Anda di halaman 1dari 8

MAKALAH

PROMOSI KESEHATAN II
Satuan Acara Penyuluhan Hipertensi

Dosen Pengampu : Ns. Welly, M. Kep

Disusun Oleh Kelompok 4:

1. Ayuli Warni (1710105044)


2. Gita Reviliani (1710105050)
3. Novia Melta Sari (1710105058)
4. Riri Arika Putri (1710105065)
5. Sri Rahmi Amerisa (1710105071)
6. Wirosevel (1710105076)

Kelas : IV B

PROGRAM STUDI S1 KEPERAWATAN


STIKES ALIFAH PADANG
TAHUN AJARAN 2019
SATUAN ACARA PENYULUHAN

HIPERTENSI

Topik : Hipertensi

Sub Topik : Pengertian, gejala, penyebab, pencegahan serta komplikasi


hipertensi

Sasaran :Keluarga Bapak Abdi

Tempat : Rumah Bapak Abdi

Hari/tanggal : Jumat, 13 juni 2019

Waktu : Pukul 08.00 WITA – 09.00 WITA

Penyuluh : Perawat novia

I. Analisa data
A. Kebutuhan peserta didik
Tingginya angka pengunjung Puskesmas Sukamaju ditandai dengan data
dalam dua bulan terakhir bahwa pengunjung Puskesmas Sukamaju yang
paling banyak adalah penderita hipertensi, disertai dengan kurangnya
pengetahuan warga tentang penyakit hipertensi khususnya keluarga
Bapak Abdi
B. Karakteristik peserta didik
Keluarga Bapak Abdi yang rata rata berpendidikan SMP-SMA

II. Tujuan Instruksional Umum


Setelah dilakukan penyuluhan, 90% keluarga Bapak Abdi mampu mengetahui
dan mengingat Pengertian, gejala, penyebab, pencegahan serta komplikasi
hipertensi dengan bantuan penyuluh.
III. Tujuan Instruksional Khusus
Setelah mengikuti penyuluhan tentang hipertensi, selama 1 x 35 menit,
keluarga Bapak Abdi dapat atau mampu :
a. Menjelaskan pengertian hipertensi secara singkat dengan benar
b. Menyebutkan 3 gejala hipertensi dengan benar
c. Menyebutkan 3 penyebab terjadinya hipertensi dengan tepat
d. Menyebutkan cara cara pencegahan hipertensi dengan tepat
e. Menyebutkan 2 komplikasi penyakit hipertensi dengan benar
IV. Materi terlampir
a. Pengertian hipertensi
b. Gejala hipertensi
c. Penyebab terjadinya penyakit hipertensi
d. Pencegahan penyakit hipertensi
e. Komplikasi penyakit hipertensi
V. Metode
Ceramah dan Diskusi
VI. Media
Power point dan Video

VII. Kegiatan penyuluhan


No. Waktu Kegiatan penyuluhan Kegiatan peserta
1. Pembukaan 5 - Memberikan salam - Menjawab salam
menit - Perkenalan - Mendengarkan
- Menyebutkan materi dan
yang akan diberikan memperhatikan
2. Inti 20 menit Menjelaskan materi tentang : - Mendengarkan
a. Pengertian hipertensi dan
b. Gejala hipertensi memperhatikan
c. Penyebab terjadinya - Bertanya pada
hipertensi penyuluh bila
d. Pencegahan hipertensi masih ada yang
e. Komplikasi penyakit belum jelas.
hipertensi dan
menampilkan video
penyakit hipertensi
3. Penutup 10 menit - Evaluasi - Menjawab
- Menyimpulkan hasil pertanyaan
penyuluhan - Memperhatikan
- Mengucapkan salam - Menjawab salam
penutup.

