Anda di halaman 1dari 16

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

(RPP)

Satuan Pendidikan : SMK PENDA 2 Karanganyar


Mata Pelajaran : Dasar Tekstil
Kelas / Semester : X Tata Busana / Gasal
Alokasi Waktu : 2 x 45 menit ( pertemuan ke-1 )
4 x 45 menit ( pertemuan ke-2 )

A. KOMPETENSI INTI
3. Memahami, menerapkan dan menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, dan
prosedural berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi,
seni, budaya, dan humaniora dalam wawasan kemanusiaan, kebangsaan,
kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian dalam bidang
kerja yang spesifik untuk memecahkan masalah.
4. Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait
dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan
mampu melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan langsung

B. KOMPETENSI DASAR
3.1. Menganalisis macam-macam serat
4.1. Mengkategorikan macam-macam serat

C. INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI


3.1.2 mendefinisikan serat tekstil
3.1.3 Menyebutkan macam –macam serat tekstiL
3.1.3 Menganalisis macam-macam serat tekstil
4.1.1 Mengkarakteristikkan jenis serat tekstil berdasarkan asal serat
4.1.2 Mengidentifikasi macam-macam serat tekstil

D. TUJUAN PEMBELAJARAN
3.1.2 Setelah berdiskusi dan menggali informasi, peserta didik akan dapat mendefinisikan serat
tekstil secara mandiri dengan percaya diri.
3.1.3 Setelah berdiskusi dan menggali informasi, peserta didik akan dapat Menyebutkan macam
macam serat tekstil secara mandiri dengan percaya diri.
3.1.4 Setelah berdiskusi dan menggali informasi, peserta didik akan dapat secara teliti menganaisis
macam-macam serat tekstil.
4.1.1 Setelah berdiskusi dan menggali informasi, peserta didik akan dapat mengkaarakteristikan
jenis serat sesuai dengan ciri-cirinya dengan teiiti
4.1.2 Secara mandiri siswa mampu mengidentifikasi dan memilah jenis-jenis serat tekstil dengan
praktek uji bakar sesuai dengan SOPl

Widya Nanda G.P / Tata Busana / SMK PENDA 2 Karanganyar


E. MATERI PEMBELAJARAN
3.1.4 Pengenalan Bahan Tekstil
3.1.4 Penggoongan serat tekstil
3.1.5 Karateristik serat tekstil
4.1.1 karakteristik jenis serat tekstil berdasarkan asal serat
4.1.2 Uji Bakar serat tekstiluydydd

F. PENDEKATAN, MODEL DAN METODE


Pendekatan : Saintifik
Model Pembelajaran : Inqury Learning Terbimbing
Metode : Tanya jawab, diskusi, demonstrasi

G. KEGIATAN PEMBELAJARAN
Pertemuan ke-1
Alokasi
Kegiatan Deskripsi Kegiatan
Waktu
Pendahuluan  Guru memberikan salam dan mengajak semua 15 menit
siswa berdoa menurut agama dan keyakinan
masing-masing.
 Guru mengecek kehadiran siswa
 Guru menyampaikan tema materi dan memberi
pertanyaan rangsangan kepada siswa
 Guru menyampaikan tujuan pembelajaran
 Guru menyampaikan rencana kegiatan yang akan
dilaksanakan yaitu bertanya jawab, berkelompok
dan diskusi.
 Guru membagi kelompok diskusi, setiap kelompok
3-4 siswa
 Guru menyampaikan rencana penilaian
pengetahuan dan keterampilan
Inti Orientasi Masalah 60 menit
 Siswa mengamati materi tayang berupa video tentang
jenis-jenis serat (mengamati)
 Siswa membuat pertanyaan tentang (menanya)
Pengumpulan data
 Siswa membaca buku untuk mengidentifikasi
macam- macam serat dan karakteristiknya
(mengumpulkan informasi)
 Siswa membuat list pertanyaan tentang apa yang ingin
diketahui dari materi tayang (menanya)
 Guru memberikan jawaban dari pertanyaan-
pertanyaan siswa (menanya)
 Guru menugaskan siswa untuk mengidentifikasi maca
serat(mengumpulkan informasi)

