Anda di halaman 1dari 10

JURNAL TEKNIK INFORMATIKAVOL. 9 NO.

1, APRIL 2016 | 30

RANCANGAN DISASTER RECOVERY PADA INSTANSI PENDIDIKAN


STUDI KASUS UNIVERSITAS MERCU BUANA

Boy Yuliadi1, Andi Nugroho2

Jurusan Informatika, Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Mercu Buana1


Jurusan Sistem Informasi, Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Mercu Buana 2
E-mail:boy.hansom@gmail.com1, andinugroho.skom@gmail.com2

ABSTRAK
Perencanaan untuk pemulihan dari bencana dengan cepat menjadi diakui sebagai suatu kebutuhan.
Begitu juga dengan institusi pendidikan memerlukan perencanaan pemulihan data mereka bila terjadi
bencana. Oleh karena itu peneliti mencoba membuat rencana pemulihan bagi salah satu institusi
pendidikan yang ada di Indonesia yang dituangkan pada paper ini. Paper yang peneliti buat berjudul
“DRP menggunakan sistem fail over dan mirroring untuk instansi pendidikan Studi kasus Universitas
Mercu Buana” menggunakan metode NDLC (Network Development Life Cylce). Dengan tujuan agar
Universitas Mercu Buana akan lebih cepat melakukan pemulihan sistem komputerisasi mereka saat
terjadi bencana. Penulis menggunakan sistem fail over, mirroring karena penulis menerapkan metode
aktif pasif, perencanaan pembuatan, penulis menggunakan NDLC karena metode ini sangat membantu
dalam penyelesaian persoalan pada penulisan paper ini. Sistem fail over digunakan pada aplikasi yang
berjalan pada Universitas Mercu Buana, yaitu aplikasi SIA (Sistem Informasi Akademik), dan
mirroring pada mesin database-nya.

Kata kunci:DRP, Backup data, failover, mirroring

ABSTRACT
Planning for recovery from a disaster quickly became recognized as a necessity. As well as
educational institutions require planning their data recovery in case of disaster. Therefore, researchers
tried to create a recovery plan for one of the existing educational institutions in Indonesia are
showcased in this paper. Paper that researchers created titled "DRP using the system fail over and
mirroring for educational establishments Mercu Buana University case study", using the method of
NDLC (Network Development Life cylce). With the aim to Mercu Buana University will be quicker to
recover their computerized systems when a disaster occurs. The author uses the system fail over,
mirroring because the authors apply the active passive methods, planning the making, the authors use
NDLC because this method is very helpful in the resolution of issues in the writing of this paper. Fail
over systems used in applications that run on Mercu Buana University, the application of SIA
(Academic Information System), and mirroring in its database engine.

