Anda di halaman 1dari 13

PROPOSAL KERJA PRAKTIK

PROSES PEMBUATAN ANDAS BAJA KERETA API


DI PT SINAR SEMESTA

Disusun Oleh :
Nama : Moch Hidayat Kurniawan
No. Mhs : 151.03.1127
Jurusan : Teknik Mesin ( S-1)

JURUSAN TEKNIK MESIN

FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI

INSTITUT SAINS DAN TEKNOLOGI AKPRIND

YOGYAKARTA

2019
LEMBAR PENGESAHAN

PROSES PEMBUATAN ANDAS BAJA KERETA API


DI PT SINAR SEMESTA

Disusun untuk memenuhi syarat menyelesaikan studi di


Jurusan Teknik Mesin Jenjang Strata 1, Fakultas Teknologi Industri
Institut Sains & Teknologi AKPRIND Yogyakarta

Disusun oleh :
Nama : Moch Hidayat Kurniawan
No. Mhs : 151.03.1127
Jurusan : Teknik Mesin
Fakultas : Teknologi Industri

Yogyakarta, 08 Februari 2018

Mengetahui,
Dosen Pembimbing Pemohon

Moch Hidayat Kurniawan


NIM. 151.03.1127

Mengetahui,
Ketua Jurusan Teknik Mesin

Nidia Lestari, S.T., M. Eng.


NIK. 14.1187.705 E
A. JUDUL
Bidang kajian yang diambil sebagai bahan kerja praktik berjudul “PROSES
PEMBUATAN ANDAS BAJA KERETA API DI PT SINAR SEMESTA”

B. PENDAHULUAN
Mahasiswa sebagai salah satu sumber daya manusia yang menjalani proses
belajar di perguruan tinggi diharapkan bisa mengolah serta mengelola sumber daya
alam yang ada di Indonesia agar tidak hilang seketika serta bisa membawa Indonesia
terus menjadi negara maju, dengan berbagai fasilitas publik yang membuat
kesejahteraan masyarakat Indonesia meningkat.
Dalam proses belajar yang dilakukan di ruang perkuliahan, mahasiswa hanya
menjalani proses pembelajaran dan mendapatkan lebih banyak teori dibandingkan
praktiknya khususnya di lapangan pekerjaan. Kerja praktik (KP) merupakan salah
satu mata kuliah di Jurusan Teknik Mesin Institut Sains & Teknologi AKPRIND
Yogyakarta, yang dapat digunakan mahasiswa untuk mengetahui bagaimana
nantinya job desc yang akan dilaksanakan di lapangan pekerjaan yang bisa dipilih di
berbagai Instansi Pemerintah, BUMN, Perusahaan, Lembaga Penelitian,
Laboratorium, yang sesuai dengan minat yang diinginkan mahasiswa itu sendiri.
Harapan yang bisa didapatkan dari pelaksanaan kerja praktik ini adalah
mahasiswa mempunyai pengetahuan dan pemahaman maupun gambaran segala
aspek, yang meliputi aspek kerekayasaan, manajemen, dan pelaksanaan di lapangan.
Mahasiswa juga diwajibkan memiliki kemampuan dan keterampilan optimal dalam
aspek laporan tertulis. Bagi pihak perusahaan, adanya kerja praktik ini dapat
dianggap sebagai penambahan sumber daya manusia yang dihadapi oleh instansi
baik melalui studi kasus maupun studi lapangan sekaligus. Di samping itu, selama
proses kerja praktik, mahasiswa dapat dijadikan patokan untuk menilai calon sarjana
di Indonesia.
Dengan adanya kerja praktik ini, nantinya mahasiswa selain mendapatkan
ilmu secara teori di ruang perkuliahan, tapi juga akan memiliki pengetahuan tentang
apa yang akan dikerjakan di lapangan pekerjaan apabila sudah terjun di dunia
pekerjaan yang nantinya diharapkan dapat menjadi sumber daya manusia yang
berkualitas maupun sumber daya manusia yang mampu mengolah sumber daya alam
Indonesia dengan bijaksana.
C. LATAR BELAKANG