VIII. Evaluasi
Bentuk tes Tanya jawab lisan diakhir penyuluhan yaitu :
1. Jelaskan pengertian hipertensi secara singkat
2. Sebutkan 3 gejala hipertensi dengan benar
3. Sebutkan 3 penyebab terjadinya hipertensi dengan tepat
4. Sebutkan salah satu cara pencegahan hipertensi dengan tepat
5. Sebutkan 2 komplikasi penyakit hipertensi dengan benar

IX. Referensi
https://hellosehat.com/penyakit/hipertensi-darah-tinggi/
http://www.alodokter.com/hipertensi
1. Pengertian Hipertensi
Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah kondisi kronis di mana
tekanan darah pada dinding arteri (pembuluh darah bersih) meningkat.
Kondisi ini dikenal sebagai “pembunuh diam-diam” karena jarang memiliki
gejala yang jelas. Satu-satunya cara mengetahui apakah Anda memiliki
hipertensi adalah dengan mengukur tekanan darah.
Jika Anda belum memeriksa dan tidak tahu tekanan darah Anda,
mintalah kepada dokter untuk memeriksanya. Semua orang dewasa sebaiknya
memeriksa tekanan darah mereka setidaknya setiap lima tahun sekali.
Tekanan darah normal berkisar di angka 120/80 mmHG. Saat angka
sistolik dan diastolik berada di kisaran ini, maka Anda dapat disebut memiliki
tekanan darah normal. Seseorang baru disebut memiliki darah tinggi atau
mengidap hipertensi jika hasil pembacaan tekanan darah menunjukkan 140/90
mmHG. Tekanan darah yang terlalu tinggi akan mengganggu sirkulasi darah.
Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) pada tahun 2013 menunjukkan
bahwa penderita hipertensi yang berusia di atas 18 tahun mencapai 25,8
persen dari jumlah keseluruhan penduduk Indonesia. Dari angka tersebut,
penderita hipretensi perempuan lebih banyak 6 persen dibanding laki-laki.
Sedangkan yang terdiagnosis oleh tenaga kesehatan hanya mencapai sekitar
9,4 persen. Ini artinya masih banyak penderita hipertensi yang tidak
terjangkau dan terdiagnosa oleh tenaga kesehatan dan tidak menjalani
pengobatan sesuai anjuran tenaga kesehatan. Hal tersebut menyebabkan
hipertensi sebagai salah satu penyebab kematian tertinggi di Indonesia.

2. Gejala Hipertensi
Penderita hipertensi biasanya tidak menunjukkan ciri apapun atau
hanya mengalami gejala ringan. Namun, darah tinggi yang parah mungkin
menyebabkan:
a. Sakit kepala parah
b. Pusing
c. Penglihatan buram
d. Mual
e. Telinga berdenging
f. Kebingungan
g. Detak jantung tak teratur
h. Kelelahan
i. Nyeri dada
j. Sulit bernapas
k. Darah dalam urin
l. Sensasi berdetak di dada, leher, atau telinga

