilkan medan magnet. Arus listrik
menghasilkan medan magnet dan perubahan medan magnet menghasilkan arus listrik
Pada teknik elektro, listrik digunakan untuk:
 Tenaga listrik yang digunakan untuk menghidupkan peralatan
 Elektronik yang berhubungan dengan sirkuit listrik yang melibatkan komponen
listrik aktif seperti tabung vakum, transistor, dioda dan sirkuit terintegrasi
Fenomena listrik telah dipelajari sejak zaman purba, meskipun pemahaman secara
teoritisnya berkembang lamban hingga abad ke-17 dan 18. Meski begitu, aplikasi
praktisnya saat itu masih sedikit, hingga di akhir abad ke-19 para insinyur dapat
memanfaatkannya pada industri dan rumah tangga. Perkembangan yang luar biasa cepat
pada teknologi listrik mengubah industri dan masyarakat. Fleksibilitas listrik yang amat

3
beragam menjadikan penggunaannya yang hampir tak terbatas
seperti transportasi, pemanasan, penerangan, telekomunikasi, dan komputasi. Tenaga
listrik saat ini adalah tulang punggung masyarakat industri modern.
Listrik merupakan suatu muatan yang terdiri dari muatan positif dan muatan negatif,
dimana sebuah benda akan dikatakan memiliki energi listrik apabila suatu benda itu
mempunyai perbedaan jumlah muatan. sedangkan muatan yang dapat berpindah adalah
muatan negatif dari sebuah benda, berpindahnya muatan negatif ini disebabkan oleh
bermacam gaya atau energi, misal energi gerak, energi panas dan sebagainya.
perpindahan muatan negatif inilah yang disebut dengan energi listrik. karena suatu
benda akan senantiasa mempertahankan keadaan netral atau seimbang antara muatan
positif dan muatan negative. Sehingga apabila jumlah muatan positif lebih besar dari
muatan negative, maka benda tersebut mencari muatan negative untuk mencapai keadaan
seimbang.

2.2. Listrik Statis


Listrik statis (dalam bahasa inggris disebutelectrostatic) adalah ilmu yang
mempelajari pengumpulan muatan listrik dan sifat-sifatnya pada suatu benda. Jika dilihat
dari asal katanya, kata listrik diikuti dengan kata "statis" yang berarti "diam". Hal ini
mengisyaratkan bahwa listrik statis berkaitan dengan gejala kelistrikan yang diam atau
tidak mengalir. Listrik statis tidak dapat mengalir dari satu tempat ke tempat yang lain,
melainkan hanya menyala sekejap di satu tempat. Jadi, listrik statis tidak dapat
menghasilkan arus listrik.
Dalam sejarah kelistrikan, listrik inilah yang pertamakali ditemukan oleh para ahli
terdahulu. Listrik yang kita nikmati sekarang ini merupakan hasil pengembangan dari
listrik statis ini. Listrik statis pertama kali ditemukan oleh ahli matematika
berkebangsaan Yunani Kuno, Thales of Miletus (625-547 SM). Kala itu, beliau
mengambil batu berwarna kuning yang disebut dengan batu ambar. Thales kemudian
menggosok-gosokkan batu tersebut dengan kain wol. Tanpa diduga, bulu ayam yang
berada di sekitarnya tertarik dan menempel. Kejadian seperti kenapa potongan kertas
kecil bisa berinteraksi dengan penggaris yang telah digosok-gosok bisa dijelaskan
dengan konsep dasar listrik statis (muatan listrik) ini. Karena berbicara mengenai listrik
tentu tidak akan lepas dari muatan listrik, listrik statis (electrostatic) membahas muatan
listrik yang ada dalam keadaan statis (diam).

4
Dalam penggosokan tersebut, ternyata Thales telah memberikan muatan listrik
ke batu ambar melalui kain wol. Muatan inilah yang menyebabkan bulu ayam
yang berada di sekitar batu ambar tertarik dan menempel pada batu ambar
tersebut. Inilah kemudian menjadi sejarah awal ditemukannya listrik statis.
1. Proses Terjadinya Listrik Statis
Peristiwa listrik statis dapat terjadi baik pada isolator maupun konduktor.
Peristiwa listrik statis terjadi setelah adanya materi yang menjadi bermuatan
karena proses gesekan (gosokan) yang diistilahkan dengancharging by
friction, atau menjadi bermuatan karena gesekan. Gesekan atau gosokan antara
dua materi ini akan membuat electron dari atom materi yang satu berpindah ke
atom materi yang lain, sehingga kedua materi menjadi bermuatan. Materi yang
melepaskan elektronnya, menjadi bermuatan positif, sebaliknya bermuatan
negatif. Jadi, perpindahan elektron pada peristiwa listrik statis terjadi karena
proses gesekan atau gosokan.
Setelah materi menjadi bermuatan listrik maka terjadilah peristiwa listrik
statis, seperti penggaris plastik bermuatan menarik serpihan kertas. Penggaris
plastik yang awalnya tidak bermuatan atau netral digosok-gosok dengan kain wol,
elektron-elektron yang ada pada kain wol akan berpindah ke penggaris plastik
tersebut. Akibatnya, penggaris plastik disebut sebagai benda yang bermuatan
listrik negatif. Ketika penggaris tersebut didekatkan ke sobekan kertas, sobekan
kertas akan tertarik oleh penggaris. Hal tersebut menunjukkan bahwa benda yang
bermuatan listrik negatif dapat menarik benda-benda ringan di sekitarnya yang
bermuatan listrik positif.

