Anda di halaman 1dari 21

SOAL KETENAGAAN RUMAH SAKIT

1. Risma seorang lulusan ahli gizi yang akan bekerja di RS X. Ia akan ditempatkan dibagian
pengadaan bahan makanan. Berdasarkan uraian tugas ketenagaan gizi, kegiatan
pelayanan gizi yang akan dilakukan Risma adalah...
a. Penyusunan menu
b. Pemesanan bahan makanan
c. Penerimaan bahan makanan
d. Persiapan bahan makanan
e. Pendistribusian makanan
2. Bambang adalah seorang Doktor Gizi (S3), ia memiliki praktek dietetik selama 5 tahun.
Selain itu, ia adalah seorang peneliti, penulis dan konsultan gizi dan dietetik. Berdasarkan
rincian diatas, Bambang termasuk dalam...
a. TRD
b. RD kompeten
c. RD Spesialis
d. RD Advanced
e. RD Expert
3. Pelayanan gizi yang baik menjadi salah satu penunjang rumah sakit dalam penilaian
standar akreditas untuk menjamin keselamatan pasien di rumah sakit X. Semakin baik
pelayanan gizi yang diberikan oleh rumah sakit X, maka semakin baik pula standar
akreditas rumah sakit. Hal tersebut dapat terlaksana bila tersedianya tenaga gizi yang
professional dalam memberikan pelayanan gizi di rumah sakit X. Profesionalisme tenaga
gizi dalam memberikan pelayanan gizi diatur berdasarkan . . .
a. Permenkes No. 24 tahun 2013
b. Permenkes No. 25 tahun 2013
c. Permenkes No. 26 tahun 2013
d. Permenkes No. 27 tahun 2013
e. Permenkes No. 28 tahun 2013
4. Instalasi gizi di RSUD Ulin Banjarmasin sudah diakreditasi dan dinyatakan belum
memenuhi standari akreditasi terutama pada bagian pimpinan pelayanan gizi karena ada
syarat yang belum terpenuhi. Pimpinan pelayanan gizi yang dibutuhkan di RSUD Ulin
Banjarmasin adalah yang memiliki kompetensi dan pengalaman di bidang gizi/dietetik.
Pada kasus diatas maka pimpinan pelayanan gizi harus memiliki kualifikasi ketenagaan
yaitu...
a. Registed Dietisien (RD)
b. Teknical Registed Dietiesien (TRD)
c. RD dan TRD
d. Sarjana muda gizi
e. TRD dan sarjana muda gizi
5. Kepala instalasi gizi ingin menambah pegawainya karena dirasa masih belum cukup
untuk mengelola instalasi gizi rumah sakit x. Penerimaan pegawai instalasi gizi harus
sesuai dengan prosedur yang berlaku, yaitu...
a. Mengusulkan kebutuhan tenaga gizi di lengkapi dengan syarat dan kualifikasi yang
jelas, meneliti pelamar, memberikan orientasi tugas serta latihan dalam waktu tertentu
b. Mengusulkan kebutuhan tenaga gizi dan memberi orientasi tugas peserta
c. Mengusulkan kebutuhan tenaga gizi dilengkapi syarat dan kualifikasi yang jelas,
memberikan hak keluarga pegawai, memberikan orientasi tugas serta latihan dalam
waktu tertentu
d. Meneliti pelamar, langsung bekerja tanpa orientasi tugas serta latihan dalam waktu
tertentu
e. Mengusulkan kebutuhan tenaga gizi di lengkapi dengan syarat dan kualifikasi yang
jelas, memilih pegawai karena orang terdekat
6. Jika pada kualifikasi tenaga gizi di rumah sakit harus memiliki pengalaman praktek
dietetik pada satu peminatan atau lebih sama dengan dari 5 tahun dan telah mengikuti
pendidikan/pelatihan yang intensif sesuai dengan peminatannya maka termasuk
kedalam...
a. RD Kompeten
b. RD Spesialis
c. RD Advance
d. RD Expert
e. TRD
7. Makmun adalah seorang nutritionist terampil penyelia yang memiliki pengalaman
praktek dietetik pada peminatan tambahan selama 5 tahun atau lebih, mengikuti pelatihan
profesi secara intensif atau melakukan penelitian gizi, mendapat pengakuan sebagai
dalam manajemen makanan dan dietetik. Dengan kata lain profesi makmun adalah...
a. RD Advanced
b. RD Expert
c. TRD Kompeten
d. TRD Spesialis
e. TRD Advanced
8. Nissa adalah seorang ahli gizi di Rumah Sakit K. Nissa bertanggung jawab dan bertugas
berkonsultasi dengan sarjana muda gizi dalam melaksanakan kegiatan pengadaan /
penyediaan makanan, kegiatan pelayanan gizi di ruang rawat inap, penyuluhan /
konsultasi dari rujukan gizi serta penelitian.
Berdasarkan jenis tenaga gizi tersebut, Nissa termasuk...
a. Ahli Gizi
b. Tenaga Menengah Gizi
c. Tenaga Pemasak
d. Pelaksana gizi ruangan
e. Pelaksana gizi rawat inap
9. Mina adalah seorang sarjana gizi di rumah sakit X kelas B. Dia bekerja di ruang
perawatan. Mina memiliki teman bernama Siska yang merupakan seorang sarjana muda
gizi yang bertugas dalam poliklinik gizi. Siska juga bekerja di rumah sakit X kelas B.
Siska memiliki tanggung jawab untuk menangani pasien sebanyak...
a. 500 pasien
b. 400 pasien
c. 300 pasien
d. 200 pasien
e. 100 pasien
10. Hendra adalah kepala instalasi gizi di rumah sakit X. Pada tahun 2019 ini Rumah Sakit X
menerima beberapa tenaga kerja baru. Instalasi gizi mendapatkan tenaga kerja baru
sebanyak 5 orang. Sebagai kepala instalasi gizi Hendra harus memberikan pembinaan
kepada tenaga kerja baru tersebut. Yang termasuk dalam kegiatan pembinaan tenaga
kerja adalah...
a. Melakukan pelatihan dan pendidikan formal maupun non formal
b. Mengikuti ronde tim kesehatan dan mengikuti intervensi gizi
c. Mengikuti penelitian terkini
d. Mengikuti proses asuhan gizi terstandar
e. Intervensi konseling gizi

