Anda di halaman 1dari 16

LAMPIRAN I

PERATURAN GUBERNUR SULAWESI SELATAN


NOMOR :
TENTANG :
PETUNJUK TEKNIS PELAKSANAAN PENERIMAAN
PESERTA DIDIK BARU (PPDB) JENJANG SEKOLAH
MENENGAH ATAS (SMA) DAN SEKOLAH
MENENGAH KEJURUAN (SMK) NEGERI TAHUN
PELAJARAN 2019/2020

PETUNJUK TEKNIS
PELAKSANAAN PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU (PPDB)
JENJANG SEKOLAH MENENGAH ATAS (SMA) NEGERI DAN
SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN (SMK) NEGERI
TAHUN PELAJARAN 2019/2020

I. KETENTUAN UMUM

1. Sekolah Menengah Pertama, yang selanjutnya disingkat SMP, adalah


salah satu bentuk satuan pendidikan formal yang menyelenggarakan
pendidikan umum pada jenjang pendidikan dasar sebagai lanjutan
dari SD, MI, atau bentuk lain yang sederajat atau lanjutan dari hasil
belajar yang diakui sama atau setara SD atau MI.
2. Sekolah Menengah Atas, yang selanjutnya disingkat SMA, adalah
salah satu bentuk satuan pendidikan formal yang menyelenggarakan
pendidikan umum pada jenjang pendidikan menengah sebagai
lanjutan dari SMP, MTs, atau bentuk lain yang sederajat atau lanjutan
dari hasil belajar yang diakui sama/setara SMP atau MTs.
3. Sekolah Menengah Kejuruan, yang selanjutnya disingkat SMK, adalah
salah satu bentuk satuan pendidikan formal yang menyelenggarakan
pendidikan kejuruan pada jenjang pendidikan menengah sebagai
lanjutan dari SMP, MTs, atau bentuk lain yang sederajat atau lanjutan
dari hasil belajar yang diakui sama atau setara SMP atau MTs.
4. Penerimaan Peserta Didik Baru, yang selanjutnya disingkat PPDB,
adalah penerimaan peserta didik baru pada TK dan Sekolah.
5. Rombongan Belajar adalah kelompok peserta didik yang terdaftar pada
satuan kelas dalam satu Sekolah.
6. Ujian Nasional yang selanjutnya disingkat UN adalah kegiatan
pengukuran capaian kompetensi lulusan pada mata pelajaran tertentu
secara nasional dengan mengacu pada Standar Kompetensi Lulusan.
7. Sertifikat Hasil Ujian Nasional yang selanjutnya disingkat SHUN
adalah surat keterangan yang berisi Nilai UN serta tingkat capaian
Standar Kompetensi Lulusan yang dinyatakan dalam kategori.

1
8. Data Pokok Pendidikan, yang selanjutnya disingkat DAPODIK adalah
suatu sistem pendataan yang dikelola oleh Kementerian Pendidikan
dan Kebudayaan yang memuat data satuan pendidikan, peserta didik,
pendidik dan tenaga kependidikan, dan substansi pendidikan yang
datanya bersumber dari satuan pendidikan yang terus menerus
diperbaharui secara online.
9. Sertifikat Hasil Ujian Nasional yang selanjutnya disingkat SHUN atau
Surat Keterangan Hasil Ujian Nasional yang selanjutnya disingkat
SKHUN adalah surat keterangan yang berisi nilai Ujian Nasional
sebagai capaian tingkat Standar Kompetensi Lulusan pada Mata
Pelajaran tertentu yang dinyatakan dalam kategori.
10. Ijazah atau Surat Tanda Tamat Belajar (STTB) yang selanjutnya
disebut Ijazah/STTB adalah surat pernyataan resmi dan sah yang
menerangkan bahwa pemegangnya telah lulus/tamat belajar dari
satuan pendidikan.
11. Nilai Akhir adalah jumlah Nilai Ujian Nasional dan dapat ditambah
dengan tambahan Nilai Prestasi Non Akademik bagi yang memiliki.
12. Dinas Pendidikan adalah Dinas yang bertanggung jawab atas
penyelenggaraan urusan pendidikan di Provinsi Sulawesi Selatan yaitu
Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan.

II. PERSYARATAN CALON PESERTA DIDIK

A. SEKOLAH MENENGAH ATAS (SMA)


1. Berusia paling tinggi 21 (dua puluh satu) tahun pada tanggal 1
Juli 2019, dibuktikan dengan Akta Kelahiran;
2. Memiliki Ijazah atau Surat Tanda Tamat Belajar SMP atau
bentuk lain yang sederajat;
3. Memiliki Sertifikat Hasil Ujian Nasional SMP atau bentuk lain
yang sederajat.
4. Persyaratan calon peserta didik baru sebagaimana dimaksud
pada poin (3) dikecualikan bagi calon peserta didik yang berasal
dari Sekolah di luar negeri;
5. Calon peserta didik baru baik Warga Negara Indonesia atau
Warga Negara Asing yang berasal dari Sekolah di luar negeri
wajib mendapatkan Surat Keterangan dari Direktur Jenderal
Bidang Pendidikan Dasar dan Menengah;
6. Peserta didik Warga Negara Asing wajib mengikuti matrikulasi
pendidikan Bahasa Indonesia paling singkat 6 (enam) bulan
yang diselenggarakan oleh Sekolah yang bersangkutan; dan

B. SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN (SMK)


1. Berusia paling tinggi 21 (dua puluh satu) tahun pada tanggal 1
Juli 2019, dibuktikan dengan Akta Kelahiran;
2. Memiliki Ijazah atau Surat Tanda Tamat Belajar SMP atau
bentuk lain yang sederajat;

2
3. Memiliki Sertifikat Hasil Ujian Nasional SMP atau bentuk lain
yang sederajat;
4. Persyaratan calon peserta didik baru sebagaimana dimaksud
pada poin (3) dikecualikan bagi calon peserta didik yang berasal
dari Sekolah di luar negeri;
5. Calon peserta didik baru baik Warga Negara Indonesia atau
Warga Negara Asing yang berasal dari Sekolah di luar negeri
wajib mendapatkan Surat Keterangan dari Direktur Jenderal
Pendidikan Dasar dan Menengah;
6. Peserta didik Warga Negara Asing wajib mengikuti matrikulasi
pendidikan Bahasa Indonesia paling singkat 6 (enam) bulan
yang diselenggarakan oleh Sekolah yang bersangkutan;
7. Memenuhi syarat sesuai dengan ketentuan spesifik bidang
keahlian, program keahlian, atau kompetensi keahlian di
sekolah yang dipilih dengan mempertimbangkan kondisi calon
peserta didik Anak Berkebutuhan Khusus;

III. JALUR PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU ONLINE


A. SEKOLAH MENENGAH ATAS (SMA)
Penerimaan peserta didik baru untuk SMA Negeri dikelompokkan
dalam 3 Jalur Penerimaan:
1. Jalur Zonasi, dengan kuota 90% dari total jumlah peserta didik
yang diterima;
2. Jalur Prestasi, dengan kuota 5% dari total jumlah peserta didik
yang diterima;
3. Jalur Perpindahan Orang tua/Wali dengan kuota 5% dari total
jumlah peserta didik yang diterima.

B. SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN (SMK)


Penerimaan peserta didik baru untuk SMK Negeri dikelompokkan
dalam 3 Jalur Penerimaan:
1. Jalur Akademik, dengan kuota 90% dari total jumlah peserta
didik yang diterima;
2. Jalur Prestasi, dengan kuota 5% dari total jumlah peserta didik
yang diterima;
3. Jalur Perpindahan Orang tua/Wali dengan kuota 5% dari total
jumlah peserta didik yang diterima.

IV. KETENTUAN PPDB ONLINE


A. SEKOLAH MENENGAH ATAS (SMA)
1. JALUR ZONASI
1.1 Penerimaan calon peserta didik jalur zonasi untuk SMA
Negeri diatur sesuai zona yang ditetapkan Pemerintah
Provinsi Sulawesi Selatan melalui Keputusan Gubernur;

3
1.2 Domisili calon peserta didik dibuktikan dengan Kartu
Keluarga yang dikeluarkan oleh Dinas Kependudukan dan
Catatan Sipil dan tercatat dalam sistem data kependudukan
paling singkat 1 (satu) tahun;
1.3 Jika terdapat kesamaan dalam pemeringkatan/rangking
menurut radius zona terdekat dari sekolah, maka
penentuan peringkat didasarkan pada total Nilai Ujian
Nasional (NUN).
1.4 Jika tetap sama sebagaimana pada poin (1.3) maka
diprioritaskan kepada calon peserta didik baru yang
mendaftar lebih awal.

2. AKSES BAGI PENDAFTAR DARI KELUARGA EKONOMI TIDAK


MAMPU DAN ANAK PENYANDANG DISABILITAS
2.1 Kuota paling sedikit 90% (sembilan puluh persen) dalam
jalur zonasi termasuk kuota bagi peserta didik tidak mampu
dan anak penyandang disabilitas pada Sekolah yang
menyelenggarakan layanan inklusif paling sedikit 20% (dua
puluh persen) dari jumlah daya tampung;
2.2 Kondisi keluarga tidak mampu dibuktikan dengan bukti
kepemilikan keikutsertaan Peserta Didik dalam program
penanganan keluarga tidak mampu dari Pemerintah Pusat
atau Pemerintah Daerah yang tercatat pada database Dinas
Sosial Provinsi Sulawesi Selatan;
2.3 Dalam hal calon peserta didik baru memperoleh bukti
kepemilikan keikutsertaan Peserta Didik dalam program
penanganan keluarga tidak mampu dari Pemerintah Pusat
atau Pemerintah Daerah dengan cara yang tidak sesuai
dengan ketentuan perolehannya, dan dalam hal terbukti
memalsukan keadaan sehingga seolah-olah calon peserta
didik baru merupakan penyandang disabilitas, maka akan
dikenai sanksi pengeluaran dari Sekolah.
2.4 Sanksi sebagaimana dimaksud pada poin (2.3) diberikan
berdasarkan hasil evaluasi sekolah bersama dengan Komite
Sekolah dan Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan;
2.5 Jika terdapat kesamaan dalam pemeringkatan/rangking
menurut radius zona terdekat dari sekolah, maka
penentuan peringkat didasarkan pada total Nilai Ujian
Nasional (NUN);
2.6 Jika tetap sama sebagaimana pada poin (2.5) maka
diprioritaskan kepada calon peserta didik baru yang
mendaftar lebih awal.

