Anda di halaman 1dari 9

PERENCANAAN PRAKTEK 1

TEKNOLOGI PANGAN
PEMBUATAN ABON IKAN TUNA

KELOMPOK 5 :

NAMA..............................NIM

PROGRAM STUDI S-1 TATA BOGA 2015


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA
TAHUN 2017/2018
LEMBAR KEGIATAN MAHASISWA ( LKM )
PEMBUATAN ABON IKAN TUNA

A. JUDUL PERCOBAAN

1. Pengaruh Jumlah sukun Terhadap Sifat Organoleptik Abon Ikan Tuna.

B. PERMASALAHAN
1. Bagaimana Pengaruh Jumlah sukun Terhadap Sifat Organoleptik Abon Ikan Tuna.

C. TUJUAN PERCOBAAN
Untuk mengetahui bagaimana pengaruh jumlah sukun terhadap sifat organoleptik
Abon Ikan Tuna.

D. TEORI
Abon merupakan salah satu jenis makanan awetan berasal dari daging (sapi,
kerbau, ikan laut) yang disuwir-suwir dengan bentuk serabut atau dipisahkan dari
seratnya. Di dalam pembuatan abon ditambahkan bumbu-bumbu selanjutnya
digoreng. Dalam SNI 01-3707-1995 disebutkan abon adalah suatu jenis makanan
kering berbentuk khas, dibuat dari daging, direbus, disayat-sayat, dibumbui, digoreng
dan dipres.
Abon ikan adalah produk olahan hasil perikanan yang dibuat dari daging ikan,
melalui kombinasi dari proses mengukus, memilah, dan menyuwir daging ikan
ditambahkan bumbu kemudian dilakukan penggorengan dan pengepresan.
Tuna adalah ikan laut pelagik yang termasuk bangsa Thunnini, terdiri dari
beberapa spesies dari famili skombride, terutama genus Thunnus. Ikan ini adalah
perenang andal (pernah diukur mencapai 77 km/jam). Tidak seperti kebanyakan ikan
yang memiliki daging berwarna putih, daging tuna berwarna merah muda sampai
merah tua. Hal ini karena otot tuna lebih banyak mengandung myoglobin dari pada
ikan lainnya. Beberapa spesies tuna yang lebih besar, seperti tuna sirip biru Atlantik
(Thunnus thynnus), dapat menaikkan suhu darahnya di atas suhu air dengan aktivitas
ototnya. Hal ini menyebabkan mereka dapat hidup di air yang lebih dingin dan dapat
bertahan dalam kondisi yang beragam. Kebanyakan bertubuh besar, tuna adalah ikan
yang memiliki nilai komersial tinggi.

Kandungan ikan tuna :

 Kalori
 Protein & Amino Acid
 Karbohidrat
 Vitamin
 Lemak & Mineral

Manfaat Ikan Tuna

Manfaat ikan tuna untuk kesehatan setidaknya sangat vital dan minimal ikan tuna
memiliki 10 manfaat yang sangat baik untuk kesehatan:

1. Sumber protein tubuh


2. Mencegah stroke
3. Tekanan darah tinggi
4. Menurunkan kadar trigliserida
5. Baik untuk kesehatan jantung
6. Mengurang, mencegah obesitas
7. Penyakit jantung
8. System imunitas tubuh
9. Sumber vitamin B
10. Mencegah kangker

Sukun adalah nama sejenis pohon yang berbuah. Buah sukun tidak berbiji dan
memiliki bagian yang empuk, yang mirip roti setelah dimasak atau digoreng. Karena
itu, orang-orang Eropa mengenalnya sebagai "buah roti" (Ingg.: breadfruit; Bld.:
broodvrucht, dll.).
Sukun sesungguhnya adalah kultivar yang terseleksi sehingga tak berbiji. Kata
"sukun" dalam bahasa Jawa berarti "tanpa biji" dan dipakai untuk kultivar tanpa biji
pada jenis buah lainnya, seperti jambu klutuk dan durian. "Moyangnya" yang berbiji
(dan karenanya dianggap setengah liar) dikenal sebagai timbul, kulur (bahasa Sunda),
atau kluwih (bahasa Jawa), kulu (bahasa Aceh), kalawi (Minang). Di daerah Pasifik,
kulur dan sukun menjadi sumber karbohidrat penting. Di sana dikenal dengan berbagai
nama, seperti kuru, ulu, atau uru. Nama ilmiahnya adalah Artocarpus altilis.

Kandungan Nutrisi Buah Sukun

Nilai gizi buah ini termasuk cukup tinggi. Berikut kumpulan nutrisi dan senyawa yang
terkandung dalam sukun.

