Anda di halaman 1dari 4

Gainesboro Machine Tools Corporation

ABSTRAKSI
Gainesboro Machine Tools Corporation adalah sebuah perusahaan yang
bergerak dalam berbagai macam produksi perkakas mesin maupun peralatan listrik,
didirikan pada tahun 1923 di Concord, New Hampshire oleh James Gaines dan David
Searboro. Perusahaan berjalan dengan baik dan terus berkembang hingga pada tahun
2004 terjadi badai Katarina di Amerika Serikat yang menghancurkan kawasan
tenggara AS. Badai ini mengakibatkan perekonomian di AS goyang, dan
menjatuhkan harga saham sebesar 18% Gainesboro menjadi
$22.15.Dikarenakan harga saham yang jatuh, beberapa perusahaan berencana untuk
membeli kembali sahamnya sedangkan beberapa perusahaan lain memiliki
kepercayaan diri yang tinggi akan membaiknya perekonomian di AS. Ashely
Swenson sebagai CFO dari Gainesboro menghadap idilema dalam menghadapi
masalah ini di tahun 2005, BOD dari Gainesboro meminta rekomendasinya
untuk kebijakan dividen. Ashley Swenson sendiri masih mempertimbangkan pilihan
yang terbaik untuk perusahaan, apakah dana perusahaan akan dibagikan untuk para
pemegang saham dalam bentuk dividen atau akan dilakukan pembelian kembali
saham perusahaan.
TOKOH-TOKOH PENTING DALAM KASUS DAN PERANANNYA
• James Gaines dan David Searboro pendiri Gainesboro Machine Tools Corporation
• Ashely Swenson sebagai CFO dari Gainesboro Machine Tools Corporation
• BOD sebagai pengambil keputusan Deviden
MASALAH
Sejak tahun 2003, dividen yang dibayarkan kepada para pemegang saham Gainesboro
Machine terus berkurang hingga puncaknya terjadi pada tahun 2004, dimana terjadi
banyak kerugian sehingga tidak ada dividen ditahun itu. Hal ini terjadi karena pada
tahun 2004 terjadi badai Katarina di Amerika Serikat yang menghancurkan kawasan
tenggara AS. Badai ini mengakibatkan perekonomian di AS goyang, dan
menjatuhkan harga saham sebesar 18% Gainesboro menjadi
$22.15.Dikarenakan harga saham yang jatuh, beberapa perusahaan berencana untuk
membeli kembali sahamnya sedangkan beberapa perusahaan lain memiliki
kepercayaan diri yang tinggi akan membaiknya perekonomian di AS. Gainesboro
sendiri memiliki pertimbangan apakah dana yang dimiliki perusahaan akan dibagikan
untuk para pemegang saham dalam bentuk dividen atau akan dilakukan pembelian
kembali saham.
TEORI YANG TERKAIT
• Buy back stock adalah teori yang digunakan untuk membeli kembali saham dari
para pemegang saham, dengan alasan sebagai alternative daripada
mendistribusikan cash sebagai dividen dan untuk menghilangkan cash dari hasil
penjualan asset.
• Keuntungan metode ini adalah, pemegang saham diberi kebebasan untuk menerima
tawaran ini atau tidak, selain itu dapat menghindari sebuah penetapan
dividen yang tidak dapat dimaintain di masa mendatang. Selain itu hasil saham
yang dibeli dapat dijual kembali untuk meningkatkan cash sejumlah yang
dibutuhkan. Namun ada kemungkinan menjadi signal negative karena
perusahaan dianggap tidak memiliki kesempatan investasi yang lebih baik lagi.Selain
itu pemegang saham bisa diperlakukan tidak adil karena dimungkinkan
tidak mendapatkan informasi yang baik. Perusahaan juga harus menetapkan harga
yang lebih tinggi untuk pembelian sehingga dimungkinkan harus mengeluarkan dana
yang lebih banyak untuk saham perusahaan sendiri.
ANALISIS MASALAH
• Ashley Swenson belum bisa memutuskan apakah dana perusahaan harus dibagikan
untuk para pemegang saham dalam bentuk dividen atau akan dilakukan pembelian
kembali saham perusahaan.
• Perusahaan yang awalnya memiliki trackrecord baik dalam mendapatkan dan
membagikan deviden, kemudian reputasi perusahaan yang semakin memburuk karena
tidak bisa membagikan deviden. Akhirnya perusahaan mengganti nama perusahaan
untuk menarik minat dan membangun kepercayaan para investor.
BEBERAPA ALTERNATIF PEMECAHAN MASALAH
• Dengan melakukan restrukturisasi perusahaan dengan memperbarui divisi
operasional. Selain itu sebuah peralatan mesin yang didesign dengan computer
sepertinya menunjukkan pertanda baik untuk diterima masyarakat luas. Hal inilah
yang menjadi dasar dari Gainesboro untuk kembali bersaing di tahun 2005. Serta,
strategi restrukturisasi dan pengembangan teknologi perusahaan. Untuk mencapai hal
ini, pihak management Gainesboro mengeluarkan tiga poin aturan, yaitu produksi
yang dilakukan 75% dari penjualan peralatan CAD/CAM dan sisanya adalah
penjualan mesin tradisional. Poin kedua dari mereka adalah dengan mulai
semakin agresif memasuki pasar internasional agar terjadi peningkatan dari 15%
menjadi 50% nantinya di tahun 2011. Sebagai langkah ketiga, management ingin
memperluas perusahaan dengan melakukan joint venture dan akuisisi, sehingga bisa
menambah produk baru dan proses research baru sebesar 50% di tahun 2011 nanti.