SOAL MGRS KELOMPOK 2

1. Seorang ahli gizi rs.pelita insani mengeluarkan suatu biaya untuk menunjang
poerasional.produk dan jasa yang dihasilkan. Yang meliputi biaya barang dan biaya
pemeliharaan. Berdasarkan pernyataan diatas termasuk dalam biaya..

A. Biaya tenaga kerja

B. Biaya overhead

C. Biaya asuhan gizi

D. Biaya makan

E. Biaya bahan baku

2. Seorang ahli gizi di RS Pelita Insani diminta untuk melakukan kegiatan penyuluhan di ruang
tunggu misalnya di poli gizi. Media yang digunakan yaitu leaflet/brosur dan food model. Ahli
gizi tersebut harus memperhitungkan biaya media yang akan digunakan termasuk dalam biaya...
A. Biaya tenaga kerja langsung
B. Biaya tenaga kerja tidak langsung
C. Biaya overhead
D. Biaya bahan baku atau bahan dasar
E. Biaya makan

3. Rumah sakit x dalam melakukan perhitungan penyelenggaraan asuhan gizi perlu


memperhitungkan biaya tenaga kerja yang terdiri dari gaji, tunjangan lembur, honor, insentif dan
lain-lain. Baik untuk tenaga kerja langsung maupun tenaga kerja tidak langsung. Yang
merupakan tenaga kerja tidak langsung dalam kegiatan penyelenggaraan makanan adalah
a. Petugas kebersihan
b. Penjamah makanan
c. Pengawas
d. Petugas pemasak
e. Petugas persiapan

4. Anda sebagai Ahli gizi di rumah sakit tipe B diberi tugas untuk melakukan perhitungan yang
digunakan sebagai penentukan biaya satuan normatif pada suatu penyelenggaraan makanan dan
diketahui fixed cost 50.000, capasitas produksi 3000, variabel cost 60.000, quantity 2400..
Hitunglah Berapa biaya tersebut..

