PENGKAJIAN KEPERAWATAN KELUARGA

Hari, tanggal: Minggu, 10 Oktober 2010 1. DATA UMUM a. Nama kepala keluarga(KK) b. Umur KK c. Alamat&telepon d. Pekerjaan KK e. Pendidikan KK f. Agama KK g. Suku bangsa KK h. Komposisi keluarga

Jam: 10.00-12.00WIB

Oleh: Farid

: Bp. S : 50 tahun : Jl. Moch Sroedji IV/48 ; (0331) 722672 : PNS : Perguruan Tinggi : Islam : Jawa :

No Nama

Jenis Hubungan Umur kelamin dengan KK P P L L L Istri Anak Anak Anak Menantu 46 th 25 th 21 th 14 th 26 th

Pendidika n terakhir Sarjana SMA SMA SD S1

Agama

Pekerjaan

1. 2. 3. 4. 5.

Ibu S An. S An. F An. D Tn. T

Islam Islam Islam Islam Islam

PNS Tidak bekerja Mahasiswa Pelaja r PNS

S merupakan keluarga inti (nuclear family). Ibu S dan tiga orang anaknya (An. T (menantu) menikah dengan An. sedangkan Ibu S berasal dari Jember. .i. Tipe keluarga Keluarga Bp. Genogram Bp. k. keduanya masih tinggal serumah dengan Bp. An. Suku bangsa/etnis Bp. dan An. Kakak perempuan dari Bp. D). Kedua orang tua Bp. j. S (50) Ibu S (46) An S(25) An F(21) An D(14) Tn T(26) Keterangan: Ayah dari Bp S (1921-1993). S dan Ibu S. S (1956-2009) meninggal karena DM menahun. Ayah dari Ibu S (1945-1989) meninggal karena kecelakaan murni. Keduanya merupakan orang Jawa. Tn. S juga orang Jawa. Terdiri dari Bp. S. S. meninggal karena stroke dengan hipertensi. S. S berasal dari Banyuwangi. F.

n. Pengeluaran keluarga rata-rata 6 juta per bulan. Jadi. S. cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga (keluarga sejahtera III). S 3 juta per bulannya. Gaji Bp. D yang menempuh pendidikan di MTs gemar mengaji dan mengikuti kegiatan ekstrakurikuler mengaji di sekolahnya. S adalah bahasa Indonesia. Ibu S. S adalah keluarga dengan ayah. S. Keluarga setidaknya sekali dalam 6 bulan mudik/berkunjung ke rumah saudara jauh pada hari raya Idul Fitri dan harihari libur.Berbeda dengan orang tua Ibu S. Status sosial ekonomi keluarga Pendapatan atau gaji menjadi sumber pendapatan yang utama bagi keluarga Bp. S memeluk agama Islam. T 2 juta per bulan. Bahkan Bp. Agama Semua anggota keluarga Bp. majalah. atau menyetel CD/DVD. membaca koran. m. l. Selain itu. 2. S rutin mengikuti pengajian di lingkungan rumahnya setiap malam. S saat ini adalah tahap VI (tahap keluarga melepas anak usia dewasa muda). Ibu S juga rutin mengikuti pengajian ibuibu setiap malam senin. Bp. Aktivitas rekreasi keluarga Keluarga setidaknya sekali setahun melakukan rekreasi ke luar kota. RIWAYAT TAHAP PERKEMBANGAN KELUARGA a. tiga orang anak dengan anak tertua telah menikah dengan seorang suami (menantu) yang juga tinggal serumah dengan keluarga tersebut. b. Tahap perkembangan keluarga saat ini Keluarga Bp. ayah Ibu S bersuku Jawa sedangkan ibu Ny. keluarga tidak melakukan usaha lain di luar pekerjaan tersebut. Gaji tersebut berasal dari pekerjaan tetap Bp. dan Tn. dan Tn. Ibu S 2 juta per bulan. T. S bersuku Madura.S menjadi pengurus pada pengajian tersebut. Untuk melepas lelah saat pulang sehabis bekerja/sekolah keluarga beristirahat di rumah dan menonton hiburan melalui pesawat televise. Bahasa sehari-hari yang digunakan oleh keluarga Bp. An. tahap perkembangan keluarga Bp. ibu. Tahap perkembangan keluarga yang belum terpenuhi Tahap-tahap perkembangan yang sebelumnya (tahap I – tahap V) telah dilalui dan tidak ada tahap perkembangan yang belum terpenuhi karena .