3. JALUR PRESTASI
3.1 Jalur Prestasi ditujukan bagi calon peserta didik yang
berdomisili di luar zonasi Sekolah yang bersangkutan;

4
3.2 Diperuntukkan bagi calon peserta didik baru yang
mempunyai prestasi dalam lomba akademik dan non
akademik;
3.3 Tingkatan hasil perlombaan dan/atau penghargaan di
bidang akademik maupun non akademik adalah pada
tingkat Internasional, Nasional, Provinsi, dan atau tingkat
Kabupaten/Kota;
3.4 Prestasi Akademik adalah prestasi di bidang Akademik,
perorangan maupun beregu yang diselenggarakan secara
berjenjang (adanya seleksi/lomba di tingkat Sekolah,
Kecamatan, Kabupaten/Kota, Provinsi dan Nasional) dan
dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Kota, Pemerintah
Provinsi Sulawesi Selatan, Kementerian Pendidikan dan
Kebudayaan, Kementerian Agama dan Lembaga atau
Institusi Pendidikan lainnya;
3.5 Prestasi Non Akademik seperti prestasi di bidang Olahraga,
Seni, Keagamaan dan Kreativitas dalam bentuk perorangan
maupun beregu yang diselenggarakan secara berjenjang
(adanya seleksi/lomba di tingkat Sekolah, Kecamatan,
Kabupaten/Kota, Provinsi dan Nasional) dan dilaksanakan
oleh Pemerintah Kabupaten Kota, Pemerintah Provinsi
Sulawesi Selatan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan,
Kementerian Pemuda dan Olahraga, Kementerian Agama dan
Induk Organisasi Olahraga;
3.6 Jika calon peserta didik memiliki
beberapa prestasi, perhitungan skor hanya
diberlakukan pada satu jenis atau satu bidang prestasi
yang dianggap tertinggi oleh calon peserta didik;
3.7 Ketentuan bobot prestasi dari penghargaan atau
sertifikat berdasarkan tingkat kejuaraan dan tingkat
wilayah penyelenggaraan kejuaraan ditentukan sebagai
berikut :

Kompetitif
BOBOT KEJUARAAN
TINGKAT
NO PERORANGAN BEREGU MASSAL
KEJUARAAN
(Tunggal) (2 Sampai 11) (lebih dari 11)
1. Internasional
Juara I 20 18 16
Juara II 19 17 15
Juara III 18 16 14
2. Nasional
Juara I 17 15 13
Juara II 16 14 12
Juara III 15 13 11
3. Provinsi
Juara I 14 12 10

5
BOBOT KEJUARAAN
TINGKAT
NO PERORANGAN BEREGU MASSAL
KEJUARAAN
(Tunggal) (2 Sampai 11) (lebih dari 11)

Juara II 13 11 9
Juara III 12 10 8
4. Kabupaten/Kota
Juara I 11 9 7
Juara II 10 8 6
Juara III 9 7 5

Non Kompetitif
BOBOT KEJUARAAN
No. TINGKAT KEJUARAAN BEREGU MASSAL
TUNGGAL
(2 Sampai 11) (lebih dari 11)
Mewakili Negara untuk
mengikuti eksibisi/
kegiatan Seni, Sains,
1. 20 18 16
Olahraga, Penelitian,
Kreativitas, Keagamaan
& Pramuka/Kepanduan
Mewakili Provinsi
Sulawesi Selatan untuk
mengikuti
eksibisi/kegiatan Seni,
2. 17 15 13
Sains, olahraga,
Penelitian, Kreativitas,
Keagamaan dan
Pramuka/Kepanduan

3.8 Hasil Prestasi ditunjukkan dengan sertifikat, piagam


penghargaan dan atau medali;
3.9 Sertifikat dan piagam penghargaan yang diperoleh dari
Pemerintah Kabupaten Kota, Pemerintah Provinsi Sulawesi
Selatan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan,
Kementerian Pemuda dan Olahraga, Kementerian Agama,
Lembaga atau Institusi pendidikan lainnya dan Induk
Organisasi Olahraga;
3.10 Jika terdapat kesamaan dalam pemeringkatan/rangking
menurut bobot tingkat kejuaraan, maka penentuan
peringkat didasarkan pada total Nilai Ujian Nasional
(NUN).
3.11 Jika tetap sama sebagaimana pada poin (3.10) maka
diprioritaskan calon peserta didik baru yang mendaftar
lebih awal.

