Anda di halaman 1dari 4

Mencuci tangan

Mencuci tangan adalah kegiatan membersihkan bagian telapak tangan, punggung


tangan, dan jari agar bersih dari kotoran dan membunuh kuman penyebab penyakit
yang merugikan kesehatan manusia serta membuat tangan menjadi harum baunya.
Mencuci tangan adalah kegitan yang sering dianggap sepele namun banyak
memiliki manfaat bagi kesehatan. Sering kita melihat orang yang egan mencuci
tangan yang akhirnya berakibat fatal bagi kesehatannya, membuat kita semakin
yakin bahwa hal sepele ini harus dibudayakan dan menjadi kebiasaan bagi semua
orang. Maka tak heran jika sejak anak duduk dibangku taman kanak – kanak,
kebiasaan mencuci tangan melaui ditanamkan setelah mereka beraktivitas dan
sebelum makan. Mencuci tangan yang baik dan sehat sebagai berikut :
1. Mencuci tangan bersih
 Tujuan
1) Membebaskan tangan dari kuman dan mencegah kontaminasi
2) Memindahkan angka maksimum kulit dari kemungkinan
adanya organisme pathogen
3) Mencegah atau mengurangi peristiwa insfeksi
4) Memelihara tekstur dan integritas kulit tangan dengan tepat
 Persiapan alat
1) Wastafel dengan keran air hangat mengalir (sesuaikan dengan
kondisi yang ada)
2) Sabun atau desinfektan
3) Handuk kerja
4) Sikat kuku (tidak menjadi suatu keharusan)
5) Tempat untuk handuk kotor
 Perhatian
1) Jika perawat mempunyai luka atau luka di tangan, beberapa
institusi mempunyai kebijakan melarang perawat kontak
dengan klien
2) Cuci tangan untuk semua personal medis pada saat datang dan
sebelum pergi
3) Cuci tangan sangat penting sebelum dan setelah membawa
pasien .
4) Personal kesehatan seharusnya tidak memakai perhiasan.
 Prosedur pelaksanaan
1. Singsingkan lengan baju seragam yang panjang di atas
pergelangan tangan dan lepaskan perhiasan dan jam tangan
2. Pertahankan kuku jari pendek dan terkikir
3. Peratikan permukaan tangan dan jari jari terhadap adanya luka
goresan atau potongan pada kulit. Luka terbuka dapat menjadi
sarang mikroorganisme.
4. Berdiri didepan wastafel selama mencuci tangan, jaga agar
tangandan seragam tidak menyentuh permukaan wastafel.
Gunakan wastafel dengan keran yang mudah dijangkau. Bagian
dalam wastafel merupakan area yang terkontaminasi.
5. Buka keran yang dioperasikan dengan tangan.
6. Hindari memercikan air ke seragam.
7. Atur aliran air sehingga suhunya hangat (sesuaikan dengan
kondisi yang ada ).
8. Basahi tangan dan lengan bawah secara menyeluruh dibawah air
yang mengalir. Jaga tangan dan lengan bawah berada lebih rendah
dari siku selama mencuci tangan.
9. Oleskan satu milliliter sabun cair biasa atau tiga milliliter sabun
cair antiseptic pada tangan dan gosok sampai berbusa. Jika
menggunakan sabun batang, pegang dan gosok sampai berbusa.
10.Cuci tangan menggunakan banyak busa dan gosokan selama 10 –
15 detik. Jalin jari – jari dan gosok telapak tangan dan punggung
tagan dengan gerakan memutar.
11.Jika area dibawah jari – jari kotor, bersihkan dengan kuku jari
tangan yang lain dan tambahkan sabun atau disikat. Jaga kulit di
bawah ( di sekitar) kuku anda tidak mengalami luka atau
terpotong.
12.Bilas tangan dan pergelangan tangan secara menyeluruh, jaga
tangan di atas dan siku di bawah. Pembilasan secara mekanik
membersihkan kotoran dan mikroorganisme.
13.Ualngi langkah 9 -11, tetapi lama mencuci tangan diperpanajang
1,2,3 menit.
14.Keringkan tangan secara menyeluruh, usap dari jari tutun ke
pergelangan tangan dan lengan bawah. Tujuan pengeringan area
paling bersih (ujung jari) ke area yang bersih (pergelangan
tangan) untuk menghindari kontaminasi.
15.Letakan handuk dalam wadah yang telah disediakan
16.Hentikan aliran dengan siku. Untuk menghentikan aliran keran
dengan tangan, gunakan tisu kertas bersih dan kering. Handuk
basah dan tangan basah memungkinkan pemindahan pathogen
melalui kerja kapiler.
17.Pertahankan tangan tetap bersih.

