Anda di halaman 1dari 11

TUGAS ANALISIS LAPORAN KEUANGAN

ANALISIS LAPORAN KEUANGAN TERHADAP KINERJA


MANAGEMEN PERUSAHAAN (PT SENTUL CITY .Tbk)

Disusun oleh

Andre Kusuma
(170810301132)

S1 AKUNTANSI
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS JEMBER
2018
TINJAUAN ANALISIS LAPORAN KEUANGAN 2015 - 2016
BERDASARKAN ANALISIS KOMPARATIF, COMMON SIZE ,
DAN ANALISIS RASIO
A. Analisis Komparatif
Alisis komparatif digunakan untuk melihat pebandingan masing -
masing pos pada laporan keuangan yang bertujuan untuk memperoleh
gambara prediksi atas pergerakan komponen laporan keuangan pada masa
yang akan datang. Dengan analisis dampak pada perubahan serta
pergerakan masing masing akun pada laporan keuangan yang dianalisis
Pada sisi Laporan Posisi Keuangan Perusahaan Sentul Cit y Tbk
dapat dilihat terjadi peningkatan pada sisi aset perusahaan khususnya
pada pos investasi .Hal ini memiliki indikasi bhawa pada tahun 2016
perusahaan berfokus pada peningkatan modal investai yang dimilki untuk
ekpektasi pemrolehan keuantungan dimasa depan yang lebih besar. hal ini
mempunyai indikasi bahwa peningkatan penanaman modal invesatai
disanai oleh aset keuangan lancara selain kas tercermin pada mutasinya
yang berkurang secara persentase sebesar -74,5% .Disamping itu pada
periode 2016 terjadi peningkatan kas perusahaan yang mencapai 100%
yang diakibatkan salah satunya yaitu pembayaran piutang ,penambahan
atas hutang bank dari jangka pendek maupun jangka panjanagnya .Akan
tetapai penambahan kas ini juga bisa dinilai sebagai peningkatan prestasi
atau pencapaian darai kesuksesan kegiatan operasional perusahaan pada
tahun 2016 .Hal ini juga didukung dengan tercerminya peningkatan pajak
penghasilan yang hasrus dibayar sebesar 100% dengan indikasi bahwa
laba yang diperoleh perusahan meningkata seacra signiikan pada atahun
2016. Pada sisi modal atau equitas juga dapat dilihata terjadi peningktan
pada saldo laba perusahaan pada tahun 2016 sebagai akibat dari
peningktan laba perusahaan pada tahun terkait
Dari sisi laba rugi pe rusahann merupakan dudkungan atas
statement analsisi dari lapoan posisi euangan dimana pada laporan laba
rugi dapat dilihat bahwa terjadi peningkatan prestasi penjualan
perusahaan mencapai (116%) diimbangi dengan peningkatan BPP sebesar
42% sehingga dapat disimpula kan kegiatan operasional perusahan terkait
dengan pemrolehan pendapatan berkembang dan efisien pada tahun 2016.
Disamping itu juga jika kita melihat perubahan atas biaya yang
dikeluarkan oleh perusahaan dapat disimpulan pula bahwa peningkatan
pencapaian pendapatan tidak diiringi oleh peningkatan pada segi biaya
yang dikeluarkan sehingga perolehan laba pada tahun tersebut dapat
secara optimal diperoleh oleh perusahaan .Pada perbandingan perolehan
laba pada tahun 2015 dan 2016 dapat dilihat terjadi peningkata n sebesar
812% pada tahun 2016 dimana terjadi peningkatan 8 kali lipat dari tahun
sebelumnay yang hanya Rp. 61.673.665.333 menjadi 500 miliar lebih
B. Analisis Common Size
Analisis Common Size digunakan untuk melihat seberapa besar
proporsi suatu rekening dalam laporan keuangan terhadap rekening yang
ditetapkan sebagai pembanding .
