Anda di halaman 1dari 14

MAKALAH KOMPLEMENTER 2

PIJAT REFLEKSI

OLEH:

1. Alifa Retno A.

2. Egha Dwi S.

3. Fitriyani Shinta D.

4. Pivin Ayunia Sari


5. Sri Muji L
6. Winda Herawati
7. Selvina Farida I.
8. Yuni Puji Astuti
9. Yana Dwi P
1. KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT atas rahmat hidayah dan inayah-Nya
sehingga kami dapat menyelesaikan tugas makalah sistem medis dan pengobatan tradisional
khususnya Pijat Refleksi. Penyusun berharap tulisan ini bisa memberikan wawasan luas untuk
memahami tentang kegunaan pijat refleksi. Selain itu penyusun berharap tulisan ini dapat
menjadi dasar pengantar dan pemenuhan materi perkuliahan ilmu sosial budaya dasar.

Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan tugas makalah ini masih jauh dari
kesempurnaan maka dari itu penulis mengharapkan kritik dan saran dari pembaca yang
bersifat sangat membangun, penulis mengharapkan demi kesempurnaan makalah ini dan
semoga tulisan ini bermanfaat bagi kita semua.

Akhir kata, kami ucapkan terima kasih pada semua pihak yang telah membantu
penyusunan tulisan ini. Semoga Allah SWT memberkati kita semua.
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar belakang

Sejak zaman purba manusia telah mengenal massage dengan berbagai macam
ragam bentuk dan cara penggunaanya. Hal ini dapat diketahui dari peninggalan-
peninggalan mereka yang berupa tulisan-tulisan atau benda-benda relief yang masih
ada hingga saat ini. Pengetahuan tentang massage tidak tercipta dari satu atau
beberapa zaman atau hasil ciptaan beberapa orang, tetapi adalah hasil dari pengalaman
pemikiran dan penelitian orang zaman ke zaman. Pijatan atau yang lebih dikenal
dengan massase ini memiliki beberapa jenis diantaranya massase untuk umum atau
yang biasa kita lakukan, massase kecantikan yang biasanya ada di salon-salon
kecantikan yang gunanya untuk merawat bagian tubuh agar terlihat lebih cantik
dengan pijatan, dan yang kita bahas sekarang adalah massase olahraga (sport massase)
yang biasa dilakukan Pada atltit atau olahragawan.

Pijat jenis ini dilakukan terutama di bagian tubuh yang banyak bekerja dengan
mempergunakan manipulasi pijatan shaking, tapotement, petressage, friction dan
stretching. Massage bagi atlet dilakukan di antara pertandingan dengan tindakan yang
diberikan saat istirahat di kamar ganti pakaian atau di bangku istirahat. Fokus pijatan
adalah tungkai atas, tungkai bawah, bahu dan tangan kiri kanan.

B. Rumusan Masalah

1. Apa definisi dari pijat refleksi?

2. Bagaimana cara kerja pijat refleksi?

3. Apa manfaat pijat refleksi?

4. Apa kerugian pijat refleksi?

5. Bagaimana panduan dalam pijat refleksi?

C. Tujuan

1. Untuk mengetahui definisi pijat refleksi

2. Untuk mengetahui cara kerja pijat refleksi


3. Untuk mengetahui manfaat pijat refleksi

4. Untuk mengetahui kerugian pijat refleksi

5. Untuk mengetahui panduan dalam pijat refleksi


BAB II

PEMBAHASAN

A. Pengertian

Pijat refleksi adalah suatu cara pengobatan penyakit melalui titik pusat urat syaraf
yang bersangkutan (berhubungan) dengan organ-organ tubuh tertentu. Dengan kata
lain adalah penyembuhan penyakit melalui pijat urat syaraf untuk memperlancar
peredaran darah (Ruhito.F, Mahendra B : 2009).