5
Selain penggaris plastik, contoh peristiwa listrik statis yang lain adalah rambut
panjang berdiri saat menyentuh kubah generator Van de graff, terjadinya petir
dengan kilat cahaya disertai suara guruh, dan sebagainya. Pada hakikatnya
fenomena listrik statis ini terjadi sebagai upaya pelepasan muatan (discharge) dari
materinya yang bermuatan listrik untuk kembali menjadi netral.
2. Manfaat/ Penerapan Listrik Statis
Penerapan listrik statis sudah dapat kita temui dalam kehidupan sehari-hari.
Penerapan tersebut mendatangkan manfaat bagi kehidupan manusia. Berikut ini
beberapa contoh penerapan dari listrik statis :
a. Alatpenggumpal asap untukmengurangipolusi

Pada tahun 1906, seorang kimiawan Amerika, Frederick Gardner


Cottrelberhasil menemukan suatu alat yang berfungsi untuk menggumpalkan asap
yang keluar dari cerobong asam pabrik sehingga dapat menekan polusi udara. Alat
sederhana ini bekerja berdasarkan prinsip gaya Coulomb dan induksi muatan.
Caranya adalah dengan memasang dua logam yang mempunyai muatan besar
tetapi berlawanan tanda pada cerobong asap pabrik. Partikel asap yang mengalir
melewati cerobong akan terinduksi sehingga memiliki muatan induksi. Muatan
yang dihasilkan ada yang positif dan ada yang negatif. Partikel asap tersebut akan
tarik menarik sehingga membentuk partikel yang lebih besar dan berat.

6
Bertambahnya berat partikel mengakibatkan partikel tidak ikut mengalir ke atas
bersama asap. Partikel itu akan jatuh di dasar cerobong.
b. Pengecatan Mobil

Pada saat cat disemprot, butiran halus cat akan memiliki muatan karena
bergesekan dengan udara. Permukaan mobil yang akan dicat diberi muatan yang
berlawanan dengan muatan butir-butir cat agar butiran cat dapat tertarik ke
permukaan mobil tersebut. Cara ini sangat efektif diterapkan pada permukaan
yang tidak rata. Hal ini terjadi karena butir cat menempel dengan mengikuti
medan listrik yang ada. Akibatnya, butir-butir cat akan menutupi semua
permukaan mobil yang mungkin tersembunyi dari semprotan cat. Dengan
demikian, cara ini dapat menghasilkan hasil pengecatan yang rata dan menjangkau
tempat yang tersembunyi.
c. Mesin Foto kopi

7
Mesin fotokopi memiliki bagian utama berupa pelat foto konduktif, Pelat ini
tidak mampu menghantarkan listrik ketika berada dalam ruang yang gelap. Pelat
konduktif ini baru akan menghantarkan listrik jika dikenai cahaya. Mula-mula
pelat foto konduktif diinduksi dengan menggerakkan kawat bermuatan listrik
negative di sepanjang permukaannya. Dengan begitu, di permukaan pelat foto itu
akan terbentuk muatan induksi yang bermuatan positif. Ketika kertas yang akan
difotokopi disinari, pantulan cahaya mengenai pelat foto konduktif yang telah
mengandung muatan induksi. Akibatnya, terbentuk muatan listrik persis seperti
pada kertas yang akan dikopi Kemudian tinta yang bermuatan negatif
disemprotkan pada pelat, Selanjutnya tinta itu dipindahkan ke kertas lain untuk
membuat fotokopinya. Ketas ini dipanaskan agar tinta menempel kuat.
3. Bahaya Listrik Statis
Selain memiliki manfaat, ternyata listrik statis juga dapat mendatangkan
bahaya akibat aktivitasnya. Misalnya, seperti petir dan kebakaran atau ledakan
tangki minyak.
a. Petir (Halilintar)
Udara panas yang naik ke langit saat hari sedang cerah dapat mengandung
muatan. Muatan ini akan diberikan ke butiran air di awan. Jika melintas di atas
gedung, awan bermutan negatif besar menimbulkan induksi pada atap gedung.
Karena muatan induksi berlawanan dengan muatan awan, mengakibatkan tarik-
menarik antara keduanya. Jika kedua muatan ini sangat besar, maka akan
menimbulkan aliran elektron dalam jumlah banyak ke atap gedung, aliran itu
berbentuk loncatan bunga api listrik yang disebut petir.
b. Kebakaran/ Ledakan Tangki Minyak
Tangki minyak ketika dalam keadaan kosong akan mengandung banyak uap
gas yang rentan terbakar. Uap ini dapat meledak atau terbakar jika ada loncatan
bunga api yang ditimbulkan aktivitas listrik statis. Oleh karena itu, orang yang
bekerja di dalam atau dekat tangki harus memakai pakaian khusus anti listrik
statis.
Penjelasan tentang pengertian listrik statis dan contohnya dapat kamu baca
diartikel ini. Listrik statis, mungkin kita sering mendengar istilah tersebut baik

8
disekolah maupun dilingkungan sekitar kita dan mungkin juga hanya sebagian
orang yang tahu apa itu yang dimaksud dengan listrik statis. Tujuan artikel ini
ditulis untuk memberikan pemahaman atau penjelasan bagi kamu yang belum
mengetahui tentang listrik statis.

