Anda di halaman 1dari 18

TUGAS 3

MANAJEMEN STRATEGIK_EKMA 5309.01

ANALISIS SWOT
PT. POS INDONESIA

DISUSUN OLEH:

NAMA : JOHANNES SIMANJUNTAK


NIM : 530008283
UPBJJ : MEDAN
POKJAR : PANDAN

UNIVERSITAS TERBUKA
UPBJJ MEDAN
2019
BAB I
PENDAHULUAN

Dalam bisnis jasa pengiriman barang saat ini, pelayanan kepada pelanggan yang
baik menjadi prioritas utama. Beberapa pengiriman barang kerap kali menghadapi
hambatan dan kendala yang rnengakibatkan kerusakan, kehilangan, alamat yang dituju
tidak jelas, kesalahan rute (misroute), dan lain sebagainya pada barang kiriman
tersebut. Hal ini terjadi dikarenakan dua faktor, yakni faktor manusia (human error)
dan faktor alam (force majeure) sehingga menyebabkan keterlambatan untuk melakukan
pengiriman.
Kendala ini membuat pelayanan pengiriman barang tidak maksimal di mata
para pelanggan, menyebabkan tingkat kepercayaan pelanggan menurun sehingga ada
kemungkinan pelanggan beralih pada perusahaan jasa yang lain.
Guna mengantisipasi permasalahan tersebut, perusahaan perlu menjadikan
kualitas layanan dan kualitas kepuasan pelanggan sebagai instrumen menanggulangi
tingkat persaingan yang ketat. Tingginya permintaan pengiriman barang, perusahaan
harus mampu memberikan kepuasan terhadap pelanggannya. Yaitu dengan strategi yang
relevan sesuai dengan karakteristik produknya, melalui berbagai cara; misalnya dengan
memberikan produk yang mutunya lebih baik, harga lebih murah, pengantaran dan
penyerahan produknya lebih cepat, pelayanannya lebih baik bila dibandingkan dengan
apa yang diperbuat oleh pesaingnya. Menurut Hunger dan Wheelen ( 2001), manajemen
strategi adalah seperangkat keputusan san aksi manajerial yang menentukan kinerja
jangka penjang suatu perumusan strategi. Meliputi scanning lingkungan, perumusan
strategi (perencanaan strategik)’ dan pelaksanaan serta pengendalian dan evaluasi.
Studi mengenai manejemen strategi menekankan pada pemantauan dan evaluasi
peluang serta ancaman lingkungan berdasarkan analisis kekuatan dan kelemahan
organisasi. Mempersiapkan strategi bisnis yang baik, dapat dilakukan dengan berbagai
analisa. salah satu analisa yang dapat digunakan adalah analisis SWOT. Analisis
SWOT menurut Rangkuti (2008) adalah singkatan dari lingkungan Internal
Strengths dan Weaknesses serta lingkungan Eksternal Oppotunities dan Threats
yang dihadapi dunia bisnis. Analisis SWOT membandingkan antara faktor eksternal
Peluang (opportunities) dan Ancaman (threats) dengan faktor internal Kekuatan
(strengths), dan Kelemahan (weaknesses). Strategi ini dapat digunakan untuk menyusun
perencanaan strategi bisnis terutama dalam penyusunan jangka panjang sehingga arah
tujuan perusahaan akan dicapai dengan langkah langkah yang jelas. Analisis ini juga
dapat digunakan untuk mengambil keputusan dan penentuan langkah tepat yang harus
dipilih oleh perusahaan agar mampu bersaing dengan perusahaan jasa yang sejenis.
Perusahaan dapat memaksimal kan kekuatan internal yang dimilikinya dan mampu
memanfaatkan peluang yang ada agar dapat meraih kesuksesan serta mampu untuk
meminimalisir kelemahan dan ancaman
BAB II
HASIL DAN PEMBAHASAN