6
3.12 Dalam hal Jalur Prestasi tidak terpenuhi, maka sisa kuota
dialihkan ke Jalur Zonasi.
4. JALUR PERPINDAHAN ORANG TUA/WALI
4.1 Jalur perpindahan tugas orang tua/wali ditujukan bagi
calon peserta didik yang berdomisili di luar zonasi Sekolah
yang bersangkutan;
4.2 Calon peserta didik baru yang mengikuti perpindahan
domisili orang tua/wali karena faktor bencana alam seperti
: Gempa Bumi, Letusan Gunung Berapi, Tsunami, Tanah
Longsor, Banjir, Kekeringan, Kebakaran, Angin Puting
Beliung, Gelombang pasang dan Abrasi, Kecelakaan
Transportasi, Kecelakaan Industri dan Kejadian Luar Biasa
(KLB);
4.3 Calon peserta didik baru yang mengikuti perpindahan
domisili orang tua/wali karena faktor : Bencana Sosial,
seperti: Konflik Sosial (Kerusuhan Sosial), Aksi Teror,
Sabotase dan bencana sosial lainnya;
4.4 Calon peserta didik baru yang mengikuti perpindahan
domisili orang tua/wali karena alasan tertentu seperti
Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dengan Perusahaan,
berkaitan dengan Faktor Ekonomi/Pekerjaan Sektor Swasta
dan mobilisasi para Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang
kembali daerah asal;
4.5 Calon peserta didik baru dari Warga Transmigrasi 2 (dua)
tahun terakhir yang akan bersekolah di Kabupaten Luwu
Timur.
4.6 Calon peserta didik baru yang merupakan anak dari
anggota TNI, POLRI, ASN, BUMN dan BUMD yang
mengalami perpindahan tugas antar Kabupaten/Kota dan
luar Provinsi;
4.7 Bukti dokumen ditunjukkan dengan Surat Keterangan
Pindah Penduduk, Bukti domisili pada daerah bencana,
Surat Keputusan Pindah Tugas dari Pejabat/Atasan bagi
TNI, POLRI, ASN, BUMN dan BUMD yang mengalami
perpindahan tugas antar Kabupaten/Kota dan luar Provinsi
dan atau surat penugasan dari Perusahaan yang
mempekerjakan;
4.8 Seleksi Jalur Perpindahan Orang tua/Wali ditentukan
berdasarkan total Nilai Ujian Nasional (NUN) yang dijadikan
sebagai dasar dalam menentukan pemeringkatan/rangking;
4.9 Jika tetap sama sebagaimana pada poin (4.8) maka
diprioritaskan calon peserta didik baru yang mendaftar
lebih awal.
4.10 Dalam hal Jalur Perpindahan Orang tua/Wali tidak
terpenuhi, maka sisa kuota dialihkan ke Jalur Zonasi

7
B. SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN (SMK)
1. JALUR AKADEMIK
1.1 Seleksi calon peserta didik baru dengan
mempertimbangkan nilai Ujian Nasional;
1.2 Selain mempertimbangkan nilai Ujian Nasional
sebagaimana dimaksud pada poin (1.1), proses seleksi
dilakukan dengan mempertimbangkan hasil tes bakat dan
minat sesuai dengan bidang keahlian yang dipilihnya
dengan menggunakan kriteria yang ditetapkan Sekolah,
dan institusi pasangan atau asosiasi profesi;
1.3 Dalam hal hasil Ujian Nasional dan Hasil Seleksi
sebagaimana dimaksud pada ayat (1.2) sama, Sekolah
memprioritaskan calon peserta didik yang berdomisili pada
wilayah Provinsi atau Kabupaten/Kota yang sama dengan
SMK yang bersangkutan dengan mempertimbangkan jarak
radius zona terdekat dari sekolah;

2. AKSES BAGI PENDAFTAR DARI KELUARGA EKONOMI TIDAK


MAMPU
2.1 Kuota paling sedikit 90% (sembilan puluh persen) dalam
Jalur Akademik termasuk kuota bagi peserta didik tidak
mampu paling sedikit 20% (dua puluh persen) dari jumlah
daya tampung;
2.2 Kondisi keluarga tidak mampu dibuktikan dengan bukti
kepemilikan keikutsertaan peserta didik dalam program
penanganan keluarga tidak mampu dari Pemerintah Pusat
atau Pemerintah Daerah yang tercatat pada database Dinas
Sosial Provinsi Sulawesi Selatan;
2.3 Dalam hal calon peserta didik baru memperoleh bukti
kepemilikan keikutsertaan peserta didik dalam program
penanganan keluarga tidak mampu dari Pemerintah Pusat
atau Pemerintah Daerah dengan cara yang tidak sesuai
dengan ketentuan perolehannya, maka akan dikenai sanksi
pengeluaran dari Sekolah;
2.4 Sanksi sebagaimana dimaksud pada poin (2.3) diberikan
berdasarkan hasil evaluasi sekolah bersama dengan Komite
Sekolah dan Dinas Pendidikan Provinsi;
2.5 Jika terdapat kesamaan dalam pemeringkatan/rangking
menurut radius zona terdekat dari sekolah, maka
penentuan peringkat didasarkan pada total Nilai Ujian
Nasional (NUN);
2.6 Dalam hal hasil Ujian Nasional dan Hasil Seleksi
sebagaimana dimaksud pada ayat (2.5) sama, Sekolah
memprioritaskan calon peserta didik yang berdomisili pada
wilayah Provinsi atau Kabupaten/Kota yang sama dengan
SMK yang bersangkutan dengan mempertimbangkan jarak
radius zona terdekat dari sekolah.

