Anda di halaman 1dari 32

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis ucapkan kepada ALLAH SWT yang telah
memberikan berupa kesehatan , kesempatan kepada penulis sehingga mampu
menyelesaikan Laporan Kerja Praktik ini.Kerja praktek ini telah penulis laksanakan
dengan baik di PT. Rajawali Citramass yang berlokasi di Dusun Sidolegi, Desa
Paringan, Kec. Jetis, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur.Laporan Kerja Praktik ini
merupakan tugas yang harus diselesaikan oleh Mahasiswa Jurusan Teknik Industri
program S1 di Univeritas 17 Agustus 1945 Surabaya.Tujuan utama dari kerja
praktik ini adalah untuk memantapkan teori dan praktek yang telah dipelajari di
kampus dan dapat diselesaikan dengan serta diaplikasikan di lapangan.Sesuai
dengan judul laporan ini , penulis hanya membahas tentang Pengendalian
Persediaan, Pengukuran Kerja serta Pengendalian Kualitas di PT. Rajawali
Citramass.

Dalam proses pembuatan laporan ini tak lupa saya menghaturkan sujud
kepada orang tua saya yang telah banyak memberikan dorongan semangat dari awal
hingga selesainya laporan ini. Tak lupa juga saya mengucapkan terimah kasih pada
teman-teman di kampus yang telah memberikan dorongan moril dan material serta
informasi. Juga dengan segala hormat saya ucapkan banyak terimah kasih pada
bapak-bapak dosen di Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya sehingga kami dapat
menerapkan ilmu yang diberikan pada kami.Ucapan terimah kasih ini juga saya
ucapkan kepada :

1. Bapak Ir. Tjahjo Purtomo, MM selaku Ketua Program Studi Teknik


Industri.
2. Ibu Putu Eka Dewi.W. S.T,M..T selaku Koordinator KP.
3. Bapak Jaka Purnama ST,. MT selaku Dosen Pembimbing yang meluangkan
waktu kepada penulis dalam rangka penyelesaian laporan KP ini.
4. Annissa Risky Amalia selaku pembimbing KP di perusahaan.
5. Para staf karyawan di PT. Rajawali Ciramass terimah kasih telah membantu
penulisan laporan PKL ini.
6. Orang tua dan teman-teman yang senantiasa mendukung penulis baik secara
moril maupun materil.
Penulis menyadari bahwa laporan ini masih jauh dari kesempurnaan dengan
segala kekurangannya. Untuk itu penulis mengharapkan adanya kritik dan saran
dari semua pihak demi kesempurnaan dari laporan kerja praktek ini. Akhir kata
penulis berharap, semoga laporan ini dapat bermanfaat bagi rekan-rekan
mahasiswa-mahasiswi dan pembaca sekaligus demi menambah pengetahuan
tentang Kerja Praktik.

Surabaya, 9 April 2018

Penulis

LAPORAN KERJA PRAKTEK iv


DAFTAR ISI

COVER .......................................................................................... i

LEMBAR PENGESAHAN 1 ........................................................ ii

LEMBAR PENGESAHAN II ...................................................... iii

KATA PENGANTAR .................................................................. iv

DAFTAR ISI .................................................................................. v

DAFTAR GAMBAR ..................................................................... vii

DAFTAR TABEL .......................................................................... viii

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang KP.............................................................. 1

1.2 Tujuan dan Manfaat KP..................................................... 2

1.3 Batasan dan Asumsi ............................................................ 3

1.4 Sistematika Penulisan ......................................................... 4

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

2.1 Sejarah Perusahaan ............................................................ 6

2.2 Visi, Misi dan Motto Perusahaan ...................................... 6

2.3 Jenis Usaha .......................................................................... 7

2.4 Struktur Organisasi dan Jobdesk ..................................... 9

BAB III LAPORAN HASIL AKTIVITAS HARIAN

3.1 pelaksanaann praktek .

BAB IV ANALISIS DAN INTERPRESTASI

4.1 Pengendalian Persediaan .................................................. 33

LAPORAN KERJA PRAKTEK v


4.1.1 Data Permintaan ..................................................... 33

4.1.2 Metode Peramalan .................................................. 35

4.1.3 Persediaan Bahan Baku ......................................... 38

4.1.4 Analisis Metode EOQ ............................................. 41

4.2 Analisa Pengukuran Waktu Kerja ................................... 45

4.2.1 Pengukuran Waktu Kerja di Perusahaan ........... 45

4.2.2 Operation Process Chart (OPC) Produksi ........... 49

4.2.3 Perhitungan Waktu Kerja di Flat Yarn Area ..... 50

4.3 ANALISA PENGENDALIAN KUALITAS .................. 53

4.3.1 Pengertian Pengendalian Kualitas ....................... 53

4.3.2 Pengendalian Kualitas Bahan Baku .................... 54

4.3.3 Pengendalian Kualitas Produksi Benang............. 54

4.3.4 Pengendalian Kualitas di Circular Loom ............ 56

4.3.5 Pengendalian Kualitas di Finishing Area ............ 57

4.3.6 Pengendalian Kualitas di Recycle Process .......... 58

4.3.7 Data Produksi di Perusahaan .............................. 59

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan .................................................................... 65

5.2 Saran ............................................................................... 66

DAFTAR PUSTAKA

LAMPIRAN

LAPORAN KERJA PRAKTEK vi


DAFTAR GAMBAR

Gambar 4.1 Grafik Data Permintaan Woven Bag Tahun


2017...............

