Anda di halaman 1dari 11

Rangkuman ANEKA +++

AKUNTABILITAS

1. Akuntabilitas merujuk pada kewajiban setiap individu, kelompok atau institusi untuk memenuhi
tanggung jawab yang menjadi amanahnya.
2. Aspek Akuntabilitas:
a. Akuntabilitas adalah sebuah hubungan (Accountability is a relationship)
b. Akuntabilitas berorientasi pada hasil (Accountability is results oriented)
c. Akuntabilitas membutuhkan adanya laporan (Accountability requires reporting)
d. Akuntabilitas memerlukan konsekuensi (Accountability is meaningless without consequences)
e. Akuntabilitas memperbaiki kinerja (Accountability improves performance)
3. PP No. 53 Tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil
4. Fungsi utama akuntabilitas (Bovens, 2007), yaitu:
a. Untuk menyediakan kontrol demokratis (peran demokrasi);
b. Untuk mencegah korupsi dan penyalahgunaan kekuasaan (peran konstitusional);
c. Untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas (peran belajar)
5. 5 tingkatan akuntabilitas:
a. akuntabilitas personal,
b. akuntabilitas individu,
c. akuntabilitas kelompok,
d. akuntabilitas organisasi, dan
e. akuntabilitas stakeholder.
6. Dimensi akuntabilitas:
a. Akuntabilitas kejujuran dan hukum (accountability for probity and legality).
b. Akuntabilitas proses (process accountability).
c. Akuntabilitas program (program accountability).
d. Akuntabilitas kebijakan (policy accountability).
7. Alat akuntabilitas:
a. Perencanaan Strategis (Strategic Plans)
b. Kontrak Kinerja.
c. Laporan Kinerja yaitu berupa Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP)
8. Dalam menciptakan lingkungan kerja yang akuntabel, ada beberapa aspek yang harus diperhatikan yaitu:
a. Kepemimpinan, e. Transparansi, i. Konsistensi
b. Integritas, f. Tanggung Jawab (responsibilitas),
c. Keadilan, g. Kepercayaan,
d. Keseimbangan, h. Kejelasan,
9. Langkah yang harus dilakukan dalam membuat framework akuntabilitas di lingkungan kerja PNS yaitu:
a. Tentukan Tanggung Jawab dan Tujuan,
b. Rencanakan Apa Yang Akan Dilakukan Untuk Mencapai Tujuan,
c. Lakukan Implementasi dan Monitoring Kemajuan,
d. Berikan Laporan Secara Lengkap, serta
e. Berikan Evaluasi dan Masukan Perbaikan.
10. Aturan-aturan terkait akuntabilitas:
a. Pasal 28 F UUD 1945
b. Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (UU KIP)

B Y F A D I L A T R I A 1 | 11
Rangkuman ANEKA +++

c. UU Nomor 32 Tahun 2009 tentang Hak atas informasi lingkungan hidup


d. UU Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen
e. UU Nomor 28 Tahun 1999 tentang penyelenggaraan Negara yang Bersih dan Bebas dari KKN
f. UU Nomor 36 Tahun 1999 tentang Telekomunikasi
g. UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers
11. Informasi publik terbagi dalam 2 kategori:
a. Informasi yang wajib disediakan dan diumumkan.
b. Informasi yang dikecualikan (informasi publik yang perlu dirahasiakan). Pengecualiannya tidak
boleh bersifat permanen. Ukuran untuk menjadikan suatu informasi publik dikecualikan atau
bersifat rahasia adalah: (i) Undangundang; (ii) kepatutan; dan (iii) kepentingan umum.
12. Keterbukaan informasi memungkinkan adanya ketersediaan (aksesibilitas) informasi bersandar pada
beberapa prinsip. Prinsip yang paling universal:
a. Maximum Access Limited Exemption (MALE),
b. Permintaan Tidak Perlu Disertai Alasan,
c. Mekanisme yang Sederhana, Murah, dan Cepat,
d. Informasi Harus Utuh dan Benar,
e. Informasi Proaktif, serta
f. Perlindungan Pejabat yang Beritikad Baik.
13. Informasi dan data yang disimpan dan dikumpulkan serta dilaporkan harus relevant (relevan), reliable
(dapat dipercaya), understandable (dapat dimengerti), serta comparable (dapat diperbandingkan),
sehingga dapat digunakan sebagaimana mestinya oleh pengambil keputusan dan dapat menunjukkan
akuntabilitas publik.
14. 2 jenis umum konflik kepentingan yaitu keuangan (Penggunaan sumber daya lembaga termasuk dana,
peralatan atau sumber daya aparatur untuk keuntungan pribadi) dan non keuangan (Penggunaan posisi
atau wewenang untuk membantu diri sendiri dan /atau orang lain
15. ASN sebagai profesi berlandaskan pada prinsip:
a. Nilai dasar,
b. Kode Etik dan Kode Perilaku,
c. Komitmen, Integritas Moral dan Tanggung Jawab Pada Pelayanan Publik,
d. Kompetensi Yang Diperlukan Sesuai Dengan Bidang Tugas,
e. Kualifikasi Akademik,
f. Jaminan Perlindungan Hukum Dalam Melaksanakan Tugas, serta
g. Profesionalitas Jabatan.

