Anda di halaman 1dari 12

Proses Metabolisme Protein

Matabolisme adalah segala proses kimia yang terjadi di dalam tubuh makhluk hidup.Proses
metabolisme terbagi menjadi dua yaitu Anabolisme dan Katabolisme. Anabolismeadalah proses
sintesis molekul kimia kecil menjadi besar yang mebutuhkan energi (ATP).Katabolisme adalah
proses penguraian molekul besar menjadi molekul kecil yangmelepaskan energi (ATP).

Proses metabolisme proteinAsam amino yang dibuat dalam hati, maupun yang dihasilkan dari
proses katabolisme protein dalam hati, dibawa oleh darah kedalam jaringan untuk digunakan
proses anabolikmaupun katabolik juga terjadi dalam jaringan diluar hati. Asam amino yang
terdapatdalam darah berasal dari tiga sumber, yaitu absorbsi melalui dinding usus,
hasil penguraian protein dalam sel dan hasil sintesis asam amino dalam sel. Banyaknya
asamamino dalam darah tergantung keseimbangan antara pembentukan asam amino
dan penggunaannya. Hati berfungsi sebagai pengatur konsentrasi asam amino dalam darah.

Dalam tubuh kita, protein mengalami perubahan- perubahan tertentu dengankecepatan yang
berbeda untuk tiap protein. Protein dalam darah, hati dan organ tubuhlain mempunyai waktu
paruh antara 2,5 sampai 10 hari. Rata-rata tiap hari 1,2
gram protein per kilogram berat badan diubah menjadi senyawa lain. Ada tiga kemungkinanmek
anisme perubahan protein, yaitu :1) Sel-sel mati, lalu komponennya mengalami
proses penguraian atau katabolisme dandibentuk sel- sel baru. Protein dalam makanan diperlukan
untuk menyediakan asamamino yang akan digunakan untuk memproduksi senyawa nitrogen
yang lain, untukmengganti protein dalam jaringan yang mengalami proses penguraian dan
untukmengganti nitrogen yang telah dikeluarkan dari tubuh dalam bentuk urea.2) Masing-masing
protein mengalami proses penguraian dan terjadi sintesis protein baru, tanpa ada sel yang mati.
Protein dari makanan diuraikan lagi dengan proses dimulaidari proses pencernaan di mulut
sampai di usus halus, dilanjutkan dengan prosesmetabolisme asam amino. Yaitu sebagian besar
zat makanan yang mengandung proteindipecahkan menjadi molekul-molekul yang lebih kecil
terlebih dahulu sebelumdiabsorpsi dari saluran pencernaan.3) Protein dikeluarkan dari dalam
sel diganti dengan sintesis protein baru.Protein dalam makanan dicerna dalam lambung dan usus
di katabolisme menjadiasam amino yang diabsorbsi dan dibawa oleh darah. Protein diabsorpsi di
usus halus

dalam bentuk asam amino →

masuk darah. Dalam darah asam amino disebar keseluruhsel untuk disimpan. Asam amino
dalam darah di bawa ke hati menjadi asam aminodalam hati (ekstra sel), kemudian asam amino
tersebut ada yang di simpan dalam hati
(intra sel) dan sebagian dibawa oleh darah ke jaringan-jaringan tubuh. Jumlah asamamino dalam
darah tergantung dari jumlah yang diterima dan jumlah yang digunakan.Pada proses pencernaan
makanan, protein diubah menjadi asam amino oleh beberapareaksi hidrolisis serta enzim- enzim
yang bersangkutan. Enzim-enzim yang bekerja pada proses hidrolisis protein antara lain ialah
pepsin, tripsin, kimotripsin, karboksi peptidase,amino peptidase, tripeptidase dan
dipeptidase.Bila tubuh kekurangan protein maka asam amino ini diubah menjadi protein
dansebaliknya jika tubuh membutuhkan asam amino dari dalam tubuh maka protein dirombak
kembali menjadi asam amino. Dan asam amino ini juga berfungsi membentuksenyawa N lain
yang berfungsi untuk pembentukan sel-sel tubuh, senyawa nitrogen inimerupakan bagian utama
dari semu protein, enzim, dan proses metabolik yang disertakan pada sintesa dan perpindahan
energi.Keseimbangan nitrogen tubuh dikatakan positif bila N masuk tubuh > N yang keluardari
tubuh berarti sintesis protein lebih besar dari pada katabolismenya, terjadi misalnya pada
masa penyembuhan, masa pertumbuhan, masa hamil. Keseimbangan nitrogen yangnegatif berarti
katabolisme protein > sintesisnya, terjadi misalnya pada waktu kelaparan,sakit keseimbangan
nitrogen yag setimbang terdapat pada orang dewasa normal dansehat

