Anda di halaman 1dari 8

Dalil Akuntansi ( accounting postulate )

Disarikan ulang : Padlah Riyadi

Adalah pernyataan atau aksioma yang sangat jelas, umumnya diterima berdasarkan
kesesuaiannya terhadap tujuan laporan keuangan, yang menggambarkan lingkungan
ekonomi, politik, dan hukum di mana akuntansi harus beroperasi.

1) Dalil Entitas
Akuntansi mengatur hasil operasi dari suatu entitas, yang terpisah dan berbeda dari
pemilik entitas. Postulate entitas menyatakan bahwa suatu unit perusahaan
merupakan unit akuntansi yang terpisah dari pemiliknya dan perusahaan lain.
Postulate merumuskan bidang perhatian akuntan dan membatasi objek, peristiwa,
dan atribut peristiwa yang dimasukkan ke dalam laporan keuangan. Selain itu,
postulate juga memungkinkan akuntan membedakan antara transaiksi bisnis dan
individu, yang dimasukkan dalam laporan keuangan adalah transaksi perusahaan
bukan transaksi pemilik perusahaan. Dan tanggung jawab pelayanan manajemen
berada pada pemegang saham.
Definisi lain entitas akuntasi adalah dalam kerangka kepentingan ekonomi bagi
berbgaai pemakai, dan bukan aktivitas ekonomi dan pengendalian administratif unit.
Pendekatan ini lebih berorientasi pemakai dari pada orientasi perusahaan.
2) Dalil Kelangsungan Usaha
Postulat kelangsungan usaha menyatakan bahwa entitas akuntansi akan terus
beroperasi. Dalil ini berasumsi bahwa perusahaan tidak diharapkan untuk dilikuidasi
dalam masa yang akan datang yang dapat diketahui dari sekarang atau bahwa entitas
akan terus beroperasi untuk jangka waktu yang tidak tertentu.
3) Dalil Unit Pengukuran
Menyatakan bahwa akuntansu adalah pengukuran dan proses mengkomunikasikan
aktivitas perusahaan yang dapat diukur dalam satuan moneter. Unit pertukaran dan
pengukuran diperlukan untuk mencatat transaksi perusahaan dengan cara yang
seragam. Pengukur umum yang dipilih dalam akuntansi adalah unit monete.
Kebertukaran barang, jasa, dan modal diukur dalam satuan uang.
4) Dalil Periode Akuntansi
Meskipun postulate kelangsungan usaha menyatakan bahwa setiap perusahaan akan
tetap ada pada periode waktu yang tidak terbatas, namun adalakalanya pemakai
meminta berbagai informasi tentang posisi keuangan dan kinerja perusahaan untuk
membuat keputusan jangka pendek. Dari hal tersebut maka postulate periode
akuntansi menyatakan bahwa laporan keuangan perusahaan seharusnya
diungkapkan secara periodik.
Postulat Berasal dari Lingkungan Ekonomi dan Politik
1) Postulat A-1. Hitungan
Data kuantitatif sangat membantu dalam membuat keputusan ekonomi yang
rasional, yaitu, dalam membuat pilihan di antara alternatif sehingga tindakan
dengan benar terkait dengan konsekuensi.
2) Postulat A-2. Pertukaran
Sebagian besar barang dan jasa yang dihasilkan didistribusikan melalui pertukaran,
dan tidak secara langsung dikonsumsi oleh produsen.
3) Postulat A-3. Entitas (termasuk identifikasi entitas)
Kegiatan ekonomi dilakukan pada melalui unit tertentu atau entitas. Setiap laporan
kegiatan harus mengidentifikasi dengan jelas unit tertentu atau entitas yang terlibat.
4) Postulat A-4. Periode waktu (termasuk spesifikasi dari periode waktu)
Kegiatan ekonomi dilakukan pada selama periode specifiable waktu. Setiap
melaporkan bahwa
kegiatan harus mengidentifikasi secara jelas periode waktu yang terlibat.
5) Postulat A-5. Satuan ukuran (Termasuk identifikasi unit moneter)
Uang adalah denominator umum dalam hal yang barang dan jasa, termasuk tenaga
kerja, sumber daya alam, dan modal, yang diukur. Setiap laporan harus jelas
menunjukkan mana uang (misalnya, dolar, franc, pound) sedang digunakan.