Keywords: DRP, data backup, failover, mirroring

Boy Yuliadi: Rancangan Disaster Recovery …. 31-39 ISSN 1979-9160


31 | JURNAL TEKNIK INFORMATIKAVOL. 9 NO. 1, APRIL 2016

I. PENDAHULUAN Memberikan saran pada Universitas Mercu


Teknologi informasi merupakan salah satu Buana mengapa perlu membangun Disaster
kebutuhan mendasar hampir di semua sektor recovery
bisnis. Teknologi informasi dalam konteks Membuat DRP untuk universitas Mercu
teknis dapat diartikan sebagai sekumpulan Buana dari sisi pembangunan Infrastruknya
infrastruktur untuk mendukung pengelolaan yang sesuai dengan budaya pada manajemen
informasi yang meliputi proses collect, store, Universitas Mercu Buana.
retrieve, disseminate dan reusable of Berdasarkan uraian di atas, maka didapat
information. rumusan masalah yaitu:
Instansi perguruan tinggi merupakan salah 1) Apakah dengan diterapkan DRP di
satu organisasi yang juga mempercayakan Lingkungan Universitas Mercu Buana
informasi pentingnya kepada peralatan dapat menyelesaikan permasalahan jika
teknologi informasi. Layanan informasi terjadi kegagalan sistem?
diberikan tidak hanya kepada citivas akademik 2) Apakah ada pembuatan DRP
dilingkungan internal tetapi juga untuk alumni menggunakan metode NDLC (Network
dan masyarakat umum. Development Life Cycle) dengan sistem
Pada keadaan–keadaan seperti di atas maka failover dan mirroring dapat
pengambilan keputusan yang tepat sangatlah menyelesaikan masalah yang ada di
diperlukan untuk menjaga kelangsungan Lingkungan Universitas Mercu Buana?
instansi pendidikan atau organisasi lainnya. Tujuan Penelitian ini adalah untuk
Saat ini Universitas Mercu Buana memiliki mengetahui apakahDRP dapat diterapkan di
tiga kampus yang berbeda letak geografisnya, Lingkungan Universitas Mercu Buana?; Untuk
satu berada di Meruya, menteng, dan bekasi. mengetahui apakah penerapan DRP di
Dengan jumlah mahasiswa sebanyak 2700 Lingkungan Universitas Mercu Buana dapat
Mahasiswa dan Mahasiswi. Bisa dilihat bahwa menyelesaikan permasalahan jika terjadi
sangat dibutuhkan infrastruktur informasi kegagalan sistem?; dan untuk mengetahui
teknologi untuk mengelola informasi bagi pembuatan DRP menggunakan metode
Mahasiswa/I dan pihak lain yang NDLC(Network Development Life Cycle)
membutuhkan. Dimana saat ini Universitas dengan sistem failover dan mirroring.
Mercu Buana melakukan pengolahaninfomasi Manfaat penelitian ini adalah untuk
yang di sentralkan pada kampus utama yaitu memberikan saran kepada manajemen
kampus Meruya. Bila terjadi bencana pada Universitas Mercu Buana pentingnya disaster
kampus meruya sehingga menghilangkan recovery; Memberikan usulan DRP yang
informasi maka sedikitnya 2700 mahasiswa sesuai dan bisa diimplementasikan pada
sudah pasti akan merasakan dampaknya. Universitas Mercu Buana; dan Membangun
Oleh karena permasalahan diatas maka sistem disaster recovery untuk meningkatkan
penulis mencoba melakukan proses kinerja Universitas Mercu Buana.
penyusunan rencana pemulihan dari
bencana.Proses penyusunan rencana II. LANDASAN TEORI
pemulihan ini disebutDisaster Recovery 2.1 Disaster RecoveryPlan
Planning (DRP) atau Disaster Recovery DRP adalah suatu acuan berisikan prosedur
Plan,untuk memastikan tercapainya suatu untuk mengatasi kejadian hilangnya sumber
kondisi pulih dalam waktu yang ditentukan daya sistem informasi dalam sebuah
sehingga perusahaan tersebut mampu universitas yang diakibatkan dari bencana,
melanjutkan fungsinya dengan kerugian menyediakan operasi cadangan selama sistem
minimal. utama berhenti, dan mengelola proses
Berdasarkan latar belakang permasalahan pemulihanserta penyelamatan data untuk
dalam penelitian ini, maka permasalahan dapat meminimalisir kerugian yang dialami oleh
diidentifikasi yaitu Universitas Mercu Buana organisasi. [4]
belum memiliki disaster recovery untuk sistem Keuntungan dengan adanya
yang saat ini berjalan. DisasterRecovery Plan diantaranya adalah:
Mengingat luasnya bahasan tentang 1. Mengurangi kemungkinan terjadinya
DRPdan keterbatasan waktu penulis, maka kerugian secara ekonomi karena terjadi
paperini hanya akan membahas DRP pada bencana.
Universitas Mercu Buana yang meliputi: 2. Meningkatkan stabilitas organisasi.

Boy Yuliadi: Rancangan Disaster Recovery …. 31-39 ISSN 1979-9160


JURNAL TEKNIK INFORMATIKAVOL. 9 NO. 1, APRIL 2016 | 32

3. Memberikan rencana pemulihan yang tersedia sangat minim jika tidak ingin
teratur dan terukur. dikatakan tidak ada.
4. Menghindari 2.2.4 Plan Documenting
terjadinyaketergantunganterpusatpadasatua Hasil analisa dan rancangan strategi yang
tau sekelompok personel. sudah dihasilkan dari tahapan-tahapan
5. Melindungiasetorganisasi,termasukkeselam sebelumnya tidak akan berarti apa-apa jika tidak
atanpersoneldi dalamnya. terdokumentasi dengan baik. [4]
2.2 Tahapan Pembangunan Disaster recovery 2.3 Business Continuity Planning
Plan Jika berbicara mengenai DRP, tentunya tidak
DRP merupakan proses bertahap yang akan dapat lepas dari Business Continuity
tersusun secara metodikal. Tahapan Planning (BCP) adalah sekumpulan proses
pembangunan sebuah DRP tidak selalu sama, otomatis atau pun manual yang dirancang
karena sangat bergantung pada kebutuhan dan untuk mengurangi ancaman terhadap fungsi-
tujuan pembuatannya. Berikut merupakan fungsi
Tahapan pembangunan sebuah DRP: [4] pentingorganisasi,sehinggamenjaminkontinui
1. Risk assessment taslayananbagioperasiyangpenting [2].
2. Priority assessment 2.3.1 Backup management
3. Recovery strategy selection Backup merupakan sebuah proses
4. Plan documenting penduplikasian data kedalam media yang
2.2.1 Risk Assessment terpisah. Backup biasanya digunakan dengan
Risk Assessment adakah proses identifikasi dua tujuan utama yaitu untuk memulihkan
ancaman-ancaman yang mungkin terjadi, baik kembali data yang mengalami
yang berasal dari dalam, maupun dari luar. kerusakan/kehilangan pada saat terjadi
Pada fase ini, setiap ancaman bencana yang bencana dan untuk memulihkan sebagian kecil
sudah diidentifikasi akan diberi nilai pada data yang mengalami kerusakan atau
setiap atributnya. [4] kehilangan akibat kesalahan manusia.[3]
2.2.2 Priority Assessment Jenis-jenis strategi backup adalah sebagai
Saat suatu bencana terjadi dan mengganggu berikut:
berbagai macam proses bisnis dan operasi, • Snapshot Backup
sangatlah penting untuk memiliki urutan Data diduplikasikan secara live dengan
prioritas proses yang jelas. [4] melakukan penguncian terhadap seluruh data
2.2.3 Recovery Strategy Selection untuk sementara waktu dan kemudian
Krieria-kriteria dalam strategi pemulihan, dilakukan snapshot terhadap data tersebut.
yaitu: [4] • Full Backup
1. Strategipemulihanharusmemenuhikeyrequ Data diduplikasikan secara keseluruhan
irementyangsudah didefinisikan di tahap baik data yang sudah pernah diduplikasikan
sebelumnya. maupun belum pernah kedalam media yang
2. Strategipemulihanharuscosteffectiveberba terpisah.
ndingdenganrisikodan prioritasnya. • Differential Backup
3. Strategi pemulihan harus dapat diterapkan Data yang diduplikasikan hanya merupakan
dengan kondisi yang terdapat sekarang data baru atau data yang mengalami
dan di masa depan. perubahan.
Strategi pemulihan tersebut diantaranya • Incremental Backup
adalah: Data yang diduplikasikan hanya data yang
1. Hot site belum pernah dilakukan backup.
Strategi pemulihan dengan cara • Continuous Backup
mengadakan lokasi duplikat dari lokasi asli. Data dilakukan duplikasi secara terus
2. Warm site menerus terhadap data yang berubah.
Strategiinimenggunakanlokasiyangm 2.4 Failover Clustering
emilikisistemdanjaringan komunikasi Failover adalah teknik yang menerapkan
yang siap digunakan, cukup untuk
beberapa jalur untuk mencapai tujuan.
menjalankan kembali proses bisnis. Terdapat dua link, namundalam keadaan
3. Cold site normal hanya ada satu link yang digunakan
Strategi ini hanya menyediakan lokasi
saja. Perangkat dan jaringan yang

Boy Yuliadi: Rancangan Disaster Recovery …. 31-39 ISSN 1979-9160


33 | JURNAL TEKNIK INFORMATIKAVOL. 9 NO. 1, APRIL 2016

yang lainnya digunakan sebagai link backup


bila link utama terputus. [5]
2.5 Network Development Life Cycle
Network Development Life Cycle (NDLC)
merupakan sebuah metode yang bergantung
pada proses pembangunan sebelumnya seperti
perencanaan strategi bisnis, daur hidup
pengembangan aplikasi, dan analisis
pendistribusian data. [1]
1. Analysis
Tahap awal dilakukan analisa kebutuhan,
analisa permasalahan yang muncul, analisa
keinginan pengguna, analisa topologi jaringan
yang sudah ada saat ini.
2. Design
Tahap design ini membuat design topology
jaringan interkoneksi yang akan dibangun.
3. Simulation Prototyping
Beberapa networker’s akan membuat simulasi
dengan bantuan Tools khusus di bidang
network seperti Boson, Packet Tracert, Netsim,
dan sebagainya.
4. Implementasi
Dalam tahap ini networker’s menerapkan
semua yang telah direncanakan dan di design
sebelumnya.
5. Monitoring
Gambar 1. Kerangka pemikiran
Tahap monitoring merupakan tahap yang
menjamin sistem jaringan dan kounikasi data
III. METODOLOGI DAN RANCANGAN
dapat berjalan sesuai dengan keinginan dan
PENELITIAN
tujuan awal.
3.1. Metode penelitian
6. Management
Jenis penelitian yang penulis buat adalah
Pada tahap manajemen salah satu yang
penelitian eksploratif dengan desain penelitian
menjadi perhatian khusus adalah masalah
deskriptip kualitatif. Dikarenakan penelitian ini
kebijakan. Kebijakan perlu dibuat untuk
bertujuan untuk menjadikan topikdisaster
mengatur agar sistem yang telah dibangun
recovery bisa lebih dikenal, memberikan
dapat berjalan baik dan berlangsung lama, gambaran dasar dari disaster recovery,
unsur reliability terjaga
membuka kesempatan kemungkinan akan
2.6 Kerangka Pemikiran
diadakannya penelitian lanjutan terhadap
Penulis dalam melakukan penelitian
penelitian ini.
membuat kerangka pemikiran untuk
3.2. Objek penelitian
mendapatkan pemecahan masalah yang terkait Obyek penelitian dalam tulisan ini adalah
dengan obyek penelitian, yang berupa
pembuatan rancangan disaster recoverypada
hubungan antara konsep yang dihasilkan dari
Universitas Mercu Buanayang dihubungkan
teori-teori dan berbagai faktor yang relevan
dengan visi,misi Universitas Mercu Buana
lainnya, dimana telah didefinisikan
menjadi proses dan strategi bisnis untuk
sebelumnya sebagai masalah yang penting, mencapai keunggulan kompetitif.
untuk kerangka pemikiran dapat dilihat pada
3.3. Metode Pemilihan Sample
gambar berikut:
Metode pemilihan samplepada penelitian
ini menggunakan purposive sampling. Teknik
pengambilan keputusan dengan menggunakan
purposive sampling merupakan
teknikpengambilan sample dengan mengambil
responden terpilih betul oleh peneliti menurut

Boy Yuliadi: Rancangan Disaster Recovery …. 31-39 ISSN 1979-9160


JURNAL TEKNIK INFORMATIKAVOL. 9 NO. 1, APRIL 2016 | 34

cirri-ciri spesifikasi yang dimiliki oleh sample 7. Penarikan kesimpulan


tersebut. (Nasution, 2009:98) Langkah ini merupakan langkah terakhir
Adapun kriteria pemilihan responden dalam penelitian ini, dalam langkah ini
sebagai sample penelitian ini adalah: peneliti membuat kesimpulan dari
1. Memilki tugas dan tanggung jawab sebagai penelitian yang penulis buat.
manager atau pimpinan di universitas 3.5. Metode pengembangan
Mercu Buana. Metode pengembangan dalam penelitian ini
2. Karyawan Universitas Mecubuana yang penulis menggunakan metode sistem Network
dianggap sudah menjadi tanaga ahli yaitu Development Life Cycle (NDLC). Dalam hal
karyawan yang bekerja di bidangnya lebih ini model pengembangan sistem Network
dari 5 tahun. Development Life Cycle (NDLC) sebagai
3.4. Langkah-langkah penetitian acuan pada proses pembuatan DRP dengan
Dalam melakukan penelitian ini penulis pertimbangan sebagai berikut:
melakukan langkah-langkah sebagai berikut: 1. Sesuai dengan proses pengembangan sistem
1. Analisis sistem berjalan yang penulis butuhkan.
Penulis melakukan analisa sistem 2. Sifat dari NDLC yang fleksibel, dapat
berjalan pada Universitas Mercu Buana. diterapkan pada ruang lingkup yang besar
2. Perumusan masalah sistem berjalan maupun kecil
Pada langkah ini penulis mencoba TahapSimulationdimana peneliti
malakukan pengelompokan informasi dari akanmensimulasikan sistem yang akan dibuat:
hasil analisa yang di lakukan pada tahap a. Analisis
analisis sistem berjalan. Pada tahap ini penulis melakukan proses
3. Studi literatur perumusan masalah, mengidentifikasi
Pada langkah ini penulis melakukan konsep Disaster Recovery, mengumpulkan
studi literatur untuk melukakan dan mendifinisikan kebutuhan seluruh
penyelesaian masalah. Hasil yang di komponen sistem sehingga spesifikasi
dapatkan pada langkah ini penulis kebutuhan sistem dapat diperjelas dan
mendapatkan metode untuk diperinci. Tahap ini meliputi:
meneyelesaikan persoalan yang ada yaitu 1. Identify
menggunakan metode failover dns Melakukan identifikasi masalah yang
(Domain Name Server) dan metode dihadapi.
mirroring database. 2. Understand
4. Perancangan secara fisik dan logic Aktifitas memahami mekanisme kerja
Pada langkah diatas telah ditentukan sistem yang akan dibangun atau
metode untuk melakukan penyelesaian dikembangkan.
masalah dalam penelitian ini, maka pada 3. Analyze
langkah ini penulis melakukan desain Melakukan perbandingan pada sistem
secara fisik dan logic menggunakan berjalan serta penelitian sejenis dengan
metode failover DNS (Domain Name penelitian yang dilakukan.
Server)dan metode mirroring database b. Design
untuk menyelesaikan persoalan dalam Penulis membuat rancangan dari sistem
penulisan ini. yang akan dibangun dengan menggunakan
5. Simulasi data-data dari fase sebelumnya.
Pada tahapan ini penulis melakukan c. Simulation
implementasi dari rancangan yang dibuat Tahap selanjutnya penulis melakukan
menggunakan metode-metode yang telah simulasi sesuai dengan rancangan dari fase
di tentukan pada tahapan sebelumnya. sebelumnya.
6. Evaluasi dan anilisa simulasi d. Implementasi
Pada langkah ini penulis melakukan Pada tahap ini penulis malakukan
evaluasi dan anlisa implentasi dari langkah settingServerdari skema kecil yang
sebelumnya. Penulis melakukan evaluasi sebelumnya di persiapkan.
dengan menggunakan metode black box e. Monitoring
dan FGD(Focus Group Discussion) untuk Pada monitoring proses pengujian
mendapatkan hasil apakah implementasi dilakukan dengan menggunakan
yang dibuat sudah menjawab persoalan. pendekatan black-box dengan melakukan

Boy Yuliadi: Rancangan Disaster Recovery …. 31-39 ISSN 1979-9160


35 | JURNAL TEKNIK INFORMATIKAVOL. 9 NO. 1, APRIL 2016

pengujian pada sistem failover dan Kampus Meruya Internet

mirroring database.
f. Management
Prose kebijakan apakah rancangan ini akan
dibangun, penepatan lokasi, kebijakan VPN
VPN

lainnya dibuat pada tahap ini.


3.6. Risk assesment
Untuk melakukan perancangan Disaster Kampus Menteng Kampus Kranggan Kampus Depok

Recovery perlu diketahui resiko apa saja yang


terjadi yang memungkinkan sistem Gambar 2. Komunikasi Antar kampus
menjadidown.
Tabel 1.Apa saja yang termasuk dalam Risk Terlihat ada dua kampus yang terhubung
Assesment dengan mengunakan VPN yaitu kampus
No Risk factors Level menteng dan kampus keranggan, untuk
Sistem down karena kampus depok karena masih kecil
1 listrik down High menggunakan link internet langsung
Sistem down karena ke menggunakan jalur Telkom speedy.
2 gagalan perangkat keras High Aplikasi SIA (Sistem Informasi Akademik)
3 Kerusuhan massa Medium digunakan untuk adminitrasi perkuliahan.
4 Kebakaran Low pihak yang terkait dalam menggunakan
aplikasi ini adalah:
Bencana alam banjir,
1. Biro Administrasi Akademik
5 gempa bumi Low
2. Biro Administrasi Keuangan
3. Biro kemahasiswaan
3.7. Priority assesment
4. Biro Sumber daya Manusia
Pada saat bencana terjadi dan menggangu
5. Biro Manajemen Gedung dan Sarana
berbagai macam proses bisnis, dan
6. Pusat Operasional Perkuliahan
operasional, sangatlah penting untuk memiliki
7. Pusat pengembangan Bahan Ajar
urutan prioritas proses yang jelas. Aplikasi
8. Tata usaha seluruh fakultas
yang menjadi prioritas tersebut adalah aplikasi
9. Dosen
Sistem Informasi Akademik dan Aplikasi E-
10. Mahasiswa
learning. Dari sampel yang didapat pada tahun
Aplikasi e-learning digunakan oleh pihak
2013 aplikasi SIA yang melakukan login
berikut ini:
sebanyak 2473766 dan aplikasi E-Learning
1. Pusat Pengembangan Bahan Ajar
sebanyak 177760, pada tahun 2014 aplikasi
2. Dosen
SIA yang melakukan login sebanyak 2701314
3. Mahasiswa
dan aplikasi E-Learning 1173340.
Karena kegiatan belajar mengajar di kelas
E-Learning bergantung sepenuhnya pada
IV. PEMBAHASAN DAN HASIL
aplikasi ini.
PENELITIAN
4.1.2 Rancangan Infrastruktur saat ini
Dalam bab ini penulis menjelaskan
Penulis melakukan observasi dan analisa
perancangan, simulasi, dan anilisis hasil
dokumen yang ada untuk melihat rancangan
simulasi dari DRP yang penulis teliti pada
infrastruktur saat ini yang digunakan oleh
Universitas Mercu Buana. Pada bab ini penulis
Universitas Mercu Buana secara global, untuk
memfokuskan pada simulasi untuk mengetahui
lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar
apakah penelitian ini dapat menyelesaikan
dibawah ini:
permasalahan yang telah di identifikasi pada
pembahasan bab sebelumnya
4.1 Analisa sistem berjalan
4.1.1 Gambaran Umum
Penulis mencoba menganalisa persoalan
yang terjadi di Universitas Mercu Buana agar
dapat mengidentifikasi permasalahan yang ada.
untuk lebih jelasnya bisa dilihat pada gambar
dibawah ini.

Boy Yuliadi: Rancangan Disaster Recovery …. 31-39 ISSN 1979-9160


JURNAL TEKNIK INFORMATIKAVOL. 9 NO. 1, APRIL 2016 | 36

mesin database yang baru jika tidak prosesnya


BAA POP
berhenti.
Mahasiswa/i
4.4 Perancangan infrastruktur DRP
Biro lainnya Setelah melakukan studi literatur terhadap
Internet
Vpn
Meruya permasalahan penulis mencoba melakukan
PPBA Fakulatas-fakulatas
perancangan atau desain topologi DRP untuk
VPN Universitas Mercu Buana. Penulis membuat
Vpn
dua topologi yang pertama topologi
BAA POP
komunikasi antar kampus dan topologi untuk
BAA POP
failover dan mirror database nya, untuk
Biro umum
Unit lainnya kerangga
topologi komunikasi antar kampus dapat
n

pasca
Menteng Keuangan Fakulatas-fakulatas dilihat pada gambar di bawah ini:
keuangan Internet

Gambar 3. Skema infrastruktur secara umum Kampus Meruya

Komunikasi data dari kampus keranggan


menuju kampus meruya menggunakan
VPN.Begitu juga dengan komunikasi data dari
Internet
kampus menteng menuju kampus Meruya VPN VPN VPN
menggunakan VPN.
4.2 Perumusan Masalah sistem VPN
VPN

Dari hasil analisa sistem berjalan diatas dan


hasil wawancara dengan user penulis mendapat Kampus menteng Kampus Bekasi

beberapa perumusan masalah yang terdapat


pada objek penelitian di Universitas Mercu Gambar 4. Rancangan komunikasi antar
Buana. Sistem komputerisasi Universitas kampus
Mercu Buana terpusat di kampus meruya, Dapat dilihat pada gambar sebelumnya
sehingga bila terjadi bencana yang di sengaja terdapat perubahan topologi komunikasi antar
atau tidak disengaja terhadap kampus meruya kampus. Untuk rancangan baru terdapat
proses kegiatan di Universitas Mercu tambahan komunikasi dari kampus menteng ke
Buanaakan terhentikan, maka penulis mencoba kampus bekasi menggunakan VPN (Virtual
melakukan penelitian dengan membuat Private Network). Untuk topologi failover dan
DRP.Hasil dari penelitian ini dapat membantu mirroringdatabase-nya dapat dilihat pada
manajemen Universitas Mercu Buana dalam gambar di bawah ini
melakukan pembangunan Disaster Recovery Internet
User 1 User 2 User 3

untuk menghindari permasalahan diatas.


4.3 Studi literatur AKTIF

Dalam menyelesaikan permasalahan yang PASIF

ada penulis melakukan studi literatur. Dari


studi literatur tersebut penulis mendapatkan Aplikasi VPN
VPN

metode untuk menyelesaikan permasalahan server Aplikasi


server

yaitu: VPN
Database
VPN Database

1. Failover Mirroring database

2. Mirror database
Penulis menggunakan metode failover, LAN MERUYA

dikarenakan aplikasi yang digunakan pada LAN Cibubur

Universitas Mercu Buana mengggunakan


aplikasi yang berbasis web atau disebut juga
dengan web application. Gambar 5. Rancangan topologi DRP
Dalam metode mirror database ada interval
waktu pengecekan yang bisa di setting sesuai Pada rancangan topologi failover bisa
kebutuhan. Saat masuk kedalam waktu dilihat nanti nya akan ada dua sistem, pertama
pengecekaan maka mesin databaseakan dicek disebut dengan aktif dan yang kedua disebut
apakah ada data yang baru atau tidak, jika ada pasif. Sistem kedua tidak berjalan jika tidak
maka data yang baru akan di salin kedalam terjadi sesuatu pada sistem pertama. Bisa

Boy Yuliadi: Rancangan Disaster Recovery …. 31-39 ISSN 1979-9160


37 | JURNAL TEKNIK INFORMATIKAVOL. 9 NO. 1, APRIL 2016

dikatakan sistem kedua merupakan sistem 1. Server menggunakan operating system


backup dari Universitas Mercu Buana. Secara ubuntu 14.04
rancangan sistem kedua akan ditempatkan 2. Database engine menggunakan mysql
pada kampus meruya, seperti terlihat pada 3. Untuk DNS menggunakan BIND
Gambar 4. Untuk perangkat server dari sistem 4. Failover menggunakan ucarp
kedua disamakan dengan sistem pertama. 5. Aplikasi putty untuk melakukan remote
4.5 Simulasi Semua perangkat berkomunikasi
Setelah melakukan rancangan diatas penulis menggunakan switch dengan menggunakan
mencoba melakukan simulasi dengan desain settingan ip address 192.168.1.0/24. Berikut
topologi yang lebih kecil karena keterbatasan adalah tampilan aplikasi dummy SIA seperti
dari perangkat dan keterbatasan waktu gambar di bawah ini
penelitian. Untuk desain topologi yang penulis
gunakan untuk simulasi bisa dilihat pada
gambar berikut.
user
DNS

