Anda di halaman 1dari 27

LIABILITAS JANGKA PENDEK

Makalah Diajukan untuk Memenuhi Tugas Kelompok

Mata Kuliah : Pengantar Akuntansi II

Disusun Oleh : Kelompok 2

Agest Mulyadi ()

Erna ()

Esteria Dhea ()

Fajri Setiawan ()

Lukman ()

Rizki Wahyudi ()

Silvy ()

Sri Cahyani (2014120893)

Zahra ()

Zulianita Kifli (2014121825)

Semester / Ruang : 2 / 317

FAKULTAS EKONOMI

PROGRAM STUDI EKONOMI AKUNTANSI S1

UNIVERSITAS PAMULANG
KATA PENGANTAR

Alhamdulillahirrabbilalamin, puji dan syukur penulis ucapkan kepada Allah SWT atas

rahmat dan karunia-Nya, penulis dapat menyelesaikan makalah ini yang berjudul “Liabilitas

Jangka Pendek”.

Penulis menghadapi hambatan dalam menyelesaikan makalah ini serta mendapatkan

bimbingan dari berbagai pihak. Oleh karena itu penulis mengucapkan terimakasih kepada

Bapak Hari Stiawan,SE.M.Ak, selaku dosen pembimbing mata kuliah Pengantar Akuntansi II

yang telah banyak memberikan bimbingan sehingga tugas ini dapat terselesaikan dengan

baik.

Penulis menyimpulkan bahwa makalah ini masih jauh dari kata sempurna. Penulis

mengharapkan adanya kritik serta saran untuk kesempurnaan tugas makalah ini dan

bermanfaat bagi penulis serta pembaca pada umumnya.

Pamulang, 9 Mei 2018

Penulis

ii
DAFTAR ISI

JUDUL ................................................................................................................................. i

KATA PENGANTAR ........................................................................................................ ii

DAFTAR ISI...................................................................................................................... iii

BAB I PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang ........................................................................................................1

1.2. Rumusan Masalah ...................................................................................................2

1.3. Tujuan Penulisan ....................................................................................................2

1.4. Manfaat Penulisan ..................................................................................................2

BAB II PEMBAHASAN

2.1. Pengertian Liabilitas .................................................................................................

2.2. Pengertian Liabilitas Jangka Pendek ........................................................................

2.3. Jenis-jenis Liabilitas Jangka Pendek ........................................................................

2.4. Utang Dagang ..........................................................................................................

2.5. Wesel Bayar ..............................................................................................................

2.6. Utang Bank Jangka Pendek ......................................................................................

2.7. Liabilitas Jangka Panjang yang Jatuh Tempo ...........................................................

2.8. Liabilitas Jangka Pendek Dibiayai Kembali ............................................................

2.9. Utang Dividen ..........................................................................................................

BAB III PENUTUP

3.1 Kesimpulan ................................................................................................................

3.2 Daftar Pustaka ............................................................................................................

iii
BAB 1

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Hutang merupakan salah satu sumber pembiayaan eksternal yang digunakan oleh

perusahaan untuk membiayai kebutuhan dananya. Dalam pengambilan keputusan akan

penggunaan hutang harus mempertimbangkan besarnya biaya tetap yang muncul dari

hutang berupa bunga yang akan menyebabkan semakin meningkatnya leverage keuangan

dan semakin tidak pastinya tingkat pengembalian bagi para pemegang saham biasa.

Berdasarkan latar belakang di atas, maka judul makalah ini adalah:

“Liabilitas Jangka Pendek”.

1.2. Rumusan Masalah

Dari latar belakang di atas penulis merumuskan masalah sebagai berikut:

“Bagaimana metode perhitungan Liabilitas Jangka Pendek?”

1.3. Tujuan Penelitian

Berdasarkan rumusan masalah diatas maka tujuan penelitian ini adalah untuk

mengetahui Metode Perhitungan Liabilitas Jangka Pendek.

1.4. Manfaat Penelitian

a. Bagi Penulis

Dapat memberikan pengetahuan secara relevan berkaitan dengan liabilitas

terutama liabilitas jangka pendek

1
b. Bagi Pembaca

Dengan adanya penelitian ini dapat menambah ilmu tentang Liabilitas khususnya

mengenai Liabilitas Jangka Pendek.

2
BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Liabilitas

Menurut FASB, liabilitas atau hutang adalah pengorbanan manfaat ekonomi masa

mendatang yang mungkin timbul karena kewajiban sekarang suatu entitas untuk

menyerahkan aktiva atau memberikan jasa kepada entitas lain di masa mendatang sebagai

akibat dari transaksi di masa lalu.

