Anda di halaman 1dari 10

(Sumber Buku : MikroEkonomi Teori Pengantar, Sadono Sukirno)

Nama : WINDA SARI


NPM : 16.11.1001.3443.087
Kelas : MANAJEMEN MALAM
Tugas : RESUME MENGENAI PASAR MONOPOLISTIK

PERSAINGAN MONOPOLISTIS

HAL-HAL YANG DITERANGKAN


 Ciri-ciri persaingan monopolistis
 Keseimbangan dalam pasar persaingan monopolistis
 Penilaian keatas persaingan monopolistis
 Persaingan bukan harga
 Kebaikan dan keburuan pengiklanan

 Ciri-ciri persaingan monopolistis


Pasar persaingan monopolistis pada dasarnya adalah pasar yang berada di
antaradua jenis pasar yang ekstrem , yaitu persaingan sempurna dan monopoli .
oleh sebab itu sifat-sifatnya mengandung unsur-unsur sifat pasar monopoli , dan
unsur-unsur sifat pasar persaingan sempurna . pasar persingan monopolistis
dapat di definisikan sebagai suatu pasar dimana terdapat banyak produsen yang
menghasilkan barang yang berbeda corak (differentiated product). ciri-ciri
selengkapnya dari pasar persaingan monopolistis adalah seperti yang di uraikan
dibawah ini .

Terdapat banyak penjual


Terdapat banyak penjual monopolistis dalam pasar persaingan monopolistis , namun
demikian ia tidaklah sebanyak seperti dalam pasar persaingan sempurna . apabila
didalam pasar sudah terdapat beberapa puluh perusahaan , maka pasar persaingan
monopolistis sudah mungkin wujud . yang penting , tidak satupun dari
perusahaan-perusahaan tersebut ukuran/besarnya jauh melebihi dari
perusahaan-perusahaan lainnya . perusahaan dalalm pasaran monopolitis mempunyai
ukuran yang relatif sama besarnya. Keadaan ini menyebabkan produksi suatu
perusahaan relatif sedikit kalau di bandingkan dengan keseluruhan produksi dalam
keseluruhan pasar .

Barangnya bersifat berbeda corak


Ciri ini merupakan sifat yang penting dalam membedakan antara pasar persaingan
monoolistis dan pesaingan sempurna . seperti telah diterangkan , dalam peraingan
sempurna prduksi berbagai perusahaan adalah serupa . oleh karenanya sukar untuk
membedakan yang mana yang merupakan produksi suatu perusahaan , dan yang mana
pula produksi perusahaan lainnya . dalam pasar persaingan monopolistis berbeda
coraknya (differentiated product) dan secara fisik mudah dibedakan diantara produksi
suatu perusahaan dengan produksi perusahaan lainnya . disamping perbedaan dalam
bentuk fisik barang tersebut terdapat pula perbedaan-perbedaan dalam
pengemasannya , perbedaan dalam bentuk “ jasa perusahaan setelah penjualan”
(after-sale service) tan yang dibeli . sebagai akibat dari perbedaan-perbedaan ini
barang yang diproduksikan oleh perusahaan-perusahaan dalam pasar persaingan
monopolistis bukanlah yang bersifat pengganti sempurna (perfect subtitute) kepada
barang yang diproduksikan. Mereka hanya merupakan pengganti yang dekat atau
close subtitute. Perbedaan dalam sifat barang yang dihasilkan inilah menjadi sumber
dari adanya kekuasaan monopoli, walaupun kecil, yang dimiliki perusahaan dalam
pasar persaingan monopolistis.

Perusahaan mempunyai sedikit kekuasaan mempengaruhi harga


Perbedaan dengan perusahaan dalam pasar persaingan sempurna, yang tidak
mempunyai kekuasaan dalam mempengaruhi harga, perusahaan dalam pasar
persaingan monopolistis dapat mempengaruhi harga, namun demikian pengaruhnya
ini relatif kecil kalau dibandingkan dengan perusahaan oligopoli dan monopoli.
Kekuasaan mempengaruhi harga oleh perusahaan monopolistis bersumber dari sifat
barang yang dihasilkannya, yaitu yang bersifat berbeda corak atau differentiated
product. Perbedaan ini menyebabkan para pembeli bersifat memilih, yaitu lebih
menyukai barang dari sesuatu perusahaan tertentu dan kurang menyukai barang yang
dihasilkan perusahaan lainnya. Maka apabila sesuatu perusahaan menaikkan harga
barangnya, ia masih dapat menarik pembeli walaupun jumlah pembelinya tidak
menurunkan harga, tidaklah mudah untuk menjual semua barang yang
diproduksikannya. Banyak diantara konsumen dipasar masih tetap membeli yang
dihasilkan oleh perusahaan-perusahaan lain, walaupun harganya sudah menjadi relatif

