Anda di halaman 1dari 26

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

(RPP)

A. Pengertian
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) merupakan rencana kegiatan
pembelajaran untuk satu pertemuan tau lebih, yang dilaksanakan pada kelas teori,
praktek dan/atau dunia kerja. RPP dikembangkan dari silabus untuk mengarahan
kegiatan pembelajran peserta didik dalam upaya menguasai Kompetensi Dasar (KD).
Seluruh satuan pendidik (guru) yang bertugas mengajar dan mendidik peserta
didik di kelas memiliki kewajiban untuk menyusun RPP. Hal ini dirasa sangatlah
penting, karena RPP merupakan sebuah rancangan (skenario) yang disusun agar proses
pembelajaran dapat berjalan dengan efektif dan mencapai tujuan pembelajaran yang
diharapkan. RPP menggambarkan perilaku dan tindakan dari guru dan peserta didik
yang harus dilakukan demi mencapai tujuan pembelajaran.
RPP merupakan Dokumen III Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP).
KTSP merupakan acuan utama pelaksanaan program Pendidikan di sebuah satuan
pendidikan. Karena KTSP merupakan acuan dan harus diselesaikan sebelum tahun
ajaran dimulai, sehingga RPP harus sudah diselesaikan sebelum tahun ajaran baru
dimulai. Dalam implementasinya, RPP haruslah diperbaharui sesuai dengan
perkembangan ipteks, dinamika dunia kerja dan kebutuhan peserta didik.
Perencanaan merupakan tahapan paling penting dari suatu fungsi manajemen.
Penyusunan RPP merupakan suatu proses yang mempersiapkan langkah-langkah
kegiatan proses pembelajaran secara sistematis yang dilakukan untuk mencapai tujuan
pembelajaran. Sehubungan dengan itu, RPP haruslah disusun secara seksama dengan
perencanaan yang matang, agar proses pembelajaran dapat dapat berjalan dengan baik,
interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, efisian memotivasi peserta didik serta
memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas dan kemandirian sesui dengan
bakat, minat dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik.
Penyusunan RPP harus memperhatikan prinsip-prinsip berikut.
a. Perbedaan individual peserta didik antara lain kemampuan awal, tingkat intelektual,
bakat, potensi, minat, motivasi belajar, kemampuan sosial, emosi, gaya belajar,
kebutuhan khusus, kecepatan belajar, latar belakang budaya, norma, nilai, dan/atau
lingkungan peserta didik.
b. Partisipasi aktif peserta didik.
c. Berpusat pada peserta didik untuk mendorong semangat belajar, motivasi, minat,
kreativitas, inisiatif, inspirasi, inovasi dan kemandirian.
d. Pengembangan budaya membaca dan menulis yang dirancang untuk
mengembangkan kegemaran membaca, pemahaman beragam bacaan, dan
berekspresi dalam berbagai bentuk tulisan.
e. Pemberian umpan balik dan tindak lanjut RPP memuat rancangan program
pemberian umpan balik positif, penguatan, pengayaan, dan remedial.
f. Penekanan pada keterkaitan dan keterpaduan antara KD, materi pembelajaran,
kegiatan pembelajaran, indikator pencapaian kompetensi, penilaian, dan sumber
belajar dalam satu keutuhan pengalaman belajar.
g. Mengintegrasikan sikap, nilai-nilai karakter, litersi, dan kecakapan abad ke-21 pada
kegiatan pembelajaran mulai dari tahap pendahuluan, kegiatan inti, hingga penutup.
h. Mengakomodasi pembelajaran tematik-terpadu, keterpaduan lintas mata pelajaran,
lintas aspek belajar, dan keragaman budaya.
i. Penerapan teknologi informasi dan komunikasi secara terintegrasi, sistematis, dan
efektif sesuai dengan situasi dan kondisi terkait Industri 4.0.
j. Pembelajaran mata pelajaran muatan nasional dan kewilayahan mendukung
pencapaian kompetensi keahlian kejuruan, pembentukan nilai-nilai karakter, dan
pengembangan kecakapan yang diperlukan di abad ke-21.

Pengembangan RPP dapat dilakukan oleh setiap guru atau kelompok guru mata
pelajaran tertentu yang difasilitasi dan disupervisi oleh kepala sekolah atau guru senior
yang ditunjuk oleh kepala sekolah. Atau, melalui MGMP antarsekolah atau
antarwilayah yang dikoordinasikan dan disupervisi oleh pengawas atau dinas
pendidikan. Dalam mengembangkan RPP, guru harus memperhatikan silabus, buku
teks peserta didik, dan buku guru serta sumber lain yang terkait.

