Anda di halaman 1dari 10

BAB 1

1. Menurut standar akuntansi keuangan, laporan keuangan yang lengkap


terdiri atas laporan posisi keuangan, laporan laba rugi komprehensif,
laporan perubahan ekuitas dan pencatatan atas laporan keuangan.
Jawaban : benar.
2. Pemeriksaan akuntansi harus dilakukan berdasarkan standar profesional
akuntan publik dan sesuai dengan standar akuntansi yang berlaku umum di
Indonesia/SAK.
Jawaban : benar.
3. General audit atau special audit dilakukan untuk mengetahui kewajaran
laporan keuangan yang diperiksa.
Jawaban : benar.
4. Management audit adalah pemeriksaan terhadap manajemen suatu
perusahaan.
Jawaban : benar.
5. Ada 4 tahapan dalam suatu Management audit: preliminary survey, review
and testing of Management control system, detailed examination, report
development.
Jawaban : benar.

BAB 2

1. Standar auditing yang telah ditetapkan dan disahkan oleh IAPI terdiri atas
sepuluh standar yang dapat dikelompokkan menjadi 3 kelompok besar,
yaitu: standar umum (3 standar), standar pekerjaan lapangan (4 standar)
dan standar pelaporan (3 standar).
Jawaban : benar.
2. Standar umum yang ketiga mengatakan bahwa: dalam semua hal yang
berhubungan dengan penugasan, independensi dalam sikap mental harus
dipertahankan oleh auditor.
Jawaban : salah, karena standar umum ketiga mengatakan dalam
pelaksanaan audit dan penyusunan laporannya, auditor wajib
menggunakan kemahiran profesionalnya dengan cermat dan seksama.
3. Standar pekerjaan lapangan yang kedua mengatakan : pemahaman yang
memadai atas pengendalian intern harus diperoleh untuk merencanakan
audit dan menentukan sifat, saat dan lingkup pengujian yang akan
dilakukan.
Jawaban : benar.
4. Standar pelaporan yang pertama menyatakan : laporan audit harus
menyatakan apakah laporan keuangan telah disusun sesuai dengan standar
akuntansi yang berlaku umum di Indonesia.
Jawaban : benar.
5. Standar umum bersifat pribadi dan berkaitan dengan persyaratan auditor
dan mutu pekerjaannya, dan berbeda dengan standar yang berkaitan
dengan pelaksanaan pekerjaan lapangan auditor.
Jawaban : benar.

BAB 3

1. Profesi akuntan publik di Indonesia dan di luar negeri menghadapi risiko


tuntutan hukum yang sangat tinggi.
Jawaban : benar.
2. Tuntutan hukum bisa terjadi karena business failure, audit failure dan audit
risk.
Jawaban : benar.
3. Business failure terjadi karena perusahaan bangkrut.
Jawaban : benar.
4. Audit failure terjadi karena akuntan publik tidak independen.
Jawaban : benar.
5. Jenis pelanggaran oleh KAP dapat di bedakan menjadi: ordinares
negligence, gross negligende, constructive fraud dan fraud.
Jawaban : benar.

Bab 4

1. Pada akhir pemeriksaan, dalam suatu general audit, KAP akan


memberikan suatu laporan akuntan yang terdiri atas:
 Lembaran opini, yang menyatakan tanggung jawab akuntan publik.
 Laporan keuangan yang merupakan tanggung jawab manajemen.
Jawaban : benar.
2. Tanggal laporan akuntan harus sama dengan tanggal selesainya pekerjaan
lapangan dan tanggal surat pernyataan langganan, karena menunjukkan
sampai tanggal berapa akuntan bertanggung jawab untuk menjelaskan hal-
hal penting yang terjadi.
Jawaban : benar.
3. Dalam hal tertentu, bisa saja laporan akuntan mempunyai dua tanggal,
yang pertama tanggal selesainya pemeriksaan lapangan, yang kedua
tanggal terjadinya peristiwa penting, misalnya kebakaran.
Jawaban : benar.
4. Menurut NPA ada lima jenis pendapat akuntan, sedangkan menurut SPAP
ada empat jenis pendapat akuntan.
Jawaban : salah, karena dalam SPAP juga terdapat lima pendapat.
5. Suatu pendapat tidak wajar menyatakan bahwa laporan keuangan tidak
menyajikan secara wajar posisi keuangan dan hasil usaha perusahaan
sesuai dengan SAK/ETAP/IFRS.
Jawaban : benar.

BAB 5

1. Pengendalian intern adalah kebijakan dan prosedur yang ditetapkan untuk


memperoleh keyakinan yang memadai bahwa tujuan satuan usaha yang
spesifik akan dapat tercapai.
Jawaban : benar.
2. Pengendalian intern satuan usaha yang terdiri atas empat unsur berikut ini:
 Lingkungan pengendalian
 Sistem akuntansi
 Prosedur pengendalian
 Sistem otoritas
Jawaban : salah, karena dalam pengendalian intern terdiri dari lima
komponen.
3. Jika auditor menyimpulkan, setelah mengevaluasi pengendalian intern
klien, bahwa pengendalian intern berjalan efektif, maka lingkup
pemeriksaan pada waktu melakukan substantive test bisa dipersempit.
Jawaban : benar.
4. Baik buruknya pengendalian intern akan memberikan pengaruh yang besar
terhadap tinggi rendahnya audit fee.
Jawaban : benar.
5. Ada tiga cara yang bisa digunakan akuntan publik untuk memahami dan
mengevaluasi pengendalian intern.
Jawaban : benar.

