Anda di halaman 1dari 15

1

PEMANFAATAN MEDIA AUDIO VISUAL MATERI SISTEM


PEREDARAN DARAH UNTUK MENINGKATKAN
MOTIVASI DAN PRESTASI BELAJAR

Oleh:
Herlinawati, Herpratiwi, Abdurrahman,
FKIP Unila, Jl. Prof. Dr. Sumantri Brojonegoro No.1 Bandar lampung
E-mail: herlinawati 401 @ yahoo. Co. Id.
085691961420

Abstract: The use of audio-visual media material circulatory system to


increase motivation and achievement. The purpose of research is to analyze: (1)
design lesson plan, (2) students' motivation in learning with audio-visual media in
the circulatory system of the material, (3) evaluation systems of learning, (4)
increasing student achievement. Study using action research with three cycles, in
SDN Bumisari TP 2012/2013 with the subject of the class Va and Vb students.
Each cycle consists of four phases: planning, implementation, observation and
reflection. Data was collected through an assessment of the planning sheets,
learning by teachers, and observation sheets motivation. First cycle of action
learning with video showing the workings of the heart, cycle II Video circulatory
system, cycle III video organ disease that interferes with blood circulation.
Conclusions of the study: (1) design lesson plan is developed for learning with
audio-visual media utilizing, (2) increasing the students' motivation with fun
learning, (3) evaluation system compiled from the manufacture of the grating, the
instrument to answer key, with respect to the validity, reliabilita, level of
difficulty and different power. Reliability analysis results showed that the test
used is a good description, (4) increasing student achievement
each cycle.

Key words: audio visual, motivation, achievement

Abstrak: Pemanfaatan media audio visual materi sistem peredaran darah


untuk peningkatan motivasi dan prestasi. Tujuan penelitian adalah
menganalisis: (1) desain rencana pelaksanaan pembelajaran, (2) motivasi siswa
dalam pembelajaran dengan media audio visual pada materi sistem peredaran
darah, (3) sisten evaluasi pembelajaran, (4) peningkatan prestasi belajar siswa.
Penelitian menggunakan penelitian tindakan kelas dengan 3 siklus, di SDN
Bumisari TP 2012/2013 dengan subjek siswa kelas Va dan Vb. Setiap siklus
terdiri dari 4 tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi.
Pengumpulan data dilakukan dengan lembar penilaian terhadap perencanaan,
pembelajaran oleh guru, dan lembar observasi motivasi. Tindakan siklus I
pembelajaran dengan menayangkan video cara kerja jantung, siklus II Video
sistem peredaran darah, siklus III video penyakit yang mengganggu organ
peredaran darah. Simpulan dari penelitian: (1) desain rencana pelaksanaan
2

pembelajaran dikembangkan untuk pembelajaran dengan memanfaatkan media


audio visual, (2) motivasi belajar siswa meningkat dengan pembelajaran yang
menyenangkan, (3) sistem evaluasi disusun mulai dari pembuatan kisi-kisi,
instrumen hingga kunci jawaban, dengan memperhatikan nilai validitas,
reliabilita, tingkat kesukaran dan daya beda. Hasil analisi reliabilitas menunjukkan
bahwa tes uraian yang digunakan adalah baik, (4) prestasi belajar siswa meningkat
setiap siklusnya.

Kata kunci: audio visual, motivasi, prestasi belajar.

PENDAHULUAN tahapan yang sama secara berurutan,


Dalam kurikulum KTSP (Depdiknas, (2) anak mempunyai tanggapan yang
2006) dijelaskan bahwa “IPA
berbeda terhadap suatu benda dan
berhubungan dengan cara mencari
kejadian, (3) apabila hanya kegiatan
tahu tentang alam secara sistematis,
fisik yang diberikan kepada anak,
sehingga bukan hanya penguasaan
tidak cukup untuk menjamin
kumpulan pengetahuan yang berupa
intelektual anak.
fakta, konsep, atau prinsip saja tetapi
juga merupakan proses penemuan” Guru yang cakap dan profesional
Selain itu IPA juga merupakan ilmu adalah guru yang terampil dalam
yang bersifat empirik dan membahas memilih metode, media dan
tentang fakta serta gejala alam. Fakta menetapkan strategi yang tepat
dan gejala alam tersebut menjadikan dalam pembelajaran. Proses
pembelajaran IPA tidak hanya verbal pembelajaran dengan menggunakan
tetapi juga faktual. media/alat peraga bertujuan agar
pembelajaran lebih menarik,
Menurut Neohi (2005;3.15)
berkesan, dan bermakna. Kehadiran
sedikitnya ada tiga hal yang perlu
media pembelajaran juga dapat
diperhatikan oleh guru dalam
memberikan dorongan stimulus
merancang pembelajaran dikelas,
maupun pengembangan intelektual
terutama dalam pembelajaran IPA
serta emosional siswa sehingga dapat
yaitu: (1) seluruh anak melewati
memotivasi belajar, membangkitkan
3