A. Rp. 32.000

B. Rp. 42.000

C. Rp. 52.000

D. Rp. 62.000

E. Rp. 72.000

5. Seorang ahli gizi di Rumah Sakit Pelita Insani ingin melakukan perhitungan biaya unit cost
penyelenggaraan makanan di Rumah Sakit. Yang bukan merupakan tahapan dalam melakukan
perhitungan pembiayaan unit cost yaitu ....

a. Mengidentifikasi pusat biaya


b. Melakukan pengumpulan data output
c. Melakukan pengumpulan data pembobot
d. Melakukan distribusi biaya
e. Melakukan perhitungan biaya tenaga kerja
6. Instalasi Gizi Rumah Sakit Pelita Insani akan menghitung biaya asuhan gizi rawat jalan. Dari
kasus diatas pernyataan dibawah ini yang termasuk biaya overhead adalah...

a. Bahan makanan
b. Biaya bahan bakar, listrik
c. Leaflet, formulir PAGT
d. Alat ukur tinggi badan, timbangan badan
e. Insentif dan lembur pegawai

7. Anda sebagai Ahli gizi di rumah sakit diberi tugas untuk melakukan perhitungan yang
digunakan sebagai penentukan biaya satuan aktual pada suatu penyelenggaraan makanan untuk
memproduksi makanan pasien dan diketahui total cost Rp. 25.000.000/bln, biaya insentif tenaga
bagian produksi 2.500.000/bln, dam jumlah produk yang dihasilkan (Q) 2000 porsi/bln.
Hitunglah Berapa biaya satuan aktual (UC) tersebut..

a. Rp. 12.750,-

b. Rp. 12.850,-

c. Rp. 13.750,-

b. Rp. 13.850,-

d. Rp. 14.750,-

8. Terdapat tahapan dalam menghitung unit cost, kecuali...

a. Mengidentifikasi pusat biaya

b. Melakuman pengumpulan data seperti data output maupun data pembobot

c. Melakukan distribusi masing-masing biaya

d. Melakukan perhitungan biaya satua

e. Menghitung dampak positif dan negatif terlebih dahulu


untuk soal nomor 9 & 10

Seorang Ahli gizi di RS X diminta melakukan perencanaan biaya penyelenggaraan makan, ahli
gizi tersebut mengumpul beberapa data seperti, harga bahan makanan basah dan kering, harga
kemasan (contoh, wrapping plastic), biaya bahan bakar, listrik, air dan perawatan serta perbaikan
alat dan bangunan, jumlah tenaga kerja langsng dan tidak langsung beserta biaya gaji dan
asuransinya.

9. berdasarkan kasus di atas, manakah yang termasuk dalam fixed cost ?

a. biaya bahan makanan basah


b. biaya tenaga kerja langsung
c. biaya bahan kemasan makanan
d. biaya bahan makanan kering
e. biaya tenaga kerja tidak langsung

10. berdasarkan kasus di atas manakah yang dapat dimasukkan ke dalam biaya overhead

a. biaya bahan makanan basah


b. biaya tenaga kerja langsung
c. biaya bahan kemasan makanan
d. biaya bahan makanan kering
e. biaya tenaga kerja tidak langsung
Kelompok 3 pengawasan dan pengendalian