BAB 6

1. Sebagai besar pekerjaan akuntan publik dalam rangka memberikan


pendapat atas laporan keuangan terdiri atas usaha untuk mendapatkan dan
mengevaluasi bukti audit yang sifatnya sama dengan bukti hukum.
Jawaban : salah, karena bukti audit tidak sama dengan bukti hukum.
2. Untuk membuktikan efektif tidaknya pengendalian intern disuatu
perusahaan, akuntan publik harus melakukan substantive test.
Jawaban : benar.
3. Dalam melakukan compliance test, jika auditor menemukan
penyimpangan dalam pemprosesan dan pencatatan transaksi, jika jumlah
rupiahnya tidak material, auditor tidak perlu memperhitungkan pengaruh
dari penyimpangan tersebut terhadap efektivitas pengendalian intern.
Jawaban : benar.
4. Compliance test bisa dilakukan pada waktu interim audit dan dilanjutkan
setelah perusahaan melakukan penutupan buku pada akhir tahun.
Jawaban : benar.
5. Beberapa prosedur pemeriksaan yang biasa dilakukan dalam substantive
test antara lain:
 Inventarisasi aset tetap
 Kas opname
 Pemeriksaan rekonsiliasi bank.
Jawaban : benar.

BAB 7
1. Kertas kerja pemeriksaan adalah semua berkas-berkas yang dikumpulkan
oleh auditor dalam menjalankan audit, yang berasal dari pihak klien dan
dari pihak ketiga (bank, pelanggan dan lain-lain).
Jawaban : benar.
2. Supaya kertas kerja terlihat baik dan tebal, auditor harus sebanyak
mungkin memfotokopi dokumen klien, seperti buku besar, kartu piutang
dan bukti-bukti pendukung.
Jawaban : Salah, karena kertas kerja berisikan berkas klien, analisis yang
dibuat auditor dan berkas dari pihak ketiga.
3. Kertas kerja pemeriksaan harus di simpan oleh auditor minimal selama
sepuluh tahun.
Jawaban : benar.
4. Jika dalam kertas kerja pemeriksaan sudah digunakan audit tickmark,
maka auditor tidak perlu lagi menjelaskan dalam KKP prosedur audit yang
telah dijalankannya.
Jawaban : benar.
5. Di semua top schedule dan supporting schedule harus dicantumkan indexs
working paper.
Jawaban : benar.

BAB 8

1. Auditor sebagai penanggung jawab akhir atas audit, tidak dapat


memdelegasikan sebagian fungsi perencanaan dan supervisi auditnya.
Jawaban : salah, karena auditor sebagai penanggung jawab, dapat
mendelegasi sebagian fungsi perencanaan dan supervisi auditnya.
2. Perencanaan audit meliputi pengembangan strategi menyeluruh dari
pelaksanaan dan lingkup audit yang diharapkan.
Jawaban : benar.
3. Dalam perencanaan audit, auditor tidak perlu mempertimbangkan masalah
yang berkaitan dengan industri dimana satuan usaha tersebut beroperasi di
dalamnya.
Jawaban : salah, karena auditor perlu mempertimbangkan masalah yang
berkaitan dengan industrinya.
4. Auditor harus menyusun audit plan, setelah pemeriksaan lapangan
dimulai.
Jawaban : salah, karena audit plan di susun segera setelah engangement
letter disetujui oleh klien.
5. Dalam audit plan, auditor tidak perlu mencantumkan jenis jasa yang
diberikan, budget, baik dalam jumlah jam kerja maupun biaya
pemeriksaan.
Jawaban : benar.

BAB 9

1. Salah satu tujuan pemeriksaan kas dan bank adalah untuk memeriksa
apakah ada pembatasan untuk penggunaan saldo kas dan bank.
Jawaban : benar.
2. Kas opname harus dilakukan tepat pada tanggal neraca.
Jawaban : benar.
3. Check kitting hanya bisa dilakukan kalau suatu perusahaan memiliki dua
atau lebih rekening bank di bank yang berbeda.
Jawaban : benar.
4. Ada dua jenis konfirmasi bank, yaitu konfirmasi positif dan konfirmasi
negatif.
Jawaban : benar.
5. Salah satu tujuan dari pemeriksaan transaksi kas sesudah tanggal neraca
adalah untuk mengetahui apakah ada unrecorded liabilities per tanggal
neraca.
Jawaban : benar.