kreativitas, dan belajar berfikir sistem peredran darah dikarenakan


tingkat tinggi. keunggulan dari media audio visual.
menurut Azhar (2007:30)
Kondisi dilapangan pembelajaran
keunggunlan media audio visual
IPA pada materi sistem peredaran
antara lain: (1) dengan melhat
darah selam ini hanya menggunakan
gambar sekaligus mendengar suara
media berupa gambar yang terbuat
akan lebi cepat mengerti tetang apa
dari kertas dan penggunaannya
yang dimaksud oleh guru, sehingga
dengan cara ditempelkan pada papan
salah pengertian dapat dihindari
tulis. Kelemahan media ini adalah
secara efektif, (2) memberikan
mudah robek dan tulisan yang tertera
dorongan dan motivasi serta
pada gambar amatlah kecil, sehingga
membangkitkan keinginan untuk
siswa mengalami kesulitan untuk
mengetahui dan menyelidiki
membaca dari jarak jauh, hal ini
sehingga menjurus pada pengertian
yang menyebabkan siswa cenderung
yang lebih baik, (3) apa yang
tidak tertarik mengamati gambar,
diterima melalui media audio visual
sehingga pembelajaran terkesan pasif
akan lebih lama terekam dalam
dan akhirnya mempengaruhi prestasi
ingatan, (4) memudahkan siswa
belajar siswa.
dalam mengamati dan menirukan
Ketidak tertarikan siswa pada media langkah-langkah atau prosedur yang
dalam pembelajaran materi sistem harus dipelajari.
peredaran darah dan rendahnya
Demikian media audio visual yang
prestasi siswa, inilah yang
akan digunakan dalam pembelajaran
mendorong untuk melakukan
IPA pada materi sistem peredaran
penelitian kaji tindak (action
darah yaitu untuk membangkitkan
research) sebagai alternatifnya
motivasi belajar siswa, hal ini
adalah penggunaan media
mengingat usia siswa kelas lima
pembelajaran berupa audio visual.
sekolah darar berkisar antara 10-11
Dimanfaatkannya media audio visual tahun dengan karakteristik sudah
dalam pembelajaran IPA pada materi dapat memahami operasi logis
4

dengan bantuan benda konkrit. Desain pembelajaran merupakan


Menurut Piaget dalam (Neohi:2005) upaya untuk mendesain proes
membagi perkembangan mental anak pembelajaran agar menjadi sebuah
menjadi empat tahapan, secara kegiatan yang efektif, efesien dan
ringkas ditulis dalam tabel berikut. menarik dimulai dari kegiatan
analisis untuk menggambarkan
Tabel : perkembangan mental anak
menurut Piaget masalah pembelajaran kemudian
Tahap Perkiraan usia
menentukan alternatif solusi untuk
Sensori motorik 0-2 tahun
Pre-operasinal 2-7 tahun mengatasinya.
Konkret
7-11 tahun
operasional
Evaluasi merupakan langkah
Formal 7-12 tahun atau
operasional 14-15 tahun selanjutnya untuk menilai apakah
solusi yang dipilih dapat berperan
Pada tahapan mental konkret efektif dan efesien dalam mengatasi
operasional, siswa mulai berfikir masalah pembelajaran.
terkait yang nyata, sedangkan materi
Model ASSURE dikembangkan
sistem peredaran darah adalah yang
untuk menciptakan aktivitas
berhubungan dengan organ tubuh
pembelajaran yang efektif dan
manusia bagian dalam. Adalah tidak
efesien, khususnya pada kegiatan
mungkin jika media yang
pembelajaran yang menggunakan
ditampilkan adalah yang
media dan teknologi dan lebih
sesungguhnya mengingat efektivitas,
difokuskan untuk situasi
efesiensi waktu dan biaya, untuk itu
pembelajaran didalam kelas. Desain
sebagai penggantinya ditampillkan
sistem pembelajaran ASSURE
dengan bantuan media audio visual
mendasari pemikiran pada
dalam bentuk video. Siswa tentunya
pandangan Robert M.Gagne bahwa
akan tertarik dan termotivasi melihat
desain pembelajaran yang efektif
serta menyimak gambar yang
harus dimulai dari upaya yang dapat
ditayangkan dengan audio visual
memotivasi seseorang untuk belajar.
sehingga proses pemahaman tentang
Langkah ini diikuti dengan proses
sistem peredaran darah lebih mudah
pembelajaran yang sistematik,
bagi siswa.
5

