Anda di halaman 1dari 17

FORUM DISKUSI MODUL 4 IPA – KB 1

Pertanyaan pertama
Pada mata pelajaran IPA di SD terdapat submateri "Faktor-faktor penyebab
terjadinya perubahan fisika pada suatu benda". Pertanyaannya adalah
bagaimana cara terbaik Anda menyampaikan materi tersebut kepada anak-anak
SD dalam pembelajaran, sehingga anak paham tentang materi "faktor-faktor
penyebab terjadinya perubahan fisika suatu benda"

JAWABAN
Menurut saya adalah pertama-tama menyampaikan kepada para siswa bahwa
perubahan fisika merupakan perubahan pada suatu materi yang tidak
menyebabkan pembentukan materi baru (reversible). Kemudian menjelaskan
sebab-sebab perubahan fisika, yaitu :
1. Perubahan fisika berupa perubahan wujud,
contohnya es berubah bentuk jadi cair, bentuknya cair berubah menjadi gas
(menguap), gas ke cair (mengembun), cair ke padat (membeku), dan padat ke
gas (menyublim). Semua perubahan wujud ini terjadi karena benda menerima
atau melepaskan panas. Jumlah zatnya tetap sama tapi wujudnya berubah.
2. Perubahan fisika karena pencampuran benda,
contohnya mencampur pasir dengan gula. Kedua zat ini masih bisa dipisahkan.
Jumlah masing-masing zat juga tetap sama, tidak ada yang berubah, tapi dari
fisiknya berbeda.
3. Perubahan fisika karena benda dipotong atau dibelah,
contoh, kayu dipotong, kertas disobek. Jumlah zatnya tidak ada yang berubah.
Intinya, kalau suatu zat atau benda berubah bentuknya, berarti telah mengalami
perubahan fisika (perubahan fisik), kira-kira melalui penjelasan seperti ini, maka
para siswa akan paham tentang faktor-faktor penyebab terjadinya perubahan
fisika suatu benda.

Pertanyaan kedua
Jelaskan pengertian perubahan kimia dan perubahan fisika! serta jelaskan
perbedaan nya!
Jawaban
1. Perubahan fisis/fisika merupakan perubahan pada suatu materi yang tidak
menyebabkan pembentukan materi baru; artinya unsur-unsur
penyusunnya akan tetap sama dengan zat semula dan dapat dikembalikan
ke wujud semula (reversible) walaupun tidak melalui reaksi kimia.
contohnya adalah perubahan bentuk, ukuran, dan wujud benda (zat)
2. Perubahan kimia merupakan kebalikan dari perubahan fisis/fisika. Jika
perubahan fisika perubahannya tidak menyebabkan terbentuknya materi
baru, maka pada perubahan kimia ini perubahannya dapat menyebabkan
terbentuknya zat baru yang yang unsur-unsur penyusunnya berbeda
dengan zat asalnya. Hal ini disebabkan karena adanya reaksi kimia.

Perbedaan perubahan kimia dan perubahan fisika :