B. Tujuan RPP
Tujuan penyusunanRPP adalah seperti berikut.
1. Sebagai pedoman guru dalam melaksanakan proses pembelajaran.
2. Membiasakan guru untuk selalu membuat perencanaan.
3. Menyiapkan berbagai perangkat yang digunakan untuk pembeljaran, meliputi
perangkat penilaian, lembar kerja, lembar informasi.
C. Komponen RPP
RPP yang disusun harus memuat komponen-komponen sebagai berikut (PSMK,
2018):
1. Identitas program Pendidikan
2. Kompetensi inti dan kompetensi dasar
3. Indikator pencapaian kompetensi yang merupakan tolak ukur ketercapaian
suatu KD. IPK dirumuskan dengan menggunakan kata kerja operasional
yang dapat diukur, yang mencakup sikap dan nilai-nilai karakter,
pengetahuan, dan keterampilan.
4. Tujuan pembelajaran dirumuskan berdasarkan KD, dengan memperhatikan
komponen tujuan yang meliputi Audience, behaviour, condition dan degree.
Tujuan pembelajaran dirumuskan dengan menggunakan kata kerja
operasional (KKO) yang dapat diamati dan diukur, yang mencakup sikap
dan nilai-nilai karakter, pengetahuan, dan keterampilan.
5. Materi pembelajaran, memuat fakta, konsep, prosedur dan metakognitif
yang relevan dengan tuntutan KD.
6. Pendekatan pembelajaran, metode pembelajaran dan model pembelajaran,
digunakan oleh pendidik untuk mewujudkan suasana belajar dan proses
pembelajaran agar peserta didik mencapai KD yang disesuaikan dengan
karakteristik peserta didik dan KD yang akan dicapai, termasuk sikap, nilai-
nilai karakter, dan kecakapan abad ke-21 yang dapat dikembangkan.
Pendekatan pada Kurikulum 2013 ialah pendekatan saintifik.
7. Kegiatan pembelajaran dilakukan melalui tahapan pendahuluan, kegiatan
inti, dan penutup dengan mengintegrasikan nilai-nilai karakter sesuai
dengan hasil analisis (perancah pemaduan sintaksis model pembelajaran dan
pendekatan saintifik).
8. Alat/Bahan dan Media pembelajaran, berupa alat bantu proses pembelajaran
untuk menyampaikan materi pelajaran.
9. Sumber belajar meliputi buku, lembaran informasi, job sheet/lembaran
tugas, lembar penilaian, internet, maupun sumber lainnya yang dianggap
dapat berperan membantu siswa dalam mencapai tujuan pembelajaran.
Penilaian hasil belajar, merupakan keputusan pencapaian hasil belajar yang
didasarkan atas pengumpulan data, menggunakan instrumen pengukuran baik
sikap, pengetahuan, dan keterampilan.
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)
Nama Sekolah : SMK Negeri 26 Jakarta
Bidang keahlian : Teknologi dan Rekayasa
Program Keahlian : Teknik Elektronika
Kompetensi Keahlian : Teknik Elektronika Daya dan Komunikasi
Mata Pelajaran : Teknik Pemrograman Mikroprosesor dan Mikrokontroler
(144JP)
Kelas/Semester : X TEDK / Ganjil
Tahun Pelajaran : 2018/2019
Alokasi Waktu : 4 x 45 Menit
A. Kompetensi Inti
1. Sikap Spiritual (KI-1)
Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.

2. Sikap Sosial (KI-2)


Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disipli, tangung jawab, peduli (
gotong royong, kerja sama, toleran, damai), bertanggung jawab, responsive, dan
proaktif melalui keteladanan, pemberian nasihat, penguatan, pembiasan, dan
pengondisian secara berkesinambungan serta menunjukan sikap sebagai bagian dari
solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan
social dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam
peraulan dunia.

3. Pengetahuan (KI-3)
Melaksanakan tugas spesifik dengan menggunakan alat, informasi dan prosedur
kerja yang lazim dilakukan serta memcahkan masalah sesuai dengan bidang kerja
dasar-dasar teknik elektronika pada tingkat teknis, spesifik, detil dan kompleks,
berkenaan dengan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dalam
konteks pengembangan potensi diri sebagai bagian dari keluarga, sekolah, dunia kerja,
warga masyarakat nasional, regional dan internasional.
4. Keterampilan (KI-4)
Melaksanakan tugas spesifik dengan menggunakan alat, informasi, dan
prosedur kerja yang lazim dilakukan serta memecahkan masalah sesuai dengan bidang
kerja Dasar-dasar Teknik Elektronika. Menampilkan kinerja di bawah bimbingan
dengan mutu dan kuantitas yang terukur sesuai dengan standar kompetensi kerja.
Menunjukkan keterampilan menalar, mengolah, dan menyaji secara efektif, kreatif,
produktif, kritis, mandiri, kolaboratif, komunikatif, dan solutif dalam ranah abstrak
terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu
melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan langsung. Menunjukkan
keterampilan mempersepsi, kesiapan, meniru, membiasakan, gerak mahir, menjadikan
gerak alami dalam ranah konkret terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya
di sekolah, serta mampu melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan langsung.

