Anda di halaman 1dari 4

Laporan Praktikum Fisika II

Modul 4 – Percobaan Medan Magnet Dalam Solenoida


Mochammad Dody S / 18524034
Asisten: Agus Ardiansyah
Tanggal praktikum: 27 Mei 2019
18524034@students.uii.ac.id
Teknik Elektro – Fakultas Teknologi Industri
Universitas Islam Indonesia

Abstrak— Pada percobaan kali ini membahas


mengenai hubungan antara medan magnet dengan arus II. TINJAUAN PUSTAKA
listri, hubungan antara medan magnet dengan jumlah A. Medan Magnet
lilitan per satuan panjang dan menentukan tetapan
permeabilitas µ. percobaan kali ini kita akan Medan magnet adalah suatu area medan yang
menggunakan medium kumparan yang terbuat dari kabel ditimbulkan karena pergerakan suatu muatan listrik(arus
panjang yang dililitkan. Dimana praktikum ini bertujuan listrik) yang akan menyebabkan munculnya gaya pada muatan
agar setiap mahasiswa dapat mengetahui dan menganalisa listrik yang bergerak lainnya.Didalam solenoida medan
masalah masalah yang terjadi didalam solenoida setelah magnet akan jauh lebih kuat jika dibandingkan dengan medan
mendapatkan aliran listrik. magnet yang terjadi pada kawat lurus. Sedangkan ujung
solenoida dapat diketahui kutub utara atau selatan dengan cara
Kata kumci— Medan Magnet; Arus Listrik; Solenoida. mengamati suatu arah arus. Jika arah arus memiliki putaran
searah jarum jam maka ujung solenoida yang dituju
merupakan kutub utara. Jika berlawanan arah jarum jam,
I. PENDAHULUAN ujung solenoida yang dituju merupakan kutub selatan.
Pada jurusan teknik elektro terdapat mata kuliah fisika
yang salah satunya terdapat materi mengenai kelistrikan. Hal B. Solenoida
tersebut akan kita pelajari lebih dalam lagi pada saat
menginjak semester tua. untuk semester awal, kita akan lebih Solenoida merupakan suatu jenis kumparan yang terbuat
diseringkan bertemu dengan rangkaian yang terdiri dari dari suatu kawat panjang yang dibentuk lilitan rapat dan
resistor, induktor maupun kapasitor atau yang biasa kita kenal diasumsikan dengan panjangnya lebih besar daripada
dengan rangkaian RLC. Pada praktikum kali ini kita akan diameternya. Suatu solenoida dapat dikatakan ideal jika
dikenalkan menganai gaya yang ditimbulkan disuatu panjang kumparan tak hingga dan disusun dengan kawat yang
kumparan yang diberi arus listrik. Gaya yang dimaksud kali berhimpit didalam lilitannya, dan medan magnet didalamnya
ini biasa kita kenal dengan nama gaya lorentz. Dengan merupakan seragam dan paralel pada sumbu solenoid.
pemahaman yang terdapat pada hukum gaya lorentz, kita akan Solenoid ideal dapat dirumuskan sebagai berikut:
dapat mengetahui hubungan yang ditimbulkan antara
kemagnetan dan kelistrikan.
Menurut teori Lorentz, besar kecilnya suatu gaya yang
ditimbulkan dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu kuat
medan listrik, kuat arus, dan panjang suatu kawat penghantar. Keterangan :
Dari ketiga faktor tersebut berbanding lurus dengan besar
kecilnya nilai gaya yang dihasilkan. Suatu medan magnet akan = kuat medan magnet,
menghasilkan nilai besar pada saat suatu kawat dibentuk
lilitan(soledoida) dibandingkan kawat yang lurus. = permeabilitas ruang kosong,
= kuat arus yang mengalir,
= jumlah lilitan.
C. Pengaruh Jumlah Lilitan Kawat per
C. Gaya Lorentz Satuan Panjang terhadap Kuat Medan
Magnet Solenoida
Gaya lorentz sebenarnya merupakan pergabungan antara
gaya magnetik dan gaya elektrik yang terjadi pada suatu
Lanjutkan dari percobaan sebelumnya dengan
medan elektromagnetik. Gaya ini dapat ditimbulkan dengan
memasukkan sensor medan magnet ke dalam
adanya muatan listrik yang terus bergerak atau dapat
solenoida dan pastikan ujung sensor berada tepat
ditimbulkan karena adanya arus listrik di dalam medan
ditengah kumparan. Lanjutkan dengan menghitung
magnet. Gaya lorentz memiliki arah yang selalu tegak lurus
lilitan kawat solenoida dan aturlah panjang solenoida
dengan arah kuat arus dan induksi magnetik.
menjadi 20cm. Nyalakan catu daya dan multimeter
dalam mode ampermeter. Lanjutkan dengan mengatur
III. LANGKAH PRAKTIKUM
besar arus pada 2,9A atau mendekati 3 A dengan
menggeserkan hambatan geser dan klik start untuk
memulai program. Setelah program mulai maka akan
A. Persiapan Percobaan memunculkan nilai yang berubah-ubah dalam rentang
waktu tertentu . untuk mengisikan nilai data, maka
Langkah pertama yang perlu disiapkan yaitu kita isikan dengan menggunkan nilai maksimum dari
menghubungkan antara BT-plug ke piranti antarmuka Eurolab pengukuran. Lanjutkan dengan mengamati jendela
dan dilanjutkan dengan menyambungkan USB eurolab ke yang muncul dan catatlah nilai Average yang
komputer. Kemudian pastikan bahwa satu garis skala yang merupakan nilai rata-rata medan magnet yang
berada di tabung solenoida bernilai 0,2cm sehingga jarak antara dihasilkan pada saat panjang solenoida menunjukkan
garis makro bernilai 1 cm yang dijumlahkan memiliki total jarak 20 cm. Ulangilah langkah sebelumnya untuk
skala 54 cm. Kemudian susun rangkaian alat yang terdiri dari penambahan panjang solenoida sebesar 5 cm hingga
catu daya, multimeter yang ditampilkan pada mode 50 cm.
ampermeter, hambatan geser (rheostat) dan solenoida yang
disusun secara seri. Lanjutkan dngan menyalakan catu daya
bertegangan 6 V dan lanjutkan dengan menyalakan multimeter IV. HASIL DAN ANALISIS
dengan pengukuran arus DC dan pastikan hambatan geser A. Pengaruh arus listrik terhadap kuat medan
memberikan hambatan paling besar sehingga menghasilkan
arus yang mengalir paling kecil. Lanjutkan dengan membuka magnet solenoida
aktivasi “Medan Magnet dalam Solenoida.cma” pada program
coach yang berada pada komputer. Langkah terakhir yaitu
amatilah nilai keluaran medan magnet yang dideteksi oleh Pengolahan Data
sensor dan pastikan sensor mendetesi medan magnet dengan
benar. N= 101 lilitan

