Anda di halaman 1dari 3

Hospital

1) Resusitasi A, B, C.
Setiap pasien luka bakar harus
dianggap sebagai pasien trauma,
karenanya harus dicek Airway,
breathing dan circulation-nya terlebih
dahulu.
a) Airway - apabila terdapat
kecurigaan adanya trauma
inhalasi, maka segera
pasang Endotracheal Tube (ET).
Tanda-tanda adanya trauma
inhalasi antara lain adalah:
riwayat terkurung dalam api,
luka bakar pada wajah, bulu
hidung yang terbakar, dan
sputum yang hitam.
b) Breathing - eschar yang
melingkari dada dapat
menghambat gerakan dada untuk
bernapas, segera lakukan
escharotomi. Periksa juga
apakah ada trauma-trauma lain
yang dapat menghambat gerakan
pernapasan, misalnya
pneumothorax, hematothorax,
dan fraktur costae
c) Circulation - luka bakar
menimbulkan kerusakan
jaringan sehingga menimbulkan
edema. pada luka bakar yang
luas dapat terjadi syok
hipovolumik karena kebocoran
plasma yang luas. Manajemen
cairan pada pasien luka bakar,
ada 2 cara yang lazim dapat
diberikan yaitu dengan Formula
Baxter dan Evans
2) Resusitasi Cairan
Dua cara yang lazim digunakan untuk
menghitung kebutuhan cairan pada
penderita luka bakar yaitu :
a) cara Evans
Untuk menghitung kebutuhan
pada hari pertama hitunglah :
· Berat badan (kg) X %
luka bakar X 1cc Nacl
· Berat badan (kg) X %
luka bakar X 1cc larutan
koloid
· 3.2000cc glukosa 5%
Separuh dari jumlah (1). (2),
(3) diberikan dalam 8 jam
pertama. Sisanya diberikan
dalam 16 jam berikutnya. Pada
hari kedua diberikan setengah
jumlah cairn hari pertama. Pada
hari ketiga diberikan setengah
jumlah cairan yang diberikan
hari kedua. Sebagai monitoring
pemberian lakukan
penghitungan diuresis.
b) cara Baxter
Merupakan cara lain yang lebih
sederhana dan banyak
dipakai. Jumlah kebutuhan
cairan pada hari pertama dihitung
dengan rumus :
Baxter = % luka bakar X BB
(kg) X 4cc
Separuh dari jumlah cairan yang
diberikan dalam 8 jam pertama,
sisanya diberikan dalam 16 jam.
Hari pertama terutama
diberikan elektrolit yaitu larutan
ringer laktat karena terjadi
hiponatremi. Untuk hari kedua
diberikan setengah dari jumlah
pemberian hari pertama.
c) Infus, kateter, CVP, oksigen,
Laboratorium, kultur luka.
d) Monitor urine dan CVP.
e) Topikal dan tutup luka
- Cuci luka dengan savlon :
NaCl 0,9% ( 1 : 30 ) +
buang jaringan nekrotik.
- Tulle
- Silver sulfa diazin tebal.
- Tutup kassa tebal.
- Evaluasi 5 – 7 hari, kecuali
balutan kotor.
f) Obat – obatan
- Antibiotika : tidak
diberikan bila pasien
datang < 6 jam sejak
kejadian.
- Bila perlu berikan
antibiotika sesuai dengan
pola kuman dan sesuai
kultur.
- Analgetik : kuat (morfin,
petidine)
- Antasida : kalau perlu
2. Penatalaksanaan Pembedahan
Eskaratomi dilakukan juga pada luka bakar
derajat III yang melingkar pada ekstremitas atau
tubuh. Hal ini dilakukan untuk sirkulasi bagian
distal akibat pengerutan dan penjepitan dari
eskar. Tanda dini penjepitan berupa nyeri,
kemudian kehilangan daya rasa menjadi kebal
pada ujung-ujung distal. Tindakan yang
dilakukan yaitu membuat irisan memanjang
yang membuka eskar sampai penjepitan bebas.
Debirdemen diusahakan sedini mungkin untuk
membuang jaringan mati dengan jalan eksisi
tangensial. (Arif, 2000)