 Karbohidrat  Sodium
 Protein  Kalsium
 Serat  Kalium
 Lemak  Tembaga
 Niacin  Magnesium
 Folates  Besi
 Pyridoxine  Mangan
 Thiamin  Selenium
 Riboflavin  Fosfor
 Vitamin A  Seng
 Vitamin E  Karoten-ß -
 Vitamin C  Lutein-zeaxanthin
 Vitamin K  Crypto-xanthin-ß

Khasiat Buah Sukun

1. Kaya kandungan serat


2. Kenyang lebih lama
3. Sumber omega 6 dan omega 3
4. Obat susah buang air besar
5. Makanan diet
6. Bagus untuk kecantikan
7. Sumber Antioksidan
8. Sumber vitamin dan mineral untuk rambut

E. HIPOTESIS

Ha = Banyaknya Jumlah sukun Berpengaruh Terhadap Hasil Jadi Abon Ikan Tuna.

Ho = Banyaknya Jumlah sukun Tidak Berpengaruh Terhadap Hasil Jadi Abon Ikan
Tuna.

F. MERENCANAKAN PERCOBAAN UNTUK MENGUJI HIPOTESIS

Pertanyaan Variabel Bebas Kata Variabel Objek


Penghubung Terikat

Bagaimana Banyaknya Terhadap Sifat Abon Ikan


Pengaruh Jumlah sukun Organoleptik Tuna

1. VARIABEL

a. Variabel Bebas :
Pengaruh jumlah sukun terhadap Abon Ikan Tuna.
b. Variabel Terikat :
Pengaruh sifat organoleptik (warna, aroma, rasa dan tekstur).
c. Variabel Kontrol :
Jumlah daging ikan, alat, waktu:
 Jumlah daging ikan tuna sebanyak 500 gram/ perlakuan.
 Alat yang digunakan dalam proses pembuatan Abon Ikan Tuna.
 Waktu dalam proses pembuatan Abon Ikan Tuna.
2. MERENCANAKAN BAHAN DAN ALAT

A. ALAT
No. Nama Bahan Jumlah

1. Timbangan 1 buah
2. piring 3 buah
3. Sutil 1 buah
4. Pisau 2 buah
5. Kom adonan 2 buah
6. Sendok 2 buah
7. Wadah plastic bertutup 2 buah
9. Panci 2 buah
10. Wajan 2 buah
11. blender 1 buah

B. BAHAN PEMBUATAN ABON RENDANG IKAN GABUS

NO BAHAN JUMLAH
1. Daging Ikan Tuna 500 gram
2. Bawang merah 30 g
3. Bawang putih 20 g
4. Gula merah 60 g
5. Garam 3g
6. Serai 1 btg
7. Daun jeruk 4 lbr
8. Ketumbar 2g
9. Lengkuas 4 cm
10. Daun salam 5 lembar
11. Jeruk nipis 5 ml
12. Santan kental 50 gram
13. Sukun 100 gram

3. LANGKAH KERJA :

1. Bersihkan ikan Tuna dari sisik, sirip dan isi perutnya. Lalu cuci bersih.
2. Siapkan risopan yang sudah panas. Lalu, Kukus ikan Tuna selama ± 20 menit, hingga
matang. Dinginkan.
3. Pisahkan daging ikan Tuna dari kulit dan duri.
4. Suwiri daging ikan Tuna yang telah dipisahkan dari kulitnya. Dengan menggunakan
garpu sampai halus.
5. Goreng sukun dan suwir halus.
6. Kupas dan cuci bahan bumbu. Haluskan bawang merah, bawang putih, cabe merah,
cabe rawit, lengkuas, jahe,kunyit, dan ketumbar. kemudian bumbu yang telah halus,
ditumis dengan minyak goreng hingga beraroma harum. Masukkan sukun yang telh di
kukus dan di suir, daun salam, sereh, tambahan santan kental, Gula pasir, gula merah,
asam jawa dan garam.
7. Selanjutnya, masukkan daging ikan Tuna yang telah dihaluskan. Aduk sampai bumbu
meresap.
8. Masak dengan api kecil selama ± 30 menit, untuk mendapatkan tekstur abon yang
baik. (catatan: 10 menit pertama, matikan api dan tunggu hingga abon kembali dalam
suhu ruang ± 23-25ºC, kemudian dipanaskan kembali. Hingga tahap ketiga)
9. Pres abon agar kadar minyak berkurang. Simpan dalam toples atau plastik yang
tertutup rapat.

PENGAMATAN PRAKTIKUM

Kriteria PERLAKUAN

P1 (............) P2(............) P3(............)


Warna

Aroma

Tekstur

Rasa
G. Analisis Data :

H. Kesimpulan :
I. Daftar Pustaka
1. http://tipsmembuatabon.blogspot.com/2012/08/cara-membuat-abon-ikan-aneka-
rasa.html
2. http://id.wikipedia.org/wiki/Tuna
3. http://manfaat.co.id/manfaat-ikan-tuna
4. http://id.wikipedia.org/wiki/Sukun_%28pohon%29
5. http://www.kesehatanpedia.com/2014/10/khasiat-buah-sukun.html