1. Di Rumah Sakit Sehat Abadi telah diterapkan pengawasan dan pengendalian mutu yang
bertujuan agar semua kegiatan-kegiatan di rumah sakit tersebut dapat tercapai secara
berdayaguna dan berhasilguna, pada proses pengendalian mutu setelah dilakukan
penetapan standar langkah selanjutnya yang harus dilakukan yaitu?
a. Penilaian kesesuain
b. Melakukan koreksi
c. Perencanaan peningkatan mutu
d. Memperbaiki standar
e. Pengawasan proses
2. Seorang ahli gizi di ruang anggrek memberikan diet rendah garam 1 sesuai rencana
asuhan gizi kepada Nn.Y yang dirawat karena penyakit stroke dengan tujuan untuk
menurunkan tekanan darah. Akan tetapi saat penyajian makanan pramusaji tidak
memberikan diet rendah garam 1 untuk Nn.Y. kejadian tersebut merupakan gambaran
tidak terpenuhinya indicator mutu pelayanan gizi, dalam hal….
a. Ketepatan pemberian diet
b. Ketidak tepatan konseling gizi
c. Ketidak tepatan penyajian makanan
d. Ketepatan cita rasa makanan
e. Sisa makan pasien
3. Dalam ruang lingkup kegiatannya Indicator pelayanan mutu gizi mencerminkan mutu
kinerja instalasi gizi di RSUD Ulin Banjarmasin berdasarkan pelayanan asuhan gizi,
pelayanan makanan sehingga manajemen akan menilai apakah organisasi berjalan sesuai
dengan jalurnya atau tidak.
Berdasarkan ciri indicator yang digunakan untuk menilai/mengukur suatu kejadian yang
tidak diharapkan yang dapat mengakibatkan makanan yang tidak aman untuk pasien
yaitu…
a. Indicator proses
b. Indicator struktur
c. Indicator kegawatan
d. Indicator outcome
e. Kejadian sentinel
4. Seorang ahli gizi memberikan Diet TETP (Tinggi Energi Tinggi Protein) sesuai dengan
rencana asuhan gizi kepada Nn. Sasa yang dirawat karena penyakit Hipertiroid dengan
tujuan memenuhi kebutuhan energy dan protein yang meningkat untuk mencegah dan
mengurangi kerusakan jaringan tubuh.
Kejadian diatas merupakan gambaran terpenuhinya indicator mutu pelayanan gizi,
yaitu…
a. Keberhasilan konseling gizi
b. Ketepatan diet yang disajikan
c. Ketepatan penyajian makanan
d. Ketepatan cita rasa makanan
e. Sisa makanan pasien
5. Ahli gizi di ruangan kelas 3 menangani asuhan gizi pada pasien Diabetes Mellitus. Saat
melakukan monitoring ahli gizi sekaligus memberikan contoh bahan makanan yang
dianjurkan dan yang tidak dianjurkan bagi penderita Diabetes Mellitus agar pasien
tersebut patuh terhadap diet yang diberikan oleh ahli gizi rumah sakit agar penyakit nya
tidak bertambah parah. Hal tersebut merupakan indikator ....
a. Terselenggaranya pengkajian dietetik
b. Terwujudnya kebutuhan gizi sesuai keadaan pasien
c. Terwujudnya standar diet sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan
d. Terselenggaranya penyuluhan dan konseling tentang pentingnya diet pada pasien dan
keluarga
e. Terselenggaranya penelitian di bidang gizi
6. Instalasi gizi RSUD Ulin Banjarmasin menerapkan pengawasan dan pengendalian mutu
dalam setiap kegiatannya dengan tujuan agar terselenggara dengan baik salah satu bentuk
penerapannya yaitu pencatatan dan pelaporan kegiatan instalasi gizi. Bentuk pelaporan
dan pencatatan dalam penyelenggaraan makanan, yaitu :
a. Laporan pasien baru makanan biasa
b. Pencatatan pemasukan dan pemakaian bahan makanan harian
c. Pencatatan penggunaan gas elpiji
d. Pencatatan perkembangan diet pasien
e. Laporan jumlah pasien pada pagi hari
7. Di sebuah rumah sakit B seorang ahli gizi sedang melakukan pengawasan dan
pengendalian pelayanan gizi. Apakah dampak positif dari pelaksanaan pengawasan ahli
gizi tersebut ?
a. Mencegah terulang kembali kesalahan, penyimpangan, penyelewengan, pemborosan,
hambatan dan ketidaktertiban.
b. Dapat mengurangi biaya overhead
c. Mengarahkan kegiatan yang telah ditetapkan dalam mencapai tujuan
d. Dapat melakukan penyusunan standar, baik standar biaya, standar performance
pangan
e. Menambah sarana dan prasarana dirumah sakit
8. Petugas penerimaan di RS X menerima keluhan dari bagian produksi makanan bahwa
sering mendapat daging dengan kualitas yang kurang baik. Apa yang seharusnya
dilakukan oleh petugas dibagian penerimaan dilakukan oleh petugas dibagian penerimaan
untuk mengatasi masalah tersebut ?
a. Setiap bahan makanan yang datang diperiksa, diteliti, dicatat macam, jumlah serta
spesifikasinya menurut pesanan
b. Setiap bahan makanan yang datang diperiksa, dan dicek spesifikasinya menurut
pesanan dan mengembalikan ke rekanan bila tidak sesuai spesifikasinya
c. Setiap bahan makanan yang datang diperiksa, dicatat macam, jumlah serta
spesifikasinya menurut pesanan dan didistribusikan
d. Setiap bahan makanan yang datang diperiksa, dicatat macam, jumlah serta
spesifikasinya menurut pesanan dan disimpan
e. Setiap bahan makanan yang datang harus diperiksa dan dicek spesifikasinya pesanan
dan mengganti bahan makanan sesuai spesifikasi
9. Disebuah rumah sakit melakukan pencatatan dan pelaporan tentang kartu inventaris
peralatan masak, kartu inventaris peralatan makan, kartu inventaris peralatan kantor,
formulir untuk peralatan alat-alat masak dan laporan utilisasi peralatan gizi. Termasuk
dalam pencatatan dan pelaporan apa yang dilakukan oleh pihak rumah sakit tersebut ?
A. Pengadaan Makanan
B. Penyelenggaraan Makanan
C. Perlengkapan & Peralatan Instalasi Gizi
D. Anggaran Belanja Bahan Makanan
E. Penyuluhan dan Konsultasi Gizi

