Anda di halaman 1dari 16

LAPORAN PRAKTEK KERJA INDUSTRI

(PRAKERIN)
Di
FATRIA JAYA MOTOR
(Laporan ini dibuat sebagai syarat pemenuhan kurikulum
dan mengikuti ujian pertanggung jawaban PRAKERIN)

Di Susun Oleh:
Nama : IMAM ARI SANDI
NISN : 11708918

KOMPETENSI KEAHLIAN
TEKNIK KENDARAAN RINGAN (TKR)
SMK PRABU SAKTI 1 PURWAKARTA
Jl. Kapten Halim KM. 3
Pasawahan - Purwakarta
2019
LEMBAR PENGESAHAN

Laporan Praktek Kerja industri dengan:


Judul : Sistem Kopling
Tempat : Fitria Jaya Motor
Alamat DU/DI : Pasawahan
Yang telah dilaksanakan oleh siswa SMK Prabu Sakti 1 Purwakarta dengan:
Nama : IMAM ARISANDI
Kompetensi Keahlian : Teknik Kendaraan Ringan
Waktu Prakerin : 14 Februari 2019-30 April 2019
Sekolah : SMK Prabu Sakti 1 Purwakarta

Telah diperiksa dan disahkan sebagai laporan untuk persyaratan uji kompetensi pada
kegiatan praktek kerja industri tahun pelajaran 2018/2019

Pembimbing Du/Di, Pembimbing

( …………………………. ) Sigit Ramdhani, ST

Mengetahui,

Kepala SMK Prabu Sakti 1 Purwakarta Ketua Jurusan TKR

Rudi Haryanto, ST Pepi Ismanto, S.Pd.I

KATA PENGANTAR
Dengan mengucapkan syukur Alhamdulillah atas kehadirat Allah SWT yang telah
memberikan rahmat dan karunia-Nya kepada penulis, sehingga penulisan Laporan
Pelaksanaan Praktek Kerja Industri (PRAKERIN) DI Bengkel Saudara Setia dapat
terselesaikan dengan baik.
Laporan ini dapat terselesaikan atas bantuan dan bimbingan dari semua pihak yang ikut
membantu dalam penyelesaian laporan ini, terutama kepada :
1. Bapak,Baktiar, SST selaku pembimbing sekolah.
2. Bapak,Eko Faisal S.Pd, M.Pd, selaku wakasek humas.
3. Bapak, Zubir selaku pembimbing Du/Di
4. Bapak,Mahdi .ST selaku Kepala SMKN 1 Purwakarta
5. Guru-guru SMKN 1 Purwakarta
6. Karyawan Bengkel Jubir Dinamo dan Wayer
7. Serta semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu yang telah
membantu dalam proses penyusunan laporan ini.
Penyusunan laporan ini sebagai salah satu syarat untuk mengikuti Ujian Nasional
Berbasis Komputer (UNBK) dan Ujian Akhir Semester (UAS) tahun pelajaran 2019/2020
serta bukti bahwa telah melaksanakan Praktek Kerja Industri (Prakerin).
Penulis menyadari sepenuhnya bahwa laporan ini masih jauh dari sempurna. Untuk itu
kritik dan saran yang sifatnya membangun demi kesempurnaan laporan ini sangat penulis
harapkan. Mudah-mudahan laporan ini dapat bermanfaat bagi penulis khususnya dan
pembaca pada umumnya.

Purwakarta, 20 April 2019


Penyusun,

DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL
LEMBAR PENGESAHAN
KATA PENGANTAR ............................................................................................................
DAFTAR ISI .........................................................................................................................
BAB I PENDAHULUAN ..................................................................................................
1.1 Latar Belakang .................................................................................................
1.2 Maksud dan Tujuan ..........................................................................................
1.3 Manfaat Kegiatan .............................................................................................
1.4 Waktu dan Tempat Pelaksanaan .......................................................................
1.5 Sistemika penulisan .........................................................................................
1.6 Ruang Lingkup ................................................................................................

BAB II GAMBARAN UMUM


2.1 Sejarah Singkat Perusahaan .............................................................................
2.2 Bidang Usaha ...................................................................................................
2.3 Struktur organisasi ...........................................................................................