1. Analisis internal dan eksternal berdasarkan analisis SWOT dalam


merumuskan strategi bisnis.
1) Kekuatan (Strength)
Berdasarkan wawancara terdapat lima faktor internal kekuatan PT. POS Indonesia, yaitu
memiliki cabang di berbagai daerah, memiki armada pengiriman yang lengkap, memilki
jaminan asuransi untuk setiap pengiriman, mengutamakan keselamatan kerja dan yang
terakhir yaitu sudah memiliki nama baik di mata customer
2) Kelemahan (Weaknesses)
Berdasarkan wawancara kepada pihak terkait, terdapat lima faktor internal kelemahan
untuk PT. POS Indonesia, yaitu kurangnya fasilitas pada setiap cabang gudang,
kompetensi SDM yang lemah dalam bidang pengelolaan data, terlalu banyaknya
percobaan sistem unit proses penerimaan yang dilakukan pada PT.Pos Indonesia,
kurangnya sifat proaktif pada karyawan, dan belum lengkapnya peraturan pelaksanaan
pengelolaan dana termasuk SOP (standar operasi dan prosedur ).
3) Peluang (Opportunities)
Berdasarkan wawancara kepda pihak terkait, terdapat lima faktor eksternal peluang
untuk PT. POS Indonesia, yaitu tingginya permintaan jasa pengiriman saat ini,
perkembangan industri di Indonesia, perdangangan bebas, teknologi dan informasi yang
semakin bertkembang, dan mengembangkan jaringan bisnis dengan mitra usaha.
4) Ancaman (Threat)
Berdasarkan wawancara kepada pihak terkait, terdapat lima faktor eksternal ancaman
untuk PT. POS Indonesia, yaitu adanya pesaing perusahaan yang sama, harga yang
kompetitif dari competitor, Kegiatan promosi, penawaran layanan yang inovatif dan
menarik yang dilakukan oleh pesaing, Persaingan service yang kompetitif dengan
pesaing, customer berpindah pada perusahaan lain, dan adanya peraturan pemerintah
yang mengikat
2. Analisis SWOT faktor internal dan eksternal
1) Kekuatan ( Strenght )
Berdasarkan analisais SWOT faktor internal kekuatan, PT POS Indonesia memiliki
bobot sebesar (0.13) dan rating sebesar (3) dengan nilai tertimbang sebesar (0,39) untuk
kepemilikan cabang diberbagai daerah. Bobot sebesar (0.12) dan rating sebesar (2)
dengan nilai tertimbang sebesar (0,24) untuk kekuatan kepemilikan armada
pengiriman. Kekuatan ketiga PT POS Indonesia memiliki jaminan untuk setiap
kirimannya memperoleh bobot sebesar (0.12) dan rating sebesar (2) dengan nilai
tertimbang sebesar (0,24). Bobot sebesar (0.11) dan rating sebesar (3) dengan nilai
tertimbang sebesar (0,33) untuk kekuatan yang mengutamakan keselamatan. Faktor
internal kekuatan yang terakhir yaitu sudah memiliki nama baik dimata customer
memiliki bobot sebesar (0.13) dan rating sebesar (3) dengan nilai tertimbang sebesar
(0,39). Berdasarkan uraian bobot dari setiap faktor kekuatan, kepemilikan nama baik di
mata customer memiliki bobot tertinggi
2) Kelemahan
Berdasarkan analisis SWOT faktor internal kelemahan, PT. POS Indonesia
memiliki bobot sebesar (0.09) dan rating sebesar (1) dengan nilai tertimbang sebesar
(0,09) untuk kurangnya fasilitas pada setiap cabang gudang. Bobot sebesar (0.07) dan
rating sebesar (3) dengan nilai tertimbang sebesar (0,21) untuk kelemahan kompetensi
SDM dalam bidang pengelolaan data. Kelemahan lainnya yaitu terlalu banyaknya
percobaan sistem unit proses penerimaan dan pengiriman yang dilakukan di PT. Pos
Indonesia memiliki bobot sebesar (0.06) dan rating sebesar (2) dengan nilai tertimbang
sebesar (0,12). Bobot sebesar (0.09) dan rating sebesar (2) dengan nilai tertimbang
sebesar (0,18) untuk kelemahan kurangnya sumber daya manusia. Faktor internal
kelemahan PT. POS Indonesia yaitu belum lengkapnya peraturan pelaksanaan dana
termasuk sop (standar operasi dan prosedur), memiliki bobot sebesar (0.08) dan rating
sebesar (2) dengan nilay tertimbang sebesar (0,16). Berdasarkan uraian bobot dari