penilaian hasil belajar, dan dapat digunakan melalui


pemberian umpan balik berupa pendengaran dan penglihatan misal
pengetahuan hasil belajar akan video.
memotivasi siswa untuk melakukan
Adapun fungsi media pembelajaran
proses belajar secara lebih efektif
adalah (1) sebagai alat bantu dalam
dan efesien (Pribadi, 2010:111)
proses pembelajaran, (2) sebagai
Media adalah alat yang digunakan komponen subsistem pembelajaran,
untuk menyalurkan pesan atau (3) sebagai pengaruh dalam
imformasi dari pengirim kepenerima pembelajaran, (4) meningkatkan
pesan (Suparman, 2005:187). hasil dan proses pembelajaran, (5)
mengurangi terjadinya verbalisme,
Menurut Rusman (2011:18) secara
(6) mengatasi keterbatasan ruang,
umum hanya ada tiga kelompok
waktu, tenaga dan daya indera.
dalam media pembelajaran yaitu
(Rusman, 2011:176).
media audio, media visual dan media
audio visual. Media audio yaitu Sedangkan media pembelajaran
media yang hanya dapat didengar adalah “batasan medium sebagai
dengan indera pendengaran saja, perantara yang mengantar imformasi
media ini mengandung pesan auditif antara sumber dan penerima.”
sehingga dapat merangsang pikiran, Apabila media itu membawa pesan-
perasaan, perhatian, kreativitas dan pesan atau imformasi yang bertujuan
inovasi siswa. Media visual yaitu instraksional atau mengandung
media yang hanya dapat dilihat maksud-maksud pengajaran, maka
dengan indera penglihatan, misalnya media itu disebut media
guru menjelaskan dengan pembelajaran (Arsyad, 2005:4).
menggunakan media mati atau
Media pembelajaran menurut Miarso
bergerak seperti: foto grafis, torso
dalam (Dewi salma, 2004:154)
tubuh manusia atau benda lain yang
adalah segala sesuatu yang
hanya dapat dilihat. Media audio
digunakan untuk menyalurkan pesan
visual merupakan gabungan kedua
serta dapat merangsang pikiran,
jenis media yaitu alat bantu yang
6

perasaan dan kemauan sibelajar aktualisasi diri. Maslow dalam


sehingga dapat merangsang, (Hamzah, 2011:41).
mendorong terjadianya proses belajar
Belajar adalah suatu proses usaha
yang disengaja, bertujuan dan
yang dilakukan oleh individu untuk
terkendali.
memperoleh perubahan tingkah laku
Itu artinya bahwa media/alat peraga yang baru secara keseluruhan,
adalah sarana pembelajaran yang sebagai hasil pengalaman itu sendiri
dapat digunakan untuk memotivasi dalam interaksi dengan
aktivitas belajar agar terjadi lingkungannya.” (Slameto, 2003:2)
pembelajaran yang menarik efektif Sedangkan menurut Hilgar dalam
dan efesien sehingga dapat (Nana,2007:156) mendifinisikan
meningkatkan prestasi belajar siswa. belajar adalah suatu proses dimana
suatu prilaku muncul atau berubah
“Motivasi adalah daya pengaruh
karena adanya respon terhadap
(pendorong) untuk melakukan
sesutau situasi.
sesuatu pekerjaan yang berasal dari
dalam diri dan juga dari luar” Itu artinya bahwa belajar adalah
(Dalyono, 2005:55). Sedangkan suatu aktivitas yang dilakukan secara
menurut Sondang (2004:142) bahwa sadar dan terus menerus untuk
motivasi didefinisikan sebagai tiga peningkatan cara fikir dan daya
komponen utama yaitu kebutuhan, kreasi, sehingga terjadi perubahan
dorongan dan tujuan. Sejalan dengan tingkah laku yang baru secara
Maslow seorang tokoh motivasi keseluruhan sebagai hasil dari
aliran humanisme beliau juga pengalaman individu dalam interaksi
berpendapat bahwa “kebutuhan dengan lingkungannya.
manusia secara hirarkis semuanya
Motivasi belajar adalah “keseluruhan
laten pada manusia, kebutuhan
sebagai adanya pengaruh didalam
tersebut mencakup kebutuhan rasa
diri siswa yang mmenimbulkan
aman (bebas bahaya) kebutuhan
kegiatan belajar dan memberikan
kasih sayang, kebutuhan dihargai,
arah kegiatan belajar, sehingga
kebutuhan dihormati dan kebutuhan
7

