Anda di halaman 1dari 5

TRANFUSI DARAH

A. KOMPETENSI DASAR
Menerapkan pertolongan tranfusi darah
B. INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI
1. Menerapkan pertolongan tranfusi darah
a. Menjelaskan definisi tranfusi darah
b. Menjelaskan tujuan tranfusi darah
2. Melakukan pertolongan tranfusi darah
a. Menyiapkan alat tranfusi darah
b. Mendemonstrasikan tranfusi darah
C. URAIAN MATERI
1. Definisi
Memasang transfusi darah adalah memberikan darah dari flabot darah ke dalam
tubuh melalu intra vena.

2. Tujuan
Memberikan terapi transfusi dara sesuai advis.

3. Indikasi
a. Kecelakaan, trauma, atau operasi pembedahan yang besar.
b. Penyakit yang menyebabkan terjadinya perdarahan, misal maag kronis
dan berdarah.
c. Penyakit yang menyebabkan kerusakan sel darah dalam jumlah besar,
misal anemia hemolitik atau trombositopenia.
d. Jika pasien menderita penyakit pada sumsung tulang sehingga produksi
sel darah terganggu.

4. Syarat Menjadi Pendonor


a. Umur 17 – 60 tahun
(Pada usia 17 tahun diperbolehkan menjadi donor bila mendapat ijin
tertulis dari orangtua. Sampai usia tahun donor masih dapat

1|Page
menyumbangkan darahnya dengan jarak penyumbangan 3 bulan atas
pertimbangan dokter).
b. Berat badan minimum 45 kg
c. Temperature tubuh : 36.6 – 37.50C
d. Tekanan darah baik
1) Sistole 110 – 160 mmHg
2) Diastole 70 – 100 mmHg
e. Denyut nadi : Teratur 50 – 100 x/menit

f. Hemoglobin
1) Wanita minimal 12 gr/dl
2) Pria minimal 12.5 gr/dl
g. Jumlah penyumbangan pertahun paling banyak 5 kali, dengan jarak
penyumbangan sekurang-kurangnya 3 bulan. Keadaan ini harus sesuai
dengan keadaan umum donor.

5. Orang yang Tidak Boleh Menjadi Pendonor


a. Pernah menderita hepatitis B.
b. Dalam jangka waktu 6 bulan sesudah kontak erat dengan penderita
hepatitis.
c. Dalam jangka waktu 6 bulan sesudah tranfusi.
d. Dalam jangka waktu 6 bulan sesudah tatto / tindik telinga.
e. Dalam jangka waktu 72 jam sesudah operasi gigi.
f. Dalam jangka waktu 6 bulan sesudah operasi kecil.
g. Dalam jangka waktu 12 bulan sesudah operasi besar.
h. Dalam jangka waktu 24 jam sesudah vaksinasi polio, influenza, cholera,
tetanus, difteri atau profilaksis.
i. Dalam jangka waktu 2 minggu sesudah vaksinasi virus hidup parotitis
epidemica, measles, tetanus toxin.
j. Dalam jangka waktu 1 tahun sesudah injeksi terakhir imunisasi rabies
therapeutic.
k. Dalam jangka waktu 1 minggu sesudah gejala alergi menghilang.
l. Dalam jangka waktu 1 tahun sesudah transplantasi kulit.
m. Sedang hamil dan dalam jangka waktu 6 bulan sesudah persalinan.

2|Page
n. Sedang menyusui.
o. Ketergantungan obat.
p. Alkoholisme akut dan kronik
q. Sifilis.
r. Menderita tuberkulosa secara klinis.
s. Menderita epilepsi dan sering kejang
t. Menderita penyakit kulit pada vena (pembuluh balik) yang akan ditusuk
u. Mempunyai kecenderungan perdarahan atau penyakit darah, misalnya
thalasemia, polibetemiavera.
v. Seseorang yang termasuk kelompok masyarakat yang mempunyai resiko
tinggi untuk mendapatkan HIV / AIDS (homoseks, morfinis, berganti-
ganti pasangan seks, pemakai jarum suntik tidak steril)
w. Penderita HIV / AIDS menurut hasil pemeriksaan pada saat donor darah.