No Perubahan kimia Perubahan fisika


1 Terbentuknya zat baru dan Tidak menghasilkan zat baru
sifat zat yang berbeda dengan
sifat penyusunnya
2 Pada perubahan kimia, yang Pada perubahan fisika, umumnya
berubah adalah zatnya. yang berubah adalah wujud,
ukuran,
warna, dan bentuk
3 Tidak dapat kembali ke bentuk Mampu kembali ke bentuk semula
semula
4 Terjadi perubahan molekul Sifat partikel tetap sama
5. Pada perubahan kimia, Pada perubahan fisika,
penyebabnya adalah reaksi penyebabnya disebabkan oleh
kimia. perubahan suhu
atau karena gaya.
FORUM DISKUSI MODUL 4 IPA – KB 2
Diskusi 1:
Kita mengenal pengiriman tenaga listrik jarak jauh SUTET (Saluran Utama
tegangan Ekstra Tinggi). Pada SUTET listrik dikirim pada tegangan 150.000 volt.
sementara pengiriman listrik yang masuk ke rumah-rumah penduduk
bertegangan 220 volt. Mengapa pada SUTET tegangannya dibuat tinggi sekali ...
.
Jawaban
Sutet tegangannya dibuat tinggi sekali untuk mengurangi energi yang
hilang, maka besar dari kuat arus listrik (I) harus diperkecil dengan memperbesar
tegangan listrik (V). Saat listrik dikirimkan lewat sebuah saluran, sebagian energi
listriknya lenyap sebagai energi panas, karena elektron (yang menyusun arus
listrik) bertabrakan dengan atom dan molekul yang ada sepanjang jalur
distribusi. Jumlah energi listrik yang hilang ini sama dengan hasil kali hambatan
saluran dan kuadrat arus. Karenanya, agar rugi-rugi ini rendah, energi listrik
harus dikirimkan dengan arus rendah.
Tapi, untuk mempertahankan permintaan daya, ini artinya tegangan yang
harus dinaikkan, hingga mencapai ratusan ribu volt misalnya (tegangan listrik di
rumah hanya 220 volt). Pada titik penyebaran dimana energi dikirim ke
rumahrumah, sebuah trafo (transformator) menurunkan tegangan listrik
tersebut menjadi lebih rendah (berarti lebih aman) dan arusnya dinaikkan (yang
dapat dibatasi dengan sekering atau stud (MCB – Miniature Circuit Breaker)).
Sebaliknya pada rumah tangga tegangan listrik yang digunakan adalah tegangan
rendah seperti 220 V, untuk mencegah dampak kebakaran atau tersengat
tegangan tinggi.

Diskusi 2:
Apakah pengajaran IPA hanya cukup berorientasi pada "sastra sains" atau perlu
juga dikembangkan aspek-aspek lainnya juga seperti yang sudah dijelaskan pada
orientasi di atas. Jika dipandang perlu, berikan masukan terbaik Anda tentang
pengalaman belajar (learning experience) siswa seperti apa untuk mencapai
target tersebut.
Jawaban
Menurut saya sebaiknya pembelajaran IPA diimbangi dengan praktikum,
karena pengalaman saya bahwa pemahaman tentang sains akan lebih mudah
jika disertai dengan pratikum, jadi pembelajaran IPA tidak hanya cukup dengan
sastra sains saja, pembelajaran IPA juga perlu dikembangkan beberapa aspek
yaitu IPA sebagai produk, IPA sebagai proses dan IPA sebagai sikap ilmiah.
Apabila ketiga aspek itu dilaksanakan maka diharapkan akan mengembangkan
rasa ingin tahu siswa, mengembangkan keterampilan proses, mengembangkan
sikap kritis dan kreatif, mengembangkan kesadaran akan peran penting sains
dalam kehidupan sehari-hari, serta mengembangkan rasa keimanan dan
kepercayaan terhadap Tuhan YME.

Diskusi 3:
Dalam pembuatan magnet terdapat beberapa cara, jelaskan dan berikan
contoh dalam pengajaran kepada peserta didik di kelas! Dan bagaimanakah
mengimplementasikan penggunaan magnet dalam kehidupan sehari-hari?
Jelaskan dan beri contoh!
Jawaban
Ada 3 cara dalam pembuatan magnet yaitu :
1. Menggosok
2. Induksi / imbas
3. Dialiri arus listrik / elektromagnetik
1. Cara menggosok
Magnet yang dibuat dengan cara menggosokan kutub magnet pada besi/baja
(paku) secara searah dan berulang-ulang. Semakin lama besi/baja (paku)
digosok maka semakin lama pula sifat kemagnetannya.

Dalam pembelajaran di kelas, peserta didik dapat melakukan percobaan


dengan menyiapkan bahan-bahan :
 Magnet
 Paku
 Paperclips
Langkah-langkah :
1. Dekatkan ujung paku dengan paperclip, apa yang terjadi?
2. Gosokan magnet pada paku secara searah dari kutub utara ke selatan
(lakukan 1– 2 menit). Mengapa digosok searah?
3. Dekatkan ujung paku pada paperclip, apa yang terjadi?
Menjawab pertanyaan :
1. Mengapa paperclips dapat menempel pada paku yang sudah digosokan
magnet ?
2. Apakah paku dapat menarik paperclips selamanya ? mengapa ?
2. Cara induksi / imbas
Mendekatkan / menempelkan magnet pada benda yang terbuat dari logam
(besi/baja), misalnya paku. Paku tersebut akan menjadi bersifat magnet,
namun hanya sementara karena sifat kemagnetannya akan hilang jika
magnet dilepas dari paku.

