Anda di halaman 1dari 27

MAKALAH

“KLASIFIKASI SUKU ZINGIBERACEAE, CYPERACEAE, DAN POACEAE”

DOSEN PEMBIMBING :
MIFTAHUL KHAIRANI, M.Pd

Oleh Kelompok IX :

1. SHAFIRA HANA MARSYAH


2. UMMA SELMA ZELILA
3. KHOLIDATUN NASHRIYAH
4. LIDIYA PURNAMA SARI
5. MIFTAHUL JANNAH NASUTION

FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN

JURUSAN PENDIDIKAN BIOLOGI

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI

SUMATERA UTARA

2019
KATA PENGANTAR

‫اار ِحيم‬ ِِ ‫الر ْح َم‬


َّ ِ‫ن‬ َّ ِ‫ْــــــــــــــــمِاﷲ‬
ِِ ‫ِبس‬

Alhamdulillahirrabil’alamiin, puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah Swt yang telah
memberi rahmat dan hidayah-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan tugas makalah
ini dengan judul materi “Klasifikasi Suku Zingiberaceae, Cyperaceae, dan Poaceae”
dengan tepat waktu. Tugas ini dibuat untuk memenuhi salah satu tugas wajib dari mata
kuliah Botani Phanerogamae.

Saya mengucapkan terima kasih kepada dosen pengampu mata kuliah ini yaitu Ibu
Miftahul Khairani, M.Pd yang telah membimbing kami dalam penyusunan makalah ini.

Dalam menyelesaikan tugas ini, kami menyadari bahwa tugas ini masih jauh dari
kesempurnaan. Oleh karena itu, kami mengharapkan tegur sapa, kritik dan saran yang
bersifat membangun dari dosen dan seluruh pembaca, agar dapat dijadikan pedoman
perbaikan untuk selanjutnya.

Medan, 03 Juni 2019

Penyusun,

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ...................................................................................................... i

DAFTAR ISI ................................................................................................................... ii

BAB I PENDAHULUAN .................................................................................................1


1.1 Latar Belakang ...........................................................................................................1
1.2 Rumusan Masalah ......................................................................................................2
1.3 Tujuan .........................................................................................................................2

BAB II PEMBAHASAN ...................................................................................................3


2.1 Suku Zingiberaceae ....................................................................................................3
2.1.1. Pengertian Zingiberaceae .................................................................................3
2.1.2. Ciri-ciri Zingiberaceae ......................................................................................4
2.1.3. Spesies Suku Zingiberaceae .............................................................................5
2.1.4. Peran Suku Zingiberaceae ................................................................................9
2.2 Suku Cyperaceae ......................................................................................................10
2.2.1 Pengertian Cyperaceae ...................................................................................10
2.2.2 Ciri-ciri Cyperaceae ........................................................................................10
2.2.3 Spesies Suku Cyperaceae ...............................................................................11
2.2.4 Peran Suku Cyperaceae ..................................................................................14
2.3 Suku Poaceae ..........................................................................................................15
2.3.1 Pengertian Poaceae .........................................................................................15
2.3.2 Ciri-ciri Suku Poaceae ....................................................................................17
2.3.3 Spesies Suku Poaceae.....................................................................................18
2.3.4 Peran Suku Poaceae .......................................................................................22

BAB III PENUTUP .........................................................................................................23


3.1 Kesimpulan ...............................................................................................................23
3.2 Saran .........................................................................................................................23

DAFTAR PUSTAKA .....................................................................................................24

ii
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Dikehidupan sehari-hari sering kita temukan beragam jenis tumbuhan, dan yang
kita temukan bahkan salalu kita gunakan dalam kebutuhan sehari-hari tanpa
memperhatikan dari tumbuhan tersebut. Jika kita amati maka tiap tumbuhan yang kita
temukan pasti memiliki kerakteristik tersendiri. Ciri tersebut yang berbeda-beda pada tipa
tumbuhan akan menjadikan salah satu cara unutk pengelompokan tumbuhan tersebut
kdalam golongan-golongan tersendiri. Ilmu taksonomi tumbuhan adalah ilmu yang
mekaji mengenai pengelompokkan tumbuhan yang ada di alam ini untuk memudahkan
kita dalam mengingat jenis tumbuhan-tumbuhan yang ada disekitar kita.

Salah satu kelas dari tumbuhan monocotyledoneae yang sering kita jumpai adalah
dari suku Zingiberaceae, Cyperaceae, Dan Poaceae. Suku Zingiberaceae adalah suku
dari tanaman jahe-jahean yang biasa digunakan untuk bahan bumbu dapur ataupun biasa
digunakan sebagai obat-obatan herbal seperti untuk campuran teh hanfgat, bandrek dan
lainnya, jika suku Cyperaceae merupakan suku dari tanaman rumput-rumputan yang
berbunga yang biasa kita injak ataupun menjadi semak pada tanaman yang lain namun
juga bisa dimanfaatkan sebagai pakan untuk hewan ternak ataupun pencegahan erosi pada
tanah, sedangkan suku Poaceae adalah suku dari tumbuhan padi-padian yang tentunya
menjadi bahan dasar makanan pokok asli orang Indonesia.

Dengan adanya pengelompokan tumbuhan akan memudahkan dan lebih memahami


dalam membedakan tumbuhan disetiap kita menemukan tumbuhan di alam lingkungan
sekitar kita. Berdasarkan setiap ordo, famili, genus, dan spesiesnya pada kelas monokotil
ini tntu memiliki ciri khusus dan ciri spesifik yang berbeda dan berkaitan dengan
taksnomi tumbuhan. Selain itu tumbuhan tersebut pasti memiliki manfaat bagi makhluk
hidup lain. Dengan begitu pembuatan makalah ini untuk membahas lebih dalam mengenai
suku-suku dari kelas monocotyledoneae khususnya pada suku Zingiberaceae,
Cyperaceae, Dan Poaceae. Serta pembagain dari familinya dari tipa-tiap suku
Zingiberaceae, Cyperaceae, Dan Poaceae.