10. Seorang ahli gizi di ruangan menangani asuhan gizi pada pasien Diabetes Mellitus,
kemudian dia merencanakan diet apa yang harus diberikan kepada pasien tersebut.
Ternyata dalam pemberian diet tersebut terdapat suatu bahan yang harusnya tidak boleh
diberikan karena mengandung indeks glikemik tinggi yang justru dapat menaikan kadar
gula darah dalam sekejap. Dalam indicator pelayanan mutu pada kasus tersebut termasuk
dalam indicator berdasarkan kegawatan yaitu ?
A. Kejadian sentinel
B. Rated Based
C. Indikator proses
D. Indikator struktur
E. Indikator outcome

soal kelompok 4

1. Petugas penjamah makanan di Rumah Sakit A sering tidak memakai alat pelindung diri
yang lengkap sehingga penampilan petugas panjamah makanan tersebut tidak memenuhi
syarat hygiene penjamah makanan. Apa upaya awal yang harus dilakukan Kepala
Instalasi Gizi ?
a. Menegur petugas yang bersangkutan
b. Membuat tata tertib yang harus dipatuhi oleh petugas penjamah makanan
c. Menegur petugas yang bersangkutan kalau tidak ada tanggapan diberi peringatan
d. Mengeluarkan petugas yang bandel
e. Bertindak tegas terhadap pegawai yang tidak mematuhi tata tertib

2. Seorang petugas di Rumah Sakit B bertugas untuk mencuci peralatan yang kotor untuk
menghindari pencemaran pangan. Tahapan – tahapan yang harus dilakukan oleh petugas
tersebut adalah …
a. Scraping, Flushing, Washing, Rinsing, Sanitizing/desinfection, dan Toweling
b. Flushing, Scraping, Washing, Rinsing, Sanitizing/desinfection, dan Toweling
c. Sanitizing/desinfection, Toweling, Scraping, Flushing, Washing, dan Rinsing
d. Rinsing, Sanitizing/desinfection, Toweling, Scraping, Flushing, dan Washing
e. Washing, Scraping, Flushing, Rinsing, Sanitizing/desinfection, dan Toweling

3. Seorang petugas gudang menyimpan bahan makanan pisang, memasukkan ke dalam


refrigerator, esok harinya pada saat mau dihidangkan terjadi perubahan warna kulit
pisang. Di manakah tempat yang tepat untuk menyimpan bahan makanan tersebut?
a. Ruang suhu – 10 – 0 C
b. Ruang suhu 0 – 5 C
c. Ruang suhu 0 – 10 C
d. Ruang suhu 19 – 23 C
e. Ruang suhu 25 – 27 C

4. Seorang ahli gizi di rumah sakit X mendapat keluhan dari pasien karena terdapat kerikil
batu pada nasi. Dalam kasus tersebut faktor pengawasan mutu makanan manakah yang
kurang mendapat perhatian ?
a. Penerimaan bahan makanan (kesesuaian spesifikasi)
b. Penyimpanan bahan makanan (keesesuaian letak )]
c. Penyaluran makanan
d. Pengolahan bahan makanan
e. Penyajian makanan

5. Ahli gizi A sering menemukan ayam goreng dengan kondisi bagian dalam masih merah
dan berair, jika dikaitkan dengan keamanan pangan tentu hal tersebut tidak aman untuj
dikonsumsi oleh pasien. Apa yang sebaiknya anda lakukan terkait hal tersebut ?
a. Menyediakan termometer sebagai controlling saat menggoreng
b. Memberikan teguran dan punishment kepada tenaga pemasak
c. Menetapkan dan sosialisasu SOP cara menggoreng bahan
d. Selalu mengawasi secara langsung proses penggorengan ayam
e. Menerapkan Hazard Analysis and Critical Control Point (HACCP)