Dalam pembelajaran di kelas, peserta didik dapat melakukan percobaan


dengan menyiapkan bahan-bahan :
 Magnet
 Paku
 Paperclips
Langkah-langkah :
1. Dekatkan paku pada paperclips, amati apa yang terjadi !
2. Tempelkan paku pada magnet, amati apa yang terjadi !
3. Dekatkan paperclips ke ujung paku yang terjauh dari magnet, amati yang
terjadi!
4. Lepaskan paku dari magnet, amati apa yang terjadi !
Menjawab pertanyaan :
1. Mengapa paperclips tidak menempel sebelum paku ditempelkan ke
magnet ?
2. Mengapa paperclips dapat menempel setelah paku ditempelkan ke
magnet ?
3. Mengapa paperclips tidak menempel setelah paku dilepas dari magnet?
3. Cara dialiri arus listrik / elektromagnetik
Magnet yang terjadi karena adanya aliran listrik disebut elektromagnetik.
Aliran listrik dapat diperoleh dari arus listrik searah baterai. Jika aliran listrik
diputus maka sifat kemagnetannya hilang.

Dalam pembelajaran di kelas, peserta didik dapat melakukan percobaan


dengan menyiapkan bahan-bahan :
 Baterai besar (1,5V)
 Paku besar
 Kawat tembaga
 Paperclips/
Langkah-langkah :
1. Lilitkan kawat tembaga pada paku.
2. Tempelkan ujung kawat pada kutub-kutub baterai.
3. Tekan dengan ujung jari dan ujung jempol pada kutub-kutub baterai.
4. Gunakan lakban atau kain lap saat menekan.
5. Sambil memegang kutub-kutub baterai, dekatkan ujung paku pada paperclip,
apa yang terjadi?
Menjawab pertanyaan :
1. Apakah paperclips dapat menempel di ujung paku ?
2. Mengapa paperclips tersebut dapat menempel di ujung paku ?
3. Mengapa ketika kawat tembaga dilepas dari baterai, paperclips akan
teerlepas juga dari paku ?
Penggunaan magnet dalam kehidupan sehari-hari :
1. Mengambil Benda-Benda dari Logam
Benda yang dapat ditarik kuat oleh magnet adalah bahan yang terbuat dari
logam seperti besi, baja, dan nikel. Dengan adanya sifat itu, magnet
digunakan pada beberapa peralatan untuk mempermudah mengambil benda
dari logam. Peralatan tersebut antara lain gunting, obeng, tang, dan alat
pengangkut besi tua. Beberapa gunting, obeng, dan tang memiliki magnet
pada
bagian ujungnya.
2. Penunjuk Arah
Magnet dapat digunakan untuk menunjukkan arah karena kutub-kutub
magnet selalu menunjukkan arah utara dan selatan. Alat yang
memanfaatkan sifat magnet tersebut adalah kompas. Di dalam kompas
terdapat magnet berbentuk jarum yang selalu menunjukkan arah utara dan
selatan. Sehingga dapat digunakan untuk menunjukkan arah mata angin.
Kompas digunakan oleh pelaut, pendaki gunung, dan pilot untuk membantu
menunjukkan jalan.
3. Membantu dalam Perubahan Energi
Pada beberapa peralatan listrik seperti televisi, radio menggunakan magnet
pada bagian pengeras suara (speaker). Fungsi magnet pada speaker adalah
mengubah energi listrik menjadi energi bunyi. Fungsi magnet pada televisi
adalah mengubah energi listrik menjadi energi bunyi, cahaya, dan suara.
Fungsi magnet pada radio mengubah energi listrik menjadi energi bunyi.
Selain itu pada peralatan rumah tangga misalnya kipas angin, mesin cuci, dan
blender, magnet digunakan untuk mengubah energi listrik menjadi energi