Penjelasan tentang listrik statis


Listrik statis adalah suatu kumpulan muatan listrik dalam jumlah tertentu yang
tidak mengalir atau tetap (statis), tapi jika terjadi pengosongan muatan akan
memakan waktu yang cukup singkat. Atau definisi listrik statis yang lainnya yaitu
suatu fenomena kelistrikan yang dimana muatan listriknya tidak bergerak dan
biasanya terdapat pada benda yang bermuatan listrik.
Dapat dikatakan juga listrik statis timbul karena adanya fenomena dimana benda-
benda yang memiliki aliran listrik saling berpautan tanpa adanya sumber daya
listrik atau dengan kata lain benda tersebut dapat menghasilkan proton maupun
elektron tanpa menggunakan elemen pembangkit energi listrik. Listrik statis dapat
ditimbulkan oleh dua benda yang memiliki muatan listrik berbeda.
Apa itu proton dan elektron? Muatan listrik ada 2 macam diantaranya muatan
positif (proton) dan muatan negatif (elektron). Benda yang memiliki muatan
positif dan negatifnya sama disebut dengan benda netral. Ada juga benda yang
memiliki muatan positif dan muatan negatif. Benda disebut bermuatan positif jika
benda tersebut memiliki jumlah proton lebih banyak daripada jumlah elektorn,
lalu benda disebut bermuatan negatif jika benda tersebut memiliki jumlah elektorn
lebih banyak daripada jumlah proton.
Salah satu contoh peristiwa timbulnya listrik statis yaitu penggaris plastik yang
digosok-gosokanan pada rambut kering, lalu di dekatkan pada kertas yang sudah
dirobek kecil-kecil maka kertas tersebut akan tertarik oleh penggaris jadi seolah-
olah penggaris seperti magnet yang dapat menarik benda, padahal itu merupakan
adanya listrik statis. Kenapa bisa seperti itu? sebab serpihan kertas yang asalnya
bermuatan netral akan terinduksi akibat tertarik muatan negatif yang terdapat pada
penggaris.

9
Listrik statis pada penggaris sehingga dapat menarik sobekan kertas.
Bagaimana jika dua benda yang bermuatan didekatkan? Maka akan timbul 2
kemungkinan, benda akan tolak menolak jika memiliki muatan yang sama dan
benda akan tarik menarik jika memiliki muatan yang berbeda.

Contoh lain peristiwa listrik statis


Adapun beberapa contoh lain dari listrik statis yang dapat ditemui dalam rutinitas
sehari-hari, yang diantaranya sebagai berikut ini:
 Yang pertama, saat kita menyisir rambut maka tanpa kita sadari terkadang
rambut kita akan terbawa berdiri sendiri siring dengan gerakan sisir. Hal
seperti ini dapat terjadi karena adanya interaksi muatan antara sisir dengan
rambut kita.
 Yang ketiga, kain sutra yang digoso-gosok pada batang kaca. Pada
peristiwa ini benda tersebut akan bereaksi saling tarik-menarik. Kenapa
bisa seperti itu? setelah keduanya saling digosok-gosokan akan terjadi
loncatan elektron dari batang kaca ke kain sutera sehingga mengakibatkan
batang kaca bermuatan positif sedangkan kain sutera bermuatan negatif,
hal ini hampir sama seperti pada penggaris yang digosok-gosokan pada
rambut.
 Yang keempat, penggaris plastik yang digosok-gosokan pada kain woll.
Kedua benda tersebut umumnya memiliki muatan netral, tapi saat
keduanya digosok-gosokan akan terjadi loncatan elektron yang berasal
dari kain woll ke penggaris plastik dan penggaris plastik menjadi
bermuatan negatif sedangkan kain woll menjadi bermuatan positif.
 Yang kelima, Ketika mendekatkan tangan ke layar TV yang baru
dimatikan. Pada peristiwa ini jika di perhatikan bulu-bulu atau rambut
yang ada pada tangan akan berdiri, hal seperti itu diakibatkan karena
adanya listrik statis.