tujuan yang dikehendaki subjek itu digambarkan dengan nilai (angka)


dapat tercapai (Sardiman, 2011:75). untuk menentukan tingkat
Sedangkan menurut Winkel dalam penguasaan materi yang telah
(Riduwan, 2005:200) bahwa dijarkan. Selanjutnya untuk
motivasi belajar adalah keseluruhan mengetahui dan memperoleh ukuran
pengaruh didalam diri siswa untuk hasil belajar siswa adalah dengan
menimbulkan kegiatan belajar dan mengetahui garis-garis indikator
memberikan arah pada kegiatan sebagai petunjuk adanya prestasi
belajar itu, maka tujuan yang tertentu dikaitkan dengan jenis
dikehendaki dapat tercapai.” Dari prestasi yang hendak diungkap atau
dua pendapat tadi disimpulkan diukur.
bahwa motivasi belajar adalah
Penelitian ini bertujuan untuk
dorongan atau kekuatan dalam diri
mendeskripsikan hasil analisis terkait
siswa yang menimbulkan kegiatan
dengan: (1) desain rencana
serta arah untuk mencapai tujuan
pembelajaran, (2) pelaksanaan
yang dikehendaki siswa.
pembelajaran pembelajaran dengan
Prestaasi adalah perubahan tingkah memanfaatkan media audio visual,
laku yang diharapkan pada siswa (3) peningkatan motivasi siswa
setelah melakukan proses dalam pembelajaran IPA pada materi
pembelajaran. Prestasi tampak sistem peredaran darah, (4) sistem
sebagai terjadinya perubahan tingkah evaluasi pembelajaran, (5)
laku siswa yang dapat diamati, peningkatan prestasi belajar siswa
diukur dalam bentuk perubahan dalam pembelajaran IPA pada materi
pengetahuan, sikap dan sistem peredaran darah.
keterampilan.
METODE PENELITIAN
Prestasi belajar adalah “kemampuan
Penelitian ini menggunakan
yang dimiliki siswa setelah
penelitian tindakan (action research)
menerima pengalaman belajar”
dengan tiga siklus, dengan tahapan
(Sudjana, 2002:22). Adapun hasil
perencanaan, pelaksanaan, observasi,
yang diperoleh dari tes hasil belajar
8

dan refleksi. Karena dilakukan Tabel skor angket motivasi


Skor
didalam kelas penelitian ini dikenal Pilihan Pernyataan Pernyataan
positif negatif
dengan penelitian tindakan kelas
Sangat
4 1
setuju
Instrumen yang digunakan dalam Setuju 3 2
Tidak setuju 2 3
PTK ini adalah lembar peniliaian Sangat tidak
1 4
setuju
dokumen RPP, lembar penilaian
pelaksanaan pembelajaran, lembar
angket motivasi siswa dan soal tes Menghitung skor gabungan dari