B. Kompetensi Dasar
Kompetensi Dasar Pengetahuan
3.2 Menerapkan penggunaan bahasa pemrograman dalam menyelesaikan masalah

Kompetensi Dasar Keterampilan


4.2 membuat program dalam menyelesaikan masalah dengan menggunakan bahasa C

C. Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK)


Kompetensi dasar Indikator Pencapaian Kompetensi

3.2 Menerapkan penggunaan bahasa 3.2.1 Menjelaskan jenis-jenis bahasa


pemrograman dalam menyelesaikan pemrograman dalam
masalah menyelesaikan masalah
3.2.2 Menjelaskan tingkatan pada
bahasa pemrograman
3.2.3 Menjelaskan syarat dan
ketentuan bahasa pemrograman
4.2 Membuat program dalam 4.2.1 Menyiapkan perangkat program
menyelesaikan masalah dengan dalam menyelesaikan masalah
menggunakan bahasa C matematis dan logika dengan
menggunakan bahasa C
4.2.2 Menentukan langkah-langkah
program dalam menyelesaikan
matematis dan logika dengan
menggunakan bahasa C
4.2.3 Menerapkan prosedur program
dalam menyelesaikan masalah
matematis dan logika dengan
menggunakan bahasa C

D. Tujuan Pembelajaran
Setelah selesai melaksanakan kegiatan pembelajaran dengan berdiskusi dan
menggali informasi terkait bahasa pemrograman, peserta didik diharapkan dapat
menjelaskan jenis-jenis bahasa pemrograman, tingkatan bahasa pemrograman, syarat
dan ketentuan bahasa pemrograman dan membuat sebuah program sederhana
menggunakan bahasa C dengan baik dan benar secara kreatif.

E. Materi Pembelajaran
1. Fakta : jenis-jenis bahasa pemrograman, tingkatan bahasa pemrograman
2. Konsep : Pengertian bahasa pemrograman, Bahasa Pemrograman bahasa C
3. Prosedur : Langkah-langkah pembuatan program dengan bahasa C

F. Pendekatan, Metode, dan Model Pembelajaran


a. Pendekatan : Saintifik
b. Metode Pembelajaran : Paparan, Diskusi, Penugasan
c. Model Pembelajaran : Discovery Learninng

G. Kegiatan Pembelajaran
1. Pertemuan ke 2 (dua) (4JP)
a. Tujuan Pembelajaran
Peserta didik diharapkan dapat menjelaskan jenis-jenis bahasa pemrograman,
tingkatan bahasa pemrograman, syarat dan ketentuan bahasa pemrograman dan
membuat sebuah program sederhana menggunakan bahasa C dengan baik dan
benar secara kreatif.
b. Materi Pembelajaran
1. Fakta : jenis-jenis bahasa pemrograman, tingkatan bahasa pemrograman
2. Konsep : Pengertian bahasa pemrograman, Bahasa Pemrograman bahasa C
3. Prosedur : Langkah-langkah pembuatan program dengan bahasa C

2. Pendekatan, Metode dan Model Pembelajaran


a. Pendekatan : Saintifik
b. Metode Pembelajaran : Papara, Diskusi, Penugasan
c. Model Pembelajaran : Discovery Learning

3. Alat/Bahan dan Media Pembelajaran


1. Alat : Laptop / PC
2. Bahan : Jobsheet
3. Media Pembelajaran : LCD Projector, Powerpoint, Internet

4. Sumber Belajar
1. Buku peserta didik. Suprapto, 2008. “Bahasa Pemrograman”. DitPSMK.
2. Artikel atau tulisan yang relevan lainnya.

5. Langkah – Langkah Pembelajaran


Alokasi
Kegiatan Deskripsi Pembelajaran
Waktu

Persiapan

1. Guru mengkondisikan suasana kelas untuk memulai


pembelajaran.
2. Guru mengucapkan salam dan mengarahkan peserta
didik untuk berdoa. 15 Menit
3. Peserta didik berdoa bersama-sama dipimpin ketua
PENDAHULUAN kelas.
4. Guru memberikan kesempatan 10 menit kepada
peserta didik untuk membaca buku sebagai bentuk
penerapan literasi.

1. Guru memberikan beberapa pertanyaan tentang materi


yang telah dipelajari pada pertemuan sebelumnya 5 menit
sebagai bentuk apersepsi untuk menguji pemahaman
peserta didik.
2. Guru memotivasi peserta didik untuk semangat belajar
dengan cara memberikan pengetahuan pentingnya
belajar dan manfaat mempelajari bahasa
pemrograman.
3. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pada
pertemuan hari ini.
4. Guru menyampaikan kegiatan pembelajaran yang akan
dilakukan.
5. Guru menyampaikan cakupan materi yang akan
dipelajari.
6. Guru menyampaikan proses evaluasi penilaian dan
penugasan pada kegiatan pembelajaran.

Mengamati

Fase 1 : Pemberian rangsangan (stimulus)

1. Guru memberikan arahan kepada peserta didik untuk 10 menit


mengamati paparan mengenai bahasa pemrograman
2. Peserta didik mengamati paparan mengenai bahasa
pemrograman

Menanya

Fase 2 : Pernyataan / identifikasi masalah (Problem


statemet )

1. Guru memberikan pertanyaan mengenai bahasa


pemrograman pada peserta didik
20 menit
2. Peserta didik menjawab pertanyaan guru sesuai
INTI dengan pemahaman awal.
3. Guru memberikan kesempatan kepada peserta didik
untuk bertanya mengenai bahasa pemrograman
4. Peserta didik bertanya mengenai bahasa pemrograman
5. Guru menjawab pertanyaan peserta didik.