Liabilitas atau hutang adalah kewajiban kini entitas yang timbul dari peristiwa di masa

lalu yang penyelesaiannya diperkirakan mengakibatkan pengeluaran sumber daya entitas

(PSAK 57)

2.2 Pengertian Liabilitas Jangka Pendek

Liabilitas Jangka Pendek adalah hutang perusahaan kepada pihak ketiga yang harus

dilunasi dalam waktu kurang dari satu tahun.

Termasuk dalam klasifikasi liabilitas lancar, jika:

1. Menyelesaikan liabilitas tersebut dalam siklus operasi normalnya yaitu jangka

waktu antara perolehan asset untuk pemprosesan dan realisasinya dalam bentuk

kas atau setara kas.

2. Liabiilitas tersebut tujuannya adalah untuk diperdagangkan.

3. Jatuh tempo penyelesaian liablitias tersebut adalah dalam jangka waktu 12 bulan

setelah periode pelaporan; atau tidak memiliki hak tanpa syarat untuk menunda

penyelesaian liabilitas sealam sekurang-kurangnya 12 bulan setelah periode

pelaporan.

3
2.3 Jenis-jenis Liabilitas Jangka Pendek

Jenis-jenis liabilitas jangka pendek antara lain:

1. Utang usaha; atau utang dagang

2. Wesel bayar

3. Utang bank jangka pendek

4. Liabilitas jangka panjang yang akan jatuh tempo

5. Liabilitas jangka pendek yang didanai kembali

6. Utang dividen

7. Pendapatan diterima dimuka

8. Utang PPN / PPnBM

9. Utang pajak penghasilan

10. Utang gaji

11. Utang pajak pihak ketiga

2.4 Utang Dagang

Utang dagang (Account Payable) adalah jumlah yang belum dibayarkan atas barang atau

jasa yang telah diserahkan atau diselesaikan dari supplier.

Pada utang dagang terdapat perjanjian pembelian seperti 2/10, n/30 maksud dari

perjanjian pembelian tersebut adalah pembelian akan diberikan potongan 2% jika

dibayarkan dalam waktu 10 hari, dalam jangka waktu kredit 30 hari.

4
Contoh Soal:

PT. Kenanga tanggal 1 November 2013 membeli peralatan secara kredit sebesar

Rp.20.000.000, syarat pembelian 2/10,n/30.

Jurnalnya:

Tanggal Keterangan Debit Kredit

1 Nov 2013 Peralatan Rp. 20.000.000

Utang Dagang Rp. 20.000.000

*Mencatat pembelian peralatan secara kredit

Jika dilunasi pada tanggal 10 November 2013, dengan asumsi jika dilunasi dalam jangka

Waktu 10 hari akan mendapatkan potongan 2%

Tanggal Keterangan Debit Kredit

10 Nov 2013 Utang Dagang Rp. 20.000.000

Kas Rp.19.600.000

Potongan Pembelian Rp.400.000

*Potongan pembelian:

Rp. 20.000.000 x 2% = Rp.400.000

Jika dilunasi pada tanggal 15 November 2013, dengan asumsi tidak mendapat potongan.

Tanggal Keterangan Debit Kredit

1 Nov 2013 Utang Dagang Rp. 20.000.000

Kas Rp. 20.000.000

*Melunasi pembelian secara kredit tanpa potongan

5
2.5 Wesel Bayar

Wesel Bayar atau Notes Payable adalah janji untuk membayar sejumlah tertentu pada

waktu yang telah ditentukan.

Wesel bayar diterbitkan untuk melunasi utang atau pembayaran pembelian yang dapat

bersifat jangka pendek atau jangka panjang. Wesel bayar seringkali berbunga atau tidak

dapat berbunga, jika tidak berbunga maka diterbitkan dengan diskon.

Wesel Bayar - Berbunga

Contoh Soal:

PT. Kenanga melunasi utang dagang sebesar Rp.20.000.000 pada tanggal 1 Desember

2013 dengan menerbitkan wesel bayar 90 hari, bunga 12%/

Jurnal yang dicatat:

Tanggal Keterangan Debit Kredit

1 Des 2013 Utang Dagang Rp. 20.000.000

Wesel Bayar Rp. 20.000.000

*Mencatat transaksi wesel bayar

Mencatat beban bunga, dengan asumsi wesel bayar 90 hari bunga 12%

Tanggal Keterangan Debit Kredit

31 Des 2013 Beban Bunga Rp. 200.000

Utang Bunga Rp. 200.000

*Mencatat beban bunga

30/360 x 12% x Rp.20.000.000 = Rp. 200.000

6
Mencatat pelunasan wesel, tanggal 1 Maret 2014

Tanggal Keterangan Debit Kredit

1 Des 2X14 Beban Bunga Rp. 20.000.000

Utang Bunga Rp. 200.000

Beban Bunga Rp. 400.000

Kas Rp. 20.600.000

*Mencatat pelunasan wesel

Wesel Bayar – Tanpa Bunga

Contoh Soal:

PT. Kenanga melunasi utang dagang sebesar Rp. 20.000.000 pada 1Desember 2013 dengan

menerbitkan wesel bayar sebesar Rp. 22.400.000 jangka waktu 360 hari, tanpa bunga.