1
1.2 Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah yang muncul dari latar belakang masalah mengenai
pembahasan pada makalah ini yaitu :
1. Apa pengertian dari suku Zingiberaceae, Cyperaceae, Dan Poaceae ?
2. Apasajakah ciri-ciri tumbuhan dari suku Zingiberaceae, Cyperaceae, Dan Poaceae?
3. Apasajakah contoh tumbuhan yang tergolong dalam suku Zingiberaceae,
Cyperaceae, Dan Poaceae?
4. Apasajakah peran tumbuhan dari suku Zingiberaceae, Cyperaceae, Dan Poaceae
untuk kehidupan?

1.3 Tujuan
Adapun tujuan dari rumusan masalah yang ada apada makalah ini yaiatu sebagai
berikut :
1. Untuk mengetahui pengertian dari suku Zingiberaceae, Cyperaceae, Dan Poaceae.
2. Untuk mengetahui ciri-ciri tumbuhan dari suku Zingiberaceae, Cyperaceae, Dan
Poaceae.
3. Untuk mengetahui contoh tumbuhan yang tergolong dalam suku Zingiberaceae,
Cyperaceae, Dan Poaceae.
4. Untuk mengetahui peran tumbuhan dari suku Zingiberaceae, Cyperaceae, Dan
Poaceae untuk kehidupan.

2
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Suku Zingiberaceae

2.1.1 Pengertian Zingiberaceae


Zingiberaceae merupakan suku dari jahe-jahean yang merupakan tumbuhan herba
dengan rimpang yang mengandung minyak hingga berbau aromatik. Batang di atas tanah,
seringkali hanya pendek. Daun tunggal, mempunyai sel-sel minyak, tersusun dalam 2
baris, tulang-tulang cabang yang sejajar dan rapat satu dengan yang lain dengan arah yang
serong ke atas, tangkai daun pendek atau tidak ada1.

Menurut Nurainas dan Yunaidi (2008:89) letak pembungaan Zingiberaceae


terminal atau muncul langsung dari rhizoma, atau dari ujung batang. Menurut
Tjitrosoepomo, (2002:56) bunga terpisah-pisah, tersusun dalam bunga majemuk tunggal
dan berganda. Kebanyakan banci, zigomorf atau asimetrik. Hiasan bunga dapat dengan 3
daun kelopak dan terdiri atas 3 daun mahkota yang berlekatan. Pada bagian bawahnya
membentuk suatu buluh dengan bentuk dan warna yang kadang-kadang cukup atraktif.
Benang sari 1, tangkai putik di ujung, bakal buah tenggelam, beruang 3. Bakal biji
banyak, biji bulat atau berusuk, mempunyai salut biji dan endosperm banyak.

Di sepanjang daerah tropis dan subtropis, famili Zingiberaceae terdiri atas 47


genera dan 1.400 spesies. Genus Zingiber meliputi 80 spesies yang salah satunya adalah
jenis jahe yang paling penting dan memiliki banyak manfaat. Famili jahe-jahean
(Zingiberaceae) memiliki anggota lebih dari 1.200 spesies yang hampir seluruhnya
tumbuh dihutan-hutan tropis, terutama Asia tenggara. Di Borneo sendiri memiliki jahe
lebih dari 200 spesies. Jumlah belum diketahui secara pasti dan masih belum
dipublikasikan dan banyak dibutuhkan sampai pada tingkat obat generik. Genus Costus
memiliki beberapa karakter yang berbeda dan ditempat ini dimasukan dalam famili
tersendiri. Taman Nasional Gunung Malu merupakan daerah dengan kawasan hutan yang

1
Tjitrosoepomo, G. 2013. Taksonomi Tumbuhan Spermatophyta. Cetakan Kesebelas. (Yogyakarta: Gadjah
Mada University Press). Hlm.

3
masih cukup luas dan kaya akan semua jenis tumbuhan begitu juga dengan jahe-jahean
(Poulsen, 2006:89).

Famili jahe-jahean (Zingiberaceae) memiliki anggota lebih dari 1.200 spesies


yang hampir seluruhnya tumbuh dihutan-hutan tropis, terutama Asia tenggara. Di Borneo
sendiri memiliki jahe lebih dari 200 spesies. Jumlah belum diketahui secara pasti dan
masih belum dipublikasikan dan banyak dibutuhkan sampai pada tingkat obat generik.
Genus Costus memiliki beberapa karakter yang berbeda dan ditempat ini dimasukan
dalam famili tersendiri. Taman Nasional Gunung Malu merupakan daerah dengan
kawasan hutan yang masih cukup luas dan kaya akan semua jenis tumbuhan begitu juga
dengan jahe-jahean (Poulsen, 2006:89).

2.1.2 Ciri-Ciri Zingiberaceae


Adapun ciri – ciri tumbuhan Zingiberaceae menurut Gembong, (2005:76), yaitu
sebagai berikut2 :
 Mempunyai batang yang tumbuh dari rimpang. Rimpang ini tumbuh menjalar
didalam tanah.
 Daun suku jahe-jahean (Zingiberaceae) mempunyai pelapah yang memeluk
batang dan letak daunnya berseling atau tersusun spiral atau tersusun sebagai roset
akar atau berseling pada batang, bangun lanset atau jorong, bertulang menyirip
atau sejajar.
 Pelepah daun saling membalut dengan eratnya, sehingga kadang-kadang
merupakan batang semu.
 Tangkai daun beralih menjadi pelepah yang membelah kadang-kadang
mempunyai lidah-lidah.
 Bunga majemuk tungal atau berganda, kebanyakan banci, zigomorf, atau
asimetrik.
 Benang sari 1dengan 3-5 benang sari mandul yang kadang-kadang bersifat seperti
daun mahkota.
 Mahkota bunga suku jahe-jahean (Zingiberaceae) berjumlah tiga dan kelopak
bunganya berbentuk tabung.