Widya Nanda G.P / Tata Busana / SMK PENDA 2 Karanganyar


Alokasi
Kegiatan Deskripsi Kegiatan
Waktu
 Siswa membaca buku untuk mendapatkan informasi
tentang jenis jenis serat
 Siswa mendiskusikan jenis jenis serat
 Berdasarkan hasil membaca buku dan diskusi siswa
merumuskan macam-macam jenis serat
Pengorganisasian
 Siswa berdiskusi menyimpulkan hasil identifikasi
macam-macam serat (menalar)
 Siswa mempresentasikan hasil diskusi di depan
kelas (mengomunikasikan)
 Siswa lain memberikan tanggapan terhadap
presentasi
 Siswa menerima tanggapan dari siswa lain dan
guru
 Guru memberikan penguatan dan menarik
kesimpulan dari materi yang dipelajari.

Penutup  Merangkum materi pembelajan 15 menit


 Siswa menyampaikan pendapatnya tentang
pembelajaran yang telah diikuti.
 Memberikan umpan balik pembelajaran
 Menyampaikan rencana pembelajaran berikutnya
 Memberikan penugasan.
 Guru menutup dengan berdoa

Pertemuan ke-2
Alokasi
Kegiatan Deskripsi Kegiatan
Waktu
Pendahuluan  Guru memberikan salam dan mengajak semua 15 menit
siswa berdoa menurut agama dan keyakinan
masing-masing.
 Guru mengecek kehadiran siswa
 Guru menyampaikan tujuan pembelajaran
 Guru menyampaikan rencana kegiatan yang akan
dilaksanakan yaitu bertanya jawab, berkelompok
dan diskusi.
 Guru mereview materi pertemuan sebelumnya
 Guru menyampaikan teknis pembelajaran praktik
Inti Pengumpulan data dengan ekperimen 150
 Guru meminta siswa untuk mencoba melakukan menit
eksperimen sederhana sebagai pembuktian rumusan
masalah/hipotesis (mengumpulkan data)

Widya Nanda G.P / Tata Busana / SMK PENDA 2 Karanganyar


Alokasi
Kegiatan Deskripsi Kegiatan
Waktu
Pegorganisasian
 Guru meminta siswa untuk menentukan hasil hipotesis
dengan diskusi antar kelompok (mengkomuniasikan)
 Siswa mendiskusikan untuk mengidentifikasi macam-
macam serat tekstil (mengkomuniasikan)
 Siswa menyampaikan pada kelompok lain dan
menanggapinya (mengkomuniasikan)

Penutup  Merangkum materi pembelajan 15 menit


 Siswa menyampaikan pendapatnya tentang
pembelajaran yang telah diikuti.
 Memberikan umpan balik pembelajaran
 Menyampaikan rencana pembelajaran berikutnya
 Memberikan penugasan.
 Guru menutup dengan berdoa

H. PENILAIAN, PEMBELAJARAN REMEDIAL DAN PENGAYAAN


(kisi-kisi soal dan instrumen terlampir)
KEGIATAN PENGAYAAN
• Guru memberikan penugasan mencari materi tentang penggolonggan serat tekstil

KEGIATAN REMEDIAL
• Guru mengulang pembelajaran tentang penggolonggan serat tekstil

I. MEDIA, ALAT/BAHAN DAN SUMBER BELAJAR


a. Media : Power point, training obyek
b. Alat/Bahan : LCD, laptop, Modul
c. Sumber : Tata Busana Jilid 2 , Ernawati