34

Gambar 4.2 Grafik Moving Range Woven Bag


......................................

38

Gambar 4.3 OPC Part di Flat Yarn Area


...............................................

49

Gambar 4.4 Grafik Kendali Operasi 0-1


.................................................

51

Gambar 4.5 Grafik Kendali Operasi 0-8


.................................................

52

Gambar 4.6 Grafik Batas Kendali Bulan Januari – Desember 2017


......

60

LAPORAN KERJA PRAKTEK vii


Gambar 4.7 Diadram Sebab – Akibat
.......................................................

63

LAPORAN KERJA PRAKTEK viii


DAFTAR TABEL

Tabel 4.1 Data Permintaan Tahun 2017


......................................................

33

Tabel 4.2 Data Produksi Tahun 2017


..........................................................

35

Tabel 4.3 Hasil Peramalan


............................................................................

36

Tabel 4.4 Rekapitulasi Hasil Eror Woven Bag


...........................................

36

Tabel 4.5 Mencari Moving Range


................................................................

37

Tabel 4.6 Data Kebutuhan Bahan Baku Tahun 2018


................................

39

Tabel 4.7 Data Pemesanan Bahan Baku Tahun 2017


................................

39

LAPORAN KERJA PRAKTEK ix


Tabel 4.8 Data Penyimpanan Bahan Baku Tahun 2017
............................

39

Tabel 4.9 Perhitungan Standar Deviasi


......................................................

42

Tabel 4.10 Perbandingan Kebijakan Perusahaan Dengan Metode


EOQ..

44

Tabel 4.11 Penyesuaian Kelas Menurut Shumard


.....................................

47

Tabel 4.12 Performance Rating


.................................................................

47

Tabel 4.13 Keterangan Simbol OPC


..........................................................

49

Tabel 4.14 Data Operasi 0-1


......................................................................

50

LAPORAN KERJA PRAKTEK x


Tabel 4.15 Performance Rating Operasi 0-1
.............................................

51

Tabel 4.16 Data Operasi 0-8


......................................................................

51

Tabel 4.17 Performance Rating Operasi 0-8


............................................

52

Tabel 4.18 Keterangan Operasi di Flat Yarn Area


..................................

53

Tabel 4.19 Data Printing


............................................................................

59

Tabel 4.20 Batas Kendal Bulan Januari – Desember 2017 ............................ 60

LAPORAN KERJA PRAKTEK xi


BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Dalam rangka menghadapi era globalisasi sekarang ini, diperlukan Sumber


Daya Manusia (SDM) yang berkualitas yang mempunyai ketrampilan (Skill) di
segala bidang. Oleh karena itu bagi penulis sangat diperlukan Kerja Praktek sebagai
sarana agar penulis dapat menerapkan ilmu yang telah didapatkan selama kuliah.

Salah satu cara meningkatkan Sumber Daya Manusia yang diharapkan dari
segi kualitas adalah dengan penerapan sistem pendidikan ganda yang menerapkan
pola sinergi antara pendidikan teori dan aplikasi. Universitas 17 Agustus 1945
sebagai salah satu

institusi pendidikan berusaha membekali para mahasiswanya setelah


menyelesaikan seluru mata kuliah untuk diwajibkan melaksanakan Kerja Praktek
selama kurang lebih enam bulan di sebuah perusahaan atau instansi, sebagai wujud
aplikasi teori dan praktek, sehingga para mahasiswanya memiliki kapasitas
profesional yang siap kerja dan bersaing dalam era globalisasi seperti sekarang ini.

Kerja Praktek adalah kegiatan nyata di lapangan dengan mitra (industry,


instansi pemerintah/swasta, kelompok masyarakat, badan – badan usaha dan
organisasi lain) untuk memperoleh pemahaman dan keterampilan yang
dilaksanakan dalam jangka waktu tertentu, sehingga diharapkan dapat
meningkatkan keterampilan dan profesional para mahasiswa sesuai dengan disiplin
ilmunya. Dengan demikian, diharapkan mahasiswa dapat mengaplikasikan dan
mengimplementasikan keterampilan serta keahlian yang didapat selama masa
kuliah dalam praktek kerja secara nyata dalam dunia kerja. Sehingga akan terjadi
kesinambungan antara teori yang diperoleh dengan penerapannya dalam bentuk
praktik.

Penempatan Kerja Praktek tidak sepenuhnya ditetapkan oleh Universitas 17


Agustus 1945 sendiri, mahasiswa juga bisa menetapkan sendiri tempat Kerja
Praktek sesuai dengan prosedur yang di tetapkan oleh Universitas 17 Agustus 1945

LAPORAN KERJA PRAKTEK 1


Surabaya. Pada kesempatan ini Penulis mendapat tempat Kerja Praktek di PT.
INDONESIA MULTI COLOR PRINTING.

Kerja Praktek ini berlangsung sesuai dengan ketentuan dari Universitas 17


Agustus 1945 Surabaya sendiri yaitu selama tiga bulan pada semester akhir
perkuliahan.