S: An. T: Tn. f) Tn. F mengeluh sering menderita maag dan mencret setidaknya 2x dalam dua minggu. d) An. S juga pernah diopname 1 minggu karena typhus. S mengaku sekarang menderita asam urat dan kolesterol tinggi. T). An. 2) Ibu dari Bp. S pernah dioperasi karena tumor jinak di dekat payudara sebelah kiri. S: Bp. F: An. S: pernah mengidap typhus selama 2 minggu. keluarga sedang mempersiapkan untuk menerima kehadiran anggota keluarga baru yang diperoleh melalui perkawinan anak tertua (An. D belum pernah masuk RS dengan gejala serius kecuali gejala batuk pilek biasa. S: meninggal dengan diagnose stroke dengan hipertensi. Riwayat kesehatan keluarga inti 1) Riwayat penyakit keturunan Tidak ada. dingin. An. T pernah diopname di RS selama 1 minggu pada 6 bulan yang lalu karena typhus. S mengeluh sering bersin-bersin dan alergi terhadap debu. c. d. S) dengan menantu (Tn. D: An. 4) Ibu dari Ibu S: pernah mengidap Ca mammae jinak saat berusia 35 tahun dan sudah dioperasi. Riwayat kesehatan keluarga sebelumnya 1) Ayah dari Bp. b) Ibu S: Ibu S pernah melakukan section cesaria saat melahirkan anak pertama. udara dingin dan berdebu. c) An. 2) Riwayat kesehatan masing-masing anggota keluarga a) Bp. . F menderita pilek menahun sejak masih kecil dan alergi terhadap makanan dan minuman pedas. e) An. dibuktikan dengan hasil check up sebulan terakhir. meninggal akibat kecelakaan. Untuk tahapan saat ini. Ibu S pernah diopname 1 minggu karena typhus. Bp. 3) Ayah dari Ibu S: tidak diketahui pernah mengidap penyakit serius.semua tugas perkembangan sebelumnya sudah dilakukan dengan baik.

cuci KM/WC GARASI KM tempat jemuran R. Tdr1 Klrg R.KM Kndg aymR. LINGKUNGAN a.Makan Beranda Kolam Dapur R. S menghadap ke arah barat dengan ukuran 17m x 16 m (luas rumah 272m2). Rumah ini milik keluarga sendiri. Rumah berlantai satu ini mmemiliki 14 ruang dengan pelengkap seperti beranda. kolam. Denah rumah (skala 1:100) jalan perumahan Keterangan: Rumah keluarga Bp.Tamu2 Tdr3 alan perumahan Tdr2 Gudang taman KM R. kandang . taman.Tamu1 Septic tank& selokan Tdr4 Rumah Tetangga 3.

Keluarga tidak memiliki ruang khusus untuk menjemur pakaian sehingga jemuran diletakkan di dekat garasi mobil dengan atap terbuka. tampak beberapa kursi dan meja berjajar rapi di tiap ruang tamu. Closet berbentuk leher angsa. Di tiap bagian belakang pintu kamar ada gantungan pakaian. Di sudut yang lain terdapat piano yang jarang dipakai. Setiap kamar tidur dilengkapi dua lemari pakaian dan meja bercermin serta tempat tidur.5x3m. Kamar tidur I kadang-kadang dipakai karena An. Setiap ruang berventilasi.piaraan. 4) Dapur penuh oleh perabotan dapur yang membuat jalan ke ruangan cukup sempit. gudang 2x8m. Keluarga menggunakan kompor gas dengan bahan bakar biogas. 6) Gudang dan kandang ayam berada di sisi kiri rumah. b. 3) Ruang makan sempit sehingga tidak banyak kursi yang disediakan untuk seluruh anggota keluarga. dapur 3x5m. kamar tidur III 3x5m. ruang keluarga 3x9m. Di sana-sini tampak tumpukan buku yang berjajar kurang rapi. Ventilasi kamar mandi kurang memadai jadi masih terasa lembab. rak CD/DVD. Bagian belakang lemari dan bawah tempat tidur amat kotor karena jarang dan sulit dibersihkan. Kondisi lingkungan di dalam rumah 1) Ruang tamu I lebih sempit dari ruang tamu II. kamar tidur I 3x4m. Keluarga tidak memiliki alat pemadam kebakaran. Dinding rumah adalah tembok batu bata. kamar tidur IV 3x5m. Kamar tidur III dan ruang keluarga dilengkapi AC. kamar mandi/WC I & II masing-masing 1. Gudang cukup . kamar tidur II 3x3m. televise dan DVD player. F kuliah di luar kota dan pulang sebulan sekali. Bau busuk dari kandang ayam terkadang masuk ke kamar tidur II dan III. di dekat sudut ruangan terdapat rak buku. 5) Ruang cuci pakaian berdekatan dengan kamar mandi. 2) Ruang keluarga merupakan tempat keluarga bersantai. ruang makan 3x3m. berdiskusi dan tempat bermain anak-anak. ruang cuci pakaian 2x3m. ruang tamu II 3x4m. Ruang makan dan dapur menyambung berbentuk huruf L terbalik. Rumah ini berada di perumahan yang tidak rapat dan tidak sempit. Ukuran-ukuran ruangan: ruang tamu I berukuran 3x3m.