10
2.3. Listrik Dinamis
Listrik Dinamis adalah listrik yang dapat bergerak. cara mengukur kuat arus
pada listrik dinamis adalah muatan listrik dibagai waktu dengan satuan, muatan
listrik adalah coulumb dan satuan waktu adalah detik. kuat arus pada rangkaian
bercabang sama dengan kuata arus yang masuk sama dengan kuat arus yang
keluar. sedangkan pada rangkaian seri kuat arus tetap sama disetiap ujung-ujung
hambatan. Sebaliknya tegangan berbeda pada hambatan. pada rangkaian seri
tegangan sangat tergantung pada hambatan, tetapi pada rangkaian bercabang
tegangan tidak berpengaruh pada hambatan. semua itu telah dikemukakan oleh
hukum kirchoff yang berbunyi "jumlah kuat arus listrik yang masuk sama dengan
jumlah kuat arus listrik yang keluar". berdasarkan hukum ohm dapat disimpulkan
cara mengukur tegangan listrik adalah kuat arus × hambatan. Hambatan nilainya
selalu sama karena tegangan sebanding dengan kuat arus. tegangan memiliki
satuan volt(V) dan kuat arus adalah ampere (A) serta hambatan adalah ohm.
1. Arus Listrik
Arus listrik adalah banyaknya muatan listrik yang disebabkan dari
pergerakan elektron-elektron, mengalir melalui suatu titik dalam sirkuit listrik tiap
satuan waktu. Arus listrik (I) yang mengalir melalui penghantar didefinisikan
sebagai banyaknya muatan listrik (Q) yang mengalir setiap satu satuan waktu (t).
Secara matematis dapat dituliskan:
I = arus listrik (A)
I = Q/t
Q = muatan listrik (C)
t = selang waktu
Contoh cara menghitung arus listrik:
Pada suatu penghantar mengalir muatan listrik sebanyak 60 coulomb selama 0,5
menit. Hitung besar arus listrik yang mengalir pada penghantar tersebut ?
Penyelesaian:
Diketahui: Q = 60 C
t = 0,5 menit = 30 sekon
Ditanyakan : I ?
jawab: I = Q/t

11
I = 60 / 30
I = 2 ampere
Jadi besar kuat arus listrik yang mengalir pada penghantar 2 ampere.
2. Tegangan Listrik
Sumber tegangan listrik yaitu peralatan yang dapat menghasilkan beda
potensial listrik secara terus menerus. Beda potensial listrik diukur dalam satuan
volt (V). Alat yang digunakan adalah volmeter.
Beda potensial adalah usaha yang digunakan untuk memindahkan
satuan muatan listrik. Hubungan antara energi listrik, muatan listrik dan beda
potensial dapat dituliskan dalam persamaan:
V = W/ Q
Ket : V = Beda potensial listrik dalam volt (V)
W = energi listrik dalam joule (J)
Q = muatan listrik dalam coulomb (C).
Arus listrik hanya akan terjadi dalam penghantar jika antara ujung-ujung
penghantar terdapat beda potensial (tegangan listrik). Alat ukur beda potensial
listrik adalah volmeter. Dalam rangkaian voltmeter dipasang paralel dengan
hambatan (beban).
Contoh :
Beda potensial antara ujung penghantaradalah 12 volt, hitunglah besarnya energi
listrik jika jumlah muatan yang mengalir sebesar 4 coulomb.
Diketahui: V = 12 volt
Q=4C
Ditanyakan : W ?
Jawab: W = V. Q
W = 12 volt x 4 C
W = 48 joule

2.4. Listrik AC-DC


1. Pengertian

12
Listrik dinamis merupakan listrik yang berubah-ubah atau bisa bergerak dan
sering disebut dengan arus listrik. Arus listrik ini berasal dari aliran elektron yang
mengalir terus-menerus dari kutub negatif menuju kutub positif dari potensial
tinggi menuju potensial rendah dari sumber beda potensial “tegangan”.
Benda dengan muatan listrik positif lebih banyak mempunyai potensial yang lebih
tinggi, sedangkan benda dengan muatan negatif lebih banyak mempunyai
potensial lebih rendah. Nah dua tempat yang memiliki beda potensial bisa
menyebabkan munculnya arus listrik, dengan catatan keduanya dihubungkanb
dengan suatu penghantar, beda potensial biasa ditanyakan sebagai tegangan.
 Arus listrik terbagai menjadi 2 jenis yaitu arus AC “bolak-balik” dan DC
“searah” umumnya arus listrik melewati kawat penghantar tiap satuan
waktu, untuk jumlah arus listrik yang mengalir dalam waktu tertentu
disebut kuat arus listrik “i”.
Kuat arus yang masuk pada rangkaian bercabang akan sama dengan kuat arus
yang keluar, sedangkan di rangkaian seri kuat arus akan terus sama di setiap ujung
hambatan, semua itu sesuai dengan Hukum Kirchoff.
Semakin besar sumber tegangan semakin besar pula arus yang akan mengalir,
sedangkan jika hambatan diperbesar, itu akan membuat aliran arus berkurang,
seperti yang dijelaskan di Hukum Ohm.
Hambatan atau resistor (R) adalah komponen yang berfungsi untuk mengatur
besarnya arus listrik yang mengalir melalui rangkaian. Besaran resistor disebut
dengan resistansi yang memiliki satuan Ohm (Ω). Ohm diambil dari nama
fisikawan Jerman yaitu Georg Simon Ohm yang menemukan hubungan langsung
antara beda potensial dengan arus listrik yang dihasilkan. Alat ukur yang
digunakan untuk mengukur resistansi adalah ohmmeter.
Setiap bahan memiliki nilai resistansi yang berbeda-beda. Berdasar sifat
resistivitas bahan, suatu bahan dibagi menjadi tiga, yaitu konduktor, isolator,
semikonduktor. Konduktor memiliki hambatan yang kecil, sehingga dapat
menghantarkan listrik dengan baik. Contohnya material-material logam seperti
besi, tembaga, alumunium, dan perak.

13
Isolator memiliki hambatan yang besar, sehingga tidak dapat menghantarkan
listrik. Contohnya kayu dan plastik. Sedangkan semikonduktor adalah material
yang dapat bersifat sebagai konduktor, juga isolator. Contohnya karbon, silikon,
dan germanium. Pengaturan sifat semikonduktor dilakukan dengan penambahan
material lain dan pemberian tegangan listrik.
Dari sifat-sifat bahan tersebut, yang sering digunakan sebagai hambatan
penghantar adalah konduktor. Nilai hambatan bahan konduktor sebanding dengan
panjang kawat (l), dan berbanding terbalik dengan luas penampang kawat (A).
Secara matematis, dapat dirumuskan sebagai berikut:

dimana adalah hambatan jenis, L adalah panjang penghantar, dan A adalah


penampang penghantar.
Hukum Ohm adalah hukum yang menyatakan bahwa perbedaan tegangan pada
penghantar akan sebanding dengan arus yang melewatinya. Konstata yang
menghubungkan proporsionalitas tegangan-arus disebut dengan tahanan. Secara
matematis, hukum Ohm dinyatakan sebagai berikut:

dimana V adalah beda potensial (Volt), I adalah arus listrik (Ampere), dan R
adalah besar tahanan (Ohm). Untuk mempermudah mengingat rumus ini,
hubungan ketiga variabel tersebut dapat digambarkan dengan sebuah segitiga.

Hukum Sirkuit Kirchoff


Hukum Sirkuit Kirchoff adalah hukum yang menyatakan fenomena arus dan
tegangan dalam rangkaian listrik. Hukum Sirkuit Kirchoff 1 berkaitan dengan
aliran arus ke titik rangkaian, dan Hukum Sirkuit Kirchoff 2 berkaitan dengan
perbedaan tegangan.
Hukum Sirkuit Kirchoff 1

14
Bunyi dari Hukum Sirkuit Kirchoff 1 adalah “Pada setiap titik percabangan dalam
sirkuit listrik, jumlah dari arus yang masuk kedalam titik itu sama dengan jumlah
arus yang keluar dari titik tersebut. atau Jumlah total arus pada sebuah titik adalah
nol”. Secara matematis hukum Kirchoff 1 dinyatakan dengan persamaan berikut:

atau

Nilai arus yang keluar diberikan tanda negatif, sedangkan nilai arus masuk
diberikan tanda positif.
Gambar di samping menunjukkan aplikasi Kirchoff 1 pada analisis rangkaian
listrik, dimana jumlah arus masuk i2 dan i3 akan sama dengan jumlah arus keluar
i1 dan i4.

Hukum Sirkuit Kirchoff 2


Bunyi dari Hukum Sirkuit Kirchoff 2 adalah “Jumlah terarah (melihat orientasi
tanda positif dan negatif) dari beda potensial listrik (tegangan) di sekitar sirkuit
tertutup sama dengan nol, atau secara lebih sederhana, jumlah dari gaya gerak
listrik dalam lingkaran tertutup ekivalen dengan jumlah turunnya potensial
pada lingkaran itu.” Secara matematis Hukum Kirchoff 2 dinyatakan dengan
persamaan berikut:
atau
Analisis Rangkaian Listrik Dinamis
Pada analisis rangkaian listrik dinamis, terdapat beberapa terminologi penting
yang harus diperhatikan.
 Loop

15
Loop adalah siklus tertutup yang memiliki titik awal dan titik akhir di komponen
yang sama. Pada satu loop hanya ada satu arus listrik yang mengalir, dan nilai
beda potensial yang ada di komponen-komponen listrik loop tersebut bisa
berbeda.
 Junction
Junction atau node adalah titik temu antara dua atau lebih komponen listrik. Node
menjadi tempat bertemunya arus-arus listrik yang berbeda besaran dan pada setiap
node akan berlaku Hukum Kirchoff 1.
Analisis rangkaian listrik dimulai mengidentifikasi loop dan junction yang ada
pada rangkaian tersebut. Untuk menganalisis loop dapat digunakan Hukum
Kirchoff 2, dan untuk menganalisis junction atau node digunakan Hukum
Kirchoff 1.
Arah loop dapat ditentukan secara bebas, namun umumnya arah loop searah
dengan arah arus dari sumber tegangan paling dominan di rangkaian. Arus
bertanda positif jika searah dengan loop dan bertanda negatif jika berlawanan
dengan arah loop. Pada komponen dengan GGL, GGL bertanda positif jika kutub
positifnya lebih dulu dijumpai loop dan sebaliknya GGL negatif jika kutub
negatifnya lebih dulu dijumpai loop.
Contoh analisis rangkaian listrik dapat dilakukan dengan gambar dibawah.

Catatan : I3 adalah arus dari titik A ke B


 Loop 1

16
 Terdapat sumber tegangan 10V (V1) yang memiliki GGL negatif karena
kutub negatif terlebih dahulu ditemui
 Terdapat Arus I1 yang searah dengan Loop, dan arus I3 yang searah
dengan Loop
 Terdapat komponen R1 yang dialiri arus I1
 Terdapat komponen R2 yang dialiri arus I3
 Persamaan Kirchoff 2 di Loop 1:
 Loop 2
 Terdapat sumber tegangan 5V (V2) yang memiliki GGL positif karena
kutub positif terlebih dahulu ditemui
 Terdapat Arus I2 yang searah dengan Loop, dan arus I3 yang berlawanan
dengan loop
 Terdapat komponen R2 yang dialiri arus I3
 Terdapat komponen R3 yang dialiri arus I2
 Persamaan Kirchoff 2 di Loop 2:
 Node A
 Terdapat arus masuk I1
 Terdapat keluar I2 dan I3
 Persamaan Kirchoff 1 di Node
A:
Contoh Soal Listrik Dinamis dan Pembahasan
Soal Listrik Dinamis 1
Daya yang terdisipasi pada masing-masing lampu pada gambar di bawah ini
adalah sama besar. Perbandingan hambatan R1 : R2 : R3 adalah …. (SNMPTN
2012)

17
Jawab
Diketahui:
P1 = P2 = P3
Ditanyakan: R1 : R2 : R3?

R1 dan R2 digabungkan menjadi satu resistor Rp, dengan arus mengalir


melewatinya Ip.

Soal Listrik Dinamis 2


Perhatikan gambar rangkaian listrik berikut!

18
Kuat arus listrik total yang mengalir pada rangkaian adalah …. (UN 2014)
Jawab
Diketahui:

Ditanyakan: I?
 Gabungkan R3 dan R4 menjadi Rc1

 Gabungkan Rc1 dan R2 menjadi Rc2

 Gabungkan Rc2 dan R1 menjadi Rt

 Hitung Arus dengan persamaan Kirchoff 2

Nilai negatif menandakan arah arus berlawanan dengan anggapan awal.

AC merupakan singkatan dari Alternating Current. Arus AC adalah arus


listrik yang nilainya berubah terhadap satuan waktu, arus ini dapat pula disebut

19
dengan arus bolak-balik. Listrik arus bolak-balik dihasilkan oleh sumber
pembangkit tegangan listrik yang terdapat pada pusat-pusat pembangkit tenaga
listrik. Pada umumnya listrik arus bolak-balik banyak digunakan dalam kehidupan
sehari-hari, misalnya sebagai penerangan rumah (lampu) dan keperluan rumah
tangga seperti kipas angin, setrika, dan lain-lain.
Arus listrik AC akan membentuk suatu gelombang yang dinamakan dengan
gelombang sinus atau lebih lengkapnya sinusoida. Di Indonesia sendiri listrik
bolak-balik (AC) dipelihara dan berada dibawah naungan PLN, Indonesia
menerapkan listrik bolak-balik dengan frekuensi 50Hz. Tegangan standar yang
diterapkan di Indonesia untuk listrik bolak-balik 1 (satu) fasa adalah 220 volt.
Sementara itu, DC merupakan singkatan dari Direct Current. Arus DC adalah
arus listrik yang nilainya tetap atau konstan terhadap satuan waktu, arus ini dapat
pula disebut dengan arus searah. Contoh sumber listrik arus searah adalah baterai
dan akumulator (accu). Karena itulah listrik banyak digunakan untuk alat
elektronik, control, automotive, dan lain-lain.
Pada awalnya aliran arus pada listrik DC dikatakan mengalir dari ujung positif
menuju ujung negatif. Semakin kesini pengamatan-pengamatan yang dilakukan
oleh para ahli menunjukkan bahwa pada arus searah merupakan arus yang
alirannya dari negatif (elektron) menuju kutub positif. Nah aliran-aliran ini
menyebabkan timbulnya lubang-lubang bermuatan positif yang terlihat mengalir
dari positif ke negatif.
Namun demikian sejalan dengan berkembangnya teknologi listrik arus AC dapat
dirubah menjadi listrik arus DC, begitu juga sebaliknya. Cara mengubahnya
dengan menggunakan alat yang disebut power supply atau adaptor. Contoh
perubahan listrik AC ke DC adalah charger handphone yang digunakan untuk
mengisi baterai handphone (DC) melalui listrik AC yang terpasang di rumah-
rumah.
2. PerbedaanListrikArus AC dan DC
a. Perbedaan yang pertamadapatdilihatdaribentukgelombangnya.
Bentukgelombanginidapatdilihatdanditelitidenganmenggunakanosilos
kop. Osiloskopadaahalat yang digunakanuntukmelihatgelombang

20
sinus yang ditimbulkantenaga AC dan DC. Bentuk dan lambing
gelombang listrikarus AC dan DC dapat dilihat pada gambar dibawah
ini :

b. Perbedaan yang kedua dapat dilihat dari metode penggunaannya.


Arus AC memiliki besar dan arah yang berubah-ubah secara bolak-
balik. Maksudnya, kutub arus ini selalu berubah-ubah dari positif
kenegartif dan negative ke positif. Karena itulah, walaupun stop
kontak (colokan listrik) dipasang bolak-balik tidak akan terjadi
konsleting ataupun kerusakan lainnya. Sebaliknya jika sebuah baterai
yang merupakan listrik arus DC dipasang terbalik, maka beterai tidak
akan berfungsi. Bahkan untuk alat-alat listrik DC lain akan terjadi
ketidak normalan fungsi. Hal ini terjadi karena kutub arus DC tidak
pernah berubah dari positif ke negatif maupun sebaliknya.