Mengetahui Karanganyar, 30 Juni 2016


Kepala Sekolah, Guru,

Aris Sukarno,S.Pd , MPd Widya Nanda Gardhea Putri ,S.Pd


NIP. NIP

Widya Nanda G.P / Tata Busana / SMK PENDA 2 Karanganyar


LAMPIRAN PENILAIAN

Instrumen Penilaian Pengetahuan

Mata Pelajaran: Tekstil


KD 3.1 Menganalisis macam-macam serat
Kompetensi
Indikator Indikator Soal Jenis Soal Soal
Dasar
 mendefinisika  Siswa dapat uraian 1. Apakah tujuan anda
Menganalisis
mempelajari bahan
macam- n serat tekstil mendefinisikan
tekstil?
macam serat
tujuan
meempelajari
bahan tekstil
2. Jelaskan
 Menyebutkan  Siswa dapat penggolongan serat
macam – menyebutkan tekstil yang berasal
dari alam?
macam serat macam –macam
tekstiL serat teksti yang
berasal dari alam 3. Jelaskan ciriciri
serat buatan ¡
 Menganalisis  Peserta didik
macam-macam mmpu
serat tekstil menganalisis
serat tekstil
buatan atau
sintetis

Kunci Jawaban Soal:


1. Tujuan mempelajari bahan tekstil adalah supaya memiliki wawasan dan keterampilan dalam
memilih dan membeli bahan baku busana sesuai desain busana.
2. Penggolongan serat tekstil yang berasal dari alam adalah sebagai berikut:

Widya Nanda G.P / Tata Busana / SMK PENDA 2 Karanganyar


T
i

Serat selulosa  Batang-> Flak(linen),henep,jute,kenaf,rami


 Buah-> flak, serat, serabut kelapa
I  Daun-> Abaca(manila),henegen,sisal
 Biji-> serat kapas dan kapok
n
Berbentuk stapel
s Serat Alam Serat Protein  Rambut -> Alpaca, Unta,
Chasmere,Uama,Mohair, Kelinci.
t  Wol -> Biri-biri

r Berbentu Filamen Sutera -> dari ulat suterw

u
m
e Serat Mineral Serat Asbes

n
3.
Sifat-sifat umum serabut thermoppastik :
P
 Pada umumnya kuat baik dalam keadaan basah dan kering
e  Tahan gesekan sehingga awet dalam pemakaian
n  Tahan alkali
 Tahan ngengat
i  Tahan jamur dan serangga
 Daya kenyalnya sangat besar sehingga bahan pakaian serabut temoplastik sangat elastis
 Pada suhu tertentu kain dari serabut termoplastik dapat dibuat macam-macam lipit
I
 Tidak tahan panas
n  Daya pengisap air sangat kurang
s
t
Penskoran Jawaban danPengolahan Nilai
r
1. Nilai 4 : jika sesuai kunci jawaban dan ada pengembangan jawaban
u
2.
mNilai 3 : jika jawaban sesuai kunci jawaban
3.
e Nilai 2 : jika jawaban kurang sesuai dengan kunci jawaban
n Nilai 1 :jika jawaban tidak sesuai dengan kunci jawaban
4.
ContohPengolahanNilai
P No SkorPenilaia
IPK Nilai
Soal n1
1. 1 3
2. 2 3
Nilaiperolehan KD pegetahuan : reratadarinilai IPK
3. 3 4
(13/16) * 100 = 81,25
4. 4 3
Jumlah

Widya Nanda G.P / Tata Busana / SMK PENDA 2 Karanganyar


Penilaian Ketrampilan
Mata Pelajaran: Dasar Tekstil
KD 4.2 Mengkategorikan macam-macam serat

Kategori
IPK
1 2 3 4
Tidak dapat Terdapat >1 Terdapat 1 Tepat dan
mengkarateris kesalahan kesalahan benar dalam
 Mengkarakteri tikkan serat dalam dalam menyebutkan
stikkan jenis tekstil sesuai menyebutkan menyebutkan dan
serat tekstil dengan asal dan dan megkaraktrisit
berdasarkan serat . megkaraktrisit megkaraktrisit ikkan
asal serat ikkan ikkan serattekstil
serattekstil serattekstil berdasarkn
berdasarkn berdasarkn penggolongan
penggolongan penggolongan nya
nya nya
Tidak dapat Terdapat >1 Terdapat 1 Tepat dan
Mengidentifik kesalahan kesalahan benar dalam
 Mengidentifika asi serat dalam dalam menyebutkan
si macam- tekstil sesuai menyebutkan menyebutkan dan vn
macam serat dengan asal dan dan serattekstil
tekstil serat sesuai Mengidentifik Mengidentifik berdasarkn
hasil uji bakar asi sera tekstil asi serattekstil penggolongan
berdasarkn berdasarkn nya sesuai
penggolongan penggolongan hasil uji bakar
nya sesuai nya sesuai
hasil uji bakar hasil uji bakar