Pijat refleksi merupakan ilmu yang mempelajari ilmu tetntang pijit di titik titik
tubuh tertentu.Pada umumnya pengobatan ini sering dilakukan adalah untuk penyakit-
penyakit yang sering dijumpai di kehidupan sehari-hari seperti penyakit jantung,sakit
lambung(maag),penyakit kulit, patah tulang, batu ginjal, batu empedu, kencing batu,
diabetes melitus, hipertensi dan sakit pinggang. (Wikipedia, 2017)

Refleksi mencakup penekanan pada beberapa bagian dari kaki, tangan dan telinga
dengan tujuan untuk memperbaiki kesehatan. Refleksologi adalah teknik
penyembuhan alternatif untuk mengurangi ketegangan, meningkatkan sirkulasi, dan
mempromosikan fungsi alami dari tubuh melalui penerapan tekanan pada berbagai
titik-titik tertentu di kaki - tangan dan bagian bagian tubuh lainnya. Selain itu,
refleksologi juga didefinisikan sebagai cara pengobatan dengan merangsang berbagai
daerah refleks (atau zona atau mikrosistem) di kaki, tangan, dan telinga yang ada
hubungannya dengan (atau mewakili) berbagai kelenjar, organ, dan bagian tubuh
lainnya.

B. Konsep

Prinsip pijat refleksi pada dasarnya adalah memanipulasi titik pusat simpul saraf
atau pengendali refleks di titik meridian. Bila energi di jalur meridian berjalan lancar
artinya tubuh dalam kondisi sehat. Sebaliknya, jika ada gangguan kerja organ tubuh
akan pincang dan bereaksi dalam bentuk gejala sakit. Dalam terapi pemijatan, rasa
sakit ini biasanya timbul karena titik-titik refleksi tersebut menjadi sangat sensitif
terhadap rangsangan saat dilakukan pemeriksaan atau diagnosa. Setelah terdiagnosa,
pemijatan suatu organ tubuh bisa dilakukan melalui kaki atau tangan. Jika dilakukan
dengan benar dan tepat pada titik pusat simpul saraf yang mengalami gangguan, bukan
gejala sakit saja yang hilang tetapi juga penyebabnya.
Refleksologi menggunakan teknik urutan pada 62 titik utama yang ada pada
telapak kaki seseorang. Titik titik refleksi mempunyai hubungan dengan organ utama
pada tubuh antaranya jantung, paru-paru, ginjal, organ seks dan otak.

1. Titik refleksi pada kaki bagian bawah (telapak), titik-titik refleksi pada telapak
kaki berhubungan dengan seluruh organ tubuh. Titik-titik refleksi dibagi menjadi
bagian bawah jari-jari, telapak bagian depan, telapak bagian tengah, dan telapak
bagian belakang. Titik refleksi pada bagian bawah jari-jari kaki berhubungan
dengan organ otak, dahi, hidung, leher, mata, dan telinga. Titik refleksi pada
telapak bagian depan berhubungan dengan bahu, pundak (otot trapezius), kelenjar
tiroid, kelenjar paratiroid, dan paru-paru. Titik refleksi pada telapak bagian tengah
berhubungan dengan lambung, usus 12 jari, pankreas, kelenjar adrenalin, ginjal,
jantung, usus besar, dan limpa. Titik refleksi pada telapak bagian belakang
berhubungan dengan ureter (saluran kencing), usus kecil, kandung kemih, rektum,
anus, lutut, insomnia, dan kelejar reproduksi.

2. Titik refleksi pada punggung kaki, titik-titik refleksi pada punggung kaki bagian
depan berhubungan dengan kelenjar getah bening, organ keseimbangan, dada,
sekat rongga dada dan perut, amandel, rahang, dan saluran pernapasan. Titik
refleksi pada punggung kaki bagian belakang dan samping berbuhubungan dengan
bahu, lutut, indung telur atau testis, sendi pinggul, tulang tungging, tulang belikat,
sendi siku, tulang rusuk, dan pinggul.

3. Titik refleksi pada kaki bagian samping dalam, titik refleksi pada kaki bagian
depan berhubungan dengan hidung, leher, kelenjar paratiroid, dan punggung. Titik
refleksi pada kaki bagian belakang berhubungan dengan pinggang, kandung
kemih, kelangkang, tulang paha, kelenjar getah bening, rahim, prostat, tulang
rusuk, dan dubur.

Terapi pijat refleksi kaki harus dilakukan secara menyeluruh. Artinya,


pemijatan tidak hanya pada satu titik syaraf telapak kaki tertentu saja. Contohnya,
pada proses penanganan kasus telinga berdenging , tidak hanya menekan titik
syaraf kaki yang berhubungan dengan telinga. Pemijatan titik syaraf telapak kaki
yang berhubungan dengan organ kepala, ginjal, dan kelenjar getah bening juga
harusdilakukan. Hal ini disebabkan semua organ tersebut berkaitan dengan organ
telinga.
Sebagian orang akan merasa lebih baik saat pertama kali dipijat refleksi tetapi
untuk sebagian orang dampak pijat refleksi tidak dapat langsung dirasakan. Untuk
itu, sebaiknya pijat refleksi harus dilakukan secara bertahap dalam kurun waktu
tertentu. Jika terlalu cepat juga kurang baik dan jika terlalu lama maka toksin-
toksin akan kembali mengendap. Sebaiknya lakukan pijat berikutnya 3 - 4 hari
setelah pijat yang sebelumnya atau disesuaikan dengan kondisi tubuh pasien.

