Anda di halaman 1dari 8

NAMA : JULIAN HADI

NIM : A0C017085
KELAS : B DIII AKUNTANSI
PERTANYAAN
4. Jelaskan tentang akad salam parallel
Salam paralel artinya melaksanakan dua transaksi slam yaitu antara pemesan pembeli dan
penjual serta antara penjual dengan pemasok (supplier) atau pihak ketiga lainya. Hal ini
terjadi ketika pejual tidak memiliki barang pesanan dan memesan kepada pihak lain
untuk menyediakan barang pesanan tersebut
Salam paralel dibolehkan asal akad salam kedua tidak tergantung pada kak pertama yaitu
akad antara penjual dan pemasok tidak tergantung pada akad antara pembeli dan penjual
jika saling tergantung atau menjadi syarat tidak diperbolehkan (terjadi ta’alluq) selain itu
akad antara penjual dan pemasok terpisah dari akad antara pembeli dan penjual.
5. Jelaskan rukun dan ketentuan syariah dari salam
 Rukun salam ada tiga, yaitu sebagai berikut.
1. Pelaku, terdiri atas penjual (muslam illahi) dan pembeli (al muslam)
2. Objek akad berupa barang yang akan di serahkan (muslam fiih) dan modal salam
(ra’su maalis salam)
3. Ijab Kabul/serah terima
 Ketentuan syariah antara lain sebagai berikut.
1. Pelaku adalah cakap hukum dan baligh
2. Objek adak
a. Ketentuan syariah yang terkait dengan modal salam yaitu sebagai berikut.
1) Modal salam harus diketahui jenis dan jumlahnya
2) Modal salam berbentuk uang tunai para. Para ulama berbeda pendapat
masalah bolehnya pembayaran dalam bentuk aset perdagangan. Beberapa
ulama menganggapnya boleh
3) Modal salam diserahkan ketika akad berlangsung, tidak boleh utang atau
merupakan pelunasan piutang. Hal ini adalah untuk mencegah praktik riba
melalui mekanisme salam
b. Ketentuan syariah barang salam yaitu sebagai berikut.
1) Barang tersebut harus dapat dibedakan/didentifikasi mempunyai
spesifikasi dan karakteristik yang jelas seperti kualitas, jenis, ukuran, dan
lain sebagainya sehingga tidak ada ghara.
2) Barang tersebut harus dapat dikuantifikasi/ditakar/ditimbang
3) Waktu penyerahan barang harus jelas, tidak harus tanggal tertentu boleh
juga dalam kurun waktu tertentu, misalnya dalam waktu 6 bulan atau
musim panen disesuaikan dengan kemungkinan tersedianya barang yang
dipesan.
4) Barang tidak harus ditangan penjual tetapi harus ada pada waktu yang
ditentukan
5) Apabila barang yang dipesan tidak ada pada waktu yang ditentukan, akad
menjadi fasakh/rusak dan pembeli dapat memilih apakah menunggu
sampai dengan barang yang dipesan tersedia atau membatalkan akad
sehingga penjual harus mengembalikan dana yang sudah diterima.
6) Apabila barang dikirim cacat atau tidak sesuai dengan yang disepakati
dalam akad, maka pembeli boleh melakukan khiar atau memilih untuk
mernerima atau menolak.
7) Apabila barang yang dikirm memiliki kualitas yang lebih baiik, maka
penjual tidak boleh meminta tambahan pembayaran dan hal ini dianggap
sebagai pelayanan kepuasan pelanggan.
8) Apabila barang yang dikirim kualitasnya lebih rendah, pembeli boleh
memilih menolak atau menerimanya. Apabila menerima pembeli tidak
boleh meminta pengurangan harga
9) Barang boleh dikirim sebelum jatuh tempo asalkan disetujui oleh kedua
pihak dan dengan syarat kualitas dan jumlah barang sesuai dengan
kesepakatan dan tidak boleh menuntut penambaran harga.
10) Penjualan kembali barang yang dipesan sebelum diterima tidak boleh
secara syariah
11) Kaidah penggantian barang yang dipesan dengan barang lain. Para ulama
melarang penggantian spesifikasi barang yang tidak sesuai dengan
spesifikasi yang dipesan dengan barang lainnya.
12) Apabila barang tempat penyerahan harga tidak disebutkan, akad tetap sah.
Namun sebaiknya dijelaskan dalam akad apabila tidak disebutkan maka
harus dikirim ke tempat yang menjadi kebiasaan, misalnya guang pembeli.
c. Ijab Kabul
Adalah pernyataan ekspresi saling rida /rela diantara pihak-pihak pelaku akad
yang dilakukan secara verbal, tertulis, melalui korespondensi atau menggunakan
cara-cara komunikasi modern
LATIHAN 1