Beberapa strategi kebijakan dividen dalam perusahaan Gainesboro
• Zero-dividend payout
Dengan strategi ini, diharapkan peningkatan untuk teknologi dan
CAD/CAM, namunmembutuhkan dana yang cukup banyak dan mungkin
akan menjadikan Gainesboroberubah arah dari sebuah perusahaan peralatan
listrik tradisional menjadi sebuahperusahaan dengan teknologi dalam CAD/CAM.
Harapan dari solusi ini adalah apresiasi yang tinggi terhadap modal karena akan
lebih dikenal sebagai perusahaan denganteknologi cukup tinggi, namun
kekurangannya akan memberikan dividen kecil sekaliatau tidak sama sekali.
Dengan kondisi ini maka seolah-olah perusahaan di waktu yangakan mendatang
kemungkinan akan memberikan dividen yang cukup besar, namuntantangannya
strategi ini bisa membuat investor panik juga.
• 40% dividend payout or a DPS $0.20
Strategi ini akan mengembalikan pembayaran dividen menjadi $0.80 dengan harapan
akan menambah pemesanan dan penjualan barang, sehingga memberikan signal yang
baik ke shareholders bahwa perusahaan sudah berhasil mengatasi masalahnya
dan yakin dengan pendapatan di masa mendatang. Para investment banker
menyarankan untuk kembali ke model usaha semula menjadi perusahaan peralatan
listrik dan mesin dengan total perbandingan 62%, dimana 36% untuk peralatan
listrik dan 26% untukperalatan mesin. Beberapa manager juga berpendapat bahwa
pertumbuhan sebesar 10-20% nantinya akan diikuti pertumbuhan pembayaran dividen
menjadi 30-50%.
• Residual-dividend payout
Beberapa orang dari divisi finance menyarankan agar Gainesboro baru
membayar dividen jika alokasi dana setelah dialokasikan ke project adalah
ketika NPV bernilai positif, dengan mendapatkan target ini diharapkan dana yang
tidak digunakan nantinya bisa dijadikan dividen. Harapan dari metode ini adalah
tingkat kepercayaan yang akan meningkat untuk investor dan kenaikan value
perusahaan. Bagi Swenson, metode ini bisa mengakibatkan dividen yang tidak
menentu, karena sangat tergantung dari nilai project yang ada dan dimungkinkan
akan mengakibatkan pengaruh yang kurang baik terhadap harga saham
perusahaan. Dari study yang dia pelajari, diambil sebuah kesimpulan bahwa
perusahaan yang lambat berkembang akan membayar dividen dalam jumlah
tinggi, dan sebaliknya untuk perusahaan yang cepat berkembang akan membayar
dividen dalam jumlah yang relative rendah.
• Underlying Theories
Sebuah keputusan untuk pembayaran hasil dari pendapatan atau menahan
dan mereinvestasikan dana tersebut untuk kepentingan perusahaan. Dalam kebijakan
dividen, akan banyak sekali pertimbangan termasuk seberapa besar dividen yang
akan dibayarkan, seberapa stabil pembayaran dividen sebuah perusahaan,
sebera pasering pembayaran dividen dalam setahun, dan apakah kebijakan
ini akan diumumkan kemasyarakan yang menjadi shareholders.
PENGAMBILAN KEPUTUSAN (MEMILIH CARA MENGATASI MASALAH)
Untuk menghadapi masalah ini, mereka menambah budget untuk R&D dan membuat
dua restrukturisasi besar pada tahun 2002 dengan menjual line of business yang
kurang menguntungkan, menjual beberapa asset dan mengurangi jumlah karyawan.
Pengehematan ini mengurangi sekitar $65 juta biaya, dan di tahun 2004 strategi yang
mereka ambil adalah dengan mengubah strategi manufaktur dan mulai mengadopsi
prosedur yang administrative serta memperbaiki pendekatan marketing mereka. Dari
sini bisa dikurangi lagi biaya sebesar $89 juta, sehingga jika ditotal sudah ada
penghematan sebanyak $154 juta
LESSON LEARN
Dalam kondisi perusahaan yang dihadapkan dengan kondisi perekonomian yang
sedang tidak baik,maka akan mengakibatkan turunnya nilai saham. Untuk
menyelamatkan perusahaan dari kondisi tersebut perusahaan dapat membeli kembali
saham yang artinya perusahaan akan aman dan hanya bisa menunggu perekonomian
membaik dengan sendirinya.
Namun dibandingkan dengan hal itu, terdapat alternatif lain yaitu perusahan harus
lebih agresif untuk memasuki pasar internasional dan berusaha memberikan signal
positif kepada investor bahwa seolah-olah mereka sudah menyelesaikan masalah
tersebut dan dapat memberikan dividen yang besar dimasa mendatang dengan
beberapa strategi seperti mningkatkan pembayaran deviden menjadi $0,80 sehingga
investor percaya bahwa perusahaan akan memberikan deviden yang lebih besar.