C. Indikasi

Refleksologi telah lama dikenal sebagai terapi alternatif untuk mengatasi gangguan
pada saraf dan peredaran darah. Selain itu, refleksi juga berfungsi untuk :

1. Meningkatkan daya tahan individu

2. Mengurangi risiko tulang rapuh atau keropos

3. Menyeimbangkan tata letak badan

4. Melancarkan pergerakan

5. Menguatkan otot kaki

6. Mengurangi risiko kencing tidak lancar

7. Menguatkan tulang dan pinggul

8. Mengurangi risiko sakit sendi

9. Meredakan rasa letih

10. Menghindarkan risiko sembelit

11. Mengurangi masalah usus

12. Mengurangi masalah organ reproduksi.

13. Membantu mengatasi sakit kepala

14. Membantu mengatsidepresi

15. Membantu mengatasi sindrom pra-haid, asma, dan penyakit kulit

D. Kontra indikasi
Pijat refleksi termasuk salah satu metode penyembuhan atau terapi kesehatan yang
tidak menimbulkan efek sampingselama dilakukan secara baik dan sesuai petunjuk.
Namun ada beberapa penyakit yang tidak bisa disembuhkan dengan cara dipijat
refleksi antara lain :

1. Matinya urat saraf akibat kecelakaan, benturan, stroke atau penyakit lainnya.
Pemijatan pada daerah refleksi tidak boleh dianjurkan sebab tidak akan
memberikan reaksi atau respon terhadap organ yang berhubungan dengan daerah
refleksi.

2. Tumpulnya kepekaan urat saraf karena terlalu banyak minum obat kimia. Terlalu
sering dan banyak meminum obat kimia dapat membuat urat saraf menjadi tumpul
atau kurang peka, karena peran yang alami telah di gantikan atau dimatikan oleh
obat kimia tersebut.

3. Kanker yang terlalu parah karena telat ditangani.

E. Penggunaan

Terapi refleksi merupakan pemberian energi yang dimasukan ke dalam tubuh


untuk memperlancar peredaran darah, melenturkan otot-otot, meningkatkan daya
tahan tubuh, stres, nyeri, danketegangan bisa dihilangkan, kekuatan dan kelenturan
pikiran, tubuh, dan emosi bisa ditingkatkan, tidur bisa lebih berkualitas, restrukturisasi
tulang, otot, dan organ dapat dibantu, cedera baru dan lama bisa disembuhkan,
konsentrasi dan ingatan dapat ditingkatkan, bahkan rasa percaya diri dan harmoni bisa
disegarkan (Harapan, 2009).Pamungkas (2009), juga menyatakan bahwa terapi
refleksi ini bisa menyembuhkan hampir semua penyakit, tetapi tujuan utama dari
terapi refleksi ini untuk kebugaran dan secara tidak langsung dapat mencegah
penyakit.

Secara teoretis, terapi ini bisa untuk menyembuhkan segala penyakit termasuk
penyakit infeksi. Infeksi bisa terjadi akibat badan dalam keadaan lemah. Badan tidak
sanggup menghadapi kuman. Dengan pijat refleksi, daya tahan tubuh dapat
ditingkatkan karena semua organ menjadi dalam keadaan siaga, kerja samanya juga
menjadilebih sempurna sehingga efeknya lebih besar untuk melawan serangan kuman.

Selain itu, pijat refleksi juga mampu mencegah munculnya penyakit kronis. Karena
melalui pijat refleksi, akan diketahui organ-organ dalam tubuh yang bermasalah,
seperti hati, ginjal, limpa, paru-paru, jantung, dan pankreas. Organ-organ itu
berhubungan dengan saraf di telapak kaki. Telapak kaki bagian atas, misalnya,
berhubungan dengan dada dan paru-paru. Jika seseorang merasakan sakit saat
pemijatan pada saraf tersebut, menandakan bahwa terdapat masalah pada paru-
parunya. Pijat refleksi makin efektif apabila ditunjang dengan asupan makanan yang
sehat, cara kebiasaan hidup yang baik, dan cukup berolahraga.