Widya Nanda G.P / Tata Busana / SMK PENDA 2 Karanganyar


LEMBAR KERJA

Lakukan uji bakar terhadap serat dan tentukan jenis serat berdasarkan hasil uji bakar.

1. Alat:
 Korek api
 Alat tulis

2. Bahan
 Perca kain
 Kertas

3. Keselamatan kerja
 Pastikan lingkungan kerja anda bebas dari bahan yang mudah terbakar.
 Lebih aman jika anda melakukan uji pembakaran di luar ruangan
 Hati-hati dalam mengerjakan tugas
 Bersihkan kembali alat dan lingkungan kerja anda.

4. Langkah Kerja
 Menyiapkan alat dan bahan
 Ukur bahan dengan ukuran yang sama
 Lakukan uji pembakaran
 Amati reaksi yang terjadi selama dan sesudah proses uji pembakaran
 Tulis hasil pengamatan anda
 Merapikan kembali alat dan bahan yang dipergunakan.

Widya Nanda G.P / Tata Busana / SMK PENDA 2 Karanganyar


KEGIATAN BELAJAR 1

Penggolongan Serat

A. URAIAN MATERI
Memiliki pengetahuan tentang bahan tekstil merupakan satu modal yang sangat besar bagi
seseorang yang bergerak di bidang busana.

Bagi konsumen tekstil, mengetahui bahan tekstil diperlukan untuk pemilihan sesuai dengan
gambar disain. Selain itu pengetahuan bahan tekstil akan banyak membantu dalam mengenal jenis
dan kualitas bahan yang dicantumkan dalam label tekstil, sehingga dapat menghindari kesalahan
pada waktu membeli atau menghindari penipuan.

Pemilihan bahan yang baik berdasarkan kualitas kain sangat dipengaruhi oleh asal serat,
proses pembuatan benang, proses pembuatan kain serta penyempurnaan bahan.

1. Pengenalan Bahan Tekstil


Setiap kali kita melihat kain, kita selalu ingat dengan istilah bahan tekstil. Apa yang
dimaksud dengan bahan tekstil ? Bahan tekstil adalah semua bahan yang berupa tenunan
(woven) dan bukan tenunan (non woven) yang digunakan untuk membuat berbagai jenis
busana dan lenan rumah tangga.

Pada umumnya bahan tekstil dapat dikelompokkan dalam 2 kelompok besar berdasarkan
fungsinya, yakni :

a. Bahan Utama
Yang dimaksud dengan bahan utama adalah bahan yang paling banyak digunakan dalam
pembuatan suatu busana atau lenan rumah tangga. Bahan utama sangat berperan bagi
penampilan dan mutu suatu busana atau lenan rumah tangga.

Dalam dunia pertekstilan kita mengenal beraneka ragam bahan tekstil yang indah dan
menarik. Bahan tekstil/kain ini telah melalui suatu proses yang panjang hingga sampai ke
konsumen.

b. Bahan Pelengkap/Garnituur Busana


Bahan pelengkap/garnituut busana adalah semua jenis bahan yang digunakan untuk
melengkapi suatu busana atau lenan rumah tangga. Menurut fungsinya bahan pelengkap
dapat dikelompokkan sebagai berikut :

1) Menyempurnakan : sebagai bahan pelapis, pengisi, dan pembentuk antara rambut


kuda, spons, fliselin dan bantal bahu.
2) Melengkapi/menghias, antara lain :
(1) Macam-macam kancing
(2) Macam-macam pita
(3) Macam-macam renda
(4) Macam-macam benang
(5) Macam-macam bahan aplikasi