1. Jurnal yang dicatat oleh Bapak C (pada saat pembayaran)


Piutang Salam Rp. 500.000.000
Kas Rp. 500.000.000
(100 ton x Rp. 5.000.000)

Jurnal yang dicatat oleh Bapak B (pada saat penerimaan kas)


Kas Rp. 500.000.000
Utang Salam Rp. 500.000.000
Jurnal yang dicatat oleh Bapak C (pada saat penerimaan barang)
Aset Salam Rp. 500.000.000
Piutang Salam Rp. 500.000.000

LATIAHAN 2

Bapak B (pada saat kekurangan barang)

Aset Salam Rp. 90.000.000

Kas Rp. 90.000.000

(200 ton x Rp 450.000)

Bapak A (pada saat penjualan)

Kas Rp. 90.000.000

Penjualan Rp. 90.000.000

Bapak C

Aset Saham Rp. 90.000.000

Kerugian Rp. 410.000.000

Piutang Saham Rp. 500.000.000

LATIHAN 3

Bapak C (pembeli)

Aset Saham Rp. 95.000.000

Kerugian Rp.405.000.000

Piutang Saham Rp.500.000.000


Bapak B (Penjual)

Utang Saham Rp. 500.000.000

Penjualan Rp. 500.000.000

SOAL KOMPREHENSIF 1

a. Bapak Andri dan Bapak Anto sudah sesuai syariah, karena akad salam dapat
dilakukan secara langsung antara pembeli dan penjual, dan dapat juga dilakukan oleh
pihak ketiga secara parallel. Bapak Anto sudah mengirimkan 1ton manga kepada
Bapak Andri tepat waktu tidak ada manga yang ditolak oleh Bapak Andri.
- Bapak Anto dengan Bapak Dimas dan Bapak Sumirat tidak sesuai dengan syariah,
karena Bapak Sumirat hanya mampu menyerahkan 300kg manga dari perjanjian awal
500kg dengan kriteria yang telah dijanjikan (0,250kg), sisanya ditolah oleh Bapak
Anto karena tidak sesuai yang dijanjikan. Sisa 200kg lagi dipenuhi oleh Bapak Dimas
dengan harga Rp. 4250/kg padahal perjanjian awal adalah Rp. 4000/kg. Sedangkan
dalam akad salam, harga yang telah disepakati tidak dapat diubah selama jangka
waktu akad.