NASIONALISME

1. Makna nasionalisme secara politis merupakan manifestasi kesadaran nasional yang mengandung cita-
cita dan pendorong bagi suatu bangsa, baik untuk merebut kemerdekaan atau mengenyahkan
penjajahan maupun sebagai pendorong untuk membangun dirinya maupun lingkungan masyarakat,
bangsa dan negaranya.
2. Nasionalisme dalam arti sempit adalah suatu sikap yang meninggikan bangsanya sendiri, sekaligus tidak
menghargai bangsa lain sebagaimana mestinya.

B Y F A D I L A T R I A 2 | 11
Rangkuman ANEKA +++

3. Dalam arti luas, nasionalisme merupakan pandangan tentang rasa cinta yang wajar terhadap bangsa dan
negara, dan sekaligus menghormati bangsa lain.
4. Nasionalisme Pancasila adalah pandangan atau paham kecintaan manusia Indonesia terhadap bangsa
dan tanah airnya yang didasarkan pada nilai-nilai Pancasila.
5. Wawasan kebangsaan ialah cara pandang bangsa Indonesia berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang
Dasar 1945 tentang diri dan lingkungannya dalam mengekspresikan diri sebagai bangsa Indonesia di
tengah-tengah lingkungan nusantara itu.
6. Unsur-unsur dasar wawasan kebangsaan: wadah (organisasi), isi, dan tata laku.
7. NKRI dan UUD 1945 dibentuk pada 18 Agustus 1945

ETIKA PUBLIK

1. Etika (Menurut KBBI):


a. Ilmu tentang apa-apa yang baik dan buruk, tentang hak dan kewajiban social
b. Kumpulan azas dan nilai yang berkenaan dengan akhlaq
c. Nilai mengenai benar/salah yang dianut masyarakat
2. Etika publik: ketentuan dan norma kehidupan yang berlaku dalam suatu organisasi atau kelompok
masyarakat.
3. Kode etik: aturan-aturan yang mengatur tingkah laku dalam suatu kelompok khusus, sudut
pandangnya hanya ditujukan pada hal-hal prinsip dalam bentuk ketentuan-ketentuan khusus.
4. Nilai/value: prinsip-prinsip tuntunan dan perilaku yang melekat di dalam cara bersikap dan berperilaku
seperti yang diharapkan.
5. Moral: adat istiadat, kebiasaan, tingkah laku yang dilandasi nilai-nilai tertentu yang diyakini sebagai
sesuatu yang baik atau buruk
6. Etika: nilai-nilai atau norma moral yang menjadi pegangan bagi seseorang dalam mengatur tujuan
masyarakat.
7. Aliran pemikiran etika:
Teori Empiris (Pengalaman->Kesepakatan) => Teori Rasional (Penalaran) => Teori Intuitif (Natural) =>
Teori Wahyu (Kebenaran dari Allah swt)
8. Fungsi etika:
a. Sebagai ukuran baik/buruk, benar/salah, wajar/tak wajar
b. Sebagai landasan bertindak dalam sebuah kehidupan kolektif yang professional
c. Untuk menjalankan visi dan misi Lembaga
d. Untuk menjaga citra Lembaga
9. Prinsip etika:
a. Keindahan (beauty)
b. Persamaan (equality)
c. Kebaikan
d. Keadilan
e. Kebebasan
f. Kebenaran
10. Sumber etika:
a. Tradisi