Kemasukan ke dalam industri relatif mudah


Perusahaan yang akan masuk dan menjalankan usaha di dalam pasar persaingan
monopolistis tidak akan banyak mengalami kesukaran. Hambatan yang dihadapi
tidaklah seberat seperti di dalam oligopoli dan monopoli . tetapi kemasukan tidaklah
semudah seperti dalam pasar persaingan sempurna.Beberapa faktor menyebabkan hal
ini. Yang pertama ialah karena modal yang diperlukan adalah relatif besar kalau
dibandingkan dengan mendirikan perusahaan dalam pasar persaingan sempurna. Yang
kedua ialah karena perusahaan ini harus nenghasilkan barang berbeda coraknya
dengan yang sudah tersedia di pasar , dan mempromosikan barang tersebut untuk
memperoleh langganan . maka perusahaan baru pada dasarnya harus berusaha
memproduksikan barang yang lebih menarik dari yang sudah ada di pasar , dan harus
dapat meyakinkan konsumen akan kebaikan mutu barang tersebut .

Persaingan mempromosi penjualan sangat aktif


Harga bukanlahpenentu utama dari besarnya pasar dari perusahaan-perusahaan dalam
pasar persaingan monopolistis . sesuatu perusahaan mungkinmenjual barangnya
dengan harga relatif tinggi , tapi masih dapat menarik banyak langganan . sebaliknya
suatu perusahaan lain mungkin harga barangnya rendah , tetapi tidak menarik
langganan . keadaan seperti ini disebabkan oleh sifat barang yang mereka hasilkan ,
yaitu barang yang bersifat beda corak . ini menimbulkan daya tarik yang berbeda
kepada para pembeli . maka untuk mempengaruhi citarasa pembeli , para pngusaha
melakukan persaingan bukan-harga (non-price competition).
Persaingan yang demikian itu antara lain adalah dalam pmemperbaiki mutu dan
desain barang , melakukan kegiatan iklan yang terus menerus , memberikan syarat
penjualan yang menarik , dan sebagainya .

 KESIMBANGAN DALAM PASAR PERSAINGAN MONOPOLISTIS


Kurva permintaan yang dihadapi oleh perusahaan dalam persaingan monopolistis
adalah lebih elastis dari yang dihadapi monopoli , tetapi elastisitasnya tidak sampai
mencapai elastis sempurna - yaitu kurva permintaan yang sejajar sumbu datar - yang
merupakan kurva permintaan yang dihadapi suatu perusahaan dalam persaingan
sempurna . maka pada hakikatnya kurva permintaan ke atas barang produksi
perusahaan dalam persaingan monopolistis adalah bersifat menurun secara sedikit
demi sedikit (lebih mendatar dan bukan turun dengan curam)
Kurvapermintaan yang bsifat seperti ini berarti : (i) apabila perusahaan menaikkan
harga maka jumlah barang yang dijualnya menjadi sangat berkurang ,dan sebaliknya
(ii) apabila perusahaan menurunkan harga maka jumlah barang yang dijualnya
menjadi sangat bertambah .
Oleh karena kurva permintaan dalam persaingan monopolistis tidak bersifat
elastis seempurna , kurva hasil penjualan marjinal (MR) tidak berimpit dengan kurva
permintaan . dalam persaingan monopolstis kurva MR adalah sama seperti yang
terdapat dalam monopoli , yaitu kurva tersebuut terletak dibwah kurva permintaan .

KESIMBANGAN JANGKA PENDEK


Oleh karena kurva permintaan adalah sedikit demi sedikit , dan sebagai akibatnya
kurva MR tidak berimpit dengan kurva permintaan , keseimbangan yang dicapai suatu
perusahaan dalam pasar persaingan monopolistis adalah sama dengan didalam
monopoli . bedanya , didalam monopoli yang dihadapi adalah permintaan dari
seluruh pasar , sedangkan dalam persaingan monopolistis , permintaan yang
dihadapi perusahaan adalah sebagian dari keseluruhan permintaan pasar .