1.2 Tujuan Dan Manfaat


 Tujuan :
1. Untuk memenuhi beban satuan kredit semester (SKS) yang harus ditempuh
sebagai persyaratan akademis di Jurusan Teknik Industri UNTAG.
2. Mahasiswa mampu mengetahui, memahami dan mengembangkan
pelaksanaan aplikasi teoritis ilmunya kedalam praktek secara nyata di dunia
industri sehingga mahasiswa mampu menyerap dan berasosiasi dengan dunia
kerja secara utuh.
3. Mengenal lebih jauh tentang pemanfaatan serta pengoperasian teknologi
yang sesuai dengan bidang yang dipelajari di Jurusan Teknik Industri
UNTAG.
4. Terciptanya suatu hubungan yang jelas dan terarah antara dunia perguruan
tinggi dengan dunia kerja sebagai pengguna outputnya.
5. Meningkatkan kepedulian dan partisipasi dunia usaha dalam memberikan
kontribusinya pada sistem pendidikan nasional.
6. Membuka kesempatan bagi dunia kerja dalam hal ini industri sebagai user
dari output perguruaan tinggi untuk dapat melihat secara langsung
kemampuan sesungguhnya dari mahasiswa sebagai calon Sarjana Industri
dimana hal tersebut diharapkan merupakan bagian dari proses seleksi
sehingga dapat terjadi penyerapan tenaga kerja.

LAPORAN KERJA PRAKTEK 2


 Manfaat :
1. Bagi industri :
a. Industri dapat melakukan sharing dengan mahasiswa mengenai perkembangan teori
terbaru berkaitan dengan bidang yang diambil mahasiswa dalam hal ini adalah
teknik industri.
b. Industri dapat memanfaatkan tenaga mahasiswa untuk dapat melaksanakan tugas-
tugas operasional sebagai seorang Industrial Enginering.
2. Bagi UNTAG :
Melalui kerjasama yang dibangun dengan dunia industri akan dapat menjadi
ajang promosi mengenai keberadaan UNTAG sebagai penyelenggara pendidikan.
3. Bagi Mahasiswa :
a. Membuka kesempatan bagi mahasiswa untuk dapat melihat aplikasi teori yang telah
didapat kedalam dunia kerja.
b. Merupakan media bagi mahasiswa untuk dapat melakukan praktek kerja secara
langsung didunia industri sehingga dapat mengatasi kecanggungannya dalam
berinteraksi dengan dunia kerja setelah lulus.
c. Merupakan sarana bagi mahasiswa untuk dapat menerapkan materi yeng telah di
dapatkan saat perkuliahan.
d. Merupakan latihan bagi mahasiswa untuk melakukan analisis masalah berkaitan
dengan implementasi ilmu teknik industri di industri sebagai langkah awal
penyelesaian tugas akhir.

1.3 Batasan Dan Asumsi


1. Batasan

Dalam proses pembuatan proposal Kerja Praktik ini masalah yang dicari hanya
berbatas sebagai berikut :

a. Kerja Praktek hanya menganalisis proses produksi dari bahan baku sampai
bahan yang sudah jadi.
b. Kerja praktek ini hanya mengukur waktu kerja setiap produksi di area produksi
woven bag saja.

LAPORAN KERJA PRAKTEK 3


2. Asumsi
Dalam kerja praktik ini asumsi yang dapat kami asumsikan adalah sebagai berikut:
a) Selama proses pengukuran waktu kerja untuk laporan kerja praktik ini
merupakan hasil dari pengamatan yang diamati dengan menggunakan mesin
yang sama dan tidak adanya pergantian mesin.
b) Dalam proses perhitungan pengukuran waktu kerja kami menggunakan obyek
atau operator yang sama tanpa adanya pergantian obyek.

1.4 Sistematika Penulisan


Sistematika penulisan dalam laporan kerja praktik ini terbagi menjadi beberapa sub-
bab, bagian-bagian tersebut antara lain :
BAB I PENDAHULUAN
Pada bab ini menjelaskan tentang Latar Belakang, Tujuan dan Manfaat KP,
Batasan dan Asumsi, dan Sistematika Penulisan.
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
Pada bab ini menjelaskan tentang Jenis Usaha Perusahaan, Sejarah
Perusahaan, Visi dan Misi Perusahaan, Struktur Organisasi, dan Informasi lain yang
Terkait.
BAB III LAPORAN AKTIVITAS HARIAN
Pada bab ini menjelaskan tentang detail aktivitas harian mahasiswa pada
saat melaksanakan KP.
BAB IV ANALISIS DAN INTERPRETASI
Pada bab ini menjelaskan pemahaman dan wawasan yang diperoleh saat
kegiatan KP, analisis dan intepretasi dari kegiatan dibandingkan dengan teori yang
diperoleh selama perkuliahan, saran perbaikan yang diberikan berdasarkan analisis
yang didapatkan.
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
Pada bab ini berisi kesimpulan dan saran selama kegiatan KP di PT.
INDONESIA MULTI COLOUR PRINTING
DAFTAR PUSTAKA
Pada daftar pustaka berisikan semua sumber referensi yang digunakan
dalam pembuatan laporan KP.

LAPORAN KERJA PRAKTEK 4


LAMPIRAN
Pada lampiran ini berisikan surat keterangan telah mengikuti KP di PT
Indonesia Multi Colour Printing, logbook aktivitas harian, absensi kehadiran di PT
Indonesia Multi Colour Printing, surat ijin KP, dan dokumentasi selama
pelaksanaan KP di PT Indonesia Multi Colour Printing.

LAPORAN KERJA PRAKTEK 5


BAB II
GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

2.1 Sejarah Perusahaan

Didirikan pada tahun 1970 oleh mr. HIDAYAT WANGSAWIDJAJA. PT.


IMCP telah tumbuh menjadi salah satu pemasok kemasan logam dan penutupan
terkemuka di Indonesia. memiliki berbagai operasi dan pelanggan merata diseluruh
java di mana kantor pusatnya terletak Jawa Timur.