setiap faktor kelemahan, kelemahan kompeetensi SDM memiliki bobot tertinggi
3) Analisis Faktor Eksternal.
 Peluang
Terdapat lima faktor eksternal yang dimiliki oleh PT. POS Indonesia. Yang
pertama memiliki bobot sebesar (0.12) dan rating sebesar (2) dengan nilai tertimbang
sebesar (0,24) untuk peluang tingginya pesaing perusahaan dalam bidang yang sama.
Bobot sebesar (0.11) dan rating sebesar (2) dengan nilai tertimbang sebesar (0,22) untuk
peluang perkembangan industri Indonesia. Peluang ketiga yang dimiliki oleh PT. POS
Indonesia adalah perdagangan bebas dengan bobot sebesar (0.11) dan rating sebesar
(2) dengan nilai tertimbang sebesar (0,22). Teknologi dan informasi yang semakin
berkembang, peluang ini memiliki bobot sebesar (0.12) dan rating sebesar (3) dengan
nilay tertimbang sebesar (0,36). Peluang terakhir yaitu mengembangkan jaringan bisnis
dengan mitra usaha memiliki bobot sebesar (0.12) dan rating sebesar (3) dengan nilai
tertimbang sebesar (0,36). Berdasarkan uraian bobot dari setiap faktor peluang,
peluang perkembangan teknologi dan informasi serta jaringan bisnis memiliki bobot
tertinggi.
 Ancaman.
Berdasarkan analisis SWOT, PT POS Indonesia memiliki bobot sebesar (0.09) dan
rating sebesar (3) dengan nilai tertimbang sebesar (0,27) untuk ancaman pesaing
perusahaan dalam bidang yang sama. Ancaman kedua yaitu harga yang kompetitif
dari kompetitor memiliki bobot sebesar (0.08) dan rating sebesar (2) dengan nilai
tertimbang sebesar (0,16). Bobot sebesar (0.07) dan rating sebesar (2) dengan nilai
tertimbang sebesar (0,14) untuk ancaman kegiatan promosi, penawaran layanan yang
inovatif dan menarik PT POS Indonesia. Ancaman keempat yaitu persaingan service
yang kompetitif dengan pesaing memiliki bobot sebesar (0.09) dan rating sebesar (1)
dengan nilai tertimbang sebesar (0,09). Bobot sebesar (0.09) dan rating sebesar (2)
dengan nilai tertimbang sebesar (0,18) untuk ancaman berpindahnya customer ke
perusahaan lain. Berdasarkan uraian bobot dari setiap faktor ancaman, pindahnya
customer ke perusahaan lain memiliki bobot tertinggi.
3. Analisis Strategi Bisinis PT. Pos Indonesia.
Berdasarkan hasil Matriks IE, menunjukkan PT. Pos Indonesia berada pada posisi
sel V. Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan pada tumbuh dan membangun (grow and
build) dengan skor faktor internal sebesar (2,35) dan skor faktor eksternal sebesar
(2.24), yang dimana pada strateginya yaitu strategi intensif (penetrasi pasar,
pengembangan pasar, dan pengembangan produk) atau integrative (integrasi ke
belakang, integrasi ke depan, dan integrasi horizontal) Peluang bisnis yang ditangkap
PT. Pos Indonesia yaitu dengan menyediakan pelayanan barang dan jasa serta
memberikan solusi dalam bidang logistik yang terintegrasi misalnya seperti PT. Pos
Indonesia menyediakan layanan door to door dari mulai pick up, packing, dan
pengurusan dokumen hingga proses delivery sebagai contoh Perusahaan A ingin
mengirim dokemen melalui PT. Pos Indonesia maka pihak PT. Pos Indonesia yang
mengambil dokumen ke perusahaan A setelah itu pihak PT. Pos Indonesia sendiri
masuk yang melakukan packing termasuk menulis nama alamat dan pengiriman ke
konsumen. Dengan pelayanan yang diberikan tersebut akan membantu importir dan
eksportir. Sedangkan dalam pelayanan jasa PT. Pos Indonesia menawarkan
pelayanan pembayaran tagihan listrik, kartu kredit, tv kabel, kredit motor, asuransi
serta penyaluran dana pemerintah ( BOS ). Melihat bahwa PT. Pos Indonesia harus
terus dan mampu bersaing dengan perusahaan sejenis, maka PT. Pos Indonesia
harus mempuyai strategi salah satu strategi yang di miliki PT. Pos Indonesia
adalah memperluas jaringan dengan mitra lain,untuk menjalin hubungan