8
3. JALUR PRESTASI
3.1 Jalur Prestasi ditujukan bagi calon peserta didik yang
berdomisili di luar zonasi Sekolah yang bersangkutan;
3.2 Diperuntukkan bagi calon peserta didik baru yang
mempunyai prestasi dalam lomba akademik dan non
akademik;
3.3 Hasil perlombaan dan/atau penghargaan di bidang
akademik maupun non akademik pada tingkat
Internasional, Nasional, Provinsi, dan atau tingkat
Kabupaten/Kota;
3.4 Prestasi Akademik adalah prestasi di bidang Akademik,
perorangan maupun beregu yang diselenggarakan secara
berjenjang (adanya seleksi/lomba di tingkat Sekolah,
Kecamatan, Kabupaten/Kota, Provinsi dan Nasional) dan
dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten/ Kota,
Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, Kementerian
Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Agama dan
Lembaga atau Institusi Pendidikan lainnya;
3.5 Prestasi Non Akademik seperti prestasi di bidang Olahraga,
Seni, Keagamaan dan Kreativitas dalam bentuk perorangan
maupun beregu yang diselenggarakan secara berjenjang
(adanya seleksi/lomba di tingkat Sekolah, Kecamatan,
Kabupaten/Kota, Provinsi dan Nasional) dan dilaksanakan
oleh Pemerintah Kabupaten/Kota, Pemerintah Provinsi
Sulawesi Selatan, Kementerian Pendidikan dan
Kebudayaan, Kementerian Pemuda dan Olahraga,
Kementerian Agama dan Induk Organisasi Olahraga;
3.6 Jika calon peserta didik memiliki
beberapa prestasi, perhitungan skor hanya
diberlakukan pada satu jenis atau satu bidang prestasi
yang dianggap tertinggi oleh calon peserta didik;
3.7 Ketentuan bobot prestasi dari penghargaan atau
sertifikat berdasarkan tingkat kejuaraan dan tingkat
wilayah penyelenggaraan kejuaraan ditentukan sebagai
berikut:
a. Bersifat Kompetitif
BOBOT KEJUARAAN
TINGKAT
NO PERORANGAN BEREGU MASSAL
KEJUARAAN
(Tunggal) (2 Sampai 11) (lebih dari 11)
1. Internasional
Juara I 20 18 16
Juara II 19 17 15
Juara III 18 16 14
2. Nasional
Juara I 17 15 13
Juara II 16 14 12
Juara III 15 13 11

9
BOBOT KEJUARAAN
TINGKAT
NO PERORANGAN BEREGU MASSAL
KEJUARAAN
(Tunggal) (2 Sampai 11) (lebih dari 11)
3. Provinsi
Juara I 14 12 10
Juara II 13 11 9
Juara III 12 10 8
4. Kabupaten/Kota
Juara I 11 9 7
Juara II 10 8 6
Juara III 9 7 5

b. Non Kompetitif
BOBOT KEJUARAAN
NO TINGKAT KEJUARAAN BEREGU MASSAL
TUNGGAL
(2 Sampai 11) (lebih dari 11)
Mewakili Negara untuk
mengikuti eksibisi/
kegiatan Seni, Sains,
1. 20 18 16
Olahraga, Penelitian,
Kreativitas, Keagamaan
& Pramuka/Kepanduan
Mewakili Provinsi
Sulawesi Selatan
untuk mengikuti
eksibisi/kegiatan Seni,
2. 17 15 13
Sains, olahraga,
Penelitian, Kreativitas,
Keagamaan dan
Pramuka/Kepanduan

3.8 Hasil Prestasi ditunjukkan dengan sertifikat, piagam


penghargaan dan atau medali;
3.9 Sertifikat dan piagam penghargaan yang diperoleh tercatat
pada database Pemerintah Kabupaten Kota, Pemerintah
Provinsi Sulawesi Selatan, Kementerian Pendidikan dan
Kebudayaan, Kementerian Pemuda dan Olahraga,
Kementerian Agama, Lembaga atau Institusi pendidikan
lainnya dan Induk Organisasi Olahraga;
3.10 Jika terdapat kesamaan dalam pemeringkatan/rangking
menurut bobot tingkat kejuaraan, maka penentuan
peringkat didasarkan pada total Nilai Ujian Nasional
(NUN).
3.11 Jika tetap sama sebagaimana pada poin (3.6) maka
diprioritaskan calon peserta didik baru yang mendaftar
lebih awal.

10
3.12 Dalam hal Jalur Prestasi tidak terpenuhi, maka sisa kuota
dialihkan ke Jalur Zonasi.