KESEIMBANGAN JANGKA PANJANG


Dalam persaingan monopolistis tidak terdapat hambatan kepada
perusahaan-perusahaan baru.maka keuntungan yang melebihi normal akan
menyebabkan pertambahan dalam jumlah perusahaan di pasar. Dengan demikian,
seperti halnya dengan perusahaan dalam pasar persaingan sempurna, dalam
persaingan monopolistis setiap perusahaan hanya mendapat keuntungan normal di
dalam jangka panjang.

Corak kegiatan perusahaan dalam persaingan monopolistis ketika mendapat


keuntungan normal berbeda dengan corak kegiatan perusahaan dalam persaingan
sempurna yang juga memperoleh untung yang normal. Perbedaan itu adalah:
 Harga dan biaya produksi di pasar persaingan monopolistis lebih tinggi.
 Kegiatan memproduksi dipasar persaingan monopolistis belum mencapai tingkat
yang optimal ( mencapai tingkat dimana biaya produksi per unit adalah paling

PENILAIAN KE ATAS PERSAINGAN MONOPOLISTIS


dalam bagian ini analisis yang dibuat hanya meliputi penilaian ke atas efek dari
pasar yang bersifat persaingan monopolistis kepada penggunaan sumber-sumber daya,
dorongan untuk mengembangkan teknologi dan melakukn inovasi,dan corak distribusi
pendapatan. Salah satu kegiatan penting yang dilakukan oleh perusahaan monopolistis
adalah melakukan promosi penjualan secara iklan. Kebaikan dan keburukan dalam
kegiatan ini akan dinilai dalam bagian berikut.

EFESIENSI DALAM MENGGUNAKAN SUMBER DAYA


Untuk menilain sampai dimana efesiensi persaingan pasar monopolistis didalam
mengalokasikan sumber-sumber daya , akan dibuat suatu perbandingan dengan
efesiensi perusahaan dalam pasar persaingan sempurna .

EFESIENSI DAN DIFERENSIASI PRODUKSI


Telah diterangkan dalam analisis sebelum ini bahwa barang-barang yang dihasilkan
oleh perusahaan-perusahaan persaingan monopolistis bersifat beda corak , yaitu ia
berbeda dari segi mutu barangnya , pemasarannya , dan pelayanan setelah penjualan .
perbedaan-perbedaan ini menyebabkan para konsumen mempunyai pilihan yang dapat
dibuat mereka didalam pasar persaingan sempurna . pilihan yang lebih baik ini
dapatlah dipandang sebagai kompensasi kepada penggunaan sumber-sumber daya
yang kurang efisien seperti yang baru saja di terangkan
Persoalannya sekarang adalah: manakah yang lebih baik kepada masyarakat?
Barang yang diproduksikan secara efesien sehingga dapat dijual dengan harga
murah? Ataukah harga yang mahal sedikit tetapi masyarakat dapat menentukan
barang yang akan dikomsumsi dari pilihan jenis barang yang lebih banyak? Ini
merupakan persoalan normatif, yang jawabnya sangat tergantung kepada value
judgement masyarakat tersebut. Sekitarnya mereka menyukai harga yang murah ,
maka kekurangan pilihan tidak dipandang sebagai suatu yang merugika . sebaliknya ,
apabila masyarakat menginginkan pilihan barang yang lebih banyak , sehingga dapat
dibuat pilihan yang lebih tepat , harga yang lebih tinggi tidaklah terlalu merisaukan
mereka .

PERKEMBANGAN TEKNOLOGI DAN INOVASI


Sampai dimanakah persaingan monopolistis akan mendorong perkembangan
teknologi dan inovasi ? pada umumnya ahli ekonomi berpendapat bahwa persaingan
monopolistis memberikan dorongan yang sangat terbatas untuk melakukan
perkembangan teknologi . terbatasnya dorongan tersebut disebabkan karena dalam
jangka panjang perusahaan hanya memperoleh keuntunga normal . keuntungan yang
melebihi noemal didalam jangka pendek dapat mendorong kepada kegiatan
mengembangkan teknologi . tetapi dorongan terebut adalah sangat lemah karena
perusahaan-perusahaan menyadari dapat bertahan dalam jangka waktu yang lama .
keuntungan melebihi normal yang diperoleh akan mendorong perusahaan-perusahaan
lain untuk masuk keindustri tersebut , dan ini akan terus berlangsung sehingga
keuntungan melebihi normal tidak ada lagi . maka dalam jangka panjang keuntungan
yang diperoleh dari perkembangan teknologi dan melakukan inovasi tidak dapat lagi
dinikmati .