BAB III PEMBAHASAN


3.1 Penertian Sistem Kopling ................................................................................
3.2 Fungsi Sistem Kopling ....................................................................................
3.3 Jenis-jenis Sistem Kopling ..............................................................................
3.4 Komponen Utama Kopling ..............................................................................
3.5 Cara Kerja Kopling ..........................................................................................
3.6 Fungsi dan Cara Kerja Unit Pengoperasian Kopling .......................................

BAB IV PENUTUP
4.1 Kesimpulan ......................................................................................................
4.2 Saran-saran ......................................................................................................

DAFTAR PUSTAKA

LAMPIRAN
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Sesuai dengan program pendidikan tiga tahun di Sekolah Menengah Kejuruan
(SMK), maka siswa-siswi diwajibkan untuk melaksanakan Prakter Kerja Industri
(PRAKERIN). Kegiatan ini dapat dikatakan untuk menguji pengetahuan dan
keterampilan siswa/i serta sikap dalam menghadapi dunia kerja yang nyata. Dengan ada
nya praktek kerja industri ini siswa/i diharapkan dapat mewujudkan hakikat dari tujuan
pendidikan tiga tahun, yaitu menghasilkan lulusan yang trampil, tangguh, siappakai,
mandiri dan bertanggung jawab.
Dengan adanya praktek kerja industri ini siswa/i dapat mengetahui situasi dan
kondisi kerja dalam bidang industri atau dunia usaha yang sebenarnya.Maka kelak jika
parasiswa/i akan mencar ipekerjaan mereka sudah memiliki pengalaman kerja. Selain
tujuan tersebut, praktek kerja industri ini juga memiliki latar belakang menambah materi
atau keilmuan yang belum tersampaikan di sekolah.

1.2 Maksud dan Tujuan PRAKERIN


Maksud dan tujuan dalam kegiatan PRAKERIN ini adalah:
1. Memantapkan siswa-siswi dalam pengembangan dan penerapan pelajaran dari
sekolah di tempat industri.
2. Siswa/i mampu mencari alternatif lain dalam pemecahan masalah serta lebih rinci
dan mendalam.
3. Siswa/i dapat mengumpulkan dan mengolahi nformasi yang telah diperoleeh
sehingga dapat ditampilkan dalam bentuk laporan dan presentasi.
4. Menambah koleksi pustaka di perpustakaan sekolah sehingga dapat menambah ilmu
pengetahuan baik bagi penulis maupun bagi pembaca.
1.3 Manfaat Kegiatan
Dari kegiatan PRAKERIN yang dilakukan ini diharapkan dapat memberikan
manfaat sebagai berikut :
1. Dapat menambah pengalaman kerja di dalam dunia usaha.
2. Agar siswa/i mempunyai wawasan yang lebih luas tentang dunia kerja, khususnya
dunia otomotif / kendaraan bermotor.
3. Agar siswa/i mempunyai sifat dan prilaku disiplin dalam dunia kerja.
1.4 Waktu dan Tempat Pelaksanaan
Kegiatan PRAKERIN ini dilaksanakan selama 3 bulan, dari tanggal 14 Januari 2019
sampai dengan tanggal 30 Mei 2019, dengan mengambil tempat PRAKERIN di Bengkel
Fitria Jaya Motor, yang beralamat di Pasawahan

1.5 Sistematika Penulisan


Laporan Praktek Kerja Industri (PRAKERIN) ini terdiri dari 4 bab, dengan perincian
atau sistematika penulisan sebagai berikut:
BAB I PENDAHULUAN
Dalam bab ini dijelaskan tentang latar belakang, maksud dan tujuan praktek kerja
industri, waktu dan tempat pelaksanaan PRAKRIN dan sistematika penulisan.
BAB II GAMBARAN UMUM
Dalam bab ini dijelaskan tentang sejarah institusi, struktur organisasi serta visi dan misi.
BAB III PEMBAHASAN
Dalam bab ini berisikan laporan PRAKERIN terkait dengan kegiatan yang dilakukan.
BAB IV PENUTUP
Bab ini merupakan penutup, berisi tentang kesimpulan dan saran-saran.