gerak. Pada rice cooker, seterika, microwave magnet digunakan untuk
mengubah energi listrik menjadi energi panas. Pada lampu dan LCD magnet
dapat mengubah energi listrik menjadi energi cahaya.
4. Menghasilkan Listrik
Magnet dapat menghasilkan listrik dalam jumlah besar dan kecil. Salah satu
alat yang menggunakan magnet untuk menghasilkan listrik adalah dinamo
sepeda. Pada dinamo sepeda, magnet menghasilkan energi listrik dalam
jumlah kecil yang digunakan untuk menyalakan lampu sepeda.
5. Merapatkan Dua Benda
Sebuah magnet yang panjang diletakkan di dalam karet sepanjang pintu
lemari es. Lemari es terbuat dari baja, jadi magnet akan membuat pintu
lemari es menutup dengan rapat ketika ditutup. Pintu lemari es yang
tertutup rapat dapat menjaga suhu di dalam tetap dingin sehingga makanan
dan minuman di dalamnya tetap segar. Selain itu juga magnet pada kotak
pensil yang bermanfaatn untuk merapatkan kotak pensil agar alat tulis
tersimpan aman di dalam kotak pensil.
6. Pesawat Telepon
Pesawat telepon terdiri atas dua bagian utama, yaitu mikrofon (pesawat
pengirim) dan telepon (pesawat penerima). Mikrofon terdiri atas diafragma
aluminium, kotak karbon, dan butir-butir karbon. Adapun telepon terdiri atas
diafragma besi, magnet permanen, dan elektromagnet.
7. Komputer
Komputer merupakan salah satu perangkat yang dilengkapi magnet. Saat
penggunannya mengaktifkan komputer, saat itu pula terjadi hubungan
dengan magnet. Hard drive sangat mengandalkan magnet untuk menyetor
data. Monitor pun menggunakan magnet untuk menciptakan gambar di
layar.
8. Bel Listrik
Elektromagnet dalam bel listrik berupa inti besi yang berbentuk huruf U. Inti
besi tersebut dililiti kumparan dengan arah belitan yang berbeda. Hal ini
dilakukan dengan maksud agar diperoleh magnet yang berbeda jika
kumparan tersebut dialiri arus listrik ketika sakelar ditekan terjadi aliran arus
litrik. elektromagnet pada bel listrik memutus dan menyambung arus listrik
dengan cepat secara otomatis.
FORUM DISKUSI MODUL 4 IPA – KB 3
(1) Berbagai tumbuhan memiliki warna daun berbeda-beda. Mengapa
demikian?
Jawaban
Tumbuhan memiliki warna daun berbeda-beda karena :
a. Pertama adalah habitat tempat hidup tanaman. Tanaman yang
mendapatkan sinar matahari berlimpah memiliki lebih banyak klorofil dan
dengan demikian memiliki warna hijau yang lebih terang. Tanaman yang
tumbuh di tempat teduh memiliki klorofil b yang melimpah sebagai adaptasi
untuk menangkap cahaya dengan intensitas rendah yang menjadikan daun
berwarna lebih gelap.
b. Kedua adalah bentuk dan desain daun. Ada tanaman yang memiliki daun
yang tipis, sedangkan yang lain berdaun tebal. Daun yang tebal cenderung
tidak memiliki banyak air, sehingga berwarna lebih gelap karena mereka
memiliki kloroplas yang padat untuk menyerap sinar matahari tetapi
memiliki reflektansi rendah seperti daun kaktus. Sedangkan daun yang lebih
tipis lebih ringan karena sel mereka cukup air, sehingga konsentrasi klorofil
di permukaan berkurang yang membuat berwarna lebih cerah.