Faktor yang mempengaruhi protein

Protein dapat digolongkan berdasarkan struktur susunan molekul, kelarutan, keberadaan senyawa
lain dalam molekul, tingkat degradasi, dan fungsinya.
Struktur susunan molekul
– Protein fibriler/skleroprotein adalah protein yang berbentuk serabut. Protein ini tidak larut
dalam pelarut-pelarut encer, baik larutan garam, asam, basa, ataupun alkohol. Berat molekulnya
yang besar belum dapat ditentukan dengan pasti dan sukar dimurnikan. Susunan molekulnya
terdiri dari rantai molekul yang panjang sejajar dengan rantai utama, tidak membentuk kristal
dan bila rantai ditarik memanjang, dapat kembali pada keadaan semula. Kegunaan protein ini
terutama hanya untuk membentuk struktur bahan dan jaringan. Kadang-kadang protein ini
disebut albuminoid dan sklerin. Contoh protein fibriler adalah kolagen yang terdapat pada tulang
rawan, myosin pada otot, keratin pada rambut, fibrin pada gumpalan darah.
– Protein globuler/sferoprotein yaitu protein yang berbentuk bola. Protein ini banyak terdapat
pada bahan pangan seperti susu, telur, dan daging. Protein ini larut dalam larutan garam dan
asam encer, juga lebih mudah berubah di bawah mengaruh suhu, konsentrasi garam, pelarut
asam, dan basa dibandingkan protein fibriler. Protein ini mudah terdenaturasi, yaitu susunan
molekulnya berubah yang diikuti dengan perubahan sifat fisik dan fisiologisnya seperti yang
dialami oleh enzim dan hormon.

Kelarutan
Menurut kelarutannya, protein globuler dapat dibagi dalam beberapa grup, yaitu albumin,
globulin, glutelin, prolamin, histon dan protamin.
a. Albumin: larut dalam air dan terkoagulasi oleh panas. Contohnya albumin telur, albumin
serum, dan laktalbumin dalam susu.
b. Globulin: tidak larut dalam air, terkogulasi oleh panas, larut dalam larutan garam encer, dan
mengendap dalam larutan garam konsentrasi tinggi (salting out).
c. Glutelin: tidak larut dalam pelarut netral tetapi larut dalam asam atau basa encer. Contohnya
glutelin dalam gandum dan orizenin dalam beras.
d. Prolamin atau gliadin: larut dalam alkohol 70-80% dan tak larut dalam air maupun alkohol
absolut. Contohnya gliadin dalam gandum, hordain dalam barley, dan zein pada jagung.
e. Histon: larut dalam air dan tidak larut dalam amonia encer. Histon dapat mengendap dalam
pelarut protein lainnya. Histon yang terkoagulasi karena pemanasan dapat larut lagi dalam
larutan asam encer. Contohnya globin dalam hemoglobin
f. Protamin: adalah protein paling sederhana dibandingkan protein-protein lain. Protein ini larut
di dalam air dan tidak terkoagulasi oleh panas. Larutan protamin dapat mengendapkan protein
lain, bersifat basa kuat, dan dengan asam kuat membentuk garam kuat. Contohnya salmin dalam
ikan salmon, klupein dalam ikan herring, skombin (scombin) pada ikan mackerel, dan siprinin
(cyprinin) pada ikan karper.

Protein Konjugasi
Protein yang mengandung senyawa lain yang nonprotein disebut protein konjugasi, sedangkan
protein yang tidak mengandung senyawa nonprotein disebut protein sederhana. Ada bermacam-
macam protein konjugasi, yang perbedaannya terletak pada senyawa nonprotein yang bergabung
dengan molekul proteinnya.
a. Nukleoprotein merupakan jenis protein konjugasi yang tersusun oleh protein dan asam nuklet.
Protein jenis ini terdapat pada inti sel dan kecambah biji-bijian.
b. Glikoprotein merupakan jenis protein konjugasi yang tersusun oleh protein dan karbohidrat.
Protein ini terdapat pada musin pada kelenjar ludah, tendomusin pada tendon dan hati.
c. Fosfoprotein merupakan jenis protein konjugasi yang tersusun oleh protein dan fosfat yang
mengandung lesitin. Protein ini terdapat pada kasein susu dan vitelin atau kuning telur.
d. Kromoprotein (metalprotein) yaitu jenis protein konjugasi yang terusun oleh protein dan
pigmen (ion logam). Protein ini terdapat pada hemoglobin.
e. Lipoprotein yaitu jenis protein konjugasi yang tersusun atas protein dan lemak. Protein ini
terdapat pada serum darah, kuning telur, susu dan darah.