1.6 RuangLingkup
Adapun ruang lingkup yang dibahas dalam laporan PRAKERIN ini adalah siswa
yang melaksanakan kegiatan kerja yang sesuai dengan program keahlian yang ada di
sekolah pada perusahaan yang dijadikan objek PRAKERIN.Siswa dapat memilih
program kecakapan/keahlian yang sesuai dengan minat untuk menguasai suatu
kompetensi pilihanya, dengan syarat mendapat persetujuan dari pihak sekolah dan
perusahaan.

BAB II
GAMBARAN UMUM

2.1 Sejarah Singkat Perusahaan


Bengkel Fatria Jaya Motor berdiri pada tanggal 12 Februari 2005 bergerak pada
bidang pelayanan, jasa/bengkel dalam perbaikan/perawatan mobil.Pendiri dari Bengkel
Saudara Setia sebagai kepala bengkel Fatria Jaya Motor

2.2 Bidang Usaha


Fatria Jaya Motor adalah bengkel yang bergerak di bidang pelayanan jasa
perbengkelan, yang khusus melayani reparasi mobil seperti mobil yang penyok, duco,
dan perawatan suku cadang mesin dll.

2.3 Struktur Organisasi


Adapun struktur organisasi di Bengkel Fatria Jaya Motor adalah sebagai berikut:

Kepala Bengkel

Kepala Mekanik

Mekanik I Mekanik II

BAB III
PEMBAHASAN

3.1 Pengertian Sistem Kopling


Kopling adalah satu bagian yang mutlak di perlukan pada mobil-mobil bensin, diesel
dan jenis lainnya di mana penggerak utamanya di peroleh dari hasil pembakaran di
dalam silinder mesin.

3.2 Fungsi Sistem Kopling


1. Untuk memutus dan menghubungkan putaran dari dari flywheel ke poros input
transmisi
2. Untuk memperlembut perpindahan gigi (1,2,3,4,5,r)
3. Untuk memungkinkan kendaraan tidak berjalan pada saat mesin hidup dan gigi
perseneling tidak pada posisi netral.
Beberapa syarat yang harus dipenuhi oleh sebuah kopling adalah:
1. Mampu menahan adanya kelebihan beban.
2. Mengurangi getaran dari poros penggerak yang diakibatkan oleh gerakan dari elemen
lain.
3. Mampu menjamin penyambungan dua poros atau lebih.
4. Mampu mencegah terjadinya beban kejut.

3.3 Jenis – jenis Sistem Kopling


Menurut konstruksi dan cara kerjanya ,kopling pada automobile dapat di bedakan
menjadi beberapa macam antara lain:
1. Koplling Gesek (Fraction Clutch)
2. Kopling Gesek Plat Tunggal (Single Plate Clutch)

Komponen utama dari kopling gesek ini adalah sebagai berikut.


1. Driven plate
(Juga dikenal sebagai piringan kopling, pelat kopling atau friction disc /piringan
gesek, atau kanvas kopling). Plat kopling bagian tengahnya berhubungan slip dengan
poros transmisi. Sementara ujung luarnya dilapisi kampas kopling yang
pemasangannya di keling.

2. Pressure plate (plat penekan) dan rumahnya,


Unit ini yang berfungsi untuk menekan/menjepit kampas kopling hingga terjadi
perpindahan tenaga dari mesin ke poros transmisi.untuk kemampuan menjepitnya,
plat tekan didukung oleh pegas kopling. Pegas kopling paling tidak ada dua macam,
yaitu dalam bentuk pegas coil dan diafragma atau orang umum menyebutnya
sebagai matahari.
3. Clutch Release Atau Throwout Bearing
Unit ini berfungsi untuk memberikan tekanan yang bersamaan pada pressure plate
lever dan menghindarkan terjadinya gesekan antara pengungkit dengan pressure
plate lever untuk pegas coil. Sedangkan yang pakai pegas difragma langsung
keujung pegas. Bantalan tekan ini ada tiga macam.
4. Throwout Lever/Clutch Fork/Plate Lever
Berfungsi untuk menyalurkan tenaga pembebas kopling. Konstruksi di atas berarti
plat tekan bersama rumahnya dipasang menggunakan baut pada fly wheel.
Sementara plat kopling dipasang diantara fly wheel dengan pelat tekan, dan bagian
tengahnya dihubungkan dengan poros transmisi dengan sistem sliding. Dengan
demikian prinsip dasar bekerjanya kopling gesek dengan plat tunggal yang banyak
digunakan pada kendaraan roda empat ini.