F. Proses

Cara kerja refleksologi belum diketahui secara pasti. Namun ada beberapa teori
yangbisa mewakilinya. Teori yang paling populer adalah refleksologi bekerja dengan
mengirim pesan menenangkan ke sistem saraf pusat dengan perantara saraf perifer
pada tangan dan kaki.Pesan ini kemudian memerintahkan tubuh untuk mengurangi
tingkat ketegangan sehingga memicu relaksasi dan melancarkan aliran darah. Teori
kedua menyatakan bahwa stimulasi yang dihasilkan dari sesi refleksologi akan
merangsang tubuh untuk melepaskan endorfin dan monoamina, dua senyawa yang
berfungsi mengontrol rasa sakit dan merangsang relaksasi.

Sedang teori ketiga, yang disebut Teori Zona, menyatakan refleksologi bekerja
dengan cara yang mirip dengan akupunktur. Teori ini mengatakan bahwa tubuh dibagi
menjadi 10 zona vertikal, dan bahwa setiap otot dan organ dalam tubuh dapat
dirangsang dengan melakukan tekanan atau pijitan pada tangan dan kaki.

Sesi refleksologi umumnya akan dimulai dengan pemanasan pada kaki.


Metode pijat refleksi selanjutnya adalah memijat atau menekan titik refleksi pada kaki
atau tangan. Pemijatan atau penekanan titik refleksi ini bertujuan untuk merangsang
saraf-saraf yang berhubungan dengan organ tubuh yang sakit atau mengalami
gangguan. Titik-titik refleksi sebenarnya terdapat di seluruh tubuh. Peredaran darah ke
seluruh tubuh melalui jalur saraf berhubungan dengan seluruh organ tubuh. Jalur saraf
tersebut ada yang melewati kaki dan tangan. Pada daerah kaki dan tangan, terdapat
serabut-serabut saraf yang menjadi titik-titik refleks. Titik-titik refleksi pada kaki atau
tangan akan memberikan rangsangan secara refleks (spontan) pada saat dipijat atau
ditekan. Rangsangan tersebut akan mengalirkan semacam gelombang kejut atau listrik
menuju otak. Gelombang tersebut diterima otak dan diproses dengan cepat, lalu
diteruskan menuju saraf pada organ tubuh yang mengalami gangguan. Salah satu
penyebab organ tubuh mengalami gangguan atau sakit adalah adanya penyumbatan
aliran darah menuju organ tersebut. Saat titik refleks dipijat atau ditekan, gelombang
yang merambat akan menghancurkan atau memecah penyumbatan tesebut sehingga
aliran darah akan kembali lancar.

G. Dampak

Refleksologi bisa menghasilkan berbagai perubahan fisik dalam tubuh. Reaksi


yang paling umum dijumpai adalah relaksasi tubuh yang sangat bermanfaat untuk
kesehatan dan kesejahteraan secara umum. Terapi pijat refleksi kaki dapat
memberikan efek relaksasi yang serupa dengan ketika berjalan di atas bebatuan.
Pemijatan pada telapak kaki akan memberikan rangsangan yang mampu
memperlancar aliran darah dan membantu pembuangan produk limbah. Aliran darah
yang lancar memungkinkan nutrisi penting mencapai sel-sel tubuh. Sirkulasi aliran
darah yang lancar juga akan memberikan efek relaksasi dan kesegaran pada seluruh
anggota tubuh. Pijatan dan tekanan pada refleksologi mampu memberikan banyak
manfaat seperti halnya terapi pijat yang lain.

Laporan Simposium Refleksologi Cina di tahun 1996 menemukan bahwa


refleksologi kaki 93,63% efektif merawat 63 penyakit. Setelah menganalisa 8.096
kasus, Dr. Wang Liang melaporkan bahwa refleksologi efektif dalam menyembuhkan
48,68% dari semua kasus yang ada dan efektif untuk merawat 44,95% kasus. Studi
lainnya di Inggris, melibatkan 15 wanita yang mendapatkan sesi setengah jam
refleksologi selama delapan minggu. Hasil temuan mendapati adanya perbaikan fisik
dan emosional yang nyata, peningkatan kepercayaan diri, untuk tetap termotivasi dan
juga kokonsentrasi.

