Anda di halaman 1dari 4

Aqidah

Pengertian :
AQIDAH ISLAM sebenarnya bersumber dari pendiri agama Islam itu sendiri yaitu Nabi Muhammad
saw. Akhlak Rasulullah saw seutuhnya lah aqidah yang paling utama dan paling pantas menjadi suri
tauladan oleh seluruh umat manusia di muka bumi seperti yang tertulis di dalam Al-quran:

‫سو ِْل فِي لَكُمْ كَانَْ لَقَ ْد‬ ِّْ ْ‫سنَةْ أُس َوة‬
ُ ‫َللا َر‬ َّْ ‫َللا َوذَك ََْر اآلخِ َْر َواليَو َْم‬
َ ‫َللا يَرجُو كَانَْ ِل َمنْ َح‬ ً ‫َكث‬
َّْ ‫ِيرا‬
“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu uswatun hasanah (suri teladan yang baik)
bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia
banyak menyebut Allah.”(QS. Al-Ahzaab: 21).

Pengertian Aqidah Islam


Aqidah menurut bahasa berasal dari kata ‫عقيدة‬,‫عقدا‬, ‫يعقد‬,‫عقد‬, yang artinya simpul, ikatan, perjanjian
dan kokoh. Sedangkan menurut Istilah Aqidah adalah keyakinan teguh yang tidak tercampur
keraguan dengan sesuatu apapun.

Sehingga Aqidah Islam dapat didefenisikan yaitu: meyakini seyakin-yakinnya dan mengikuti segala
ajaran yang telah disampaikan oleh Nabi Muhammad saw sebagai suri tauladan baik melalui
Akhlak atau petunjuk Beliau dari Al-qur'an dan Al-hadits.

Aqidah seorang muslim sejati selalu mengambil contoh dari perbuatan Nabi Muhammad saw, mulai
dari hal-hal kecil seperti makan, minum, mandi, tidur dan tidak mengambil panutan dari figur yang
lain. Islam adalah agama yang paling sempurna dan hanya agama Islamlah agama yang diridhai Allah
swt:

ْ‫علَيكُمْ َوأَت َممتُْ دِينَكُمْ لَكُمْ أَك َملتُْ اليَو َم‬


َ ‫اْلس ََل َْم لَ ُك ُْم َو َر ِضيتُْ نِع َمتِي‬
ِ ‫دِينًا‬
“Pada hari ini telah Ku-sempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-sempurnakan kepadamu
nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhoi Islam sebagai agama bagimu.”(QS : Al Maidah : 3).

AQIDAH ISLAM adalah Aqidah yang paling benar dan akan membawa kepada kebahagiaan serta
keselamatan baik di dunia maupun di akhirat.

Implemasi aqidah dalam kehidupan :


Aqidah memberikan peranan yang besar dalam kehidupan seseorang, karena:
· Tanpa aqidah yang benar, seseorang akan terbenam dalam keraguan dan berbagai prasangka, yang
lama kelamaan akan menutup pandangannya dan menjauhkan dirinya dari jalan hidup kebahagiaan.
· Tanpa aqidah yang lurus, seseorang akan mudah dipengaruhi dan dibuat ragu oleh berbagai
informasi yang menyesatkan keimanan.

Oleh karena itu, akidah sangat dibutuhkan dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Beberapa
implementasi aqidah dalam kehidupan sehari-hari dapat dilihat dari beberapa sisi, antara lain:
1. Aqidah dalam individu
Implementasi aqidah dalam individu berupa perwujudan enam rukun iman dalam kehidupan
manusia. Contoh penerapannya adalah melaksanakan perintah Allah dan menjauhi semua larangan-
Nya.

2. Aqidah dalam keluarga

Aqidah dalam berkeluarga mengajarkan kita untuk saling menghormati dan saling menyayangi
sesuai dengan ajaran islam.
Contoh implementasi aqidah dalam keluarga adalah shalat berjamaah yang dipimpin oleh ayah, dan
berdoa sebelum melakukan sesuatu.
3. Aqidah dalam kehidupan bermasyarakat
Aqidah sangat penting dalam hidup bermasyarakat karena dapat menjaga hubungan dengan
manusia lain. Hal ini bisa diwujudkan dengan berbagai cara, antara lain dengan saling menghargai
satu sama lain sehingga tercipta suatu masyarakat yang tentram dan harmonis.
4. Aqidah dalam kehidupan bernegara
Setelah tercipta aqidah suatu masyarakat, maka akan muncul kehidupan bernegara yang lebih
baik dengan masyarakatnya yang baik pada negara itu sendiri. Tak perlu lagi menjual tenaga rakyat
ke negara lain karena rakyatnya sudah memiliki SDM yang tinggi berkat penerapan aqidah yang
benar. Apabila hal ini terlaksana dengan baik, maka negara tersebut akan memperoleh kehidupan
yang baik pula dan semua warganya akan hidup layak dan sejahtera.
5. Aqidah dalam pemerintahan
Implementasi aqidah yang terakhir adalah implementasi aqidah terhadap pemerintahan
yang dapat membuahkan hasil yang bagus untuk rakyat dan Negara. Segala keputusan yang
didasarkan pada Al-Quran dan Hadist adalah benar dan diridhoi Allah. Dengan begitu, nantinya akan
dihasilkan suatu kehidupan berbangsa dan bernegara yang insyaallah juga akan diridhoi Allah SWT.