DISTRIBUSI PENDAPATAN
Persaingan monopolistis mengakibatkan corak distribusi pendapatan yang sama
sifatnya seperti yang biasanya terdapat dalam persaingan sempurna , yaitu distribusi
pendapatan adalah seimbangan karena tidak terdapat keuntungan yang
berlebih-lebihan dalam jangka panjang , maka pengusaha dan pemilik modal tidak
memperoleh pendapatan yang berlebih-lebihan . disamping itu dalam pasar terdapat
banyak perusahaan , dan ini berarti keuntungan normal yang diperoleh akan dibagikan
kepada jumlah pemilik modal dan pengusaha yang banyak jumlahnya . berdasarkan
kepada kecenderungan ini ahli-ahli eknomi berpendapat bahwa pasar persaingan
monopolistis menimbulkan corak distribusi pendapatan yang lebih merata .

PERSAINGAN BUKAN HARGA


Persaingan bukan-harga pada hakikatnya mengandung arti usaha-usaha di luar
perubahan harga yang dilakukan oleh perusahaan untuk menarik lebih banyak
pembeli ke atas barang yangdi produksinya . maka pada hakikatnya usaha-usaha
untuk melakukan persaingan bukan-harga bertujuan untuk memindahkan kurva
permintaan kekanan . perpindahan itu berarti pada setiap tingkat pendapatan dan
kesempatan kerja , jumlah barang yang diminta menjadi bertambah banyak .
persaingan bukan-harga dapat dibedakan kepada dua jenis :
1.diferensiasi produksi , yaitu menciptakan barang sejenis tetapi berbeda coraknya
dengan produksi perusahaan-perusahaan lain .
2.Iklan dan berbagai bentuk promosi penjualan .

Didalam persaingan monopolistis dan oligopoli , persaingan bukan-harga sangat aktif


dilakukan . didalam dua pasar yang telah diuraikan terlebih dahulu , yaitu persaingan
sempurna dan monopoli , persaingan bukan-harga tidak begitu dipentingkan . untuk
monopoli alasannya tidak sukar untuk dicari , yaitu karna perusahaan monopoli tidak
mempunyai persainagn . dalam persaingan sempurna , persaingan bukan-harga tidak
dilakukan karena barang yang diproduksikan perusahaan-perusahaan adalah serupa
atau idential . para pembeli tidak dapat membedakan di antara produksi yang
diciptakan suatu perusahaan dengan perusahaan lain . oleh sebab itu tidak ada
gunanya kepadasesuatu perusahaan untuk menarik lebih banyak pembeli dengan cara
persaingan bukan-harga . para pembeli tidak akan dapat mengetahui manakah barang
yang dihasilkan oleh perusahaan yang menjalankan persaingan bukan-haga .

DIFERENSIASI PROUKSI
Setiap perusahaan dalam pasar persaingan monopolistis akan berusaha untuk
memproduksikan barang yang mempunyai sifat yang khusus , dan yang dapat dengan
jelas dibedakan dari produksi perusahaan-perusahaan lainnya . maka didalampasar
akan terdapat berbagai barang yang dihasilkan suatu industri yang mempunyai corak ,
mutu , desain , mode , dan merek yang berbeda-beda . seperti telah diterangkan
sebelum ini , dalam pasar persaingan sempurna , barang yang dihasilkan dan diperjual
belikan adalah sepenuhnya serupa (idential) . terdapatnya barang yang beraneka
ragam coraknya dipasar persaingan monopolistis menimbulkan keuntungan kepada
perusahaan maupun kepada para konsumen.