hasil belajar. Analisis data dilakukan peryataan positif dan negatif dengan

secara terus menerus sampai berhasil menggunakan rumus


𝑗𝑢𝑚𝑙𝑎 ℎ 𝑠𝑘𝑜𝑟 𝑝𝑒𝑟𝑜𝑙𝑒 ℎ𝑎𝑛
mendapatkan peningkatan dari setiap N= 𝑗𝑢𝑚𝑙𝑎 ℎ 𝑝𝑒𝑟𝑛𝑦𝑎𝑡𝑎𝑎𝑛
indikator penelitian. Nilai akhir
nalisis RPP menggunakan rumus Selanjutnya menentukan kategori
𝑆𝑘𝑜𝑟 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑑𝑖𝑝𝑒𝑟𝑜𝑙𝑒 ℎ dengan ketentuan yang diadopsi dari
N= x 100
𝑆𝑘𝑜𝑟 𝑚𝑎𝑘𝑠𝑖𝑚𝑎𝑙
Keller (2004) seperti tabel berikut
Sistem evaluasi di analisis
Tabel kategori angket motivasi
menggunakan program anates untuk Skor Kategori
1,00 – 1,75 Sangat rendah
mendapatkan tingkat validitas, 1,76 – 2,50 Rendah
reliabulitas, tingkat kesukaran, dan 2,51 – 3,25 Sedang
3,26 – 4,00 Tinggi
daya pembeda dari tiap soal yang
diujikan.
HASIL PENELITIAN DAN
Angket motivasi siswa dianalisis PEMBAHASAN
dengan ketentuan skor motivasi
siswa diadopsi dari Keller (2004) Hasil penelitian
dengan ketentuan seperti pada tabel
Hasil analisis desain RPP pada siklus
berikut ini
I nilai akhir 69,09 dengan kriteria
sedang, ini menunjukkan kualitas
desain RPP masih perlu diperbaiki.
Siklus II nilai RPP 78,78 dengan
kriteria baik,. Nilai RPP Siklus III
9

adalah 89,69 dengan kriteria amat Siklus II ketuntasan belajar siswa


baik. kelas Va adalah 76,66%, dan kelas
Vb 70,83%. Siklus III ketuntasan
Hasil observasi motivasi siswa
belajar siswa kelas Va 80,64% dan
dilihat dari aspek tekun, ulet, minat
kelas Vb 75,00%
semangat kerja, teguh pendirian, dan
inovasi, yang dikemas dalam bentuk Pembahasan
pernyataan (positif dan negatif)
Dalam menyusun RPP pada materi
dengan kategori sangat rendah (SR),
sistem peredaran darah didasarkan
rendah (R), sedang (S) dan tinggi
pada model desain pembelajaran
(T). Hasil analisis observasi motivasi
ASSURE dengan langkah-langkah
siswa disajikan dalam tabel berut ini.
1. Analyze learnes (analisis
Tabel persentase motivasi siswa
Persentase karakteristik siswa). Usia siswa SD
Kate
Kelas Siklus I Siklus Siklus
gori kelas V berkisar 10-11 tahun pada
II III
V.a SR 0,0% 0,00% 0,00% tahapan perkembangan mental
R 3,33% 0,00% 0,00%
S 76,67% 56,67% 22,33% konkret operasinal, pada tahap ini
T 20,00% 43,33% 76,67% siswa memiliki ciri khusus yaitu
Vb SR 0,00% 0,00% 0,00%
R 8,33% 0,00% 0,00% melakukan konservasi logika tentang
S 66,67% 50,00% 25,00% kelas, hubungan tentang angka dan
T 25,00% 50,00% 75,00%
berfikir terkait dengan yang nyata,
hal inilah yang menjadi karakteristik
Motivasi siswa untuk kategori tinggi
siswa dalam penelitian ini.
meningkat dari tiap siklusnya baik
dikelas Va maupun dikelas Vb. 2. State objectives (menetapkan
tujuan pembelajaran). Tujuan
Hasil analisis prestasi belajar yang
pembelajaran merupakan rumusan
mencapai ketuntasan siklus I adalah
atau pernyataan yang
56,66% dari jumlah 30 siswa dikelas
mendeskripsikan tentang
Va, dan 50% dari jumlah 24 siswa
pengetahuan pengetahuan,
dikelas Vb.
keterampilan dan sikap yang
diperoleh siswa setelah menempuh
10