Dampak Pada Individu Sosial :

PENGARUH AQIDAH ISLAM dalam KEHIDUPAN SESEORANG (INDIVIDU)


Seseorang yang telah memahami aqidah Islamiyah akan merasakan pengaruh-pengaruhnya sebagai
berikut:

1. Aqidah Islamiyah memberikan kepuasan kepada akalnya dan menentramkan


hatinya. Sebab aqidah Islamiyah telah menjawab semua pertanyaannya secara benar dan
memuaskan. Sehingga yang bersangkutan menjadi muslim yang mantap imannya, tak mudah
digoyang oleh apapun.

2. Aqidah Islamiyah membentunya menjadi seoeang muslim yang maju dan pemberani.
Setelah seorang muslim mengetahui dan memahami firman Allah SWT:
"Katakanlah, tak akan menimpa kami sesuatu pun kecuali apa yang telah ditetapkan oleh Allah SWT
kepada kami (QS. At Taubah: 151). Dan hadits Rasulullah SAW: "Tidak akan mati seseorang hingga
dipenuhi ajalnya, rizkinya, dan apa-apa yang telah ditakdirkan untuknya". Ia akan yakin bahwa segala
sesuatu yang ditetapkan oleh Allah SWT pasti akan terjadi, buruk ataupun baik. Seorang muslim yang
berkeyakinan seperti ini akan terjun ke medan pertempuran dengan gagah berani dan dia akan
berjuang sekuat tenaga dalam mencari rizki, tentunya setelah ia menempuh sebab-sebab
kemenangan
dalam pertempuran dan sebab-sebab perolehan harta dalam aktivitas ekonomi, tanpa rasa khawatir
sedikitpun tentang hasil yang akan dicapai.

3. Aqidah Islamiyah akan membentuk sikap taqwa dalam diri seoran muslim. Setelah seorang muslim
menyadari hubungannya dengan Allah SWT, dan bahwa Allah SWT akan menghisab perbuatannya
pada hari kiamat dia akan membentengi dirinya dari perbuatan yang haram dan berusaha selalu
mengerjakan perbuatan-perbuatan yang baik dan halal. Sebab dia yakin, hari perhitungan (yaumul
hisab) pasti
datang. Ia pun beriman kepada firman Allah SWT: "Siapa saja yang berbuat kebaikan sebesar zarrah
(atom) niscaya akan melihatnya dan siapa yang berbuat kejahatan sekalipin sebesar atom, dia akan
melihatnya (QS. Al Zilzalah:7-8)

PENGARUH AQIDAH ISLAM terhadap MASYARAKAT ISLAM

Masyarakat adalah kumpulan individu yang senantiasa melakukan interaksi dalam memenuhi
kemaslahatan hidup mereka. Hubungan tersebut tentu berlangsung secara harmonis dan kontinyu
bila masing-masing individu anggota masyarakat tersebut memiliki kesatuan pemikiran, perasaan,
dan
peraturan. Tentu saja, bentuk dan warna pemikiran, perasaan, dan peraturan yang terdapat dalam
suatu masyarakat akan ditentukan oleh aqidah yang dianut masyarakat tersebut. Suatu masyarakat
yang dibangun oleh Lenin dengan revolusi Bolsheviknya misalnya, diliputi oleh pemikiran, perasaan,
dan
peraturan yang bersumber dari aqidah komunis materialistis. Sedangkan masyarakat kapitalis di
Eropa dan Amerika diliputi oleh pemikiran, perasaan, dan peraturan yang didasari oleh aqidah
sekulerisme yang memisahkan agama dari kehidupan. Adapaun masyarakat Islam, adalah
masyarakat yang diliputi oleh pemikiran, perasaan, dan peraturan yang bersumber dari Aqidah
Islamiyah. Karenanya, dalam masyarakat Islam yang merupakan masyarakat tauhid ini terasa sekali
pengaruh aqidah Islamiyah dalam kehidupan masyarakat. Pengaruh aqidah Islamiyah itu antara lain
sebagai berikut:

1. Masyarakat tauhid itu beriman kepada Tuhan Yang Satu (rabbun wahid), beriman kepada agama
yang satu (diinun wahid), dan tunduk kepada peraturan yang satu (nizhamun wahid). Allah SWT
berfirman: "Sesungguhnya (agama tauhid) ini adalah agama kamu semua; agama yang satu dan Aku
adalah Tuhanmu, maka sembahlah Aku" (QS. Al Anbiya: 92)

2. Dalam masyarakat tauhid akan terbentuk suatu masyarakat yang saling menyempurnakan dan
saling menanggung seperti satu tubuh dan masyarakat itu bersifat menyatukan pemikiran dan
perasaan anggota-anggotanya. Rasulullah SAW bersabda:
"Perumpamaan
kaum mukminin itu dalam cinta dan kasih sayang serta solidaritas di antara mereka bagaikan satu
tubuh. Jika ada satu anggota tubuh mengeluh, maka bagian lain ikut mengeluh dengan demam dan
panas".

3. Aqidah Islamiyah akan membentuk satu ikatan idiologis (rabithah


mabdaiyyah) di antara anggota masyarakat secara kuat dan kontinyu, yakni ikatan ukhuwah
Islamiyah. Allah SWT berfirman: "Hanyalah orang-orang mukmin yang bersaudara" (QS. Al Hujurat:
10). Dalam hal ini aqidah Islamiyah mencela ikatan-ikatan lain yang sifatnya emosional dan
sementara, seperti ikatan kesukuan, tanah air, dan kemaslahatan. Allah SWT berfirman:

"Katakanlah jika bapak-bapakmu, anak-anakmu, saudara-saudaramu, istri-istrimu, keluargamu, harta


kekayaan dan perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang
kamu sukai, lebih kamu cintai daripada Allah dan RasulNya dan (dari) jihad fisabilillah, maka
tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusanNya dan Allah tidak memberikan petunjuk kepada
orang-orang yang fasik" (QS. At Taubah: 24).