2
Poulsen, A. D. 2006. Gingers of sarawak, (Kota kinabulu: Natural History Publica Tion Borneo).

4
 Buah Zingiberaceae biasanya menyerupai suatu kapsul yang gemuk seperti buah
beri yang dengan beberapa biji atau banyak yang memiliki arilus. Buahnya buah
kendaga yang berkatup 3 atau berdaging tidak membuka.
 Biji bulat atau berusuk, mempunyai salut biji, endosperm banyak.

2.1.3 Spesies Suku Zingiberaceae


Adapun spesies tumbuhan yang tergolong kedalam suku Zingiberaceae yaitu
sebagai berkut 3:
a) Jahe (Zingiber officinale)
Klasifikasi
Kingdom : Plantae
Divisi : Spermatophyta
Kelas : Monocotyledonae
Ordo : Zingiberales
Famili : Zingiberaceae
Genus : Zingiber
Spesies : Zingiber officinale

 Batang tumbuh tegak lurus, tersusun dari pelepah-pelepah daun


 Daun berwarna hijau dan terdapat bulu-bulu putih
 Rimpang merupakan modifikasi batang
 Rimpang dilindungi oleh sisik tipis
 Bunga terletak di ketiak daun pelindung, bentuknya bervariasi ada yang panjang, bulat,
oval, lonjong, runcing dengan panjang 2 - 2,5 cm dan lebar 1 - 1,5 cm.

b) Kencur (Kaempferia galanga)


Klasifikasi
Kingdom : Plantae
Divisi : Tracheophyta
Kelas : Magnoliopsida

3
Tjitrosoepomo, G. 2013. Taksonomi Tumbuhan Spermatophyta. Cetakan Kesebelas. (Yogyakarta: Gadjah
Mada University Press). Hlm.

5
Ordo : Zingiberales
Famili : Zingiberaceae
Genus : Kaempferia
Spesies : Kaempferia galanga

 Mempunyai banyak rhizome yang bercabang-cabang


 Helai daun berdaging dan tersembunyi dalam tanah
 Daunnya tumbuh mendatar di tanah
 Tandan bunga tumbuh di pucuk helai daun terdiri dari 4-12 bunga

c) Kunyit (Curcuma dosmetica)


Klasifikasi
Kingdom : Plantae
Divisi : Spermatophyta
Kelas : Liliopsida
Ordo : Zingiberales
Famili : Zingiberaceae
Genus : Curcuma
Spesies : Curcuma doestica

 Dalam satu tanaman terdapat 5-15 helaian daun, dengan panjang 85cm dan lebar 25cm
 Tinggi batang antara 70 cm-100 cm
 Kulit luar rimpang berwarna jingga kecoklatan
 Daging buahnya berwarna merah kekuningan
 Memiliki bau aromatic yang khas

d) Lengkuas (Alpinia galangal)


Klasifikasi
Kingdom : Plantae
Divisi : Traceophyta
Kelas : Magnoliopsida
Ordo : Zingiberales

6
Famili : Zingiberaceae
Genus : Alpinia
Spesies : Alpinia galanga

 Rimpang besar dan tebal, silindris, berdaging dengan diameter 2-4 cm. Bagian luar
berwarna coklat agak kemerahan atau kuning kehijauan, dan bersisik putih
 Tinggi tanaman antara 1-2 meter
 Warna batang hijau keputihan
 Daun tunggal berwarna hijau
 Tulang daun menyirip
 Panjang daun 20-60 cm, lebar 4-5 cm
 Bunga majemuk menyerupai lonceng
 Buah nya buni, bulat dan keras

e) Temulawak (Curcuma xanthorrhiza)


Klasifikasi
Kingdom : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Monocityledonae
Ordo : Zingiberales
Famili : Zingiberaceae
Genus : Curcuma
Spesies : Curcuma xanthorrhiza

 Dalam satu tanaman terdapat 5-15 helaian daun, dengan panjang 85 cm dan lebar 25
cm
 Tinggi batang antara 70 cm-100 cm
 Kulit luar rimpang berwarna jingga kecoklatan
 Daging buahnya berwarna merah kekuningan
 Memiliki bau aromatic yang khas

7
f) Kecombrang (Etlingera elatior)
Klasifikasi
Kingdom : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Liliopsida
Ordo : Zingiberales
Famili : Zingiberaceae
Genus : Etlingera
Spesies : Etligera elatior

 Bunga berwarna kemerahan dan bersisik, karangan bunga gasing


 Daun 15-30 helai tersusun 2 baris, berbentuk jorong, pangkal jantung, tepi
bergelombang
 Panjang daun 20-90 cm dan lebar 10-20 cm
 Buah berjejalan dalam bongkol hampir bulat berdiameter 10-20 cm; masing-masing
butir 2-2,5 cm besarnya, berambut halus pendek di luarnya, hijau dan menjadi merah
ketika masak

g) Temu giring (Curcuma heyneane)


Klasifikasi
Kingdom : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Monocityledonae
Ordo : Zingiberales
Famili : Zingiberaceae
Genus : Curcuma
Spesies : Curcuma heyneane

 Dalam satu tanaman terdapat 5-15 helaian daun, dengan panjang 85 cm dan lebar 25
cm
 Tinggi batang antara 70 cm-100 cm
 Kulit luar rimpang berwarna jingga kecoklatan
 Daging buahnya berwarna merah kekuningan

8
 Memiliki bau aromatic yang khas

h) Temu kunci (Boesenbergia pandurata)


Klasifikasi
Kingdom : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Lilopsida
Ordo : Zingiberales
Famili : Zingiberaceae
Genus : Boesenbergia
Spesies : Boesenbergia pandurata

 Bunga berwarna putih pada pangkal dan merah pada ujungnya


 Rimpang panjang antara 20 cm dengan warna coklat kekuningan
 Dalam 1 tanaman terdapat 10-15 helai daun

2.1.4 Peran Zingiberaceae


Ternyata tumbuhan-tumbuhan dari suku Zingiberaceae bayak memiliki manfaat
serta khasiat yang sangat baik untuk kesehatan maupun kebutuhan kehidupan manusia
lainnya yaitu sebagai berikut:
 Jahe (Zingiber officinale); mengobati radang telinga tengah, mengobati dermatitis,
mengobati hepatitis, dan mengobati impotensi.
 Kunyit (Curcuma dosmetica); mengobati katarak, mengobati batu ginjal, mengobati
radang ginjal, mengobati radang vagina, dan mengobati kelenjar prostat.4
 Lengkuas (Alpinia galangal); mengobati kemandulan, dan mengobati ejakulasi dini.
 Kencur (Kaempferia galanga); mengobati bau nafas (Halitosis), dan mengobati
bronchitis.
 Kecombrang (Etlingera elatior); menghilangkan bau badan, meningkatkan ASI dan
membersihkan darah.

4
Dewi, R. 2011. Jenis Tumbuhan yang di Manfaatkan Sebagai Obat Tradisional di Desa Kuala Iboh
Kecamatan Labuhan Haji Barat Kabupaten Aceh Selatan. (Banda Aceh: UNSYIAH).

9
 Temulawak (Curcuma xanthorrhiza); mengobati rabun dekat, mengobati sembelit,
mengobati radang pangkreas dan penambah nafsu makan.5
 Lempuyang (Zingiber Aromaticum); sebagai obat rematik, alergi dan penambah darah.
 Temu giring (Curcuma heyneane); mengobati radang vagina.

2.2 Suku Cyperaceae


2.2.1 Pengertian Cyperaceae
Menurut De Jussieu (1789) nama Cyperus berasal dari Yunani yang berarti alang.
Gabah dan struktur perbungaan, bersama dengan bukti lainnya membentuk dasar
pengklasifikasian dalam keluarga. Karena gabah sangat kecil dan struktur perbungaan
sangat kompleks, interpretasi sulit dan masih ada kontroversi atas subfaili, dan suku.

Suku teki-tekian dan rumput-rumputan atau Cyperaceae adalah salah satu suku
anggota tumbuhan berbunga. Menurut system klasifikasi APG II suku ini termasuk ke
dalam bangsa Poales, Klad Commelinids (eumonokotil) termasuk teki, papirus, firger
millet, dan beberapa tumbuhan dengan nilai ekonomi kurang penting.

Suku ini adalah kerabat terdekat suku padi-padian (Poaceae) dan memiliki banyak
kemiripan. Orang yang kurang terbiasa sering mengacaukan teki dari rumput biasa karena
penampilannya yang mirip, seperti daun berbentuk lanset, kebanyakan berwujud terna
kecil yang mudah menjadi tumbuhan pengganggu (gulma)serta susunan bunga yang
mirip.

2.2.2 Ciri - Ciri Cyperaceae


Adapun ciri-ciri umum tumbuhan yang tergolong kedalam suku Cyperaceae yaitu
sebagai berikut6 :
 Merupakan tanaman yang termasuk kedalam tanaman terna perenial serta jarang
terna annual.
 Habitat tanaman dari suku ini yaitu tempat lembab, dan berpayau-payau atau berair.
 Sering kali berumpun dalam tanah.

5
Kuntorini, E, M. 2005. Botani Ekonomi Suku Zingiberaceae Sebagai Obat Tradi Sional Oleh
Masyarakat di KotaMadya Banjarbaru. Skripsi SI (Tidak dipublikasikan). Program Studi Biologi. Fakultas
MIPA Universitas Lambung Mangkurat. Kalimantan Selatan.
6
Tjitrosoepomo, G. 2013. Taksonomi Tumbuhan Spermatophyta. Cetakan Kesebelas. (Yogyakarta:
Gadjah Mada University Press). Hlm.

10
 Terdapat rimpang yang merayap atau baha-bahan seperti umbi dengan geragi yang
merupakan alat perkembangbiakan vegetatif.
 Batang berbentuk segitiga, tidak berongga, dibawah rangkaian bunga biasanya tidak
bercabang.
 Daun berbentuk bangun pita, bertulang sejajar dengan upihh yang tertutup, tanpa atau
jarang mempunyai lidah-lidah, jarang tereduksi dan biasanya tersusun sebagai roset
akar.
 Bunga kecil tidak menarik, banci atau berkelamin tunggal dan berumah satu, jarang
berumah dua, tersusun dalam bulir-bulir kecil tersusundalam rangkaian yang
biasanya berbentuk payung atau payung berganda, ada pula yang berbentuk malai,
jarang berupa bulir berganda, bunga majemuk biasanya mempunyai satu atau
beberapa daun pembalut yang mirip dengan daun-daun biasa pada pangkalnya,
hiasan bungan tereduksi menjadi sisik-sisik, sekat atau rambut-rambut jarang
mempunyai mahkota bahkan tidak ada.
 Benang sari tiga atau kurang dari tiga dan jarang lebih atau banyak, tangkai sari
bebas, kepala sari beruang dua, membuka dengan celah membujur.
 Bakal buah menumpang, beruanh satudengan satu bakal biji yang anatrop pada
dasarnya, tangkaii putik bercabang 2-3 atau bergerigi 2-3, buah keras berisi satu biji,
semula mempunyai tangkaii putik berlekuk 2 mempunyai 22 sisi, yangs semula
mempunyai tangkai putik berlekuk tiga mempunyai tiga sisi, biji dengan lembaga
yang kecil dan endosperm bertepung yang banyak.

