Anda di halaman 1dari 19

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

(RPP)

Satuan Pendidikan : SMA Negeri Alor Kecil


Mata Pelajaran : KIMIA
Kelas :X
Semester : 1 (Satu)
Tahun Ajaran : 2016/2017
Alokasi waktu : 12 x 45 menit
Standar Kompetensi : Memahami struktur atom, sifat-sifat periodik unsur dan ikatan kimia
Kompetensi Dasar : Membandingkan proses pembentukan ikatan ion,ikatan kovalen, ikatan koordinasi
dan ikatan logam serta hubungannya dengan sifat fisika senyawa yang terbentuk

Indikator
Pertemuan ke-1:
1. Menjelaskan kecenderungan suatu unsur untuk mencapai kestabilan
2. Menggambarkan satuan elektron valensi atom gas mulia (duplet dan oktet ) dan elektron valensi
bukan gas mulia (struktur lewis).
3. Menjelaskan proses terbentuknya ikatan ion.

Pertemuan ke-2:
4. Menjelaskan proses terbentuknya ikatan kovalen tunggal, rangkap dua, dan rangkap tiga
5. Menjelaskan proses terbentuknya ikatan koordinasi pada beberapa senyawa.
6. Membedakan sifat senyawa ion dan kovalen

Pertemuan ke-3:
7. Menyelidiki kepolaran beberapa senyawa melalui percobaan.
8. Menganalisis hubungan kepolaran senyawa dengan keelektronegatifan melalui percobaan.
9. Menghubungkan sifat fisis materi dengan jenis ikatannya.

Pertemuan ke-4:
10. Mendeskripsikan proses pembentukan ikatan logam dan hubungannya dengan sifat fisik logam.

I. Tujuan Pembelajaran
Pertemuan ke-1:
1. Melalui diskusi dan medengarkan penjelasan guru, peserta didik dapat menjelaskan
kecenderungan suatu unsur untuk mencapai kestabilan
2. Melalui diskusi dan medengarkan penjelasan guru, peserta didik dapat menggambarkan satuan
elektron valensi atom gas mulia (duplet dan oktet ) dan elektron valensi bukan gas mulia
(struktur lewis).
3. Melalui diskusi dan medengarkan penjelasan guru, peserta didik dapat menjelaskan proses
terbentuknya ikatan ion.

Pertemuan ke-2:
4. Melalui diskusi dan medengarkan penjelasan guru, peserta didik dapat menjelaskan proses
terbentuknya ikatan kovalen tunggal, rangkap dua, dan rangkap tiga
5. Melalui diskusi dan medengarkan penjelasan guru, peserta didik dapat menjelaskan proses
terbentuknya ikatan koordinasi pada beberapa senyawa.
6. Melalui diskusi dan medengarkan penjelasan guru, peserta didik dapat membedakan sifat senyawa
ion dan kovalen

Pertemuan ke-3:
7. Melalui percobaan, peserta didik dapat menentukan kepolaran beberapa senyawa
8. Melalui percobaan, peserta didik dapat menghubungan kepolaran senyawa dengan
keelektronegatifan
9. Melalui diskusi, peserta didik dapat menghubungkan sifat fisis materi dengan jenis ikatannya.

Pertemuan ke-4:
10. Melalui penugasan peserta didik dapat mendeskripsikan proses pembentukan ikatan logam dan
hubungannya dengan sifat fisik logam.

1
I. Materi Ajar
A. Kestabilan Unsur, Aturan Dublet Dan Oktet

Pada umumnya materi di alam terdapat dalam molekul dan jarang sekali yang ada dalam bentuk
atom bebas. Atom-atom bergabung membentuk suatu senyawa melalui suatu ikatan karena adanya gaya
yang bekerja antara atom-atom atau ion-ion yang disebut ikatan kimia. Pembentukkan ikatan ini
bertujuan untuk mencapai kestabilan. Kestabilan suatu unusr ditentukan oleh susunan elektron-
elektronnya dalam atom. Susunan elektron yang stabil terdapat pada gas mulia (golongan VIIIA)
karena kulit terluarnya telah terisi penuh oleh elektron.

Unsur Konfigurasi Elektron Elektron Valensi


2He 2 2
10Ne 2 8 8
18Ar 2 8 8 8
36Kr 2 8 18 8 8
54Xe 2 8 18 18 8 8
86Ra 2 8 18 32 18 8 8

Suatu atom yang belum stabil akan berusaha menjadi stabil dengan jalan menyesuaikan susunan
elektron valensinya agar seperti gas mulia dengan membentuk ikatan kimia dengan atom lain.
Ada dua aturan bagi atom-atom yang berikatan untuk mencapai susunan elektron seperti gas milia
(konfikulasi elektron stabil):
a. Aturan oktet : kecendrungan atom-atom untuk memiliki 8 elektron di kulit terluar.
b. Aturan duplet : kecendrungan atom-atom untuk memiliki 2 elektron di kulit terluar seperti helium.
Konfigurasi gas mulia dapat dicapai oleh suatu atom dengan cara sebagai berikut:
- Melepaskan elektron : atom-atom unsur yang memiliki elektron valensi dalam jumlah sedikit,
misalnya unsur-unsur golongan IA, IIA, dan IIIA cendrung mengikuti kaidah oktet dengan cara
melepaskan elektron untuk membentuk ion positif. Unsur-unsur ini merupakan unsur-unsur logam
(unsur elektropositif).
Unsur Konfigurasi Elektron Cenderung Melepas Konfigurasi
Elektron Valensi Elektron Gas mulia
3Li 2 1 1 1 2
4Be 2 2 2 2 2
11Na 2 8 1 1 1 2 8
19K 2 8 8 1 1 1 2 8 8