(2) Jelaskan tentang perkembangbiakan hewan secara generatif serta macam-


macamnya!
Jawaban
Berikut ini adalah berbagai macam cara yang bisa dilakukan hewan untuk
perkembangbiakan dengan cara generatif :

1. Vivipar atau Melahirkan – Cara pertama yang bisa dilakukan oleh hewan
untuk memperbanyak diri adalah dengan cara melahirkan. Vivipar banyak
dilakukan oleh hewan mamalia. Hewan yang berkembangbiak dengan cara
melahirkan, pertama kali dia akan mengalami pembuahan sel telur yang akan
dilakukan oleh sperma di dalam tubuhnya atau rahimnya. Tidak hanya itu saja
perkembangan embrio ada di rahim hewan tersebut. Pertumbuhan dan
perkembangan embrio akan terus terjadi sampai saatnya embrio itu berubah
menjadi bakal hewan yang dilahirkan di dunia ini.
Proses perkembangbiakan dengan cara melahirkan adalah sebagai berikut ini :

a. Sel sperma membuahi sel telur yang ada di induk betina.


b. Tumbuhlah embrio di dalam rahim si induk betina.
c. Induk betina akan mengalami masa kehamilan dimana embrio itu akan
berubah menjadi bakal janin hewan di dalam rahim induk betina.
d. Sama halnya dengan manusia, hewan yang mengandung dan melahirkan
akan berbagi makanan dengan janin yang ada di dalam rahimnya. Hal itu
dikarenakan janin yang ada di dalam rahim akan memperoleh makanan
dari induknya. Apa yang induknya makan juga akan dimakan oleh janin
yang ada di dalam kandungan. Penghubung antara induk dengan janin yang
ada di dalam kandungan adalah plasenta.
e. Pertumbuhan janin pada hewan vivipar cenderung lambat, berbeda
dengan pertumbuhan janin hewan ovipar.
f. Anak hewan yang dilahirkan ke dunia nantinya akan memiliki sifat yang
sama dengan induknya begitupula dengan bentuk tubuh anak hewan yang
dilahirkan sama persis dengan induknya.
g. Indera anak hewan vivipar akan lengkap yaitu memiliki indera penglihatan,
indera penciuman, indera pendengaran dan juga indera-indera yang
lainnya.
h. Sama halnya dengan manusia, induk hewan vivipar akan menyusui anak
yang dilahirkannya selama beberapa bulan.

2. Hewan Bertelur atau Ovipar – Ovipar merupakan hewan yang akan


berkembangbiak degan cara bertelur. Oleh sebab itu hewan yang bertelur akan
meletakkan telur tersebut di luar tubuhnya. Hewan yang berkembangbiak
dengan cara bertelur akan memiliki pertumbuhan dan perkembangan embrio
di luar tubuhnya. Embrio milik hewan ovipar akan dilindungi dengan cangkang
telur. Telur yang dikeluarkan oleh hewan ovipar dilengkapi dengan kuning telur
atau yolk. Fungsi dari kuning telur tersebut adalah dijadikan sebagai cadangan
makanan untuk embrio yang tumbuh di dalam telur tersebut. Embrio yang
tumbuh sempurna akan menetas dan keluar dari cangkang telur, sedangkan
embrio yang tidak berkembang dengan sempurna bisa membuat telur tersebut
beraroma busuk. (baca : daur hidup kupu-kupu)
Berikut ini proses perkembangbiakan yang terjadi pada hewan bertelur :

a. Pertemuan sel kelamin jantan dan betina akan membentuk embrio di


dalam cangkang telur.
b. Embrio akan tumbuh berada di luar induknya namun berada di dalam
cangkang telur.
c. Embrio yang ada di dalam cangkang telur akan memperoleh makanan dari
kuning telur yang ada di dalam telur tersebut.
d. Embrio akan terus tumbuh dan berkembang menjadi individu baru.
e. Embrio yang ada di dalam telur akan tumbuh dengan waktu yang cepat
dibandingkan dengan embrio yang ada di dalam rahim hewan vivipar.
f. Embrio yang tumbuh di dalam cangkang telur akan membentuk tubuhnya
sama dengan indukannya.
g. Embrio yang ditetaskan tidak memiliki daun telinga seperti hewan vivipar.
h. Janin yang dikeluarkan oleh hewan ovipar juga tidak memiliki kelenjar susu
sehingga individu baru tersebut akan sama dengan induknya yang tidak
bisa menyusui anaknya.