FUNGSI PROTEIN BAGI TUBUH MANUSIA

Fungsi protein sangat penting untuk tubuh manusia setidaknya ada 7 fungsi utamadari protein
untuk manusia yang menopang kehidupan. Perlu diketahui Protein adalahmolekul yang sangat
penting dalam sel yang berada pada tubuh kita. Protein dibutuhkanhampir di semua sel tubuh
manusia. Setiap protein dalam tubuh memiliki fungsi tertentu.Protein memiliki peran yang
berbeda antar yang satu dengan yang lainnya. Ada
yang berperan untuk gerakan tubuh dan untuk antibodi terhadap kuman. Protein bervariasi dalam
struktur serta fungsi. Mereka dibangun dari satu set 20 asam amino dan memiliki bentuk
tigadimensi yang berbeda. Berikut adalah daftar dari beberapa jenis protein dan
fungsinya.Meskipun bermacam-macam fungsi dari protein tubuh, dapat disimpulkan pada
satunomor besar dari perbedaan jenis-jenis protein, setengah dari protein tubuh berisi
hanyaempat yaitu struktur protein kolagen, actin, dan myosin, dan juga protein transportasi
oksigenyaitu hemoglobin.Protein tubuh didistribusikan ke berbagai organ, dengan jumlah
terbanyak (kurang-lebih 40%) dalam jaringan otot. Dalam penambahan untuk daya penggerak
dan bekerja, otot protein juga mengandung asam amino yang dapat dimobilisasi saat terjadi
stress. Otot proteintidak memiliki bentuk yang berbeda, seperti glikogen, atau lemak, dan
kekurangan otot protein akan berdampak pada fungsi protein.Fungsi jaringan otot adalah
memberikan prioritas yang lebih rendah dari padaterhadap fungsi jaringan perut, seperti hati dan
usus, yang kandungan proteinnya kurang lebih10%. dan Sekitar 30% dari protein tubuh ini
terdapat dalam kulit, darah, dan kedua lesi kulitdan dampak anemia berpengaruh terhadap
kekurangan protein. Beberapa protein sepertikolagen akan dihancurkan jika terjadi masa
kekurangan nutrisi pada tubuh, hal ini terjadi bukan dikarenakan protein kurang penting tetapi
jenis protein tersebut sangat mudah rusa.

Fungsi protein memang sangat banyak sekali, berikut adalah fungsinya bagi tubuhmanusia yang
sangat vital untuk menunjang segala sendi kehidupan tubuh.

1.Pembentukan otot dan sel-sel di dalam tubuhFungsi utama protein adalah untuk pembentukan
otot dan sel-sel di dalam tubuh.Banyak atlit binaraga yang menjadikan protein sebagai menu
utama makanan mereka.Karena protein dapat membuat otot tetap tumbuh kembang. Apabila otot
yangterbentuk tetap terpiara dengan baik, maka ia akan membantu tubuh
memaksimalkan pembakaran lemak sehingga berat badan tetap seimbang.

2.Sebagai enzim, Hampir semua reaksi biologis dipercepat atau dibantu oleh suatu
senyawamakromolekul spesifik yang disebut enzim; dari reaksi yang sangat sederhana
sepertireaksi transportasi karbon dioksida sampai yang sangat rumit seperti reaksi
kromoson.Hamper semua enzim menunjukan daya kualitik yang luar biasa, dan biasanya
dapatmempercepat reaksi sampai beberapa juta kali. Sampai kini lebih dari seribu enzimtelah
dapat diketahui sifat-0sifatnya dan jumlaha tersebut terus bertambah. Protein besar peranannya
terhadap perubahan-perubahan kimia dalam sistem biologis.