B Y F A D I L A T R I A 3 | 11
Rangkuman ANEKA +++

b. Agama
c. Filsafat
d. Hukum
11. Dimensi etika publik:
a. Tujuan: berkualitas dan relevan
b. Tindakan: integritas publik
c. Modalitas: transaparansi, akuntabilitas, netral
12. Etika dalam berorganisasi:
a. Keluwesan kearifan
b. Kebersamaan, emapti, kepedulian
c. Kedewasaan, kebajikan, respect
d. Orientasi organisasi, integritas
e. Inovatif, keunggulan
13. Perundangundangan dan Peraturan tentang PNS:
a. UU no. 5 tahun 2014 tentang ASN
b. PP no. 53 tahun 2010 tentang Disiplin PNS
c. PP No. 42 tahun 2004 tentang Pembinaan Jiwa Korps dan Kode Etik PNS
d. UU no. 8 tahun 1974 tentang Pokok-Pokok Kepegawaian
e. UU No. 25 tahun 2009 tentang Pelayanan Publik
f. UU No. 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi
g. UU No. 23 tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah
h. UU No. 11 tahun 2017 tentang Manajemen PNS

KOMITMEN MUTU

1. Setidaknya ada 4 kata kunci yang berkaitan dengan nilai dasar komitmen mutu: efektivitas, efisiensi,
inovasi, dan orientasi mutu.
2. Efektivitas menunjukkan tingkat ketercapaian target yang telah direncanakan, baik menyangkut
jumlah maupun mutu hasil kerja.
3. Efisiensi merupakan tingkat ketepatan realisasi penggunaan sumber daya dan bagaimana pekerjaan
dilaksanakan, sehingga tidak terjadi pemborosan sumber daya, penyalahgunaan alokasi,
penyimpangan prosedur, dan mekanisme yang keluar alur.

Karakteristik ideal dari tindakan yang efektif Konsekuensi dari penyelenggaraan kerja yang
dan efisien TIDAK efektif dan tidak efisien
a. Penghematan a. Ketidaktercapaian target kerja
b. Ketercapaian target secara tepat sesuai b. Ketidakpuasan banyak pihak, menurunkan
dengan yang direncanakan kredibilitas instansi tempat bekerja di mata
c. Pekerjaan dapat diselesaikan dengan cepat masyarakat
dan tepat c. Kerugian secara finansial
d. Terciptanya kepuasan semua pihak:
pimpinan, pelanggan, masyarakat, dan
pegawai itu sendiri.