Dalam Dunia Industri :


Saat ini telah memasuki era globalisasi, dimana arus informasi baru berkembang
dengan pesat dan arus pertukaran informasi berlangsung dengan cepat. Hal tersebut
di tunjang oleh pesatnya perkembangan Teknologi dan ilmu pengetahuan. Di
Indonesia industri logam semakin tumbuh dan berkembang dengan pesat pada era
pembangunan tambang (mining metalurgi), sektor industri proses logam dan sektor
industri logam mekanik.
Bahan-bahan yang digunakan dalam proses produksi pada sektor industri proses
logam, baik bahan baku maupun tambahan, serta hasil-hasil produksi, sisa-sisa
produksi, alat-alat dan saran-sarana dalam proses produksi merupakan potensi
bahaya bagi tenaga kerja. Oleh karena itu tentu saja pengetahuan peneliti juga
dituntut untuk maju dan berkembang. Dimana salah satu tujuannya adalah
menghindari ketertinggalan dan memenangkan persaingan di berbagai bidang,
khususnya di bidang pekerjaan pendidikan sebagai mahasiswa di Perguruan Tinggi.
Di era kemajuan teknologi industri, teknik pengecoran konvensional masih tetap
dibutuhkan, fakta yang terjadi menunjukkan bahwa kebanyakan indudtri-industri
kecil sampai menengah lebih banyak mengaplikasikan teknologi pengecoran
sederhana dan lebih fleksibel dalam mengikuti keinginan pelanggannya.
Industri pengecoran kecil hanya mampu menghasilkan permintaan produk-
produk dalam jumlah terbatas,yang tentunya sangat sukar untuk dilakukan di industri
besar. Hal ini memacu para praktisi pengecoran logam berbasis besi (ferro) dan
bukan besi (non ferro) untuk semakin meningkatkan kualitas produk maupun
kapasitas produksinya.

Dalam Dunia Akademik:


KP merupakan salah satu syarat perkuliahan, Serta kelulusan harus ditempuh
oleh Mahasiswa Strata-1 Jurusan Teknik Mesin. Mengingat Pentingnya hal tersebut
maka Mahasiswa Institut Sains & Teknologi AKPRIND Yogyakarta harus
melaksanakan KP, sebab KP merupakan ajang penggabungan suatu mata kuliah
yang sudah di dapat di bangku kuliah dengan keadaan penggambaran di lapangan (di
dunia industri). Dengan adanya KP ini di harapkan para mahasiswa mampu
menerapkan ilmu yang di peroleh. Sehingga mahasiswa dapat meningkatkan
pengetahuan. Dengan demikian diharapkan setelah lulus akan menciptakan sumber
daya manusia yang handal.
Tentunya kita sudah memahami bahwa pekerjaan sebagai engineer tidak
sesederhana yang kita bayangkan seperti dibangku perkuliahan, karena kita juga
dituntut memberikan hasil yang nyata dalam penanganannya. Oleh karena itulah
program KP sangat dibutuhkan oleh mahasiswa. Dengan tujuan tercapainya standar
dan kualitas mutu bagi para Sarjana Teknik dalam penerapan dunia kerja, dengan
memberikan gambaran yang kongkret tentang dunia kerja yang akan mereka hadapi.
Perkembangan dunia kerja saat ini telah mengacu pada pertumbuhan dan
perkembangan pabrik sebagai salah satu sarana untuk melaksanakan kegiatan
produksi. Semakin besarnya perkembangan ini, maka diperlukan
Tenaga ahli yang mampu membangun serta memelihara sarana dan fasilitas dari
kegiatan produksi. Aktivitas dunia kerja saat ini menuntut skill (baik Hard Skill
maupun Soft Skill) atau keahlian dalam bekerja, yang tidak lepas dari kemampuan
untuk terus berkembang dan maju.