proses pembelajaran. Tujuan 4. Utileze materials (memanfaatkan


pembelajaran pada materi sistem bahan ajar) pada penelitian ini
peredaran darah antara lain dimanfaatkan media audio visual
menjelaskan sistem peredaran darah yang ditayangkan melalui LCD.
melalui gambar, menjelaskan cara Video cara kerja jantung ditayangkan
kerja jantung, menunjukkan contoh pada kegiatan inti proses
penyakit yang berhubungan dengan pembelajaran, video sistem
organ peredaran darah. pembuluh darah ditayangkan pada
awal dan akhir proses pembelajaran,
3. Select metods, media and
video penyakit yang menggangu
materials (seleksi media, metode dan
organ peredaran darah ditayangkan
bahan ajar) Beberapa hal yang dapat
pada kegiatan ini proses
dilakukan dalam memilih metode,
pembelajaran. Penayangan video
media dan bahan ajar yang akan
pada proses pembelajaran
digunakan dalam pembelajaran yaitu
dimaksudkan untuk memperjelas
memilih media, bahan ajar yang ada,
materi sistem peredaran darah,
memodifikasi bahan ajar yang telah
sehingga menghindari verbalisme
tersedia,memproduksi bahan ajar.
bagi siswa.
Dalam hal ini memodifikasi bahan
ajar yang telah ada, yaitu semula 5. Regueres learner perticipation
berupa gambar diam kali ini di (melibatkan siswa dalam
gunakan aodio visual sebagai pembelajaran). Keterlibatan siswa
alternatif media pembelajaran berupa dalam pembelajaran secara aktif akan
video cara kerja jantung pada siklus memudahkan siswa dalam menyerap
I, video sistem pembuluh darah materi pembelajaran. Keterlibatan
untuk siklus II, dan Video contoh sisiwa dalam pembelajaran pada
penyakit yang berhubungan dengan materi sistem peredaran darah yaitu
organ peredaran darah untuk siklus dengan menglompokkan siswa untuk
III. Adapun metode yang digunakan mengerjakan LKS, berdiskusi,
adalah tanya jawab, kerja kelompok, presentasi, dan melakukan kegiatan
presentasi, demondrasi. diluar kelas (demontrasi cara
11

menghitung denyut nadi). Semua adalah landasan pengetahuan teori,


kegiatan dilakukan berdasarkan keterampilan dasar dan pemahaman
petunjuk yang ada pada LKS . yang mendalam tentang objek belajar
dan situasi pembelajaran. Berdasar
6. Evaluate and revise (evalusi
hasil analisis dan refleksi maka RPP
revisi). Untuk memperoleh gambaran
meteri sistem peredaran darah
yang lengkap tentang sebuah
dengan memanfaatkan audio visual
program pemebelajaran maka perlu
sebagai media pembelajaran telah
dilakukan evaluasi terhadap
sesuai dengan standar kopetensi,
komponen pembelajaran. Dalam hal
kopetensi dasar, tujuan pembelajaran
ini evaluasi terhadap program
karakteristik siswa dan kondisi
pembelajaran dilakukan dengan
lingkungan sekolah.
memberikan tes kepada siswa diakhir
pembelajaran setiap pertemuan. Hal Pelaksanaan Pembelajaran dengan
ini bertujuan untuk mengetahui memanfaatkan audio visual sebagai
seberapa besar penyerapan siswa media pembelajaran merupakan
terhadap pemebelajaran yang telah pelaksanaan pemebelajaran yang
dilakukan, sekaligus sebagai bahan telah tersususn. Menurut Budiningsih
revisi pada kegiatan selanjutnya. (2005:58) bahwa guru bertindak
sebagai fasilitator dan motivator
Secara umum tahap perencanaan
yang memungkinkan terjadinya
adalah membuat skenario
pembelajaran dan siswa harus aktif
pembelajaran, menyiapkan instrumen
melakukan kegiatan, berfikir, dan
yang akan digunakan, menyiapkan
mnyusun konsep-konsep.
perangkat pembelajaran (LKS,Video,
dan perangkat lainya) yang Aplikasi pelaksanaan pembelajaran
mendukung pembelajaran. pada materi sistem peredaran darah
telah dilaksanakan meliputi
Kemampuan membuat RPP adalah
perencanaan pembelajaran dengan
langkah awal sebelum melaksanakan
menekankan pemanfaatan audio
pembelajaran hal inilah yang harus
visual sebagai media pembelajaran,
dimiliki oleh guru, karena RPP
pelaksanaan pembelajaran dengan
12