PT. IMCP beroperasi di Jakarta, Cikampek, Surabaya, Krian

PT. INDONESIA MULTI COLOR PRINTING mempunyai beberapa sertifikasi


yaitu :

o ISO 9000:1997
o OHSAS 18001
o ISO 14001

untuk memfasilitasi dan meningkatkan lini. PT. IMCP membeli mesin


canggih di bawah brabds dari Littell, Mailander, crabtree, ltg, soudronic, kruup dan
Karges hamer. dengan array ini macam kemampuan aset, bahkan dalam
menghadapi perintah . kualitas tetap tanpa kompromi itu berlangsung untuk
mencapai ISO 9000 pada tahun 1997 dan berkomitmen untuk keunggulan

Visi, Misi dan Motto Perusahaan

 Visi :
Visi utama PT IMCP adalah menjadi merek global terkemuka produsen kemasan
 Misi :
Menjadi perusahaan dengan kinerja terbaik dalam bidang industri kemasan
kaleng beserta turunannya dengan pengelolaan yang profesional dan inovatif serta
mempunyai orientasi kualitas produk

LAPORAN KERJA PRAKTEK 6


2.2 Jenis Usaha
PT Indonesia Multi Colour Printing Sampai saat ini telah berhasil
memproduksi kaleng menjadi kemasan produk yang berguna bagi masyarakat
diantaranya :
1. kemasan makanan : biskuit, sarden, permen, susu, tutup botol dll
2. kemasan non makanan : obat serangga, cat, bedak dll
Divisi makanan : 12,000 m3 / bulan
Divisi non makanan : 4,600 m3 / bulan

2.3 Jenis-Jenis Mesin


1. Mesin Bubut
yang digunakan untuk memotong benda yang diputar. Bubut sendiri
merupakan suatu proses pemakanan benda kerja yang sayatannya dilakukan
dengan cara memutar benda kerja kemudian dikenakan pada pahat yang
digerakkan secara translasi sejajar dengan sumbu putar dari benda kerja,
namun mesin bubut di PT.IMCP ini di gunakan untuk membuat matras
cetakan dan memiliki 3 mesin bubut yang di fungsikan secara Bersama.
2. Mesin LAS SMAW
sebuah proses penyambungan logam yang menggunakan energi panas
untuk mencairkan benda kerja dan elektroda (bahan pengisi) dan di
PT.IMCP memiliki 5 unit mesin LAS SMAW , tiap mesin mempunyai daya
900 watt.
3. Mesin gerinda duduk
Fungsi utama mesin gerinda duduk adalah untuk mengasah mata bor, tetapi
dapat juga digunakan untuk mengasah pisau lainnya.
4. Mesin can making
Sebuah proses untuk membentuk sebuah kaleng dari bentuk lembaran
menjadi sebuah kaleng yang di press.
5. Mesin Fraiz
Mesin frais (milling machine) adalah mesin perkakas yang dalam proses
kerja pemotongannya dengan menyayat atau memakan benda kerja
menggunakan alat potong bermata banyak yang berputar (multipoint cutter)

LAPORAN KERJA PRAKTEK 7


6. Mesin BOR
Mesin bor adalah suatu jenis mesin gerakanya memutarkan alat pemotong
yang arah pemakanan mata bor hanya pada sumbu mesin tersebut
(pengerjaan pelubangan)
7. Gerinda tangan
Mesin gerinda tangan merupakan mesin yang berfungsi untuk menggerinda
benda kerja contoh : menghaluskan sisa pengelasan dan memotong benda
kerja
8. CNC Turning
merupakan sistem otomasi mesin perkakas yang dioperasikan oleh perintah
yang diprogram secara abstrak dan disimpan di media penyimpanan, hal ini
berlawanan dengan kebiasaan sebelumnya di mana mesin perkakas
biasanya dikontrol dengan putaran
9. Mesin SKRAP
Mesin yang juga bisa membentuk bidang-bidang tak beraturan ini memiliki
mekanisme kerja yang cukup sederhana. Pada mesin skrap, terdapat
gerakan memutar yang bersumber dari motor yang kemudian diubah
menjadi gerak lurus ataukah gerak bolak-balik melalui blok geser serta
lengan penggerak. Letak langkah dapat diatur dengan spindle posisi. Untuk
mengatur panjang langkah, gunakan bantuan blok geser.
10. Mesin potong
mesin pemotong benda dengan menggunakan pisau potong beupa batu
gerinda yang tipis yang fungsinya untuk memotong benda kerja yang
terbuat dari besi
11. Troli Hidrolis
Merupakan alat yang terbuat dari plat besi dengan memiliki dua garpu yang
berfungsi untuk bantalan beban, dan menggunakan sistem hidrolik yang
memompa oli untuk mengangkat beban, adapun pemompaan ada yang
masih menggunakan cara manual (tangan manusia) atau sudah
menggunakan tenaga listrik atau baterai (Aki)

LAPORAN KERJA PRAKTEK 8


2.4 Struktur Organisasi dan Job Descrition
Dalam suatu perusahan atau instansi tentu ada namanya struktur organisasi
dimana setiap dept. atau divisi memiliki job des masing masing untuk mengontrol
jalanya proses produksi sampai dengan pemasaran

2.4.1 Struktur Organisasi

.Struktur organisasi dapat di lihat di lampiran

Gambar 2.1 Struktur Organisai PT INDONESIA MULTI COLOUR PRINTING

LAPORAN KERJA PRAKTEK 9


BAB III

PELAKSANAAN PRAKTEK / TROUBLE SHOOTING

3.1 Pelaksanaan Praktek

Dalam pelaksanaan Kerja Praktek dilakukan selama 1 bulan sedangkan

dalam penempatan praktek diserahkan pada pihak industri yang bersangkutan di

PT. INDONESIA MULTI COLOR PRINTING, dengan penempatan secara

bergilir. Penempatan ini dilakukan agar mahasiswa mendapatkan pengalaman kerja

yang tidak ada dalam pengajaran di kampus Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya.