3. Bertelur Dan Melahirkan ( Ovovivipar ) – Banyak yang bingung dengan


perkembangbiakan ini, bagaimana bisa hewan bisa bertelur dan juga
melahirkan. Sebenarnya simpel saja, telur hasil pembuahan tersebut ada di
dalam tubuh induknya dan baru dilahirkan setelah telur itu menetas. Oleh
sebab itu hewan yang berkembangbiak dengan cara itu disebut dengan hewan
yang bertelur dan juga melahirkan.
Berikut ini adalah proses hewan yang bertelur dan juga melahirkan :

a. Pembuahan yang dilakukan sel kelamin jantan terhadap sel kelamin betina
menghasilkan embrio yang ada di dalam tubuh induk betina.
b. Embrio tersebut tumbuh dan berkembang di dalam cangkang telur.
c. Embrio tersebut akan terus berkembang dan tumbuh di dalam dcangkang
telur. Sama halnya dengan hewan ovipar, makanan yang diperlukan oleh
bakal janin itu ada pada kuning telur. Makanan yang dibutuhkan oleh bakal
janin itu tidak berasal dari induknya.
d. Saat tiba waktunya untuk dilahirkan, telur tersebut akan menetas. Setelah
telur tersebut menetas, anak hewan tersebut akan keluar dari tubuh
induknya dan menjadi individu yang baru.

(3) Bagaimana proses melihat pada manusia? Jelaskan!


Jawaban
Mata bisa melihat benda karena adanya cahaya yang dipantulkan benda
tersebut ke mata. jika tidak ada cahaya yang dipantulkan oleh benda, maka mata
tidak bisa melihat benda tersebut.
Berikut proses melihat pada mata:
a. cahaya benda yang dipantulkan ditangkap oleh mata, dan jatuh dikornea
dan diteruskan oleh pupil.
b. intensitas cahaya yang telah diatur oleh pupil dibawa menembus lansa mata.
c. daya akomodasi pada lensa mata emngatur cahaya supaya jatuh tepat pada
binitk kuning.
d. Pada bintik kuning, cahaya diterima oleh sebuah sel kerucut dan sel batang,
kemudian dibawa ke otak.
e. cahaya yang telah sampai ke otak dan diterjemahkan oleh otak sehinnga kita
bisa tahu apa yang kita lihat.

(4) Bagaimanakan mekanisme gerak pada manusia? Jelaskan!


Jawaban
Rangsangan (impuls) yang mengenai tubuh diterima oleh organ reseptor untuk
diteruskan ke pusat saraf. Dari pusat saraf akan disampaikan tanggapan (respon)
ke organ efektor. Respon ini biasanya berbentuk gerakan. Proses perambatan
impuls ini meliputi cara merambat melalui sel saraf dan sinapsis.

1. Perambatan impuls melalui sel saraf


Rambatan impuls melalui serabut saraf terjadi dalam bentuk pulsa elektrik. Alur
impuls yang terjadi yaitu:

Impuls – dendrit – badan sel saraf – neurit – keluar melewati sinapsis

Perambatan impuls ini terjadi karena adanya perbedaan potensial listrik antara
bagian luar dan bagian dalam sel saraf. Sel saraf pada saat beristirahat bagian
luarnya merupakan kutub positif, sedangkan bagian dalamnya kutub negatif.
Adanya rangsang dari organ reseptor menyebabkan pembalikan beda potensial
(depolarisasi), sehingga terjadi perambatan gelombang sesuai beda potensial.
Variasi kecepatan perambatan gelombang dipengaruhi oleh diameter akson dan
ada atau tidaknya selubung mielin, yaitu antara 1 sampai 120 m per detik.
Pengembalian posisi kepada posisi awal memerlukan waktu sekitar 1/500
sampai 1/1000 detik. Stimulus yang lemah (threshold) tidak dapat menghasilkan
impuls yang dapat merubah potensial listrik, tetapi sebaliknya jika stimulus kuat
maka impuls akan dihantarkan sampai ujung akson dan diteruskan kepada sel
saraf yang lainnya.