B Y F A D I L A T R I A 4 | 11
Rangkuman ANEKA +++

4. Mutu mencerminkan nilai keunggulan produk/ jasa yang diberikan kepada pelanggan (customer)
sesuai dengan kebutuhan dan keinginannya, dan bahkan melampaui harapannya. Mutu berfungsi
untuk mengukur capaian hasil kerja dan alat pembeda atau pembanding dengan produk/jasa sejenis
lainnya, yang dihasilkan oleh lembaga lain sebagai pesaing (competitors).
5. Proses inovasi dapat terjadi secara perlahan (bersifat evolusioner) atau bisa juga lahir dengan cepat
(bersifat revolusioner) bergantung pada kecepatan proses berpikir, ketersediaan sarana pendukung,
kelancaran proses implementasi, dan keberanian untuk mengungkapkan inovasi tersebut.
6. Inovasi bisa berbentuk karya hasil penemuan baru atau mengandung unsur kebaruan (novelty),
misalnya sebagai penyempurnaan atau perbaikan dari karya yang sudah ada, produk imitasi (tiruan)
yang memiliki nilai tambah, serta karya hasil sintesis.
7. Inovasi dilandasi oleh keberanian berinisiatif untuk menampilkan kreativitas, sehingga inovasi akan
menjadi faktor yang membuat organisasi tumbuh, berubah, berkembang, dan berhasil untuk
memenangkan persaingan.
8. Inovasi layanan akan membawa perubahan yang dapat meningkatkan kepercayaan publik terhadap
institusi pemerintah dan akan berhasil dengan baik apabila dijalankan oleh aparatur yang memiliki
kompetensi sesuai syarat jabatan (knowledge worker) dan memiliki tanggung jawab secara
profesional.
9. Inovasi dapat menekan biaya produksi, meningkatkan produktivitas, menambah keuntungan,
memperkuat organisasi dalam meningkatkan daya saing di era ekonomi global, meningkatkan
kemampuan organsasi dalam beradaptasi dengan perubahan lingkungan, dan jalan keluar dari situasi
pasar yang lambat dan stagnan.
10. Prinsip kunci dan strategi inovasi berdasarkan kriteria PBB Pelayanan Publik Awards PBB, yaitu: (1)
Mengintegrasikan layanan; (2) Desentralisasi pelayanan; (3) Memanfaatkan kemitraan; (4) Melibatkan
warga negara; (5) Mengambil keuntungan dari Teknologi Informasi dan Komunikasi (6), Inovasi dalam
Pemerintahan dan Administrasi Umum.
11. Aparatur yang kreatif akan tercermin dari perilakunya yang memiliki dorongan kuat untuk senantiasa
mencari kebaruan, menemukan sesuatu yang berbeda dari yang sudah ada, dan menciptakan
keunikan yang berujung pada lahirnya karya inovatif.
12. Memberikan layanan yang bermutu tidak boleh berhenti ketika kebutuhan customer sudah dapat
terpenuhi, melainkan harus terus ditingkatkan dan diperbaiki agar mutu layanan yang diberikan dapat
melebihi harapan customer. Layanan hari ini harus lebih baik dari hari kemarin, dan layanan hari esok
akan menjadi lebih baik dari hari ini (doing something better and better).
13. Pelayanan yang diberikan aparatur harus merujuk pada standar yang ditetapkan pemerintah. Standar
mutu layanan pada institusi pemerintah dapat dibedakan dalam dua paradigma, yaitu: (1) standar
berbasis peraturan perundangundangan (producer view), dan (2) standar berbasis kebutuhan dan
kepuasan masyarakat sebagai pelanggan (consumer view or publik view).
14. Karakteristik ideal dari tindakan yang berorientasi mutu dalam penyelenggaraan pemerintahan dan
pelayanan publik, antara lain: diarahkan untuk meningkatkan kepuasan masyarakat sebagai
pelanggan, baik menyangkut layanan yang merujuk pada producer view maupun customer view.
15. Proses implementasi manajemen mutu:
a. Menganalisis masalah yang telah diidentifikasi,
b. Menyusun rencana mutu,
c. Melaksanakan pekerjaan berbasis rencana mutu,
d. Mengawal pelaksanaan,
B Y F A D I L A T R I A 5 | 11
Rangkuman ANEKA +++