BAB 10

1. Standar akuntansi keuangan menggolongkan piutang, menurut sumber


terjadinya, dalam dua kategori, yaitu piutang usaha dan piutang lain-lain.
Jawaban : benar.
2. Piutang usaha adalah piutang yang berasal dari penjualan barang dagangan
secara kredit.
Jawaban : benar.
3. Di laporan posisi keuangan (neraca), perkiraan piutang pemegang saham
dan piutang perusahaan afiliasi dilaporkan sebagai piutang lain-lain.
Jawaban : salah, harus dilaporkan sendiri karena sifatnya yang berbeda.
4. Jika allowance for bad debt yang dibuat perusahaan terlalu besar, maka
akibatnya laba menjadi terlalu besar (overstated).
Jawaban : salah, karena untuk membuat labar besar maka allowance
perusahaan harus kecil.
5. Ada dua jenis konfirmasi piutang, yaitu konfirmasi positif dan konfirmasi
negatif.
Jawaban : benar.

BAB 11
1. Investasi dalam surat berharga dapat merupakan aset lancar atau non
current assets, tergantung maksud/tujuan dari pembelian surat berharga
tersebut.

Jawaban : benar.

2. Surat berharga yang digolongkan sebagai temporary investment, biasanya


dibeli dengan beberapa tujuan, salah satu tujuannya adalah untuk
menguasai manajemen dati perusahaan yang sahamnya dibeli.

Jawaban : benar.

3. Salah satu tujuan dari pemeriksaan surat berharga adalah untuk memeriksa
apakah semua pendapatan dan penerimaan yang berasal dari surat berharga
tersebut telah dibukukan dan uangnya diterima oleh perusahaan.

Jawaban : benar.

4. Dalam melakukan pemeriksaan fisik atas surat berharga, auditor harus


mencatat nomor seri dari surat berharga, untuk mencegah penyalahgunaan
surat berharga tersebut oleh pegawai perusahaan yang ditugaskan untuk
menyimpan surat berharga tersebut.
Jawaban : benar.

5. Temporary investment harus dinilai berdasarkan lower of cost or market.

Jawaban : benar.

Bab 12

1. Dalam suatu perusahaan industri, persediaan terdiri atas barang dalam


proses dan barang jadi.

Jawaban : benar.

2. Salah satu tujuan pemeriksaan persediaan adalah untuk memeriksa apakah


persediaan yang tercantum di laporan posisi keuangan betul-betul ada dan
dimiliki perusahaan pada tanggal laporan posisi keuangan.

Jawaban : benar.

3. Salah satu ciri dari internal control yang baik atas persediaan adalah
digunakannya sistem anggaran untuk pembelian, produksi, penjualan dan
penerimaan serta pengeluaran kas.

Jawaban : benar.

4. Barang yang harga jualnya sudah pasti (logam mulia) atau cepat rusak bisa
dinilai berdasarkan harga jual.

Jawaban : benar.

5. Perpetual system biasanya digunakan pada perusahaan yang jenis


persediaannya banyak tetapi nilai persediaan perunitnya kecil.

Jawaban : salah, Perpetualsystem biasanya digunakan pada perusahaan


yang jenis persediaannya tidak banyak tetapi nilai persediaan per unitnya
besar.
BAB 13

1. Seluruh prepaid expenses dan prepaid taxes dilaporkan di laporan posisi


keuangan sebagai aset lancar.

Jawaban : benar.

2. Menurut standar akuntansi keuangan, bagian dari biaya dibayar dimuka


yang akan memberikan manfaat untuk beberapa periode kegiatan di
klasifikasikan sebagai aset tak lancar.

Jawaban : benar.

3. Contoh dari pajak bayar dimuka adalah : PPH 22,PPH 23,PPH 25,PPH
26,PPH 29.

Jawaban : salah, karena tidak ada di PPh 29.

4. Salah satu tujuan pemeriksaan biaya dibayar dimuka adalah untuk


memeriksa apakah biaya dibayar dimuka yang mempunyai kegunaan
untuk tahun berjalan telah dibebankan sebagai biaya tahun berjalan.

Jawaban : benar.

5. Jika dalam polis asuransi terdapat BANKER’S CLAUSE, berarti jika


terjadi claim, maka ganti rugi harus dibayarkan kepada bank.

Jawaban : benar.

BAB 14

1. Mobil yang dimiliki suatu show room, seluruhnya merupakan inventory.

Jawaban : benar.
2. Biaya penyusutan aset tetap merupakan alokasi dari biaya penggunaan aset
tetap selama masa manfaatnya, secara sistematis dan teratur.

Jawaban : benar.

3. Revenue expenditure merupakan pengeluaran yang dilakukan perusahaan


dalam rangka menghasilkan pendapatan dan dibebankan kedalam laba rugi
pada saat terjadinya beban tersebut.

Jawaban : benar.

4. Pembelian satu set komputer seharga Rp. 5.000.000, oleh pertamina


ataupun oleh perusahaan kecil harus dicatat sebagai capital expenditure.

Jawaban : benar.

5. Fixed tangible assets adalah aset tetap yang tidak mempunyai


wujud/bentuk, sehingga tidak bisa dilihat dan tidak bisa diraba.

Jawaban : salah, karena Fixed tangible bisa di raba.