Tarif bunga efektif yang digunakan sebesar 12%

Tanggal Keterangan Debit Kredit

1 Des 2013 Utang Dagang Rp. 20.000.000

Wesel Bayar Rp. 20.000.000

*Mencatat transaksi wesel bayar

Mencatat beban bunga, dengan asumsi jangka waktu 360 hari tanpa bunga

Tanggal Keterangan Debit Kredit

31 Des 2013 Beban Bunga Rp. 200.000

Wesel Bayar Rp. 200.000

*Mencatat beban bunga

30/360 x 12% x Rp.20.000.000 = Rp. 200.000

7
Mencatat pelunasan wesel, tanggal 1 Desember 2014

Tanggal Keterangan Debit Kredit

1 Des 2014 Beban Bunga Rp. 2.200.000

Wesel Bayar Rp.2.200.000

Wesel Bayar Rp. 22.400.000

Kas Rp. 22.400.000

*Mencatat pelunasan wesel

2.6 Utang Bank Jangka Pendek

Utang Bank Jangka Pendek termasuk ke dalam klarifikasi sebagai liabilitas jangka pendek.

Pencacatan transaksi pada utang bank jangka pendek hampir sama dengan wesel bayar.

Biaya transaksinya akan menambah nilai utang dan provisi akan mengurangi nilai utang.

Terdapat bunga dan tingkat suku bunga akan dihitung ulang untuk memperoleh tarif bunga

efektif. Tarif bunga efektif tersebut digunakan untuk menghitung bunga.

Contoh Soal:

PT. Kenanga pada 1 Oktober 2013 menerima utang dari Bank Permata sebesar Rp.

100.000.000 dipotong biaya provisi 4%. Tingkat suku bunga sebesar 15%. Bunga dan pokok

dibayar saat jatuh tempo.

Jurnal:

Tarif bunga efektif yang digunakan sebesar 19,79%

Tanggal Keterangan Debit Kredit

1 Okt 2013 Kas Rp. 96.000.000

Utang Bank Rp. 96.000.000

*Mencatat transaksi utang bank jangka pendek

8
Mencatat beban bunga

Tanggal Keterangan Debit Kredit

31 Des 2013 Beban Bunga Rp. 4.750.000

Utang Bunga Rp. 4.750.000

*Mencatat beban bunga

3/12 x 19,79% x Rp.96.000.000 = Rp. 4.750.000

Mencatat pelunasan utang bank, tanggal 1 Oktober 2X14

Tanggal Keterangan Debit Kredit

1 Okt 2014 Beban Bunga Rp. 14.250.000

Utang Bunga Rp. 4.750.000

Utang Bank Rp. 96.000.000

Kas Rp. 115.000.000

*Mencatat pelunasan utang bank

2.7 Liabilitas Jangka Panjang Yang Akan Jatuh Tempo

Liabilitas jangka panjang yang akan jatuh tempo periode berikutnya atau current portion of

longterm liability adalah liabilitas jangka panjang yang akan dilunasi periode berikutnya

diklasifikasikan menjadi liabilitas jangka pendek, kecuali:

1. Dilunasi dengan akumulasi dana yang tidak diklasifikasikan sebagai aset lancar

2. Dibiayai kembali atau dilunasi dengan penerbitan liabilitas jangka panjang yang baru

3. Dikonversi menjadi saham

9
Liabilitas jangka panjang walaupun akan jatuh tempo tetap diklasifikasikan sebagai liabilitas

jangka pendek.

Liabilitas jangka panjang yang akan jatuh tempo dalam jangka waktu 12 bulan setelah

periode pelaporan,diklasifikasikan dalam jangka pendek meskipun :

1.Kesepakatan awal perjanjian pinjaman untuk jangka waktu lebih dari 12 bulan

2.Perjanjian untuk pembiayaan kembali atau pendjadwalan kembali pembayaran atas dasar

jangka panjang telah diselesaikan setelah periode pelaporan dan sebelum tanggal

penyelesaian laporan keuangan untuk tidak mensyaratkan pembayaran sebagai konsekuensi

atas pelanggaran tersebut.