1. Kopling Gesek Plat Ganda

Kopling gesek plat ganda banyak digunakan pada kendaraan ringan seperti sepeda motor
dan dalam kerjanya Tercelup di dalam oli mesin.
Konstruksi kopling gesek plat ganda menggunakan dua jenis plat, yaitu plat gesek dan
plat kopling. Plat gesek tanpa lapisan kanvas, seluruhnya dari logam. Sedangkan plat kopling
pada bagian yang bersentuhan dengan plat gesek dilapisi dengan kanvas pada kedua sisinya.
Jumlah dan lebar plat sangat ditentukan besarnya tenaga yang akan dipindahkan.
Rangkaian kopling tersebut terdiri dari satu plat tekan yang ditekan oleh 4 sampai 6 buah
pegas kopling.terdapat 4 buah plat gesek dan 4 buah plat kopling yang dijepit oleh plat tekan.
Plat kopling dipasang pada rumah yang disambungkan dengan roda gigi yang berhubungan
dengan transmissi. Sementara plat gesek dipasang pada dudukan plat gesek yang
disambungkan dengan roda gigi primer yang berhubungan dengan poros engkol.
Pada saat batang pembebas tidak ada tekanan, maka plat tekan menekan/menjepit plat
kopling dan plat gesek secara bersama, sehingga terjadi aliran tenaga dari mesin ke roda gigi
primer, ke plat gesek, pindah ke plat kopling, dan Keroda gigi yang berhubungan dengan
transmisi.

2. Kopling Fluida

Penerusan daya dilakukan oleh fluida sehingga tidak ada hubungan antara kedua poros.
Kopling Fluida sangat cocok untuk mentransmisikan putaran tinggi dan daya yang besar.
Keuntungannya adalah getaran dari sisi penggerak dan tumbukan dari sisi beban tidak saling
diteruskan. Demikian pula pada waktu terjadi pembebanan lebih. Penggerak mula tidak akan
terkena momen yang akan melebihi batas kemampuan.
Mobil modern kebanyakan telah menerapkan piranti yang satu ini. Biasanya piranti
seperti ini dapat ditemukan pada roda kendaraan baru sehingga dalam setiap penggunaannya
menjadi maksimal dan terarah.
Rem cakram menjadi salah satu sistem pengereman modern terbaik pada mobil dan ideal
untuk diterapkan pada setiap mobil, terutama yang telah memakai mesin berkapasitas CC
besar. Sistem kerja rem cakram adalah dengan menjepit cakram yang biasanya dipasang pada
roda kendaraan melalui caliper yang digerakkan oleh piston untuk mendorong sepatu rem
(brake pads) ke cakram.

3.4 Komponen Utama Kopling


1. Roda Penerus

Selain sebagai penstabil putaran motor,roda penerus juga berfungsi sebagai dudukan hampir
seluruh komponen kopling
.
2. Pelat Kopling

Kopling berbentuk bulat dan tipis terbuat dari plat baja berkualitaas tinggi. Kedua sisi plat
kopling dilapisi dengan bahan yang memiliki koefesien gesek tinggi. Bahan gesek ini
disatukan dengan plat kopling dengan menggunakan keeling (rivet).

3. Pelat Tekan

Pelat tekan kopling terbuat dari besi tuang.pelat tekan berbentuk bulat dan
diameternya hampir sama dengan diameter plat kopling. salah satu sisinya (sisi yang
berhubungan dengan plat kopling) dibuat halus, sisi ini akan menekan plat yang berhubungan
dengan plat kopling) dibuat halus, sisi ini akan menekan plat dengan kebutuhan penempatan
komponen kopling lainnya.

