Anda di halaman 1dari 7

LAPORAN PENDAHULUAN

PIJAT OKSITOSIN

Disusun untuk menjadi dasar teori dalam pengambilan tindakan untuk Ujian DOPS
dalam mata kuliah PKD yang di bimbing oleh Drs. Tri Hartiti, M.Kep

Oleh :

Widya Tri Ikrarta / 6A / G2A016004

PROGRAM STUDI S1 KEPERAWATAN

FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN DAN KESEHATAN

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SEMARANG

2019
A. KONSEP DASAR

Salah satu tujuan perawatan payudara bagi ibu menyusui setelah melahirkan yakni

agar dapat memberikan ASI secara maksimal pada buah hatinya. Salah satu hormon yang

berperan dalam produksi ASI adalah hormon oksitosin. Saat terjadi stimulasi hormon

oksitosin, sel-sel alveoli di kelenjar payudara berkontraksi, dengan adanya kontraksi

menyebabkan air susu keluar lalu mengalir dalam saluran kecil payudara sehingga keluarlah

tetesan air susu dari puting dan masuk ke mulut bayi, proses keluarnya air susu disebut

dengan refleks let down.

Refleks let down sangat dipengaruhi oleh psikologis ibu seperti memikirkan bayi,

mencium, melihat bayi dan mendengarkan suara bayi. Sedangkan yang menghambat refleks

let down diantaranya perasaan stress seperti gelisah, kurang percaya diri, takut dan cemas.

Penelitian menunjukkan bahwa saat seseorang merasa depresi, bingung, cemas dan merasa

nyeri terus-menerus akan mengalami penurunan hormon oksitosin dalam tubuh. Saat merasa

stres, refleks let down kurang maksimal akibatnya air susu mengumpul di payudara saja tidak

bisa keluar sehingga payudara tampak membesar dan terasa sakit.

Tanda refleks let down ini berlangsung baik dengan adanya tetesan air susu dari

payudara sebelum bayi mulai memperoleh susu dari payudara ibunya, susu menetes dari

payudara yang sedang tidak diisap bayi, beberapa ibu ada yang merasakan kram uterus, dan

adanya peningkatan rasa haus.

Produksi ASI sangat dipengaruhi oleh kondisi psikologis ibu menyusui. Saat ibu

menyusui merasa nyaman dan rileks pengeluaran oksitosin dapat berlangsung dengan baik.

Mengutip artikel Tri Sulistiyani, menurut dr. H.M. Daris Raharjo, Akp., menerangkan bahwa

terdapat titik-titik yang dapat memperlancar ASI diantaranya, tiga titik di payudara yakni titik

di atas putting, titik tepat pada putting, dan titik di bawah putting. Serta titik di punggung
yang segaris dengan payudara. Pijat stimulasi oksitosin untuk ibu menyusui berfungsi untuk

merangsang hormon oksitosin agar dapat memperlancar ASI dan meningkatan kenyamanan

ibu.

Pijat oksitosin adalah pemijatan pada daerah tulang belakang leher, punggung atau

sepanjang tulang belakang (vertebrae) sampai tulang costae kelima sampai keenam.

Pijat oksitosin adalah tindakan yang dilakukan oleh suami pada ibu menyusui yang

berupa back massage pada punggung ibu untuk meningkatkan pengeluaran hormon oksitosin.

Pijat oksitosin yang dilakukan oleh suami akan memberikan kenyamanan pada ibu sehingga

akan memberikan kenyamanan pada bayi yang disusui. Adapun cara kerjanya sebagai

berikut, (Suherni, dkk, 2007):

B. MANFAAT

 Membantu ibu secara psikologis,menenangkan, tidak stress

 Membangkitkan rasa percaya diri

 Membantu ibu agar mempunyai pikiran dan perasaan baik tentang bayinya

 Meningkatkan ASI

 Memperlancar ASI

 Melepas leleh

 Ekonomis

 Praktis
Berikut langkah-langkahnya :

1. Sebelum mulai dipijat ibu sebaiknya dalam keadaan telanjang dada dan menyiapkan

cangkir yang diletakkan di depan payudara untuk menampung ASI yang mungkin

menetes keluar saat pemijatan dilakukan.