Entitas mengklasifikasi liabilitas tersebut sebagai liabilitas jangka pendek karena pada

akhir periode pelaporan entitas tidak memiliki hak untuk menunda penyelesaian liabilitas

tersebut dalam jangka waktu sekurang-kurangnya 12 bulan setelah tanggal pelaporan.

Perubahan perjanjian kredit dapat terjadi juga untuk liabilitas jangka pendek.Utang

bank jangka pendek misalnya dapat saja dilakukan pendanaan kembali (refinancing) dengan

menggunakan utang bank jangka panjang.

Jika entitas melakukan usaha untuk memperpanjang liabilititas jangka panjang yang

akan jatuh tempo atau melakukan pendanaan liabilitas jangka pendek menjadi liabilitas

jangka panjang,namun dilakukan antara akhir periode pelaporan dan tanggal penyelesaian

pelaporan keuangan,maka peristiwa tersebut diungkapkan dengan peristiwa yang tidak

memerlukan penyesuaian (non-adjusting events) sesuai dengan PSAK 8 ( Revisi 2009)

Peristiwa Setelah Periode Pelaporan antara lain :

1.Pembiayaan kembali berbasis jangka panjang

2.Perbaikan pelanggaran perjanjian pinjaman jangka panjang

10
3.Pemberian tenggang waktu pembayaran oleh pemberi pinjaman untuk memperbaiki

pelanggaran perjanjian pinjaman jangka panjang yang berakhir sekurang-kurangnya 12 bulan

setelah periode pelaporan.

Contoh perhitungannya Liabilitas Jangka Panjang yang Jatuh Tempo dalam Dua

Belas Bulan

PT . wilis memilki bebrapa leabilitas jangka panjang untuk mendanai usahanya. Berikut

informasi yang diperoleh pada saat penyusunan laporan keuangan 31 desember 2015

1. Obligasi seri A senilai RP. 400.000.000 diterbitkan 1 maret 2007 jangka waktu 10 tahun,

bunga sebesar 10% dibayar setiap tahun

2. Obligasi seri B senilai RP. 800.000.000 diterbitkan 1 juni 2015, bunga 11% petahun dibayar

setiap tahun, jatuh tempo ssetiap tahun sebesar RP.100.000.000

3. Obligasi C senilai RP.100.000.000, diterbitkan 1 desember 2006, jatuh tempo 10 tahun,

bunga 10% atas obligasi ini entitas sedang mengajukan pendanaan kepada Bank Mitra untuk

mengambil alih obligasi tersebut dan diganti dengan utang bank jangka panjang dengan

jangka waktu 5 tahun tingkat bunga 12% entitas sudah melakukan detail pembicaraan dengan

BanK Mitra. Secara prinsip Bank MItra menyetujui namun proses administrasi baru akan

diselesaikan pada tahun 2016. Proses administrasi perjanjian yang menyatakan Bank Mitra

akan mendanai utang obligasi dan menggantinya dengan utanga Bank Mitra diselesaikan

pada 25 maret sebelum laporan keuangan selesai diaudit.

4. Utang Bank Kriya ditarik pada 1 september 2011 sebesar RP.100.000.000 jangka waktu 5

tahubn,bunga 12% atas utang ini entitas telah melakukan perjanjian untuk melakukan

pendanaan kembali dengan utang jangka panjang dengan bank yang sama, namun dengan

bunga yang lebih rendah sebesar 11%.

11
5. Utang Bank Permata ditarik pada tanggal 1 juni 2014 sebesar RP.300.000.000.000, bunga

12% dibayar setiap tahun. Pelunasan akan dimulai 1 juni 2015 secara angsuran

RP.50.000.000.000 pertahun

Buatlah reklasifikasi untuk utang tersebut yang harus disajikan menjadi liabilitas jangka

pendek,buatlah penyajian dan pengungkapan yang diperlukan untuk kelima utang tersebut

jika ada.

1. Obligasi seri A tidak perlu direklasifikasi, tetap menjadi liabilitas jangka panjang karena

jatuh tempo tahun 2017

2. Obligasi seri B direklasifikasi menjadi liabilitas jangka pendek sebesar RP. 100.000.000.000

yang akan jatuh tempo dalam 12 bulan

Utang obligasi seri B RP.100.000.000.000 -

Utang obligasi seri B - RP.100.000.000.000

jangka pendek

3. Obligasi seri B tetap harus direklasifikasi karena proses pengambilan belum selesai

sepenuhnya. Namun kejadian ini perlu perlu diungkapkan dalam laporan keuangan.