Mengumpulkan Informasi

Fase 3 : Pengumpulan data (Data Colection)

1. Guru menginstruksikan kepada peserta didik untuk


membentuk kelompok kerja. 45 menit
2. Peserta didik membentuk kelompok kerja.
3. Guru memberikan instruksi praktek berupa lembar
kerja sesuai dengan materi pembelajaran.
4. Peserta didik menelaah instruksi praktek yang
diberikan guru.
5. Guru mengarahkan peserta didik untuk
mengumpulkan data, mencari referensi, untuk
mengerjakan instruksi praktek yang telah diberikan.
6. Peserta didik mengumpulkan data dari berbagai
sumber informasi yang relevan, membaca literatur,
mengamati hasil referensi yang didapat

Mengasosiasi

Fase 4 : Mengolah data (Data Processing)

1. Guru mengarahkan peserta didik untuk mendiskusikan


hasil temuannya dengan teman kelompok
2. Peserta didik menganalisis hasil pencarian mengenai
30 menit
bahasa pemrograman, dan pembuatan program
sederhana menggunakan bahasa C
3. Peserta didik mendiskusikan hasil yang didapat dari
sumber yang relevan bersama teman kelompok.
4. Peserta didik membuat ringkasan hasil diskusi
kelompok.

Mengkomunikasikan

Fase 5 : Pembuktian (Generalization)

1. Peserta didik melakukan proses praktek dengan


membuat sebuah flowchart dan program sederhana
45 menit
menggunakan bahasa C berdasarkan dengan lembar
kerja yang telah diberikan.
2. Peserta didik memberikan pertanyaan apabila terdapat
bagian yang tidak dimengerti
3. Guru melakukan konfirmasi mengenai hasil praktek.

1. Guru mengevaluasi hasil belajar peserta didik pada


akhir proses pembelajaran.
2. Guru memberitahukan materi belajar yang akan
dilakukan pada pertemuan berikutnya.
3. Peserta didik mengamati arahan yang disampaikan
PENUTUP 10 menit
guru.
4. Guru menginstruksikan peserta didik untuk menutup
proses pembelajaran.
5. Peserta didik berdoa bersama-sama dipimpin ketua
kelas.

180
TOTAL
menit
6. Penilaian Pembelajaran
1. Teknik Penilaian:
a. Penilaian Sikap : Observasi/pengamatan
b. Penilaian Pengetahuan : Penilaian penjelasan materi, tanya jawab
c. Penilaian Keterampilan : Penilaian praktik
2. Bentuk Penilaian:
a. Observasi : lembar pengamatan aktivitas peserta didik
b. Tes tertulis : uraian
c. Unjuk kerja : lembar kerja
3. Instrumen Penilaian (terlampir)

7. Remedial, Pengayaan dan Konseling


1. Remedial
a. Pembelajaran remedial dilakukan bagi peserta didik yang belum dapat
menuntaskan KD
b. Tahapan pembelajaran remedial dilaksanakan melalui remedial
teaching, atau tutor sebaya, atau tugas dan diakhiri dengan tes
c. Tes remedial, dilakukan sebanyak 2 kali dan apabila setelah 2 kali tes
remedial belum mencapai ketuntasan, remedial dilakukan dalam
bentuk tugas tanpa tes tertulis kembali
2. Pengayaan
a. Bagi peserta didik yang sudah mencapai nilai ketuntasan minimal 10
angka di atas KKM diberikan materi pembelajaran pengayaan:
Algoritma percabangan dan Algoritma Perulangan dengan suatu
kondisi. (Buku : Pemrograman Dasar Untuk SMK Kelas X Semester 1
3. Konseling
Konseling merupakan tindak lanjut dari penemuan sikap yang tidak baik
dari peserta didik (jika ditemukan)
Mengetahui Jakarta, .................. 2018
Kepala SMK Negeri 26 Jakarta Guru Mata Pelajaran

Purwosusilo, M.Pd Hanif Azhari S.Pd Gr.

NIP. 196707241997031005 NIP. –


Lampiran 1. Ringkasan Materi Pembelajaran

A. Bahasa Pemrograman
Semua program pada dasarnya memberikan instruksi kepada komputer
sedemikain rupa sehingga bisa melakukan berbagai macam hal sesuai dengan fungsi
program tersebut. Orang yang mengembangkan program disebut dengan programmer.
Komputer bekerja dengan operasi-operasi biner, yaitu mengolah data-data
berupa barisan biner 0 dan 1 sehingga tidak mungkin ketika seorang programmer
memerintahkan untuk menulis pesan langsung dimengerti oleh komputer.
Oleh karena itu harus ada suatu bahasa yang dapat menghubungkan agar
komputer mengerti instruksi atau perintah yang diberikan .Bahasa penghubung inilah
yang disebut dengan bahasa pemrograman.
Bahasa Pemrograman adalah suatu instruksi standar untuk memerintah
komputer. Untuk menjadi sebuah program maka kode-kode yang sudah dituliskan
dalam bahasa pemrograman diubah ke dalam bahasa mesin yang dimengerti oleh
komputer dengan menggunakan interpreter atau compiler.
Proses perubahan ini disebut dengan interpretasi atau kompilasi. Hasil
kompilasi inilah yang menghasilkan program yang dimengerti komputer