2. Mencuci tangan steril


 Pengertian
Mencuci tangan secara steril (suci hama) khususnya jika akan
melakukan tindakan steril.
 Tujuan
Mencegah insfeksi silang serta membebaskan kuman dan mencegah
kontaminasi tangan.
 Persiapan alat
1. Bak cuci tangan dengan keran tangkai
2. Sabun antimicrobial (misalnya savlon atau iodofor)
3. Sikat tangan steril sekali pakai dan pengikir kuku
 Hal yang perlu di perhatikan
Selama prosedur dan setelah prosedur, perawat jangan membiarkan
objek yang tidak steril menyentuh tangannya atau lengan bawah.
 Prosedur pelaksanaan
1. Periksa tangan dan jari terhadap luka atau abrasi
2. Lepaskan semua perhiasan
3. Kenakan masker wajah, pastikan bahwa masker tersebut menutupi
hidung dan mulut dengan baik. Mencegah keluarnya
mikroorganisme ke udara, yang dapat mengontaminasi tangan.
4. Atur aliran air pada suhu hangat. Air panas menghilangkan minyak
pelindung dari kulit dan meningkatkan sensitivitas kulit terhadap
sabun.
5. Basahi tangan dan lengan bawah, pertahankan tangan atas berada
setinggi siku selama prosedur. Dengan mempertahankan tangan
tetap tinggi, air akan mengalir dari area paling kurang
terkontaminasi ke area paling terkontaminasi.
6. Alirkan sejimlah sabun (2-5 ml) ke tangan dan gosokkan tangan
serta lengan sampai lima sentimeter (dua inci) di atas lengan.
7. Bersihkan kuku kebawah air mengalir dengan sikat steril atau
pengikir.
8. Basahi sikat dan oleskan sabun antimicrobial. Sikat ujung jari,
tangan, lengan dengan cara berikut :
a. Sikat kuku tangan 25 kali gosokan
b. Lakukan gerakan sirkular,sikat telapak tangan dan permukaan
anterior jari sepuluh kali gosokan.
c. Sikat bagian samping ibu jari sepuluh kali gosokan dan bagian
posterior ibu jari sepuluh kali gosokan.
d. Sikat bagian samping dan belakang setiap jari sepuluh kali
gosokan per area.
e. Sikat punggung tangan sepuluh kali gosokan.
9. Cuci sikat. Oleskan kembali sabun.
10.Bedakan lengan dalam tiga bagian, sikat semua permukaan bagian
bawah lengan dengan gerakan sirkular selama sepuluh kali
gosokan, sikat bagian tengah dan atas lengan bawah dengan cara
yang sama. Buang sikat pada tempat yang telah disediakan.
11.Dengan tangan fleksi, bilas menyeluruh dari ujung jari sampai siku
dalam satu kali gerakan, biarkan air mengalir pada siku.
12.Ulangi langkah 8-11 untuk lengan lain.
13.Pertahankan lengan fleksi, buang sikat ke dua. Matikan air dengan
siku.
14.Gunakan handuk steril untuk mengeringkan satu tangan secara
menyeluruh, gerakan dari jari ke siku. Keringkan dengan gerakan
melingkar. Keringkan dari area paling bersih ke area kurang
bersih. Pengeringan mencegah kulit kering dan memudahkan
pemakain sarung tangan.
15.Ulangi metode pengeringan untuk tangan yang lain, gunakan area
handuk yang lain atau handuk steril baru.
16.Pertahankan tangan lebih tinggi dari siku dan jauh dari tubuh.
17.Ketika masuk keruang operasi atau bersalin, lindungi tangan dari
kontak dengan objek apa pun.