6. Seorang ahli gizi dirumah sakit akan melakukan penyimpanan bahan makanan yang
terdiri dari beras, daging sapi, tempe, gula pasir, mie, roti kering, kentang , umbi dan
telur. Agar penyimpanan bahan tersebut tidak keliru maka harus dikelompokkan
berdasarkan golongannya. Kelompok bahan makanan yang akan disimpan adalah semi
perisable food. Bahan makanan apa sajakah yang akan disimpan terlebih dahulu?....
a. Gula pasir, beras, roti kering, kentang
b. Kentang, umbi, roti kering, mie
c. Daging sapi, tempe, kentang, umbi
d. Beras, kentang, telur, gula pasir
e. Roti kering, kentang, umbi

7. Bu rita adalah seorang tenaga pemasak di rs, sejak kemarin Bu Rita mengalami flu
disertai batuk. Kebijakan yang sebaiknya di berikan untuk karyawan penjamah makanan
yang sedang sakit, yaitu....

a. Tetap melanjutkan pekerjaanya


b. Diizinkan beristirahat di rumah
c. Bekerja seperti biasa tetapi mengguakan masker
d. Di minta beristirahat di rs
e. Di beri obat saja
8. Ibu ula adalah seorang mahasiswa yang suka belanja jajanan di pingir jalan seperti
gorengan, setelah ibu ula mengonsumsi pisang goreng yg dibeli di pinggir jalan ibu ula
mengalami sakit perut dan diare, setelah ibu ula dibawa ke rs ibu ula didiagnosis oleh
dokter foodborne disease, yaitu gejala penyakit yang timbul akibat mengkonsumsi
pangan yang mengandung bahan/senyawa yang . . . .
a. beracun atau organisme pathogen
b. kimiawi
c. bakteri e.coli
d. biologisme
e. bakteri berbahaya
9. Seorang petugas penyimpanan bahan makanan sedang menyusun bahan makanan sesuai
dengan jenis dan ketentuan yang telah ditentukan. Bahan makanan tersebut akan
disimpan dalam waktu tiga hari. Namun, karena petugas tersebut sedang pusing, tidak
sengaja ia menyimpan bahan makanan basah yaitu daging pada suhu -40°C. Seharusnya
daging yang disimpan untuk waktu tiga hari adalah pada suhu…
a. 1 - 10°C
b. 0 - 5°C
c. (-5) - 0°C
d. (-10) – (-5)°C
e. (-20) – (-10)°C
10. Seorang petugas penjamah diruang pengolahan makanan melakukan pelanggaran syarat
hygiene dan sanitasi penjamah makanan untuk keamanan makanan. Salah satu contoh
yang termasuk melanggar syarat hygiene dan sanitasi adalah…
a. Mencuci tangan sebelum kontak dengan makanan
b. Memakai tutup kepala
c. Mandi teratur dengan sabun dan air bersih
d. Mengambil makanan langsung menggunakan tangan
e. Memakai celemek
Kelompok 5

1. Akan dibangun sebuah Rumah Sakit baru di pinggir kota. Zahra seorang ahli gizi RS ikut
andil dalam merencanakan fasilitas ruang yang diperlukan sebagai sarana
penyelenggaraaan makanan. Yang termasuk fasilitas ruangan yang dibutuhkan antara
lain…..

a. Tempat penerimaan bahan makanan, tempat penyimpanan bahan makanan, tempat


tata usaha, tempat pengawas

b. Tempat Persiapan bahan makanan, tempat pengolahan bahan makanan, ruang


fasilitas pegawai, tempat pengawas

c. Tempat pengolahan, tempat pencucian alat, tempat pengawas, tempat tata usaha

d. Tempat penerimaan bahan makanan, tempat persiapan, ruang fasilitas pegawai,


tempat tata usaha

e. Tempat penyimpanan bahan makanan, tempat pembuangan sampah, tempat tata


usaha, tempat pengawas

2. Dalam merencanakan sarana fisik atau bangunan untuk Instalasi Gizi Rumah Sakit Cahya
Medika maka diperlukan kesatuan pemikiran antara perencana dan pihak manajemen
yang terkait. Oleh karena itu perencanaan dalam hal ini tidak hanya dilakukan satu orang
saja tetapi dalam satu tim dengan keahlian yang berbeda. Berikut peran Ahli Gizi dalam
perencanaan sarana fisik atau bangunan yaitu . . .