Di samping kanan garasi terdapat kolam ikan yang tidak difungsikan. Keluarga sering mengeluhkan banyaknya nyamuk saat malam hari sehingga keluarga susah tidur. jalan raya beraspal walau sebagian masih perlu diperbaiki. 4) Tetangga mayoritas bermatapencaharian sebagai pegawai negeri atau swasta. Tempat tinggal dalam keadaan terpelihara. Kondisi lingkungan di luar rumah 1) Di luar dan di dalam pagar rumah diletakkan banyak pot bunga dan beberapa di antaranya merupakan tanaman obat. 7) Sumber air bersih untuk MCK keluarga adalah air PAM. d. 2) Sanitasi jalan dan rumah: keluarga setiap sore hari membersihkan halaman dan jalan depan rumah dari sampah dan daun-daun berserakan. biasanya sampah diangkut tiap 2 hari sekali oleh petugas TPS. Karakteristik tetangga dan komunitas 1) Lingkungan/komunitas tempat keluarga tinggal adalah kelurahan. Tempat tinggal keluarga bertipe hunian/perumahan. 3) Rumah keluarga berjarak 100m dari kebisingan dan polusi CO jalan raya. Keluarga . e. Keluarga menggunakan obat nyamuk semprot. Mobilitas geografi keluarga Keluarga telah tinggal menetap di daerah ini selama tujuh tahun. Di luar garasi terdapat dua bak sampah tertutup untuk sampah basah dan kering.penuh dengan perkakas dan barang-barang yang telah berkarat dan mengandung banyak debu. Limbah rumah tangga/air kotor dari MCK dibuang ke selokan yang terhubung ke septic tank. Septic tank ini juga terhubung dengan sumur resapan sehingga tidak menimbulkan bau tak sedap. c. 2) Keluarga melakukan kerja bakti membersihkan rumah setiap hari minggu.

S dan Ibu S selalu hadir tiap ada pertemuan warga RT/RW.Bp S An F An D Tn T tidak pernah meninggalkan rumah dan tinggal di daerah lain lebih dari dua minggu. Perkumpulan keluarga dan interaksi dengan masyarakat Keluarga hampir tiap hari berkumpul dan berdiskusi setelah pulang dari bekerja/sekolah di ruang keluarga. Sistem pendukung keluarga dan Ecomap F Terutama ketika keluarga mudik lebih sering berada di luar kota (indekos) . lebaran. f. g. Bp. An. untuk kuliah.