Gambar. Terpasang tranfusi Gambar. Kantong tranfus Gambar. Selang tranfusui

CEKLIS OBSERVASI-DEMONSTRASI/PRAKTIK

Nama Mahasiswa :

3|Page
Nim Mahasiswa :
Judul Unit Kompetensi : Tranfusi Darah

Nilai
No KOMPONEN PENILAIAN 0 1
A PERSIAPAN ALAT
1 Filter darah dan set tranfusi
2 Cairan intravena (NaCl 0.9%)
3 Darah dalam kantong darah sesuai golongan darah
4 Sarung tangan
5 Infus pump
6 Plester
7 Perlak dan pengalas
8 Bengkok
9 Kapas alkohol dalam tempatnya

B PELAKSANAAN
Tahap Pra-interaksi
1 Identifikasi kebutuhan / indikasi pasien
2 Siapkan alat
3 Cuci tangan (sesuai SPO)

Tahap Orientasi
1 Memberikan salam, kenalkan diri perawat dan menyapa pasien dengan
ramah
2 Memastikan identitas pasien dengan menanyakan nama pasien (jika
pasien sadar) kemudian mencocokkan dengan identitas pasien
3 Menjelaskan prosedur dan tujuan tindakan yang akan dilakukan pada
pasien atau keluarganya
4 Kontrak waktu
5 Tanyakan persetujuan dan kesiapan pasien/keluarga sebelum melakukan
tindakan
6 Jaga privasi

Tahap Kerja
1 Ukur TTV 30 menit sebelum pemberian tranfusi, terutama suhu tubuh.
Lapor dokter jika ada peningkatan suhu tubuh
2 Kosongkan urine bag
3 Buka set tranfusi, letakkan klem 2 – 4 cm di bawah tabung drip dalam
keadaan off / terkunci
4 Buka tutup botol, lakukan desinfeksi tutup botol cairan, dan tusukkan set
infus ke botol / kantong cairan dengan benar

4|Page
5 Gantungkan botol cairan infus pada tiang infus, isi tabung drip infus ⅓-½
penuh
6 Buka penutup jarum dan buka klem untuk mengalirkan cairan sampai ke
ujung jarum hingga tidak ada udara dalam selang, klem kembali, dan
tutup kembali jarum
7 Pilih jarum intravena / abbocath
8 Atur posisi pasien dan pilih vena
9 Pasang perlak dan pengalas
10 Bebaskan daerah yang diinsersi, letakkan tourniquet 10 – 15 cm
proksimal tempat insersi
11 Pakai sarung tangan
12 Bersihkan kulit dengan kapas alkohol (melingkar dari dalam keluar)
13 Pertahankan vena pada posisi stabil
14 Pegang IV kateter (abbocath) dengan sudut 20 – 300, tusuk vena dengan
lubang jarum menghadap ke atas, dan pastikan IV kateter masuk intravena
dengan tanda darah masuk ke abbocath, kemudian tarik mandrin ± 0.5 cm
15 Masukkan IV kateter secara perlahan, tarik mandrin, dan sambungkan IV
kateter dengan selang infus
16 Lepas tourniquet, kemudian alirkan cairan infus
17 Lakukan fiksasi IV kateter, kemudian beri desinfektan daerah tusukan dan
tutup dengan kassa
18 Klem selang infus, lepaskan selang infus dari flabot infus dan
memindahkan ke kantong darah
19 Hitung jumlah tetesan sesuai program
20 Observasi TTV dan reaksi pasien setiap 5 menit selama 15 menit, dan
kemudian setiap 15 menit

Tahap Terminasi
1 Evaluasi hasil / respon pasien
2 Lakukan kontrak untuk kegiatan selanjutnya
3 Akhiri kegiatan, membereskan alat-alat
4 Cuci tangan setelah melakukan prosedur
5 Mendokumentasikan kegiatan dan hasil yang didapat

Keterangan :

0 : Tidak dilakukan / dilakukan tapi tidak sempurna

1 : Dilakukan dengan sempurna

Mahasiswa dinyatakan lulus bila nilai ≥ 75% dari nilai keseluruhan tindakan

5|Page