- Menangkap elektron : atom-atom unsur yang memiliki elektron valensi dalam jumlah banyak
misalnya unsur-unsur golongan IVA, VA, VIA, dan VIIA, memiliki kecondongan mengikuti kaidah
oktet dengan cara menerima elektron untuk membentuk ion negatif. Unsur-unsur ini merupakan
unsur-unsur non logam (unsur elektronegatif).
Unsur Konfigurasi Elektron Cenderung Melepas Konfigurasi
Elektron Valensi Elektron Gas mulia
1H 1 1 1 2
7N 2 5 5 5 2 8
15P 2 8 5 5 5 2 8 8
- Menggunakan pasangan elektron bersama antara atom-atom yang bergabung. Cara ini merupakan
pembentukan ikatan kovalen.

B. Struktur Lewis
Struktur Lewis merupakan simbol yang berupa notasi titik dan silang kecil untuk mewakili
penggambaran ditribusi elektron valensi dalam suat u struktur molekul.

2
Jika lambang unsur dilambangkan X, maka lambang Lewis untuk golongan utama adalah:
Golongan : IA IIA IIIA IVA VA VIA VIIA VIIIA

Lambang Lewis : X X X X X X X X

Langkah-langkah untuk menulis struktur Lewis suatu molekul sebagai berikut:


 Menulis simbol atom unsurnya
 Menentukkan bilangan elektron valensi atom tersebut. Jika merupakan ion, tambahkan elektron
untuk setiap muatan negatif, atau kurangi elektron untuk setiap muatan positif.
 Meletakkan titik (.) atau silang (x) yang mewakili elektron valensi pada sisi simbol atom.

Contoh:
Simbol Konfigurasi Elektron Rumus Molekul Lewis
Atom Elektron Valensi
1H 1 1 H atau H x
6C 2 4 4 x
C atau xCx x
12Mg 2 8 2 2
Mg atau x Mg x
C. Ikatan Ion
Ikatan ion terjadi akibat gaya tarik menarik elektrostatik antara ion positif dan ion negatif. Jadi,
ikatan ion adalah ikatan yang terbentuk dari atom yang mudah melepaskan elektron (logam)
dengan atom yang mudah menangkap elektron (non logam).
- Ion positif terbentuk ketika suatu atom melepaskan elektron (atom logam) . Umumnya
golongan IA dan IIA
Contoh:
 11Na konfigurasi elektronnya : 2 8 1 (belum stabil).
Na (2 8 1) → Na+ (2 8) + e (stabil dengan melepas 1 e)
- Ion negatif terbentuk ketika suatu atom menangkap elektron (non logam). Umumnya
golongan VIA dan VIIA
Contoh:
8O konfigurasi elektronnya : 2 6 (belum stabil)
O (2 6) + 2e → O2- (2 8) (stabil dengan menangkap 2 e)
- Pembentukan Ikatan Ion
Contoh:
 Na dan F membentuk NaF
Na (2 8 1) → Na+ (2 8) + e
F (2 7) + e → F- (2 8)

xF
Na x F Na NaF

 Pembentukkan MgS
12Mg (2 8 2) → Mg2+ (2 8) + 2e
16S (2 8 6) + 2e → S2- (2 8 8)

3
2 2
xS
x Mg x S Mg x MgS

 Pembentukkan MgS
12Mg (2 8 2) → Mg2+ (2 8) + 2e
17Cl (2 8 7) + e → S2- (28 8) x2

xCl

Cl
2
x Mg x Mg MgCl2
x
Cl Cl

D. Ikatan Kovalen
Ikatan kovalen adalah ikatan yang terjadi karena penggunaan bersama pasangan elektron oleh
dua atau lebih atom yang berikatan sehingga memenuhi aturan oktet maupun duplet. Atom-atom
yang berikatan kovalen adalah atom-atom nonlogam.
Ikatan kovalen terdiri dari ikatan kovalen tunggal, ikatan kovalen rangkap dua dan ikatan
kovalen rangkap tiga
a) Ikatan Kovalen Tunggal
Ikatan kovalen tunggal adalah ikatan kovalen yang terjadi karena penggunaan bersama satu
pasang elektron. Ikatan ini digambarkan dengan satu garis lurus.
Ikatan ini terjadi pada atom H2, HF, CH4, dan lain-lain.
Contoh:
 Ikatan antara C dan H dalam molekul CH4