2. Perambatan impuls melalui sinapsis

Ujung akson sel saraf membentuk tonjolan sinapsis yang berisi sitoplasma
(cairan sel). Di dalam sitoplasma tonjolan sinapsis terdapat membran kecil
(vesikula sinapsis) yang berisineurotransmitter. Pada saat impuls sampai pada
ujung neuron, maka vesikula melepaskan neurotransmitter.
Contoh neurotransmitter yaitu asetilkolin (terdapat di seluruh
tubuh),noradrenalin (terdapat di sistem saraf simpatik), dopamin dan
serotonin (terdapat di otak). Penempelan asetilkolin pada reseptor
menyebabkan terjadinya impuls pada sel saraf berikutnya dengan bantuan
enzim asetilkolinesterase.
Perambatan impuls dari sel saraf motorik ke otot pada organ efektor melalui
sinapsis. Sinapsis ini berbentuk cawan dan mengelilingi sel otot. Otot yang
bergerak dapat menggerakkan organ. Berdasarkan alur stimulus, gerak
dibedakan menjadi dua yaitu gerak biasa dan gerak refleks. Gerak biasa disadari
oleh tubuh sedangkan gerak refleks terjadi dalam waktu yang cepat dan spontan
dilakukan tubuh.
Gerak Biasa
Urutan impuls pada gerak biasa berbeda dengan pada gerak refleks. Urutan
jalannya impuls pada gerak biasa yaitu:

Stimulus pada organ reseptor – sel saraf sensorik – otak – sel saraf motorik –
respon pada organ efektor

Gerak Refleks
Gerak refleks terjadi secara otomatis terhadap rangsangan tanpa kontrol dari
otak sehingga dapat berlangsung dengan cepat. Gerak refleks terjadi tidak
disadari terlebih dahulu atau tanpa dipengaruhi kehendak. Contoh gerak refleks
seperti mengangkat tangan ketika terkena api, mengangkat kaki ketika tertusuk
duri, berkedip ketika ada benda asing yang masuk ke mata, bersin serta batuk.
Urutan perambatan impuls pada gerak refleks yaitu:
Stimulus pada organ reseptor – sel saraf sensorik – sel penghubung (asosiasi)
pada sumsum tulang belakang – sel saraf motorik – respon pada organ efektor.
Jalan pintas pada gerak refleks yang memungkinkan terjadinya gerakan dengan
cepat disebut lengkung refleks. Macam gerak refleks yaitu refleks otak dan
refleks sumsum tulang belakang. Refleks otak terjadi apabila saraf penghubung
(asosiasi) terdapat di dalam otak, seperti gerak mengedip atau mempersempit
pupil pada saat ada cahaya yang masuk ke mata. Refleks sumsum tulang
belakang terjadi apabila sel saraf penghubung terdapat di dalam sumsum tulang
belakang seperti refleks pada lutut.
Ciri gerak refleks yaitu:

1. Dapat diramalkan jika rangsangannya sama


2. Memiliki tujuan tertentu bagi organisme tersebut
3. Memiliki reseptor tertentu dan terjadi pada efektor tertentu
4. Berlangsung cepat, tergantung pada jumlah sinapsis yang dilalui impuls
5. Spontan, tidak dipelajarai dulu
6. Fungsi sebagai pelindung dan pengatur tingkah laku hewan
7. Respon terus menerus dapat menyebabkan kelelahan