4. Unit Plat Penekan

Sebagai satu kesatuan dengan plat penekan, pelat penekan dilengkapi dengan
sejumlah pegas spiral atau pegas diaphragma. tutup dan tuas penekan. Pegas digunakan untuk
memberikan tekanan terhadap pelat tekan, pelat kopling dan roda penerus. jumlah pegas
(kekuatan tekan) disesuikan dengan besar daya yang harus dipindahkan.

3.5 Cara Kerja Kopling


Prinsip dan Sistem Kerja Kopling Mekanis (Manual Clutch)- Kopling mekanis
adalah kopling yang cara kerjanya diatur oleh handel kopling, dimana pembebasan
dilakukan dengan cara menarik handel kopling pada batang kemudi. Kedudukan kopling
ada yang terdapat pada crankshaft (poros engkol/kruk as) dan ada yang berkedudukan
pada as primer (input/main shaft)
Sistem kopling mekanis terdiri atas bagian-bagian berikut yaitu a) mekanisme
handel terdiri atas: handel, tali kopling (kabel kopling), tuas (batang) dan pen pendorong.
b) mekanisme kopling terdiri atas (gambar 7.2): gigi primer kopling (driven gear), rumah
(clutch housing), plat gesek (friction plate) plat kopling (plain plate), per (coil spring),
pengikat (baut), kopling tengah (centre clutch), plat tutup atau plat penekan (pressure
plate), klep penjamin dan batang penekan/pembebas (release rod).
Rumah kopling (clutch housing) ditempatkan pada poros utama (main shaft) yaitu
poros yang menggerakkan semua roda gigi transmisi . Tetapi rumah kopling ini bebas
terhadap poros utama, artinya bila rumah kopling berputar poros utama tidak ikut
berputar. Pada bagian luar rumah kopling terdapat roda gigi (diven gear) yang
berhubungan dengan roda gigi pada poros engkol sehingga bila poros engkol berputar
maka rumah kopling juga ikut berputar.
Agar putaran rumah kopling dapat sampai pada poros utama maka pada poros utama
dipasang hub kopling (clutch sleeve hub). Untuk menyatukan rumah kopling deng hub
kopling digunakan dua tipe pelat, yaitu pelat tekan (clutch driven plate/plain plate) dan
pelat gesek (clutch drive plate/friction plate). Pelat gesek dapat bebas bergerak terhadap
hub kopling, tetapi tidak bebas terhadap rumah kopling. Sedangkan pelat tekan dapat
bebas bergerak terhadap rumah kopling, tetapi tidak bebas pada hub kopling.
Cara kerja kopling mekanis adalah sebagai berikut:
Bila handel kopling pada batang kemudi bebas (tidak ditarik)maka pelat tekan dan pelat
gesek dijepit oleh piring penekan (clutch pressure plate) dengan bantuan pegas kopling
sehingga tenaga putar dari poros engkol sampai pada roda belakang.
Sedangkan bila handel kopling pada batang kemudi ditarik maka kawat kopling akan
menarik alat pembebas kopling. Alat pembebas kopling ini akan menekan batang tekan
(pushrod) atau release rod yang ditempatkan di dalam poros utama. Pushrod akan mendorong
piring penekan ke arah berlawanan dengan arah gaya pegas kopling. Akibatnya pelat gesek
dan pelat tekan akan saling merenggang dan putaran rumah kopling tidak diteruskan pada
poros utama, atau hanya memutarkan rumah kopling dan pelat geseknya saja.