3.Protein untuk hormonProtein Hormonal merupakan protein yang membantu aktivitas dan
kegiatandan mengkoordinasikan tubuh tertentu. Contoh dari protein ini adalah termasukinsulin,
oksitosin, dan somatotropin. Insulin mengatur metabolisme glukosa denganmengendalikan gula
darah dalam tubuh manusia. Oksitosin diperlukan untukmerangsang kontraksi pada wanita saat
akan melahirkan. Somatotropin adalahhormon pertumbuhan yang merangsang produksi protein
dalam sel otot.

4.Alat pengangkut dan alat penyimpanBanyak molekul dengan Berat molekul serta beberapa ion
dapat diangkut ataudipindahkan oleh protein-protein tertentu. Misalnya hemoglobin mengankut
oksigendalam eritosit, sedang mioglobin mengankut oksigwn dalam otot. Ion besi diangkutdalam
plasma darah oleh transferin dan disimpan dalam hati sebagai kompleksdengan feritin, suatu
protein yang berbeda dengan transferin.

5.Pengatur pergerakanProtein merupakan komponen utama daging; gerakan otot terjadi karena
adanya duamolekul protein yang saling bergeseran. Pergerakan flagella sperma disebabkan
oleh protein.

6.Penunjang mekanisKekuatan dan daya tahan robek kulit dan tulang disebabkan adanya
kolagen, suatu protein berbentuk bulat panjang dan mudah membentuk serabut.

7.Pertahanan tubuh/ImunisasiProtein memegang peran utama dalam hal kekebalan tubuh.


Disebutkan olehUniversity of California, Los Angeles bahwa mereka yang mengonsumsi
proteinterlalu sedikit akan jauh lebih mudah terserang penyakit. Dan perlu diketahui bahwasel
darah putih terbuat dari protein. Sel darah putih ini sendiri dapat membantumencegah serangan
virus dan bakteri di dalam darah.

Beberapa jenis protein yang diperoleh dari susu dan whey juga berfungsimeningkatkan
glutathione, yang berperan sebagai antioksidan dan memerangi bakteriserta virus.

8.Media perambatan impuls syarafProtein yang mempunyai fungsi ini biasanya berbentuk
resepotr; misalnya rodopsin,suatu protein yang bertindak sebagai reseptor/penerima warna atau
cahaya pada sel-sel mata.
9.Pengendalian pertumbuhanProtein ini bekerja sebagai reseptor (dalam bakteri) yang dapat
mempengaruhi fungsi-fungsi bagain DNA yang mengatur sifat dan karakter bahan.

10.Protein kontraktilProtein jenis ini berfungsi untuk gerakan pada tubuh manusia, contoh
dari protein ini adalah aktin dan myosin, protein ini memiliki fungsi dan berperan dalamkontraks
i otot dan gerakan tubuh. Protein juga sering di sebutkan sebagai salah satudalam program diet
sehat tanpa obat yang aman dan alami.

11.Menyeimbangkan produksi hormonSalah satu bahan untuk memproduksi hormon adalah


protein. Fungsi proteindi sini adalah menunjang proses sekresi, dan membantu pelepasan hormon
padatubuh, termasuk hormon testeosterone serta hormon pertumbuhan.

Proses Metabolisme Lemak

Secara ringkas, hasil akhir dari pemecahan lipid dari makanan adalah asam lemak dan
gliserol. Jika sumber energi dari karbohidrat telah mencukupi, maka asam lemak
mengalami esterifikasi yaitu membentuk ester dengan gliserol menjadi trigliserida
sebagai cadangan energi jangka panjang. Jika sewaktu-waktu tidak tersedia sumber
energi dari karbohidrat barulah asam lemak dioksidasi, baik asam lemak dari diet maupun
jika harus memecah cadangan trigliserida jaringan. Proses pemecahan trigliserida ini
dinamakan lipolisis.2

Proses oksidasi asam lemak dinamakan oksidasi beta dan menghasilkan asetil KoA.
Selanjutnya sebagaimana asetil KoA dari hasil metabolisme karbohidrat dan protein,
asetil KoA dari jalur inipun akan masuk ke dalam siklus asam sitrat sehingga dihasilkan
energi. Di sisi lain, jika kebutuhan energi sudah mencukupi, asetil KoA dapat mengalami
lipogenesis menjadi asam lemak dan selanjutnya dapat disimpan sebagai trigliserida.