kerjasama tersebut. Membutuhkan sumber daya yang handal untuk memperoleh
pertumbuhan usaha dan kempuan yang signifikan. Kondisi inilah yang diharapkan
pada giliranya nanti dapat meningkatkan mitra kerja serta investor dalam
pelaksanaan kerjasama pelayanan pos. Melakukan perluasan dengan mitra lain,
meningkatkan pengetahuan, membuka pangsa pasar lebih luas, bisinis berkembang
lebih cepat, apabila mempuyai masalah akan mudah untuk memecahkan masalah
atau persolan, akan saling mendukung satu sama lain dan juga ada bannyak ide
untuk mengembangkan produk dan cara memasarkan yang lebih kreatif. Selain itu
tentu ada kerugian yang mungkin diperoleh. Oleh karena itu perlu adanya perjajian
awal yang dibuat oleh kedua belah pihak sebelum melakukan usaha agar dapat
mencegah terjadinya perselisihan yang mungkin terjadi.
4. Analisis sdm PT. Pos Indonesia.
SWOT merupakan singkatan dari Strenght ( kekuatan ), Weakness ( kelemahan ),
Opportunity ( peluang ), Threat ( ancaman ). Strenght adalah kekuatan yang dimiliki
sebuah perusahaan. Kekuatan yang dimaksud adalah suatu kelebihan yang dimiliki
perusahaan dalam mengelola kinerja perusahaannya. Antara lain kekuatan dalam
mengolah input (SDA, SDM, modal, dan manajemen ) untuk menghasilkan output yang
bernilai tinggi serta dapat bersang di dunia bisnis. Weakness adalah kelemahan-
kelemahan yang dimiliki perusahaan. Dalam hal ini setiap perusahaan harus mampu
meminimalkan dampak kelemahan yang mereka miliki terhadap kinerja perusahaan.
Mereka juga harus mampu menindaklanjuti kelemahan yang mereka miliki agar dapat
menemukan solusi dan strategi yang jitu untuk menembus pasar. Opportunity adalah
peluang perusahaan untuk meningkatkan daya saing serta untuk menciptakan inovasi-
inovasi baru dalam pemenuhan kebutuhan berupa produk-produk yang berkualitas di
pasaran. Peluang ini juga digunakan untuk memperluas jaringan pemasaran produk yang
mereka hasilkan. Threat adalah ancaman bagi perusahaan baik itu dari luar maupun dari
dalam. Ancaman yang datang dari dalam dapat berupa adanya perpecahan yang timbul
akibat suatu perbedaan tujuan dan pandangan antara satu divisi dengan divisi lain atau
salah paham antar individu atau kelompok dalam sebuah organisasi perusahaan.
Ancaman yang datang dari luar dapat berupa penilaian seputar dimensi makro, faktor-
faktor ekonomi ( naik turunnya harga bahan baku, krisis ekonomi ), sosial budaya,
pasar, biaya, pesaing, pelanggan, pemerintah, politik dan teknologi.
Strenght ( kekuatan )
PT. Pos Indonesia berkomitmen untuk memberikan solusi terhadap
permasalahan fungsi logistik pelanggan, dengan kerangka kerja yang bersinergi dan
bekerjasama untuk mencapai tujuan. Kepercayaan dan kejujuran, saling menghargai,
professional adalah budaya yang diterapkan oleh PT. Pos Indonesia. Strategi PT. Pos
Indonesia terfokus pada penciptaan nilai tambah bagi pelanggan melalui penurunan
harga, peningkatan layanan, implementasi yang lebih cepat dan fleksibel. Management
pada PT. Pos Indonesia adalah Management Unit Bisnis Total LogistikStrategic
diarahkan pada sebuah institusi yang dedicated dan fokus dengan orientasi utama pada
Total Solution kepada customer. Organisasi akan dikelola sebagai strategic business unit
( SBU) PT Pos Indonesia yang mengedepankan prinsip-prinsip pengelolaan bisnis
secara professional. Sumber daya yang dapat digunakan sepenuhnya sumber daya dan
kekuatan ( comparative advantages) yang dimiliki oleh PT. Pos Indonesia ( Persero)
dengan keunggulan pada pengelolaan yang focus dan dedicated. Sumber daya manusia
yang dimiliki oleh Unit Bisnis Total Logistik adalah mereka yang sudah terpilih (
selected people) yang telah mendapatkan berbagai pelatihan dan benchmark di bidang