1. praktek di Production Improvement

Membuat baut pengikat matras Membuat matras punch cutedge

Membuat gear sprocket Membuat matras die cutedge

Gambar 3.1 Contok Produk Improvment

LAPORAN KERJA PRAKTEK 10


2. Maintenance mesin grinding

Gambar 3.2 Mesin Grinding

3. Maintenance mesin pres Balcon

Gambar 3.3 Mesin Pres Balcon

LAPORAN KERJA PRAKTEK 11


3.2 JADWAL KERJA PRAKTEK INDUSTRI 1

TANGGAL
URAIAN SINGKAT
JAM PELATIH /
No MENGENAI LATIHAN
DARI SAMPAI KERJA PENGAWAS
ATAU PEKERJAAN YANG
DILAKUKAN
08.00- Pengenalan ruang lingkup dept.
1 01/04/2016 16.15 Produck Improvment Bpk. Sugianto
08.00- Pengenalan proses pembuatan
2 02/04/2016 11.45 kaleng Bpk. Sugianto
3 03/04/2016 LIBUR
08.00- Pengenalan ruang lingkup
4 04/04/2016 16.15 Maintenance Bpk. Sugianto
Pengenalan mesin-mesin
08.00- konvensional dan CNC di
5 05/04/2016 16.15 workshop Bpk. Sugianto
08.00- pengenalan mesin press manual
6 06/04/2016 16.15 dan CNC di produksi Bpk. Sugianto
08.00- Membubut part tool die cutedge
7 07/04/2016 16.15 tooling end Bpk. Sugianto
08.00- mengefreis dan mengerinda part
8 08/04/2016 16.15 tool die cutedge tooling end Bpk. Sugianto
08.00- hardening part tool die cutedge
9 09/04/2016 11.45 tooling end Bpk. Sugianto
10 10/04/2016 LIBUR
08.00- merapikan dan mengecat area
11 11/04/2016 16.15 workshop untuk 5R Bpk. Sugianto
08.00- membuat dan mengelas mesin
12 12/04/2016 16.15 untuk conveyor Bpk. Sugianto
08.00- training tentang assembling dan
13 13/04/2016 16.15 mengenal tooling Bpk. Sugianto
08.00-
14 14/04/2016 16.15 assembling tool end Bpk. Sugianto
08.00-
15 15/04/2016 16.15 assembling tool end Bpk. Sugianto
08.00-
16 16/04/2016 11.45 assembling tool end Bpk. Sugianto
17 17/04/2016 LIBUR
08.00-
18 18/04/2016 16.15 assembling tool Lid Bpk. Sugianto

LAPORAN KERJA PRAKTEK 12


08.00-
19 19/04/2016 16.15 assembling tool Lid Bpk. Sugianto
08.00-
20 20/04/2016 16.15 assembling tool Lid Bpk. Sugianto
08.00-
21 21/04/2016 16.15 maintenance mesin bubut Bpk. Sugianto
08.00-
22 22/04/2016 16.15 maintenance mesin grinding Bpk. Sugianto
08.00- 5R (merapikan, memilah limbah
23 23/04/2016 11.45 B3 dan non B3) Bpk. Sugianto
24 24/04/2016 LIBUR
08.00- maintenance mesin press manual
25 25/04/2016 16.15 di produksi Bpk. Sugianto
08.00-
26 26/04/2016 16.15 Grinding die cutedge Bpk. Sugianto
08.00-
27 27/04/2016 16.15 Grinding die cutedge Bpk. Sugianto
08.00-
28 28/04/2016 16.15 assembling tooling end Bpk. Sugianto
08.00-
29 29/04/2016 16.15 assembling tooling end Bpk. Sugianto
08.00- Evaluasi praktek awal sampai
30 30/04/2016 11.45 akhir Bpk. Sugianto
Tabel 3.1 Schedule Kerja praktik