LAPORAN LABA RUGI (PT SENTUL CITY Tbk)
Pada laporan laba rugi PT Sentul City Tbk analisis ini
menunjukkan persentase/ proporsi pencapaian laba bersih terhadap
penjualan yang dicapai oleh perusahaan.Pada tahun 2015 perusahaan
memcapai prestasi penjualan sampai dengan Rp. 559.801.139.534 dengan
tingkat pecapaian laba tahun berjalan 11,017% dari penu alan yang
dicapai. Pembengkakan beban atas perolehan laba tersebut terjadi pada
beban administrasi perusahaan yang mencapai 34% dan beban keuangan
yang mencapai 29% dari penjualan yang dicapai , meskipun sudah
ditunjang dengan pendapatan operasi lainya seb esar 63% akan tetapi
beban yang terjadi dinilai sangat besar dan tidak sebangding dengan laba
yang dipeoleh . Hal ini dapat dibandingkan dengan perolehan
peningkatan pendapatan pada tahun 2016 sebesar Rp. 1.206.574.998.918
dengan perolehan laba tahun berja lan 46,6% .Pada tahun ini dengan
penge
Pengeluaran dari beban administrasi yang terjadi secara nominal
sama tapi dalam perolehan laba dan penjualan yang terjadi meningkat
secara drastis sehingga kinerja perusahaan jika diniali dari efisiensi
biaya dan perolehan penjualan dalam kegiatan operasionalnya sangat
efisien .Meski pendapatan operasi lainya pada tahun ini tidak sebeasr
tahun sebelumnya tapi hal itu tidak berpengaruh besar terhadap
profitabilitas perusahaan pada tahun 2017 . Analisis Common Size ini
menunjukkan efisiensi penggunaan biaya (meskipun secara angka tidak
jauh berbeda ttapi secara kontribusi biaya dibanding pencapainan
penjualan pada tahun terkait jauh berbeda) terhadap peningkatan
penjualan dalam kegiatan operasional terwujud dan tercapai s ecara
optimal sehingga perolehan laba yang didapatakan menjadi optimal.
LAPORAN POSISI KEUANGAN (PT SENTUL CITY Tbk)
Dengan menggunakan Analisis Common Size dapat dilihat bahwa
proporsi masing masing aset pada sisi aset laporan posisi keuangan
adalah sebagai berikut : Proporsi pada sisi aset lancar didominasi oleh
banyaknya persediaan pada perusahaan tersebut sebesar 18,76% pada
tahun 2015 dan 19,33% pada tahun 2016. Dengan total aset lancar
sebesar Rp.4.191.414.243.140 pada tahun 2015 dan Rp.
4.019.040.145.498 pada tahun 2016. Pada sisi aset tetap didominasi oleh
aset tanah perusahaan dengan porsentase d ari total aset yang dimiliki
senilai 50% . Pada bagian Liabilitas pada perusahaan sentul didominasi
oleh uang muka pelanggan pada bagaian liabilitas ja ngaka panjang.
Proporsi modal yang didapat dari analisis ini didapat bahwa proporsi
modal PT SENTUL CITY Tbk paling banyak pada modal dasar pada
saham perusahaan .
C. Analisis Ratio
Analisis rasio keuangan adalah pengamatan indeks pada laporan
keuangan seperti neraca, laporan laba rugi, dan laporan arus kas dengan
tujuan untuk menilai kinerja keuangan suatu perusahaan. Analisis ini
digunakan untuk memberikan informasi mengenai posisi keuangan dan
kinerja perusahaan yang dapat dijadikan sebagai pedoman dalam
mengambil keputusan bisnis.
1. Rasio Likuiditas
Berdasarkan data pada tabel diatas dapat dilihat bahwa terjadi
penurunan hampir semua rasio likuiditas kecuali pada rasio lancar .