Macam refleks: refleks spinal (pada sumsum tulang belakang), refleks medulla
(pada sumsum lanjutan), refleks cerebellar (melibatkan otak kecil), refleks
superfisial (melibatkan kulit dan lain-lain), refleks miotatik (pada otot lurik),
serta refleks visceral (berhubungan dengan dilatasi pupil dan denyut jantung).
FORUM DISKUSI MODUL 4 IPA – KB 4
Pertanyaan:
(1) Berdasarkan prinsip ekosistem, bagaimana cara menjelaskan peristiwa
tersebut kepada peserta didik. Jelaskan pula manfaat dari buaya bagi kehidupan
manusia.
Jawaban
1. Menjelaskan kepada para siswa bahwa setiap makhluk yang ada di dalam
ekosistem berinteraksi satu sama lain. Karena, dengan adanya interaksi, maka
ekosistem dapat berjalan dengan seimbang. Tetapi dalam ekosistem itu,
interaksi yang dilakukan memiliki bentuk, hubungan, dan tujuan. Interaksi ini
biasanya berhubungan dengan keseimbangan ekosistem, penjagaan populasi,
persebaran dan ketersediaan hewan serta tumbuhan. Semuanya dipengaruhi
oleh interaksi ini, jadi konflik buaya dan manusia, serta kemunculan dan agresi
buaya di wilayah yang bukan habitatnya, hal ini bisa disebabkan karena ekspansi
pertambangan, pembukaan lahan dan degradasi lingkungan yang dapat
berkorelasi dengan keseimbangan ekosistem yang menjadi habitat buaya.
2. Manfaat buaya bagi kehidupan manusia, antara lain :
a. Sebagai hewan peliharaan
Salah satu manfaat adalah sebagai hewan peliharaan. Mungkin buaya sangat
mengerikan apabila dijadikan sebagai salah satu hewan peliharaan. Namun
demikian, fenomena ini memang nyata adanya di kalangan masyarakat, tidak
hanya di Indonesia, namun juga di dunia, dimana buaya yang dianggap
berbahaya malahan menjadi salah satu hewan peliharaan.
b. Kulit buaya dimanfaatkan sebagai bahan kerajinan tangan
Manfaat lainnya dari buaya yang sering digunakan oleh manusia adalah kulitnya.
Kulit buaya memiliki corak serta kualitas kulit yang sangat menarik dan memiliki
nilai jual yang sangat tinggi . Hal inilah yang kemudian dimanfaatkan oleh para
pengrajin untuk mengolah kulit dari berbagai hewan buaya menjadi bahan
kerajinan tangan. Biasanya, kulit buaya seringkali diolah menjadi bahan utama
pembuatan dompet, ikat pinggang, tas, bahan sepatu kulit dan juga berbagai
macam produk fashion lainnya.
c. Dimanfaatkan untuk dikonsumsi
Saat ini daging buaya sebagai salah satu bahan daging konsumsi mungkin masih
jarang diaplikasikan pada masyarakat umum, namun demikian hal ini sudah
mulai bisa diterima oleh akal sehat. Salah satu kepercayaan masyarakat
menyebutkan bahwa dengan mengkonsumsi daging dari hewan jenis reptil
dapat menyembuhkan
penyakit kulit, meningkatkan stamina dan daya tahan tubuh, serta sangat
menyehatkan tubuh.
d. Predator alami penyeimbang ekosistem alam
Manfaat buaya lainnya adalah sebagai salah satu jenis predator alami sehingga
menyeimbangkan ekosistem siklus kehidupan di alam. Sebagai salah satu
predator alami, buaya kebanyakan memakan berbagai macam hewan yang ada
di sekitar habitatnya, seperti ikan, babi, rusa, dan lain-lain.

(2) Di dalam suatu ekosistem terjadi saling ketergantungan antar anggota


ekosistem tersebut. Dalam suatu ekosistem sawah bila hewan Ular mengalami
kepunahan, maka apa yang akan terjadi?
Jawaban
Peran ular dalam ekosistem sawah adalah konsumen tingkat II, dimana ular
sendiri mengonsumsi umunya tikus dan katak di sawah. Ular sendiri akan
dimakan oleh elang sebagai konsumen puncak. Namun, jika ular punah, maka

1. Tikus dan Katak akan merebak dengan cepat karena tidak ada yang menjadi
predator mereka.

2. Katak yang mengonsumsi jangkrik, ulat, cacing karena jumlahnya betambah


banyak akan mengurangi jumlah jangkrik ulat dan cacing tersebut. sedangkan
tikus yang semakin banyak akan merusak persawahan.

3. Elang akan ikut terimbas menjadi berkurang karena tidak ada yang bisa
dikonsumsi dengan kepunahan ular.

Anda mungkin juga menyukai