C
6C, struktur Lewisnya
1H, struktur lewisnya H x
Ikatan kovalen tunggal

H
x

H x C x H

b) Ikatan Kovalen Rangkap Dua


Ikatan kovalen rangkap dua adalah ikatan kovalen yang terjadi karena penggunaan bersama dua
pasang elektron. Ikatan ini digambarkan dengan dua garis lurus.
Ikatan ini terjadi pada atom O2, C2H4, dan lain-lain.
 Ikatan antara atom O dengan atom O yang lain dalam molekul O2
PEB

4
xx
O O x atau O O
O O

xx
x
xx

PEI
Ikatan kovalen rangkap 2

c) Ikatan Kovalen Rangkap Tiga


Ikatan kovalen rangkap tiga ikatan kovalen yang terjadi karena penggunaan bersama tiga
pasang elektron. Ikatan ini digambarkan dengan tiga garis lurus.
Ikatan ini terjadi pada atau N2, C2H2 dan lain-lain.
Contoh:
 N2 mempunyai konfigurasi elektron untuk atom 5N = 2 3, dan elektron valensinya = 3.
dalam struktur lewis molekul N2, atom N memiliki 3 elektron tidak berpasangan. Jika dua
atom nitrogen berikatan, setiap elektron yang tidak berpasangan saling berikatan dan
membentuk struktur lewis sebagai berikut

x
N N N x N atau N N
xx

PEI
Ikatan kovalen rangkap 3

E. Penyimpangan Kaidah Oktet


Penyimpangan ini dapat terjadi pada senyawa kovalen yang struktur Lewis tidak oktet. Misalnya
pada senyawa BeH2, BF3, BCl3, BH3, NO dan NO2, dimana atom Be, B dan N memiliki elektron
kurang dari 8 serta molekul PF5, PCl5 dan SF6 dimana atom P dan S memiliki elektron lebih dari 8.
Contoh:
1) Pembentukan molekul BCl3.

5 B dengan konfigurasi elektrron : 2 3 digambarkan B


xx
xx

Cl x
17 Cl dengan konfigurasi elektron 2 8 7 di gambarkan xx

Penggambaran elektron untuk molekul BCl3 adalah sebagai berikut :

xx
xx
xx

Cl

x
Cl
xx xx
atau Cl B Cl
xx

Cl B
xx

xx
x x Cl
xx

2) Pembentukan Molekul BH3


5 B dengan konfigurasi elektron: 2 3 digambarkan
1 H dengan konfigurasi elektron: 1 digambarkan x H
Pengembangan elektron untuk molekul BH3 adalah sebagai berikut:

5
H

x
H

H x B x atau H B H
H

F. IKATAN KOVALEN KOORDINASI

Ikatan kovalen koordinasi merupakan ikatan kovalen dimana pasangan elektron yang digunakan
bersama berasal dari satu atom saja.
Ikatan kovalen koordinasi dapat dicontohkan seperti di bawah ini.
Contoh : Amonia (NH3) dapat bereaksi dengan boron triklorida (BCl3) membentuk senyawa
NH3.BCl3.

Pasangan elektron bebas belum oktet

Gambar. Pembentukan ikatan kovalen kordinasi dalam NH3.BCl3


.. . Cl.
.. ..
Cl.
H .. Cl
.. ....
.. H .. .. ....
.. H ....
. . .
H .. N B Cl. Cl.
H .. N +B Cl atau H N B ..
..
.. ..
. .. .. ..
Cl.
Cl.
.. H
.. ..
H Cl
.. .. H ..
Ikatan kovalen koordinat dalam ion NH4+
NH4+ terbentuk dari reaksi antara NH3 dengan ion H+. Atom N dalam NH3 mempunyai sepasang
elektron bebas, sementara ion H+ sudah tidak mempunyai elektron. Elektron bebas dari atom N
kemudian digunakan bersama dengan ion H+.

H +
H
.. .. H
+

H .. N . + H+ H .. N .. H atau
H N H
H
.. ..
H H

G. POLARISASI IKATAN KOVALEN


Apakah anda dapat menjelaskan mengapa minyak sukar larut dalam air? Peristiwa itu berkaitan
dengan pokok bahasan berikut, yaitu molekul polar dan molekul nonpolar.
1. Ikatan Kovalen Polar dan Kovalen Nonpolar
Kepolaran suatu senyawa dipengaruhi oleh jenis ikatan dan bentuk molekul. Suatu molekul
akan bersifat polar jika jenis ikatan dan juga bentuk molekulnya polar. Jika salah satu dari
kedua faktor dan atau kedua-duanya ini tidak polar maka molekul tersebut bersifat non polar
a. Jenis ikatan
Pasangan elektron akan lebih dekat ke arah atom yang mempunyai keelektronegatifan lebih
besar. Hal ini mengakibatkan polarisasi atau pengutuban ikatan. Semakin besar beda

6
keelektronegatifan maka semakin besar momen dipol yang dihasilkan dan ikatan yang
terbentuk akan semakin polar

(a) Nonpolar (b) Polar


b. Bentuk Molekul
Suatu molekul akan bersifat polar jika bentuk molekulnya tidak simetri dan sebaliknya.
Simetri tidaknya suatu moleku dipengaruhi oleh ada tidaknya PEB pada atom pusat. Jika
atom pusat memiliki PEB, maka bentuk molekul tidak simetri (non polar). Sebaliknya jika
atom pusat tidak memiliki PEB, maka bentuk molekul simetri (polar).