D. TUJUAN KERJA PRAKTIK


Tujuan dilaksanakannya Kerja Praktik ini adalah :
1. Sebagai Tujuan Khusus, agar mahasiswa dapat mempelajari proses
pengerjaan
pengecoran logam dalam dunia industri
2. Sebagai perbandingan antara teori dan perkuliahan dengan kenyataan di
lapangan
dan permasalahan yang dihadapi mahasiswa nantinya tidak lagi canggung
apabila terjun ke dunia kerja yang sebenarnya.
3. Mempersiapkan para lulusan dalam menghadapi dunia kerja yang akan
mereka
hadapi.
4. Memberikan gambaran riil yaitu mengenai apa saja yang akan dikerjakan dan
dilakukan seorang Engineer di dalam dunia industri.
5. Sebagai tambahan ilmu bagi rekan-rekan mahasiswa yang lain tentang
perkembangan Teknologi pengecoran serta menambah referensi tentang
proses kerja pengecoran logam dalam dunia industri.
6. Sebagai modal awal dalam pembuatan Skripsi ( Tugas Akhir) tentang
metalurgi
dan untuk mengantarkan kedunia teknopreneur
7. Improvisasi kemampuan dasar teknik.

E. MANFAAT KERJA PRAKTEK


1. Bagi Mahasiswa
a. Meningkatkan pengetahuan kita akan dunia kerja berdasarkan ilmu yang kita
peroleh di lingkungan pendidikan.
b. Memberikan wawasan dan pengalaman tersendiri selama di dalam
lingkungan industri sebagai pribadi atau calon engineer.
c. Memperluas pengetahuan tentang proses kerja pengecoran logam
2. Bagi Almamater
a. Untuk mengetahui sejauh mana kemampuan mahasiswa dalam menghadapi
KP, mengumpulkan data serta menganalisanya.
b. Mengetahui kebutuhan dunia industri akan lulusan Sarjana (Engineer)
c. Terjadinya hubungan kerja sama yang baik antara Institut dan
perusahaan yang bersangkutan.
d. Memperoleh umpan balik yang baik dari dunia kerja sebagai bahan evaluasi
di bidang akademik untuk perkembangan dan peningkatan kualitas
pendidikan.
3. Bagi Perusahaan
a. Menjalin kerja sama dengan Institut sebagai salah satu pengabdian bagi dunia
pendidikan.
b. Sebagai sarana tukar informasi dan umpan balik untuk meningkatkan dan
mengembangkan teknologi.
c. Sebagai data masukan untuk memperoleh pertimbangan dan
peningkatan kualitas dari system yang sudah ada melalui penerapan metode
kerja yang diperoleh mahasiswa.
F. LANDASAN TEORI
Pengecoran Logam & Pola
Pengecoran logam adalah proses pembuatan benda dengan mencairkan logam dan
menuangkan cairan logam tersebut ke dalam rongga cetakan. Proses ini dapat digunakan
untuk membuat benda-benda dengan bentuk rumit. Benda berlubang yang sangat besar dan
sangat sulit atau sangat mahal jika dibuat dengan metode lain, dapat diproduksi masal secara
ekonomis menggunakan teknik pengecoran yang tepat. Pengecoran logam dapat dilakukan
untuk bermacam-macam logam seperti, besi, baja paduan tembaga (perunggu, kuningan,
perunggu alumunium dan lain sebagainya), paduan ringan (paduan alumunium, paduan
magnesium, dan sebagainya), serta paduan lain, semisal paduan seng, monel (paduan nikel
dengan sedikit tembaga), hasteloy (paduan yang mengandung molibdenum, chrom, dan
silikon), dan sebagainya. Untuk membuat coran harus melalui proses pembuatan model
pencairan logam, penuangan cairan logam ke model, membongkar, membersihkan dan
memeriksa coran. Pencairan logam dapat dilakukan dengan bermacammacam cara, misal
dengan tanur induksi (tungku listrik di mana panas diterapkan dengan pemanasan induksi
logam), tanur kupola (tanur pelebur dalam pengecoran logam untuk melebur besi tuang
kelabu), atau lainnya. Cetakan biasanya dibuat dengan memadatkan pasir yang diperoleh
dari alam atau pasir buatan yang mengandung tanah lempung. Cetakan pasir mudah dibuat
dan tidak mahal. Cetakan dapat juga terbuat dari logam, biasanya besi dan digunakan untuk
mengecor logam-logam yang titik leburnya di bawah titik lebur besi.
Pada pengecoran logam dibutuhkan pola yang merupakan tiruan dari benda yang
hendak dibuat dengan pengecoran. Pola dapat terbuat dari logam, kayu, stereofom, lilin, dan
sebagainya. Pola mempunyai ukuran sedikit lebih besar dari ukuran benda yang akan dibuat
dengan maksud untuk mengantisipasi penyusutan selama pendinginan dan pengerjaan
finishing setelah pengecoran. Selain itu, pada pola juga dibuat kemiringan pada sisinya
supaya memudahkan pengangkatan pola dari pasir cetak.