a. Menjelaskan sistem pelayanan gizi, tujuan yang akan dicapai, persyaratan dana,
gedung, luas, serta prosedur pemakaian

b. Menjelaskan sistem pelayanan gizi, tujuan yang akan dicapai, macam unit kerja, arus
kerja, macam wilayah kerja instalasi gizi

c. Menjelaskan sistem pelayanan gizi, tujuan yang akan dicapai, desain keseluruhan,
menetapkan struktur bangunan, peralatan instalasi
d. Menjelaskan sistem pelayanan gizi, tujuan yang akan dicapai, perencanaan
penerangan atau listrik, air, dan AC.

e. Menjelaskan sistem pelayanan gizi, tujuan yang akan dicapai, macam unit kerja,
menetapkan peraturan RS, monitoring pelaksanaan

3. Suatu rumah Sakit memiliki beberapa ruang rawat inap yang (erada cukup jauh dari
ruang produksi makanan untuk sampai di ruang ruang rawat inap tersebut jalan yang
dilalui naik turun. Namun, ada juga ruang rawat inap yang dekat dengan dapur utama.
Ahli gizi ruangan yang dimiliki juga sangat terbatas Apa sistem yang tepat untuk
distribusi makanannya?

a. Sentralisasi

b. Semi sentralisasi

c. Sentralisasi dan desentralisasi (menyediakan pantry di ruang rawat inap yang cukup
jauh)

d. Desentralisasi

e. Berpusat

4. Seorang ahi gizi di Rumah Sakit Daerah Idaman Banjarbaru sedang mengadakan
perencanaan dan memeriksa kelengkapan alat di Rumah Sakit Daerah Idaman salah
satunya sarana dan prasarana yang memiliki fungsi untuk kegiatan pengukuran status gizi
pasien untuk menunjang kegiatan konseling gizi pasien rawat jalan di rumah sakit
tersebut, mengenai hal tersebut apakah peralatan yang perlu di perhatikan
kelengkapannya?

a. Merencanakan kelengkapan alat seperti peralatan kantor seperti meja,kursi,


computer, bangku ruang tunggu, printer lemari arsip, telpon dan lain- lain.
b. Memeriksa kelengkapan alat antropometri seperti timbangan badan, alat ukur tinggi
badan, alat ukur lila, alat ukur lingkar kepala, tinggi lutut, formulir scrining gizi dan
lain- lain.

c. Memeriksa kelengkapan alat penunjang penyuluhan seperti leaflead diet, daftar


bahan makanan, food model, papan display, formulir pencatatan dan sebagainya.

d. Memeriksa kelengkapan alat penunjang konseling seperti food model, asupan zat gizi,
software konseling, buku- buku pedoman tatalaksana gizi, leafleat dan lain-lain

e. Peralatan untuk menyiapkan bahan makanan bersih dan sehat seperti bak cuci ganda,
alat-alat makan, alat- alat memasak water heater dan lain- lain.

5. Dalam merencanakan sarana fisik, peralatan dan perlengkapan instalasi gizi, sebaiknya
tenaga gizi diikutsertakan dalam proses perencanaan tersebut. Untuk menentukan
bangunan instalasi gizi pada suatu rumah sakit, harus diperhatikan beberapa persyaratan.
Berikut termasuk hal yang perlu diperhatikan dalam merencanakan suatu bangunan
instalasi/ unit pelayanan gizi yaitu . . .

a. Tipe rumah sakit, macam pelayanan dan macam menu, jumlah fasilitas yang
diinginkan, kebutuhan biaya, arus kerja dan susunan ruangan, jumlah tenaga.

b. Tipe rumah sakit, macam pelayanan dan macam menu, jumlah fasilitas yang
diinginkan, kebutuhan biaya, biaya produksi, jumlah tenaga.

c. Tipe rumah sakit, macam pelayanan dan macam menu, jumlah fasilitas yang
diinginkan, kebutuhan biaya, biaya konstruksi, jumlah tenaga.

d. Tipe rumah sakit, macam pelayanan dan macam menu, jumlah fasilitas yang
diinginkan, ruang kerja, jumlah tenaga.