Supply Chain Management, Integrated Logistics, Freight, dan Warehousing.
Pengalaman selama bertahun-tahun mengelola bisnis pos dengan kompetensi pada
saluran distribusi juga merupakan kekuatan yang diyakini mampu memberikan nilai
tambah. Kapasitas produksi yang dimiliki selain gedung, tanah, dan kendaraan yang
tersebar di seluruh Indonesia juga diperkuat dengan koneksi virtual dan kesisteman
jaringan yang sangat kuat antar satu node dengan node lainnya yang hingga saat ini
mungkin sulit disamai oleh pihak manapun juga. Jaringan layanan PT. Pos Indonesia
adalah jaringan layanan yang berbasis kepada pelanggan. Secara channel of distribution,
maka jaringan meliputi seluruh pelosok Indonesia yang meliputi tidak kurang dari 4.828
unit titik layanan tetap ( gedung kantor) dan 39.434 titik simpul distribusi. Freight
Forwarding akan dibangun dengan system konsolidasi dengan jumlah main hub
sebanyak 4 buah yang terletak di Batam, Jakarta Tanjung Priuk , Jakarta Sukarno-Hatta,
dan Denpasar. Titik konsolidasi terletak di kota-kota Medan, Batam, Jakarta, Bandung,
Semarang, Yogya, Solo, Surabaya, Makassar, dan Denpasar. Memberikan layanan jasa
ogistik secara paripurna dan customized yang senantiasa dapat diintegrasikan kepada
klien meliputi:
1. Integrated Logistics : Adalah sebuah konsep layanan Total Logistics yang
memungkinkan penanganan sebuah produk mulai dari hulu hingga hilir ( from tree
to toilet) yang berbasis pada konsep supply chain management ( scm) . Konsep
pelayanan ini memadukan tiga bidang bisnis logistic yaitu warehousing, Freight
Forwarding dan Transporting.
2. Freight Forwarding : Adalah sebuah konsep pelayanan yang diberikan kepada pihak-
pihak yang berkepentingan ( consignee) mulai dari pengurusan dokumen hingga
penanganan pengiriman barang mereka.
3. Transporting : Adalah suatu bentuk jasa trucking yang dibutuhkan customer untuk
memindahkan kiriman dari satu tempat ( pabrikasi) ke distribution center ( DC) atau
langsung ke retailer ( Point To Point) .
4. Warehousing : Adalah jasa layanan Distribution Center yang di dalamnya terdapat
aktivitas Cross Docking, Inventory, Product Marking & Labeling, Selected
Manufacturing Activities dengan dukungan IT System yang appropriate.
5. Kemitraan yang menjadi salah satu pilar key success factor akan di arahkan pada
penciptaan nilai tambah bagi customer. Kemitraan dengan pihak eksternal akan
dibangun dengan beberapa provider ( 3PL Logistics) yang bonafide dengan prinsip
win-win solution. Sedangkan kemitraan internal akan dibangun dengan prinsip
bundling services.
Weakness ( kelemahan )
1. Kurangnya iklan publikasi untuk informasi produk, karena kebanyakan masyarakat
Indonesia masih belum paham dengan cara kerja atau pun mekanisme dari produk –
produk yang ada dalam PT POS INDONESIA sehingga konsumen enggan dalam
menggunakan produk yang telah ada.
2. Kebanyakan produk – produk inovasi baru PT POS INDONESIA masih digunakan oleh
masyarakat menengah ke atas contohnya seperti mail online, terbatasnya jaringan online
di masyarakat itulah yang jadi hambatan karena tidak semua orang memiliki jaringan
internet.
3. Masyarakat Indonesia masih belum percaya dengan keamanan informasi di Indonesia
karena banyaknya problem dan tragedy yang terjadi belakangan ini di dalam negeri.
Oleh sebab itu meyakinkan dan memberikan keamanan informasi produk – produk PT
POS INDONESIA adalah tugas utama agar masyarakat kembali percaya dan tidak takut
tentang hal hack system yang sedang marak belakangan ini.
Opportunity ( peluang )
Jasa antaran lebih cepat dan terpercaya di dalam negeri atau secara terbatas ke
luar negeri melalui kerja sama dengan pemainpemain besar, seperti yang dilakukan U.S.
Postal Service dengan DHL dan FedEx.