4. JALUR PERPINDAHAN ORANG TUA/WALI


4.1 Jalur perpindahan tugas orang tua/wali ditujukan bagi
calon peserta didik yang berdomisili di luar zonasi Sekolah
yang bersangkutan;
4.2 Calon peserta didik baru yang mengikuti perpindahan
domisili orang tua/wali karena faktor bencana alam seperti:
Gempa Bumi, Letusan Gunung Berapi, Tsunami, Tanah
Longsor, Banjir, Kekeringan, Kebakaran, Angin Puting
Beliung, Gelombang pasang dan Abrasi, Kecelakaan
Transportasi, Kecelakaan Industri dan Kejadian Luar Biasa
(KLB);
4.3 Calon peserta didik baru yang mengikuti perpindahan
domisili orang tua/wali karena faktor : Bencana Sosial,
seperti: Konflik Sosial (Kerusuhan Sosial), Aksi Teror,
Sabotase dan bencana sosial lainnya;
4.4 Calon peserta didik baru yang mengikuti perpindahan
domisili orang tua/wali karena alasan tertentu seperti
Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dengan Perusahaan,
berkaitan dengan Faktor Ekonomi/Pekerjaan Sektor Swasta
dan mobilisasi para Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang
kembali daerah asal;
4.5 Calon peserta didik baru dari Warga Transmigrasi 2 (dua)
tahun terakhir yang akan bersekolah di Kabupaten Luwu
Timur.
4.6 Calon peserta didik baru yang merupakan anak dari
anggota TNI, POLRI, ASN, BUMN dan BUMD yang
mengalami perpindahan tugas antar Kabupaten/Kota dan
luar Provinsi;
4.7 Bukti dokumen ditunjukkan dengan Surat Keterangan
Pindah Penduduk, Surat Keputusan Pindah Tugas dari
Pejabat/Atasan bagi TNI, POLRI, ASN, BUMN dan BUMD
yang mengalami perpindahan tugas antar Kabupaten/Kota
dan luar Provinsi dan atau surat penugasan dari
Perusahaan yang mempekerjakan;
4.8 Seleksi Jalur Perpindahan Orang tua/Wali ditentukan
berdasarkan total Nilai Ujian Nasional (NUN) yang dijadikan
sebagai dasar dalam menentukan pemeringkatan/rangking;
4.9 Jika tetap sama sebagaimana pada poin (4.8) maka
diprioritaskan calon peserta didik baru yang mendaftar
lebih awal.
4.10 Dalam hal Jalur Perpindahan Orang tua/Wali tidak
terpenuhi, maka sisa kuota dialihkan ke Jalur Zonasi

11
V. JENIS PENDAFTARAN
1. PENDAFTARAN REGULER
1.1 Sistem seleksi dilakukan sesuai dengan jadwal yang ditetapkan
untuk semua calon peserta didik yang akan melanjutkan
pendidikan ke Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri dan Sekolah
Menengah Kejuruan (SMK) Negeri;
1.2 Dilakukan secara online melalui semua Jalur Pendaftaran baik
melalui Jalur Zonasi, Jalur Akademik, Jalur Prestasi dan Jalur
Perpindahan Orang tua/Wali.

2. SEKOLAH KHUSUS KEBERBAKATAN OLAHRAGA (SMANKO)


2.1 Sistem seleksi yang diperuntukkan bagi calon peserta didik baru
yang memiliki minat/bakat di bidang olahraga;
2.2 Peserta didik yang khusus memiliki prestasi kejuaraan di bidang
olahraga.
2.3 Ditujukan bagi calon peserta didik yang berdomisili di luar zonasi
Sekolah yang bersangkutan (Non Zonasi);
2.4 Pendaftaran dilaksanakan secara offline.

3. SEKOLAH BERASRAMA (BOARDING SCHOOL)


3.1 Sistem seleksi yang diperuntukkan bagi calon peserta didik baru
yang memiliki Prestasi Akademik;
3.2 Prestasi Akademik yang dimaksud sebagaimana poin (3.1) adalah
Nilai Ujian Nasional (NUN);
3.3 Dasar seleksi adalah menggunakan Total Nilai Ujian Nasional
(NUN);
3.4 Jika Total Nilai Ujian Nasional (NUN) sama, maka penentuan
peringkat berdasarkan nilai mata pelajaran Matematika, IPA,
Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia;
3.5 Jika penentuan peringkat berdasarkan nilai Mata Pelajaran
Matematika, IPA, Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia tetap
sama sebagaimana pada poin (3.4) maka diprioritaskan calon
peserta didik baru yang mendaftar lebih awal;
3.6 Sekolah Berasrama (Boarding School) ditujukan bagi calon
peserta didik yang berdomisili di luar zonasi Sekolah yang
bersangkutan (Non Zonasi);
3.7 Sistem seleksi menggunakan sistem online pada aplikasi PPDB
Provinsi Sulawesi Selatan.