Begitu pula sebaliknya. teman-teman dekat An. Begitu pula sebaliknya. teman-teman kerja Tn. S mengunjungi rumah teman-teman dekatnya setidaknya sebulan sekali. begitu pula sebaliknya. teman-teman kerja Bp. D bersekolah di MTs negeri. o Bp. Dia siswa yang pandai sehingga beberapa kali menjuarai perlombaan di sekolahnya. S mengunjungi rumah teman-teman kerjanya setidaknya 2 minggu sekali. F juga memiliki beberapa teman akrab di kampusnya. Begitu pula sebaliknya. S berhubungan baik dengan teman-teman kerjanya di kantor. o An. F kuliah di universitas di luar kota. Bp. S juga sebulan sekali mengunjungi rumah An. Dia juga memiliki teman bermain yang akrab. o An. An. Ibu S mengunjungi rumah teman-teman kerjanya setidaknya sebulan sekali. Bp. atau rumah sakit) setidaknya 6 bulan sekali. o Ibu S berhubungan baik dengan teman-teman kerjanya di kantor. puskesmas. teman-teman kerja Ibu S juga sebulan sekali mengunjungi rumah Ibu S. Keluarga Bp. tetapi kader kesehatan tidak pernah mengunjungi keluarga Bp. S mengunjungi tetangga seminggu sekali begitu pula sebaliknya. S juga aktif berpartisipasi dalam kegiatan kampung. S. An. o Tn. An. o An. Ibu mengikuti kegiatan pengajian yasinan ibu-ibu setiap dua minggu sekali pada malam senin. S. T mengunjungi rumah teman-teman kerjanya setidaknya sebulan sekali. Ibu S juga aktif berpartisipasi dalam kegiatan kampung. S juga minimal 2 minggu sekali mengunjungi rumah Bp. D mengunjungi rumah teman-temannya setidaknya sekali seminggu. S memeriksakan diri ke kader kesehatan (dokter keluarga.Keterangan: o Keluarga Bp S cukup akrab dengan tetangga. An. o Keluarga Bp. Bp. Begitu pula sebaliknya. S mengikuti kegiatan pengajian RT setiap dua minggu sekali pada malam jumat. S. Walau nilai rapornya biasa-biasa saja. F tidak pernah absen kuliah kecuali karena sakit. Tn. S berhubungan baik dengan teman-teman dekatnya.T juga sebulan sekali . T berhubungan baik dengan teman-teman kerjanya di kantor.

Struktur peran (formal dan informal) Bp. S bertugas membantu Ibu S menyediakan kebutuhan makan dan perawatan diri keluarga. Pola komunikasi Komunikasi yang terjadi antar anggota keluarga adalah berpola dua arah. An.mengunjungi rumah Tn. c. Biasanya juga Bp. di samping Ibu S dan Tn. T. b. namun kebanyakan keputusan masih di bawah otoritas Bp. Tidak ada peran informal di keluarga ini. An. S turut membimbing adik-adiknya terutama saat An. d. Nilai dan norma keluarga Bp S dan Ibu S cenderung menekankan pentingnya harga diri dan . S selain berperan sebagai kepala keluarga juga bertindak sebagai pencari nafkah keluarga yang utama. S juga berperan sebagai istri Tn. kebersihan. sebagai teman bicara dan pasangan hidup. T. 4. selain menjadi teman bicara suami dan pasangan hidup. S dan Ibu S memberikan soplusi dan keputusan yang demokratis kepada anak-anaknya. An D. An. An. Biasanya masing-masing anggota keluarga saling menceritakan permasalahan/pengalaman pribadi atau ketika Bp. Struktur kekuasaan/ kekuasaan keluarga Bp. Bp. Ini biasa dilakukan ketika keluarga berkumpul di rumah. S dan Ibu S memulai pembicaraan dengan anak-anaknya. Anak tertua. An. D berperan membantu memelihara kebersihan rumah dan membantu ayah selama An. Ibu S berperan utama sebagai pengasuh anak-anak dengan menyediakan kebutuhan makan. F jarang berada di rumah tetapi tetap berperan sebagai pemelihara kesehatan dan kebersihan rumah dan pembimbing adiknya. D belajar. S. S dan Ibu S bersama anak-anaknya memutuskan suatu masalah dengan demokratis. perawatan diri. F tidak di rumah. T yang juga membantu mencari nafkah keluarga. STRUKTUR KELUARGA a. S yang paling aktif mengamati perilaku dan menasehati anak-anaknya daripada Ibu S.

Anak-anak terkadang berselisih pendapat dan mengabaikan peran mereka di keluarga. 3) Pertalian hubungan 0100090000031602000002009601000000009601000026060f002203574d46 4301000000000001001420000000000100000000030000000000000003000 0010000006c00000000000000000000001f000000420000000000000000000 000da320000ba22000020454d4600000100000300001000000002000000000 000000000000000000000a00b0000240f0000d200000011010000000000000 00000000000000050340300682a0400160000000c000000180000000a00000 0100000000000000000000000090000001000000035070000ec04000052000 0007001000001000000c9ffffff000000000000000000000000900100000000 000004400022430061006c006900620072006900000000000000000000000 0000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000 . FUNGSI KELUARGA a. S dan Ibu S menyatakan bahwa mereka tidak pilih kasih terhadap anakanaknya. kemandirian. Bp S dan Ibu S menyatakan diri mereka orang idealis yang taat hukum.bersosialisasi dengan orang lain kepada anak-anaknya karena mereka keluarga beragama dan berpendidikan. Orang tua dan anak-anak mampu menggambarkan kebutuhan-kebutuhan tersebut. Orang tua menerapkan pengasuhan yang otoritatif (demokratik). Fungsi afeksi 1) Kebutuhan-kebutuhan keluarga. 5. menggunakan keuangan secara hemat dan aman. Keduanya berharap anak-anaknya belajar hidup mandiri dan saling rukun karena anak-anaknya sudah menginjak dewasa. namun terkadang mereka perlu beradaptasi tetapi tidak sampai terjerumus ke perilaku yang melanggar hukum. 2) Hubungan kekerabatan Bp. namun mereka saling menyayangi. Kedua orang tua ini juga memberikan penjelasan tentang manfaat pengalaman di luar sekolah. pola-pola respon: Keluarga merasakan kebutuhan-kebutuhan seluruh individu dalam keluarga.