Database
Database utama kedua
Gambar 7. Tampilan aplikasi untuk simulasi

Setelah aplikasi terpasang dengan baik dan


Server aplikasi Server aplikasi kedua sudah bisa dioperasikan maka penulis
utama mencooba melakukan settingfailover
Gambar 6. Topologi simulasi menggunakan ucarp.
Untuk menjalankan metode failover penulis
Penulis menggunakan empat Server, satu pc menggunakan alat bantu yaitu ucarp yang ada
untuk melakukan simulasi, satu unit pc, satu pada sistem operasi Linux ubuntu 14.04. Disini
unit swih spesifikasi masing-masing perangkat penulis memasang ip address ucarp dengan ip
yaitu 192.168.1.250 dan menggunakan dns
1. Untuk Server aplikasi memiliki tipe yang www.tesis.com dapat dilihat pada gambar di
sama yaitu: bawah ini
a. Processor intel xeon E5506 4C/4T 2.13
GHz 4 MB
b. Ram DDR3 1333 MHz PC3-10600 rg
2x2 GB
c. 2 x HD SAS 6G 146 GB
d. 2 x Ethernet 100 Mbps
2. Untuk dua Serverdatabase-nya juga
memiliki spesifikasi yang sama yaitu:
a. Processor intel xeon E5506 4C/4T 2.13 Gambar 8.Command prompt ip ucarp
GHz 4 MB
b. Ram DDR3 1333 MHz PC3-10600 rg Penulis coba menggunakan alat bantu yang
2x2 GB ada pada Microsoft windows yaitu command
c. 2 x HD SAS 6G 146 GB prompt dengan memasukan perintah ping
d. 2 x HD SATA 3G 500GB www.tesis.com untuk mengetahui berapa ip
3. Untuk komputernya memiliki spisifikasi address dari DNS (Domain Name
a. Processor intel core 2 duo Server)www.tesis.com, didapatkan ip address
b. Ram 2 GB DDR2 dari www.tesis.com itu 192.168.1.250 untuk
c. HDD 320 GB lebih jelasnya bisa dilihat pada Gambar 8.
4. Switch 24 port setelahfailover sudah running maka penulis
Dan untuk spisifikasi softwarenya yang melanjutkan dengan men-settingmirroring
digunakan adalah: database-nya. Disini penulis menggunakan
mirroring database dua arah agar database
keduanya tetap sama datanya. Agar tidak

Boy Yuliadi: Rancangan Disaster Recovery …. 31-39 ISSN 1979-9160


JURNAL TEKNIK INFORMATIKAVOL. 9 NO. 1, APRIL 2016 | 38

terjadi resiko data yang berbeda maka penulis Hasil pengujian dapat dilihat pada tabel berikut
menggunakan metode mirroring dua arah. bisa ini.
dilihat pada Gambar 9 dibawah ini. 4.6.1.2 Pengujian menggunakan FGD
Pengujian kedua yang penulis lakukan yaitu
dengan menggunakan FGD untuk dapat
mengetahui kebutuhan fungsional yang dibuat
apakah sudah sesuai harapan.
a. Karateristik koresponden
Responden sebagai informan dalam FGD
yang dilakukan dalam penelitian ini adalah
sebagai berikut:
Tabel 2.Responden Focus Group Discussion
Nama Jabatan Lama Pendidikan
bekerja
Mujiono Direktur 5 tahun S2
Sadikin Informasi dan
Gambar 9. Tes komunikasi ke Server utama ST., MT. Teknologi
Arif Rifai Kepala Pusat 2 tahun S1
Setelah dicek komunikasi ke Server utama Pengembangan
putus maka skenario selanjutnya kita mencoba Sistem
mengakses www.tesis.com untuk mengetahui Informasi
apakah failover yang telah dibuat bekerja Muhamm Kepala Pusat 3 tahun S2
dengan baik, untuk lebih jelas bisa dilihat pada ad Rifqi, Operasioanal
gambar di bawah ini. Mkom Support Sistem
Informasi
Arief Kepala Sub 10 tahun S1
Prabowo, Bagian
ST Jaringan
Komputer

