Anda di halaman 1dari 53

PEDOMAN MANUAL MUTU

PUSKESMAS BANGKUANG

PEMERINTAH KABUPATEN BARITO SELATAN


DINAS KESEHATAN
UPTD PUSKESMAS BANGKUANG
Jl. Barito Raya RT. 22 RW. VIII Bangkuang 73761 Kec. Karau Kuala
Kalimantan Tengah

BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Puskesmas adalah Unit Pelaksana Teknis Dinas Kesehatan Kabupaten/ Kota yang
bertanggung jawab terhadap pembangunan kesehatan di wilayah kerjanya.Yang berfungsi sebagai
pusat penggerak pembangunan berwawasan kesehatan, pusat pemberdayaan keluarga dan
masyarakat serta pusat pelayanan kesehatan strata pertama.
Untuk memenuhi fungsinya maka Puskesmas mempunyai kegiatan/ Upaya kesehatan
wajib yang terdiri dari upaya Kesehatan Ibu dan Anak serta Keluarga Berencana (KB), upaya
Promosi Kesehatan, upaya Kesehatan Lingkungan, upaya perbaikan gizi masyarakat, upaya
pencegahan dan pemberantasan penyakit menular serta upaya Pengobatan Dasar. Selain itu,
Puskesmas Sambong juga mempunyai kegiatan/ upaya kesehatan pengembangan yang meliputi
upaya kesehatan sekolah, upaya kesehatan masyarakat, upaya kesehatan gigi dan mulut, upaya
kesehatan jiwa, upaya kesehatan mata, upaya kesehatan usia lanjut, Upaya Kesehatan Remaja dan
upaya pembinaan pengobatan tradisional serta sarana penunjang Laboratorium.
Dalam usaha mewujudkan derajat kesehatan masyarakat, maka pembangunan kesehatan
terutama di tingkat yang paling dasar yaitu tingkat puskesmas perlu lebih diperhatikan dan
ditingkatkan.Hal ini didukung dengan adanya pelayanan – pelayanan ditingkat desa yaitu dengan
adanya PKD, Puskesling dan Puskesmas Pembantu serta penyebaran tenaga di tingkat Desa
dengan menempatkan Bidan di Desa.

B. TUJUAN
1. Tujuan Umum
Meningkatkan kemampuan manajemen di Puskesmas dalam menyusun Pedoman Manual
Mutu Puskesmas berdasarkan fungsi dan azas penyelenggaraannya.
2. Tujuan Khusus
a) Tersusunnya Pedoman Manual Mutu Puskesmas untuk tahun berikutnya dalam upaya
mengatasi masalah atau sebagian masalah kesehatan masyarakat.
b) Tersusunnya Pedoman Manual Mutu setelah diterimanya alokasi sumber dana untuk
kegiatan tahun berjalan dari berbagai sumber.
c) Mendukung tercapaianya visi kecamatan Sambong Sehat tahun 2020.
d) Terlaksananya Akreditasi UPTD Puskesmas sambong pada tahun 2016.

C. LANDASAN HUKUM
Pedoman Manual Mutu Puskesmas sambong tahun 2016 disusun berdasarkan
peraturan perundang-undangan sebagai berikut :
1. Undang – Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan
2. Undang – Undang Nomor 23 tahun 2014 tentang Kesehatan
3. Peraturan Pemerintah Nomor 37 Tahun 2014 tentang Sistem Informasi Kesehatan
4. Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2012 tentang Sistem Kesehatan Nasional
5. Peraturan Menteri Dalam Negeri nomor 13 tahun 2006 tentang Pedoman
Pengelolaan Keuangan Daerah ;
6. PerMenKes Nomor 75 Tahun 2014 tentang Pusat Kesehatan Masyarakat
7. Kep.Menkes RI Nomor: 828/ Menkes/ SK/ IX/ 2008 tentang Standart
Pelayanan Minimal Bidang Kesehatan di Kabupaten/ Kota;
8. Kep.Menkes RI Nomor: 374/ Menkes/ SK/ V/ 2009 tentang Sistem Kesehatan Nasional

D. LANDASAN PENYELENGGARAN PELAYANAN KESEHATAN


Dasar pelaksanaan pembangunan kesehatan adalah :
1. Perikemanusiaan
Setiap kegiatan program kesehatan harus berlandaskan perikemanusiaan yang
dijiwai, digerakkan dan dikendalikan oleh keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang
Maha Esa.
2. Pemberdayaan dan Kemandirian
Individu, keluarga, masyarakat beserta lingkungannya bukan saja obyek namun
sekaligus pula subyek kegiatan, proyek, program kesehatan. Segenap komponen bangsa
bertanggung jawab untuk memelihara dan meningkatkan derajat kesehatan
individu, keluarga, masyarakat, beserta lingkungannya setiap kegiatan program kesehatan
harus mampu membangkitkan peran serta individu, keluarga, dan masyarakat sedemikian
rupa sehingga setiap individu, keluarga, dan masyarakat dapat menolong dirinya
sendiri.
Dengan dasar ini, setiap individu, keluarga, masyarakat melalui kegiatanprogram
kesehatan difasilitasi agar mampu mengambil keputusan yang tepat ketika membutuhkan
pelayanan kesehatan.Warga masyarakat harus mau bahu membahu menolong siapa saja yang
membutuhkan pertolongan agar dapat menjangkau fasilitas kesehatan yang sesuai kebutuhan
dalam waktu sesingkat mungkin. Di lain pihak, fasilitas pelayanan kesehatan yang ada perlu
terus diberdayakan agar mampu memberikan pertolongan kesehatanyang berkualitas,
terjangkau, sesuai dengan norma sosial budaya setempat serta tepat waktu.
3. Adil dan Merata
Setiap individu, keluarga dan masyarakat mempunyai kesempatan yang sama untuk
memperoleh pelayanan kesehatan yang dibutuhkan sehingga dapat mencapai
derajat kesehatan yang setinggi – tingginya. Kesempatan untukb memperoleh pelayanan
kesehatan yang berkualitas, terjangkau dan tepat waktu tidak boleh memandang perbedaan
RAS, golongan, agama, suku dan status social ekonomi seorang individu, keluarga atau
sekelompok masyarakat.
Pembangunan kesehatan yang cenderung urban – based harus terus diimbangi
dengan upaya – upaya pelayanan kesehatan yang bersifat rujukan, bersifat luar gedung
maupun yang bersifat satelit pelayanan.
Dengan demikian, pembangunan kesehatan dapat menjangkau kantong- kantong
penduduk risiko tinggi yang merupakan penyumbang terbesar kejadian sakit dan kematian.
Kelompok – kelompok penduduk inilah yang sesungguhnya lebih membutuhkan pertolongan
karena selain lebih rentan terhadap penyakit, kemampuan membayar mereka jauh lebih kecil/
sedikit.
4. Pengutamaan dan Manfaat
Pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi kedokteran dan/atau kesehatan dalam
kegiatan, proyek dan program kesehatan harus mengutamakan peningkatan dan pencegahan
penyakit.Kegiatan, proyek, dan program kesehatan diselenggarakan agar memberikan manfaat
yang sebesar – besarnya bagi peningkatan derajat kesehatan masyarakat. Kegiatan, proyek,
dan program kesehatan diselenggarakan dengan penuh tanggung jawab, sesuaidengan standar
profesi dan peraturan perundang – undangan yang berlaku serta mempertimbangkan dengan
sungguh – sungguh kebutuhan dan kondisi spesifik daerah setempat.