2. Menunjukkan kepolaran
Kepolaran suatu zat dapat ditentukan dengan mengamati perilaku zat itu dalam medan magnet,
zat polar tertarik ke dalam medan magnet, sedangkan zat nonpolar tidak.
H. IKATAN LOGAM
Telah diketahui bersama, bahwa logam mempunyai sifat dapat ditempa (maleable), dapat tarik
(ductile), dan merupakan konduktor yang baik. Sifat-sifat tersebut dapat diperoleh dimana dengan
mengetahui bahwa unsur logam mempunyai sedikit elektron valensi yang kecil. Oleh karena itu,
kulit terluar unsur logam relatif longgar (terdapat banyak tempat kosong), sehingga elektron dapat
berpindah dari satu atom ke atom yang lain. Mobilitas elektron dalam sedemikian bebasnya,
sehingga elektron valensi logam mengalami delokalisasi, yanitu suatu keadaan dimana suatu
elektron valensi tersebut tidak tetap posisinya pada satu atom, tetapi senantiasa berpindah-pindah
dari satu atom ke atom yang lain. Atau dengan kata lain dapat dikatakan bahwa elektron valensi
yang kecil menyebabkan elektron dapat bergerak bebas dan sangat mudah dilepaskan, akibatnya
elektron-elektron valensi tersebut bukan hanya milik hanya salah satu ion logam, tetapi merupakan
milik bersama ion-ion logam yang berada dalam kisi kristal logam. Elektron-elektron valensi
tersebut berbaur sehingga menyerupai awan atau lautan yang membungkus ion-ion positif ligam di
dalamnya. Jadi, struktur logam dapat dibayangkan sebagai ion-ion positif yang dibungkus oleh
awan atau lautan elektron valensi.

7
Struktur logam dapat menjelaskan sifat-sifat khas logam, seperti daya hantar listrik, sifat dapat
ditempa dan dapat ditarik. Logam merupakan konduktor yang baik karena elektron valensinya
mudah mengalir. Logam dapat ditempa atau dapat ditarik karena ketika logam dipukul atau ditarik,
atom-atom logam hanya bergeser sehingga ikatan diantaranya tidak terputus. Contoh ikatan logam
adalah tembaga dan seng yang dapat membentuk kuningan (brass).
II. Metode Pembelajaran
1. Pendekatan Pembelajaran : CTL
2. Metode : Diskusi /tanya jawab
III. Langkah-langkah Pembelajaran :
Pertemuan ke-1
No Kegiatan Pembelajaran Alokasi
Waktu
1 Pendahuluan
- Berdoa
- Mengecek kehadiran peserta didik
- Mengkondisikan kelas
- Prasyarat : Peserta didik diuji kemampuannya dalam menentukan konfigurasi
elektron unsur logam non logam dan gas mulia
- Motivasi : Apakah yang kaian hirup ketika bernapas? Bagaimanakah rumus 10 menit
kimianya? Mengapa rumus kimia oksigen tidak sama dengan lambangnya?.
- Menyampaikan tujuan pembajaran
2 Kegiatan Inti
Ekplorasi
- Guru membagi peserta didik menjadi beberapa kelompok
- Peserta didik mencari informasi tentang kestabilan unsur, elektron valensi,
struktur lewis dan pembentukan ikatan ion
- Guru menerangkan beberapa subpokok materi tentang kestabilan unsur, elektron
valensi, struktur lewis dan pembentukan ikatan ion sebagai konsep dasar bagi
peserta didik untuk melakukan diskusi
- Guru memberikan soal latihan
Elaborasi
- Peserta didik diberikan kesempatan dalam bentuk kelompok untuk berdiskusi
(dalam bimbingan guru). 110
Konfirmasi menit
- Kelompok yang ditunjuk mempersentasikan hasil dikusi, sedangkan kelompok
lain memberikan tanggapan
- Guru melakukan evaluasi dalam rangka pemecahan masalah tentang hal-hal yang
tidak dimengerti peserta didik sekaligus memperbaiki hal-hal yang salah dalam
diskusi tentang pokok materi
3 Penutup
- Guru dan peserta didik menyimpulkan materi yang telah dipelajari
- Guru menginformasikan materi yang akan dipelajari pada pertemuan 15 menit
selanjutnya
- Guru menutup pelajaran dengan memberikan salam
Pertemuan ke-2
No Kegiatan Pembelajaran Alokasi
Waktu
1 Pendahuluan
- Berdoa
- Mengecek kehadiran peserta didik
- Mengkondisikan kelas
- Prasyarat : Peserta didik diuji kemampuannya dalam menggambar struktur lewis
dari atom oksigen
- Menyampaikan tujuan pembajaran 10 menit
2 Kegiatan Inti
Ekplorasi
- Guru membagi peserta didik menjadi beberapa kelompok
- Peserta didik mencari informasi tentang pembentukan ikatan kovalen tunggal,
rangkap dua dan rangkap tiga serta ikatan kovalen koordinasi
- Guru menerangkan beberapa subpokok materi tentang pembentukan ikatan
kovalen tunggal, rangkap dua dan rangkap tiga serta ikatan kovalen koordinasi
beserta contoh sebagai konsep dasar bagi peserta didik untuk melakukan diskusi
- Guru memberikan soal latihan