b. Jurnal

20 Desember 2011

Bapak Anto

Piutang Salam Rp. 2.000.000

Kas Rp. 2.000.000

Piutang Salam Rp. 2.000.000

Kas Rp. 2.000.000

Bapak Dimas

Kas Rp. 2.000.000


Utang Salam Rp. 2.000.000

Bapak Sumirat

Kas Rp. 2.000.000

Utang Salam Rp. 2.000.000

21 Desember 2011

Bapak Andri

Piutang Salam Rp. 5.000.000

Kas Rp. 5.000.000

Bapak Anto

Kas Rp. 5.000.000

Utang Salam Rp. 5.000.000

2 September 2012

Bapak Anto

Aset Salam Rp. 2.000.000

Piutang Salam Rp. 2.000.000

Aset Salam Rp. 2.000.000

Piutang Salam Rp. 2.000.000

Bapak Dimas

Utang Salam Rp. 2.000.000

Aset Salam Rp. 2.000.000

Bapak Sumirat

Utang Salam Rp. 2.000.000

Kerugian Salam Rp. 50.000


Aset Salam Rp. 2.050.000

8 September 2012

Bapak Andri

Aset Salam Rp. 5.000.000

Piutang Salam Rp. 5.000.000

Bapak Anto

Utang Salam Rp. 5.000.000

Aset Salam Rp. 4.000.000

Keuntungan Salam Rp. 1.000.000

SOAL KOMPREHENSIF 2

a. Perbedaan utama antara Salam dan Forward

Salam Forward
Penentuan harga kuantitas Saat kontrak dibuat Saat kontrak dibuat
produk yang akan dikirimkan
pengiriman barang Dimasa depan sesuai dengan Dimasa depan sesuai dengan
kontrak kontrak
Pembayaran oleh pembeli Saat kontrak dibuat, pembeli Saat barang diterima dimasa
harus melunasi seluruh nilai depan sesuai dengan kontrak
kontrak yang disetujui
Barang yang menjadi objek Barang yang halal dan harus Sesuai dengan kehendak
kontrak mudah ditemui dipasar pembeli dan penjual yang
(fungible). Umumnya salam membuat kontrak forward
digunakan dalam kontrak jual
beli produk pertanian
Tujuan dibuatnya kontrak Memberikan modal kerja Lindung nilai dan spekulasi
kepada penjual untuk
memproduksi

b. Mekanisme Salam Pararel

Skema skema paralel

(1)-a (1)

Penjual/Pemas (2)-a Pembeli/Penju (2)


Pembeli
ok al
(3)-a (3)

Keterangan :
1. Pembeli dan penjual menyepakati akad salam
(1)-a Penjual dan pemasok menyepakati akad salam
2. Pembeli membayara kepada penjual ,
(2)-a Penjual membayar kepada pemasok
3. Penjual menyerahkan barang kepada pembeli ,
(3)-a Pemasok menyerahkan barang kepada pembeli

c. Alasan produk yang dibuatkan akad salam haruslah produk yang mudah dijumpai di
pasar adlah karena dalam akad salam harga barang pesanan yang sudah disepakati tidak
dapat berubah selama jangka waktu akad. Apabila barang yang dikirim tidak sesuai
dengan ketentuan yang telah disepakati sebelumnya , maka pembeli boleh melakukan
khiar yaitu apakah transaksi dilanjutkan atau dibatalkan. Apabila pembeli menerima,
sedangkan kualitasnya lebih rendah maka pembeli akan mengakui adanya kerugian dan
tidak boleh meminta pengurangan harga, karena harga sudah disepakati dalam akad dan
tidak dapat diubah. Demikian jug ajika kualitasnya tinggi, penjual tidak dapat meminta
tambahan harga dan pembeli tidak boleh mengakui adanya keuntungan, karena diakui
sebagai keuntungan dapat dpersamakan ada unsur riba. Oleh sebab itu produk/barang
yang dibuatkan akad salam harus yang mudah dijumpai di pasar, sehingga tidak akan
terjadi pembatalan/riba dalam perjanjian akad yang duah disepakati barangnya sulit untuk
dijumpai , maka perjanjian tersebut bias saja akan mengalam kecurangan. Produk yang
mudah dijumpai misalnya adalah produk/barang pertanian.
d. Ayat jurnal untuk mencatat transaksi salam untuk Tn, Budi dan Tn. Amir
1 juni
Kontrak salam ditandatangani oleh kedua belah pihak Tn. Budi menyerahkan uang
sebesar Rp. 35.000.000 kepada Tn. Amir
Tn. Amir (Penjual)
Kas Rp. 35.000.000
Utang Salam Rp. 35.000.000
Tn. Budi (Pembeli)
Piutang Saham Rp. 35.000.000
Kas Rp. 35.000.000
1 september
Tn. Amir menyerahkan jagung sebesar 10 ton kepada Tn. Budi. Harga jagung di pasar
saat itu sebesar Rp. 3.200/kg
Tn. Amir (Penjual)
Utang Salam Rp. 32.000.000
Penjualan Rp. 32.000.000
Tn. Budi (Pembeli)
Aset Salam Rp. 32.000.000
Kerugian Rp. 3.000.000
Piutang Salam Rp. 35.000.000

Anda mungkin juga menyukai