VI. MEKANISME PENDAFTARAN


1. Calon Peserta Didik dalam Provinsi Sulawesi Selatan, melakukan
pendaftaran online dengan langkah-langkah sebagai berikut:
1.1 Membuka situs PPDB Online Provinsi Sulawesi Selatan
1.2 Melakukan “Login” menggunakan Nomor Ujian Nasional;
1.3 Melakukan pilihan SMA Negeri atau SMK Negeri;
1.4 Memilih Jalur Pendaftaran;

12
1.5 Mengisi formulir Pendaftaran Online;
1.6 Mencetak “Tanda Bukti Pendaftaran Online” yang memuat nomor
pendaftaran;

2. Calon Peserta Didik dari luar Provinsi Sulawesi Selatan, melakukan


pendaftaran online dengan langkah-langkah sebagai berikut:
2.1 Calon peserta didik baru dari luar provinsi Sulawesi Selatan
terlebih dahulu membuat akun pendaftaran;
2.2 Setelah memiliki akun pendaftaran, maka selanjutnya membuka
situs PPDB Online Provinsi Sulawesi Selatan;
2.3 Melakukan “Login” menggunakan Nomor Ujian Nasional;
2.4 Melakukan pilihan SMA Negeri atau SMK Negeri;
2.5 Memilih Jalur Pendaftaran;
2.6 Mengisi formulir Pendaftaran Online;
2.7 Mencetak “Tanda Bukti Pendaftaran Online” yang memuat nomor
pendaftaran;

3. Calon peserta didik baru yang memilih Sekolah Berasrama


(Boarding School), melakukan pendaftaran online dengan langkah-
langkah sebagai berikut:
3.1 Membuka situs PPDB Online Provinsi Sulawesi Selatan;
3.2 Melakukan “Login” menggunakan Nomor Ujian Nasional;
3.3 Melakukan pilihan SMA Negeri yang termasuk sekolah Berasrama
(Boarding School) di Provinsi Sulawesi selatan;
3.4 Mengisi formulir Pendaftaran Online;
3.5 Mencetak “Tanda Bukti Pendaftaran Online” yang memuat nomor
pendaftaran;

VII. TATA CARA PENDAFTARAN


1. Calon Peserta Didik Baru hanya memiliki satu kali kesempatan
melakukan pendaftaran dan verifikasi di semua jalur.
2. Pendaftar SMA berdasarkan zona yang telah ditetapkan.
3. Pendaftar pada jenjang SMK dapat memilih maksimal 3 (tiga)
kompetensi keahlian, dalam 1 (satu) sekolah atau sekolah yang
berbeda.
4. Pendaftaran Jalur Prestasi dan Jalur Perpindahan Orang tua/Wali
dibuka terlebih dahulu, selanjutnya dibuka pendaftaran Jalur
Zonasi.
5. Jika Kuota Jalur Prestasi dan Jalur Perpindahan Orang tua/Wali
tidak terpenuhi, maka kuota akan ditambahkan pada kuota Jalur
Zonasi.
6. Bagi calon peserta didik baru jenjang SMA yang gagal pada
pendaftaran Jalur Prestasi dan Jalur Perpindahan Orang tua/Wali
dapat mendaftar kembali pada Jalur Zonasi.

13
VIII. WAKTU PELAKSANAAN
A. JADWAL PENDAFTARAN SMA NEGERI

NO KEGIATAN TANGGAL JENJANG


A. PENDAFTARAN UNTUK SEKOLAH BERASRAMA (Boarding
School) JENJANG SMA NEGERI
1 Pendaftaran & Verifikasi Data 10-14 Juni 2019 SMA
Pengumuman 15 Juni 2019 SMA
Daftar Ulang 17-19 Juni 2019 SMA
B. PENDAFTARAN UNTUK SEKOLAH KEBERBAKATAN OLAHRAGA
JENJENG SMA NEGERI
10 Juni – 10 Juli
Pendaftaran & Verifikasi Data SMA
2019
Pengumuman 11 Juli 2019 SMA
Daftar Ulang 12-13 Juli 2019 SMA

C. PENDAFTARAN REGULER JENJANG SMA NEGERI DAN SMK


NEGERI
PPDB Jalur : Prestasi, dan Perpindahan Orang tua/Wali
1. Pendaftaran & Verifikasi Data 17-21 Juni 2019 SMA/SMK
2. Pengumuman 22 Juni 2019 SMA/SMK
3. Daftar Ulang 24-26 Juni 2019 SMA/SMK
PPDB Jalur Zonasi/Afirmasi (SMA), Jalur Akademik/Afirmasi (SMK)
4. Pendaftaran dan Verifikasi 24-28 Juni 2019 SMA/SMK
5. Pengumuman 29 Juni 2019 SMA/SMK
6. Daftar Ulang 01-03 Juli 2019 SMA/SMK
Masa Pengenalan Lingkungan SMA/SMK
7. Sekolah (MPLS) Tahun 15-17 Juli 2019 Negeri/Swasta
Pelajaran 2019/2020.