Widya Nanda G.P / Tata Busana / SMK PENDA 2 Karanganyar


2. Penggolongan Serat Tekstil
Serat tekstil digolongkan berdasarkan jenis serat, yaitu serat alam dan serat buatan. Serat
alam telah lama dikenal, sedangkan serat buatan dikenal pada permulaan abad ke-19. Serat
buatan mengalami perkembangan pesat dalam pengolahan dan penyempurnaan dari masa ke
masa. Kebanyakan konsumen di Indonesia menggunakan bahan tekstil dari serat campuran
atau sintetis dengan alasan mudah pemeliharaannya, ringan serta murah.

Serat buatan ini dipintal menjadi benang lalu dibuat kain. Panjang serat tekstil satu dengan
yang lainnya berbeda serta mempunyai pengaruh terhadap bahan tekstil itu sendiri. Menurut
panjang serat, jenisnya dibagi dalam dua jenis :

a. Serabut (staple), yaitu serat yang pendek (hanya beberapa cm). Serat alam pada
umumnya pendek. Serat buatan diperoleh dengan cara memotong filamen menjadi 1 –
6 inci
b. Filamen, yaitu serat yang sangat panjang. Semua serat buatan dibuat dalam bentuk
filamen. Serat sutera adalah satu-satunya serat alam yang berbentuk filamen. Kita
mengenal monofilamen, yaitu filamen yang terdiri dari satu filamen, sedangkan
multifilamen ialah filamen yang terdiri dari beberapa filamen dalam bentuk benang.
Serabut tekstil yang bermacam-macam dapat digolongkan dalam empat golongan besar
menurut asal seratnya yaitu :

b. Serabut selulosa, terdiri dari serabut biji, serabut batang, serabut daun, serabut buah,
rayon kupramonium, dan rayon viskosa.
Sifat-sifat umum serabut selulosa :

 Umumnya kain yang berasal dari seabut selulosa kuat dan padat, sehingga terasa lebih
berat dari serabut yang lain.
 Kain lekas menjadi kusut karena kurang kenyal, kecuali jika disempurnakan.
 Kain sangat higroskopis sehingga baik dipakai untuk kain handuk, saputangan, dan
pakaian di daerah tropis.
 Kalau dipakai terasa sejuk karena mempunyai sifat pengantar panas yang baik.
 Kain mudah dicuci karena tahan alkali. Kain yang kotor dapat direndam dalam air
sabun panas, atau direbus karena selulosa tahan terhadap panas yang tinggi.
 Tidak tahan asam mineral sehingga noda pada kain harus cepat dikeluarkan.
 Tidak tahan cendawan tetapi tahan ngengat.
 Mudah terbakar, nyalanya berjalan terus, berbau seperti kertas terbakar dan
meninggalkan abu yang warnanya kelabu.
c. Serabut protein, terdiri dari sutera, wol, bulu binatang lainnya, wol susu, dan vikara.
Sifat-sifat umum serabut protein :

 Dalam keadaan basah kain berkurang kuatnya. Sutera basah berkurang kuatnya 15%,
wol 40% dan vikara 50%.
 Sangat higroskopis dan menghisap lengas sehingga baik dipakai di daerah yang
berhawa dingin.
 Kain yang ditenun dari serabut protein sebaiknya dicuci dengan sabun yang tidak
mengandung alkali karena serabut protein tidak tahan alkali dan obat-obatan yang
bereaksi.
 Umumnya tenunan asal serabut protein tidak tahan panas
 Mempunyai sifat static electricicy (bukan penghantar aliran listrik yang baik.
 Kain tidak mudah kusut kaena mempunyai sifat kenyal dan pegas
 Mudah terbakar, tetapi bila ditarik dari sumber nyala, api akan lekas padam berbau
seperti rambut terbakar, dan meninggalkan lingkaran yang bekilau dan rapuh.

