Anda di halaman 1dari 1

Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas I Tanjung Priok, Pengendalian Risiko Lingkungan ( TA.

2010 )

Pes merupakan penyakit Zoonosa terutama pada tikus dan rodent lain dan
dapat ditularkan kepada manusia. Pes juga merupakan penyakit yang
bersifat akut disebabkan oleh kuman/bakteri. Selain itu pes juga dikenal dengan
nama "Black Death", Pesteurellosis atau Yersiniosis/Plague

Vektor / Binatang penular pes adalah PINJAL. Di Indonesia


saat ini ada 4 jenis pinjal yaitu: Xenopsylla cheopis
(pinjal tikus), Pulex irritans (pinjal manusia), Ctenocephalus canis (pinjal an-
jing) dan Ctenocephalus felis (pinjal kucing). Sementara Reservoir utama
dari penyakit pes adalah hewan –hewan rodent (mis : tikus,kelinci.Kucing
dan tupai (di Amerika )

Xenopsylla cheopis Pulex irritans Ctenocephalus felis Ctenocephalus canis

Cara Penularan Secara alamiah penyakit pes dapat bertahan atau terpelihara
pada rodent.Kuman-kuman pes yang terdapat di dalam darah
tikus sakit,dapat ditularkan ke hewan lain atau manusia, apabila ada pinjal yang menghisap darah tikus yang
mengandung kuman pes tadi,dan kuman-kuman tersebut akan dipindahkan ke hewan tikus lain atau manusia
dengan cara yang sama yaitu melalui gigitan.

Masa inkubasi untuk penyakit pes bubo adalah 2-6 hari, sedang masa inkubasi
untuk pes paru paru adalah 2-4 hari.

Diagnosis Gejala klinis Pes


m
Bubo : De-
a m
Diagnosis lapangan :
tinggi,Tubuh menggigil, Perasaan tidak
Diagnosis di lapangan ditemukan adanya tikus mati tanpa
sebab-sebab yang jelas (rat fall) di daerah fokus pes atau
enak,malas, Nyeri otot, Sakit Kepala hebat,
bekas fokus pes. Pembengkakan kelenjar lipat paha,ketiak,dan
Diagnosis Klinis : leher (bubo sebesar buah duku bentuk oval
Adanya demam tanpa sebab-sebab yang jelas (FUO = Fever dan lunak,serta nyeri), Pembengkakan kelenjar
Unkwon Origin) Timbul bubo/mringkil/sekelan limpa, Serangan tiba-tiba
(pembengkakan kelenjar) sebesar buah duku pada leher /
ketiak / selangkangan. Batuk darah mendadak tanpa tanpa
gejala yang jelas sebelumnya.
Diagnosa Laboratorium :
Pencegahan mengurangi
dengan cara
atau
Pemeriksaan yang dilakukan laboratorium adalah: Pemerik-
mencegah terjadinya kontak antara tikus be-
saan Serologi dari tikus dan manusia, serta pinjalnya dengan
manusia dinyatakan positif pada tikus I :128. manusia seperti:
a. Pengaturan Kebersihan Lingkungan : Per-

PENGOBATAN Streptomycine
dengan dosis 3
gram/hari (IM) selama 2 hari berturut-turut,kemudian dosis
baikan konstruksi tempat-tempat yang
mebjadi sarang tikus (rat proof), selokan,
tempat sampah, dll
dikurangi menjadi 2 garam/hari selama 5 hari berturut- b. Menyimpan bahan makanan dan makanan
turut.Setelah panas hilang dilanjutkan dengan pemberian : jadi di tempat yang tidak mungkin dicapai
a. Tetracycline 4-6 gram/hari selama 2 hari berturut- atau mengundang tikus.
turut,kemudian dosis diturunkan menjadi 2 gram/hari c. Melaporkan kepada petugas Kesehatan bi-
selama 5 hari berturut-turut atau lamana menjumpai adanya tikus mati tanpa
b. Chlomphenicol 6-8 gram/hari selama 5 hari berturut – d. sebab yang jelas (rat fall).
turut, kemudian dosis diturunkan menjadi 2 gram/hari e. Tinggi tempat tidur lebih dari 20 cm dari
selama 5 hari berturut-turut tanah.