Postulat Berasal dari Bidang Akuntansi Hakikat


1) Postulat B-1. Laporan keuangan (Terkait A-1)
Hasil dari proses akuntansi dinyatakan dalam satu set fundamental terkait laporan
keuangan yang mengartikulasikan dengan satu sama lain dan bersandar pada dasar
yang sama data.
2) Postulat B-2. Harga pasar (Terkait A-2)
Data akuntansi didasarkan pada harga yang dihasilkan oleh pertukaran masa lalu,
sekarang, atau masa depan yang telah benar-benar terjadi atau diharapkan.
3) Postulat B-3. Entitas (Terkait dengan A-3)
Hasil dari proses akuntansi dinyatakan dalam unit tertentu atau entitas.
4) Postulat B-4. Kesementaraan (Terkait dengan A-4)
Hasil operasi untuk periode yang relatif singkat bersifat sementara setiap kali alokasi
antara periode masa lalu, sekarang, dan masa depan yang diperlukan. Para Imperatif
5) Postulat C-1. Kontinuitas
(Termasuk konsep korelatif hidup terbatas)
Dengan tidak adanya bukti yang sebaliknya, entitas harus dipandang sebagai yang
tersisa di
operasi tanpa batas. Dengan adanya bukti bahwa entitas memiliki kehidupan
terbatas, tidak harus dilihat sebagai tersisa dalam operasi tanpa batas.
6) Postulat C-2. Objektivitas
Perubahan aktiva dan kewajiban, dan efek terkait (jika ada) pada pendapatan, biaya,
laba ditahan, dan sejenisnya, tidak harus diberikan pengakuan formal dalam
rekening lebih awal dari titik waktu di mana mereka dapat diukur dalam hal tujuan .
7) Postulat C-3. Konsistensi
Prosedur yang digunakan dalam akuntansi untuk entitas yang diberikan harus sesuai
untuk
pengukuran posisi dan kegiatan dan harus diikuti secara konsisten dari periode ke
periode.
8) Postulat C-4. Unit Stabil
Laporan akuntansi harus didasarkan pada unit pengukuran yang stabil.
9) Postulat C-5. Pengungkapan
Laporan akuntansi harus mengungkapkan yang diperlukan untuk membuat mereka
tidak menyesatkan.

Postulate and Principle


Konsep dari komite atas postulate dan principle merupakan hal yang problematik.

Postulate biasanya didefinisikan sebagai dasar asumsi yang tidak bisa diuji atau
dibuktikan. Postulate menyediakan kesimpulan dan dasar untuk struktur teori yang
terdiri dari sekumpulan dalil yang disimpulkan. Laporan komite menggambarkan bahwa
hanya ada sedikit postulate di dalam akuntansi dan biasanya postulate berasal dari
lingkungan ekonomi dan politik, yakni dari pandangan yang umum dan mendasar dari
komunitas bisnis. Seorang anggota komite selanjutnya menyatakan bahwa komite tidak
bermaksud untuk mendefinisikan postulate.

Di lain sisi, principle juga tidak didefinisikan oleh komite meskipun komite
membandingkannya dalam hal cakupan definisi dan pernyataan yang telah dikeluarkan
dalam empat laporan berbeda oleh AAA (American Accounting Association). Dua
laporan awal menggunakan kata “principle” di judulnya, tetapi kemudian diganti menjadi
kata “standar” dan “concept” di dua laporan sesudahnya.

AICPA nendefinisikan “principle” sebagai suatu hukum (law) yang umum atau aturan
yang diadopsi atau dinyatakan sebagai petunjuk dalam setiap tindakan, sebuah dasar
yang kuat bagi setiap tingkah laku dan kebiasaan. Hukum (law) berbeda dengan
“principle” karena “law” terdiri dari elemen-elemen yang bisa diobservasi dengan
menggunakan teknik empiris, sedangkan “principle” tidak. “Principle” bisa diuji secara
empiris, dan jika terbukti benar atau setidaknya tidak terbukti salah, maka akan menjadi
suatu hukum (law).