Widya Nanda G.P / Tata Busana / SMK PENDA 2 Karanganyar


d. Serabut termoplastik, terdiri dari asetat, poliamida, poliester, poliakrilik, dan polivinil
chlorida.
Sifat-sifat umum serabut termoplastik :

 Pada umumnya kuat baik dalam keadaan basah dan kering


 Tahan gesekan sehingga awet dalam pemakaian
 Tahan alkali
 Tahan ngengat
 Tahan jamur dan serangga
 Daya kenyalnya sangat besar sehingga bahan pakaian serabut temoplastik sangat
elastis
 Pada suhu tertentu kain dari serabut termoplastik dapat dibuat macam-macam lipit
 Tidak tahan panas
 Daya pengisap air sangat kurang
e. Serabut mineral, terdiri dari asbes, serat gelas dan benang logam.

Menurut asalnya serat tekstil juga dapat dibagi sebagaimana yang tersusun dalam bagan
berikut ini

Widya Nanda G.P / Tata Busana / SMK PENDA 2 Karanganyar


Bagan Penggolongan Serat Tekstil

 Batang  flax (linen), henep, jute, kenaf, rami


Serat Selulosa  Buah  flax, serat sabut kelapa
 Daun  abaca (manilla), heneguen, sisal
 Biji  serat kapas dan kapok

Berbentuk Stapel  Rambut  Alpaca, Unta,


Chasmere, Uama, Mohair,
Serat Alam Serat Kelinci
Protenia  Wol  Biri - biri

Berbentuk Filamen Sutera  dari ulat sutera

Serat Mineral Serat Asbes

 Serat Rayon Viskosa


Serat Tekstil Selulosa  Serat Rayon Astesat
 Serat Rayon Kupro Amonium

Serat Setengah Buatan Protein  Serat Kaseina


 Serat Zein

Mineral Serat logam, gelas,


silikat, karbon

Serat Buatan

1. Poliamida  Serat nilon


Polimer Kondensasi 2. Poliester Serat Tetoron,
Kndensasa Dacron
3. Bliuretan Serat Spandex
Serat Sintesis
1. Polihidrokarbon  Serat
l Defin, Pollietilena,
Polipropilena
Polimer Adisi
Kondensasi 2. Polihidrokarbon yang
akondensassi disubsitusi halogen Serat
Polivinil Khlorida
3. Polihidrokarbon yang
disubstitusi hidroksil Serat
Polivinil Alkohol
4. Polihidrokarbon yang
disubstitusi nitril Serat
Akrilat

Widya Nanda G.P / Tata Busana / SMK PENDA 2 Karanganyar


KEGIATAN BELAJAR 2

Pemeriksaan Serat

A. URAIAN MATERI
Tiap-tiap serat tekstil menunjukkan ciri-cirinya. Ciri-ciri tersebut dapat diperiksa dengan
berbagai cara, yaitu : pemeriksaan visual (mikroskop, memutuskan benang, bahan kimia) dan uji
pembakaran.

1. Pengamatan secara visual


Dengan memperhatikan, meraba, mengepal sehelai kain saja mungkin belum dapat secara
langsung diketahui sifat-sifatnya, demikian juga dengan asal seratnya. Hal ini disebabkan
karena kemajuan teknik penyempurnaan bahan tekstil, sehingga sering tidak dapat dibedakan
antara kain yang asli dengan yang tiruan.

Beberapa pengamatan secara visual tentang sifat yang perlu diketahui untuk menentukan
jenis serat, adalah :

(1) Panjang serat


Untuk penelitian asal serat sehelai kain, perlu dicabut sehelai benang untuk diperiksa
kemungkinan golongan seratnya.

(2) Kekuatan serat


Serat sutra adalah serat yang terkuat diantara serat-serat lainnya seperti nilon, wol dan
kapas. Dalam keadaan basah, serat rayon berkurang kekuatannya, sedangkan serat kapas
akan lebih kuat daripada dalam keadaan kering.

(3) Kehalusan serat


Serat sutra adalah serat yang terhalusdi antara serat-serat asli yang lain seperti serat
sintetis dan serat rayon.