Utang obligasi seri C RP.100.000.000.000 -

Utang obligasi seri C - RP.100.000.000.000

jangka pendek

Pengungkapan dalam catatan atas laporan keuangan perlu ditambahkan untuk

menginformasikan peristiwa setelah tanggal laporan posisi keuangan

4. Dilakukan reklasifikasi menjadi liabilitas jangka pendek, karena akan jatuh tempo pada 1

september 2016. Karena telah dilakukan perjanjjian untuk mempengaruhi utang dan

kontraknya telah diselesaikan, utang ini tetap menjadi utang jangka panjang.

12
5. Dilakukan reklasfikasi atas jumlah yang akan jatuh tempo pada 1 juni 2016.

Utang Bank Permata RP.100.000.000.000 -

Utang Bank Permata jangka - RP.100.000.000.000

pendek

2.8 Liabilitas Jangka Pendek Yang Akan Dibiayai Kembali

Liabilitas jangka pendek yang akan dibiayai kembali yang akan jatuh tempo dalam 12 bulan

setelah periode pelaporan diklasifikasikan sebagai liabilitas jangka pendek, jika entitas tidak

memiliki hak tanpa syarat untuk membiayai kembali.

Pelanggaran perjanjian utang yang mengakibatkan kreditur meminta percepatan pembayaran,

maka liabilitas tersebut disajikan sebagai liabilitas jangka pendek meskipun kreditur

mengijinkan penundaan pembayaran selama 12 bulan setelah tanggal pelaporan tetapi

persetujuan tersebut diperoleh setelah tanggal pelaporan.

2.9 Utang Dividen

Utang dividen yang diakui hanyalah dividen tunai atau dividen yang diberikan dalam bentuk

aset. Utang dividen diakui pada saat pengumuman dividen dalam Rapat Umum Pemegang

Saham (RUPS).

Dividen saham tidak dicatat oleh penerima dan tidak ada pengakuan utang. Dividen saham

akan dicatat dengan mereklasifikasikan saldo laba ke modal atau agio saham.

Contoh: tanggal 30 Desember 2002 diumumkan akan dibagikan deviden sebesar

Rp500.000,00 kepada para pemegang saham, maka perusahaan akan menjurnal:

Des 30 Laba ditahan Rp500.000,00

Hutang deviden Rp500.000,00

(pengumuman pembagian deviden kepada pemegang saham)

13
2.10 Pendapatan diterima dimuka

Pada saat kas diterima dari pelanggan, entitas akan mencatat pendapatan diterima

dimuka. Jika pekerjaan telag diselesaikan atau barang telah dikirimkan, pendapatan

diterima dimuka tersebut akan didebit dan diakui sebagai pendapatan (kredit)

Contoh perhitungannya 11.8 Pencatatan Pendapatan Diterima dimuka.

PT Ciremai mulai tahun 2015 menjual tiket keanggotaan ( membership) golf kepada

pribadi dan perusahaan. Tiket tersebut dijual dalam bentuk paket tahunan dan lima

tahunan. Untuk paket tahunan harganya Rp.6.000.000 dapat digunakan main golf selama

satu tahun. Paket tiga tahun dijual dengan harga Rp.16.200.000 keanggotaan tersebut

tidak didasarkan pada jumlah kedatangan,pemegang kartu keanggotaan bebas dating jika

kartu keanggotaannya masih aktif. Setiap tahun harga kartu keanggotaan meningkat,

sehingga menjadi anggota jangka panjang memberikan banyak keuntungan bagi anggota.

Pada 1 desember diterima keanggotaan tahunan 10 paket dan keanggotaan tiga tahunan

sebanyak 5 paket. Entitas melakukan penyesuaian untuk keanggotaan setiap bulan,

Karena entitas menyusun laporan bulanan untuk keperluan internal manajemen. Saldo

pendapatan diterima dimuka dari keanggotaan tahunan pada tanggal 1 desember 2015

adalah Rp. 337.000.000 dari total penerimaan keanggotaan tahunan Rp.636.000.000.

untuk keanggotaan tiga tahunan saldo 1 desember Rp.620.100.000 dari total penerimaan

keanggotaan tiga tahunnan Rp.745.200.000. buatlah jurnal untuk transaksi tersebut dan

penyesuaian yang diperlukan

1/12- 2015 Cash Rp.141.000.000 -

Pendapatan DDM - Rp.141.000.000

31/12-2015 Pendapatan DDM Rp.80.950.000 -

Pendapatan - Rp.80.950.000

14
Untuk membership tahunan alokasi pendapatan yang terealisasi perbulan adalah 1/12 x

Rp.6000.000 = Rp.500.000 atau total sama dengan (Rp.636.000.000 + Rp.60.000.000) x