2.2.3 Spesies Suku Cyperaceae


Dibawah ini terdapat tubuhan-tumbuhan yang termasuk kedalam suku
Cyperaceae yaitu sebagai berikut :
a) Teki ladang (Cyperus rotundus)
Klasifikasi
Kingdom : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Liliopsida
Ordo : Poales
Famili : Cyperaceae

11
Genus : Cyperus
Spesies : Cyperus rotundus

 Sistem perakaran serabut yang meimiliki rambut-rambut halus.


 Batang tumbuh tegak, bentuk segitiga, tingginya 1-2 mm. Mementuk umbi dipangakal
batang.
 Daun berbangun garis, licin, tidak berambut, memepunyai parit membujur dibagian
tengah, ujung runcing, lebarnya 2-6 mm.
 Bunga memiliki bulir longgar di ujung batang, percabangan utama 3-9 yang menyebar,
1 bulir berbunga 10-40.
 Buah berbentuk bulat telur berisi 3, panjang 1,5mm, berwarna coklat kehitam-hitaman
tersusun tumpang tindih.

b) Cyperus escluentus
Klasifikasi
Kingdom : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Liliopsida
Ordo : Poales
Famili : Cyperaceae
Genus : Cyperus
Spesies : Cyperus escluentus

 Merupakan tanaman tahunan atau abadi, tumbuh setinggi 90 cm.


 Tanaman ini diproduksi dengan biji.
 Rimpang merayap dan terdapat umbi-umbian bentuk bulat kecil dan keras berdiameter
0,3-1,9 cm.
 Batang bentuk segitiga dengan daun ramping lebar 3-10 mm.
 Biji oval dikelilingi 4 pengapit menggantung

12
c) Purun Tikus (Eleocharis dulcis)
Klasifikasi
Kingdom : Plantae
Divisi : Spermatophyta
Kelas : Monocotyledon
Ordo : Poales
Famili : Cyperaceae
Genus : Eleocharis
Spesies : Eleocharis dulcis

 Rimpang pendek dengan stolon memanjang berujung bulat gepeng, berwarna coklat
kehitaman.
 Batang tegak tidak tidak bercabang berwarna keabuan hingga hijau mengkilap dengan
panjang 50-200 cm dengan tebal 2-8 mm.
 Daun mereduksi jadi pelepah berbentuk buluh , ujung daun tidak simetris.
 Bunga bulir majemuk terletak pada ujung batang dengan panjang 2-6 cm dengan lebar
3-6 mm.

d) Eleusine coracona
Klasifikasi
Kingdom : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Liliopsida
Ordo : Poales
Famili : Cyperaceae
Genus : Eleusine
Spesies : Eleusine coracona

 Tanaman herba tahunan banyak ditanam sebagai tanaman sereal di daerah kering dan
semi kering.
 Sistem perakaran serabut dan berserat.
 Daun dan batangnya berwarna hijau
 Bentuk daun seperti pita memanjang dan helaiannya berlipat.

13
 Bagian permukaan daun hampir tidak berbulu.
 Bunga berbentuk malai tampak bergerigi.
 Biji tersusun seperti tandan pada tangkai bunga. Permalai memiliki 3-7 tandan pada
ujung batang yang lebih dari 50.000 biji.

e) Cyperus echinatus
Klasifikasi
Kingdom : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Liliopsida
Ordo : Poales
Famili : Cyperaceae
Genus : Cyperus
Spesies : Cyperus echinatus

 Memiliki bunga seperti lonjakan bola yang bulat dan tebal.7


 Tumbuh ditanah liat
 Ukuran lebih pendek
 Daun berada di ujung batang berbentuk pita
 Warna bunga kuning kecoklatan.

2.2.4 Peran Cyperaceae

Adapun manfaaat dari tumbuh-tumbuhan yang termasuk kedalam kelompok suku


Cyperaceae Beberapa jenis yang memiliki nilai ekonomi (tidak selalu positif, karena
dapat merugikan pula) di antaranya adalah:
 Teki biasa (Cyperus rotundes), gulma penting pertanian.
 Teki umbi (Cyperus edulis), umbinya dimakan atau dibuat emping.
 Eleocharis dulcis atau water chestnut, bermanfaat sebagai biofilter untuk
memeprbaiki kualitas air, dan umbinya dapat dimakan.

7
Reid, Christopher. 2017. Molecular Systematics Of Targed Flat Sedges (Cyperus, Cyperaceae) Of The
Aericas. Plant Ecology And Evolution (3): 343-357. Hal 345-346.

14
 Cyperus papyrus,tumbuhan penghasil media tulis papyrus dan bahan dasar
pembuatan tikar.
 Cyperus esculentus memiliki umbi-umbian yang dapat dikonsumsi diolah menjadi
olahan sayuran dan pembuatan permen.
 Eleusine coracona atau finger millet, tumbuhan serealia sekunder di daerah kering.
 Papirus hias, menjadi tumbuhan penghias tepi kolam.

2.3 Suku Poaceae


2.3.1 Pengertian Poaceae
Familia Poaceae atau Gramineae merupakan familia yang berupa terna anual atau
perenial, kadang-kadang berupa semak atau pohon yang tinggi, batang dengan posisi
yang bermacam-macam, ada yang tegak lurus, ada yang tumbuh serong keatas, ada yang
berbaring atau ada yang merayap, kadang-kadang dengan rimpang didalam tanah, bentuk
batang kadang-kadang seperti silinder panjang, jelas berbuku-buku dan beruas-ruas, ruas-
ruas berongga, bersekat pada buku-bukunya. Daun kebanyakan bangun pita, panjang,
bertulang sejajar, tersusun sebagai roset akar atau berseling dalam 2 baris batang,
umumnya terdiri atau helaian, upih, dan lidah-lidah, jarang antara helaian dan upih
terdapat tangkai, bunga umumnya banci, kadang-kadang berkelamin tunggal kecil dan
tidak menarik, tiap bunga terdapat dalam ketiak daun pelindung.

