Anda di halaman 1dari 3

LI 5 DAN 6

5. KAPASITAS PARU-PARU
Volume paru-paru manusia sangat terbatas sehingga hanya dapat menghirup udarasebatas kapasitas paru-
paru. Volume paru-paru setiap manusia berbeda-beda sesuaidengan ukuran paru-paru, kekuatan, dan cara
bernapasnya. Jika kita bernapas secaranormal, maka udara yang kita hirup dan dihembuskan ada
sebanyak 0,5 liter. Volume udara sebanyak itu disebut udara pernapasan atau udara tidal. Jika setelah
bernapas normal, maka udara dari luar masih dapat kita hirup sedalam-dalamnya masuk ke paru-paru,
udara demikian disebut udara komplementer. Volume udara komplementer ada sebanyak 1,5 liter. Begitu
juga bila setelah bernapas normal ternyata kita masih dapat mengeluarkan udara dari dalam paru-paru
dengan cara menghembuskan napas sekuat-kuatnya, maka udara yang dikeluarkan itu disebut udara
suplementer. Volume udara suplementer ada sebanyak 1 liter.Pada saat kita mengembuskan napas sekuat-
kuatnya, di dalam paru-paru tetap masihada udara sebanyak 1 liter. Udara demikian disebut udara sisa
atau udara residu. Jika kita bernapas sedalam-dalamnya dan mengembuskan sekuat-kuatnya, maka
volumeudara yang masuk dan keluar adasebanyak 3,5 sampai 4 liter. Volume udara sebanyak itu disebut
kapasitas vital paru-paru. Kapasitas vital paru-paru meliputi udarapernapasan, udara komplementer, dan
ada udara suplementer. Daya tampang maksimal paru-paru (kapisitas total paru-paru) ada sebanyak lebih
kurang 5 liter.Kapasitas total paru-paru meliputi kapasitas vital paru-paru ditambah dengan udara residu.

TABEL. KAPASITAS PARU-PARU MANUSIA


1 Udara pernapasan tidal 1,5 liter
2 Udara komplementer 1,5 liter
3 Udara suplementer 1,5 liter
4 Udara kapasitas vital paru-paru 4 liter
5 Udara kapasitas total paru-paru 5 liter
6 Udara residu paru paru 1 liter
Jadi, pengertian masing-masing istilah di atas dapat kita rangkum sebagai berikut:
a. Udara tidal/udara pernapasan: volume udara saat kita bernapas secara normal (0,5lt).
b. Udara komplementer: volume udara dari luar yang masih dapat kita hirupsedalam-dalamnya
(dimasukkan secara maksimal), setelah bernapas normal (1,5 lt).
c. Udara suplementer: volume udara dari dalam paru-paru yang dapat kitakeluarkan dengan
menghembuskan napas sekuat-kuatnya (dapat dikeluarkansecara maksimal), setelah bernapas
normal (1 lt).d.
d. Udara residu: volume udara sisa yang ada di dalam paru-paru, setelahmengembuskan napas
sekuat-kuatnya (setelah mengeluarkan nafas/ekspirasimaksimal) (1 lt).e.
e. Kapasitas vital paru-paru: Volume udara yang dapat dikeluarkan semaksimalmungkin setelah
melakukan inspirasi semaksimal mungkin juga. Meliputi udaratidal, udara komplementer, dan
udara suplementer (3,5-4 lt).f.
f. Kapasitas total paru-paru: Volume udara yang dapat ditampung paru-parusemaksimal mungkin.
Meliputi kapasitas vital paru-paru ditambah dengan udararesidu (±5 lt).

6. Bagaimana mekanisme pernapasan manusia

Proses Pernapasan Manusia


Perjalanan Udara Saat Seorang Bernapas
Pernapasan hanya bagian dari proses membawa oksigen ke tempat yang membutuhkan dalam tubuh.
Setelah oksigen masuk paru-paru, apa yang terjadi?
1. Oksigen memasuki aliran darah dari alveoli, kantung-kantung kecil di paru-paru dimana
pertukaran gas berlangsung (Gambar di bawah). Transfer oksigen ke dalam darah melalui difusi
sederhana.
2. Darah kaya oksigen kembali ke jantung.
3. Darah yang kaya oksigen kemudian dipompa melalui aorta, arteri besar yang menerima darah
langsung dari jantung.
4. Dari aorta, darah yang kaya oksigen melakukan perjalanan ke arteri yang lebih kecil dan,
akhirnya, ke kapiler, tipe terkecil dari pembuluh darah.
5. Molekul-molekul oksigen bergerak, oleh difusi, keluar dari kapiler dan masuk ke sel-sel tubuh.
6. Saat oksigen bergerak dari kapiler dan masuk ke sel-sel tubuh, karbon dioksida bergerak dari sel
ke kapiler.
7. Karbon dioksida dibawa, melalui darah, kembali ke jantung dan kemudian ke paru-paru.
Kemudian dilepaskan ke udara selama pernafasan.