 Rasio Lancar yang mengalami keniakan sebesar 11% pada periode
2015-2016 sehingga dapat dikatakan kemampuan perusahaan untuk
melunasi hutang jangka pendeknya dengan asset lancar yang dimiliki
pada periode terkait semakin kuat pada periode 2015-2016 hal ini
menunjukkan pengoptimalan penggunaan dan pengalokaasian asset
lancar yang dimiliki sebagai pendorong kegiatan operasional
perusahaan pada periode terkait dan pengelolahan dana atas sumber
permodalan dengan sumber hutang jangka pendek dapat diatur pada
batas normal kemampuan perusahaan untuk melunasi hutang tersebut
. Kenaikan pada angka rasio diakibatkan oleh kenaikan atas total
asset lancar yang dimiliki oleh perusahaan mulai dari tahun 20 15
sampai tahun 2016 dan penurunan kewajiban jangka pendek
perusahaan sehingg a dari data mutasi akun asset lancar dan
kewajiban jangka pendek dari tahun 2015 dan 2016 perusahaan
berusaha untuk mengoptimalkan alokasi asset lancar nya untuk
kegiatan operasionala guna meningkatkan kemampuan perusahaan
untuk membayar hutang jangka pend ek yang dimiliki ,akan tetapi
diimbangi dengan peningkatan asset lancar perusahaan . Hal ini dapat
diartikan bahwa terjadi peningkatan produktivitas atas pengolahan
asset lancar yang dimiliki oleh perusahaan dalam kegiatan
operasional mereka. Meskipun bigit u jika kita melihat pada rata rata
industri yang berlaku menyentuh angka 2,00 sehingga meskipun
terjadi peningkatan pengoptimalisasian aset atpi angkapa pada ratio
masih menunjukan hasil pada PT Sentul Cit y masih dibawah rata rata
industri yang berlaku
 Rasio Cepat : pada hasil perhitungan rasio cepat dapat dilihat bahwa
hasil dari perhitungan pada periode 2015 -2016 terjadi penurunan hal
ini menujukkan bahwa pelunasan hutang jangka pendek yang didanai
aset lancar masih tergantung pada adanya persediaan meskip un hasil
rasio lancar menunjukan peningkatan , perusahaan mengoptimalkan
penggunaan aset lancar secara keseluruhan bukan hanya persediaan
sehingga pada periode ini rasio cepat menunujukan peningkatan yang
berrati tanpa adanya persediaan perusahaan cukup ma mpu untuk
mendanai hutang jangka pendek mereka . Angka perhitungan ratio ini
masih menunjukan kemampuan perusahan masih dibawah rata rata
dengan patokan hasil sebesar 1,50.
 Rasio Kas : rasio ini menunjukan seberapa besar kas dan setara kas
yang tersedia untuk pelunasan hutang jangka pendek , dari data tabel
diatas menunjukaan penurunan ketersediaan kas untuk menunjang
pembiayaan terhadap hutang jangka pendek sebesar 7% pada periode
2015-2016 dan Rasio ini tidak menggambarkan secara penuh
kemampuan perusahaan untuk pembiayaan hutang karena dinilai
terlalu sempit. Pengaruhnya pada saat pembiayaan atas pelunasan
hutang perusahaan relatif kesulitan untuk melunasinya dengan kas
yang tersedia. Meskipun pada analisis sebelumnya sempat disinggung
terjadi peningkatan aset perusahan berupa kas akan tetapi
perhitungan rasio perusahan masih dibawah rata rata yaitu 0,50 pada
analaisis kas ratio
2. Rasio Solvabilitas
Rasio Solvabilitas digunakan untuk menilai kemampuan perusahaan
dalam melunasi semua kewajibannya baik jangka p endek maupun jangka
panjang dengan jaminan aktiva atau kekayaan yang dimiliki perusahaan
hingga perusahaan tutup atau dilikuidasi (Fred Weston yang dikutip oleh
Kasmir).
 Debt To Assets Rasio :Rasio ini menilai seberapa layak perusahaan
menerima pembiayaan atas hutang dengan jaminan aset yang dimiliki
,dalam tabel menujukan bahwa Besaran hutang hanya bisa dijamin
oleh perusahaan dengan 41% total asset nya dan semakin memburuk
pada tahun 2016 pada angka 37%.Hal ini dikarenakan Terjadi
pelunasan beberapa pinja man perusahaan dari tahun 2015 -2016 .