Keterangan: Secara umum hubungan antar anggota keluarga baik. T karena Tn. Bp S dan Ibu S adalah orang yang terbuka namun keputusan dominan di keluarga masih dipegang Bp. F. D walau sudah terbiasa dengan keberadaan Tn. An. S. Bp. dan An. Hubungan Bp S dan Ibu S sangat erat dengan anak-anaknya. T . Ibu S. S. T mereka tetap sedikit sungkan dalam berhubungan dengan Tn.

4) Perpisahan dan kekerabatan Keluarga masih berhubungan baik dengan keluarga dari pihak Bp. kecuali jika memang ada kepentingan mendesak. S yang paling berperan dalam menasehati anak-anak adalah Bp. dan berjalan. F berada di luar kota keluarga tetap dapat menghubungi An. Anak-anak diperbolehkan bermain ke luar rumah dengan batas waktu sampai petang hari. S dan berasal dari keluarga besan. walau An. 3) Nilai anak-anak dalam keluarga Anak-anak diharuskan orang tua untuk makan tepat waktu. Anak-anak juga harus sopan dalam berbicara. Hubungan An. tidak boleh berbicara atau berjalan-jalan saat makan. 2) Siapa yang menjadi pelaku sosialisasi Di keluarga Bp. dan An. S. bermanfaat.adalah suami An. dan tidak bertentangan dengan hukum yang berlaku. 6) Estimasi resiko masalah pengasuhan . Fungsi sosial 1) Cara pola asuh kepada anak Bp S dan Ibu S menyekolahkan anak-anaknya ke sekolah formal. F. 4) Keyakinan budaya yang mempengaruhi pola asuh Budaya yang dipakai adalah budaya adat Jawa turun-temurun yang dikombinasikan dengan pendidikan masa kini dan dipakai yang bersifat rasional. S dan Ibu S) mendidik anak-anaknya untuk saling menjaga harkat martabat dan bertindak sesuai ilmu yang diperoleh melalui pendidikan di sekolah. D kurang baik karena terkadang mereka bertengkar. makan. 5) Pengaruh kelas sosial dalam pengasuhan Orang tua (Bp. maupun dengan keluarga besan atau keluarga Tn. taat menjalankan sholat lima waktu. Misal. b. Di dalam keluarga inti ini juga berlaku demikian. T. Misal. keluarga dari pihak Ibu S. An. S di rumah tidak terlalu cemas. S sendiri. F. beristirahat yang cukup dan berolahraga yang teratur. S. Dengan demikian keluarga Bp.

o Keluarga biasa mencuci tangan sesudah makan. demam. 2) Kebersihan perorangan o Tiap anggota keluarga biasa mandi 2x sehari (pagi dan sore hari). o Tiap anggota keluarga melakukan potong kuku tiap 2-3 hari sekali. menyikat gigi dengan pasta gigi berfluoride tiap sehabis sarapan dan malam sebelum tidur. kebiasaan. Lingkungan di sekitar merupakan masyarakat yang bercampur antara suku Jawa dan Madura namun mayoritas bersuku Madura. 6) Kecacatan Tidak ada. c. S dan An. potong rambut sebulan sekali. Keluarga mencuci tangan menggunakan sabun antiseptik.Konflik batin dan depresi pada diri anak-anak jika anak-anak tidak mampu mencerna dan berbuat secara bijaksana tentang petuah dari orang tuanya karena teman-teman sebaya mereka ada yang berperilaku menyimpang. 7) Adekuasi lingkungan rumah untuk bermain bagi anak Bagi anak-anak lingkungan untuk bergaul kurang adekuat karena masalah bahasa. 4) Penyakit keturunan Tidak ada. . Bp. Anak-anak cenderung menganggap teman-teman di sekitarnya itu tidak terurus dan kolot. tapi kadang terlupa untuk cuci tangan sebelum makan. 3) Penyakit yang sering diderita Keluarga beberapa kali menderita gejala batuk pilek biasa. dan kesopanan. 5) Penyakit kronis/menular Tidak ada. Fungsi perawatan kesehatan 1) Keadaan kesehatan Keluarga saat ini membutuhkan edukasi tentang peningkatan sistem imun tubuh terhadap penyakit. Keluarga menganggap masalah ini cukup urgen. Jika mandi menggunakan handukl sendiri-sendiri. F menderita pilek karena alergi.