LAPORAN KERJA PRAKTEK 13


BAB IV

ANALISIS DAN INTERPRETASI

4.1 ANALISA PERMSALAHAN

Data yang di ambil untuk menganalisa dalam suatu permasalahan


didapatkan pada saat melakukan kerja praktik di dept engineering untuk melakukan
proses perawatan pada mesin produksi. Proses produksi di perusahan Indonesia
Multi Colour Printing berjalan berdasarkan job order yang di terima dari customer
dimana sangat banyak variasi atau improvement yang di butuhkan pada suatu mesin
untuk mengerjakan beberapa job yang diterima.
Analisa permasalah di PT Indonesia Multi Colour Printing Rungkut
Surabaya adalah tentang perawatan mesin untuk improvement pada suatu mesin
yang akan berjalan seperti penggantian pembuatan baut pengikat matras, matras
puchn cutedge, gear sprocket, matras die cutedge dll.
Faktor -factor yang menyebabkan permaslan pada product improvement
adalah Kerja sama antara teknisi, karyawan produksi dan karyawan klining servis
kurang. Pernah ada spare part yang kurang saat perbaikan, sehingga perbaikan
membutuhkan waktu yang lama. Berikut data pengerjaan improvement sparepart
untuk mesin yang akan jalan :
Table 4.1 Improvment part dari dept. produksi
Plant Tanggal Jumlah
Job Order Kode project Late Time
produksi Job In OPERATOR Dead Line Job Finish hari
IMCP-R-0300124 PRY-0400133 Printing 17-Mar SUGIARTO 19-Mar 19-Mar 2 0
IMCP-R-0300125 PRY-0400134 GL 18-Mar ACHMAD 19-Mar 19-Mar 1 0
IMCP-R-0300126 PRY-0400135 OTP 21-Mar SYAHID 22-Mar 23-Mar 2 -1
IMCP-R-0300127 PRY-0400136 OTB 20-Mar PARDI 22-Mar 22-Mar 2 0
IMCP-R-0300128 PRY-0400137 GL 22-Mar ACHMAD 25-Mar 25-Mar 3 0
IMCP-R-0300129 PRY-0400138 OTP 25-Mar SYAHID 27-Mar 27-Mar 2 0
IMCP-R-0300130 PRY-0400139 OTB 26-Mar PARDI 29-Mar 29-Mar 3 0
IMCP-R-0300131 PRY-0400140 GL 26-Mar ACHMAD 28-Mar 29-Mar 3 -1
IMCP-R-0300132 PRY-0400141 Printing 27-Mar SUGIARTO 29-Mar 29-Mar 2 0
IMCP-R-0400133 PRY-0400142 OTP 2-Apr SYAHID 4-Apr 04-Apr 2 0
IMCP-R-0400134 PRY-0400143 OTB 3-Apr PARDI 6-Apr 06-Apr 3 0
IMCP-R-0400135 PRY-0400144 GL 5-Apr ACHMAD 6-Apr 07-Apr 2 -1
IMCP-R-0400136 PRY-0400145 Printing 7-Apr SUGIARTO 9-Apr 09-Apr 2 0
IMCP-R-0400137 PRY-0400146 OTP 7-Apr SYAHID 8-Apr 08-Apr 1 0
IMCP-R-0400138 PRY-0400147 OTB 9-Apr PARDI 12-Apr 12-Apr 3 0
IMCP-R-0400139 PRY-0400148 GL 11-Apr ACHMAD 14-Apr 14-Apr 3 0

LAPORAN KERJA PRAKTEK 14


Pada gambar di atas di ketahui ada beberapa proses improvement yang
terlambat yang di sebabkan perubahan jadwal produksi yang di pengaruhi oleh
permintaan Customer yang ingin barangnya segera di kirim lebih cepat dari
ketentuan dead line yang di berikan, dan ada yang di pengaruhi adanya perbaikan
mesin.

4.2 INTERPRESTASI MASALAH


Dari permaslahan di atas dipengaruhi oleh beberapa troubleshoot yang
terjadi pada mesin di karenakan mesin yang di gunakan sudah berumur 20 tahun
maka dari itu perawatan di suatu industri merupakan salah satu faktor yang penting
dalam mendukung suatu proses produksi yang mempunyai daya saing di pasaran.
Produk yang dibuat industri harus mempunyai hal-hal berikut:
• Kualitas baik
• Harga pantas
• Di produksi dan diserahkan ke konsumen dalam waktu yang cepat.
Oleh karena itu proses produksi harus didukung oleh peralatan yang siap
bekerja setiap saat dan handal. Untuk mencapai hal itu maka peralatan-peralatan
penunjang proses produksi ini harus selalu dilakukan perawatan yang teratur dan
terencana.
Secara skematik, program perawatan di dalam suatu industri
Perawatan : Suatu kombinasi dari berbagai tindakan yang dilakukan untuk menjaga
suatu barang, memperbaikinya sampai pada suatu kondisiyangdapat diterima.
Merawat dalam pengertian “suatu kondisi
yang dapat diterima” antara suatu perusahaan berbeda dengan perusahaan lainnya.

A. Pengertian Dan Tujuan Perawatan

Sistem Perawatan mempunyai fungsi yang sangat penting di suatu perusahaan


guna kelancaran proses produksi. Perawatan yang bersifat pencegahan pada saat ini
masih kurang mendapat perhatian kecuali pada perusahaan yang sudah merasakan
dan mengetahui pentingnya sistem perawatan untuk menunjang kelancaran proses
produksi dan menjaga mutu produk. Pada umumnya perusahaan hanya melakukan
tindakan yang bersifat perbaikan (Corerective Maintenance) kurang mendapatkan
perhatian. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi kurangnya perhatian dari
kalangan perusahaan akan arti pentingnya sistem perawatan sebagai berikut :

LAPORAN KERJA PRAKTEK 15


1. Belum dirasakannya pengaruh kerusakan peralatan terhadap kelancaran proses
produksi, karena kemacetan produksi juga akibat dan kemacetan pada bagian
fungsi produk lainnya
2. Belum dipahaminya tujuan dari aktivitas perawatan dan manfaat dari
penerapan sistem perawatan
3. Belum dimengerti sebab akibat terhadap kerusakan mesin pada proses
produksi

Perawatan merupakan kegiatan untuk memelihara atau menjaga fasilitas


(peralatan) pabrik dan mengadakan perbaikan atau penggantian yang diperlukan
agar terdapat suatu keadaan operasi produksi yang memuaskan sesuai dengan
rencana sehingga mencegah terjadinya kerusakan selama proses produksi
berlangsung atau sebelum tercapainya rencana dalam jangka waktu tertentu.