Threat ( ancaman )
Teknologi informasi memang bisa menjadi enabler bagi kemajuan perusahaan.
Namun, di sisi lain, juga kerap membawa instabilitas terhadap bisnis satu perusahaan.
Maraknya penggunaan Internet dan mobile phone yang mendorong komunikasi lisan
melalui telepon atau tertulis (e-mail dan SMS) yang berdampak pada bisnis jasa
pengiriman pos.
Di luar itu, masih ada masalah lain yang menurutnya mengganggu kinerja
perusahaannya. Persepsi sebagai perusahaan negara, diakuinya, membuat SDM menjadi
kurang berjiwa kompetitif. Kemapanan status sebagai pegawai BUMN dan pemain
tunggal di bisnis jasa pengiriman surat dan logistik sangat kuat di benak karyawan. Citra
demikian berdampak negatif terhadap etos kerja karyawan yang berjumlah hampir 26
ribu orang. Dalam mencari dan menangkap berbagai peluang bisnis yang bisa menjadi
sumber pendapatan perusahaan, karyawan lebih banyak bersikap menunggu
dibandingkan menjemput bola. Tak heran jika jiwa entrepreneurship di sini tidak
berkembang dengan baik. Hal ini membuat PT. Pos Indonesia menjadi tidak aware dan
kurang sigap dalam mengantisipasi perkembangan dan persaingan di bisnis sejenis.
Proses- Proses SDM
Proses adalah metode atau cara sistematis dalam melakukan atau menangani suatu
kegiatan. Untuk memperoleh, mempertahankan, dan mengembangkan sumber daya
manusia yang potensial, perusahaan harus melakukan serangkaian proses manajemen
sumber daya manusia yang dimulai dari tahap perencanaan SDM, rekrutmen, seleksi,
perjanjian kerja, orientasi dan penempatan, pelatihan dan pengembangan karyawan,
penilaian kinerja, imbal jasa sampai dengan pemutusan hubungan kerja (PHK).
Ada pun proses SDM yang terdapat pada PT. Pos Indonesia (Persero)
 Perencanaan Sumber Daya Manusia
Perencanaan merupakan langkah awal yang sangat menentukan keberhasilan
organisasi. Perencanaan yang kurang baik sama saja dengan membuat rencana untuk
gagal. Adapun perencanaan sumber daya manusia merupakan proses di mana manajer
memastikan bahwa mereka memiliki jumlah dan jenis orang-orang yang tepat di tempat
serta waktu yang juga tepat. Melalui perencanaan, organisasi bisa menghindarkan diri
dari kekurangan dan kelebihan personel yang mendadak. Pada PT. Pos Indonesia
memiliki sistem penetapan SDM. Berbagai bentuk struktur organisasi memiliki ciri
khusus maupun memiliki kelebihan serta kekurangan. Satu langkah penting yang harus
dilakukan oleh pelaksana fungsi SDM, karena merupakan muara dari beragam tugas dan
informasi yang dapat digunakan untuk melaksanakan fungsi-fungsi SDM, seperti
perekrutan, seleksi, pelatihan, konpensasi, dan evaluasi kerja setiap departemen.
 Rekrutmen
Dalam proses rekrutmen, perusahaan dapat menggunakan dua sumber, yaitu
sumber internal dan sumber eksternal. Beberapa perusahaan mempunyai kebijakan
promotion from within, yaitu mengutamakan pengisian jabatan yang lowong dengan
memprioritaskan promosi kepada karyawan internal perusahaan. Namun, sebenarnya
mekanismenya tidak hanya promosi, tetapi juga rotasi dan demosi. Kalau promosi
merupakan kenaikan jabatan, sedangkan rotasi adalah perpindahan jabatan pada level
yang sama, dan demosi adalah penurunan jabatan.
PT. Pos Indonesia (Persero) melakukan rekrutmen dengan persyaratan tertentu. Seperti;
 Warga Negara Indonesia (WNI) yang dibuktikan dengan Kartu Tanda Penduduk.
 Pendidikan min. S1
 Berasal dari jurusan :
 Akuntansi
 Teknik Informatika
 Manajemen
 Komunikasi
 Hukum
 Hubungan Internasional
 Administrasi Bisnis
 Psikologi
 MIPA
 Teknik Industri
 Studi Pembangunan
 Teknik Sipil
 IPK min. 2.70
 Diutamakan memiliki pengalaman kerja di Bidang Perbankan, Bidang Logistik,
Bidang Kurir, Bidang Ritel minimal 2 tahun.
 Usia pada tanggal 1 November 2016tidak lebih dari 30 tahun.