3.6 Fungsi Dan Cara Kerja Komponen Pengoperasian Unit Kopling


1. Konsep Dasar Fungsi Dan Kerja Komponen Pengoperasian Unit Kopling
Seperti telah dijelaskan kopling berfungsi untuk memutus dan menghubungkan
penyaluran tenaga mesin ke roda penggerak. Untuk mengoperasikan fungsi tersebut, pada
kendaraan ada dua macam yaitu sistem mekanik dan sistem hidrolik. Sistem mekanik untuk
memindahkan tenaga kaki melalui pedal kopling disalurkan kabel baja ke pengungkit
(throwout lever). Sementara pengoperasian sistem hidolik tenaga disalurkan melalui minyak
rem yang dirangkai sedemikkian rupa sehingga dapat mengoperasikan kopling.
.
2. Pengoperasian unit kopling sistem mekanik menggunakan kabel baja yang
menghubungkan pedal kopling dengan tuas pembebas kopling.
Saat pedal kopling diinjak, maka akan menarik kabel kopling yang diteruskan dengan
menggerakan tuas pembebas kearah menekan pegas kopling. Sehingga plat kopling bebas tak
terjepit oleh plat tekan. Saat pedal dilepas, maka pedal kopling akan dikembalikan pada
posisi semula oleh pegas pengendali pedal (8). Sementara tuas kopling akan kembali pada
posisi semula oleh pegas diafragma. Sistem yang kedua adalah pengoperasian secara hidrolis.

3. Pengoperasian kopling sistem hidrolis ini memanfaatkan tekanan hidrolis minyak.


Pedal kopling dalam hal ini berfungsi untuk menekan minyak yang ada pada master
silinder dan selanjutnya disalurkan kesilinder kopling. Tekanan minyak selanjutnya
mendorong tuas pembebas dan bantalan tekan menekan pegas diafragma. Proses ini
menyebabkan kopling memutuskan hubungan antara mesin dengan sistem pemindah tenaga.
Posisi saat pedal kopling dilepas, pedal akan dikembalikan keposisi semula oleh pegas
pengembali. Sementara plunger master silinder akan kembali oleh pegas plunger yang ada di
dalam master silinder. Karena tekanan sudah tidak ada, plunger dan tuas pembebas akan
dikembalikan keposisi semula oleh pegas pengembali dan pegas diafragma.
Konstruksi master silinder dalam gambar tersebut, penampung minyak hidrolisnya
(reservoir) terpisah dan dihubungkan menggunakan pipa elastis. Minyak hidrolis dari
reservoir melalui pipa ke master silinder melalui saluran penghubung (pipe joint). Pada saat
handel kopling diinjak, tenaganya dipindahkan ke push rod dan mendorong unit plunyer
bergerak kearah kiri. Gerakan ini melawan pegas pengembaali plunger (return spring) dan
menekan minyak hidrolis keluar dari master silinder melalui ujung sebelah kiri, masuk ke
pipa penghubung menuju Ke silinder kopling.
Karena sesuatu penyebab, jumlah minyak hidrolis tentu akan berkurang khususnya
karena kebocoran atau katup check kotor atau macet. Untuk menjaga agar minyak hidrolis
dalam sistem tetap jumlahnya, maka perlu penambahan. Penambahan minyak hidrolis ini
diambil dari minyak persediaan direservoir. Caranya, saat unit plunger bergerak kekanan saat
pedal kopling dilepas, maka minyak dari reservoir akan masuk kesistem melalui katup check
( check valve ).
Dengan demikian minyak hidrolis pada sistem akan tetap terjaga kuantitasnya.
Berkurangnya minyak hidrolis dalam sistem operasional kopling hidrolis akan menyebabkan
langkah tekan pedal kopling berkurang, atau kemungkinan gerakan pedal tidak tersalurkan
hingga ke tuas pembebas kopling. Bila ini terjadi maka fungsi kopling tidak dapat
dilaksanakan, berarti proses pemutusan hubungan tenaga dari mesin ke sistem pemindah
tenaga tidak dapat dilaksanak an, dan tenaga mesin akan selalu terhubung tidak dapat
diputuskan oleh kopling.
Silinder kopling kopling berfungsi merubah tenaga hidrolis pengoperasian kopling
menjadi tenaga mekanik, untuk mendorong tuas pembebas kopling. Tekanan minyak hidrolis
dari master silinder diteruskan melalui pipa dan masuk ke silinder kopling (dari ujung sebelah
kanan) mendorong piston silinder kopling dan diteruskan ketuas pembebas kopling melalui
push rod .
Pada silinder kopling dilengkapi dengan baut bleeding ( bleeder plug ) yang berfungsi
untuk mengeluarkan udara dari sistem hidrolis. Seperti diketahui bila sistem hidrolis
kemasukan udara, maka sistem akan terganggu kerjanya. Hal ini karena saat terjadi
penekanan, maka tekanan tersebut mengkompresikan udara tersebut baru menekan minyak.
Bila jumlah udaranya banyak maka terjadi penekanan dari master silinder, namun piston
silnder kopling tidak bergerak. Oleh karena itu udara harus dikeluarkan dari sistem hidrolis.
Pada silinder kopling juga dilengkapi dengan boot, yaitu karet penutup yang elastis untuk
mencegah kotoran masuk kesilinder kopling. Karet penutup ini sangat penting mengingat
posisi silinder kopling berada dibawah kendaraan, yang tentunya sangat banyak berbagai
kotoran dapat mengenainya. Kotoran tentu akan menyebabkan kerusakan, bila sampai masuk
kesilinder kopling. Sistem pengoperasian kopling untuk kendaraan berat seperti bus, truk,
atau alat berat lainnya, sering dilengkapi dengan boster. Boster adalah unit perlengkapan
yang dipergunakan untuk meringankan tenaga untuk mengoperasikan kopling. Perlengkapan
ini dioperasikan menggunakan kevacuman, pada mesin diesel biasanya diambil dari pompa
vacum yang dipasang pada sisi belakang alternator.