Dengan melihat bahawa rata rata industri pada analisis ini sebesar
0,35 maka hasil analisis ini menunjukan masih besar nya
ketergantungan perusahaan atas pembiayan hutang dalam keiatan
operasinya meskipiun hanya berbeda 0,02
 Debt To Equit y Ratio : Menunjukkan besaran proporsi modal
perusahaan untuk menjamin hutang yang ada ,dari data diatas dapat
dilihat bahwa proporsi modal yang digunakan untuk menjamin hutang
semakin menurun pada periode 2015 -2016 menurun sebesar 12%
sehingga dapat disimpulkan terjadi efisiensi pembiayaan hutang dari
modal perusahaan karena kemampuan likuiditas perusahaan pada
anlisis sebelumnya meningkat . Jika dibanding dengan ketergantungan
pada pembiayan hutang . kondisi pada rasio ini nustru menjukan hasil
bahwa perusahan dari segi modal mampu manjamin hutang yang dia
miliki dengan modal yang dia punya . hal ini bisa dilihat bahwa hasil
rasio menunjukkan angka dibawah 0,90
 Long Term Debt To Equit y Ratio : Menggambarkan p roporsi modal
sebagai jaminan hanya untuk hutang jangka panjang yang dimiliki
pada hasil analisis menunjukan pada periode 2015 -2016 kondisi rasio
mebaik 2 %
 Current Debt To Equit y : Dipakai untuk menunjukkan proporsi modal
yang digunakan untuk membiayai hutang lancar , semakin kecil
proporsi equitas yang digunakan maka kondisi perusahaan dikatakan
baik karena penanganan pembiayan hutang lancar bisa dibiayaan oleh
pembiayaan atas asset lancar sehingga tidak diperlukan dana dari
modal untuk pelunasan hutang lancaryang dimiliki ole h perusahaan

3. Rasio Aktivitas
Rasio aktivitas digunakan untuk mengukur seberapa
efektifperusahaan menggunakan sumber daya yang dimiliki untuk
menciptakan suatu penjualan guna meningkatkan kemampuan finansial
perusahaan :
 Rasio Perputaran Piutang : Diguna kan untuk menggambarkan arus
piutang dagang yang timbul akibat dari aktivitas penjualan kredit
yang dilakukan oleh perusahaan ,dalam data tabel rasio meningkat
pada tahun 2015 -2016 sebesar 62% akibat dari naiknya angka
penjualan pada tahun 2016 , Hasil dari analisis ini masih menunjukan
perputaran piutang perusahan dibawah rata rata industri yang
memiliki angka rata rata 2,5 atau 250%
 Rasio Perputaran Modal Kerja :Menggambarkan kinerja perusahaan
untuk menggunakan modal kerja yang dimiliki guna menilai aktivitas
bisnis terhadap kelebihan aseet lancarnya dengan liabilitas lancar
atas banyaknya penjualan (dalam rupiah) yang dapat diperoleh
perusahaan untuk tiap rupiah modal kerja, pada PT Sentul Cit y Tbk
pemanfaatan modal kerja untuk menciptakan peningkat an
finansialnya meningkat pada periode 2015 -2016 sebesar 45% hal ini
menunjukkan pihak manajemen perusahaan menjaga efektivitas
kinerja akan tetapi ada beberapa faktor yang tidak bisa perusahaan
cegah seperti yang dipaparkan pada laporan keuangan bagian ti njau
keuangan menyebutkan faktor tersebut adalah kondisi ekonomi
nasional
 Rasio Perputaran Asset Tetap : perbandingan anatar penjualan dengan
aset tetap yang menggambarkan efektivitas dari aktivitas operasi
untuk memanfaatkan dana yang tertanam di aset tetap seperti pabrik
dan peralatan untuk meningkatakan angka penjualan guna
peningkatan kemampuan finansi al , dalam tabel data PT Sentul Cit y
Tbk menunjukan kemampuan dalam pemanfaatan dana aset tetap terus
membaik dari tahu n 2015 sampai pada tahun 2016 efektivitas
pemanfaatan dana yanga tertanama di asset t etap perusahaan terus
meningkat dari anagka 2,94 pad a tahun 2015 dan mengalami
peningkatan yang signifikan pada tahun 2016 mencapai 6,64 .Hasil
tersebut sudah menggambarkan keadaaa yang baik dari rasio ini
dimana rata rata industri masih diangaka 5,00
 Rata Rata Umur Piutang : Kolektivitas piutang menunjukk an
peningkatan dari tahu tahun ke tahun hal ini menunujukkan kebijakan
akan kolektivitas piutang dari pelanggan sudah cukup baik dan cocok
diterapkan pada kondisi dimana perusahaan beroperasi pada tahun
2015 angka rasio masih menunjukkan 358 hari untuk rat a rata
perusahaan mampu untuk menerima piutang yang diakibat oleh
aktivitas kredit akan tetapi pada tahun 2015 angka rasio meningkat
kualitasnya menjadi 288 hari .Hal ini menandakan penagihan piutang
menjadi lebih efisien meskipun masih terbilang cukup lam a .