8
Elaborasi
- Peserta didik diberikan kesempatan dalam bentuk kelompok untuk berdiskusi 110
(dalam bimbingan guru). menit
Konfirmasi
- Kelompok yang ditunjuk mempersentasikan hasil dikusi, sedangkan kelompok
lain memberikan tanggapan
- Guru melakukan evaluasi dalam rangka pemecahan masalah tentang hal-hal yang
tidak dimengerti peserta didik sekaligus memperbaiki hal-hal yang salah dalam
diskusi tentang pokok materi
3 Penutup
- Guru dan peserta didik menyimpulkan materi yang telah dipelajari
- Guru memberikan tugas pembentukan ikatan ion, kovalen maupun kovalen 15 menit
koordinasi pada beberapa senyawa serta sifat senyawa ion dan kovalen
- Guru membagi siswa dalam beberapa kelompok dan menginformasikan alat
dan bahan yang harus dibawah untuk pertemuan berikut
- Guru menutup pelajaran dengan memberikan salam

Pertemuan ke-3
No Kegiatan Pembelajaran Alokasi
Waktu
1 Pendahuluan
- Berdoa
- Mengecek kehadiran peserta didik
- Mengkondisikan kelas
- Mengecek tugas peserta didik serta alat dan bahan yang disiapkan
- Motivasi : Mengapa air dan minyak tidak bercampur?
- Menyampaikan tujuan pembajaran 10 menit
2 Kegiatan Inti
Ekplorasi
- Peserta didik membentuk kelompok
- Guru membagikan LKS
- Peserta didik mengkaji LKS
- Guru memberikan penjelasan singkat mengenai prosedur kerja pada LKS
Elaborasi
- Peserta didik menyiapkan alat dan bahan
- Peserta didik melakukan praktikum dalam bentuk kelompok sesui dengan
langkah-langkah dalam LKS
- Peserta didik mencatat hasil
- Peserta didik mempresentasikan hasil diskusi. (Peserta didik masih dalam bentuk 110
kelompok) menit
-
Konfirmasi
- Kelompok yang ditunjuk mempersentasikan hasil dikusi, sedangkan kelompok
lain memberikan tanggapan
- Guru melakukan evaluasi dalam rangka pemecahan masalah tentang hal-hal yang
tidak dimengerti peserta didik sekaligus memperbaiki hal-hal yang salah dalam
diskusi tentang pokok materi
3 Penutup
- Guru dan peserta didik menyimpulkan materi yang telah dipelajari
- Guru memberikan tugas terstruktur membuat ringkasan materi ikatan logam 15 menit
dan sifatnya serta Tugas Mandiri Tidak Terstruktur : membuat laporan
praktikum
- Guru menginformasikan materi pada pertemuan berikut
- Guru menutup pelajaran dengan memberikan salam

Pertemuan ke-4
No Kegiatan Pembelajaran Alokasi
Waktu
1 Pendahuluan 5 menit
- Berdoa
- Mengecek kehadiran peserta didik
- Mengkondisikan kelas
- Apersepsi: Sebutkan contoh unsur logam?
- Motivasi : Apa yang terjadi jika logam ditempah? Mengapa demikian?
- Menyampaikan tujuan pembajaran
2 Kegiatan Inti 25 menit

9
1. Guru mengecek tugas peserta didik
2. Peserta didik mempresentasikan hasil pekrjaaannya (Peserta didik masih dalam
bentuk kelompok)
3. Guru melakukan evaluasi dalam rangka pemecahan masalah tentang hal-hal yang
tidak dimengerti peserta didik sekaligus memperbaiki hal-hal yang salah dalam
diskusi tentang pokok materi
3 Penutup 10 menit
 Menyimpulkan materi
 Memberi penguatan
 Guru memberikan tugas terstruktur membuat ringkasan materi ikatan logam
dan sifatnya serta Tugas Mandiri Tidak Terstruktur : membuat laporan
praktikum
 Guru menginformasikan materi pada pertemuan berikut

IV.Sumber dan Alat Pembelajaran


1. Buku kimia kelas X penerbit Grafindo dan Erlangga
2. Tabel periodik unsur
3. Alat dan bahan percobaan
4. LKS Fokus
V.Penilaian
1. Prosedur penilaian
Jenis Teknik Bentuk
Tes Tertulis Uraian

Non tes Penugasan Pekerjaan Rumah dan


laporan praktikum
Uji petik kerja Lembar pengamatan uji
petik kerja
Portofolia Lembar penilaian
portofolio
Observasi Lembar pengamatan sikap