SMA dan SMK yang belum terpenuhi daya tampungnya, dapat


mengikuti seleksi Penerimaan Peserta Didik baru Tahap II (Kedua)
melalui Jalur Zonasi untuk SMAN dan Jalur Akademik untuk SMKN
dengan Jadwal sebagai berikut :

NO KEGIATAN TANGGAL JENJANG


PPDB Jalur Zonasi (SMA), Jalur Akademik (SMK)
1. Pendaftaran dan Verifikasi 01-09 Juli 2019 SMA/SMK
2. Pengumuman 10 Juli 2019 SMA/SMK
3. Daftar Ulang 11-13 Juli 2019 SMA/SMK

1. Jika masih ada SMA dan SMK yang daya tampungnya belum terisi
penuh, pemenuhan daya tampung didasarkan pada jarak radius
zona terdekat dari sekolah.

14
IX. PENGUMUMAN
Diumumkan secara serentak, langsung, transparan, dan
akuntabel melalui Aplikasi PPDB online Provinsi Sulawesi Selatan.

X. DAFTAR ULANG
1. Daftar ulang dilakukan oleh calon peserta didik baru yang telah
diterima untuk memastikan statusnya sebagai peserta didik pada
sekolah yang menerimanya.
2. Peserta didik baru yang diterima dan tidak mendaftar ulang, maka
dianggap mengundurkan diri, dan posisinya digantikan oleh calon
peserta didik baru menurut urutan peringkat/rangking pada semua
jalur pendaftaran.
3. Daftar ulang calon peserta didik baru tidak dipungut biaya.

XI. PERPINDAHAN PESERTA DIDIK


1. Perpindahan peserta didik antar sekolah dalam Kabupaten/Kota,
dalam provinsi, atau antar provinsi harus melalui persetujuan kepala
sekolah asal dan kepala sekolah yang dituju serta persetujuan
Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah.
2. Perpindahan peserta didik baru dapat dilaksanakan pada semester 3
(tiga), kecuali peserta didik yang orang tuanya mengalami
perpindahan tugas seperti anak dari anggota TNI, POLRI dan ASN,
BUMN, BUMD, Perusahaan Swasta, Perpindahan karena faktor
bencana alam dan faktor sosial.
3. Perpindahan peserta didik tidak dipungut biaya dan/atau
sumbangan.

XII. PENGAWASAN DAN PENGADUAN


1. Pengawasan dan pengendalian dilakukan tim pengawas internal
dan eksternal dilakukan oleh Cabang Dinas Pendidikan Wilayah
masing-masing.
2. Pelanggaran dalam pelaksanaan PPDB dapat dikenakan sanksi
sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

XIII. SANKSI
Sanksi terhadap pelanggaran diberikan kepada:
1. Calon peserta didik baru yang menggunakan dokumen yang tidak
sesuai/tidak benar sebagaimana yang dipersyaratkan;
2. Pihak/orang yang menerima calon peserta didik baru melebihi
kuota dan atau daya tampung yang telah ditetapkan;
3. Pihak/orang yang memungut biaya PPDB;
4. Pihak/orang yang mengatas namakan Pejabat tertentu/pihak yang
berwenang, panitia PPDB dan pejabat Dinas Pendidikan;
5. Pelanggaran yang sejenis.

15
XIV. PELAPORAN PENGADUAN
Kanal Pelaporan melalui Komite Penyelesaian Permasalahan PPDB
Tahun Pelajaran 2019/2020 yang terdiri dari : Inspektorat Provinsi
Sulawesi Selatan, Ombudsman RI Wilayah Sulawesi Selatan,
Dewan Pendidikan Sulawesi Selatan, Kepala Cabang Dinas
Pendidikan Wilayah dan Pengawas Sekolah Dinas Pendidikan
Provinsi Sulawesi Selatan, dan Tim Help Deks PPDB.

XV. BIAYA
Biaya dalam pelaksanaan PPDB dibebankan pada dana BOS masing-
masing Satuan Pendidikan.

XVI. KETENTUAN LAIN-LAIN


1. Sekolah dapat menerima peserta didik baru yang melebihi
persyaratan usia, bagi Sekolah yang:
1.1 menyelenggarakan pendidikan khusus;
1.2 menyelenggarakan layanan khusus;
1.3 berada di daerah Tertinggal, Terdepan dan Terluar (3T).
2. Ketentuan zonasi dikecualikan bagi:
2.1 Sekolah yang diselenggarakan masyarakat;
2.2 Satuan pendidikan kerja sama;
2.3 Sekolah Indonesia di Luar Negeri (SILN);
2.4 Sekolah yang menyelenggarakan Pendidikan Khusus;
2.5 Sekolah yang menyelenggarakan Pendidikan Layanan Khusus;
2.6 Sekolah berasrama akan ditetapkan dengan aturan tersendiri;
2.7 Sekolah di daerah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T);
2.8 Sekolah di daerah yang jumlah penduduk usia sekolah tidak
dapat memenuhi ketentuan jumlah peserta didik dalam 1
(satu) rombongan belajar.

XVII. PENUTUP
1. Hal-hal yang belum diatur dalam petunjuk teknis ini, akan diatur
kemudian sepanjang tidak bertentangan dengan keputusan ini.
2. Apabila terdapat kekeliruan dalam petunjuk teknis ini akan
diadakan perbaikan sebagaimana mestinya.

GUBERNUR SULAWESI SELATAN

Prof. Dr. Ir. H. M. NURDIN ABDULLAH, M. Agr.

16