e. Mengawasi ketercapaiannya, dan


f. Merancang upaya peningkatannya agar dapat membangun kredibilitas lembaga pemerintah.
16. Banyak cara yang dapat dilakukan untuk senantiasa memperbaiki mutu layanan dari pegawai ASN
kepada publik. Misalnya: memahami fungsi, tugas pokok, dan peran masingmasing; kompeten pada
bidang pekerjaannya; memiliki target mutu layanan; memahami karakter masyarakat yang
membutuhkan layanan; menguasai teknik pelayan prima dengan memberikan layanan prima dan
bersedia menerima kritik untuk perbaikan ke depan.
17. Tanggung jawab mutu ada pada setiap level organisasi.
a. Pada level puncak (corporate level) bertanggung jawab atas mutu layanan institusi secara
keseluruhan untuk membangun citra kelembagaan dan keunggulan bersaing.
b. Pada level strategic business unit level tanggung jawab mutu berkaitan dengan penetapan
diversifikasi mutu pada setiap unit kerja sesuai dengan target masing-masing.
c. Pada level fungsional bertanggung jawab atas mutu hasil setiap layanan yang diberikan di unit-
unit pendukung.
d. Pada level unit dasar tanggung jawab mutu berkaitan dengan aktivitas/ rencana aksi yang
dilaksanakan di masing-masing unit kerja.
18. Produktivitas merupakan rasio antara output dengan input, baik dari sisi proses maupun hasil. Dari
sisi proses, produktivitas merupakan kemampuan untuk menghasilkan produk/jasa, sedangkan dari
sisi hasil, produktivitas menunjukkan capaian hasil (output) yang diperoleh dalam kurun waktu
tertentu berdasarkan target yang direncanakan.
19. Upaya peningkatan produktivitas PNS sebagai aparatur penyelenggara pemerintahan dapat dilakukan
melalui banyak cara, misalnya: peningkatan kompetensi, motivasi, penegakan disiplin, serta
pengawasan secara profesional untuk mengawal kinerja PNS agar tetap berada di jalur yang tepat,
tidak melakukan penyimpangan.
20. Faktor-faktor yang bisa menjadi pendorong sekaligus menghambat upaya untuk meningkatkan kinerja
aparatur yang kreatif, inovatif, dan komitmen terhadap mutu, antara lain: perubahan pola pikir
(mindset) aparatur, pergeseran budaya kerja, perbaikan tata kelola pemerintahan (good corporate
governance).
21. Karakteristik pegawai kreatif:
a. senantiasa merasa butuh untuk terus mengembangkan kemampuannya;
b. dinamis dan berpikir kritis terhadap situasi yang berkembang;
c. menjadikan keterbatasan sebagai sarana untuk melakukan kreativitas dan inovasi.
d. Faktor pendorong lahirnya kreatifitas dan inovasi:
e. Kepemimpinan yang memiliki visi dan misi untuk melakukan perubahan yang lebih baik;
f. Lingkungan kerja yang mendorong terciptanya kreativitas kerja;
g. Budaya organisasi yang memfasilitasi terjadinya inovasi, seperti budaya kerja dinamis, kreatif,
tidak cepat puas, tidak cepat menyerah, pekerja keras, malu jika tidak berbuat lebih baik, dan
dapat mengapresiasi hasil karya orang lain.

ANTI KORUPSI

1. Tindak pidana: suatu perbuatan yang diancam dengan pidana oleh Undang-Undang, bertentangan
dengan hukum, dilakukan dengan kesalahan oleh seseorang yang mampu bertanggung jawab.

B Y F A D I L A T R I A 6 | 11
Rangkuman ANEKA +++

2. Korupsi: berasala dari Bahasa latin coruptio dan corruptus (kerusakan/kebobrokan), Bahasa Yunani
corruption (perbuatan tidak baik, buruk, curang, dapat disuap, tidak bermoral, menyimpang dari
kesucian, melanggar norma agama, material, mental dan hukum.
3. K = D x M - A
Robert Klitkgard: Korupsi adalah diskresi atau monopoli tanpa adanya akuntabilitas
4. 7 jenis korupsi menurut Alatas:
a. Korupsi transaktif e. Korupsi ekstroaktif/tekanan
b. Korupsi investif f. Korupsi neopostik
c. Korupsi autogenic/pengetahun g. Korupsi suportif/melindungi tipikor yg lain
d. Korupsi defensive
5. Menurut UU No. 31/1999 jo No. UU 20/2001, terdapat 7 kelompok tindak pidana korupsi yang terdiri
dari:
a. Kerugian keuangan negara, e. Suap-menyuap,
b. Pemerasan, f. Perbuatan Curang,
c. Penggelapan dalam Jabatan, g. Benturan Kepentingan dalam Pengadaan,
d. Gratifikasi.
Semua jenis tersebut merupakan delik-delik yang diadopsi dari KUHP (pasal 1 ayat 1 sub c UU no.3/71)
6. 9 nilai anti korupsi sebagai berikut :
a. jujur, d. peduli, g. mandiri,
b. disiplin, e. tanggung jawab, h. kerja keras,
c. sederhana, f. berani, i. adil
7. Kelman (1958) dan Brigham (1991) menyebutkan adanya tiga proses sosial yang berperan dalam proses
perubahan sikap dan perilaku, yaitu kesediaan (compliance), identifikasi (identification), dan internalisasi
(internalization).
8. Kematangan pelaksanaan program dilaksanakan secara optimal lewat tahapan :
a. Not Performance (belum ada kinerja),
b. Adhoc, (sementara, reaktif, mendadak)
c. Planned (terencana dan teroganisasi dengan baik)
d. Institutionalized (menyatu dengan sistem organisasi
e. Evaluated (telah dapat dievaluasi)
f. Optimized (dapat di optimalkan)
9. 4 aspek penyebab korupsi:
a. Aspek perilaku individu
b. Aspek organisasi
c. Aspek masyarakat
d. Aspek peraturan perundangundangan
10. Unsur/syarat perbuatan pidana:
a. Perbuatan manusia
b. Memenuhi rumusan dalam Undang-Undang (syarat formil)
c. Bersifat melawan hukum (syarat materiil)
11. Unsur tindak pidana:
a. Unsur Subjektif
a) Orang-perorangan atau korporasi
b) Penyelenggara negara (pejabat negara di lembaga negara, menteri, kepala daerah, dll)
c) Pegawai negeri:
B Y F A D I L A T R I A 7 | 11
Rangkuman ANEKA +++