2.5. Rankaian Seri dan Paralel


1. Rangkaian Seri
Rangkaian seri adalah salah satu model rangkaian listrik yang dikenal dewasa
ini. Dalam pelajaran kelistrikan, rangkaian seri adalah suatu rangkaian yang
semua bagian-bagiannya dihubungkan berurutan, sehingga setiap bagian dialiri
oleh arus listrik yang sama. Rangkaian ini disebut juga dengan rangkaian tunggal,
membiarkan listrik mengalir keluar dari sumber tegangan, melalui setiap bagian,

21
dan kembali lagi ke sumber tegangan. Kuat arus yang mengalir selalu sama di
setiap titik sepanjang rangkaian. Hambatan yang dirangkai secara seri akan
semakin besar nilai hambatannya. Sedangkan, lampu yang dirangkai secara seri
nyalanya menjadi semakin redup. Apabila satu lampu mati, maka lampu yang lain
juga akan mati.
a. Ciri ciri rangkaian Seri
Ciri-ciri rangkaian seri adalah semua komponen listrik yang akan dipasang
disusun secara berderet atau berurutan. Kabel penghubung semua komponen
tersebut tidak memiliki percabangan sepanjang rangkaian, sehingga hanya ada
satu jalan yang dilalui oleh arus. Akibatnya, arus listrik (I) yang mengalir di
berbagai titik dalam rangkaian sama besarnya, sedangkan beda potensialnya
berbeda. Artinya semua komponen yang terpasang akan mendapat arus yang
sama pula. Rangkaian seri memiliki hambatan total yang lebih besar daripada
hambatan penyusunnya. Hambatan total (Rtotal) ini disebut hambatan
pengganti. Beda potensial atau tegangan total (Vtotal) dari rangkaian seri
adalah hasil jumlah antara beda potensial pada tiap resistor. Semua pernyataan
ini dapat dirumuskan menjadi:

Keuntungan menggunakan rangkaian seri adalah dapat mengurangi biaya


pemakaian kabel listrik. Sedangkan kelemahannya, energi yang diserap masing-
masing alat listrik menjadi semakin kecil. Contoh lampu menjadi redup jika
dirangkai seri. Jika salah satu dari komponen listrik putus/rusak maka semua
komponen tidak dapat bekerja. Selain itu, hambatan listrik jika komponen
dirangkai seri akan semakin besar.
b. Gambar Rangkaian Seri

22
1) Rangkaian Seri Resistor

2) Rangkaian Seri padaLampu

2. Rangkaian paralel
Rangkaian paralel diartikan sebagai rangkaian listrik yang semua bagian-
bagiannya dihubungkan secara bersusun. Akibatnya, pada rangkaian paralel
terbentuk cabang di antara sumber arus listrik. Olehnya itu, rangkaian ini disebut
juga dengan rangkaian bercabang. Dalam rangkaian ini, semua percabangan yang

23
ada dapat dilalui oleh arus listrik. Di setiap cabang itulah komponen listrik
terpasang, sehingga masing-masing komponen itu memiliki cabang dan arus
tersendiri. Arus tersebut mengaliri semua komponen listrik yang terpasang secara
bersamaan. Rangkaian paralel diperlukan jika kita akan melakukan pengaturan
arus listrik, dengan membagi arus listrik dengan cara merubah beban yang lewat
di tiap percabangan.
a. Ciri-ciri Rangkaian Paralel
Ciri-ciri dari rangkaian paralel adalah semua komponen listrik terpasang
secara bersusun atau sejajar. Pada rangkaian paralel arus yang mengalir pada
setiap cabang berbeda besarnya. Setiap komponen terhubung dengan kutub
positif dan kutub negatif dari sumber tegangan, artinya semua komponen
mendapat tegangan yang sama besar. Sedangkan, hambatan totalnya menjadi
lebih kecil dari hambatan tiap-tiap komponen listriknya. Semuanya dapat
ditulis dalam bentuk rumus matematis:

Kelebihan menggunakan rangkaian paralel adalah apabila saklar


dimatikan, maka tidak semua komponen mati kecuali komponen yang
dihubungkan dengan saklar yang dimatikan, misalnya lampu. Selain itu, Jika
ada salah satu cabang atau komponen listrik yang putus atau rusak, maka
komponen yang lain tetap berfungsi. Sebab masih ada cabang lain yang dapat
dialiri arus listrik dan komponen yang tidak rusak itu masih mempunyai
hubungan dengan kedua kutub sumber tegangan. Sedangkan, kelemahan
rangkaian paralel adalah dibutuhkan lebih banyak kabel atau penghantar listrik
untuk menyusun seluruh rangkaian.
b. Gambar Rangkaian Paralel
1) Rangkaian Paralel Lampu

24
2) Rangkaian Paralel Baterai

Contoh Soal Rangkaian Listrik dan Pembahasan


Contoh Soal 1
Perhatikan gambar dibawah ini:

25
Diketahui I1=I2=2 Ampere, I3=I4=1,5 Ampere, R1=2 Ω, R2=8 Ω, R3=6 Ω, dan
R4=4 Ω. Berapa besar Voltase pada rangkaian tersebut?
a) 140 V
b) 7,29 V
c) 6,72 V
d) 2,86 V
Solusi:
Pertama, kita cari arusnya dengan Hukum Kirchoff 1:

Kemudian, total hambatan paralelnya dicari dengan:

Lalu, untuk mencari Voltase dipakai Hukum Ohm:

Maka, jawaban yang benar adalah C.