2. Contoh Instreumen : Terlampir

Lefokisu, 18 Juli 2016


Mengetahui,
Kepala SMA Negeri Alor Kecil Guru Mata Pelajaran

Rahmad Kapitan, S.Pd Siti Qomariyyah Sado, S. Pd


NIP: 19770310 200212 1 011 NIP: -

10
KISI-KISI PENILAIAN KOGNETIF

Sekolah : SMAN Alor Kecil Alokasi : 90 menit


Mapel : Kimia Jumlah : 16 soal
Kurikulum : KTSP Penulis : Siti Qomariyyah Sado

N Kompetensi dasar/ Bahan Materi Indikator soal Bentuk No


o indikator pencapaian kelas/ tes soal
smt
1.2 Membandi-ngkan proses
pembentukan ikatan ion, ikatan
kovalen, ikatan kovalen
koordinat dan ikatan logam,
serta hubungannnya dengan
sifat fisika senyawa yang
terbentuk
1  Menjelaskan kecenderungan X/1 Kestabil Diberikan lambang unsur suatu Uraian 1
suatu unsur untuk mencapai an atom, peserta didik dapat
kestabilannya. Unsur menjelaskan mengapa unsur
tersebut di alam terdapat dalam
bentuk molekul bukan unsur
bebas.
 Diberikan nomor atom, peserta Uraian
didik dapat menjelaskan cara
unsur tersebut mencapai
kestabilan
2  Menggambarkan lambang Struktur Diberikan nomor atom beberapa Uraian 2
Lewis unsur gas mulia Lewis unsur, peserta didik dapat
(duplet dan oktet) dan unsur \ menggambar struktur Lewis dari
bukan gas mulia. atom ataupun ion yang akan
terbentuk
3  Menjelaskan proses Ikatan Diberikan nomor atom, peserta Uraian 3
terbentuknya ikatan ion Ion didik dapat menentukan prosess
pembentukan senyawanya
4  Menjelaskan proses X/1 Ikatan Diberikan rumus molekul dan Uraian 4
terbentuknya ikatan kovalen Kovalen nomor atom, peserta didik dapat
tunggal, rangkap dan menggambar struktur lewis,
rangkap tiga. rumus bangun dan pasangan
elektron ikatan (PEI).
5  Menjelaskan proses Ikatan Diberikan rumus molekul Uraian 5
terbentuknya ikatan kovalen Kovalen peserta didik dapat menjelaskan
koordinasi Koordin proses terbentuknya ikatan
asi kovalen koordinasi
6  Membedakan sifat senyawa Sifat Diberikan contoh senyawa ion Uraian 6
ion dan kovalen Senyaw dan senyawa kovalen, peserta
a Ion didik dapat mennyebutkan
dan perbedaan sifat kedua senyawa
Kovalen tersebut.
7  Menyelidiki kepolaran dari Kepolar Uraian 7
beberapa senyawa melalui an
percobaan Senyaw
a
8  Menganalisis hubungan Diberikan data Uraian 8
kepolaran senyawa dengan keelektronegatifan beberapa
kelektronegatifan unsur- unsur, peserta didik dapat
unsur melalui data menentukan mengurutkan
percobaan senyawa dari yang paling polar
ke yang kurang polar
9  Menghubungkan sifat fisis Diberikan data fisik dua Uraian 9

11
materi dan hubungannnya senyawa tak dikenal, peserta
dengan jenis ikatan didik dapat menentukan jenis
kimianya. ikatannya
1  Mendeskripsikan proses Ikatan Diberikan sifat unsur logam, Uraian 10
0 pembentukan ikatan logam Logam peserta didik dapat menentukan
dan hubungannnya dengan akibat yang ditimbilkan oleh
sifat fisiknya sifat tersebut

12
DAFTAR SOAL, KUNCI JAWABAN DAN SKOR PENILAIAN

Soal Kunci Skor

Saat bernapas manusia menghirup oksigen. 2


Lambang unsur oksigen adalah 168𝑂. Namun,
oksigen yang kita hirup bukan dalam bentuk O
tetapi dalam bentuk O2. Jelaskan mengapa
demikian?

