Anda di halaman 1dari 3

Semua tingkatan kelas di SD memuat materi sastra anak yang

harus dipelajari oleh siswa, Kemukakan pendapat bapak/ibu


tentang sastra anak . apresiasi sastra anak Apa manfaatnya siswa
memiliki kemampuan mengapresiasi sastra anak? Setelah
membaca materi KB3 apa yang harus diperbaiki dari cara bapak ibu
mengajarkan sastra anak selama ini?

Usia anak-anak merupakan fase perkembangan yang sangat labil.


Pada usia tersebut, anak-anak sangat mudah menerima berbagai
hal, baik positif maupun negatif. Apa yang lebih banyak mereka
terima pada usia anak-anak, akan sangat menentukan
perkembangan intelektual maupun moral mereka pada saat
dewasa nanti. Jika mereka lebih banyak diajarkan atau dibiasakan
untuk membantu orang lain, gemar membaca, sopan, santun, dan
berbagai prilaku positif lainnya, stelah mereka besar hal-hal baik
itu yang akan terus mereka lakukan karena telah dibiasakan sejak
dini, demikian pula sebaliknya, jika anak-anak diajarkan atau
dibiasakan dengan hal-hal negatif seperti berbohong maupun
berkata kasar, maka bukan hal yang tidak mungkin niscaya dia
akan meneruskan kebiasaan buruk tersebut hingga dia dewasa.
Alangkah bagusnya jika pada masa-masa pencarian maupun
produktivitas tersebut, anak-anak disuguhkan dengan berbagai
bacaan yang dapat memperkaya intelektual dan moralnya. Salah
satu alternatif bacaan yang penting diberikan kepada anak-anak
dalam rangka memperkaya intelektual serta membentuk karakter
dan budi pekerti anak adalah bacaan-bacaan karya sastra, lebih
khususnya lagi adalah sastra anak.

Anak-anak yang telah terbiasa bergelut dengan sastra sejak usia


dini akan menjadi lebih baik karena sastra diciptakan tidak
semata-semata untuk menghibur, namun lebih dari itu, sastra
hadir untuk memberikan pencerahan moral bagi manusia sehingga
terbentuk manusia-manusia yang berkarakter dan berbudi pekerti
luhur. Karya sastra anak menjadi sangat penting dibiasakan kepada
anak-anak sejak dini karena di dalamnya tersaji berbagai realitas
kehidupan dunia anak dalam wujud bahasa yang indah. Sastra anak
dapat menyajikan dua kebutuhan utama anak-anak yaitu hiburan
dan pendidikan. Anak-anak dapat merasakan hiburan lewat cerita
maupun untaian kata dalam puisi anak melalui belajar sastra,
demikian pula, dengan belajar sastra, anak-anak secara tidak
langsung dididik untuk meneladani berbagai nasihat, ajaran,
maupun moral yang disampaikan dalam karya sastra anak.

Apresiasi sastra memiliki berbagai manfaat bagi siswa. Moody dan


Leslie S. (dalam Wardani,1981) mengemukakan manfaat apresiasi
sastra:

a. melatih keempat keterampilan berbahasa,


b. menambah pengetahuan tentang pengalaman hidup manusia
seperti adat istiadat, agama, kebudayaan, dsb,
c. membantu mengembangkan pribadi,
d. membantu pembentukan watak,
e. memberi kenyamanan,
f. meluaskan dimensi kehidupan dengan pengalaman baru.

Hal tersebut sejalan dengan Huck yang mengemukakan dua


manfaat apresiasi sastra, yakni:

(1) nilai personal: memberi kesenangan, mengembangkan


imajinasi, memberi pengalaman yang dapat terhayati,
mengembangkan pandangan ke arah persoalan kemanusiaan,
menyajikan pengalaman yang bersifat emosional;
(2) Nilai pendidikan: membantu perkembangan bahasa,
meningkatkan kelancaran-kemahiran membaca, meningkatkan
keterampilan menulis, mengembangkan kepekaan terhadap sastra

Setelah saya membaca materi KB3, yang saya harus perbaiki dalam
mengajarkan sastra anak selama ini adalah masih sedikitnya
penggunaan strategi dan metode pembelajaran sastra yang saya
terapkan. saya jadi mengerti cerita yang sesuai untuk anak-anak
seperti

a. Prasekolah-Kelas I SD cerita yang digemari adalah cerita-cerita


lugas, singkat yang akrab dengan dunia mereka: fabel, anak- anak,
rumah, manusia, mainan, humor, sajak-sajak dongengan, sajak-
sajak merdu dengan rima-rima yang indah.

b. Usia 6-10 Tahun. Kelas I - IV SD: cerita binatang, cerita anak


di negeri lain, hikayat lama dan baru.

c. Usia 11-14 Tahun. Kelas V - VI SD: membutuhkan cerita nyata,


cerita tentang kehidupan orang dewasa, cerita pahlawan, dan
cerita-cerita yang mengajarkan tentang cita-cita pribadi,
petualangan, kepahlawanan, biografi, otobiografi, mite, legenda.

Sehingga pembelajaran sastra anak sesuai kondisi dan tingkat


perkembangan anak-anak.

Anda mungkin juga menyukai