menayangkan video tentang sistem Artinya dengan penggunaan media


peredaran darah, melakukan audio visual pada materi sistem
bimbingan kelompok, guru berperan peredaran darah tentunya akan
sebagai fasilitator saat siswa memotivasi siswa terutama pada
berdiskusi, mengarahkan ketika aspek minat, dalam hal ini siswa
siswa presentasi, serta melakukan lebih termotivasi untuk lebih
observasi terhadap motivasi siswa. seksama menyimak penjelasan
materi dengan bantuan media audio
Motivasi belajar adalah faktor
visual tersebut. Sehingga apa yang
penggerak siswa dalam mencapai
didengar, dilihat dan dialami selama
tujuan belajar. Menurut Sardiman
pembelajaran akan berkesan dan
(2011:75) menyatakan bahwa
terekam lebih lama dalam ingatan
motivasi belajar adalah sebagai
siswa. Dalam penelitian ini
keseluruhan daya penggerak didalam
keberhasilan pembelajaran ditandai
diri siswa yang menimbulkan
dengan peningkatan motivasi siswa
kegiatan belajar, yang menjamin
kategori tinggi mencapai 75%.
kelangsungan dari kegiatan belajar
dan memberikan arah pada kegiatan Prestasi belajar siswa adalah
beelajar, sehingga tujuan yang gambaran dari keberhasilan suatu
dikehendaki dapat tercapai. Pada proses pembelajaran. Menurut
penelitian ini dimanfaatkan audio Arikunto (2005:33) tes merupakan
visual sebagai cara untuk memotivasi alat pengumpul informasi, tetapi jika
siswa dalam belajar agar dibandingkan dengan alat-alat lain,
pembelajaran lebih bermakna bagi tes ini bersifat resmi karena penuh
siswa. Ausebel dalam (Neohi, dengan batasan-batasan. Tes yang
2005:4.17) memaparkan bahwa digunakan dalam penelitian ini
belajar bermakna merupakan suatu adalah tes formatif, yang dilakukan
proses dikaitkannya imformasi baru pada akhir siklus. Tujuan dari tes ini
pada konsep-konsep relevan yang adalah untuk mengetahui sejauh
terdapat pada struktur kognitif.. mana siswa telah terbentuk setelah
mengikuti pembelajaran pada materi
13

sistem peredaran darah setelah meningkatkan prestasi belajar siswa.


menggunakan media audio visual. Berdasarkan ketuntasan minimal
sekolah siswa dikategorikan tuntas
Evaluasi dilakukan mulai dari
apabila memperoleh nilai tes ≥ 60,0.
penyusunan kisi-kisi yang
Siswa tuntas belajar meningkat tiap
disesuaikan dengan kompetensi dan
siklusnya baik dikelas va maupun
tujuan pembelajaran serta tahap
dikelas Vb. Siswa tuntas dikelas Va
berfikir siswa. Penyusunan soal
siklus I 54,83% dengan nilai rata-
bentuk uraian sebanyak 10 butir soal
rata 50,00, siklus II 76,66% dengan
setiap siklusnya berbeda, dilengkapi
nilai rata-rata 68,00, siklus III
dengan kunci jawaban dan skor
80,64% dengan nilai rata-rata 83,33.
setiap butir soalnya, hasil siswa
Sedangkan kelas Vb siswa tuntas
dianalisis sehingga diketahui
pada siklus I adalah 50,00% dengan
validitas dan reliabilitasnya, analisis
nilai rata-rata 53,33, siklus II 70,83%
tes menggunakan program anates.
dengan nilai rata-rata 65,83, siklus
Hasil koefesien reliabilitas instrumen III 75,00% dengan niali rata-rata
tes kelas Va siklus I 0,33 kategori 77,91. Peningkatan prestasi dengan
rendah, siklus II 0,66 kategori memanfaatkan media audio visual
sedang, dan siklus III 0,71 kategori juga terjadi pada penelitian
tinggi. Pada siswa kelas Vb sebelumnya.
koefesien reliabilitas instrumen tes
Penelitian sebelumnya yang
siklus I adalah 0,58 kategori sedang,
dilakukan oleh Murti siswantini
siklus II 0,64 kategori sedang, dan
(2010) yang menyimpulkan bahwa
siklus III 0,77 kategori tinggi.
aktivitas dan prestasi belajar IPS
Dengan hasil analisis reliabiltas
melalui penggunaan media audio
menunjukkan bahwa tes uraian yang
visual pada siswa kelas IV SDN 5
digunakan adalah baik.
Metro timur dapat meningkat rata-
Selain meningkatkan motivasi, rata 79,3% dari tiap siklusnya.
pembelajaran dengan memanfaatkan Sejalan dengan penelitian tersebut,
media audio visual juga bahwa berdasarkan hasil analisis
14