Bagaimanakah unsur natrium dengan nomor 2


atom 11 dapat mencapai kestabilan?
6
Unsur P, Q dan R berturut-turut mempunyai
nomor atom 10, 12 dan 17.Gambarlah lambang
Lewis untuk spesi berikut ini.
a. Atom P
b. Atom R
c. Ion R+
d. Atom Q
e. Ion Q2+
f. Ion R–
2
Ditentukan unsur A, B, C dan D dengan nomor
atom berturut-turut 6, 9, 10 dan 12.
a. Di antara 4 unsur tersebut, tentukan satu
pasangan unsur yang dapat membentuk
ikatan ion.
b. Tentukan rumus kimia senyawa yang
dibentuknya.
c. Dengan menggunakan lambang Lewis,
gambarlah pembentukan ikatan ion pada
senyawa tersebut.
Gambarkan rumus Lewis dan rumus bangun 25
serta hitung jumlah pasangan elektron yang
digunakan bersama dalam molekul-molekul
berikut :
a. CS2
b. H2S
c. NH3
d. HCN
e. H2O
(Nomor atomN=7, C=6, H=1, O=8, dan S=12)
Jelaskan pembentukan Ikatan Kovalen Koordinat 6
a. antara BF3 dengan PH3 membentuk BF3PH3
b. antara H2O dengan H+ membentuk H3O+
Garam natrium klorida (NaCl) dan gas klorin 3
(Cl2) sama-sama terbentuk dari unsur klor, namun
memiliki jenis ikatan yang berbeda. NaCl
merupakan senyawa ion sedangkan Cl2
merupakan senyawa kovalen. Sebutkan 3
perbedaan sifat senyawa ion dan senyawa
kovalen!
Diketahui data keelektronegatifan
beberapa unsur sebagai berikut:
Unsur Elektronegativit
as (kJ/mol)
F 4,0
Cl 3,0
Br 2,8
I 2,5
H 2,1
Urutkan senyawa HCl, Cl2, H2, HI,

13
FBr dan FI dari yang kepolarannya
tertinggi ke terendah!
Berikut ini adalah data fisik 2 buah
senyawa tak dikenal :
Titik leleh Daya hantar listrik
Senyawa
(0C) larutannya
1 17 Menghantarkan listrik
2 712 Menghantarkan listrik
Jenis ikatan yang membentuk
senyawa 1 dan senyawa 2 berturut-
turut adalah….

Jelaskan akibat dari adanya


delokalisasi elektron valensi pada
unsur logam

PENILAIAN AFEKTIF
ASPEK SKOR
NAMA
NO Bekerjasama Sopan Toleransi Proaktif Kehadiran
SISWA
santun

KET : NILAI 1= KURANG


NILAI 2 = BAIK

Lefokisu, 18 Juli 2016


Mengetahui,
Kepala SMA Negeri Alor Kecil Guru Mata Pelajaran

Rahmad Kapitan, S.Pd Siti Qomariyyah Sado, S. Pd


NIP: 19770310 200212 1 011

14
LEMBAR KERJA SISWA

Judul : Membedakan Zat Polar dan Zat Non Polar


Mata Pelajaran : Kimia
Kelas/Semester : I/I

A. TUJUAN
Adapun tujuan dari praktikum ini adalah agar siswa dapat mengetahui perbedaan zat polar dan
non polar
B. PETUNJUK BELAJAR
Siswa dapat membaca materi mengenai polarisasi senyawa.
C. RINGKASAN MATERI
Kepolaran suatu zat dapat ditentukan dengan mengamati perilaku zat itu dalam medan magnet,
zat polar akan tertarik ke dalam medan magnet, sedangkan zat nonpolar tidak.
D. KEGIATAN
a. Alat dan Bahan yang digunakan
 Alat : buret dan magnet batang
 Bahan : aquades dan minyak tanah
b. Cara Kerja
 Meletakkan buret pada statif dengan posisi yang benar.
 Isi buret dengan aquades. Buka kran buret dan dekatkan magnet batang pada cucuran air.
Perhatikan apakah cucuran air tertarik magnet atau tidak.
Catatan : jika magnet tidak tersedia, sebagai gantinya bisa digunakan penggaris plastik
yang digosokkan terlebih dahulu pada kain wol atau rambut.
 Ganti buret dengan buret yang bersih dan kering. Kemudian ulangi proseur dua di atas
dengan menggunakan minyak tanah. Lakukan dengan hati-hati karena minyak tanah
mudah terbakar.
c. Pertanyaan/Analisis Data
 Zat manakah yang tertarik oleh magnet?
 Mengapa zat tersebut tertarik oleh magnet?
Tariklah kesimpulan dari kegiatan ini.

Selamat Bekerja

Lampiran : Alat Penilaian RPP 02 :

15
Standar Kompetensi
1. Memahami struktur atom, sifat-sifat periodik unsur, dan ikatan kimia

Kompetensi Dasar :
1.2. Membandingkan proses pembentukan ikatan ion, ikatan kovalen, ikatan kovalen koordinat
dan ikatan logam, serta hubungannnya dengan sifat fisika senyawa yang terbentuk.

Pertemuan Pertama
1. Mengapa unsur membentuk ikatan ?
2. Bagaimana kecenderungan atom-atom mencapai kestabilan ?
3. Mengapa unsur gas mulia bersifat stabil
4. Gambarkan rumus Lewis dan rumus bangun serta hitung jumlah pasangan elektron yang
digunakan bersama dalam molekul-molekul berikut :
a. CS2 b. H2S c. NH3 d. HCN e. H2O

Pertemuan Kedua
1. Jelaskan perbedaan proses pembentukan ikatan ion dan ikatan kovalen !
2. Sebutkan perbedaan antara senyawa ionik dan senyawa kovalen
3. Mengapa CO2 bersifat non polar ? Jelaskan !
4. Jelaskan pembentukan Ikatan Kovalen Koordinat
o antara BF3 dengan PH3 membentuk BF3PH3
o antara H2O dengan H+ membentuk H3O+

Pertemuan Ketiga
1. Mengapa logam dapat menghantarkan listrik jauh lebih baik daripada non logam !
2. Apa yang dimaksud dengan ikatan logam !
3. Jelaskan akibat dari adanya delokalisasi elektron valensi pada unsur logam ?