Jenis Jenis Bahan Untuk Membuat Pola Pengecoran Logam

1. Logam
Pola yang terbuat dari bahan logam memiliki umur yang lebih panjang. Sehingga
pola logam menjadi pilihan untuk digunakan ketika melakukan pengecoran dalam jumlah
banyak. Pola logam ini digunakan agar dapat menjaga ketelitian hasil coran untuk jumlah
banyak.
Pola logam tidak mudah rusak ketika digunakan pada pengecoran sistem tanam yang
dipukul- pukul. Logam yang digunakan bermacam-macam dapat sisesuaikan dengan
penggunaannya. Untuk logam tahan panas dapat digunakan besi cor, baja cor,dan panduan
tembaga. Bahan-bahan tersebut cocok digunakan sebagai bahan pola pada pembuatan
cetakan kulit. Sedangkan alumunium digunakan sebagai bahan pola untuk pembuatan
cetakan dengan tangan.
2. Kayu
Pola kayu memiliki sifat cendrung kurang tahan terhadap gesekan. Jenis pola ini bisa
digunakan pada produksi dalam jumlah sedikit. Kayu yang digunakan untuk membuat pola
ini yaitu kayu tahan bentuk dan gesekan. Pola kayu memiliki kelebihan dari segi biaya yang
murah, waktu pembuatan cepat, dan proses pembuatan lebih mudah dibanding dengan pola
logam. Pengunaan pola kayu biasanya diperkuat dengan lapisan plastik pada permukaan
pola dan umumnya digunakan untuk cetakan pasir.

3. Plastik
Pola palstik biasa digunakan pada produksi dengan jumlah yang banyak dan
membutuhkan ketelitian ukuran tinggi. Proses reproduksi pola baru untuk pola palstik ini
lebih mudah dan cepat. Namun pola jenis ini jarang sekali digunakan.

4. Sintetik
Pola sintetik terbuat dari bahan kimia berupa resin. Jenis pola ini digunakan pada
produksi benda cor berukuran kecil atau pada pencetakan dengan mesin. Pola resin memiliki
sifat tahan aus dan penyusutannya kecil.

5. Styrofoam
Pola Styrofoam juga biasa disebut pola hilang, Karena Styrofoam akan ikut larut
bersama cairan logam yang bersuhu tinggi ketika proses penungan. Jadi pola jenis ini
bersifat sekali pakai. Meskipun demikian,pola Styrofoam memiliki kelebihan dari segi biaya
yang lebih murah dan waktu yang lebih cepat. Pengunaan pola Styrofoam yaitu pada
pengecoran dengan jumlah sedikit (bijian) dan benda berukuran besar.
G. METODOLOGI PELAKSANAAN KP
1. Objek Pelatihan
Dalam pelatihan ini, penulis akan meneliti cara pengecoran logam dan pembuatan
pola sebagai salah satu proses dalam pengecoran logam.

