Anda di halaman 1dari 6

TUGAS REKAYASA LINGKUNGAN

HUBUNGAN LINGKUNGAN DENGAN KONSTRUKSI


Dosen : Liza Evianti Tanjung, ST, M.Eng

D
I
S
U
S
U
N

OLE H :

Delva Enzelya Adila Lubis 1607210100


Wasis Priyambodo 1607210037
Muhammad Yusril Chair 1607210067
Muhammad Akbar 1607210224
Abdi Kesuma 1607210043

PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA
2018
1. DEFINISI LINGKUNGAN
Lingkungan adalah segala sesuatu yang ada di sekitar manusia yang
mempengaruhi kehidupan manusia baik secara langsung maupun tidak langsung.
Lingkungan sendiri terdiri atas dua jenis, yaitu:
a. Lingkungan biotik: lingkungan yang terdiri atas makhluk hidup yang
bergerak. Contoh: manusia, hewan, dan tumbuhan.
b. Lingkungan abiotik: lingkungan yang terdiri atas benda yang tiak
hidup. Contoh: tanah, air, api, dan udara.
Manusia harus cermat dalam melakukan pembangunan agar lingkungan di
sekitar tidak rusak atau pun mati. Sebab, lingkungan sangat berpengaruh secara
langsung atau pun tidak langsung kepada manusia.
Banyak sekali kasus pencemaran atau kerusakan lingkungan akibat
pembangunan. Banjir, longsor, air sungai yang terkena limbah, rusaknya
pepohonan di hutan, spesies hewan yang nyaris punah karena daerahnya dirusak
adalah beberapa diantaranya. Oleh karenanya, manusia harus benar-benar
memperhatikan lingkungan sekitarnya agar tidak timbul hal-hal yang telah
disebutkan sebelumnya. Pembangunan yang baik adalah pembangunan yang tidak
merusak lingkungan sekitar.

2. JALAN TOL
Jalan tol (di Indonesia disebut juga sebagai jalan bebas hambatan) adalah
suatu jalan yang dikhususkan untuk kendaraan bersumbu dua atau lebih (mobil,
bus, truk) dan bertujuan untuk mempersingkat jarak dan waktu tempuh dari satu
tempat ke tempat lain.
Untuk menggunakan fasilitas ini, para pengguna jalan tol harus membayar
sesuai tarif yang berlaku. Penetapan tarif didasarkan pada golongan kendaraan.
Bangunan atau fasilitas di mana tol dikumpulkan disebut sebagai pintu tol, rumah
tol, plaza tol atau di Indonesia lebih dikenal sebagai gerbang tol. Bangunan ini
biasanya ditemukan di dekat pintu keluar, di awal atau akhir dan ketika Anda
memasuki suatu jalan layang (fly-over).
Salah satu contoh pembangunan jalan tol di Indonesia adalah Jalan Tol
Medan-Binjai. Proyek Tol Medan-Binjai merupakan bagian dari 8 ruas tol Trans
Sumatera. Tol ini memiliki total panjang 25,4 kilometer, dengan nilai investasi
diperkirakan mencapai Rp 1,57 triliun. Pemerintah telah menunjuk PT Hutama
Karya (Persero) untuk membangun tol ini. Tol ini diharapkan bisa meningkatkan
geliat industri di Sumatera Utara, karena bisa menghubungkan Kota Medan
langsung ke Pelabuhan Belawan. Pintu tol direncanakan berjumlah 3 pintu, 2 arah

dengan 3 jalur pada masing-masing arah dengan desain kecepatan maksimum 100
km/jam.

Peresmian pembangunan jalan tol ini dilakukan pada 10 Oktober 2014


oleh Menko Perekonomian Chairul Tanjung, sedangkan ground breaking
dilaksanakan Presiden Joko Widodo pada 27 Januari 2015. Pembangunan jalan tol
ini direncanakan berlangsung 3 tahun.

Jalan tol Medan-Binjai akan membagi beban kendaraan dengan Jalan


Medan-Binjai yang merupakan salah satu ruas terpadat dalam Jalan Raya Lintas
Sumatera yang menghubungkan Medan dan Banda Aceh. Jalan tol ini akan
menyambung dengan Jalan tol Belmera yang telah ada sebelumnya di sekitar
pintu tol Tanjung Mulia, lalu menyusuri kawasan Medan Helvetia, Sei Semayang
dan sampai ke jalan lingkar luar kota Binjai sebagai titik akhir.