1/12 = Rp.58.000.000.

untuk membershipkan tiga tahunan,pendapatan terealisasi perbulan Rp.16.200.000:3: 12

= Rp.450.000 atau total (Rp.745.200.000 + Rp.81.000.000) x 1/36 = Rp.22.950.000.

total pendapatan direalisasi Rp.58.000.000 + Rp.22.950.000 = Rp.80.950.000.

saldo pendapatan diterima dimuka pada tanggal pada tanggal 31 Desember 2015 adalah

Rp.337.000.000 + Rp.60.000.000 + Rp. 81.000.000 – Rp.58.000 – Rp. 22.950.000 =

Rp.1.017.150.000

2.11 Utang PPN / PPnBM

PPN adalah pajak yang dikenakan atas setiap pertambahan nilai yang diciptakan oleh

perusahaan. PPN sebenarnya ditanggung oleh konsumen sebagai pemakai barang atau

jasa,namun pengusaha kena pajak atau entitas yang bertugas melakukan pemungutan

pajak.

PPN tidak mempengaruhi nilai penjualan atau persediaan (pembelian) kecuali PPN yang

tidak dapat dikreditkan.Hal ini sesuai dengan PSAK 14 (Revisi 2010) Persediaan dan

PSAK 16 (Revisi 2011) Aset Tetap yang menyatakan bahwa pajak yang dapat dikreditkan

tidak boleh menambah harga perolehan persediaan dan aset tetap.

Utang PPN akan dibayarkan paling lambat tanggal 15 bulan berikutnya. Jika PPN

masukan lebih besar,maka kelebihan pembayaran PPN ini akan dikompensasi pada

pembayaran pajak periode berikutnya atau dimintakan restitusi.Sebelum restitusi

diberikan,pihak raja akan melakukan pemeriksaan.

15
Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) adalah pajak yang dikenakan atas

penjualan barang mewah. PPnBM tidak dapat dikreditkan. Bagi produsen barang

mewah,PPnBM yang dikenakan harus disetorkan ke kas negara. Bagi importir barang

mewah, PPnBM dibayarkan ke kas negara bersamaan dengan pembayaran pajak impor

dan bea masuk.

Contoh perhitungannya 11.11 Akuntansi Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak

Penjualan atas Barang Mewah.

PT Gede melakukan transaksi sebagai berikut :

5 Desember Melakukan pembelian persediaan untuk bahan produksi senilai

Rp 300.000.000 dikenakan PPN 10%.

10 Desember Menjual barang mewah secara kredit sebesar Rp 900.000.000. Atas

penjualan tersebut dikenakan PPN 10% dan PPnBM 20%.Harga pokok barang yang

dikirim nilainya Rp 600.000.000.

15 Desember Membeli peralatan secara kredit untuk pabrik sebesar Rp

600.000.000 dikenakan PPN 10%. Atas peralatan ini pajaknya boleh dikreditkan.

25 Desember Menerima uang muka dari pelanggan sebesar Rp 132.000.000 atas

pesanan yang akan dikirimkan pada bulan Januari 2016.Nilai uang muka termasuk nilai

PPN 10%.Buatlah Jurnal untuk transaksi di atas!

Jurnal selama Desember 2015 atas transaksi di atas.

5/12-2015 Inventory Rp 300.000.000 -

PPN Income Rp 30.000.000 -

Account Payable - Rp 330.000.000

10/12-2015 Sales Expense Rp 600.000.000 -

Inventory - Rp 600.000.000

16
Account Receivable Rp 1.170.000.000 -

PPN Outcome - Rp 90.000.000

PPnBM Payable - Rp 180.000.000

Sales - Rp 900.000.000

15/12-2015 Equipment Rp 600.000.000 -

PPN Income Rp 60.000.000 -

Account Payable - Rp 660.000.000

25/12-2015 Cash Rp 132.000.000 -

PPN Outcome - Rp 12.000.000

Sales - Rp 120.000.000

31/12-2015 PPN Outcome Rp 102.000.000 -

PPN Income - Rp 90.000.000

PPN Payable - Rp 12.000.000

2.12 Utang pajak penghasilan

Beban pajak penghasilan terdiri dari dua yaitu pajak kini dan pajak tangguhan.Pajak kini

adalah pajak yang dihitung menurut ketentuan pajak atas penghasilan yang diperoleh

entitas dalam satu periode.Pajak kini juga merupakan pajak terutang dalam satu tahun

fiskal yang tercantum dalam Surat Pemberitahuan (SPT) tahunan ditambah pajak final

jika ada.