BAB IV
PENUTUP

4.1 Kesimpulan
Kegiatan Praktek Kerja Industri merupakan kegiatan yang sangat bermanfaat bagi
siswa dan siswi, dan dapat mengenal lebih jauh bagaimana cara bekerja dilapangan
sesuai keahlian masing-masing siswa. Sehingga siswa dapat melihat gambaran mengenai
kagiatan bidang usaha dimasa yang akan datang, serta siswa-siswi mengetahui standar
kompetensi yang akan dijadikan peluang kerja dan kesempatan kerja.
Dalam dunia usaha dibutuhkan kedisiplinan yang cukup baik, instansi-instansi
biasanya memerlukan karyawan yang disiplin, terampil, rajin dan cerdas.
Pada praktek kerja Industri ini diperlukan keahlian yang cukup. Selama penulis
melaksanakan Prakerin (Praktek Kerja Industri), penulis merasa bangga bisa
mendapatkan Ilmu yang belum pernah penulis dapatkan sebelumnya serta memperoleh
banyak pengalaman.
Tujuan lain Prakerin (Praktek Kerja Industri) adalah menambah wawasan yang luas
bagi siswa dan siswi, terutama dalam bidang yang di tempatinya. Adapula tempat yang
disukai yakni diruangan pemilahan arsip, penulis bisa belajar dan dapat mengetahui yang
belum penulis dapatkan selama ini, terutama pengetahuan tentang berbagai arsip yang
tersedia.
Praktek Kerja Industri telah terlaksana dengan baik, dengan program keahlian
masing-masing tanpa halangan apapun dan penulis mengucapkan banyak terima kasih
kepada yang telah bersedia menerima penulis apa adanya untuk melaksanakan Prakerin
(Praktek Kerja Industri) dan bersedia mendampingi penulis selama Prakerin berlangsung

4.2 Saran – saran


Dalam penyusunan laporan ini penulis memberikan beberapa saran sebagai berikut :
1. Saat membongkar mesin perhatikan di mana letak baut – baut dan jangan sampai tertukar.
2. Selalu gunakan peralatan kerja seperti sepatu safety, sarung tangan, helm keselamatan
kerja, dan kotak P3K.
3. Saat membersihkan komponen jangan sampai kotoran atau plak – plak masuk kelobang
baut.

DAFTAR PUSTAKA:

1. http://pengertian-dan-contoh.blogspot.co.id/2013/03/pengertian-sistem-kopling.html
2. http://www.guruotomotif.com/2016/03/jenis-kopling.html
3. http://mprabowo19.blogspot.co.id/2013/06/komponen-komponen-mesin-dan-
fungsinya.html