2. Partisipasi Aktif
Penulis akan ikut terjun langsung di industri membantu dalam proses.
Pembuatan pola dan pengecorannya (dengan seizin perusahaan)

3. Metode Pengumpulan Data


a. Metode Pengumpulan data Primer
Data primer adalah data penelitian diperoleh secara langsung dari objek yang
diteliti. Dalam hal ini, penelitian dilakukan secara langsung pada objek dengan
pendekatan secara primer yang dapat diperoleh dengan cara :
1) Interview dan Wawancara
Langsung pada objek dengan mengadakan Tanya jawab langsung dengan
pihak perusahaan.
2) Observasi
Pengambilan data secara langsung dengan cara mengamati dan mencatat
objek penelitian pada saat melaksanakan magang pada industri.
b. Metode Pengumpulan Data Sekunder
Data didapat dengan cara tidak langsung, dalam arti dari literature buku petunjuk
pada setiap bagian peralatan sumber lain yang berhubungan dengan objek
penelitian.

4. Diagram Alir
Rancangan urutan pelaksanaan KP yang akan dilaksanakan penulis di PT SINAR
SEMESTA ditunjukan Gambar 1 dibawah ini.
Mulai

Penentuan Pendahuluan Pengenalan

Studi Pustaka

Penentuan Tujuan dan Perumusan

Identifikasi

Pengumpulan Data

Pengolahan dan Analisis

Pembahasan

Kesimpulan dan Saran

Selesai

Gambar. 1. Diagram Alir Pelatihan (Flow Chart)


H. JADWAL RENCANA PELATIHAN KERJA PADA INDUSTRI

Time Schedule

No Kegiatan Minggu ke-


I II III IV

1 Orientasi Lapangan

2 Studi Pustaka

3 Pengumpulan Data

4 Pengolahan Data

I. SISTEMATIKA PENULISAN LAPORAN

JUDUL

HALAMAN PENGESAHAN

KATA PENGANTAR

DAFTAR ISI

DAFTAR GAMBAR

DAFTAR TABEL

BAB I PENDAHULUAN
Berisi tentang latar belakang masalah, perumusan permasalahan, batasan masalah, tujuan
KP dan manfaat KP.

BAB II DATA UMUM PERUSAHAAN


Berisi tentang profil PT SINAR SEMESTA, meliputi sejarah singkat, lokasi, peralatan
permesinan dan produksinya

BAB III LANDASAN TEORI


Berisi tentang dasar-dasar teori yang dibutuhkan dalam laporan.
BAB IV TINJAUAN KHUSUS SISTEM OPERASI DAN PERAWATAN
Berisi tentang hal-hal yang berkaitan dengan Pengecoran andas baja kereta api di PT SINAR
SEMESTA, Klaten, Jawa Tengah.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN


Kesimpulan berisi tentang inti - inti pokok dari laporan. Saran berisi mengelai hal - hal yang
menunjang kesempurnaan perusahaan.

DAFTAR KEGIATAN HARIAN

DAFTAR PUSTAKA

LAMPIRAN
DAFTAR RIWAYAT HIDUP

Nam : Moch Hidayat Kurniawan


Jenis Kelamin : Laki-laki
Tempat, tanggal lahir : Semarang, 22 Februari 1997
Negara : Indonesia
Agama : Islam
Alamat Asal : Perumnas LP Kedungpani Semarang
Kel. Wates Kec. Ngaliyan RT06/RW01
Alamat Sekarang : Jl Solo KM 16 Bogem Tamanmartani
Kalasan, Sleman DIY.
No. Handphone : 082225962691
E-mail : moch.hidayatkurniawan23@gmail.com

Pendidikan Formal

1. Teknik Mesin S-1 di IST AKPRIND Yogyakarta 2015 - Sekarang


2. SMK N 5 SEMARANG 2012 – 2015
3. SMP N 23 SEMARANG 2009 – 2012
4. SD N WATES 01/03 SEMARANG 2003 - 2009

Pendidikan Non Formal

1. Latihan Dasar Kepemimpinan (LDKM) pada tanggal 15-17 November 2015


yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa mesin Institut Sains &
Teknologi AKPRIND Yogyakarta

Pengalaman Organisasi

1 . Koordinator Departemen Olahraga Himpunan Mahasiswa Mesin IST


AKPRIND Yogyakarta Periode 2016-2017
2. Staf Departemen Olahraga Himpunan Mahasiswa Mesin IST AKPRIND
Yogyakarta Priode 2015-2016