Poaceae, sebelumnya disebut Gramineae, rumput keluarga tanaman berbunga


monokotil, sebuah divisi dari urutan Poales. The Poaceae lajang sumber yang paling
penting di dunia makanan. Mereka peringkat di antara lima keluarga tanaman berbunga
dalam hal jumlah spesies, tetapi mereka jelas keluarga yang paling berlimpah dan penting
flora bumi. Mereka tumbuh di semua benua, di padang pasir untuk habitat air tawar dan
laut, dan sama sekali tapi ketinggian tertinggi. Komunitas tumbuhan yang didominasi
oleh rumput mencapai sekitar 24 persen vegetasi bumi.8

Rumput memproduksi benih melalui penyerbukan silang antara tanaman (kondisi


reproduksi yang paling umum pada tanaman) dan dengan dua metode lainnya: Self-
fertilisasi dan reproduksi aseksual. Banyak rumput, termasuk beberapa gulma dan sereal,

8
Campbell, Christopher S. Artikel Poaceae. Encyclopedia Britannica.
https://www.britannica.com/contributor/Crishtoper-S-Campbell/3917 diakses pada tanggal 01 Juni 2019

15
telah mengembangkan kapasitas untuk diri-fertilisasi, tidak hanya sehingga
memungkinkan bagi tanaman tunggal untuk mereproduksi setelah penyebaran jarak jauh
tetapi juga meningkatkan kemungkinan menjaga kombinasi gen yang sukses, atau
genotipe, crossing yang akan mengganggu. Ini fiksasi genotipe sukses manfaat gulma
karena gen yang memungkinkan kolonisasi efektif situs yang tersedia bertahan dari
generasi ke generasi. Rumput di sekitar 35 genera menghasilkan benih tanpa
pembuahan; telur mengandung lengkap gen dan tidak perlu menyatu dengan sperma
untuk menghasilkan zigot. Modus reproduksi ini tidak biasa, yang disebut Apomixis
menyebabkan reproduksi klonal dalam bahwa semua keturunan yang oleh dan besar
genetik identik dengan orang tua. Apomicts seperti beberapa spesies Poa (bluegrass)
dan Sorgum (sorghum) menikmati keuntungan yang sama seperti diri penyerbuk untuk
dapat membangun diri setelah bubaran jarak jauh dan dalam pelestarian genotipe
sukses. Selain itu, banyak apomicts juga mampu reproduksi seksual untuk pola
reproduksi yang fleksibel.

Banyak rumput mereproduksi klonal melalui bagian vegetatif. Cara yang paling
umum menyebarkan seperti melibatkan rimpang (bawah tanah horisontal batang yang
mengirim tunas di atas tanah) dan stolons (tunas atas tanah horizontal yang dapat
menghasilkan tunas vertikal). Australis Phragnites tidak hanya salah satu tanaman-nya
buah yang paling banyak didistribusikan ditanggung dalam wadah parasut seperti yang
dibawa oleh angin-tetapi juga salah satu yang paling sukses di mendominasi habitat yang
sesuai. Rimpang yang cepat menduduki tanah lembab-to-jenuh rawa, kolam, sungai, dan
bank dengan mengesampingkan akhirnya hampir semua tanaman lain. Rumput
menampilkan berbagai adaptasi untuk penyebaran dan pembentukan biji. Awns (proyeksi
bristlelike), rambut, duri, dan duri pada bulir atau bagian mereka menangkap ke bulu
lewat binatang. Anggota genus Cenchrus umumnya dikenal sebagai rumput bur
atau Sandburs karena mereka tumbuh di daerah berpasir, seperti pantai, dan bulir mereka
dilanda dengan duri berduri yang siap melekat pada hewan bulu atau menyakitkan
menempel pada kaki orang berjalan di pantai.Rambut juga dapat melakukan seperti
parasut dalam memperlambat musim gugur dan dengan demikian meningkatkan
penyebaran biji-bijian. Hewan besar merumput, burung, mamalia kecil, dan hewan
lainnya makan rumput dan membubarkan benih yang melewati saluran pencernaan
mereka.

16
Sebuah subkelompok perifer dari Bambusoideae kadang-kadang dipisahkan
sebagai subfamili yang Oryzoideae berkat bulir yang khas dan air atau lahan basah
kebiasaan herba ini tanaman tropis dan hangat-sedang. Anggota yang paling terkenal dari
subkelompok ini hanya sekitar 70 spesies yang beras, Oryza sativa, yang berasal dari
Asia. Empat dari besar sereal gandum (Triticum aestivum), berley (Hordeum vulgare), rye
(Cereale secale), dan oat (Avena sativa) dan banyak rumput dan hijauan rumput berasal
dari Pooidae. Subfamili ini berisi hampir 3.300 spesies dan jelas didefinisikan oleh
berbagai fitur, termasuk tidak adanya rambut dua bersel khas ditemukan pada epidermis
daun di seluruh keluarga. The Pooideae memerintah di daerah beriklim sedang dan
merupakan satu-satunya subfamili telah serius menginvasi daerah sangat dingin.

Anicoideae termasuk hampir 3.300 spesies dan sangat konsisten dalam sifat bulir
mereka. Kelompok ini sangat berhasil membagi secara alami menjadi dua suku,
yang Paniceae dan Andropogoneae. Sebagian besar mantan suku telah menjadi khusus
untuk sabana di daerah tropis, zona lembab, terutama Amerika Selatan, dan yang terakhir
adalah yang paling melimpah di daerah tropis dengan curah hujan musiman diucapkan,
terutama India dan Asia Tenggara.

2.3.2 Ciri - Ciri Poaceae


Adapun ciri-ciri tumbuhan yang tergolong kedalam suku Poaceae yaitu sebaga
berikut9 :
 Merupakan famili yang berupa terna anual atau parenial.
 Kadang-kadang berupa semak atau pohon yang tinggi, batang dengan posisi
bermacam-macam, ada yang tegak lurus, tumbuh serong keatas, ada yang
berbaring,merayap, atau kadang-kadang dengan rimpang didalam tanah.
 Bentuk batang seperti silinder panjang, jelas berbuku-buku dan beruas-ruas, ruas-ruas
berongga bersekat pada buku-bukunya.
 Bunga kebanyakan angun pita, panjang, bertulang sejajar, tersusun sebagai roset akar
atau berseling dalam 2 baris batang, umumnya terdiri atau helaian, upih, dan lidah-
lidah, jarang antara helaian dan upih terdapat tangkal.