3. Penyebab Hipertensi
Penyebab hipertensi belum bisa dipastikan pada lebih dari 90 persen
kasus yang ada. Dalam kasus di mana sama sekali tidak ada penyebab atau
faktor jelas, hipertensi dikenal sebagai hipertensi primer. Ada beberapa faktor
yang diduga bisa meningkatkan risiko Anda mengalami kondisi ini, yaitu:
a. Usia. Risiko hipertensi meningkat seiring bertambahnya usia.
b. Faktor keturunan. Orang dengan anggota keluarga yang mengidap
hipertensi memiliki risiko tinggi untuk mengalami kondisi yang sama.
c. Merokok. Rokok dapat meningkatkan tekanan darah sekaligus
menyempitkan dinding arteri.
d. Kelebihan berat badan atau obesitas. Kadar oksigen dan nutrisi yang
dialirkan darah akan diukur oleh tubuh sesuai dengan berat badan.
Berat badan yang berlebihan akan membutuhkan oksigen dan nutrisi
yang lebih banyak, sehingga volume darah dibutuhkan lebih banyak.
Volume darah yang meningkat akan meningkatkan tekanan darah.
e. Kurang olahraga. Orang yang jarang berolahraga cenderung memiliki
detak jantung yang lebih cepat, sehingga jantung akan bekerja lebih
keras. Kerja jantung lebih keras akan meningkatkan tekanan darah.
f. Kadar garam yang tinggi dalam makanan. Kadar garam yang tinggi
bisa menyebabkan penumpukan cairan dalam tubuh, yang kemudian
akan meningkatkan tekanan darah.
g. Stres. Tingkat stres yang tinggi berpotensi memicu peningkatan
tekanan darah.
Sementara hipertensi yang disebabkan oleh kondisi dasar
tertentu disebut hipertensi sekunder. Secara keseluruhan, 10 persen
dari kasus hipertensi merupakan jenis sekunder. Beberapa penyebab di
balik kondisi ini umumnya meliputi:
a) Diabetes.
b) Penyakit ginjal.
c) Kondisi yang memengaruhi jaringan tubuh, misalnya lupus.
d) Obat-obatan tertentu, misalnya pil kontrasepsi, analgesik atau
obat pereda sakit, obat pilek, serta dekongestan.
e) Penyempitan pembuluh darah (arteri) yang mengalirkan darah
ke ginjal
f) Gangguan hormon, khususnya tiroid.

4. Pencegahan Hipertensi
Penerapan pola hidup sehat seperti konsumsi makanan bernutrisi,
olahraga teratur, tidak merokok, dan menghindari minuman keras bisa
mencegah hipertensi. Beberapa contoh penerapan yang bisa dilakukan
meliputi:
a) Makanan. Konsumsilah makanan yang rendah lemak dan kaya serat,
seperti roti dari biji-bijian utuh, beras merah, serta buah dan sayuran.
Kurangi konsumsi garam dalam makanan Anda, setidaknya tidak lebih
dari 6 gram garam per hari (sekitar satu sendok teh).
b) Berat Badan. Meski hanya beberapa kilo, menurunkan berat badan
akan membuat perbedaan besar pada tekanan darah dan kesehatan
secara keseluruhan.
c) Olahraga. Untuk menurunkan tekanan darah dan menjaga jantung
serta pembuluh darah dalam kondisi baik, olahraga dan rutin
beraktivitas perlu dilakukan. Bagi orang dewasa, beraktivitas dengan
intensitas menengah ( bersepeda atau jalan cepat) setidaknya harus
dilakukan selama 2 hingga 3 jam setiap minggu.
d) Terapi relaksasi, seperti yoga atau meditasi. Terapi-terapi tersebut
dapat membantu Anda untuk mengendalikan stres.
e) Merokok. Rokok tidak menyebabkan hipertensi secara langsung, tapi
akan mempertinggi risiko serangan jantung dan stroke karena dapat
memicu penyempitan arteri. Kombinasi merokok dan hipertensi akan
meningkatkan risiko penyakit jantungatau paru-paru secara drastis.
f) Kafein. Kurangi konsumsi minuman yang mengandung banyak kafein
seperti kopi, teh, cola serta minuman berenergi. Meminum lebih dari
empat cangkir kopi sehari bisa meningkatkan risiko hipertensi.

5. Komplikasi Hipertensi
Hipertensi akan lebih membebani jantung dan pembuluh darah Anda
jika tidak ditangani dengan seksama. Jenis-jenis komplikasi yang berpotensi
terjadi meliputi:
a) Serangan jantung dan stroke. Hipertensi berpotensi menyebabkan
penebalan dan pengerasan dinding arteri sehingga dapat memicu
serangan jantung serta stroke.
b) Pembuluh darah kecil pada ginjal yang rusak akibat hipertensi.
Kondisi ini bisa menghalangi ginjal untuk berfungsi dengan baik.
Beberapa gejalanya adalah pembengkakan kedua tungkai bawah,
keinginan untuk buang air kecil di malam hari meningkat tapi volume
urine sedikit, dan hipertensi yang semakin parah.