17
Pajak terutang dalam satu tahun fiskal dikurangi pajak yang telah dipotong pihak

lain akan menghasilkan pajak kurang (PPh 29) atau lebih bayar akhir tahun (PPh 28).PPh

29 atau pajak kurang bayar akan disajikan sebagai utang pajak kini.

Contoh perhitungannya 11.12 Utang Pajak Penghasilan.

PT Gundul untuk tahun pajak yang berakhir 31 Desember 2015 menghitung jumlah pajak

terutang sebesar Rp 430.000.000.Pajak yang telah dibayar melalui angsuran PPh 25

sebesar Rp 360.000.000 dan dipotong oleh pihak lain PPh 23 Rp 20.000.000.Perusahaan

mencatatnya sebagai pajak dibayar di muka.Buatlah Jurnal penyesuaiannya!

Jurnal pada tanggal 31 Desember 2015.

31/12-2015 Tax expense Rp 430.000.000 -

Pendapatan dibayar di - Rp 20.000.000

muka PPh 23

Pajak di bayar di muka - Rp 360.000.000

PPh 24

PPh Payable 29 - Rp 50.000.000

2.13 Utang gaji

Imbalan kerja diberikan dalam bentuk gaji, tunjangan, bonus, pension, dan lainnya, untuk

mengelola pembayaran gaji, entitas biasanya memilki sistem gaji (payroll system) yang

dapat menghitung gaji untuk tiap karyawan, potongan untuk tiap invidu. Gaji menurut

UU Pajak Penghasilan merupakan penghasilan bagi pihak yang menerima gaji dan entitas

yang .membayarkan harus memotong pajak saat pembayaran gaji dilakukan. Pajak yang

dipotong oleh badan atas gaji dan penghasilan lain yang diterima oleh pekerja disebut

PPh Pasal 21. Gaji perbulan tersebut disetahunkan, kemudian dikalikan dengan tariff

yang berlaku (PPh Pasal 17 untuk wajib pajak pribadi ) untuk mendapatkan pajak setahun

18
Karyawan biasanya diberikan asuransi kecelakaan kerja,asuransi kesehatan,

jaminan hari tua. UU tenaga kerja memberikan perlindangan kepada karyawan, sehingga

entitas yang memperkerjakan karyawan harus memperhatikan keselamatan dan

kesejahteraan karyawan. Pensiun merupakan gaji yang dibayarkan tertunda kepada

karyawan yaitu saat karyawan memasuki masa pensiun dan tidak lagi bekerja. Pensiun

akan diakui sebagai beban pada saat karyawan bekerja biasanya diakui bersamaan dengan

pengakuan gaji. Untuk karyawan yang beragaam islam, beberapa entitas bekerja sama

dengan lembaga zakat. Atas gaji karyawan entitas memotong zakat atas gaji karyawan

dan menyetorkannya ke lembaga zakat.

Contoh perhitungannya Pembayaran Gaji.

Mutiara adalah pegawai PT salak pada bulan desember 2015 menerima gaji sebesar

Rp.6.000.000 per bulan ditambah tunjangan rumah Rp.500.000 dan tunjangan transportasi

Rp.1.000.000 selain itu PT Salak membayarkan asuransi kecelakaan Rp.150.000 asuransi

kematian Rp.50.000 dan iuran tunjangan hari tua Rp.250.000. Mutiara juga melakukan

iuran pensiun ke pengelola dan pensiun sebesar Rp.300.000 yang dipotong dari gajinya.

Mutiara membayar melalui pemotongan oleh PT Salak, zakat ke LAZ sebsar Rp.187.500.

dan angsuran rumah ke Bank CMN sebesar Rp.1.500.000 PPh 21 yang dipotong oleh PT

Salak Rp.425.200. gaji dibayarkan tiap akhir bulan semua pemotongan dibayarkan pada

tanggal 10 bulan berikutnya.