PROMOSI PENJUALAN MELALUI IKALN


Di dalam perusahaan-perusahaan modern kegiatan mempersiapkan dan membuat
iklan adalah suatu bagian penting dari usaha untuk memasarkan hasil produksinya.
Pengeluaran yang dilakukan perusahaan-perusahaan untuk pengiklanan meliputi
jumlah yang cukup besar yang adakalanya menimbulkan pertambahan yang nyata
kepada biaya produksi. Perusahaan-perusahaan melakukan kegiatan pengiklanan
untuk mencapai salah satu atau gabungan dari tiga tujuan yang dinyatakan di bawah
ini :
1. Untuk memberuikan informasi mengenai produk iklan seperti ini
dilakukan untuk memberikan penerangan kepada konsumen tentang suatu
produk. Iklan ini untuk barang yang telah lama ada, atau untuk barang yang
baru saja dikembangkan. Iklan seperti ini dinamakan iklan memberi
penerangan atau information advertising.
2. Untuk menekankan kualitas suatu produk secara persuasife ikaln seperti
ini dilakukannuntuk menerangkan kepada konsumen akan kualitas yang sangat
baik dari sebuah produk. Beberapa bentuk iklan bertujuan untuk terus menerus
mengingatkan para konsumen bahwa barang tersebut ada di pasar. Iklan
seperti ini dinamakan ikaln untuk bersaing atau competitive advertising.
3. Untuk memelihara hubungan baik dengan para konsumen ikaln teresebut
lebih berbentuk memperkenalkan perusahaan tersebut mengenai
kegiatan-kegiatan yang dilakukannya. Ikaln mengenai hasil-hasil produksinya
tidakbegitu ditekankan. Iklan ini juga dilakukan untuk menghindari larangan
pengiklanan yang dilakukan pemerintah.

KEBAIKAN DAN KEBURUKAN PENGIKLANAN


Di dalam menilai apakah iklan memberikan manfaat kepada masyarakat,
terdapat berbagai pendapat. Segolongan orang berkeyakinan bahwa iklan
merupakan suatu penghamburan karena biaya produksi bertambah tinggi
sedangkan konsumen tidak menerima kenikmatan tambahan dari barang yang
dipromosikan melalui kegiatan pengiklanan. Pengiklanan tidak menambah
atau memperbaiki mutu suatu barang. Segolongan lain berpendapat bahwa
iklan memberikan sumbangan yang positif kepada masyarakat karena ia dapat
menurunkan biaya produksi per unit.
IKLAN DAN BIAYA PRODUKSI
Adakah iklan akan menaikkan atau menurunkan biaya produksi per unit?
Keduanya mungkin berlaku, dan ia tergantung kepada perubahan permintaan
yang terjadi sebagai akibat kegiatan pengiklanan yang dilancarkan. Apabila
permintaan menjadi sangat bertambah elastis, besar kemungkinan biaya
produksi per unit akan menjadi lebih rendah.

PANDANGAN LAIN YANG MENYOKONG PENGIKLANAN


Di samping karena biaya produksi yang mungkin akan menjadi lebih rendah,
golongan yang menekankan tentang kebaikan iklan mengemukakan
kebaikan-kebaikan berikut :

1. Pengiklanan membantu konsumen untuk membuat keputusan yang


lebih baik di dalam menentukan jenis-jenis barang yang akan
dibelinya dengan iklan perusahaan-perusahaan dapat menjelaskan kepada
konsumen tentang barang baru yang diproduksikan, atau barang lama yang
telah ditingkatkan mutunya. Di samping itu iklan dapat menerangkan
kepada konsumen tempat-tempat di mana suatu barang dapat di beli. Ini
mengurangi biaya dan menghemat waktu konsumen untuk mencari barang
tersebut.
2. Iklan akan menggalakkan kegiatan memperbaiki mutu suatu barang
dalam mempromosikan barangnya melalui iklan perusahaan berusaha
menonjolkan sifat-sifat istimewa dari barang yang diproduksikannya.
Maka iklan memberi dorongan kepada perusahaan untuk mengembangkan
hasil produksinya sehingga mempunyai keistimewaan-keistimewaan
tertentu kalau dibandingkan dengan barang yang sama diproduksikan
perusahaan lain.
3. Iklan membantu membiayai perusahaan komunikasi masa seperti
radio, televisi, surat kabar dan majalah dengan membuat iklan dalam
perusahaan-perusahaan ini sebagian biaya mereka akan dibayar oleh
kegiatan pengiklanan. Ini dapat (i) mengurangi subsidi pemerintah untuk
membiayai kegiatan penyiaran radio dan televise, dan (ii) menurunkan
harga surat kabar dan majalah, yaitu harganya adalah lebih rendah dari
yang akan ditetapkan apabila tidak terdapat iklan.
4. Iklan menaikkan kesempatan kerja telah ditunjukkan sebelum ini
bahwa iklan akan menaikkan jumlah produksi. Untuk menambah produksi,
lebih banyak pekerja diperlukan. Dengan demikian pengiklanan juga
menyebabkan penggunaan tenaga kerja bertambah banyak.