Keberadaannya penting untuk mendukung lalu lintas barang dan orang


antara Medan dan Binjai. Sebagai alternatif jalur kendaraan, diharapkan dapat
mengurangi beban pada jalur yang sudah ada dan mempermudah akses serta
meningkatkan keterhubungan. Dengan demikian, jalan tol ini dapat berkontribusi
pada pengembangan kawasan dan pertumbuhan ekonomi daerah tersebut.
Berikut adalah dampak positif dan negatif dari pembangunan jalan tol :
2.1. Dampak Pembangunan Jalan Tol Terhadap Sosial Budaya
Dampak Positif:
• Jalan umum banyak sekali memiliki hambatan seperti kemacetan, maupun
jalan banyak yang berlubang. Hal tersebut menyebabkan perusahaan
merugi karena barang yang terlambat dikirim, apalagi yang muatannya
adalah sayur atau buah yang memiliki batas waktu maksimum. Dalam hal
ini, jalan tol mempercepat $aktu perjalanan kendaraan.
• Jalan tol sangat menguntungkan dan memudahkan pengiriman arus barang
dan jasa sehingga bisa dipastikan akan memicu percepatan pembangunan
di daerah-daerah sekitarnya dalam peningkatan dibeberapa sector usaha
seperti pariwisata. Dengan dibukanya jalur tersebut akan berdampak pada
kunjungan wisatawan Sederhananya dengan meningkatnya jumlah
kunjungan wisatawan akan disusul dengan meningkatnya perekonomian
masyarakatnya.
• Jalan tol menambah keindahan di alam Indonesia dan membuat Indonesia
tidak tertinggal jauh dari Negara-Negara maju.
• Tidak ada kemacetan sehingga SDM meningkat.

Dampak Negatif :
Dengan dibangun jalan tol maka waktu akan cepat sehingga masyarakat
menjadi individualisme terhafdap lingkungan.

2.2. Dampak Pembangunan Jalan Tol Terhadap Jumlah Penduduk


Dampak Positif:
• Pembangunan jalan tol mampu melancarkan transportasi yang terputus,
mengurangi kemacetan, dan membantu aktivitas rakyat di bidang
transportasi. Hal itu menyebabkan pertumbuhan ekonomi dapat meningkat
secara merata sehingga pertumbuhan masyarakat juga bertambah.
• Pembangunan ini juga membantu membuka lapangan pekerjaan yang
dapat diandalkan di Indonesia seperti contoh dalam pengoperasian jalan tol
membutuhkan operator yang bergatian selama 24 jam.
Dampak Negatif :
• Masyarakat yang semula memiliki sawah menjadi tidak memiliki karena
digusur untuk jalan tol
• Masyarakat tidak memiliki lahan pertanian
• Dengan dibangun jalan tol maka penghasilan penduduk sekitar akan
menurun.

2.3. Dampak Pembangunan Jalan Tol Terhadap Cuaca/Iklim


 Merusak ekosistem lingkungan
 Mengurangi daerah resapan air
 Tumbuhan yang berada di dalamnya akan mati
 Pemanasan global akan semakin meningkat

3. PEMBANGUNAN JALAN TOL RAMAH LINGKUNGAN


Pembangunan di wilayah-wilayah resapan air seperti pinggir sungai dan
daerah berawa yang ditimbun tanah, membuat semakin berkurangnya daerah
resapan air untuk menampung volume air yang tinggi ketika musim
penghujan.
Salah satu pembangunan yang tidak memerhatikan dampak lingkungan adalah
pembangunan jalan tol.pembangunan jalan tol tersebut telah mengorbankan
ribuan hektar lahan persawahan yang akan berdampak pada ketersediaan
bahan pangan, serta hilangnya ribuan hektar lahan daerah resapan air yang
potensial mengakibatkan banjir dan kekeringan yang hebat. Selain itu, tidak
dapat dihindari pula, matinya beragam usaha maupun bisnis masyarakat di
jalur lama, seperti rumah makan ataupun pedagang oleh-oleh. Hal ini
disebabkan kendaraan lebih memilih melewati jalan tol ketimbang jalan lama.
Karenanya, kita kembali mengingatkan semua pihak, khususnya
pemerintah, untuk benar-benar memperhitungkan faktor lingkungan dalam
pembangunan, terutama di kota-kota besar. Seperti membangun infrastruktur
yang ramah lingkungan. Hal tersebut salah satunya dengan membuat peredam
suara (sound barrier), sehingga tidak mengakibatkan kebisingan saat
kendaraan melintas. Selain itu, melakukan pemilihan trase jalan untuk
menghindari zona hijau agar sawah dan lahan pertanian tidak terganggu.