 Bersedia mematuhi seluruh ketentuan rekrutmen.
 Memiliki Surat Keterangan Tata Cara Pendaftaran Kepolisian (SKCK) dan Surat
Keterangan Bebas Narkoba.
 Sehat jasmani dan rohani yang dinyatakan dengan surat keterangan dokter.
 Bersedia ditempatkan di unit kerja PT Pos Indonesia (Persero) di seluruh
wilayah Republik Indonesia dengan membuat Surat Pernyataan.
 Bagi pelamar berstatus bujangan bersedia tidak menikah selama masa program
pembelajaran dengan membuat Surat Pernyataan.
 Seleksi
Setelah memiliki sejumlah kandidat, langkah selanjutnya dalam proses manajemen
sumber daya manusia adalah seleksi, yaitu menyaring para pelamar kerja untuk
menentukan siapa yang paling memenuhi kualifikasi atas pekerjaan tersebut. PT. Pos
Indonesia melakukan seleksi berdasarkan ketentuan-ketentuan
 Tes Administrasi
PT. Pos Indonesia melakukan tes kepada calon karyawan dengan melihat apakah
calon karyawan memenuhi syarat-syarat yang telah ditentukan.
 Tes Psikotes
Tes psikotes merupakan sebuah tahapan yang digunakan oleh para psikolog yang
tentunya diberikan mandat oleh PT. Pos Indonesia untuk mendapatkan berbagai
macam informasi mengenai kondisi psikologis dari seseorang yang merupakan
calon pegawai ataupun karyawan tersebut.
 Tes Kesehatan
PT. Pos Indonesia melakukan tes kesehatan kepada calon karyawan agar
mendapatkan karyawan yang sehat jasmani dan rohani.
 Tes Wawancara
PT. Pos Indonesia melakukan tes wawancara terhadap calon karyawan agar
mendapatkan informasi tentang calon karyawan.
 Perjanjian Kerja
Setelah proses seleksi, tahap berikutnya yaitu masuk dalam proses perikatan
yang dilakukan melalui perjanjian kerja antara karyawan dan perusahaan. PT. Pos
Indonesia melakukan perjanjian kerja dengan kedua pihak. Yang mana perjanjian
tersebut terdapat penempatan kerja, hak dan kewajiban karyawan, dll.
 Orientasi Dan Penempatan
Adapun penempatan karyawan baru merupakan serah terima karyawan baru kepada unit
kerja yang membutuhkan dan kepada pimpinan langsung. Dengan demikian, calon
karyawan itu akan dapat mengerjakan tugas-tugasnya pada jabatan bersangkutan.
Sebelum melakukan tes PT. Pos Indonesia mengimpormasikan bahwa calon karyawan
bersedia menempati jabatan di sesuai wilayah yang telah di tentukan.
Pelatihan
Pelatihan (training) merupakan suatu proses yang sistematis untuk mengubah
perilaku tertentu dari tenaga kerja agar selaras dengan pencapaian tujuan perusahaan.
Pelatihan ditujukan untuk meningkatkan keahlian (skill) dan kemampuan (abilities)
untuk mengerjakan tugas saat ini dan membantu tenaga kerja untuk menguasai keahlian
dan kemampuan tertentu yang dibutuhkan. Sedangkan pengembangan lebih ditujukan
untuk meningkatkan keahlian konseptual dan pengembangan pribadi yang dibutuhkan
manajer untuk menempati jabatan yang lebih tinggi di masa mendatang.
 Penilaian Kerja
Setelah karyawan diterima, ditempatkan, dan dipekerjakan maka tugas manajer
selanjutnya adalah melakukan penilaian prestasi karyawan. Penilaian kinerja di
antaranya dilakukan untuk memberikan umpan balik kepada karyawan sebagai upaya
memperbaiki kinerja karyawan dan organisasi.
 Imbalan Jasa
Imbal jasa sering kali dikaitkan dengan kompensasi dan tunjangan. Agar tenaga kerja
dapat terus menerus memberikan kontribusi yang positif bagi perusahaan, tenaga kerja
tersebut harus diberikan kompensasi yang sepadan atas kinerja yang telah mereka
tunjukkan.
 .Pemberhentian
1. Pemutusan Hubungan Kerja Sementara
PT. Pos Indonesia memberikan cuti kepada karyawan dengan alasan tertentu.
2. Pemutusan Hubungan Kerja Permanen
PT. Pos Indonesia memutuskan hubungan kerja untuk selamanya terhadap karyawan
dengan alasan usia karyawan, kinerja karyawan, terjadinya krisis moneter.
BAB III