26
Contoh Soal 2
Sebuah dapur memiliki tiga peralatan elektronik yang terpasang pada jalur listrik
120 Volt, yaitu: oven microwave 1200 Watt, pemanas air 850 Watt, dan rice
cooker 900 Watt. Arus listrik akan terputus pada circuit breaker PLN yang
terpasang jika melebihi 15 Ampere. Dari ketiga benda elektronik tersebut,
manakah yang dapat dipakai secara bersamaan tanpa memutuskan circuit breaker
yang dapat memutuskan arus listrik?
a) oven microwave, pemanas air, dan rice cooker
b) oven microwave dan pemanas air
c) oven microwave dan rice cooker
d) pemanas air dan rice cooker

Solusi:
Kita harus tahu bahwa stop kontak di rumah kita merupakan rangkaian paralel
sehingga masing-masing jalur tidak mempengaruhi jalur lain dan saat salah satu
jalur terputus, maka jalur lainnya akan tetap dapat mengaliri arus listrik. Agar
lebih jelasnya, perhatikan gambar di bawah ini.

Dengan arus listrik maksimal 15 Ampere pada voltase 120 volt, maka besarnya
daya listrik maksimal pada dapur tersebut adalah:

Agar tidak terjadi “mati listrik” karena turunnya circuit breaker, maka penggunaan
alat-alat elektronik tidak boleh melebihi 1800 Watt.
 Oven microwave + pemanas air + rice cooker: 1200 W + 850 W + 900 W =
2950 W

27
 Oven microwave + pemanas air: 1200 W + 850W = 2050 W
 Oven microwave + rice cooker: 1200 W + 900 W = 2100 W
 Rice cooker + pemanas air: 900 W + 850 W = 1750 W
Jadi, pada dapur hanya bisa dioperasikan rice cooker dan pemanas air secara
bersamaan. Semua kombinasi lain selain kedua peralatan diatas akan menurunkan
circuit breaker sehingga listrik akan padam.
Maka, jawaban yang benar adalah D.

28
BAB III
KESIMPILAN DAN SARAN

3.1 Kesimpulan
Listrik merupakan suatu muatan yang terdiri dari muatan positif dan muatan
negatif, dimana sebuah benda akan dikatakan memiliki energi listrik apabila suatu
benda itu mempunyai perbedaan jumlah muatan.
Listrik statis (dalam bahasa inggris disebutelectrostatic) adalah ilmu yang
mempelajari pengumpulan muatan listrik dan sifat-sifatnya pada suatu benda. Jika
dilihat dari asal katanya, kata listrik diikuti dengan kata "statis" yang berarti
"diam". Hal ini mengisyaratkan bahwa listrik statis berkaitan dengan gejala
kelistrikan yang diam atau tidak mengalir.
Listrik Dinamis adalah listrik yang dapat bergerak seperti penerangan lampu
rumah dan tidak seketika beda halnya dengan listrik statis yang hanya sementara.
AC merupakan singkatan dari Alternating Current. Arus AC adalah arus
listrik yang nilainya berubah terhadap satuan waktu, arus ini dapat pula disebut
dengan arus bolak-balik. Listrik arus bolak-balik dihasilkan oleh sumber
pembangkit tegangan listrik yang terdapat pada pusat-pusat pembangkit tenaga
listrik.
DC merupakan singkatan dari Direct Current. Arus DC adalah arus listrik
yang nilainya tetap atau konstan terhadap satuan waktu, arus ini dapat pula
disebut dengan arus searah. Contoh sumber listrik arus searah adalah baterai dan
akumulator (accu).
rangkaian seri adalah suatu rangkaian yang semua bagian-bagiannya
dihubungkan berurutan, sehingga setiap bagian dialiri oleh arus listrik yang sama.
Ciri-ciri rangkaian seri adalah semua komponen listrik yang akan dipasang
disusun secara berderet atau berurutan, kabel penghubung semua komponen
tersebut tidak memiliki percabangan sepanjang rangkaian sehingga hanya ada satu
jalan yang dilalui oleh arus.
Rangkaian paralel diartikan sebagai rangkaian listrik yang semua bagian-
bagiannya dihubungkan secara bersusun. Akibatnya, pada rangkaian paralel

29
terbentuk cabang di antara sumber arus listrik. Olehnya itu, rangkaian ini disebut
juga dengan rangkaian bercabang.
Ciri-ciri dari rangkaian paralel adalah semua komponen listrik terpasang
secara bersusun atau sejajar. Pada rangkaian paralel arus yang mengalir pada
setiap cabang berbeda besarnya. Setiap komponen terhubung dengan kutub positif
dan kutub negatif dari sumber tegangan, artinya semua komponen mendapat
tegangan yang sama besar
3.2 Saran
Kami Menyadari bahwa penulis masih jauh dari kata sempurna, kedepannya
penulis akan lebih fokus dan details dalam menjelaskan tentang makalah di atas
dengan sumber-sumber yang lebih banyak yang tentunya dapat di pertanggung
jawabkan. Untuk itu, penulis membuka diri terhadap kritik maupun saran yang
sifatnya membangun.

30