5. Jelaskan dengan menyertakan contoh, perbedaan atara ikatan polar dengan molekul polar

A. PPK

NO. Aspek Indikator Skor


I 1. 6

II 2. 6
III 3. 6
IV 4. 7

NO. INDIKATOR KUNCI JAWABAN SKOR MAKSIMUM


1 1 - 6
2 2 - 6
3 3 - 6
4 4 - 7

Indikator-1 Menjelaskan kecenderungan suatu unsur untuk mencapai kestabilannya.


Prototipe Aturan oktet
persoalan
No. Soal I
Skor maksimum 6
Soal-1, pilihan dan alasan masing-masing skor 1 2
Soal-2a, pilihan dan alasan masing-masing skor 1 2
Soal-2b, masing-masing skor 1 2

16
Indikator-1 Menggambarkan lambang Lewis unsur gas mulia (duplet dan oktet) dan
unsur bukan gas mulia.
Prototipe Lambang Lewis
persoalan
No. Soal II
Skor maksimum 6
Soal 1a, b, c, d, e dan f masing-masing skor 1 6

Indikator-3 Menjelaskan proses terbentuknya ikatan ion


Prototipe Ikatan ion
persoalan
No. Soal III
Skor maksimum 6
Soal 1 1
Soal 2 3
Soal 3 dan 4 masing-masing skor 1 2

Indikator-1 Menjelaskan proses terbentuknya ikatan kovalen tunggal, rangkap dan


rangkap tiga.
Prototipe Ikatan kovalen
persoalan
No. Soal IV
Skor maksimum 7
Soal-1 1
Soal-2 3
Soal 4, 5 dan 6 masing-masing skor 1 3

IKATAN KIMIA – 1
I. Aturan oktet
1. Manakah yang lebih stabil, besi atau tembaga? Jelaskan jawabmu.
2. Perhatikan konfigurasi elektron unsur-unsur berikut:
X : 2 8 2
Y : 2 8 7
Z : 2 8 8
a. Salah satu di antara 3 unsur tersebut bersifat stabil, unsur manakah itu? Jelaskan
jawabmu.
b. Dengan cara bagaimana dua unsur lainnya untuk mencapai keadaan yang lebih
stabil?
II. Lambang Lewis
2. Unsur P, Q dan R berturut-turut mempunyai nomor atom 10, 12 dan 17.
Gambarlah lambang Lewis untuk spesi berikut ini.
a. Atom P c. Atom R e. Ion R+
b. Atom Q d. Ion Q 2+
f. Ion R–
III. Ikatan Ion
2. Apakah ikatan ion itu?

17
3. Ditentukan unsur A, B, C dan D dengan nomor atom berturut-turut 6, 9, 10 dan 12.
a. Di antara 4 unsur tersebut, tentukan satu pasangan unsur yang dapat membentuk
ikatan ion.
b. Tentukan rumus kimia senyawa yang dibentuknya.
c. Dengan menggunakan lambang Lewis, gambarlah pembentukan ikatan ion pada
senyawa tersebut.
Soal 3 dan 4, pilih satu jawabahn yang paling tepat
4. Berikut ini sifat-sifat senyawa ion, kecuali . . . .
a. berupa zat padat pada suhu kamar d. sukar larut dalam air
b. titik leleh dan titik didih tinggi e. getas (rapuh)
c. lelehannya dapat menghantar listrik
5. Manakah di antara yang berikut ini contoh senyawa ion?
a. asam cuka c. kayu e. gula pasir
b. garam dapur d. plastik
IV. Ikatan Kovalen
1. Apakah ikatan kovalen itu?
2. Ditentukan unsur A, B, C dan D dengan nomor atom berturut-turut 6, 9, 10 dan 12.
a. Di antara 4 unsur tersebut, tentukan satu pasangan unsur yang dapat membentuk
ikatan kovalen.
b. Tentukan rumus kimia senyawa yang dibentuknya.
c. Dengan menggunakan lambang Lewis, gambarlah pembentukan ikatan pada
senyawa tersebut.
Soal 3 dan 4, pilih satu jawaban yang paling tepat
3. Ikatan kovalen dapat terbentuk antara unsur . . . .
a. logam alkali dengan halogen d. halogen dengan golongan oksigen
b. logam alkali tanah dengan halogen e. golongan oksigen degan logam alkali
c. logam alkali dengan gas mulia
4. Manalkah di antara kelompok senyawa berikut yang semua anggotanya berikatan
kovalen?
a. H2O, HCl, dan KOH d. NaH, HCl dan CH4
b. HCl, NH3 dan H2O e. CO2; CF4 dan AlF3
c. NaCl, K2O dan NaH
5. Manakah di antara senyawa berikut yang mengandung ikatan rangkap?
a. HF b. H2O c. NH3 d. CO2 e. CH4

18
19