Accounting Research Study No.1


Postulate dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu :
a. The environmental group
Meliputi quantification, exchange, entities, time period, dan unit of measure
b. Those stemming from accounting itself
Meliputi financial statement, market price, entities, dan tentativeness
c. The imperatives
Meliputi continuity, objectivity, consistency, stable unit, dan disclosure
Accounting Research Study No.3
Prinsip-prinsip yang dikembangkan dalam study ini adalah :
a. Profit is attributable to whole process of business activity
b. Changes in resources should be classified
c. All asset of the enterprise should be recorded and reported in the financial
statement
d. The problem of measuring an asset is the problem of measuring the future
services

Konsep dasar yang mendasari Historical Costing

Konsep-konsep dasar akuntansi dipengaruhi oleh aturan-aturan dalam akuntansi itu


sendiri. Konsep adalah hasil dari proses identifikasi, klasifikasi, dan intrepretasi berbagai
aturan dan fenomena. Jadi, konsep bukanlah bagian dari proses formal dari perumusan
teori tetapi konsep dapat digunakan di dalam teori, sebagai bagian dari struktur
postulate atau sebagai kesimpulan yang ditarik dari postulate, atau bahkan sebagai
subjek pengujian dalam penelitian empiris.

“Postulate” adalah asumsi dasar mengenai lingkungan bisnis. “Principle” adalah


pendekatan-pendekatan umum yang digunakan untuk melakukan pengakuan dan
pengukuran atas peristiwa-peristiwa akuntansi. Ada dua tipe “principle”, yaitu :
- Input-oriented principle, yaitu aturan-aturan yang menjadi pedoman dalam
akuntansi, terdiri dari aturan-aturan umum yang mendasari operasi dan prinsip
constrain
- Output-oriented principle terdiri dari kualitas atau karakteristik laporan keuangan
yang seharusnya ditampilkan jika Input-oriented principle telah diterapkan dengan
semestinya.

Postulate
1) Going concern atau continuity, yaitu Perusahaan diasumsikan akan terus berjalan
atau berlanjut.
2) Time period, yaitu Periode akuntansi sama dengan tahun kalender.
3) Accounting entity, yaitu Bahwa entitas tersebut terpisah dari pemiliknya.
4) Monetary Unit, yaitu Laporan keuangan harus disajikan dalam unit moneter
5) Principle

Input-oriented principle
Aturan-aturan umum yang mendasari operasi
a. Recognition
Recognition (pengakuan) menyangkut kapan mencatat akun pendapatan dan
beban. Kerangka konseptual FASB menyatakan bahwa pendapatan bisa diakui
saat (1) aset diterima sebagai hasil dari kinerja tersebut sudah direalisasikan,
yakni diberikan dalam bentuk cash, atau (2) saat pekerjaan tersebut selesai
dikerjakan.
b. Matching
Bahwa expense (biaya) diakui sejalan dengan diakuinya pendapatan (revenue).
c. Prinsip constrain
- Conservatism
Usaha untuk memilih metode akuntansi yang berterima umum yang
menghasilkan (a) pengakuan pendapatan yang lambat (b) pengakuan beban
lebih cepat (c) lebih rendah dalam penilaian aset (d) lebih tinggi dalam
penilaian kewajibannya.
- Disclosure
Disclosure adalah informasi keuangan yang relevan, termasuk metode yang
digunakan dalam menyusun laporan keuangan yang lebih dari satu metode
atau menggunakan metode yang tidak biasa atau metode yan inovatif.
- Materiality
Materiality adalah pentingnya sebuah item atau sekumpulan item bagi
pengguna (user) hubungannya dengan relevansinya dalam evaluasi atau
proses pengambilan keputusan.
- Objectivity
Objektivitas berkaitan dengan kualitas dari bukti yang mendasari transaksi
yang kemudian disusun dalam bentuk laporan keuangan.