B. Pengaruh Arus Listrik terhadap Kuat Medan l= 0,5 m


Magnet Solenoida

Lanjutkan dengan memasukkan medan magnet ke dalam


n= 200/m
kumparan solenoida dan pastikan ujung dari sensor berada
tepat ditengah kumparan. Kemudian renggangkan kumparan Tabel 4.1 Hasil Pengamatan Pengaruh
hingga memiliki jarak 50 cm dan atur lilitan secara perlahan Arus Listrik terhadap Kuat Medan
agar lilitan memiliki jarak yang sama. Lanjutkan dengan Magnet
menghitung jumlah lilitan solenoida dan catat pada lembar I (A) B (mT) B (T)
kerja sebagai nilai N. dan lanjutkan dengan menyalakan catu 0,4 -0,4 4 x 10-4
daya dan atur multimeter pada mode ampermeter yang
hambatannya mencapai nilai 0,4 A dan tekan tombol Start pada 0,9 -0,6 6 x 10-4
program coach yang terdapat pada layar komputer. Nilai yang 1,4 -0,8 8 x 10-4
terukur dalam tampilan komputer akan berubah-ubah dalam
rentang tertentu. Untuk mengisi data dilembar kerja pilihlah 1,9 -1,0 10-3
nilai maksimum dari pengukuran. Dan ulangilah -1,3 13 x 10-4
2,4
langkah-langkah tersebut dengan kenaikan arus sebesar 0,5 A
hingga arus mencapai 2,9 A atau semaksimal mungkin yang 2,9 -1,4 14 x 10-4
mendekati nilai 3A
arus yang mengalir. Daridata diatas menghasilkan nilai
grafik kuat medan magnet mines(-) pada besar medan magnet. Hal ini hanya simbol
solenoida B terhadap arus I penunjuk arah arus. Jika data yang diperoleh positif maka
arah medan magnet searah jarum jam, jika berlawanan
3.5 arah maka nilai yang dihasilkan akan bernilai negatif.
3
2.5
2
1.5 Tabel 4.2 Hasil Pengamatan Pengaruh Jumlah Lilitan Kawat
1
0.5 per Satuan Panjang terhadap Kuat Medan Magnet
0
600
500
400
300
200
100
0
medan magnet (B) Arus (I)