(4) Kilau serat


Serat kapas kurang berkilau kecuali dimerser. Serat linen kilaunya bagus dan jelas, kilau
serat sutra sangat bagus dan lembut, serat rayon berkilau tajam seperti logam, sedangkan
serat wol tidak berkilau karena bergelombang.

(5) Keriting serat


Serat wol aalah satu-satunya yang memiliki keriting asli, ini menyebabkan kain wol
berpori sehingga mempunyai sifat penyekat panas.

(6) Daya lentur


Serat wol berdaya lentur besar, demikian pula serat sintetis dan serat sutra. Serat selulosa
tidak memiliki daya lentur yang baik, tetapi dapat diproses sehingga berdaya lentur yang
besar, contohnya proses pembuatan bahan mulur (stretch)

(7) Daya serap air dan udara


Serat wol berdaya serap sampai 40% tetapi belum terasa basah, daya serap serat sutra
sampai 30%, linen 20% dan kapas 8,5%.

Widya Nanda G.P / Tata Busana / SMK PENDA 2 Karanganyar


Bila usaha mencari asal serat tekstil belum ditemukan dengan cara memperhatikan serat-
seratnya, dapat dilakukan dengan mempergunakan bantuan alat mikroskop. Tiap-tiap serabut
kalau diperbesar 100 x akan menunjukkan bermacam-macam gambaran penampang serat-
seratnya baik gambar penampang melintang ataupun membujur dari setiap serat tekstilnya.

Cara memutuskan benang. Apabila berasal dari serat kapas, benang mudah diputus karena
berserat pendek. Serat linen benangnya sukar diputus. Serat wol bersifat lentur, bila diputus
akan memanjang dulu/elastis, ujung benang seperti spiral (berombak). Serat sutra juga
bersifat lentur, ujung benangnya halus dan tidak berumbai. Serat rayon mudah putus, dan
ujung benang bercabang.

Cara lain untuk mengetahui asal serat adalah dengan menggunakan bahan kimia, yaitu
sebagai berikut :

 Asam sulfat melarutkan serat yang berasal dari tumbuh-tumbuhan


 Kaustik soda (soda api) melarutkan serat yang berasal dari hewan, seperti wol dan
sutra.
 Kupramonium melarutkan kapas
 Aseton melarutkan kain asetat
 Fenol 90% melarutkan nilon

2. Penyelidikan dengan uji pembakaran


Untuk mengetahui secara pasti serat-serat yang tidak dikenal. Percobaan dengan
pengujian yang paling mudah untuk dilakukan adalah dengan pembakaran.

Prosedur ini memerlukan ketelitian dan secara singkat menyalakan seberkas serat, atau
potongan kecil bahan, sambil mengamati proses pembakaran sebelum memadamkan apinya.
Hasil yang diperoleh adalah sebagai berikut :

(1) Serat-serat protein


Serat-serat seperti wol, rambut/bulu binatang lainnya dan sutra akan segera mengeriting
oleh api dengan sedikit meleleh, terbakar dengan lambat, meninggalkan butiran abu hitam
yang lembut padat, bisa diremuk, dengan berbau seperti rambut yang terbakar. Wol akan
padam segera setelah sumber apinya dialihkan.

(2) Serat-serat selulosa


Jenis serat ini yaitu katun, linen/flak dan rayon. Pengapian dilakukan dengan segera
hingga serat terbakar dengan cepat, dan tercium bau seperti kertas yang terbakar. Abu
yang ditinggalkan lembut seperti bedak. Rayon akan terbakar tanpa nyala atau meleleh
sehingga tidak meninggalkan butiran seperti plastik, sisanya hanya bulu kapas ringan.