Output-oriented principle
a. Comparability
b. Consistency
c. Uniformity

Teori Ekuitas
1. Proprietary Theory (Teori Kepemilikan)
Teori ini berasumsi bahwa pemilik dan perusahaan itu identik. Persamaan balance
sheetnya =
Pendekatan teori kepemilikan ini menerangkan bahwa komponen pengukuran
pendapatan (income) menggunakan sistem historical cost meskipun pemilik tidak
mengontrol akun owner’s equity.
2. Entity Theory
Karena ketidakpuasan dengan orientasi Teori Kepemilikan, maka dikembangkan Teori
Entitas dimana berasumsi bahwa perusahaan dan pemiliknya merupakan dua hal
yang terpisah. Persamaan balance sheetnya =
3. Residual Equity Theory
Asumsi mendasar dari teori ini adalah bahwa informasi yang berkenaan untuk tujuan
pengambilan keputusan, misalnya prediksi cash flow, harus diberikan kepad
pemegang equity residual. Pemegang equity residual adalah kelompok claimant
ekuitas yang haknya bisa digantikan oleh claimant lain, yakni pemegang saham biasa
yang anggotanya bisa berubah jika terjadi reorganisasi dalam perusahaan.
Persamaan balance sheetnya :
4. Fund Theory
Fund adalah sekelompok aset obligasi yang disediakan untuk tujuan tertentu.
Persamaan balance sheetnya :
5. Restriction of asset didapat dari kewajiban dan modal yang diinvestasikan dan
termasuk didalamnya tujuan spesifik tertentu atas penggunaannya seperti yang telah
diperintahkan di dalam hukum atau kontrak.
6. Commander Theory
Commander adalah kata lain dari manajemen. Teori ini menyangkit fakta bahwa
manajemen membutuhkan informasi sehingga bisa melaksanakan fungsi
perencanaan dan pengendalian atas nama pemilik (owner).

Dalil-Dalil Akuntansi

Dalil-Dalil Akuntansi – Apresiasi penuh dari lingkup akuntansi saat ini dan masa depan
bergantung tidak hanya pada pemahaman atas teknik-teknik akuntansi, tetapi juga pada
pemahaman atas struktur teori akuntansi dari mana teknik-teknik tersebut diturunkan.
Pengembangan dari suatu struktur teori akuntansi untuk membenarkan dengan lebih
baik aturan dan teknik yang ada sekarang dimulai dengan pemeriksaan terhadap dasar-
dasar akuntansi. Usaha tersebut diteruskan dengan penggunaan pendekatan deduktif
maupun pendekatan induktif. Tujuan utamanya adalah untuk memodifiksi dalil-dalil dan
prinsip-prinsip akuntansi, serta untuk memformulasikan suatu teori akuntansi guna
memungkinkan akuntan memperbaiki kualitas laporan keuangan.

Contoh Dalil-Dalil Akuntansi, sebagai berikut :

DALIL-DALIL AKUNTANSI
1. Dalil Entitas (Entity Postulate)
Dalil entitas menganggap bahwa setiap perusahaan merupakan unit akuntansi yang
terpisah dan berbeda dari pemiliknya dan perusahaan lain. Dalil entitas
mendefinisikan bidang perhatian akuntan dan membatasi jumlah objek, peristiwa
dan atribut peristiwa yang harus dimasukkan dalam laporan keuangan. Dalil ini
memungkinkan akuntan membedakan antara transaksi bisnis dan individu: akuntan
melaporkan transaksi perusahaan, bukan transaksi pemilik perusahaan.
Salah satu cara untuk mendefinisikan suatu entitas akuntansi adalah dengan
mendefinisikan unit ekonomi yang bertanggung jawab atas aktivitas ekonomi dan
pengendalian administratif atas unit.
Cara lain mendefinisikan suatu entitas akuntansi adalah dalam hal kepentingan
ekonomi dari berbagai pengguna, dan bukan aktivitas ekonomi dan pengendalian
administrative dari unit. American Accounting Assodation tahun 1964, menyatakan
bahwa “batasan-batasan entitas ekonomi” dapat diidentifikasi:

a. Dengan menentukan kepentingan individual atau kelompok.


b. Dengan menentukan sifat kepentingan individual atau kelompok.
Pendekatan kedua ini membenarkan kemungkinan perluasan data yang bisa terjadi
karena lingkup akuntansi yang baru ketika akuntansi berusaha untuk memenuhi
kebutuhan potensial semua pengguna.