Adapun tujuan utama dari kegiatan sistem perawatan ini diantaranya adalah
sebagai berikut :

1. Untuk mencapai tingkat biaya perawatan (Maintenance) seoptimal mungkin,


dengan melaksanakan kegiatan perawatan secara efektif dan efisien
2. Kemampuan berproduksi dapat memenuhi kebutuhan sesuai dengan rencana
produksi
3. Mesin dan peralatan produksi (fasilitas produksi) yang ada di dalam
perusahaan tersebut akan dapat dipergunakan dalam jangka waktu yang
lebih lama
4. Mengontrol setiap mesin agar tetap terjaga pemakaiannya dari kerusakan
5. Menjamin keselamatan operator yang menggunakan saran dan alat tersebut
6. Menghindari kegiatan maintenance yang dapat mambahayakan
keselamatan pekerja.
7. Menjaga kualitas produk pada tingkat yang tepat untuk memenuhi apa yang
dibutuhkan oleh produk itu sehingga kegiatan produksi tidak terganggu

B. Jenis Jenis Perawatan

Dalam istilah perawatan disebutkan bahwa disana tercakup dua pekerjaan yaitu
istilah “perawatan” dan “perbaikan”. Perawatan dimaksudkan sebagai aktifitas
untuk mencegah kerusakan, sedangkan istilah perbaikan dimaksudkan sebagai
tindakan untuk memperbaiki kerusakan.

Secara umum, ditinjau dari saat pelaksanaan pekerjaan perawatan, dapat dibagi
menjadi dua cara:

1. Perawatan yang direncanakan (Planned Maintenance).


2. Perawatan yang tidak direncanakan (Unplanned Maintenance).

LAPORAN KERJA PRAKTEK 16


Secara skematik pembagian perawatan bisa dilihat pada gambar berikut:

C. Bentuk-Bentuk Perawatan
3. Perawatan Preventif (Preventive Maintenance)

Adalah pekerjaan perawatan yang bertujuan untuk mencegah terjadinya kerusakan,


atau cara perawatan yang direncanakan untuk pencegahan (preventif).

Ruang lingkup pekerjaan preventif termasuk: inspeksi, perbaikan kecil, pelumasan


dan penyetelan, sehingga peralatan atau mesin-mesin selama beroperasi terhindar
dari kerusakan.

4. Perawatan Korektif

Adalah pekerjaan perawatan yang dilakukan untuk memperbaiki dan meningkatkan


kondisi fasilitas/peralatan sehingga mencapai standar yang dapat diterima.

Dalam perbaikan dapat dilakukan peningkatan-peningkatan sedemikian rupa,


seperti melakukan perubahan atau modifikasi rancangan agar peralatan menjadi
lebih baik.

5. Perawatan Berjalan

Dimana pekerjaan perawatan dilakukan ketika fasilitas atau peralatan dalam


keadaan bekerja. Perawatan berjalan diterapkan pada peralatan-peralatan yang
harus beroperasi terus dalam melayani proses produksi.

6. Perawatan Prediktif

Perawatan prediktif ini dilakukan untuk mengetahui terjadinya perubahan atau


kelainan dalam kondisi fisik maupun fungsi dari sistem peralatan. Biasanya
perawatan prediktif dilakukan dengan bantuan panca indra atau alat-alat monitor
yang canggih.

7. Perawatan setelah terjadi kerusakan (Breakdown Maintenance)

Pekerjaan perawatan dilakukan setelah terjadi kerusakan pada peralatan, dan untuk
memperbaikinya harus disiapkan suku cadang, material, alat-alat dan tenaga
kerjanya.

8. Perawatan Darurat (Emergency Maintenance)

Adalah pekerjaan perbaikan yang harus segera dilakukan karena terjadi kemacetan
atau kerusakan yang tidak terduga.

Disamping jenis-jenis perawatan yang telah disebutkan diatas, terdapat juga


beberapa jenis pekerjaan lain yang bisa dianggap merupakan jenis pekerjaan
perawatan seperti:

LAPORAN KERJA PRAKTEK 17


9. Perawatan dengan cara penggantian (Replacement instead of maintenance)

Perawatan dilakukan dengan cara mengganti peralatan tanpa dilakukan perawatan,


karena harga peralatan pengganti lebih murah bila dibandingkan dengan biaya
perawatannya. Atau alasan lainnya adalah apabila perkembangan teknologi sangat
cepat, peralatan tidak dirancang untuk waktu yang lama, atau banyak komponen
rusak tidak memungkinkan lagi diperbaiki.

10. Penggantian yang direncanakan (Planned Replacement)

Dengan telah ditentukan waktu mengganti peralatan dengan peralatan yang baru,
berarti industri tidak memerlukan waktu lama untuk melakukan perawatan, kecuali
untuk melakukan perawatan dasar yang ringan seperti pelumasan dan penyetelan.
Ketika peralatan telah menurun kondisinya langsung diganti dengan yang baru.
Cara penggantian ini mempunyai keuntungan antara lain, pabrik selalu memiliki
peralatan yang baru dan siap pakai.