namun tidak cocok. b. 9) Ketergantungan obat/bahan sedatif Tidak ada. S adalah tiga orang. 10) Mencari pelayanan kesehatan Keluarga jika berobat biasanya ke mantri terdekat (50 m dari rumah). biasanya hanya 2-3 jam. Bp. atau ke rumah sakit (5 km) ditempuh dengan mengendarai sepeda motor. STRESS DAN KOPING a. dan malam hari. kecuali Bp. S kadang masih kesulitan memenuhi kebutuhan tersier anak seperti penyediaan komputer/laptop. Fungsi reproduksi Jumlah anak di keluarga Bp. Fungsi ekonomi Walaupun keluarga Bp. Malam hari tidur 5-6 jam. biasanya keluarga mengatur . Kadang ke dokter swasta. e. kadang siang hari tidur 1-2 jam.7) Pola makan Keluarga menghidangkan menu pagi hari. Keluarga pernah mengikuti program KB setelah kelahiran anak II. 6. puskesmas (2 km). S sering susah tidur kalau malam hari. 8) Pola istirahat Tiap anggota keluarga. Untuk pencegahan penyakit bertambah parah. Bp S mengaku menderita asam urat tinggi dan kolesterol tinggi (dibuktikan hasil check up sebulan terakhir). Kemampuan berespon terhadap stressor Keluarga biasanya mengonsumsi obat sesuai anjuran dokter. siang hari. kadang sore hari. d. Stressor jangka pendek dan jangka panjang Keluarga jika sakit biasanya beristirahat dan berobat ke mantri terdekat. S bertipe keluarga sejahtera III.

pisang.konsumsi makanan dan menghindari pantangan. ikan tongkol. air putih Sore (kudapan): pisang goreng Malam: nasi. ikan tongkol. 5. mie goreng instan. An. 3. air putih Siang: nasi. d. T 166 Rekam Diit 1 hari Terakhir Pagi: nasi. tempe. Strategi adaptasi disfungsional Tidak ada (keluarga tidak pernah menyangkal jika terdapat anggota keluarga yang menderita sakit menular/kronis). telur dadar. 2. Keluarga memiliki beberapa obat-obatan untuk pertolongan di rumah. S Ibu S An. F 160 52 45 53 32 30 30 110/70 60 110/70 60 120/70 70 12 12 15 36. Bp. pisang. S TB (cm) 165 155 154 BB (kg) 80 60 48 LLA (cm) 35 30 30 TD mmH N x/’ RR x/’ 15 18 18 S °C 36. air putih 8. Nam a 1.5 36. PEMERIKSAAN FISIK No. 6. sayur lodeh.5 37 Ham il 6 bl Keteranga n pusi ng g 140/80 70 130/80 70 110/70 70 4. Strategi koping yang digunakan Setiap ada gejala sakit keluarga langsung memberikan pertolongan sesuai gejala lalu berobat ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat. sayur bayam.5 36.5 An.5 36. D 158 Tn. sayur lodeh. termasuk tanaman obat yang dapat dibuat jamu tradisional. c. HARAPAN KELUARGA TERHADAP PERAWATAN KESEHATAN . sambal tomat. 7.

. b.KELUARGA a. Harapan terhadap masalah Keluarga ingin secara mandiri melakukan perawatan diri masing-masing dan ketika harus merawat anggota keluarga yang sakit kronis sehingga keluarga tidak tergantung lagi terhadap tenaga medis dan obat-obatan kiiawi. Persepsi terhadap masalah Sakit yang diderita tiap anggota keluarga jika tidak segera diatasi akan menjadi beban keluarga.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful