Anda di halaman 1dari 2

MINUMAN KEMASAN BIJI PEPAYA

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Produksi pepaya dari tahun ke tahun meningkat. Berdasarkan data dari Badan Pusat
Statistik tercatat pada tahun 2010 produksi pepaya di Indonesia sebanyak 675801 ton dan
mengalami peningkatan pada tahun 2011 sebanyak 955078 ton. Angka ini kemungkinan akan
terus bertambah dari tahun ke tahun karena budidaya pepaya yang mudah dan sangat cocok
dengan iklim di Indonesia. Penambahan jumlah produksi ini sejalan dengan jumlah limbah biji
pepaya yang dihasilkan.

Pepaya (Carica papaya L.) merupakan jenis tanaman yang bernilai ekonomis. Hampir
semua bagian tanaman pepaya memiliki daya dan hasil guna, dari daun sampai akarnya dapat
dimanfaatkan dalam kehidupan manusia. Pepaya disebut multiguna karena memiliki banyak
manfaat antara lain sebagai bahan makanan dan minuman, pakan ternak, bahan kosmetik,
industri, serta bahan obat tradisional. Meskipun bagian-bagian pepaya banyak dimanfaatkan
dalam berbagai bidang, tetapi manfaat biji pepaya masih belum banyak diketahui masyarakat.

Selain digunakan sebagai bibit, biji pepaya selalu dibuang. Menurut Wijayakusuma, dkk
(1992) bahwa biji pepaya, berkhasiat sebagai obat cacingan, peluruh haid (emenagog),
karminatif, gangguan pencernaan, pembesaran hati dan limfa, abortivum dan penyakit kulit. Rasa
biji pepaya yang pahit, pedas dan beraroma menyengat menjadikan biji pepaya kurang diminati
sebagai bahan konsumsi. Biji pepaya masih di anggap limbah oleh masyarakat dunia dan belum
dimanfaatkan secara optimal (Ummah, 2012)

Berdasarkan penelitian Zhou (2011) biji pepaya dapat digunakan sebagai antioksidan alami
karena adanya kandungan etanol, petroleum eter, etil asetat, dan n-butanol. Senyawa kompleks
lain yang terkandung didalam biji pepaya yang tentunya baik untuk kesehatan yaitu Ca, Mg, Fe,
P, lemak, protein, serat kasar, karbohidrat, vitamin C, niacin, thiamin, riboflavin, dan beta
carotene (Godson, 2012). Selain itu, biji pepaya memiliki efek farmakologis bagi tubuh manusia
karena adanya kandungan senyawa kompleks di dalamnya. Senyawa tersebut antara lain tanin,
fenol, saponin, dan alkaloid yang bermanfaat sebagai anti diare. (Purwaningdyah, 2015)

Menurut penelitian Agustina (2013), biji pepaya dapat dimanfaatkan sebagai jus yang
berkhasiat menurunkan kadar kolesterol tubuh dan sebagai antioksidan melalui zat fitokimia
yang dikandungnya yaitu meliputi flavonoid, saponin, dan tannin. Di samping itu biji pepaya
dapat dimanfaatkan sebagai sirup yang memiliki efek antelmintik untuk memberantas dan
mengurangi cacing dari dalam tubuh manusia (Pattianakotta, 2014).

Kompleksnya kandungan senyawa yang terkandung dalam biji menjadikan biji pepaya
sebagai bahan yang dapat dimanfaatkan menjadi bahan olahan yang dapat dikonsumsi
danmemberikan manfaat bagi kesehatan manusia. Salah satu contohya, bisa sebagai bahan untuk
olahan minuman kemasan.

1.2 Perumusan Masalah


Dari uraian yang telah dijelaskan di atas, maka timbul permasalahan yang menarik untuk
dikembangkan :
a. Bagaimana cara mengolah biji papaya menjadi sebuah alternative referensi minuman
sehat yang nikmat dan cocok bagi segala usia?
b. Bagaimana cara membaca peluang atas menjamurnya minuman sari buah berpengawet
yang sering dikonsumsi masyarakat?