D. Hubungan Antar Berbagai Bentuk Perawatan

Gambar 4.1 Hubungan berbagai bentuk perwatan

LAPORAN KERJA PRAKTEK 18


1. Kegiatan perawatan dapat berupa terencana dan tak terencana. Hanya ada
satu bentuk perawatan tak terencana, yaitu perawatan darurat

2. Perawatan darurat adalah tindakan perawatan yang harus dilakukan untuk


mencegah akibat yang sangat serius, misalnya hilangnya produksi,
kerusakan besar pada peralatan atau untuk alasan keselamatan kerja

3. Perawatan terencana terbagi menjadi dua kegiatan utama, yaitu perawatan


pencegahan dan perawatan korektif

4. Perawatan pencegahan meliputi pemeriksaan yang berdasarkan lihat,


rasakan dan dengarkan dan penyesuaian minor (penyetelan minor) pada
selang waktu yang ditentukan serta penggantian komponen minor yang
ditemukaan rusak pada saat pemeriksaan

5. Perawatan korektif meliputi perbaikan minor, terutama untuk rencana


jangka pendek, yang mungkin timbul di antara waktu pemeriksaan, juga
overhaul terencana misalnya overhaul tahunan atau dua tahunan, suatu
perluasan yang direncanakan dalam rincian untuk jangka panjang sebagai
hasil pemeriksaan pencegahan

LAPORAN KERJA PRAKTEK 19


Proyeksi Biaya Pada Mesin Press Balcon

Untuk perawatan suatu mesin di PT Indonesia Multi Colour Printing sebenarnya


sudah ada budgeting setiap bulanya namun budget yang di sediakan oleh perushaan
mempengaruhi/meningkatkan biaya oprasional untuk divisi improvement product
dan ini akan masuk penialain directur, maka dari itu kami mencoba untuk
menghitung biaya perawatan untuk mesin Balcon dan kami hitung berdasarkan
history penggantian/tingkat kerusakan sparepart di mesin ini paling banyak di
dominasi oleh sparepart Hydrolic berikut proyeksi biaya yang yang layak untuk
perawatan mesin balcon setiap bulanya.

No Bulan Budget No Bulan Hydrolic Budget


Hydrolic

1 6-Jan 200,000 1,915,000 20 7-Aug 2,253,175


2 6-Feb 200,000 1,700,000 21 7-Sep 1,383,400
3 6-Mar 1,725,000 22 7-Nov 390,000 1,930,000
4 6-Apr 1,890,000 23 7-Dec 1,885,000
6-
5 350,000 1,700,000 24 8-Jan 2,055,000
May
6 6-Jun 1,915,000 25 8-Feb 390,000 2,423,175
7 6-Jul 350,000 1,700,000 26 8-Mar 2,090,000
8 6-Aug 380,000 1,700,000 27 8-Apr 2,155,000
9 6-Sep 2,080,000 28 8-May 2,115,000
10 6-Nov 1,700,000 29 8-Jun 398,000 2,353,175
11 6-Dec 1,700,000 30 8-Jul 398,000 2,090,000
12 7-Jan 269,750 1,700,000 31 8-Aug 270,000 2,090,000
13 7-Feb 4,050,175 32 8-Sep 270,000 2,353,175
14 7-Mar 2,134,500 33 8-Oct 2,090,000
15 7-Apr 2,185,000 34 8-Nov 2,339,500
7-
16 2,216,175 35 8-Dec 2,090,000
May
17 7-Jun 269,750 2,185,000 36 9-Jan 270,000 2,353,175
18 7-Jul 2,387,675 Total 2,019,500 74,774,250
19 6-Jan 2,141,950 Rata-rata 122,375 2,077,063
Tabel 4.2 Proyeksi biaya perawatan

LAPORAN KERJA PRAKTEK 20


Plot Data Menggunakan Minitab

LAPORAN KERJA PRAKTEK 21


BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan

Dari Uraian – uraian di atas kami dapat menyimpulkan bahwa untuk


maintenance di PT. INDONESIA MULTI COLOR PRINTING , sangat bagus dan
dikerjakan dengan sesuai dengan prosedur yang tepat, perawatan di PT.
INDONESIA MULTI COLOR PRINTING, Terbagi menjadi beberapa kolompok
yaitu :

A.Perawatan harian C. Perawatan bulanan

B.Perawatan mingguan D. Perawatan tahunan

A. Perawatan harian

1. Pemberian greace press


2. Pengecekan baut – baut
3. Pengecekan sprocket
4. Pelumasan oli
5. Pembersihan magnit
6. Pengechekan Van Belt

B. Perawatan mingguan

1. Pengecekan suhu motor


2. Pengecekan suhu bearing
3. Pengecekan v-belt
4. Pemberian oli regulator
5. Cek getaran rotor hamer mill

C. Perawatan bulanan

1. Penggantian die (sesuai permintaan)


2. Penggantian roll shel (sesuai permintaan)
3. Penggantian pisau press(sesuai permintaan)

D. Perawatan tahunan

1. Over hole

LAPORAN KERJA PRAKTEK 22


5.2 SARAN

Pada program Kerja Praktek ini sangatlah baik dan berguna maka dari itu Kerja
Praktek perlu diteruskan karena banyak manfaat bagi mahasiswa dan membuat
mahasiswa mendapatkan ilmu dan pengalaman untuk dunia kerja yang sebenarnya.
Oleh karena itu penulis memberikan saran dan kritik yang membangun:

1. Meningkatkan jiwa disiplin dan jujur sehingga lebih optimal dalam bekerja.
2. Meningkatkan budaya tertib terhadap peraturan perusahan di tempat
mahasiswa dan mahasiswi Kerja Praktek.
3. Harap lebih lebih ditingkatkan keselamatan pekerja atau SDM nya agar
dapat mengurangi dan menghindari resiko kecelakaan bekerja.

LAPORAN KERJA PRAKTEK 23


DAFTAR PUSTAKA

LAPORAN KERJA PRAKTEK 24

Anda mungkin juga menyukai