Kode
Interpret
Pemrograman Aplikasi
er /
(Bahasa (Bahasa Mesin)
Compiler
pemrograman)

Gambar 2.1 Blok Diagram Bahasa Pemrograman

B. Generasi Bahasa Pemrograman


1. Machine Language
2. Second Generation
3. Procedural Programing
4. Forth Generation language
5. Programming Language Based Object Oriented & Web Development
1. Bahasa Mesin
Bahasa mesin dapat di katakan sebagai “bahasa komputer asli” yang hanya
terdiri dari karakter “0” ( nol ) dan “1” ( satu ) saja, juga di kenal dengan sebutan
“bahasa biner”.
2. Generasi Kedua
Bahasa pada generasi ini lebih menekankan pada fungsi-fungsi atau singkatan2
seperti LOOP, JMP, dsb. Salah satu Bahasa pemrograman pada generasi kadua ini
yaitu Bahasa Assembly
3. Procedural Programing
Pada generasi ini mulai muncul bahasa pemrograman prosedural yang
mengadopsi bahasa yang mirip dengan bahasa manusia namun masih
mencampurkan unsur simbol/karakter khusus seperti {, }, ?, <<, >>, &&, ||, ; dan
lain sebagainya.
4. Forth Generation Language
Generasi ke – 4 adalah generasi bahasa query terstruktur ( SQL, Structured
Query Language ), SQL sebenarnya merupakan bahasa pemrograman namun
penerapannya saat ini lebih banyak pada basis data ( database ) misalnya MySQL,
Oracle Database, SQL Server, PostgreSQL, SQLite dan masih banyak lagi.
5. Programming Language Based Object Oriented & Web Development
Generasi bahasa pemrograman yang ke lima lebih menekankan pada aspek
efisiensi dan penggunaan kembali ( re-use-able ) modul – modul yang di buat
dengan bahasa pemrograman tingkat tinggi tertentu, generasi ke – 5 ini juga di
kenal dengan nama “intellegent programming” ( pemrograman kecerdasan ) yang
menekankan aspek otomatisasi dalam setiap prosesnya.

C. Tingkatan Bahasa Pemrograman


1. Bahasa Mesin
2. Bahasa Tingkat Rendah
3. Bahasa Tingkat Menengah
4. Bahasa Tingkat Tinggi

1. Bahasa Mesin
Bahasa mesin merupakan rangkaian instruksi yang terdiri dari kode biner,
contohnya 0001110011. Bahasa ini menempati tingkatan yang paling rendah
karena bahasa ini bias langsung dieksekusi oleh processor, sehingga bahasa mesin
sering kali digunakan untuk kompilasi oleh compiler pada bahasa pemrograman
lain, yang lebih tinggi tingkatnya.
Sistem bilangan biner atau sistem bilangan basis dua adalah sebuah sistem
penulisan angka dengan menggunakan dua simbol yaitu 0 dan 1. Sistem bilangan
biner modern ditemukan oleh Gottfried Wilhelm Leibniz pada abad ke-17. Sistem
bilangan ini merupakan dasar dari semua sistem bilangan berbasis digital. Dari
sistem biner, kita dapat mengkonversinya ke sistem bilangan Oktal atau
Hexadesimal. Sistem ini juga dapat kita sebut dengan istilah bit, atau Binary Digit.
Pengelompokan biner dalam komputer selalu berjumlah 8, dengan istilah 1
Byte/bita. Dalam istilah komputer, 1 Byte = 8 bit. Kode-kode rancang bangun
komputer, seperti ASCII, American Standard Code for Information Interchange
menggunakan sistem peng-kode-an 1 Byte.
Pengkonversian bahasa biner menjadi bahasa manusia :
20=1
21=2
22=4
23=8
24=16
25=32
26=64
dst
10 = (1 x 23) + (0 x 22) + (1 x 21) + (0 x 20).