9
Wulandari, Desy Yanuarita. 2017. Identifikasi Tumbuhan Suku Poaceae Sebagai Suplemen Matakuliah
Keanekaragaman Tumbuhan. (Malang:Universitas Negeri Malang). Hal. 99 – 101

17
 Bunga uumnya banci, kadang-kadang berjkelamin tunggal, kecil dan tidak menarik,
tiap bunga terdapat dalam ketiak daun pelindung yang pada disebut “Palea infeior”
kelopak telah berubah menjadi badan yang disebuut “Palea superior” terdiri atas 2
kelopakyang berlekatan, berhadapan dengan “Palea infeior”.
 Mahkota terdiri atas 2 daun mahkota (jarang 3) yang telah berubah menjadi badan
seperti sisik kecil dan dapat membengkat disebut “Iodicula”.
 Benang sari 1-6 jarang lebih, biasanya 3, tangkai sari halus, kepala sai beruang 2,
biasanya membuka dengan celah membujur, bunga ini disebut bunga semu “Floret”
yang terpisah-pisah atau bersama dengan floret lain,tersusun 2 baris pada suatu tangkai
membentuk suatu bulir kecil yang pada pangkalnya memiliki 2 daun pelindung tanpa
bunga dalam ketiaknya disebut “Gulma” membentuk bulir kecil, terangkai dalam
bunga majemuk berganda dengan ragam susunan, malai, tandan atau bulir, setiap floret
bakal buah menumpang, beruang 1 dengan bakal biji anatrop seringkali menempel
pada sisi daun buah yang menghadap sumbu.

2.3.3 Spesies Suku Poaceae


Adapun spesies tumbuh-tumbuhan yang tergolong kedalam suku Poaceae yaitu
sebagai berikut:
a) Padi (Oryza sativa)
Klasifikasi
Kingdom : Plantae
Divisi : Tracheophyta
Kelas : Magnolipsida
Ordo : Poales
Famili : Poaceae
Genus : Oryza
Spesies : Oryza sativa

 Biji atau gabah padi dibungkus sekam.


 Perakaran padi dapat dibedakan berdasarkan radikula (akar primer), akar serabut, akar
rambut dan akar tajuk.

18
 Daun berwarna hijau, tumbuh berseling dibatang pohon pada setiap buku, terbagi atas
helai daun, pelepah daun, telinga daun dan lidah daun.
 Batang padi beruas-ruas, memanjang berongga.
 Bunga pada malai dinamakan spikelet.
 Malai terdiri atas 8-10 buku.
 Bunga terdiri atas kepala sari, tangkai sari,palea, lemma, kepala putik dan tangkai
bunga.

b) Jagung (Zea mays)


Klasifikasi
Kingdom : Pantae
Divisi : Angiospermae
Kelas : Monocotyledonae
Ordo : Poales
Famili : Poaceae
Genus : Zea
Spesies : Zea mays

 Sistem perakaran serabut dengan kedalaman 2-8 m.


 Batang tegak beruas-ruas.
 Daun memanjang tulang daun sejajar berambut atau ada yang licin.
 Bunga monoecious.
 Glmae dan gulma membatasi dua floret.
 Tongkol berbuku-buku, terdapat dalam batang dengan pelepah daun yang hanya ada
satu tongkol dalam satu tanaman jagung.

c) Gandum (Triticum aestivum)


Klasifikasi
Kingdom : Plantae
Divisi : Traceophyta

19
Kelas : Magnoliopsida
Ordo : Poales
Famili : Poaceae
Genus : Triticum
Spesies : Triticum aestivum

 Tanaman gandum beruas dan


berongga.
 Ruas pada batang berjumlah 6 ruas.
 Daun tegak daan melengkung, berbentuk menggaris seperti pita
 Bunga majemuk bertumpuk satu pada malai.
 Batang berukuran kecil.
 Setiap spikelet menghasilkan 2-3 biji.
 Biji atau karnel bentuk bulat oval panjang 6-8 mm diameter 2-3mm.

d) Tebu Kuning (Saccharum officinarum)


Klasifikasi
Kingdom : Plantae
Divisi : Tracheophyta
Kelas : Magnoliopsida
Ordo : Poales
Famili : Poaceae
Genus : Saccharum
Spesies : Saccharum officinarum

 Batang tinggi ramping, tidak bercabang, beruas-ruas.


 Tumbuh tegak keatas, tinggi 3-5 m.
 Kulit batang bertekstur keras, berwarna hijau, kuning, ungu, merah tua, atau
gabungannya.
 Ada lapisan lilin pada batang tebu berwarna putih.
 Daunnya kuncup padaketiak daun atau mata tunas.
 Pelepah daun memeluk batang dan berbulu.

20
 Bunga majemuk tersusun malai pertumbuhan terbatas.
 Proses terbentuknya gula terletak pada batang tebu.

e) Bambu (Bambusa vulgaris)


Klasifikasi
Kingdom : Plantae
Divisi : Tracheophyta
Kelas : Magnoliopsida
Ordo : Poales
Famili : Poaceae
Genus : Bambusa
Spesies : Bambusa vulgaris

 Percabangan terjadi dibawah permukaan tanah atau tunas.


 Akar rimpang sempit setiap ruas memiliki kuncupdan akar.
 Batang bentuk silindris memanjang berongga dan terbagi atas ruas-ruas.
 Tinggi mencapai0,3-30 m dengan diameter 0,25-25 cm.
 Batang diselimuti pelepah dangugur ketika tua.
 Tunas bambu muda disebut rebung.
 Daun lengkap, bentuk lanset, ujung meruncing, pangkal daun tumpul tepi dun rata dan
pertulangan daun sejajar.

f) Daun Serai (Cymbopogon citratus)


Klasifikasi
Kingdom : Plantae
Divisi : Tracheophyta
Kelas : Magnoliopsida
Ordo : Poales
Famili : Poaceae
Genus : Cymbopogon
Spesies : Cymbopogon citratus

21
2.3.4 Peran Poaceae
Dari spesies tumbuhan-tumbuhan yang tergolong kedalam suku poaceae ada pula
peran yang menguntungkan dari suku ini yaitu :
 Padi (Oryza sativa), sebagai sumber makanan pokok masyarakat Indonesia yang
mengandung karbohidrat tinggi.
 Jagung (Zea mays), dapat dijadikan berbagai olahan makanan baik cemilan ataupun
campuran bahan masakan yang mengandung banyak karbohidrat dan pengganti nasi.
 Gandum (Triticum aestivum), dapat diolah menjadi bahan dasar pembuatan roti,
serealdan olahan makanan lainnya yang mengandung karbohidrat tinggi.
 Tebu kuning (Saccharum officinarum), rasanya yang manis dapat digunakan menjadi
bahan dasar pembuatan gula tebu, es tebu, ataupun dimakan begitu saja.
 Bambu hijau (Bambusa vulgaris), dimanfaatkan sebagai, tiang penyangga, bakul,
pagar, bahan dasar pembuatan gedek, kerajinan tangan, pembuatan rakit dan lain
sebagainya.
 Daun serai (Cymbopogon citratus), digunakan sebagai bumbu dapur yang membuat
aroma wangi pada masakan, ataupun dijadikan sebagai olahan minyak sera dan
campuran obat-obatan herbal.

22
BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Berdasarkan pemaparan dari pembahasan diatas maka dapat ditarik sebuah
kesimpulan yaitu :
 Suku Zingiberaceae merupakan suku dari jahe-jahean yang merupakan tumbuhan
herba berbau aromatik. Adapun spesies tumbuhan dalam suku zingiberaceae yaitu;
Jahe (Zingiber officinale), Kencur (Kaempferia galanga), Kunyit (Curcuma
dosmetica), Lengkuas (Alpinia galangal), Temulawak (Curcuma xanthorrhiza),
Kecombrang (Etlingera elatior), Temu giring (Curcuma heyneane), dan Temu kunci
(Boesenbergia pandurata). Peran bagi kehidupan manusia sangat bermanfaat karena
dapat dijadikan sebagai bahan obat-obatan herbal ataupun bumbu masakan.
 Suku Cyperaceae atau suku teki-tekian dan rumput-rumputan adalah salah satu suku
anggota tumbuhan berbunga. Adapun spesies tumbuhan yang termasuk kedalam
suku ini adalah Teki ladang (Cyperus rotundus), Cyperus escluentus, Purun Tikus
(Eleocharis dulcis), Eleusine coracona, Cyperus echinatus, dan lainnya. Peran dari
suku ini adalah ada yang menjadi hama gulma biasa ataupun ada yang bermanfaat
untuk obat, lingkungan ataupun menjadi olahan makanan.
 Suku Poaceae disebut juga Gramineae, keluarga padi-padian atau tanaman berbunga
monokotil, sebuah divisi dari urutan Poales. Spesies tumbuhan suku ini yaitu: Padi
(Oryza sativa), Jagung (Zea mays), Gandum (Triticum aestivum), Tebu kuning
(Saccharum officinarum), Bambu hijau (Bambusa vulgaris), dan Daun serai
(Cymbopogon citratus). Peran dari suku poaceae kebanyakan menguntungkan bagi
manusiadan kenyakan bermanfaat untuk bahan makanan.

3.2 Saran
Demikian makalah yang dapat penulis paparkan mengenai klasifikasi suku
Zingiberaceae, Cyperaceae, Dan Poaceae. Semoga makalah ini berguna bagi pembaca,
khususnya bagi mahasiswa. Kami menyadari bahwa dalam makalah ini masih terdapat
kesalahan. Oleh karena itu kritik dan saran yang membangun kami harapkan untuk
perbaikan makalah kami selanjutnya.

23
DAFTAR PUSTAKA

Campbell, Christopher S. Artikel Poaceae. Encyclopedia Britannica.


https://www.britannica.com/contributor/Crishtoper-S-Campbell/3917 diakses
pada tanggal 01 Juni 2019.
Dewi, R. 2011. Jenis Tumbuhan yang di Manfaatkan Sebagai Obat Tradisional di Desa
Kuala Iboh Kecamatan Labuhan Haji Barat Kabupaten Aceh Selatan. Banda
Aceh: UNSYIAH.
Kuntorini, E, M. 2005. Botani Ekonomi Suku Zingiberaceae Sebagai Obat Tradi Sional
Oleh Masyarakat di KotaMadya Banjarbaru. Skripsi SI (Tidak dipublikasikan).
Program Studi Biologi. Fakultas MIPA Universitas Lambung Mangkurat.
Kalimantan Selatan.
Poulsen, A. D. 2006. Gingers of sarawak. Kota kinabulu: Natural History Publica Tion
Borneo.
Reid, Christopher. 2017. Molecular Systematics Of Targed Flat Sedges (Cyperus,
Cyperaceae) Of The Aericas. Plant Ecology And Evolution (3): 343-357. Hal
345-346.
Tjitrosoepomo, G. 2013. Taksonomi Tumbuhan Spermatophyta. Cetakan Kesebelas.
Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Wulandari, Desy Yanuarita. 2017. Identifikasi Tumbuhan Suku Poaceae Sebagai
Suplemen Matakuliah Keanekaragaman Tumbuhan. (Malang:Universitas
Negeri Malang).

24

Anda mungkin juga menyukai