e. Tipe rumah sakit, macam pelayanan dan macam menu, jumlah fasilitas yang
diinginkan, kebutuhan biaya, struktur bangunan, jumlah tenaga.
6. Dalam merencanakan sarana fisik atau bangunan untuk Instalasi Gizi di Rumah Sakit
Umum Daerah Idaman Banjarbaru seorang ahli gizi ingin membuat tempat
penyelenggaraan makanan, hal-hal yang perlu diperhatikan dalam merencanakan suatu
letak tempat penyelenggaraan makanan yaitu….

a. Mudah dicapai dari semua ruang perawatan, tidak bising, mudah dicapai kendaraan
dari luar, tidak dekat dengan tempat pembuangan sampah, kamar jenazah, ruang cuci
(laundry) dan mendapat udara dan sinar yang cukup.

b. Mudah dicapai dari semua ruang perawatan, bising, mudah dicapai kendaraan dari
luar, tidak dekat dengan tempat pembuangan sampah, kamar jenazah, ruang cuci
(laundry) dan mendapat udara dan sinar yang cukup.

c. Mudah dicapai dari semua ruang perawatan, tidak bising, mudah dicapai kendaraan
dari luar, dekat dengan tempat pembuangan sampah, kamar jenazah, ruang cuci
(laundry) dan mendapat udara dan sinar yang cukup.

d. Mudah dicapai dari semua ruang perawatan, tidak bising, mudah dicapai kendaraan
dari luar, tidak dekat dengan tempat pembuangan sampah, kamar jenazah, ruang cuci
(laundry) dan kedap udara.

e. Jauh dari semua ruang perawatan, tidak bising, mudah dicapai kendaraan dari luar,
tidak dekat dengan tempat pembuangan sampah, kamar jenazah, ruang cuci (laundry)
dan mendapat udara dan sinar yang cukup.

7. Kegiatan pelayanan gizi di rumah sakit dapat berjalan dengan optimal bila didukung
dengan sarana dan prasarana yang memadai untuk melaksanakan pelayanan gizi rawat
jalan. Sarana dan prasarana yang dibutuhkan di ruang gizi rawat jalan yaitu...

a. Water heater (aliran air panas dan dingin), panci-panci, wajan, dll. Alat pengaduk
dan penggoreng, alat makan ( piring, gelas, sendok, mangkok, dll)
b. Bak cuci ganda, meja distribusi, lemari makan gantung, lemari alat-alat, kereta
makan berpemanas/tidak berpemanas

c. Food model, formulir (Riwayat makan, konsumsi makanan, pola makan, asupan zat
gizi, asuhan gizi, pencatatan dan pelaporan), leaflet diet

d. Rak bahan makanan beroda, kereta angkut, alat-alat kecil seperti pembuka botol,
penusuk beras, pisau, dan sebagainya

e. Meja daging, mesin sayuran, mesin kelapa, mesin pemotong dan penggiling daging,
mixer, blender, timbangan meja, talenan, bangku kerja, penggiling bumbu

8. Alur kerja adalah urutan-urutan kegiatan kerja dalam memproses bahan makanan menjadi
hidangan, meliputi kegiatan dari penerimaan bahan makanan, persiapan, pemasakan,
pembagian/distribusi makanan. Dalam alur kerja hal apa saja yang harus diperhatikan
……

a. Pekerjaaan sedapat mungkin dilakukan searah atau satu jurusan

b. b.Macam dan jumlah tenaga yang digunakan

c. Tidak dekat dengan pembuangan sampah

d. Arus kerja dan susunan ruangan

e. Mendapat udara dan sinar yang cukup

9. Di rumah sakit pada instalasi gizi adanya sistem penyelenggaraan makanan yang alurnya
dimulai dari sistem penerimaan hingga sistem pendistribusian. Untuk letak ruangan
penerimaan sebaiknya . . .

a. Dekat dengan ruang pendistribusian

b. Mudah dicapai kendaraan

c. Sulit dicapai kendaraan


d. Dekat dengan ruang pencucian

e. Dekat dengan ruang pemasakan

10. Untuk melaksanakan pelayanan gizi rawat jalan, rawat inap dan penyelenggaraan
makanan. Kegiatan pelayanan gizi di rumah sakit dapat berjalan dengan optimal bila
didukung . . .

a. Sarana dan prasana yang memadai

b. Sistem penyelenggaran yang baik

c. Pengelolaan penyelenggaraan yang benar

d. istem manajemen yang baik

e. Penyelenggaraa yang terstandar