pada siklus I, II, III disimpulkan kerja kelompok, presentasi, dan


pembelajaran IPA pada materi sistem demontrasi.
peredaran darah dengan 3. Motivasi siswa meningkat, pada
memanfaatkan media audio visual kelas Va siswa dengan kategori
dalam pelaksanaan pembelajaran, tinggi siklus I 20%, siklus II
dapat meningkatkan motivasi dan sebesar 63,33%, siklus III
prestasi belajar siswa. menjadi 76,66%. Sedangkan
siswa kelas Vb juga meningkat,
SIMPULAN DAN SARAN
siklus I 25,00%, siklus II
Berdasar hasil penelitian tindakan 54,16%, dan siklus III 75,00%.
kelas yang telah dilakukan, peneliti 4. Sistem evalusi disusun dengan
menyimpulkan: tepat dan dilakukan dengan
teratur hasil analisis
1. Desain RPP telah dirancang
menunjukkan koefesien
dengan pendekatan
reliabilitas tinggi menunjukkan
pembelajaran menggunakan
bahwa tes yang digunakan dalam
media audio visual, dengan
bentuk uraian adalah baik.
mengacu pada desain
5. Prestasi belajar siswa
pemebelajaran ASSURE melalui
meningkat, ditunjukkan dengan
tahapan eksplorasi, elaborasi,
jumlah siswa yang tuntas belajar
dan konfirmasi. RPP dapat
setiap siklusnya. Kelas Va siswa
dilksanakan secara baik dengan
tuntas belajar siklus I 17 siswa
memperhatikan karaterristik
(56,67%), siklus II 23 siswa
siswa.
(76,66%), siklus III 25 siswa
2. Pelaksanan pembelajaran dengan
(83,33%). Kelas Vb juga
memanfaatkan media audio
meningkat, siklus I 12 siswa
visual menjadikan situasi
(50,00%) siklus II 16 siswa
pembelajaran IPA lebih
(66,67%), siklus III 17 siswa
menyenangkan, dengan kegiatan
(70,83%).
meliputi penjelasan materi
dengan bantuan tayangan video,
15

Saran Hamzah, 2011. Teori motivasi dan


pengukurannya. PT. Bumi
Beberapa saran yang dapat aksara. Jakarta.
dipertimbanghkan adalah: (1) Nana, 2007. Landasan psikologi
pemanfaatan media audio visual proses pendidikan. Remaja
rosda karya ------------------
adalah sebagai alternatif dan variasi
dalam penggunaan media Nasution Neohi, 2005. Pendidikan
IPA di SD. Universitas
pembelajaran untuk dapat terbuka departemen
memotivasi siswa. (2) Menggunakan pendidikan nasinal. Jakarta
media audio visual pada materi lain, Pargito, 2011. Penelitian tindakan
mata pelajaran lain mungkin dapat bagi guru dan dosen.
Anugrah utama raharja.
dicoba untuk menjadikan Bandar lampung
pembelajaran lebih menyenangkan
Pribadi, 2009. Model-model desain
dan tidak membosankan. sistem pembelajaran. Prodi
teknologi pendidikan. PPS
DAFTAR PUSTAKA UNJ

Arikunto suharsimi, 2005. Dasar- Riduwan, 2005. Belajar mudah


dasar evaluasi pendidikan. penelitian untuk guru
Bumi aksara. Jakarta karyawan dan peneliti muda.
Alfabeta. Bandung
Azhar arsyad, 2007. Media
pembelajaran PT. Raja Sardiman, 2011. Interaksi dan
Grafindo persada. Jakarta. motivasi belajar mengajar.
Raja grafindo. Jakarta
Budiningsih, 2008. Belajar dan
pembelajaran. Rieneka cipta. Slameto, 2003. Belajar dan faktor-
Jakarta. faktor yang
mempengaruhinya. Aneka
Dalyono M, 2005. Psikologi cipta. Jakarta
pendidikan. Rieneka cipta.
Jakarta Sondang, 2004. Teori motivasi dan
Departemen pendidikan nasional. aplikasinya. PT Rieneka
2006. Kurikulum KTSP dirjen cipta. Jakarta
dikdasmen derektorat tenaga
kependidikan. Jakarta