2. Dalil Kelangsungan Usaha (Going Concern Postulate)


Dalil kelangsungan usaha, atau dalil kontinuitas, menngangap bahwa entitas bisnis
akan melanjutkan operasinya untuk merealisasikan proyek, komitmen, dan aktivitas
yang berkelanjutan. Dalil ini mengasumsikan bahwa entitas tersebut tidak
diharapkan akan dilikuidasi dalam masa depan. Dengan demikian, laporan keuangan
menyediakan suatu pandangan mengenai situasi keuangan perusahaan dan hanya
merupakan bagian dari serangkaian laporan yang berkelanjutan.
Dalil kelangsungan usaha membenarkan penilaian aktiva menggunakan basis
nonlikuidasi dan menyediakan dasar untuk akuntansi depresiasi. dengan
pertimbangan:
a. Karena baik nilai sekarang maupun nilai likuidasi tidak sesuai untuk penilaian
aktiva.
b. Aktiva tetap dan aktiva tidak berwujud diamortisasi selama umur
manfaatnya.
Dalil kelangsungan usaha juga diterapkan untuk mendukung teori manfaat. Banyak
ahli akuntansi mempertimbangkan dalil kelangsungan usaha sebagai konvensi
akuntansi yang perlu dan penting.
Tetapi tidak semua ahli teori akuntansi menyetujui interpretasi atas dalil
kelangsungan usaha. Beberapa ahli teori akuntansi memilih untuk tidak memasukkan
dalil kelangsungan usaha dalam struktur teori akuntansi. Karena menurut mereka
kelangsungan usaha sebagai entitas yang berada dalam kondisi likuidasi secara
teratur yang terus menerus, bukan dalam kondisi likuidasi yang dipaksakan. Selain
itu, karena mereka berasumsi bahwa dalil tersebut tidak relevan dengan struktur
teori akuntansi. Dalil kelangsunga usaha merupakan suatu kesimpulan atau
penilaian, dan bukannya suatu asumsi. Sehingga jika dalil tersebut akan
dipertahankan, maka sebaiknya hanya dipandang sebagai prediksi.

3. Dalil Unit Pengukuran (Unit of Measure Postulate)


Dalil unit pengukuran menganggap bahwa akuntansi adalah proses pengukuran dan
pengkomunikasian aktivitas perusahaan yang dapat diukur dalam satuan uang. Dalil
unit pengukuran, atau dalil unit moneter, mengimplikasikan dua keterbatasan utama
dari akuntansi, yaitu:
a. Akuntansi terbatas pada prediksi dari informasi yang dinyatakan dalam
satuan uang.
b. Informasi akuntansi dipandang sebagai informasi yang bersifat moneter dan
dikuantifikasi.

Keterbatasan yang disimpulkan oleh dalil unit pengukuran tersebut melibatkan unit
moneter itu sendiri sebagai unit pengukuran. Karakteristik utama adalah daya beli
unit moneter, atau kuantitas barang atau jasa yang dapat dibeli oleh uang, adalah
perhatian utama.

4. Dalil Periode Akuntansi (Accounting Period Postulate)


Dalil periode akuntansi menganggap bahwa laporan keuangan yang menggambarkan
perubahan dalam kekayaan perusahaan sebaiknya diungkapkan secara periodik.
Durasi dari suatu periode dapat bervariasi, tetapi hukum pajak penghasilan, yang
mensgharuskan penentuan laba tahunan, dan praktik bisnis tradisional,
menghasilkan periode normal satu tahun.