b. Proses pelaksanaan FGD


Kegiatan FGDdihadiri oleh 4 peserta
sebagai responden, dari bagian pusat
operasional support sistem informasi dua
Gambar 10. Akses ke www.tesis.com orang, dari bagian pusat pengembangan sistem
informasi sebanyak satu orang, dan dari
Ternyata www.tesis.com tetap bisa diakses direktur informasi teknologi satu orang.
walaupun Server utama tidak ada koneksi Berdasarkan uji coba yang dilakukan oleh
network. Penulis mencoba melakukan responden, maka diperoleh hasil pengujian
penelusuran kenapa www.tesis.com tetap bisa terhadap fungsional sistem berdasarkan
diakses, dengan cara menjalan kan perintah kebutuhan pengguna.
ping ke www.tesis.com dan hasil yang di dapat c. Hasil pengujian validasi
ip address mengarah kepada ip address ucarp. Berdasarkan FGD, selanjutnya dapat
4.6 Evaluasi dan analisis simulasi direkapitulasi hasil pengujian dari responden
Setelah melakukan simulasi penulis dalam FGD terlampir.
melakukan langkah berikutnya yaitu dengan 1. Hasil pengujian validasi spesifikasi
mengevaluasi simulasi yang dilakukan. Penulis kebutuhan fungsional.
melakukan Evaluasi dengan metode black box a. Hasil pengujian validasi jenis pengguna
dan FGD (Fokus Grup Diskusi) pada simulasi Direktur
yang dilakukan sebelumnya. Pengujian validasi untuk jenis
4.6.1 Pengujian simulasi pengguna Direktur dilakukan oleh satu
4.6.1.1 Pengujian black box responden sebagai informan adalah
Pengujian peratama dilakukan dengan Direktur IT.
metode black box, pengujian yang berfokus b. Hasil pengujian validasi jenis pengguna
pada fungsionalitas dari penilitian yang dibuat. kepala divisi

Boy Yuliadi: Rancangan Disaster Recovery …. 31-39 ISSN 1979-9160


39 | JURNAL TEKNIK INFORMATIKAVOL. 9 NO. 1, APRIL 2016

Pengujian validasi untuk jenis satu objek penelitian, agar mendapatkan


pengguna kepala divisi dilakukan oleh hasil yang lebih baik dalam pembuatan
dua responden sebagai informan DRP untuk instansi pendidikan.
adalah kepala pusat support sistem
informasi dan kepala pusat DAFTAR PUSTAKA
pengembangan sistem. [1]Barnes, James C. A Guide to Business
c. Hasil pengujian validasi jenis pengguna Continuity Planning. John Wiley & Sons,
kepala sub bagian 2001.
Pengujian validasi untuk jenis [2]Fulmer, Kenneth L, Business Continuity
pengguna kepala sub bagian dilakukan Planning: A Step-by-StepGuide with
oleh saturesponden sebagai informan Planning Forms, Third Edition. Rothstein
adalah kepala sub bagian jaringan. Associates, 2005.
4.6.2 Analisis simulasi [3] Mohammad Faruq Afif, Tito Suryono
Berdasarkan hasil FGD, maka dapat “Implementasi Disaster Recovery Plan
disimpulkan bahwa DRP pada Universitas dengan sistem Fail Over menggunakan
Mercu Buana sudah sesuai dengan spesifikasi drbd dan Heartbeat pada data center fkip
kebutuhan fungsional yang dibutuhkan uns ”, Indonesian Jurnal on Networking
pengguna. Dengan request time obejektif tiga and Security (IJNS) 2013
detik dan request point obejektif sebesar 0 [4]Sila Wiyanti Putri; Pembangunan disaster
detik. recovery plan untuk sistem informasi
V.PENUTUP manajemen terintegrasi ITB, Tugas Akhir,
5.1 Kesimpulan 2008
Kesimpulan yang di peroleh dari [5] Rendra Towidjojo, Konsep &
pembahasan DRP menggunakan Implementasi routing dengan router
sistemFailover dan mirroringdatabase adalah mikrotik, 2012
sebagai berikut:
1. Dengan dibuatnya penelitian ini maka
Universitas Mercu Buana dapat melakukan
recovery sistemnya bila terjadi bencana.
2. Penelitian ini bisa melakukan perencanaan
pembangunan DRP pada Universitas
Mercu Buanakedepannya.
3. Dari hasil simulasi yang penulis buat
didapatkan bahwa sistem failover yang
digunakan berhasil. Hal ini dilihat pada
transaksi tetap bisa berjalan walaupun
Server utama down. Begitu juga dengan
sistem mirroring nya bisa dikatakan
sukses. Dilihat pada database pada Server
utama dan Server kedua tetap sama
walaupun salah satu Server ada yang
down.
5.2 Saran
Berdasarkan penelitian yang telah
dilakukan, maka beberapa hal yang disarankan
sebagai berikut:
1. Di kemudian hari ruang lingkup penelitian
ini dapat di kembangkan lebih luas sampai
keseluruh prosedur, sumber daya manusia
dan lainnya.
2. Pengembangan dari DRP berikutnya bisa
menyesuaikan dengan teknologi informasi
yang terbaru.
3. Pada penelitian berikutnya sampel institusi
pendidikannya diharapkan bisa lebih dari

Boy Yuliadi: Rancangan Disaster Recovery …. 31-39 ISSN 1979-9160