Beberapa lipid non gliserida disintesis dari asetil KoA. Asetil KoA mengalami
kolesterogenesis menjadi kolesterol. Selanjutnya kolesterol mengalami steroidogenesis
membentuk steroid. Asetil KoA sebagai hasil oksidasi asam lemak juga berpotensi
menghasilkan badan-badan keton (aseto asetat, hidroksi butirat dan aseton). Proses ini
dinamakan ketogenesis. Badan-badan keton dapat menyebabkan gangguan keseimbangan
asam-basa yang dinamakan asidosis metabolik. Keadaan ini dapat menyebabkan
kematian.2

Oksidasi asam lemak jenuh (oksidasi beta asam lemak)


Lemak dalam tubuh tidak hanya berasal dari makanan yang mengandung lemak,
tetapi dapat pula berasal dari karbohidrat dan protein. Hal ini dapat terjadi karena ada
hubungan antara metabolisme karbohidrat, lemak, protein atau asam amino. Asam lemak
yang terjadi pada proses hidrolisis lemak, mengalami proses oksidasi dan menghasilkan
asetil-KoA. Berikut ini adalah tahap-tahap reaksi:

1. Pembentukan asil-KoA dari asam lemak berlangsung dengan katalis enzim asil-KoA
sintase (tiokinase).3 Mula asam lemak bereaksi dengan ATP dan enzim membentuk
kompleks enzim-asiladenilat. Molekul asilaadenilat terdiri atas gugus asil yang
berikatan dengan gugus fosfat pada AMP. Molekul ATP dalam reaksi ini diubah
menjadi AMP dan pirofosfat. Kemudian asil AMP bereaksi dengan koenzim A
membentuk asil-KoA. Pirofosfat dengan segera terhidrolisis menjadi 2 gugus fosfat.
Setelah menjadi bentuk aktif, asil-KoA dikonversikan oleh enzim karnitin
palmitoil transferase I yang terdapat pada membran eksterna mitokondria menjadi
asil karnitin. Setelah menjadi asil karnitin, barulah senyawa tersebut bisa menembus
membran interna mitokondria.1,3 Pada membran interna mitokondria terdapat
enzim karnitin asil karnitin translokase yang bertindak sebagai pengangkut asil
karnitin ke dalam dan karnitin keluar. Asil karnitin yang masuk ke dalam mitokondria
selanjutnya bereaksi dengan KoA dengan dikatalisir oleh enzim karnitin
palmitoiltransferase II yang ada di membran interna mitokondria menjadi Asil
Koa dan karnitin dibebaskan. Asil KoA yang sudah berada dalam mitokondria ini
selanjutnya masuk dalam proses oksidasi beta

2. Reaksi kedua ialah pembentukan enoil-KoA dengan cara oksidasi. Enzim asil-KoA
dehidrogenase berperan sebagai katalis dalam reaksi ini. Koenzim yang dibutuhkan
dalam reaksi ini ialah FAD yang berperan sebagai akseptor hydrogen. Dua molekul
ATP dibentuk untuk tiap pasang elektron yang ditransportasikan dari molekul FADH2
melalui transpor elektron.
3. Reaksi ketiga, enzim enoil-KoA hidratase merupakan katalis yang menghasilkan L-
hidroksiasil koenzim A. Reaksi ini ialah reaksi hidrasi terhadap ikatan rangkap antara
C-2 dan C-3.

4. Reaksi keempat adalah reaksi oksidasi yang mengubah hidroksiasil-KoA menjadi


ketoasil-KoA. Enzim L-hidroksiasil koenzim A dehidrogenase merupakan katalis
dalam reaksi ini dan melibatkan NAD yang direduksi menjadi NADH. Proses
oksidasi kembali NADH ini melalui transpor elektron menghasilkan 3 ATP.

5. Tahap kelima adalah reaksi pemecahan ikatan C – C, sehingga menghasilkan asetil-


KoA dan asil-KoA yang mempunyai jumlah atom C yang dua buah lebih pendek dari
molekul semula.
Asil-KoA yang terbentuk pada reaksi tahap 5, mengalami metabolisme lebih lanjut
melalui reaksi tahap 2 hingga tahap 5 dan demikian seterusnya sampai rantai C pada
asam lemak terpecah menjadi molekul-molekul asetil-KoA. Selanjutnya asetil-KoA
dapat teroksidasi menjadi CO2 dan H2O melalui siklus asam sitrat atau digunakan
untuk reaksi-reaksi yang memerlukan asetil-KoA.3
Gambar 15 oksidasi beta dan siklus asam sitrat1

Oksidasi asam lemak tidak jenuh


Seperti pada asam lemak jenuh, tahap pertama oksidasi asam lemak tidak jenuh adalah
pembentukan asil-KoA. Selanjutnya molekul asil-KoA dari asam lemak tidak jenuh
tersebut mengalami pemecahan melalui proses β oksidasi seperti molekul asam lemak
jenuh, hingga terbentuk senyawa –sis-sis-asil KoA atau trans-sis-asil KoA, yang
tergantung pada letak ikatan rangkap pada molekul tersebut.