- Pegawai negeri sesuai UU No. 43 tahun 1999


- Pegawai negeri sesuai UU No. 1 tahun 1946 tentang KUHP
- Orang yang menerima gaji/upah dari keuangan negara
- Orang yang menerima gaji/upah dari korporasi yang menerima keuangan negara
d) Korporasi :
- Kumpulan orang & organisasi yang terorganisir dan berbadan hukum
- Kumpulan orang & organisasi yang terorganisir tidak berbadan hukum
- Kumpulan orang yang terorganisir dan berbadan hukum
- Kumpulan orang yang terorganisir tapi tidak berbadan hukum
- Kumpulan organisasi yang terorganisir dan berbadan hukum
- Kumpulan organisasi yang terorganisir tapi tidak berbadan hukum
b. Unsur Objektif:
a) Janji
b) Kesempatan
c) Kemudahan
d) Kekayaan milik negara
12. Jenis modus operandi:
a. Mark up
b. Manipulasi data
c. Pemalsuan dokumen
d. Benturan kepentingan dalam pembangunan
e. Pemerasan
f. Langgaran peraturan
g. Tak sesuai spesifikasi
h. Volume tak sesuai

WHOLE OF GOVERNMENT

1. WoG adalah sebuah pendekatan penyelenggaraan pemerintahan yang menyatukan upaya-upaya


kolaboratif pemerintahan dari keseluruhan sektor dalam ruang lingkup koordinasi yang lebih luas guna
mencapai tujuan-tujuan pembangunan kebijakan, manajemen program dan pelayanan publik.
2. Karakteristik pendekatan WoG dapat dirumuskan dalam prinsip-prinsip kolaborasi, kebersamaan,
kesatuan, tujuan bersama, dan mencakup keseluruhan aktor dari seluruh sektor dalam pemerintahan.
3. Cara pendekatan WoG
a. penguatan koordinasi antar Lembaga
b. membentuk Lembaga koordinasi khusus
c. membentuk gugus tugas
d. koalisi social
4. Tantangan dalam Praktek WoG
a. Kapasitas SDM dan institusi
b. Nilai dan budaya organisasi
c. kepemimpinan
5. Jenis pelayanan publik yang dikenal yang dapat didekati oleh pendekatan WoG adalah:
a. Pelayanan yang Bersifat Adminisitratif
b. Pelayanan Jasa

B Y F A D I L A T R I A 8 | 11
Rangkuman ANEKA +++

c. Pelayanan Barang
d. Pelayanan Regulatif
6. 5 (lima) macam pola pelayanan publik
a. Pola Pelayanan Teknis Fungsional
b. Pola Pelayanan Satu Atap
c. Pola Pelayanan Satu Pintu
d. Pola Pelayanan Terpusat
e. Pola Pelayanan Elektronik
7. Asas dalam penyelenggaraan administrasi pemerintahan terdiri atas:
a. Asas Legalitas penyelenggaraan Administrasi
b. Asas Pelindungan terhadap Hak Asasi Manusia
c. Asas Umum Pemerintahan yang Baik (AUPB)