(3) Asetat dan sintetis


Bahan ini meleleh langsung dari api sebelum terbakar dan meninggalkan butiran abu
hitam, bentuknya tidak rata dan rapuh, baunya seperti asam cuka. Poliester mengerut
dengan api, lelehannya akan meninggalkan butiran bulat yang keras berwarna abu-abu
atau coklat, berbau kimiawi. Nilon seperti di atas meninggalkan butiran abu-abu yang
keras, susah diremuk, berbau seperti daun seledri. Pengujian lain untuk asetat adalah
dengan menggunakan larutan aseton (cairan yang biasa dipakai untuk menghilangkan cat
kuku). Aseton menghancurkan asetat dan melarutkan serat-serat bila dikenakan pada
bahan tekstil.

Widya Nanda G.P / Tata Busana / SMK PENDA 2 Karanganyar


Serat-serat anorganik tidak terbakar. Walaupun begitu, lapisan poliester yang
dipergunakan di atas adalah metalik yang akan terbakar.

3. Pengamatan dengan meraba


Permukaan bahan yang halus mencerminkan permukaan yang lebih ringan daripada
permukaan buran, kusam, atau berbulu, sehingga pengamatan visual dihubungkan dengan
sesuatu yang dapat diraba (tactile). Benda-benda yang ‘terasa’ halus juga ‘kelihatan’ halus.

Pengamatan dengan meraba ada 2 macam, yaitu :

(1) Yang dapat diraba (tactile)


Perubahan-perubahan pada permukaan bahan-bahan karena pengaturan dari benang-
benang individual pada tenunan atau rajutan dapat dirasakan di kulit. Dengan rabaan
dapat dirasakannya lembut, kasar, jatuhnya bahan (drape), atau kaku dan berat.

(2) Yang dapat didengar (audible)


Gesekan dapat diciptakan oleh permukaan bahan dengan saling menggosokkan sehingga
dapat didengar, misalnya gemersik dari sutra taffeta.

4. Penyelidikan tentang sifat-sifat serat


Struktur fisika dan kimia sangat mempengaruhi sifat-sifat serat yang meliputi daya
kekuatan, kemuluran dan elastisitas, daya serap, kelenturan, dan ketahanan terhadap gosokan,
zat kimia dan lainnya.

(1) Daya mulur


Daya mulur atau elastisitas adalah kemampuan serat untuk kembali ke panjang semula
setelah mengalami tarikan. Kain yang dibuat dari serat yang mulur dan elastisitasnya baik,
stabilitas dimensinya juga baik dan tahan kusut. Makin tinggi derajat penarikan, makin
tinggi kekuatan serat dan makin rendah mulurnya.

(2) Daya serap


Jumlah uap air yg diserap oleh serat berbeda-beda, tergantung dari kelembaban relatif,
suhu udara, dan seratnya. Beberapa jenis serat menyerap uap lebih banyak daripada jenis
serat lainnya, ditentukan oleh struktur kima dari seratnya. Misalnya, serat-serat selulosa
akan menyerap uap air lebih banyak sehingga lebih enak dipakai, mudah menyerap
keringat dan tidak menimbulkan listrik statik, cocok dipakai pada udara lembab dan panas.

(3) Daya susut (sanforized)


Susutnya bahan pada waktu pencucian dapat disebabkan karena regangan-regangan yang
tidak dapat dihindarkan pada waktu pembuatan kain tersebut sejak pembuatan benang.
Serat kain menyerap air sehingga diameter serat menjadi bertambah besar dan
panjangnya berkurang.

(4) Daya luntur (fast colour)


Merupakan penyempurnaan yang dilakukan pada bahan tekstil yang bertujuan untuk
menguatkan warna dari pudar. Berdasarkan sifat-sifat zat warna, biasanya zat warna yang

Widya Nanda G.P / Tata Busana / SMK PENDA 2 Karanganyar


larut didalam air, ketahanan lunturnya kurang/tidak baik. Zat pewarna yang tidak larut
dalam air, ketahanan lunturnya tinggi, misalnya zat warna bejana untuk pencelupan serat
selulosa dan wol, serta nilon. Zat warna belerang digunakan untuk pencelupan serat kapas,
zat warna naftol untuk pencelupan serat selulosa, batik, poliester, asetat, rayon dan
sebagainya.

Widya Nanda G.P / Tata Busana / SMK PENDA 2 Karanganyar