Anda di halaman 1dari 1

Dalam manifestasi klinis luka bakar digolongkan

dalam pengklasifikasian. Menurut Sunita Almatsia,


(2004) pengklasifikasian luka bakar adalah sebagai
berikut:
a. Kedalaman Luka Bakar
Pengaruh panas terhadap tubuh, di kenal dengan
“derajat luka bakar” I sampai dengan III
1) Derajat I
Adalah luka bakar dimana terjadi kematian pada
lapisan atas epidermis kulit disertai dengan
pelebaran pembuluh darah sehingga kulit
tampak kemerah-merahan
2) Derajat II
Adalah derajat luka bakar dimana terjadi
kerusakan epidermis dan dermis sedangkan
pembuluh darah dibawah kulit menumpuk dan
mengeras. Selain timbul warna kemerah-
merahan pada kulit juga timbul gelembung-
gelembung pada luka.
3) Derajat III
Adalah derajat luka bakar dimana terjadi
kerusakan seluruh epitel kulit (epidermis,
dermis, kutis) dan otot pembuluh darah
mengalami nombisit.
b. Luasnya Luka Bakar
Menurut Sunita Almatsia, (2004) Luasnya luka
bakar merupakan luasnya permukaan tubuh yang
terkena panas. Luka bakar dinyatakan dalam persen
luas tubuh untuk dewasa, perkiraan luas tubuh yang
terkena didasarkan pada bagian tubuh yang t yang
terkena menurut “rumus 9” (rule of nine) yang
dikembangkan walace (1940), yaitu:
1) Kepala 9 %
2) Tubuh bagian depan 18%
3) Tubuh bagian belakang 18%
4) Ekstremitas atas 18%
5) Ekstremitas kanan 18%
6) Ekstremitas kiri 18%
7) Organ genital 1%
Total 100%