PANDANGAN YANG MENGKRITIK PENGIKLANAN


Selain mendapat sokongan karena menimbulkan beberapa keuntungan
bagi perusahaan dan masyarakat, iklan juga menjadi bahan kritik karena
memiliki beberapa sifat-sifat yang negatif. Uraian berikut memberi
gambaran tentang beberapa kritik terhadap pengiklanan :
1. Promosi secara iklan adalah suatu penghamburan ia akan
menaikkan biaya produksi perunit tanpa menimbulkan perubahan apa
pun ke atas sesuatu barang. Sebelum ini pandangan tersebut telah
diterangkan dengan menggunakan grafik. Pengkritik pengiklanan
menambah pula, walaupun pengiklanan akan menambah penjualan
suatu perusahaan, pada waktu yang sama penjualan perusahaan lain
berkurang. Dengan demikian, kalau ditinjau dari sudut keadaan yang
wujud di seluruh pasar, iklan tidaklah menaikkan jumlah barang yang
diproduksikan dan dijual kepada konsumen
2. Iklan tidak selalu memberi informasi yang betul tidak selalu iklan
dibuat dengan jujur, dan menerangkan sifat-sifat sebenarnya dari
barang yang diiklankan. Iklan yang menyatakan bahwa sesuatu barang
adalah lebih istimewa dari barang yang sejenis yang tersedia dipasar,
akan menarik segolongan konsumen untuk tidak menggunakan barang
lain yang selalu dibelinya pada masa lalu. Apabila sifat barang yang
dipromosikan melalui iklan adalah lebih buruk dari barang yang tidak
dikonsumsi lagi oleh konsumen yang bersangkutan, iklan merugikan
konsumen tersebut.
3. Iklan bukanlah suatu cara yang efektif untuk menambah jumlah
pekerjaan dalam perekonomian terdapat cara lain yang akan dapat
menambah jumlah pekerjaan dengan lebih efektif. Misalnya, usaha
menambah pekerjaan akan lebih efektif hasilnya dengan menggunakan
kebijakan fiscal dan moneter.
4. Iklan dapat menjadi penghambat kepada perusahaan-perusahaan
baru untuk masuk ke dalam industri apabila kampanye iklan sangat
berhasil dan produksi mengalami pertambahan yang sangat besar,
perusahaan lain akan mengalami kekurangan permintaan dan efisiensi
kegiatannya menurun. Menghadapi kenyataan seperti itu
perusahaan-perusahaan baru menjadi lebih enggan untuk masuk ke
dalam industri tersebut.

PENGIKLANAN: SUATU KESIMPULAN


Dengan mengemukakan pandangan-pandangan yang menjelaskan buruk baiknya
kegiatan pengiklanan, sekarang dapatlah dibuat penilaian tentang sampai di manakah
iklan memberikan sumbangan kepada masyarakat. Sudah jelas bahwa iklan
mempunyai beberapa kebaikan yang
nyata, tetapi di samping itu kelemahannya dapat dengan mudah ditunjukkan. Maka,
untuk memaksimumkan efek positif dari pengiklanan, haruslah efek-efek buruk yang
mungkin timbul dihindarkan. Beberapa langkah penting untuk mencapai tujuan
tersebut adalah :
 Iklan haruslah terutama bertujuan untuk memberi keterangan yang benar dan
jujur mengenai barang yang dipromosikan penjualannya.
 Peraturan-peraturan yang tujuannya mengawasi agar perusahaan-perusahaan
membuat lebih banyak iklan yang bersifat memberikan penerangan perlu
dibuat.
 Kegiatan pengiklanan harus diatur secara demikian rupa sehingga ia tidak
menjadi penghambat kepada perusahaan baru untuk masuk ke dalam industri
tersebut.