Sintesis Asam Lemak


Sintesis asam lemak bukan berarti kebalikan dari jalur penguraian asam lemak,
artinya pembentukan asam lemak sebagian besar berlangsung melalui jalur metabolik
lain, walaupun ada sebagian kecil asam lemak yang dihasilkan melalui kebalikan dari
reaksi penguraian asam lemak di dalam mitokondria. 3
Pada hakikatnya, sintesis asam lemak berasal dari asetil-KoA. Enzim yang bekerja
sebagai katalis adalah kompleks enzim-enzim yang terdapat pada sitoplasma, sedangkan
enzim pemecah asam lemak terdapat di mitokondria. Reaksi awal adalah karboksilasi
asetil-KoA menjadi malonil-KoA. Reaksi ini melibatkan HCO3- dan energi dari ATP.
Dalam sintesis malonil-KoA ini, malonil-KoA karboksilase yang mempunyai gugus
prostetik biotin sebagai katalis. Reaksi pembentukan malonil-KoA sebenarnya terdiri dari
2 reaksi sebagai berikut:
1. Biotin terikat pada suatu protein yang disebut protein pengangkut karboksilbiotin.
Biotin karboksilase adalah enzim yang bekerja sebagai katalis dalam reaksi
karboksilasi biotin.
2. Reaksi kedua ialah pemindahan gugus karboksilat kepada asetil-KoA yang
dikatalis oleh transkarboksilase.
Tahap berikutnya dalam sintesa asam lemak adalah pembentukan asetil ACP dan
malonil ACP, dengan katalis asetiltransasilase dan maloniltransasilase. Asam lemak
dengan jumlah atom C ganjil disintesis berawal dari propionil ACP. Asetil ACP dan
malonil ACP bereaksi membentuk asetoasetil ACP, dengan enzim asil-malonil ACP
kondensase sebagai katalis. Pada reaksi kondensasi ini, senyawa 4 atom C dibentuk dari
senyawa 2 atom C dengan senyawa 3 atom C dan CO2 dibebaskan. Tahap selanjutnya
ialah reduksi gugus keto pada C nomor 3, dari asetoasetil ACP menjadi 3-hidroksi butiril
ACP dengan ketoasil ACP reduktase sebagai katalis. Kemudian 3-hidroksi butiril ACP
diubah menjadi krotonil ACP dengan pengeluaran molekul air (dehidrasi).3
Enzim yang bekerja pada reaksi ini ialah 3-hidroksi asil ACP dehidratase. Reaksi
terakhir dari putaran pertama sintesis asam lemak ialah pembentukan butiril ACP dari
krotonil ACP dengan perpanjangan rantai C ini telah mengubah asetil-KoA menjadi
butiril ACP. Putaran kedua pada proses perpanjangan rantai C dimulai dengan reaksi
butiril ACP dengan malonil ACP dan seterusnya seperti reaksi-reaksi pada putaran
pertama. Demikian setelah beberapa putaran maka asam lemak terbentuk pada reaksi
terakhir yaitu hidrolisis asil ACP menjadi asam lemak dan ACP.

Gambar sintesis asam lemak

Manfaat lemak bagi tubuh


Lemak merupakan nutrisi yang berfungsi sebagai:
 Sumber cadangan energi yang disimpan dalam tubuh
 Media untuk transportasi beberapa vitamin yg larut dalam lemak (vitamin A, D,E, dan K)
 Membantu menekan lasa rapar dengan mekanisme memperlambat pengosongan pada
lambung sehingga rasa kenyang dapat bertahan lebih lama.
 Merupakan zat gizi yang menambah citarasa pada makanan
 pembentukan sel,
 sumber asam lemak esensial,
 menghemat protein,
 sebagai pelumas, dan
memelihara suhu tubuh