Urutan saluran pernapasan adalah sebagai berikut: rongga hidung > faring > trakea >
bronkus > paru-paru (bronkiolus dan alveolus).

pernapasan pada manusia dimulai dari hidung. Udara yang diisap pada waktu menarik
nafas (inspirasi) biasanya masuk melalui lubang hidung (nares) kiri dan kanan selain melalui
mulut. Pada saat masuk, udara disaring oleh bulu hidung yang terdapat di bagian dalam lubang
hidung.

Pada waktu menarik napas, otot diafragma berkontraksi. Semula kedudukan diafragma
melengkung keatas sekarang menjadi lurus sehingga rongga dada menjadi mengembang. Hal ini
disebut pernapasan perut. Bersamaan dengan kontraksi otot diafragma, otot-otot tulang rusuk
juga berkontraksi sehingga rongga dada mengembang. Hal ini disebut pernapasan dada.

Akibat mengembangnya rongga dada, maka tekanan dalam rongga dada menjadi
berkurang, sehingga udara dari luar masuk melalui hidung selanjutnya melalui saluran
pernapasan akhirnya udara masuk ke dalam paru-paru, sehingga paru-paru mengembang.

Setelah melewati rongga hidung, udara masuk ke kerongkongan bagian atas (naro-
pharinx) lalu kebawah untuk selanjutnya masuk tenggorokan (larynx).Setelah melalui
tenggorokan, udara masuk ke batang tenggorok atau trachea, dari sana diteruskan ke saluran
yang bernama bronchus atau bronkus. Saluran bronkus ini terdiri dari beberapa tingkat
percabangan dan akhirnya berhubungan di alveolus di paru-paru.

Udara yang diserap melalui alveoli akan masuk ke dalam kapiler yang selanjutnya
dialirkan ke vena pulmonalis atau pembuluh balik paru-paru. Gas oksigen diambil oleh darah.
Dari sana darah akan dialirkan ke serambi kiri jantung dan seterusnya.

Selanjutnya udara yang mengandung gas karbon dioksida akan dikeluarkan melalui
hidung kembali. Pengeluaran napas disebabkan karena melemasnya otot diafragma dan otot-otot
rusuk dan juga dibantu dengan berkontraksinya otot perut. Diafragma menjadi melengkung ke
atas, tulang-tulang rusuk turun ke bawah dan bergerak ke arah dalam, akibatnya rongga dada
mengecil sehingga tekanan dalam rongga dada naik. Dengan naiknya tekanan dalam rongga
dada, maka udara dari dalam paru-paru keluar melewati saluran pernapasan.

Ringkasan Mekanisme Pernapasan Manusia


Mekanisme pernapasan mengikuti Hukum Boyle yang menyatakan bahwa tekanan dan volume memiliki
hubungan terbalik.
Proses inhalasi terjadi karena peningkatan volume paru-paru (kontraksi dan ekspansi dada
dindingdiafragma) yang mengakibatkan penurunan tekanan paru-paru dibandingkan dengan atmosfer,
dengan demikian, udara bergegas pada jalan nafas.
Proses pernafasan terjadi karena adanya elastisitas dari jaringan paru-paru yang menyebabkan penurunan
volume ini, sehingga peningkatan tekanan dibandingkan dengan atmosfer, dengan demikian, udara
bergegas keluar dari jalan napas.
Tidak ada kontraksi otot selama pernafasan, itu dianggap sebagai proses pasif.
Paru-paru dilindungi oleh lapisan jaringan disebut sebagai pleura viseral dan pleura parietal, ruang
intrapleural mengandung sejumlah kecil cairan yang melindungi jaringan dengan mengurangi gesekan.
Oksigen memasuki paru-paru, kemudian melewati alveoli dan ke dalam darah. Oksigen dibawa ke
seluruh tubuh dalam pembuluh darah.
Karbon dioksida bergerak ke kapiler darah dan dibawa ke paru-paru akan dilepaskan ke udara selama
pernafasan.