 Rasio Perputaran Asset :menggambarkan seberapa beasr pemanfaatan
dana yang tertanam di seluruh aset yang dimiliki oleh perushaan
untuk menimbulkan stuan penjualan dari satuan aset yang
dimilikinya, pada PT Sentul Cit y Tbk menunjukkan Kondisi yang
cukup stabil dari tahun 2015 -2016 .Berbeda dengan pemafaatan aset
tetap perusahan , jika dinilai seacra keseluruhan kinerja perusahaan
kurang pada pemanfaatan aset tidak lancar yang dimilkinya yang
tercermin pada rasio ini dimana hasil nya masih dibawah angaka rata
rata indutri yaitu sebesar 2,00
4. Rasio Profitabilitas
Rasio Profitabilitas : Menunjukan Proporsi Laba bersih setelah
pajak yang dicapai perusahaan terhadap komponen terteu untuk menilai
kemampuan perushaan meciptakan atau memperoleh laba pada periode
kerja yang bersangkutan :
 Profit Margin : Menunjukkan prosporsi laba bersih yang dicapai
perusahaan dibanding nilai penjualan , rasio ini bisa sebagi
penggambaranb pembengkakan biaya yang terjadi pada periode
bersangkutan . Semakin besar hasil rasio maka pencapaian
perusahaan dan pengoptimalan biaya semakin baik . Pada data tabel
menunjukan peningkatan kemampuan perusahaan untuk menghasilkan
laba bersih dengan pengoptimalan biaya mencapai 47% pada peiode
2015-2016 . Selaras dengan hasil analsisi pada laporan laba rui
bahwa terdapat efisiensi biaya pada laporan tahun 2016 hal ini juga
tergambar pada hasil analisis ratio ini dimana angak menunjukan
hasil cukup jauh diatas rata rata industri yang hanya 0,20 sedangakan
ratio perusahan mencapai 0,47
 ROA : rasio ini menunjukan proporsi la ba yang dicapai oleh
perusahaan yang diukuroleh total total dana yang tertanam pada
Assets yang dimiliki oleh perusahaan .Data perhitungan analisis PT
Sentul Cit y Tbk menunjukan rata rata peningkatan rasio ini terjadi
pada tahun 2016 ,dengan peningkatan yang signifikan . Rasio ROA
pada tahun 2016 meningkat 4% dari tahun sebelumnya yang hanya
mempresentasikan pencapaian sebesar 1% .Hal ini diakibat kan oleh
peningkatan total aset yang dimiliki yang tidak diimbangi oleh
peningkatan pencapaian laba yang seimba ng sehingga penurunan
rasio terjadi . Pada perhitungan anaisis ini menunjukan hasil ratio
perusahan masih dibaeah arata rata industri yang ada sehingga dalam
hal pengolahan aset untuk pemrolehan laba kurang efektif
 ROI : Menggambarkan jumlah keuntungan yang dihasilkan dari
penanaman investasi yang dilakuakan oelh perusahaan sehingga dapat
memeberikan gambaran bahwa investasi yang dilakuakan dapat
memberikan keuntungan yang jangka panjang dan meningkata atau
hanya keuntungan jangka pendek dan peningkatan yang tidak
signifikan pada penanaman dana inveastasi yang dilakukan .R asio
ROI mengalami peningkatan yang cukup signifikan pada tahun 2016
sebesar 51% pada tahun 2016 yang mencapai 61% .Selaras juga pada
hasil analsisi komparatif pada laporan posisi keuangan perusahan
diman terlihat terjadi peningkatan atas investasi perusahan . Pada
ratio ini juga menggambarkan keuantungan atas peningkatan investasi
yang ditanamkan sangat baik . Dilihat dari hasil ratio mencapai lebih
dari rata rata industri yang berlaku yait u 0,30
 ROE : Menunjukan tingkatan return yang diperoleh oleh perusahaan
atas modal yang tertanam atau diinvestasikan , Sama dengan hasil
dari rasio profitabilitas lain penigkatan yang signifikan terjadi pada
tahun 2016 sebesar 7% dari angka 1% pada tahun 2015 yang berarti
pada tahun 2016 kinerja perusahaan dala m pencapaian laba
perusahaan mengalami peningkatan dan pemuasan akan kepentingan
pemegang saham di perusahaan mampu teartasi . Implikasi dari
peningkatan laba yang diperioleh tergambar pada hasil anal sisi ratio
ini dengan hasil mencapai 2x rata rata industri yang berarti
pencapaian laba perusahaan mengalami peningkatan dan pemuasan
akan kepentingan pemegang saham di perusahaan mampu teartasi
dengan sangat baik.