2. Jika mau Ibu juga bisa melakukan kompres hangat dan pijat pada payudara terlebih

dahulu.

3. Mintalah bantuan pada orang lain untuk memijat. Lebih baik jika dibantu oleh suami.

4. Ada 2 posisi yang bisa ibu coba. Yang pertama ibu bisa telungkup di meja. Atau

posisi ibu telungkup pada sandaran kursi.

5. Kemudian carilah tulang yang paling menonjol pada tengkuk/ leher bagian belakang

atau disebut cervical vertebrae 7.

6. Dari titik tonjolan tulang tadi turun ke bawah kurang lebih 2 cm dan ke kiri kanan

kurang lebih 2 cm. Nah di situlah posisi jari diletakkan untuk memijat.

7. Memijat bisa menggunakan jempol tangan kiri dan kanan atau punggung telunjuk kiri

dan kanan.

8. Untuk ibu yang gemuk bisa dengan cara posisi tangan dikepal lalu gunakan tulang-

tulang di sekitar punggung tangan.

9. Mulailah pemijatan dengan gerakan memutar perlahan-lahan lurus ke arah bawah

sampai batas garis bra. Dapat juga diteruskan sampai ke pinggang.

10. Pijat oksitosin bisa dilakukan kapanpun ibu mau dengan durasi 3-5 menit. Lebih

disarankan dilakukan sebelum menyusui atau memerah ASI


STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR

PIJAT OKSITOSIN

Pengertian : Menjaga kebersihan dan menjaga kelancaran aliran ASI

Tujujuan :

1. Menjaga atau memperlancar ASI

2. Mencegah terjadinya infeksi

Indikasi : Ibu yang mempunyai bayi dan memberikan ASI secara eksklusif

Prosedur :

A. Persiapan alat

1. Alat-alat

a. Kursi

b. Meja

c. Minyak kelapa

d. BH kusus untuk menyusui

e. Handuk

2. Persiapan perawat

a. Menyiapkan alat dan mendekatkanya ke pasien

b. Membaca status pasien

c. Mencuci tangan

3. Persiapan lingkungan

a. Menutup ordien atau pintu


b. Pastikan prifaci pasien terjaga

B. Bantu ibu secara pesikologis

1. Bangkitkan rasa percaya diri

2. Cobalah membantu mengurangi rasa sakit dan rasa takut

3. Bantu pasien agar mempunyai pikiran dan perasaan baik tentang bayinya

C. Pelaksanaan

1. Perawat mencuci tangan

2. Menstimulir puting susu : menarik puting susu dengan pelan-pelan memutar puting

susu dengan perlahan dengan jari-jari

3. Mengurut atau mengusap ringan payudara dengan ringan dengan menggunakan

ujung jari

4. Ibu duduk, bersandar ke depan, melipat lengan diatas meja di depanya dan

meletakan kepalanya diatas lenganya. Payudara tergantung lepas, tanpa baju, handuk

dibentangkan diatas pangkuan pasien. Perawat menggosik kedua sisi tulang belakang,

dengan menggunakan kepalan tinju kedua tangan dan ibu jari menghadap kearah atas

atau depan. Perawat menekan dengan kuat, membentuk gerakan lingkaran kecil dengan

kedua ibu jarinya. Perawat menggosok kearah bawah kedua sisi tulang belakang, pada

saat yang sama, dari leher kearah tulang belikat, selama 2 atau 3 menit.

5. Amati respon ibu selama tindakan


D. Evaluasi

1. Menanyakan kepada ibu tentang seberapa ibu paham dan mengerti tehnik refleksi

oksitosin (perawatan payudara)

2. Evaluasi perasaan ibu

3. Simpulkan hasil kegiatan

4. Lakukan kontrak kegiatan selanjutnya

5. Akhiri kegiatan

6. Perawat cuci tangan

E. Dokumentasi

1. Catat hasil tindakan di catatan perawat (tanggal, jam, paraf, nama terang, kegiatan

dan hasil pengamatan)