2. Bahasa Tingkat Rendah


Bahasa tingkat rendah merupakan rangkaian instruksi menggunakan kode-
kode singkat (kode mnemonic) contohnya bahasa Assembly.
Bahasa pemrograman assembly memiliki keyword yang lebih kompleks dari
pada bahasa mesin sehingga relatif lebih mudah di mengerti
oleh programmer. Assembler adalah nama bahasa pemrograman ( nama produk )
pada generasi ini.
Kode – kode pada bahasa pemrograman assembly cenderung berupa singkatan
yang di kenal dengan sebutan kode mnemonic seperti MOV, SUB, CMP, JMP,
JGE, JL, LOOP, dan lain sebagainya
Bahasa rakitan atau lebih umum dikenal sebagai Assembly adalah bahasa
pemrograman tingkat rendah yang digunakan dalam pemrograman komputer,
mikroprosesor, pengendali mikro, dan perangkat lainnya yang dapat diprogram.
Bahasa rakitan mengimplementasikan representasi atas kode mesin dalam bentuk
simbol-simbol yang secara relatif lebih dapat dipahami oleh manusia. Berbeda
halnya dengan bahasa-bahasa tingkat tinggi yang berlaku umum, bahasa rakitan
biasanya mendukung secara spesifik untuk suatu ataupun beberapa jenis arsitektur
komputer tertentu. Dengan demikian, portabilitas bahasa rakitan tidak dapat
menandingi bahasa-bahasa lainnya yang merupakan bahasa pemrograman tingkat
tinggi. Namun, bahasa rakitan memungkinkan programmer memanfaatkan secara
penuh kemampuan suatu perangkat keras tertentu yang biasanya tidak dapat
ataupun terbatas bila dibuat dengan menggunakan bahasa pemrograman tingkat
tinggi.
Pada bahasa rakitan, programmer umumnya menggunakan sebuah program
utilitas yang disebut sebagai perakit (bahasa Inggris: assembler) yang digunakan
untuk menerjemahkan kode dalam bahasa rakitan tersebut ke dalam kode mesin
untuk perangkat keras tertentu. Sebuah perintah dalam bahasa rakitan biasanya
akan diterjemahkan menjadi sebuah instruksi mnemonic dalam kode mesin,
berbeda halnya dengan kompiler pada bahasa pemrograman tingkat tinggi yang
menerjemahkan sebuah perintah menjadi sejumlah instruksi dalam kode mesin.

3. Bahasa Tingkat Menengah


Bahasa tingkat menengah merupakan rangkaian instruksi gabungan antara
bahasa manusia dengan kode-kode simbolik, contohnya {,},?,<,>&&,$,dsb. Yang
termasuk bahasa menengah yakni bahasa C.
Bahasa Pemrograman C adalah sebuah bahasa pemrograman komputer yang
bisa digunakan untuk membuat berbagai aplikasi (general-purpose programming
language), mulai dari sistem operasi (seperti Windows atau Linux), antivirus,
software pengolah gambar (image processing), hingga compiler untuk bahasa
pemrograman, dimana C banyak digunakan untuk membuat bahasa pemrograman
lain yang salah satunya adalah PHP.
Meskipun termasuk general-purpose programming language, yakni bahasa
pemrograman yang bisa membuat berbagai aplikasi, bahasa pemrograman C paling
cocok merancang aplikasi yang berhubungan langsung dengan Sistem Operasi dan
hardware. Ini tidak terlepas dari tujuan awal bahasa C dikembangkan.
Contoh sebuah program sederhana dengan menggunakan Bahasa C

Gambar 2.2
4. Bahasa Tingkat Tinggi
Bahasa tingkat tinggi merupakan rangkaian instruksi yang menggunakan unsur
kata-kata manusia sehingga lebih mudah untuk dimengerti contohnya begin, end,
if, for, while, and, or dsb. Untuk bahasa ini diperlukan compiler untuk
mengompilasi ke dalam bahasa mesin sehingga dimengerti komputer. Yang
termasuk kategori ini adalah Pascal dan Basic
Lampiran 2 Intrumen Penilaian
5. Penilaian Sikap
INSTRUMEN PENILAIAN SIKAP
Nama Satuan Pendidikan : SMK NEGERI 26 JAKARTA
Tahun Pelajaran : 2018/2019
Kelas / Semester : X TEDK / GANJIL
Mata Pelajaran : Teknik Pemrograman Mikroprosesor dan Mikrokontroler

NO WAKTU NAMA KEJADIAN / BUTIR POS / TINDAK


PERILAKU SIKAP NEG LANJUT
6. Penilaian Pengetahuan
INSTRUMEN PENILAIAN PENGETAHUAN
Nama Satuan Pendidikan : SMK NEGERI 26 JAKARTA
Tahun Pelajaran : 2018/2019
Kelas / Semester : X TEDK / GANJIL
Mata Pelajaran : Teknik Pemrograman Mikroprosesor dan Mikrokontroler

1. Kegiatan
Siswa membentuk sebuah kelompok untuk melakukan pencarian informasi
terkait dengan bahasa pemnrograman (jenis-jenis bahasa pemrograman, tingkatan
bahasa pemrograman, syarat dan ketentuan bahasa pemrograman) lalu membuat sebuah
power point untuk dipresentasikan di depan kelas dan didiskusikan besama-sama.

2. Indikator Pencapaian Kompetensi


INDIKATOR RANAH KOGNITIF
KOMPETENSI
PENCAPAIAN
DASAR C1 C2 C3 C4 C5 C6
KOMPETENSI
3.2 Menerapkan 3.2.1 Menjelaskan V
penggunaan bahasa jenis-jenis bahasa
pemrograman dalam pemrograman
menyelesaikan dalam
masalah menyelesaikan
masalah
3.2.2 Menjelaskan V
tingkatan pada
bahasa
pemrograman
3.2.3 Menjelaskan V
syarat dan
ketentuan bahasa
pemrograman
2. Kriteria Penilaian