Dari perolehan data dapat kita simpulkan bahwa


besar arus listrik sangat mempengaruhi nilai medan
magnet yang terjadi pada solenoida. Semakin besar arus kuat medan magnet juml. lilitan per meter
yang diberikan semakin besar pula medan magnet yang
terjadi di dalam solenoida. Hal ini sesuau teori gaya Dari data diatas menunjukkan bahwa grafik yang menunjukkan
lorentz yang menyebutkan bahwa besar kecilnya medan kuat medan listrik tidak terlihat. Hal ini dikarenakan nilai kuat
magnet berbanding lurus dengan arus listrik. Sehingga medan listrik terlalu kecil jika dibandingkan dengan jumlah
data yang diperoleh dapat dikatakan sebagai data yang lilitan per meter.
benar.

B. Pengaruh Jumlah Lilitan Kawat per C. Pembahasan


Satuan Panjang terhadap Kuat Medan 1. Berdasarkan hasil percobaan, bagaimanakah
Magnet Solenoida hubungan antara medan magnet di dalam solenoida
dengan arus listrik?
Pengolahan Data Jawab = berdasarkan data yang kita peroleh bahwa medan
N = 101 lilitan magnet dengan arus listrik memiliki hubungan berbanding
l = 0,2 m lurus, maksudnya setiap ada penambahan nilai yang terjadi
pada medan magnet, maka akan terjadi pula penambahan nilai
yang terjadi pada arus listrik. Begitu pula sebaliknya.
Tabel 4.2 Hasil Pengamatan Pengaruh Jumlah
Lilitan Kawat per Satuan Panjang terhadap Kuat
Medan Magnet 2. Berdasarkan hasil percobaan, bagaimaknakah
hubungan medan magnet di dalam solenoida dengan
jumlah kumparan atau lilitan kawat per meter?
Jawab = dari data yang didapat hubungan antara jumlah lilitan
dan besar tegangan tidak menunjukkan reaksi apa-apa. Akan
tetapi berdasarkan teori yang ada hubungan antara jimlah lilitan
dengan besar medan magnet menunjukkan berbanding lurus.
Yangmana setiap penambahan panjang yang terjadi maka akan
menambah juga nilai medan magnet yang diperoleh. Hal ini
disebutkan dengan bunyi hukum gaya lorentz.

3. Hitunglah nilai tetapam permeabilitas relatif k


berdasarkan persamaan 4.4.

k dari Percobaan A =
Sama halnya dengan percobaan awal, data yang
diperoleh dari percobaan kedua yaitu nilai yang diperoleh 418428,6/4п x 10-3= 0,032
medan magnet semakin besar karena adanya penambahan
k dari Percobaan B =
V. KESIMPULAN
129954,5/4п x 10-3= 0,057
Dari keseluruhan data yang diperoleh berdasarkan
pengukuran dapat disimpulkan bahwa suatu kuat medan
4. Berbedakah tetapan permeabilitas µ yang
magnet dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu kuat arus listrik
diperoleh dari percobaan dengan tetapan dengan banyaknya jumlah lilitan kawat pada solenoida. Dari
permeabilitas ruang hampa µ0? Apa penyebab kedua faktor tersebut memiliki hubungan yang sebanding,
perbedaan tersebut? dimana jumlah lilitan dan kuat arus diperbesar maka nilai kuat
Jawab = berbeda, permeabilitas ruang hampa memiliki medan magnet yang dihasilkan akan semakin besar. Begitu
nilai yang lebih besar karena tidak dipengaruhi oleh pula dengan tetapan permeabilitas juga dipengaruhi oleh
faktor kuat medan magnet dan kerapatan fluks beberapa faktor yaitu kuat medan magnet dengan kerapatan
5. Sebutkan faktor yang mempengaruhi nilai fluks. Dimana tetapan permeabilitas memiliki hubungan
tetapan permeabilitas! berbanding lurus dengan kerapatan fluks dan berbanding
Jawab = faktor yang mempengaruhi tetapan permeabilitas kebalik dengan kuat medan magnet.
yaitu kerapatan fluks magnet dan kuat medan magnet.

DAFTAR PUSTAKA

[1] Husein Mubarok. Modul Praktikum Fisika II Unit 4. 2019.


Yogyakarta: Teknik Elektro UII.
[2] https://id.wikipedia.org/wiki/Permeabilitas_magnetik
diakses pada tanggal 15 juni 2019
[3] https://www.academia.edu/34875954/Medan_Magnet_Pad
a_Solenoida diakses pada tanggal 15 juni 2019