E. SISTEMATIKA
Sistematika penulisan dokumen Pedoman Manual Mutu Puskesmas Sambong (PTP) UPTD
Puskesmas Sambong Tahun 2016 adalah sebagai berikut:
BAB I Pendahuluan
Memuat latar belakang dan tujuan dari penyusunan Pedoman Manual Mutu Puskesmas sambong
(PTP) Tahun 2016. Disamping itu juga diuraikan tentang landasan hukum dan Landasan
Penyelenggaraan Pelayanan Kesehatan kewenangan yang digunakan untuk menjamin upaya
pencapaian tujuan program pembangunan kesehatan di UPTD Puskesmas Sambong tahun 2016
serta sistematika penulisan dokumen.
BAB II Gambaran Umum.
Memuat analisa situasi, uraian ringkas tentang perkembanmgan program/ kegiatan yang terjadi
pada saat ini mulai dari keadaan geografis, kependudukan dan capaian SPM (Standart Pelayanan
Minimal) di bidang Kesehatan.
BAB III Visi, Misi, dan Tujuan serta Sasaran
Puskesmas Sambong memuat Visi, Misi, Tujuan serta sasaran puskesmas dalam rangka mencapai
pembangunan kesehatan di wilayah kerja UPTD Puskesmas sambong pada Tahun 2016 sesuai
tujuan dan harapan yang ingin dicapai melepaskan diri dari Kabupaten bermasalah Kesehatan.
BAB IV Kondisi Yang Diharapkan
Kondisi yang diharapkan adalah semua program yang sudah tercantum dalam PTP Puskesmas
dapat berjalan dengan baik, efektif dan efisien berdaya guna bagi kepentingan masyarakat.
BAB V Rencana Usulan Kegiatan
Rencana Usulan Kegiatan yang diajukan oleh Program sudah melalui Loka Karyamini Puskesmas
dapat dilaksanakan tepat waktu, tepat anggaran dan tepat guna/ manfaat bagi kemakmuran
masyarakat.
BAB VI Penutup

BAB II
KONDISI SAAT INI

A. ANALISA SITUASI
1. Data Umum
a) Peta Wilayah Kerja
1) Demografi Kecamatan Sambong

Peta wilayah kerja Puskesmas Sambong

Wilayah Kecamatan Sambong dibatasi oleh pegunungan sebelah utara yang tepatnya
dibatasi dengan :
 Sebelah Utara : Kecamatan Jiken
 Sebelah Selatan : Kecamatan Cepu & Kec. Kedungtuban
 Sebelah Barat : Kecamatan Jepon
 Sebelah Timur : Kabupaten Kasiman Bojonegoro
Secara administratif, Kecamatan Sambong terbagi dalam 10 desa/ kelurahan. Kecamatan
Sambong berdasarkan data Badan Pusat Statistik Kecamatan Sambong diperoleh data
bahwa pada tahun 2014 luas tanah seluruhnya seluas 88,75 km2 yang terdiri dari :
Jarak tempuh dari Ibu Kota Kabupaten dengan Ibu Kota Kecamatan berjarak 12 KM
sedangkan jarak ibu kota Kecamatan dengan desa – desa yang ada diwilayah kerja
Puskesmas Sambong dari terdekat sampai terjauh dapat dilihat dari tabel berikut :
Ketinggian dan Jarak tempuh Desa ke Kota Kecamatan atau Puskesmas

2) Keadaan Penduduk
Jumlah Penduduk menurut jenis kelamin berdasarkan Data Statistik Kecamatan
Sambong Kabupaten Blora Tahun 2014 adalah :

b) Data Sumber Daya


Data sumber daya UPTD Puskesmas Sambong meliputi ketenagaan, obat, alat,dan sarpras
sumber pembiayaan dari pusat dan daerah.
Data Sumber Daya Manusia Puskesmas Sambong 2016
No Pendidikan Jumlah Keterangan

1 Magister Sains 1 Orang Kepala Puskesmas (PNS)

2 Sarjana Ekonomi 1 orang Kepala TU ( PNS )

3 Dokter Umum 2 orang Dokter ( 1PNS, 1 Magang )

4 Akademi Bidan /D4 kebidanan 4 Orang ( 2 PNS, 1 PTT, 1 Magang )

Sarjana Keperawatan
5 3 orang Perawat ( PNS )
/D4 keperawatan

6 Akademi Kebidanan D3 12 orang Bidan ( 3 PNS, 7 PTT, 2 Magang )

7 Akademi Keperawatan D3 3 orang Perawat ( 2 PNS, 1 Magang )

8 Akademi Gizi D3 2 orang Ptgs Gizi ( 1 PNS, 1 MAGANG )

8 Akademi Keperawatan Gigi D3 1 orang Ptgs Gigi ( PNS)

9 Akademi Analis 1 orang Ptgs Analis ( PNS )

10 Akademi Sanitasi 1 orang Sanitarian ( PNS )

11 Tenaga Non Kesehatan 1 orang Administrasi ( PNS )

12 Tenaga Kebersihan 1 orang Kebersihan ( Magang )

Data Jaringan Pembantu UPTD Puskesmas Sambong 2016


PUSTU Ledok PKD Pojokwatu
*bidan 1orang *Bidan desa 1 orang
PUSTU Brabowan PKD Gagakan
*Bidan desa 1 orang *Bidan desa 1 orang
PKD Temengeng PKD Biting
*Bidan 1 orang *Bidan 1 orang
PKD Sambongrejo PKD Giyanti
*Bidan desa 1 orang *Bidan desa 1 orang
PKD Gadu PKD Sambong
*Bidan 1 orang *Bidan 1 orang

Data Sarana dan Prasarana Pembantu UPTD Puskesmas Sambong


Jumlah
No Jenis Sarpras Sumber Keterangan

1. Ambulance APBD II 2
2. Sepeda Motor APBD II 6
3. Komputer APBD II 11
4. Laptop APBD II 3
5. Wireless APBD II 1

c) Data Peran Serta Masyarakat


Peran serta masyarakat dapat dilihat dari kegiatan posyandu, jumlah kader kesehatan, dan
desa siaga, selain itu tidak lepas pula peran dari tokoh masyarakat dan pemangku
kepentingan/ stake holder.

Data Keaktifan Desa dan Masyarakat


Desa Pos. Pos. Ambulan
No Desa Kader Posbindu
Siaga Balita Lansia Desa

1 Temengeng Aktif 15 3 1 - 1

2 Sambongrejo Aktif 25 5 1 - 1

3 Sambong Aktif 20 3 1 - 1

4 Gadu Aktif 35 7 1 - -

5 Ledok Aktif 35 7 2 - 1

6 Pojokwatu Aktif 24 5 1 - -

7 Gagakan Aktif 15 3 1 Aktif 1

8 Biting Aktif 15 3 1 - 1

9 Brabowan Aktif 15 3 1 - 3

10 Giyanti Aktif 21 4 3 Pembentukan 2

d) Data Penduduk dan Sasaran Program


Jumlah penduduk dibedakan berdasarkan jenis kelamin, kelompok umur, pekerjaan,
pendidikan dan masyarakat miskin.

Data Jumlah Penduduk Sambong 2013 – 2014 berdasar Kategori Umur


Data PUS Kecamatan Sambong Berdasar Kategori Umur
Tahun 2013
e) Data Sekolah
Data tentang sekolah biasanya meliputi jumlah sekolah, jumlah siswa, klasifikasi sekolah
UKS, jumlah dokter kecil, dan jumlah guru UKS.
Rincian Sekolah / Murid/ Guru PAUD Se – Kec Sambong
Taun 2013 – 2014
Rincian Sekolah / Murid/ Guru TK Se – Kec Sambong
Taun 2013 - 2014

Rincian Sekolah / Murid/ Guru SD/MI Se – Kec Sambong


Taun 2013 - 2014
Rincian Sekolah / Murid/ Guru MTS/ SMP Se – Kec Sambong
Taun 2013 - 2014

Rincian Sekolah / Murid/ Guru SLTA Se – Kec Sambong


Taun 2013 - 2014
f) Data Kesehatan Lingkungan
Di lampiran dapat dilihat data kesehatan lingkungan yang meliputi data sanitasi dasar
antara lain rumah sehat, TPM, TTU, SAB, Jaga dan SPAL, Pamsimas

2. Data Khusus
Data khusus merupakan hasil penilaian kinerja Puskesmas. Hal – hal yang dinilai antara lain :
a. Status Kesehatan
kesehatan meliputi umur harapan hidup, data kematian, Kunjungan Kesakitan, dan Pola
Penyakit/ 10 besar penyakit di wilayah UPTD Puskesmas Sambong.
Data Kunjungan
b. Kejadian Luar Biasa
Untuk mengetahui jenis penyakit yang potensial KLB di wilayah UPTD Puskesmas
Sambong dapat dilihat di lampiran.
c. Cakupan Program Pelayanan Kesehatan
Cakupan program pelayanan kesehatan, untuk mengetahui pencapaian SPM dan MDG’s
Tahun 2015 terlampir.
d. Organisasi Puskesmas
1) Struktur Organisasi Puskesmas

2) Tim Mutu Puskesmas


TIM MUTU PUSKESMAS SAMBONG
PENANGGUNG JAWAB
.....................................
WAKIL MANAJEMEN
.............................

KETUA
.........................................

ANGGGOTA ANGGOTA ANGGOTA


Anggota
•.......................... ...................... .................................. .............................

ANGGOTA ANGGOTA
................................... ...........................

e. Jenis – Jenis Pelayanan Yang ada di Puskesmas Sambong


1) Upaya Kesehatan Perorangan, Kefarmasian dan Laboratorium :
 Pelayanan Pemeriksaan Umum
 Pelayanan Kesehatan Gigi dan Mulut
 Pelayanan KIA - KB yang bersifat UKP
 Pelayanan Gawat Darurat
 Pelayanan Gizi yan bersifat UKP
 Pelayanan Persalinan
 Pelayanan Rawat Inap
 Pelayanan Kefarmasian
 Pelayanan Laboratorium
2) Upaya Kesehatan Masyarakate Esensial dan Keperawatan Kesehatan Masyarakat :
 Pelayanan Promosi Kesehatan / UKS
 Pelayanan Kesehatan Lingkungan
 Pelayanan KIA – KB yang bersifat UKM
 Pelayanan Gizi yang bersifat UKM
 Pelayanan Pencegahan dan Pengendalian Penyakit
 Pelayanan Keperawatan Kesehatan Masyarakat
3) Upaya Kesehatan Masyarakat Pengembangan :
 Pelayanan Kesehatan Jiwa
 Pelayanan Kesehatan Gigi Masyarakat
 Pelayanan Kesehatan Tradisional Komplementer
 Pelayanan Kesehatan Olah Raga
 Pelayanan Kesehatan Indera
 Pelayanan Kesehatan Lansia
 Pelayanan Kesehatan Kerja
LANGKAH 1
IDENTIFIKASI MASALAH KESEHATAN
DI UPT PUSKESMAS SAMBONG

TARGET CAPAIAN KESENJANGAN


NO INDIKATOR SPM DI PUSKESMAS RUMUSAN MASALAH
THN 2015 THN 2015 ADA / TIDAK
1 PELAYANAN KESEHATAN DASAR
 Cakupan kunjungan ibu hamil K4 95% 100% Secara - Angka Kematian bayi .....dari ........ kelahiran hidup
 Cakupan komplikasi kebidanan yang ditangani 80% 100% keseluruhan - Angka Kejadian abortus ..... dalam 1 tahun
 Cakupan pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan yang 90% 98,67% sampai tahun 2015 - K1 dan K4 tidak tercapai
memiliki kompetensi kebidanan Puskesmas - Deteksi factor resiko tinggi oleh masyarakat tidak
 Cakupan layanan nifas 90% 100% Sambong berhasil mencapai target

 Cakupan neonatus dengan komplikasi yang ditangani 80% 100% mencapai target - Masih ada persalinan tidak di fasilitas kesehatan dan

 Cakupan kunjungan bayi 90% 97,85% Indikator SPM oleh dukun


100% 100%
 Cakupan Desa/kelurahan Universal Child Immunization (UCI)
90% 100%
 Cakupan pelayanan anak balita
100% 100%
 Cakupan pemberian makanan pendamping ASI pada anak usia
6 – 24 bulan keluarga miskin
100% 100%
 Cakupan balita gizi buruk mendapat perawatan
100% 100%
 Cakupan Penjaringan kesehatan siswa SD dan setingkat
70% 104,42%
 Cakupan peserta KB aktif
100%
 Cakupan penemuan dan penanganan penderita penyakit
>2/100000 >2/100000
a. Acute Flacid Paralisis (AFP) rate per 100.000 penduduk <
pddk pddk
15 tahun
b. Penemuan kasus TBC BTA positif (CDR/case detection
93,10%
rate).
100% 100%
c. Penderita DBD yang ditangani.
TARGET CAPAIAN KESENJANGAN
NO INDIKATOR SPM DI PUSKESMAS RUMUSAN MASALAH
THN 2015 THN 2015 ADA / TIDAK
d. Penemuan Penderita diare. 100% 100%
 Cakupan pelayanan kesehatan dasar masyarakat miskin 100% 100%
2 Penyelidikan Epidemiologi dan Penggulangan Penyakit
 Cakupan Desa/ Kelurahan mengalami KLB yang dilakukan 100 % 100 %
penyelidikan epidemiologi <24 jam
3 Promkes dan Pemberdayaan Masyarakat
a. Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat Cakupan 100 % 100 %
Desa Siaga Aktif

TABEL INVENTARISASI MASALAH


No Masalah Uraian Masalah
1. Hasil kegiatan

2. Tenaga

3. Biaya

4. Sarana prasarana

5. Pedoman
Daftar Masalah

Analisis Masalah

Matriks USG Prioritas Masalah Pokok

Kriteria
Masalah Total Peringkat
U S G
Pelayanan Kesehatan Dasar
 Masih Ada Angka Kematian Bayi Balita
 ….
 ….
 ….
 ….
 ….

Program P2M
 Masih ditemukannya HIV AIDS
 …
 …
 …
 …
 …

Program Gizi
 Cakupan Balita yang naik Berat Badannya (N/D) rendah
 Tidak ada ibu yang memberikan ASI eksklusif
 …
 …
 …
 …

Program Promkes

 ...
 …
 …
 …
 …

Program Kesling
 …
 …
 …
 …
 …

Program Pelayanan Pengobatan/ Perawatan


 Jumlah pasien rawat inap masih rendah
 Pelayanan kesehatan dasar pasien masyarakat miskin belum memenuhi
target
 …
 …
 …

Keterangan
Tingkat Urgensi :U
Tingkat Keseriusan :S
Tingkat Perkembanan :G
DIAGRAM SEBAB AKIBAT ISHIKAWA KEMATIAN MATERNAL,PERINATAL DAN PENANGANAN
KOMPLIKASI NEONATUS RENDAH

Metode
Manusia

nakes)Jumlah SDM Penyuluhan


Kunjungan Neonatal
(kader & nakes) Kompetensi krg :

Penolong Persalinan
Peraturan/kebijakan/
Pengetahuan dan kesa- Meningkatkan regulasi pemerintah
daran Masy.masih krg kunj.bumil dan bufas
Masih tingginya
Resti
kurang
p Angka Kematian

Maternal dan
Koordinasi BPS Perinatal
Posyandu Dukungan dari
kurang
keluarga
Dana transport
PKD tidak ada
Jumlah
Pemanfaatan posyandu dan
PKD Dukungan dari
Pem. desa Waktu turunnya dana

ana
ungan
DIAGRAM SEBABAKIBAT ISHIKAWA P2M

Metode
Manusia

Jumlah SDM (kader & Penyuluhan Kunjungan


nakes) Kepatuhan minum obat Kasus
Promosikes dg
masih kurang menggunakan media
Pengetahuan dan kesa- Peraturan / Kebijakan
(leaflet, brosur, video) Pemerintah
daran Masy.masih krg Masih tingginya
Polahidupsehatmasihren Kasus
kurang dah PE,PSN DBD&kusta,Penem
p uan Kasus BTA (+)
rendah,ditemukan
nya kasus HIV
Pemanfaatan Pustu
Dukungan Kelg dan Masy
Posyandu dan PKD p Dana Transport
Ketersediaandana
tidak ada
utkpromosikeseha
Dukungan dari tankurang
Pem.Daerah
Waktuturunnyadana
Gedung/ruangpelayananbanya
kygrusak Kebersihan Lingkungan

Sarana
Lingkungan Dana
DIAGRAM SEBABAKIBAT ISHIKAWAPROGRAM GIZI
( CAKUPAN N/D RENDAH,ASI EKLUSIF 0 % )

Metode
Manusia

Jumlah SDM (kader & Penyuluhan


Peraturan/Kebijakan
Ibu bekerja Pemerintah

Pengetahuan dan kesa-


daran Masy.masih krg Promosi Posyandu
dan ASI Eklusif Cakupan N/D
kurang p
rendah,Pencapaian
ASI Exklusif 0 %

Pemanfaatan Dukungan dari


Posyandu/PKD Pemerintah
Jumlah Dana
Dukungan Tersedianya dana
Pojok ASI di tmpt dariInstansikerja promosi
kerja/pelayanan
Sarana Penyimpanan ASI Waktuturunnyadana
kurang Dukungan dari
Keluarga

SaranaSar
LingkunganLingk DanaDana
DIAGRAM SEBABAKIBATISHIKAWA PROGRAM USILA

CAKUPAN PELAYANAN MASIH KURANG

Metode
Manusia

Jumlah SDM (kader & Penyuluhan Kunjungan Rumah Usila


nakes) Pelayanan pada jam RESTI
bekerja

Peraturan/kebijakan/
Pengetahuan dan kesa-
regulasi pemerintah
daran Masy.masih krg Promosi Posyandu Cakupan
Pelayanan rendah
kurang p

Pos yg Posyandu Dukungan dari


terjangkau keluarga Dana transport
tidak ada
PKD
Swadana

Fasilitas kegiatan usila Dukungan dari Obat dari Puskesmas


Pem. desa

Sarana
Lingkungan Dana
DIAGRAM SEBABAKIBAT ISHIKAWA KESLING

Metode
Manusia

Jumlah SDM (kader & Penyuluhan


nakes) Kebijakan/peraturan
Kebiasaan yang salah pemerintah

Pengetahuan dan kesa- Cakupanrumah


daran Masy.masih krg Pembuatan SPAL denganSPALdan
kelompok TTU sehatmasih
kurang p
rendah.

Tersedianya lahan Dukungan dr. Masy


Masyarakat
Ketersediaand krg mampu
anakurang

Dukungan
Gedung/ruangpelayananban Waktuturunnyadana
drpemerintah
yakygrusak
desa

Sarana
Lingkungan Dana

TABEL CARA PEMECAHAN MASALAH


No. Prioritas Masalah Penyebab Masalah Alternatif Pemecahan Masalah Pemecahan Masalah Ket.
Terpilih
1 Masih ada kematian ibu  Kurangnya pengetahuan & kesadaran  Pembentukan kelas ibu hamil Pembentukan kelas ibu hamil
masyarakat  Penyuluhan
 Kurangnya kesadaran dalam hal
rujukan
2 Masih ada kematian bayi  Pengetahuan & kesadaran  Pembentukan kelas ibu balita Pembentukan kelas ibu balita
masyarakat rendah.  Review bidan desa
 Kurangnya kesadaran dalam hal  Penyuluhan
rujukan
3 Masih ditemukannya  Kurangnya pengetahuan & kesadaran  Penyuluhan Penyuluhan HIV AIDS
kasus HIV AIDS masyarakat tentang penyakit HIV
AIDS
4 Penemuan kasus TB BTA  Kurangnya Active Case Finding  Active Case Finding Active Case Finding
(+) rendah  Kurangnya pengetahuan & kesadaran  Penyuluhan tentang TB
masyarakat tentang penyakit TB &  Kunjungan kasus
penularannya
5 Balita dengan berat badan  Kurangnya pengetahuan & kesadaran  Penyelenggaraan PMT Penyelenggaraan PMT
naik (N/D) rendah masyarakat.  Penyuluhan dan pembinaan
 Tingkat ekonomi rendah. posyandu
 Pelaksanaan SDIDTK
6 Cakupan ASI eksklusif 0  Kurangnya pengetahuan & kesadaran  Penyuluhan Penyuluhan tentang
% masyarakat  Dukungan pemerintah tentang pentingnya ASI, cara
No. Prioritas Masalah Penyebab Masalah Alternatif Pemecahan Masalah Pemecahan Masalah Ket.
Terpilih
 Rendahnya sosial ekonomi peraturan cuti hamil pemerasan dan penyimpanan
 Sebagian besar merupakan ibu  Penyediaan pojok ASI ditempat ASI
pekerja. pelayanan dan tempat kerja.
 Kurang dukungan dari keluarga,
pemerintah dan swasta
7 Jumlah pos UKK masih  Kurangnya pengetahuan dan  Penyuluhan dan pembinaan UKK. Penyuluhan dan pembinaan
rendah kesadaran. UKK.
8 Jumlah kader aktif masih  Kurangnya pengetahuan dan  Pembinaan kader secara lebih Pembinaan kader secara lebih
rendah. kesadaran kader. intensif. intensif.
9 Tidak adanya rumah  Kurangnya pengetahuan dan  Penyuluhan kesehatan tentang Penyuluhan kesehatan
tangga sehat paripurna. kesadaran masyarakat tentang rumah rumah sehat. tentang rumah sehat
sehat.
 Banyaknya rumah tangga dengan
tingkat sosial ekonomi rendah.
10 Sebagian besar desa  Kurangnya pengetahuan dan  Penyuluhan kesehatan tentang Penyuluhan kesehatan
belum dengan garam kesdaran masyarakat tentang garam garam beryodium. tentang garam beryodium.
beryodium baik. beryodium.
11 Jumlah posyandu madya  Kurangnya partisipasi aktif dan  Pembinaan posyandu secara lebih Pembinaan posyandu secara
masih rendah, tidak ada kesadaran masyarakat tentang intensif. lebih intensif.
posyandu mandiri. posyandu.
12 Rumah sehat belum  Kurangnya pengetahuan dan  Penyuluhan kesehatan tentang Penyuluhan kesehatan
No. Prioritas Masalah Penyebab Masalah Alternatif Pemecahan Masalah Pemecahan Masalah Ket.
Terpilih
memenuhi target. kesadaran masyarakat tentang rumah rumah sehat. tentang rumah sehat.
sehat. Pelatihan kader dan
 Masih banyaknya masyarakat dengan pembinaan secara intensif.
tingkat sosial ekonomi rendah.
13 Rumah dengan SPAL  Kurangnya pengetahuan dan  Penyuluhan kesehatan tentang Penyuluhan kesehatan
belum memenuhi target. kesadaran masyarakat tentang rumah SPAL. tentang SPAL.
SPAL. Pelatihan kader dan
 Masih banyaknya masyarakat dengan pembinaan secara intensif.
tingkat sosial ekonomi rendah.
14 TTU yang memenuhi  Kurangnya pengetahuan dan  Penyuluhan kesehatan tentang TTU Penyuluhan kesehatan
syarat belum sesuai kesadaran masyarakat tentang TTU sehat. tentang TTU sehat dan
target. sehat. pembinaan secara intensif.
15 Penduduk yang  Kurangnya pengetahuan dan  Penyuluhan kesehatan tentang Penyuluhan kesehatan
memanfaatkan jamban kesadaran masyarakat tentang pentingnya jamban. tentang pentingnya jamban.
belum memenuhi target. pentingnya jamban.  Pengadaan jamban dengan Pelatihan kader dan
 Masih banyaknya masyarakat dengan melibatkan peran aktif masyarakat. pembinaan secara intensif.
tingkat sosial ekonomi rendah.

16 Cakupan pelayanan  Kurangnya pengetahuan & kesadaran  Penyuluhan Penyuluhan kesehatan


kesehatan pra usila dan masyarakat  Pembinaan posyandu usila
usila masih rendah.  Pelaksanaan posyandu usila pada  Pembentukan poksila
No. Prioritas Masalah Penyebab Masalah Alternatif Pemecahan Masalah Pemecahan Masalah Ket.
Terpilih
jam bekerja.  Penyesuain waktu posyandu usila
 Kunjungan rumah usila risti
 Kegiatan tambahan utk usila (senam
usila, refreshing).

17 Jumlah pasien rawat inap  Fasilitas belum optimal.  Optimalisasi fasilitas.  Optimalisasi fasilitas.
masih rendah  Keterbatasan jumlah tenaga  Penambahan jumlah tenaga  Penambahan jumlah tenaga
kesehatan. kesehatan. kesehatan.
 Belum adanya dokter spesialis.  Penambahan dokter spesialis.  Penambahan dokter
 Dokter piket tidak stand by 24 jam.  Dokter piket stand by 24 jam. spesialis.
 Dokter piket stand by 24
jam.
18 Pelayanan kesehatan  Kurangnya kesadaran masyarakat  Penyuluhan kesehatan.  Penyuluhan kesehatan.
dasar pasien masyarakat untuk meeriksakan diri ketika sakit.
miskin belum memenuhi
target.
BAB III
VISI, MISI , MOTTO KERJA, TUJUAN DAN SASARAN

A. NILAI (VALUES) YANG DIANUT


S3 SEHAT
S3 – Senyum, salam, sapa
1. Siap; siap melayani dengan 3 S
2. Empati; rasa peduli pada pelanggan
3. Handal; menguasai pengetahuan dan ketrampilan
4. Aman; menjaga rasa aman dan nyaman
5. Tepat; sesuai kebutuhan

B. VISI STRATEGIS
” Terwujudnya Masyarakat Sambong Sehat
Penjelasan :
Puskesmas Sambong merupakan sarana pelayanan kesehatan milik pemerintah yang
mempunyai fungsi sebagai penyelenggara UKM dan UKP tingkat pertama di Kecamatan
Sambong dituntut untuk selalu meningkatkan akses pelayanan kesehatan masyarakat yang
berkualitas guna mencapai masyarakat Sambong yang Sehat dan mandiri dan meningkatnya
derajat kesehatan masyarakat.
Guna mewujudkan visi yang bermakna bahwa Puskesmas sebagai pelayanan Publik
maka Puskesmas Sambong harus selalu:
1) Memelihara wujud (tangible) bukti fisik Puskesmas, meliputi: sarana prasarana kantor,
kebersihan kantor, ketrampilan karyawan dan jenis-jenis pelayanan yang sesuai dengan
kebutuhan pelanggan
2) Mengutamakan kehandalan (reliability) hasil kinerja karyawan sesuai dengan kebutuhan
pelanggan, meliputi: yang cepat, tepat pada jam kerja kantor dan dalam fasilitas yang sama.
3) Memegang teguh keresponsivitas (responsiveness) tanggapan/ kesigapan karyawan terhadap
kebutuhan pelanggan, meliputi: cepat menanggapi dan membantu pelanggan (bagian
resepsionis).
4) Susunan tata kerja sesuai dengan pendidikan, keyakinan (confidence) tupoksi yang
mempunyai kompetensi pegawai sesuai bidangnya, meliputi: pengetahuan (knowladge) dan
ketrampilan pegawai dalam menyelesaikan pekerjaan.
5) Menunjukkan empati (emphaty) sikap, perilaku pegawai dalam melayani pelanggan,
meliputi: keramahan dan rasa peduli terhadap kebutuhan pelanggan (peningkatan SDM
dengan adanya pelatihan pelayanan prima)

C. MISI STRATEGIS
Guna mencapai Visi Puskesmas maka perlu menetapkan misi strategis sebagai berikut :
1. Menyelenggarakan pelayanan kesehatan yang bermutu, merata dan terjangkau
2. Meningkatkan Pemberdayaan Masyarakat dibidang kesehatan melalui Upaya Kesehatan
(UKM)
3. Membina kemitraan dengan lintas sektor dalam mewujudkan Pembangunan berwawasan
kesehatan

D. TUJUAN DAN SASARAN STRATEGIS


1. Terselenggaranya pelayanan kesehatan yang bermutu, merata dan terjangkau bagi seluruh
masyarakat Sambong.
Tujuan pertama ini mengarahkan segenap sumberdaya Puskesmas untuk selalu
meningkatkan pelayanan dalam rangka peningkatan derajat kesehatan masyarakat melalui
upaya penurunan angka kesakitan dan kematian khususnya pada bayi, anak balita, ibu hamil
dan pelayanan pada keluarga miskin.
Sasaran
a. Meningkatnya akses pelayanan kesehatan dasar dan penunjang medis
b. Meningkatnya pelayanan kesehatan bagi keluarga miskin
c. Menurunnya kejadian penyakit menular dan potensial KLB
d. Meningkatnya kualitas kesehatan ibu & anak
2. Meningkatnya Pemberdayaan Masyarakat dibidang kesehatan melalui Upaya Kesehatan
(UKM)
Dengan tujuan kedua ini diharapkan Puskesmas dapat menjadi fasilitator bagi masyarakat
untuk berperilaku hidup bersih dan sehat serta meningkatkan pengetahuan dibidang
kesehatan sehingga terbentuk tingkat kesadaran, kemauan, kemampuan serta kemandirian
untuk menolong dirinya dengan diterwujudnya desa siaga aktif.
Sasaran
a. Meningkatnya peran serta masyarakat dalam pemasyarakatan gaya hidup sehat melalui
penerapan PHBS
b. Meningkatnya cakupan desa siaga aktif
c. Meningkatnya cakupan kemandirian posyandu
d. Meningkatnya kualitas lingkungan yang sehat
e. Meningkatnya cakupan rumah/bangunan bebas jentik
f. Meningkatnya cakupan tempat umum yang sehat
BAB IV
KONDISI YANG DIHARAPKAN

Rencana Target SPM


A. SPM Permenkes/Perbub/ SK Kepala Dinas Kesehatan Kab. Blora
TARG
NO INDIKATOR ET

A PELAYANAN KESEHATAN DASAR

1 Cakupan kunjungan ibu hamil K4 95%

2 Cakupan komplikasi kebidanan yang ditangani 80%

Cakupan pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan yang memiliki kompetensi


3 90%
kebidanan

4 Cakupan layanan nifas 90%

5 Cakupan neonates dengan komplikasi yang ditangani 80%

6 Cakupan kunjungan bayi 90%

7 Cakupan Desa/kelurahan Universal Child Immunization (UCI) 100%

8 Cakupan pelayanan anak balita 90%

9 Cakupan pemberian makanan pendamping ASI pada anak usia 6 – 24 bulan keluarga miskin 100%

10 Cakupan balita gizi buruk mendapat perawatan 100%

11 Cakupan Penjaringan kesehatan siswa SD dan setingkat 100%

12 Cakupan peserta KB aktif 70%

13 Cakupan penemuan dan penanganan penderita penyakit 100%

>2/100000
a. AFP rate per 100.000 penduduk < 15 tahun pddk

b. Penemuan pasien baru TB BTA Positif (CDR)

c. Penderita DBD yang ditangani 100%

d. Penemuan Penderita Diare 100%

14 Cakupan pelayanan kesehatan dasar masyarakat miskin 100%

B PENYELIDIKAN EPIDEMIOLOGI DAN PENANGGULANGAN PENYAKIT


Cakupan Desa/Kelurahan mengalami KLB yang dilakukan penyelidikan epidemiologi<24
100%
jam

C PROMKES DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT

Promosi Kesehatan dan pemberdayaan Masyarakat Cakupan Desa Siaga Aktif 100%

B. SPM SK Gubernur Jawa Tengah Nomor 71/2004

NO JENIS PELAYANAN INDIKATOR KINERJA TARGET

I. Penyelenggaraan Promosi Kesehatan


. Penyuluhan Perilaku Sehat  Bayi yang mendapat ASI eksklusif 80%
 Desa dengan garam beryodium baik 90%
 Rumah tangga sehat 65%
Posyandu purnama 40%
 Posyandu mandiri > 2%
II. Penyelenggaraan Kesehatan Lingkungan & Sanitasi Dasar
1. Pelayanan kesehatan lingkungan  Rumah sehat : 65%
 Penduduk yg memanfaatkan jamban 88%
 Rumah yang memiliki SPAL 85%

 Institusi yang dibina 80%

2. Pelayanan pengendalian vektor Rumah/bangunan bebas jentik nyamuk Aedes > 95%

3. Pelayanan hygiene sanitasi di Tempat umum yang memenuhi syarat 80%


tempat umum
4 Pemeriksaan TPM TPM yang memenuhi syarat 80%
5 Pemeriksaan TP2 TP2 yang memenuhi syarat 80%
6 Pengawasan sampah Pengawasan sampah yang memenuhi syarat 100%
III. Penyelenggaraan Kesehatan Ibu, Anak dan Keluarga Berencana
1. Pelayanan kesehatan Ibu dan  Bumil Resti yang dirujuk 100%
Bayi  Cakupan kunjungan neonatus 90%
 Cakupan BBLR yg ditangani 100%
2. Pelayanan kesehatan anak pra  Cakupan deteksi dini tumbuh kembang anak Balita & pra sekolah 95%
sekolah dan remaja  Cakupan pelayanan kesehatan remaja
80%
3. Pelayanan Keluarga Berencana Cakupan peserta KB aktif 80%
IV. Penyelengaraan Perbaikan Gizi Masyarakat
1. Pemantauan pertumbuhan Balita  Balita yang datang dan ditimbang (D/S) 80%
 Balita yang naik berat badannya (N/D) 80%
 Balita Bawah Garis Merah < 15%
2. Pelayanan gizi  Cak. Bayi (0-11 bln) mendapat kapsul Vit A 1 kali per tahun 95%
 Cak. Balita (12-59 bln) mendapat kapsul Vit A 2 kali per tahun
 Cak. Ibu nifas mendapt kapsul Vit A 95%

 Cak. Bumil mendapat 90 tablet Fe


90%
 Cak. Bumil mendapat 30 tablet Fe 95%
 Balita gizi buruk mendapat perawatan 95%
100%
V. Penyelenggaraan Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Menular
1. P2P Polio AFP Rate per 10.000 penduduk <15 th ≥1
2. P2P TB Paru  Penemuan kasus TBC BTA positif (CDR) 70%
 Kesembuhan penderita TBC BTA positif (CR) > 85%
3. P2P ISPA Cak. Balita dengan pneumonia yang ditangani 100%
4. P2P HIV – AIDS  Klien yang mendapatkan penanganan HIV-AIDS 100%
 Kasus Infeksi Menular Seksual (IMS) yang diobati
100%
5. P2P DBD  Penderita DBD yang ditangani 100%
 Incident Rate DBD per 100.000 penduduk < 20
 CFR/Angka Kematian DBD per 10.000 penduduk
<1

6. P2P Diare Balita diare yang ditangani 100%


VI. Penyelenggaraan Pelayanan Kesehatan Dasar
1. Pelayanan pengobatan /  Cakupan rawat jalan 15%
perawatan  Cakupan rawat inap 1,5%
2. Pelayanan kesehatan jiwa Pelayanan gangguan jiwa di sarana kesehatan umum 15%
3 Pelayanan kesehatan gigi dan  Jangkauan pelayanan penyembuhan 4%
mulut  Ratio Tambal : Cabut 1:1
 Jumlah murid kelas selektif yang mendapat pengobatan 80%
komprehensif
 Rata – rata kunjungan/hari 9

VII. Penyelenggaraan Pelayanan Kesehatan Rujukan


1. Pelayanan gawat darurat Sarana kesehatan dengan kemampuan pelayanan gawat darurat yang 90%
dapat diakses masyarakat
2. PONED / Persalinan Puskesmas  Akses thd ketersediaan darah & komponen yg aman untuk 80%
penanganan rujukan bumil & neonatus
 Bumil resti / komplikasi yang ditangani
 Neonatal resti / komplikasi yang ditangani 90%
80%
VIII Pencegahan dan Penanggulangan NAPZA
P3 NAPZA berbasis masyarakat Upaya penyuluhan P3 NAPZA oleh petugas kesehatan 30%

IX. Penyelenggaraan Pelayanan Kefarmasian (Obat)


1. Pelayanan penyediaan obat dan  Ketersediaan obat sesuai kebutuhan 90%
perbekalan kesehatan  Pengadaan obat essensial 100%
 Pengadaan obat generik 100%
2. Pelayanan penggunaan obat Penulisan resep obat generic 90%
generic
BAB V
RENCANA USULAN KEGIATAN UPAYA KESEHATAN WAJIB

Upaya
No Kebutuhan
Kesehata Kegiatan Tujuan Sasaran Target
. Dana
n
1 KIA & a. Pendataan Mengetahui jumlah sasaran Bayi, 100 % Transport
KB sasaran balita 2orgx6dsx20.0
bumil 00=240.000
Memantau kondisi dan 100 %
b. Pembinaan keadaan kesehatan siswa Siswa Transport
TK/Play TK/Play Group TK/Play 2orgx22TKx20
Group Group .000=880.000

Menentukan dan memilih 100 %


balita dengan tumbang Bayi dan BOK
c. Evaluasi terbaik dari semua peserta balita
tumbang terpilih
balita
15 %

Untuk meningkatkan Neonatal Transport


cakupan neonatal dengan risti Perkasusx2orgx
komplikasi yang ditangani 20.000
d. Kunjungan
Neonatal risti 1 desa 1
kelas
bumil
Terbentuknya kelas ibu Ibu hamil BOK
hamil di tiap desa 20 %

e. Pembentukan Bumil
kelas ibu Meningkatnya cakupan risti BOK
hamil bumil dengan komplikasi
yang ditangani
20 %
f. Kunjungan Meningkatkan cakupan
bumil risti bumil dengan komplikasi
yang ditangani Bumil Transport
Upaya
No Kebutuhan
Kesehata Kegiatan Tujuan Sasaran Target
. Dana
n
risti perkasus
g. Rujukan 1orgx20.000
kasus bumil 20 %
risti Bumil risti terdeteksi

Transport
Ibu hamil 1 ds 1 perkasus
h. Sweeping Menambah pengetahuan kelas 2orgx20.000
ibu hamil ibu tentang kesehatan ibu
balita balita BOK
Ibu balita
i. Pembentuka
n kelas ibu
balita 100 %
Meningkatkan kompetensi
kebidanan Snack
Bidan 8orgx12x10.00
j. Pembinaan desa 0=
bidan desa 100 % 960.000
Mengkoordinir kegiatan
dan laporan bides Snack
Bidan 8orgx12x10.00
k. Review desa 0=
bidan desa 100 % 960.000
Memonitor pelayanan
kesehatan di PKD Transport
Bidan 2orgx2x6
l. Supervisi / desa dsx20.000 =
monitoring 100 % 480.000
PKD Mengevaluasi kegiatan
BPS dalam pelayanan Transport
kesehatan BPS 2orgx2x9x20.0
m. Kunjungan 00=720.000
BPS
100 %

Semua kegiatan ATK


Upaya
No Kebutuhan
Kesehata Kegiatan Tujuan Sasaran Target
. Dana
n
terlaporkan Bidan 50.000X12 =
n. Pelaporan desa dan 600.000
bidan 100 %
puskesma
s
Memonitor dan Snack
o. Monitoring mengevaluasi semua Program 51orgx2x10.00
dan evaluasi program kegiatan KIA kegiatan 0=
KIA 100 % 1.020.000

Snack
p. Lokakarya Mengevaluasi kegiatan Program 51orgx2x10.00
mini KIA kegiatan 0=
puskesmas KIA 1.020.000

2 P2M a. Penyuluhan Meningkatkan pengetahuan Masyarak 2x/th Snack


HIV AIDS masyarakat tentang HIV at 52x2x5.000=
AIDS wilayah 520.000
kerja Transport
puskesma 52x2x10.000=
s 1.040.000
Sambong
b. Abatisasi Rumah bebas jentik 100 % Transport
2x4x6x20.000=
Rumah 960.000
(+) jentik
c. Kegiatan Lingkungan bebas jentik 100 % Transport
Upaya
No Kebutuhan
Kesehata Kegiatan Tujuan Sasaran Target
. Dana
n
PSN 3x4x6x20.000=
 Lingkungan Sekolah 1.440.000
sekolah
 Lingkungan Pmukima
pemukiman n
penduduk
d. Penyelidika Menemukan penderita baru 100 % Transport
n DBD Perkasus
epidemiolog 3x20.000
i 20 rumah =60.000
sekitar
Meningkatkan pengetahuan kasus 1x/th Snack
masyarakat tentang 52x2x5.000=
e. Penyuluhan penyakit DBD 520.000
DBD Masyarak Transport
at daerah 52x2x10.000=
endemis 1.040.000

Mengurangi sumber 69 % Transport


penularan TB Perkasus
f. Penemuan 4x20.000
penderita Masyarak =80.000
TB baru at
BTA (+) Meningkatkan penemuan wilayah 2x/th Snack
kasus baru kerja 75x2x5.000=
puskesma 750.000
g. Refreshing s Transport
kader TB 75x2x10.000=
Kader TB 1.500.000

Mengurangi sumber 100 % Transport


penularan kusta Perkasus
4x20.000
h. Penemuan =80.000
penderita
kusta baru Meningkatkan pengetahuan Masyarak 2x/th Transport
Upaya
No Kebutuhan
Kesehata Kegiatan Tujuan Sasaran Target
. Dana
n
masyarakat tentang kusta at Perkasus
wilayah 4x20.000
i. Penyuluhan kerja =80.000
kontak puskesma
survei s

Kontak
serumah
3 GIZI a. Penyelengg Memonitor balita gizi Balita Jk ada BOK
araan PMT kurang dan gizi buruk yg gizi dropp-
mendapatkan PMT kurang / ing
buruk

b. Distribusi Meningkatkan gizi balita Jk ada Transport tiap


MP – ASI gakin dan bumil KEK Balita dropp- dropping
gizi ing 2orgx20.000
kurang
dan buruk
dan
gakin,
c. Pelayanan Meningkatkan pengetahuan bumil - FC leaflet
konsultasi tentang gizi dan diet yg KEK 50.000
gizi tepat
Konseling masalah yang Pasien
berhubungan dengan gizi dengan
diet
d. Pendataan khusus 100 %
sasaran : Semua sasaran terdata -
balita, secara akurat
bumil, bufas Bayi,
balita,
e. Penimbanga bumil, 80 %
n balita Tercapainya cakupan D/S bulin -
Upaya
No Kebutuhan
Kesehata Kegiatan Tujuan Sasaran Target
. Dana
n
dan N/D
Balita 0-
f. Penjaringan 60 bulan 12x/ds
kasus balita Deteksi dini kasus Transport
gizi kurang, 12x2x6x20.000
gizi buruk, Balita 0- =
dan BGM 60 bulan 2.880.000

g. Pelacakan 4x
kasus gizi Deteksi dini kasus gizi
buruk buruk Transport
h. Penjaringan Balita 0- 12x/ds 4orgx4x20.000
kasus 60 bulan =
BBLR Kasus BBLR terjaring scr 320.000
akurat Bayi baru Transport
lahir 12x/ds 12x2x6x20.000
i. Penjaringan =
ibu hamil / Kaus bumil bufas KEK 2.880.000
nifas KEK terjaring scr akurat Ibu hamil
dan ibu 2x/th Transport
j. Perencanaan nifas 12x2x6x20.000
kebutuhan Kebutuhan Vit. A balita KEK =
Vit. A balita dan Vit. A ibu nifas 2.880.000
dan Vit. A terpenuhi Balita
ibu nifas usia 6 – -
60 bulan 100 %
k. Distribusi dan ibu
Vit. A balita nifas
Kebutuhan Vit. A balita
terpenuhi 90 %
l. Distribusi Balita 6 – -
Vit. A ibu 60 bulan
nifas Kebutuhan Vit. A ibu nifas
terpenuhi 90 %
m. Distribusi Ibu nifas -
tablet Fe ibu
hamil Kebutuhan tablet Fe ibu
Upaya
No Kebutuhan
Kesehata Kegiatan Tujuan Sasaran Target
. Dana
n
hamil terpenuhi 90 %
n. Distribusi Ibu hamil -
tablet Fe ibu
nifas Kebutuhan tablet Fe ibu
nifas terpenuhi
Ibu nifas -
1x/ds/
o. Pemantauan th
status gizi
balita Status gizi balita terpantau

p. Pemantauan Balita 0 - 1x/ds/ Transport


konsumsi 60 bulan th 4orgx6dsx20.0
gizi Konsumsi gizi masyarakat 00= 480.000
terpantau
Masyarak Transport
q. Pemantauan t 4orgx6dsx20.0
garam 1x/ds/ 00= 480.000
beryodium Diketahuinya kadar garam th
beryodium yg dikonsumsi
masyarakat Transport
r. Pemberdaya Masyarak 4orgx6dsx20.0
an keluarga t 00= 480.000
sadar gizi Keluarga mengetahui dan 1x/ds/
sadar akan gizi th
Transport
4orgx6dsx20.0
Masyarak 00= 480.000
t

4. PKM a. Pembinaan Meningkatnya kesehatan di 6 desa 100 % Snack 50 org x


desa siaga lingkungan desa 3 x 5.000 =
750.000
Makan 50 org x
3 x 10.000 =
1.000.000
Upaya
No Kebutuhan
Kesehata Kegiatan Tujuan Sasaran Target
. Dana
n
ATK 50 org x 3
x 1.700 =
255.000

b. Penyuluhan Siswa memahami tentang Siswa 36 % -


NAPZA bahaya NAPZA SLTP/M
Ts dan
SLTA/M
A/SMK

c. Pendataan Semua rumah tangga 6 desa 100 % PJ 1


PHBS rumah tercakup dalam pendataan orgx4x60.000 =
tangga PHBS rumah tangga 240.000
Ketua
1orgx4x55.000
= 220.000
Sekre
1orgx4x50.000
= 200.000
Anggt
7orgx4x45.000
= 1.260.000

d. Pendataan Semua institusi tercakup 75 100 % PJ 1


PHBS institusi dalam pendataan PHBS sekolah orgx4x60.000 =
institusi 240.000
Ketua
1orgx4x55.000
= 220.000
Sekre
1orgx4x50.000
Upaya
No Kebutuhan
Kesehata Kegiatan Tujuan Sasaran Target
. Dana
n
= 200.000
Anggt
7orgx4x45.000
= 1.260.000

e. Penyuluhan Kader mampu memahami Kader 100 % PJ


PHBS dan menerapkan PHBS kesehatan 1orgx2x60.000
dalam kehidupan sehari = 120.000
hari Ketua
1orgx2x55.000
= 110.000
Sekre
1orgx2x50.000
= 100.000
Anggt
7orgx2x45.000
= 630.000
Snack
25orgx2x50.00
0= 750.000
Mkn
25orgx2x10.00
0= 1.000.000
ATK 250.000
FC 112.000

f. Penyuluhan Kader posyandu mampu 177 kader 100 % PJ


kader memahami dan kesehatan 1orgx6x60.000
posyandu menerapkan materi = 360.000
penyuluhan dalam Ketua
kehidupan sehari hari 1orgx6x55.000
= 330.000
Sekre
1orgx6x50.000
= 300.000
Anggt
7orgx6x45.000
Upaya
No Kebutuhan
Kesehata Kegiatan Tujuan Sasaran Target
. Dana
n
= 1.890.000
Snack
30orgx6x50.00
0= 900.000
Mkn
30orgx6x10.00
0= 1.800.000
ATK 250.000
FC 75.000

g. Pembinaan Kader posketren mampu 5 Pondok 100 % PJ


poskestren memahami dan pesantren 1orgx5x60.000
menerapkan pentingnya = 300.000
kesehatan di lingkungan Ketua
ponpes 1orgx5x55.000
= 275.000
Sekre
1orgx5x50.000
= 250.000
Anggt
7orgx5x45.000
= 1.575..000
Snack
25orgx5x5.000
= 625.000
Mkn
25orgx5x10.00
0= 1.250.000
ATK 250.000
FC 75.000

h. Penyuluhan Pasien mampu memahami Pasien 40 % -


dalam gedung dan menerapkan materi yang
penyuluhan dalam berkunju
kehidupan sehari hari ng ke
Puskesma
s
Upaya
No Kebutuhan
Kesehata Kegiatan Tujuan Sasaran Target
. Dana
n
Sambong

i. Siaran keliling Masyarakat mendapatkan 6 desa 100 % -


informasi kesehatan

j. Pelatihan Meningkatnya pengetahuan Dokter 100 % PJ


dokter kecil dan ketrampilan dokter kecil dari 1orgx60.000=
kecil 43 SD/MI 60.000
Ketua
1orgx55.000=
55.000
Sekre
1orgx50.000=
50.000
Anggt
7orgx45.000=
315..000
Snack
225orgx5.000=
1.125.000
Mkn
225orgx10.000
= 2.250.000
ATK 250.000
FC 75.000
Upaya
No Kebutuhan
Kesehata Kegiatan Tujuan Sasaran Target
. Dana
n
k. Pelatihan Meningkatnya pengetahuan 30 kader 100 % PJ
kader dan ketrampilan kader kesehatan 1orgx60.000=
kesehatan kesehatan remaja remaja 60.000
remaja dari 10 Ketua
SMP/MT 1orgx55.000=
s& 55.000
SMA/M Sekre
A/SMK 1orgx50.000=
50.000
Anggt
7orgx45.000=
315..000
Snack
30orgx5.000=
300.000
Mkn
30orgx10.000=
600.000
ATK 250.000
FC 75.000

l. Pembinaan Meningkatnya status Pekerja di 80 % PJ


UKK kesehatan pekerja wilayah 1orgx60.000=
Puskesma 60.000
s Ketua
Sambong 1orgx55.000=
55.000
Sekre
1orgx50.000=
50.000
Anggt
7orgx45.000=
315..000
Snack
30orgx5.000=
300.000
Mkn
Upaya
No Kebutuhan
Kesehata Kegiatan Tujuan Sasaran Target
. Dana
n
30orgx10.000=
600.000
ATK 250.000
FC 75.000

m. Pembinaan Meningkatnya kesehatan di 75 100 % -


sekolah sehat lingkungan sekolah sekolah

n. Monitoring Termonitornya dan Program 100 % PJ


dan evaluasi terevaluasinya semua kegiatan 1orgx2x60.000
program kegiatan PKM PKM = 120.000
yang dijalankan Ketua
1orgx2x55.000
= 110.000
Sekre
1orgx2x50.000
= 100.000
Anggt
7orgx2x45.000
= 630..000

5 KESLIN a. Sosialisasi Semua karyawan Seluruh 100 % Snack


G program mengetahui akan arti karyawan 51orgx15.000=
tingkat penting kesling puskesma 765.000
puskesmas s
tentang
kesling
Upaya
No Kebutuhan
Kesehata Kegiatan Tujuan Sasaran Target
. Dana
n
b. Sosialisasi Semua linsek mengetahui Linsek ( 100 % Snack
program program kesling 6 desa ) 15orgx15.000=
kesling linsek 225.000

c. Pendataan : Semua kegiatan program Linsek ( 100 % Transport 2


TTU, TPM, kesling terdata 6 desa ) orgx20.000x12
IRT, IS =1.680.000
rumah

d. Pembinaan : Semua kegiatan kesling Linsek ( -


TTU terbina 6 desa ) 78 %
TPM 80 %
IRT 80 %
IS rumah 70 %

e. Pengambilan Semua sampel PDAM Linsek ( 100 % 1orgx2x12x20.


sampel air yang ada di desa di periksa 2 desa ) 000=480.000
minum ke laboratorium
PDAM dan
rumah
(sambungan
rumah).
f. Monitoring Semua kegiatan program Hasil 100 % Snack
dan evaluasi kesling termonitor dan kegiatan 51orgx4x10.00
hasil kegiatan terevaluasi program 0= 2.040.000
program kesling
kesling

6 UKS a. Sosialisasi Kerjasama lintas program Pimpinan 100 % 51 org x 5.000


Upaya
No Kebutuhan
Kesehata Kegiatan Tujuan Sasaran Target
. Dana
n
dan kordinasi scr intern dan staf = 255.000
program UKS puskesma (snack)
s

b. Pendataan Semua siswa tercakup dlm Semua 100 % 1 org x 75


jumlah siswa pendataan sekolah sekolah x
sekolah pd jumlah 75 20.000 =
tahun ajaran sekolah 1.500.000
baru

c. Penjaringan Semua terjaring dengan Semua 100 % 2 org x 75 sklh


kesehatan hasil yg akurat siswa x 20.000 =
siswa kelas 1 kelas 1 3.000.000
SD/MI, tercakup
TK/RA, kelas
1 SLTP/MTs,
kelas 1
SLTA/SMK/
MA meliputi
kesehatan
umum,
kesehatan
gigi & mulut,
NAPZA.

d. Penyuluhan Semua siswa mengikuti Semua 30 % 2 org x 10 sklh


KRR & penyuluhan dan mampu siswa x 20.000 =
NAPZA memahami serta SLTP & 400.000
menerapkan dlm kehidupan SLTA
sehari - hari

e. Penyuluhan Semua siswa dpt mengikuti Semua 100 % 2 org x 43


Upaya
No Kebutuhan
Kesehata Kegiatan Tujuan Sasaran Target
. Dana
n
kesehatan penyuluhan, mampu siswa sekolah x
gigi & mulut, memahami dan SD/MI 20.000 =
gizi, PHBS. menerapkan dlm kehidupan 1.720.000
sehari hari.

f. Pelatihan cuci Semua siswa dpt mengikuti SD 3 100 % 468 siswa x


tangan pakai penyuluhan, mampu Getasrabi 20.000 =
sabun dan memahami dan SD 5 9.360.00
cara sikat gigi menerapkan dlm kehidupan Klumpit (sikat gigi,
yg benar. sehari hari. SD 1 gelas kumur,
Sambong pasta gigi)
MI Al
Huda 2
SD 2
Besito

g. PHBS Semua sekolah tercakup Semua 100 % 2 org x 75


Sekolah dlm PHBS sekolah sekolah sekolah x
jumlah 75 15.000 =
2.250.000

h. Pemeriksaan Semua siswa tercakup dlm Semua 80 % 2 org x 75


kesehatan pemeriksaan berkala siswa sekolah x
Upaya
No Kebutuhan
Kesehata Kegiatan Tujuan Sasaran Target
. Dana
n
siswa sekolah TK/RA 20.000 =
dari TK / RA, s/d 3.000.000
SMP / SLTA/M
MTs,SLTA A/SMK
/MA/SMK

i. Lomba dokter SD/MI yg mewakili SD/MI 100 % 2 org x 25.000


kecil (LCC) yang = 50.000
mewakili

j. Pelatihan Meningkatnya pengetahuan Siswa 100 % 2 org x 43


dokter kecil dan ketrampilan dokter SD/MI yg sekolah x
kecil. mewakili 10.000 =
860.000

k. Lomba SD/MI s/d SD/MI 100 % 2 org x 3


sekolah sehat SLTA/MA/SMK yg s/d sekolah x
(LSS) mewakili SLTA/M 20.000
A/SMK =120.000
yg
mewakili

l. BIAS Semua siswa SD/MI kelas Siswa 100 % 2 org x 20.000


1 s/d 3 tercakup imunisasi SD/MI x 43 sekolah =
kelas 1 1.720.000
s/d 3
Upaya
No Kebutuhan
Kesehata Kegiatan Tujuan Sasaran Target
. Dana
n
m. Monitoring Monitoring dan evaluasi Semua 100 % 10 org x 10.000
dan evaluasi terlaksana dengan hasil program = 100.000
program UKS optimal kegiatan
UKS
BAB VI
PENUTUP

Pedoman Manual Mutu Puskesmas Sambong ini disusun sebagai dasar pedoman untuk
mengatasi masalah kesehatan yang ada di wilayah kerja Puskesmas sambong baik upaya kesehatan
wajib, upaya kesehatan pengembangan, maupun upaya kesehatan penunjang.
Dengan demikian puskesmas dapat menyelenggarakan upaya kesehatan secara efektif dan
efisien demi mencapai tujuan yang telah ditetapkan di tahun berikutnya.

Sambong, Februari 2016


Disyahkan : Tim Mutu Manajemen
Kepala UPTD Puskesmas Sambong Ketua

Joko Budi HS., S.Kep,NS,M.Si dr. Radik Setyo H.


NIP. 19691105 199005 1 004 NIP.