NO ASPEK KRITERIA YANG DINILAI SKOR


MAKS
1 Kelengkapan Materi  Presentasi terdiri atas, Judul, Isi Materi dan 4
Daftar Pustaka
 Presentasi sistematis sesuai materi
 Terdapatnya gambar atau blok diagram
 Menuliskan kesimpulan akhir dengan benar
sesuai dengan materi
 Hanya 3 kriteria yang terpenuhi 3

 Hanya 2 kriteria yang terpenuhi 2

 Hanya 1 kriteria yang terpenuhi 1

2 Penulisan Materi  Materi dibuat dalam bentuk charta / Power 4


Point
 Tulisan terbaca dengan jelas
 Isi materi ringkas dan berbobot
 Bahasa yang digunakan mudah di mengerti
 Hanya 3 kriteria yang terpenuhi 3

 Hanya 2 kriteria yang terpenuhi 2

 Hanya 1 kriteria yang terpenuhi 1

3 Kemampuan  Percaya diri, antusias dan bahasa yang lugas 4


presentasi  Seluruh anggota berperan serta aktif
 Dapat mengemukanan ide dan
berargumentasi dengan baik
 Manajemen waktu yang baik
 Hanya 3 kriteria yang terpenuhi 3

 Hanya 2 kriteria yang terpenuhi 2

 Hanya 1 kriteria yang terpenuhi 1

SKOR MAKSIMAL 12

3. Pedoman Penskoran
No Nama Siswa Aspek yang Dinilai Total Nilai
Kelengkapan Penulisan Kemampuan Skor Akhir
Materi Materi Presentasi
4 3 2 1 4 3 2 1 4 3 2 1
1
2

NA = Nilai Akhir
𝑻𝑶𝑻𝑨𝑳 𝑵𝑰𝑳𝑨𝑰 𝑷𝑬𝑹𝑶𝑳𝑬𝑯𝑨𝑵
NA = 𝑺𝑲𝑶𝑹 𝑴𝑨𝑲𝑺𝑰𝑴𝑨𝑳
× 𝟏𝟎𝟎
7. Penilaian Keterampilan
INSTRUMEN PENILAIAN PRESENTASI
Nama Satuan Pendidikan : SMK NEGERI 26 JAKARTA
Tahun Pelajaran : 2018/2019
Kelas / Semester : X TEDK / GANJIL

Mata Pelajaran : Teknik Pemrograman Mikroprosesor dan Mikrokontroler

1. Kegiatan
Siswa melakukan diskusi dan membuat sebuah program sederhana
menggunakan bahasa C untuk menyelesaikan sebuah masalah matematis.

2. Indikator Pencapaian Kompetensi


Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Indikator soal Butir Soal
kompetensi
4.2 Membuat 4.2.1 Menyiapkan perangkat Peserta didik Buatlah
program dalam program dalam mampu flowchart dan
menyelesaikan menyelesaikan membuat program dari
masalah dengan masalah matematis dan flowchat dan masalah
menggunakan logika menggunakan sebuah matematis
bahasa C bahasa C program berikut!
4.2.2 Menentukan langkah- sederhana a. Cara
langkah program menggunakan membuat
dalam menyelesaikan bahasa C dua buah
masalah matematis dan untuk deret
logika dengan memecahkan bilangan 8
menggunakan bahasa masalah dan 9
C matematis dalam satu
4.2.3 Menerapkan prosedur deret
program dalam bilangan
menyelesaikan
masalah matematis dan
logika dengan
menggunakan bahasa
C
4. Kriteria Penilaian

NO ASPEK KRITERIA YANG DINILAI SKOR


MAKS
1 Persiapan Praktik  Memahami jobsheet sebelum melulai praktik 4
 Mempersiapkan alat dan bahan sesuai
dengan jobsheet
 Melakukan pengecekan terhadap alat dan
bahan yang akan digunakan
 Memperhatikan K3 sebelum melakukan
praktik
 Hanya 3 kriteria yang terpenuhi 3

 Hanya 2 kriteria yang terpenuhi 2

 Hanya 1 kriteria yang terpenuhi 1


2 Pelaksanaan Praktik  Melakukan praktik secara hati-hati, cepat, 4
rapih dan ringkas
 Melakukan praktik secara sistematis sesuai
dengan jobsheet
 Dapat melakukan pencarian kesalahan pada
saat praktikum
 Pratik yang dilakukan berhasil dan sesuai
dengan jobsheet
 Hanya 3 kriteria yang terpenuhi 3

 Hanya 2 kriteria yang terpenuhi 2

 Hanya 1 kriteria yang terpenuhi 1

3 Penyelesaian Praktik  Merapihkan kembali alat dan bahan yang 4


digunakan selama praktik
 Menutup praktik dengan do’a
 Dapat membuat laporan sesuai dengan
format laporan yang diberikan
 Laporan dikumpulkan sesuai atau sebelum
tenggat waktu yang ditentukan
 Hanya 3 kriteria yang terpenuhi 3

 Hanya 2 kriteria yang terpenuhi 2

 Hanya 1 kriteria yang terpenuhi 1

SKOR MAKSIMAL 12
Lampiran 3 Jobsheet
Teknik Pemrograman
JOBSHEET Mikroprosesor dan
Mikrokontroler