H. SOP Pijat Refleksi

1. Tahap Persiapan

a. Persiapan klien

1) Memperkenalkan diri

2) Menjelaskan tujuan

3) Menjelaskan langkah-langkah yang akan dilakukan

2. Persiapan lingkungan

a. Menutup pintu atau memasang sampiran


3. Persiapan alat

a. Minyak urut

b. Waskom 1 buah

c. Air Hangat

d. Garam

e. Handuk 1 buah

4. Persiapan alatTahap Pelaksanaan

a. Cuci tangan

b. Rendam kaki pasien dalam air hangat yang telah dibubuhi garam selama 10-15
menit

c. Keringkan kaki pasien dengan handuk

d. Minta pasien untuk berbaring dan anjurkan pasien untuk rileks

e. Pakailah minyak ketika akan melakukan teknik pijatan refleksi.

f. Ketika dipijat, apabila makin sakit maka makin baik. Namun harus
diperhatikan pula daya tahun dari penderita, sebab setiap orang berbeda-beda
daya tahannya. Maka dari itu para pemijat refleksi harus memberi tahu
pasiennya agar menahan sakit ketika dipijat. Apabila penderita menahan sakit
sampai pucat pada mukanya, berarti sakitnya melampaui daya tahannya, maka
dari itu perlu diistirahatkan.

g. Daerah refleksi yang terdapat pada titik kaki, cara memijat refleksi pada titik
kaki yaitu dari arah bawah ke atas. Kemudian untuk disekitar titik betis
memijatnya menurut arah aliran darah.

h. Ketika melakukan pijat refleksi pada kaki perlu menggunakan tulang jari
telunjuk yang dilipatkan untuk memijat, khusus pada titik refleksi yang
letaknya agak tersembunyi atau telapak kaki yang banyak dagingnya.

i. Lama waktu ketika melakukan pijat refleksi adalah sekitar 30 – 40 menit.


Tetapi juga bergantung kepada penyakit yang diderita serta daya tahan tubuh
pasien.
j. Setiap titik refleksi hanya dipijat 5-9 menit dalam sekali pengobatan.

k. Bagi penderita penyakit jantung, kencing gula, lever, kanker jangan memijat
dengan keras. Tiap daerah refleksi pada titik kaki tidak lebih dari 2 menit.

l. Selama pemijatan, hentikan terlebih dahulu obat-obatan dari apotik / dokter.


Hal ini karena dapat menghambat kesembuhan, terkecuali penderita penyakit
Jantung dan kencing gula, obat-obat tersebut tetap diperlukan.

m. Kebanyakan orang memerlukan waktu perawatan 4-8 minggu untuk


memperoleh hasil yang memuaskan. Tetapi bagi pasien berpenyakit kronis
dipijat 3x dalam seminggu atau 2 hari sekali. Jangan memijat setiap hari

n. Setelah selesai memijat, cuci tangan hingga bersih

o. Anjurkan pasien untuk minum air putih2-3 gelas atau 500 cc. Hal ini akan
membantu membuang kotoran di dalam tubuh pasien. Khusus untuk penderita
penyakit ginjal, jangan minum air putih setelah pijat refleksi lebih dari 150 cc.

5. Tahap Akhir

a. Evaluasi persaan klien

b. Kontrak waktu untuk kegiatan selanjutnya

c. Dokumentasikan prosedur dan hasil observasi


BAB III

KESIMPULAN

A. Kesimpulan

Pijat refleksi adalah suatu cara pengobatan penyakit melalui titik pusat urat syaraf
yang bersangkutan (berhubungan) dengan organ-organ tubuh tertentu. Dengan kata
lain adalah penyembuhan penyakit melalui pijat urat syaraf untuk memperlancar
peredaran darah (Ruhito.F, Mahendra B : 2009).

Manfaat utama pijat refleksi adalah untuk mengusir kelelahan dan ketegangan,
membantu relaksasi serta mengatasi rasa sakit dan gejala lainnya, serta dapat
melancarkan peredaran darah dan membantu memelihara organ dalam sehingga
menjadikan tubuh lebih terpelihara.
DAFTAR PUSTAKA

Atmaja, Tri.Pijat Refleksi dan Aneka Ramuan Tradisional untuk Kesembuhan Segala

Penyakit. Cetakan Pertama.2008.Yogyakarta:Media Presindo

Aranta, A. 2011. Pengobatan Herbal dan Pijat Refleksi.Penerbit Pustaka Sandrojaya:Jakarta

Widyaningrum, H.2011Pijat Refleksi,Tim Solusi Alternatif. Penerbit MedPres: Jakarta