PELAYANAN PUBLIK

1. UU No. 25 tahun 2009 tentang Pelayanan Publik


2. Ruang Lingkup Pelayanan (Pasal 5): Pendidikan, pengajaran, pekerjaan dan usaha, tempat tinggal,
komunikasi dan informasi, lingkungan hidup, kesehatan, jaminan sosial, energi, perbankan, perhubungan,
sumber daya alam, pariwisata, dan sektor strategis lainnya.
3. Prinsip pelayanan publik:
a. Partisipatif g. Efektif dan efisien
b. Transparan h. Aksesibel
c. Responsive i. Akuntabel
d. Tidak diskriminatif j. Berkeadilan
e. Mudah dan murah
f. Asas pelayanan publik:
4. Penyelenggaraan pelayanan publik berasaskan:
a. kepentingan umum; g. kepastian hukum;
b. kesamaan hak; h. keseimbangan hak dan kewajiban;
c. keprofesionalan; i. partisipatif;
d. persamaan perlakuan/ j. keterbukaan;
tidak diskriminatif; k. fasilitas dan perlakuan khusus bagi kelompok rentan;
e. akuntabilitas; l. kecepatan, kemudahan, dan keterjangkauan.
f. ketepatan waktu;
5. Dasar penyelenggaraan pelayanan publik:
a. hak warga negara
b. diselenggarakan dari pajak
c. tujuan strategis
d. memenuhi kebutuhan warga negara
e. melindungi warga negara
6. 3 kelompok layanan publik:
a. Pelayanan administratif: KTP, SIM, kartu keluarga, akta
b. Pelayanan barang: jaringan telepon, listrik, air
c. Pelayanan jasa: Pendidikan, kesehatan, pos

B Y F A D I L A T R I A 9 | 11
Rangkuman ANEKA +++

MANAJEMEN ASN

1. Manajemen ASN adalah pengelolaan ASN untuk menghasilkan Pegawai ASN yang professional, memiliki
nilai dasar, etika profesi, bebas dari intervensi politik, bersih dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme.
2. Berdasarkan jenisnya, Pegawai ASN terdiri atas: 1) Pegawai Negeri Sipil (PNS); dan 2) Pegawai Pemerintah
dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
3. PNS merupakan warga negara Indonesia yang memenuhi syarat tertentu, diangkat sebagai Pegawai ASN
secara tetap oleh pejabat pembina kepegawaian untuk menduduki jabatan pemerintahan, memiliki
nomor induk pegawai secara nasional.
4. PPPK adalah warga Negara Indonesia yang memenuhi syarat tertentu, yang diangkat oleh Pejabat
Pembina Kepegawaian berdasarkan perjanjian kerja sesuai dengan kebutuhan Instansi Pemerintah untuk
jangka waktu tertentu dalam rangka melaksanakan tugas pemerintahan
5. Pegawai ASN berfungsi sebagai berikut:
a. Pelaksana kebijakan publik;
b. Pelayan publik; dan
c. Perekat dan pemersatu bangsa
6. Selanjutnya Pegawai ASN bertugas:
a. Melaksanakan kebijakan yang dibuat oleh Pejabat Pembina Kepegawaian sesuai dengan ketentuan
peraturan perundang-undangan
b. Memberikan pelayanan publik yang professional dan berkualitas, dan
c. Mempererat persatuan dan kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia
7. Selanjutnya peran dari Pegawai ASN: perencana, pelaksana, dan pengawas penyelenggaraan tugas umum
pemerintahan dan pembangunan nasional melalui pelaksanaan kebijakan dan pelayanan publik yang
professional, bebas dari intervensi politik, serta bersih dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme.
8. PNS berhak memperoleh:
a. gaji, tunjangan, dan fasilitas;
b. cuti;
c. jaminan pensiun dan jaminan hari tua;
d. perlindungan; dan
e. pengembangan kompetensi
9. Sedangkan PPPK berhak memperoleh:
a. gaji dan tunjangan;
b. cuti;
c. perlindungan; dan
d. pengembangan kompetensi
10. Kewajiban pegawai ASN yang disebutkan dalam UU ASN adalah:
a. setia dan taat pada Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara
Kesatuan Republik Indonesia, dan pemerintah yang sah;
b. menjaga persatuan dan kesatuan bangsa;
c. melaksanakan kebijakan yang dirumuskan pejabat pemerintah yang berwenang;
d. menaati ketentuan peraturan perundang-undangan;
e. melaksanakan tugas kedinasan dengan penuh pengabdian, kejujuran, kesadaran, dan tanggung jawab;
f. menunjukkan integritas dan keteladanan dalam sikap, perilaku, ucapan dan tindakan kepada setiap
orang, baik di dalam maupun di luar kedinasan;
g. menyimpan rahasia jabatan dan hanya dapat mengemukakan rahasia jabatan sesuai dengan
ketentuan peraturan perundang-undangan; dan
h. bersedia ditempatkan di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.
11. Sistem merit adalah kebijakan dan manajemen ASN yang berdasarkan pada kualifikasi, kompetensi dan
kinerja secara adil dan wajar dengan tanpa membedakan latar belakang politik, ras, warna kulit, agama,
asal usul, jenis kelamin, status pernikahan, umur, atau kondisi kecatatan
B Y F A D I L A T R I A 10 | 11
Rangkuman ANEKA +++