Membuat program aplikasi sederhana dengan


GURU
menggunakan bahasa C

MATERI: Diagram alir, Bahasa C, Closed Loop Hanif Azhari S.Pd Gr


Program

Nama : NILAI/PARAF
Kelas :
No. Absen :

A. Tujuan Praktikum
1. Setelah selesai melaksanakan kegiatan pembelajaran dengan praktikum peserta didik
dapat menentukan simbol-simbol yang terdapat pada flowchart dengan baik dan benar.
2. Setelah selesai melaksanakan kegiatan pembelajaran dengan praktikum peserta didik
dapat membuat sebuah flowchart dengan baik dan benar.
3. Setelah selesai melaksanakan kegiatan pembelajaran dengan praktikum peserta didik
dapat membuat program berdasarkan dengan flowchart yang telah dibuat dengan baik
dan benar.
4. Setelah selesai melaksanakan kegiatan pembelajaran dengan praktikum peserta didik
dapat membuat sebuah program menggunakan Bahasa C dengan baik dan benar.

B. Teori Singkat
Bahasa Pemrograman adalah suatu instruksi standar untuk memerintah komputer. Untuk
menjadi sebuah program maka kode-kode yang sudah dituliskan dalam bahasa pemrograman
diubah ke dalam bahasa mesin yang dimengerti oleh komputer dengan menggunakan interpreter
atau compiler. Proses perubahan ini disebut dengan interpretasi atau kompilasi. Hasil kompilasi
inilah yang menghasilkan program yang dimengerti komputer.

Bahasa Pemrograman C adalah sebuah bahasa pemrograman komputer yang bisa digunakan
untuk membuat berbagai aplikasi (general-purpose programming language), mulai dari sistem
operasi (seperti Windows atau Linux), antivirus, software pengolah gambar (image processing),
hingga compiler untuk bahasa pemrograman, dimana C banyak digunakan untuk membuat bahasa
pemrograman lain yang salah satunya adalah PHP.
Konsep pemrograman prosedural adalah sebuah metode pemrograman yang setiap baris
perintah diproses secara berurutan dari baris paling atas hingga baris paling bawah. Selain itu bisa
terdapat fungsi tambahan (function) yang digunakan untuk menyelesaikan berbagai tugas. Bahasa
pemrograman C termasuk ke dalam kelompok ini. Gambar 1.1 adalah contoh dari program
sederhana menggunakan Bahasa C.

Gambar 1.1

C. Alat dan Bahan


1. Personal Computer / Laptop
2. Internet
3. Jobsheet/Lembar Kerja Siswa

D. Materi Praktik / Percobaan


1. Membuat sebuah flowchart dan program closed loop dengan mengunakan Bahasa C dengan
baik dan benar.

E. Langkah Kerja
1. Berdoa sebelum memulai praktikum
2. Persiapkan alat dan bahan
3. Catat penggunaan PC / Laptop pada kartu penggunaan PC / Laptop dengan lengkap
4. Nyalakan PC / Laptop
5. Pastikan PC / Laptop booting dengan baik hingga masuk ke sistem windows
6. Catat dan laporkan apabila ada kerusakan PC/ Laptop
7. Kerjakan tugas yang diberikan oleh tenaga pendidik dan buatlah laporannya lalu kumpulkan
8. Apabila selesai pemakaian, matikan PC / Laptop dan rapihkan kembali posisi PC / Laptop seperti
semula
9. Berdoa setelah praktikum
10. Bersihkan ruangan dari sampah dan kotoran
F. Petunjuk Keselamatan Kerja
1. Pakailah wearpack ketika praktikum
2. Dilarang membawa makanan dan minuman ke dalam kelas
3. Ikuti aturan K3
4. Hindari terjadinya laporan kerja sobek / kotor

G. Tugas Siswa

TUGAS : Buatlah flowchart dan program dari masalah matematis berikut!

b. Buatlah sebuah program yang dapat menampilkan deret bilangan seperti gambar 1.2

Gambar 1.2
H. Format Laporan
Teknik Pemrograman
JOBSHEET Mikroprosesor dan
Mikrokontroler

Membuat program aplikasi sederhana dengan


menggunakan konstanta, variabel, operator dan GURU
perintah input/output

Hanif Azhari S.Pd Gr


MATERI: Diagram alir, Bahasa C, Closed Loop Program

Nama : NILAI/PARAF
Kelas :
No. Absen :

Topik Pengamatan Pembuatan flowchart dan program menggunakan Bahasa C

HASIL PRAKTEK

1. Flowchart
___________________________________________________________________________
___________________________________________________________________________
___________________________________________________________________________
___________________________________________________________________________
___________________________________________________________________________
___________________________________________________________________________
___________________________________________________________________________
_______________________________________________________________
___________________________________________________________________________
___________________________________________________________________________
___________________________________________________________________________
___________________________________________________________________________
___________________________________________________________________________
___________________________________________________________________________

2. List Program
___________________________________________________________________________
___________________________________________________________________________
___________________________________________________________________________
___________________________________________________________________________
___________________________________________________________________________
___________________________________________________________________________
___________________________________________________________________________
_______________________________________________________________

3. Hasil Program (screenshoot)