Jurnal yang dibuat pada 31 desember 2015

31/12-2015 Salery Expense Rp.7.950.000 -

PPh 21 Payable - Rp.425.200

BPJS Payable - Rp.450.000

Utang Iuranpensiun karyawan - Rp.300.000

19
Utang Zakat Karyawan - Rp.187.500

Utang Angsuran Bank - Rp.1.500.000

Karyawaman

Cash - Rp.5.087.300

Tunjangan menambah gaji asuransi dan pensiun yang ditanggung entitas menambah

beban gaji

Beban gaji = Rp.6.000.000 + Rp.500.000 + Rp.1.000.000 + Rp.150.000 + Rp.50.000 +

Rp.250.000 = Rp.7.950.000

Kas = Rp.7.000.000 – Rp.425.200 – Rp.187.500 – Rp.300.000 = Rp.5.087.300

Menurut PSAK 24 (Revisi 2013) imbalan kerja, imbalan terkait dengan karyawan diakui

pada saat karyawan memberikan jasanya kepada entitas. Salah satu bentuk imbalan yang

diberikan kepada karyawan adalah cuti imbalan. Cuti berimbalan yang tidak dapat

diakumulasi (digunakan pada periode lain), diakui pada saat terjadinya. Sedangkan cuti

berimbalan yang dapat diakumulasi pada saat pekerja memberikan jasa yang menambah

hak cuti berimbalan dimasa depan.

2.14 Utang pajak pihak ketiga

Pajak yang dipotong di antaranya adalah PPh 21 atas gaji yang diterima pekerja.PPh 26

atas penghasilan yang diterima wajib pajak luar negeri,PPh 23 atas jasa,sewa,bunga

royalti.Jika pembayaran pajak tidak dilakukan bersamaan dengan pembayaran kepada

pihak ketiga maka akan timbul utang pajak penghasilan.

Contoh perhitungannya 11.10 Akuntansi Utang Pajak Pihak Ketiga.

PT Salak melakukan beberapa pembayaran atas jasa atau kegiatan yang telah dilakukan

beberapa rekanan selama Desember 2015.Jasa tersebut dikenakan pajak,seperti dijelaskan

20
dalam informasi di soal.Pajak yang telah dipotong akan dibayar perusahaan pada masa

pajak periode berikutnya.

15 Desember 2015 Membayar jasa konsultan manajemen sebesar Rp 80.000.000

dipotong PPh 23 sebesar 2%.

20 Desember 2015 Membayar gaji pada seorang konsultan asing sebesar Rp

50.000.000 dipotong PPh 26 sebesar 20%.

30 desember 2015 Membayar bunga kepada PT Kinibalu atas utang sebesar Rp

100.000.000 yang akan jatuh tempo 2014,bunga 10% dibayar tahunan setiap 30

Desember.Pajak atas bunga yang dipotong 15%.

Jurnal yang dibuat selama Desember 2015 atas transaksi di atas :

15/12-2015 Administration Expense Rp 80.000.000 -

Payable PPh 23 - Rp 1.600.000

Cash - Rp 78.400.000

20/12-2015 Salary Expense Rp 50.000.000 -

Payable PPh 26 - Rp 10.000.000

Cash - Rp 40.000.000

30/12-2015 Interest Expense Rp 100.000.000 -

Payable PPh 23 - Rp 15.000.000

Cash - Rp 85.000.000

21
Kelalaian memotong pajak menyebabkan entitas tidak dapat mengurangkan beban

tersebut sebagai pengurang penghasilan untuk kepentingan fiskal,sehingga entitas harus

membayar pajak penghasilan lebih besar.Jikaentitas telah memotong pajak dari pihak

ketiga,namun tidak menyetorkan ke kas,maka pajak yang belum disetorkan akan

dikenakan sanksi.Sanksi tersebut akan diterapkan jika entitas diketahui melakukan

pelanggaran oleh pihak fiskus,setelah dilakukan proses pemeriksaan pajak.

BAB III

PENUTUP

4.1 Kesimpulan

Berdasarkan hasil pengamatan dan analisis diatas maka penulis mengambil beberapa

kesimpulan sebagai berikut:

1. Menurut FASB, liabilitas atau hutang adalah pengorbanan manfaat ekonomi

masa mendatang yang mungkin timbul karena kewajiban sekarang suatu

22
entitas untuk menyerahkan aktiva atau memberikan jasa kepada entitas lain di

masa mendatang sebagai akibat dari transaksi di masa lalu.

2. Liabilitas Jangka Pendek adalah hutang perusahaan kepada pihak ketiga yang

harus dilunasi dalam waktu kurang dari satu tahun.

4.2 Daftar Pustaka

Dwi Martani, Slide OCW Universitas Indonesia; Departemen Akuntansi FEUI

Kieso,Weygandt,Walfield,IFRS Edition,John Willey; Intermediate Accounting

Ikmahwati Dewi; Liabilitas Jangka Pendek,Provisi dan Kontijensi

http://akuntansi-1992.blogspot.co.id/2011/11/hutang-deviden.html

23
http://fransiskusanwar.blogspot.co.id/2016/03/akuntansi-keuangan-2-liabilitas-

jangka_18.html?m=1

24

Anda mungkin juga menyukai