12. PNS diberhentikan dengan hormat karena:


a. meninggal dunia;
b. atas permintaan sendiri;
c. mencapai batas usia pensiun;
d. perampingan organisasi atau kebijakan pemerintah yang mengakibatkan pensiun dini; atau
e. tidak cakap jasmani dan/atau rohani sehingga tidak dapat menjalankan tugas dan kewajiban
13. PNS diberhentikan tidak dengan hormat karena:
a. melakukan penyelewengan terhadap Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia
Tahun 1945;
b. dihukum penjara atau kurungan berdasarkan putusan pengadilan yang telah memiliki kekuatan
hukum tetap karena melakukan tindak pidana kejahatan jabatan atau tindak pidana kejahatan yang
ada hubungannya dengan jabatan dan/atau pidana umum;
c. menjadi anggota dan/atau pengurus partai politik; atau
d. dihukum penjara berdasarkan putusan pengadilan yang telah memiliki kekuatan hukum tetap karena
melakukan tindak pidana dengan pidana penjara paling singkat 2 (dua) tahun dan pidana yang
dilakukan dengan berencana.
14. PNS diberhentikan sementara, apabila:
a. diangkat menjadi pejabat negara;
b. diangkat menjadi komisioner atau anggota lembaga nonstruktural; atau
c. ditahan karena menjadi tersangka tindak pidana.
15. PNS pensiun jika:
a. Berusia 58 (lima puluh delapan) tahun bagi Pejabat Administrasi;
b. Berusia 60 (enam puluh) tahun bagi Pejabat Pimpinan Tinggi;
c. Sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan bagi Pejabat Fungsional.
16. PNS diberikan jaminan pensiun apabila:
a. meninggal dunia;
b. atas permintaan sendiri dengan usia dan masa kerja tertentu;
c. mencapai batas usia pensiun;
d. perampingan organisasi atau kebijakan pemerintah yang mengakibatkan pensiun dini; atau
e. tidak cakap jasmani dan/atau rohani sehingga tidak dapat menjalankan tugas dan kewajiban.
17. Pemutusan hubungan perjanjian kerja PPPK dilakukan dengan hormat karena:
a. jangka waktu perjanjian kerja berakhir;
b. meninggal dunia;
c. atas permintaan sendiri;
d. perampingan organisasi atau kebijakan pemerintah yang mengakibatkan pengurangan PPPK; atau
e. tidak cakap jasmani dan/atau rohani sehingga tidak dapat menjalankan tugas dan kewajiban sesuai
perjanjian kerja yang disepakati.
18. Pemutusan hubungan perjanjian kerja PPPK dilakukan tidak dengan hormat karena:
a. melakukan penyelewengan terhadap Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia
Tahun 1945;
b. dihukum penjara atau kurungan berdasarkan putusan pengadilan yang telah memiliki kekuatan
hukum tetap karena melakukan tindak pidana kejahatan jabatan atau tindak pidana kejahatan yang
ada hubungannya dengan jabatan dan/atau pidana umum;
c. menjadi anggota dan/atau pengurus partai politik; atau
d. dihukum penjara berdasarkan putusan pengadilan yang telah memiliki kekuatan hukum tetap karena
melakukan tindak pidana yang diancam dengan pidana penjara paling singkat 2 (dua) tahun atau lebih
dan tindak pidana tersebut dilakukan dengan berencana.

B Y F A D I L A T R I A 11 | 11

Anda mungkin juga menyukai