KESIMPULAN
Berdasarkan analisa di atas, posisi PT. Pos dalam Matriks IE berada dalam kuadran V,
yaitu stabilitas. PT. Pos sebaiknya melakukan strategi intensif dengan meningkatkan
pangsa pasar untuk produk atau jasa dipasaran, diantaranya melalui upaya kegiatan
promosi yang lebih gencar atau meningkatkan mutu pelayanan kepada konsumen serta
menambah jumlah armada yang beroperasi. Seperti kekuatan yang dimiliki seperti
jaringan atau cabang yang tersebar diseluruh indonesia guna untuk memudahkan
konsumen melakukan pengiriman diberbagai daerah. Hal ini dapat membantu PT.
Pos Indonesia dalam menghadapi pesaing yang menghambat eksistensi dalam melayani
para konsumen. Selain itu dengan nama atau merek yang sudah cukup terkenal dan
menjalin kerja sama dengan perusahaan-perusahaan yang memiliki reputasi yang baik.
Tabel I Internal Factor Evaluation

No Indikator Faktor Internal Bobot Rating Skor


Kekuatan :
Sudah memiliki cabang perusahaan di berbagai
1 0.13 3 0.39
daerah
2 Memiliki kelengkapan armada pengiriman 0,12 2 0.24
Memiliki jaminan (assurance) pada setiap
3 0.12 2 0.24
kiriman
4 Mengutamakan keselamatan kerja 0.11 3 0.33
5 Sudah memiliki nama baik dimata customer 0.13 3 0.39

Sub Total Kekuatan 0.61 1.59


Kelemahan :

1 Kurangnya fasilitas pada setiap cabang 0.09 1 0.09

Kompetensi SDM yang lemah dalam bidang


2 0.07 3 0.21
pengelolaan data
Terlalu banyaknya percobaan sistem unit proses
3 0.06 2 0.12
penerimaan dan pengiriman
4 Kurangnya sifat proaktif pada karyawan 0.09 2 0.18
Belum lengkapnya peraturan pelaksanaan
5 pengelolaan dana termasuk sop (standar operasi 0..08 2 0.16
dan prosedur)
Sub Total Kelemahan 0.39 0.76
Total 1 2,35

Tabel II Eksternal Factor Evaluation


No Indikator Faktor Eksternal Bobot Rating Skor
Peluang :
1 Tingginya jasa pengiriman saat ini. 0.12 2 0.24
2 Perkembangan industri indonesia 0.11 2 0.22
3 Perdangangan bebas. 0.11 2 0.22
Teknologi dan informasi yang semakin
4 0.12 3 0.36
berkembang.
Mengembangkan jaringan bisnis dengan mitra
5 0.12 3 0.36
usaha.
Sub Total Peluang 0.58 1.4
Ancaman :
1 Adanya pesaing perusahaan yang sama 0.09 3 0.27
2 Harga yang kompetitif dari kompetitor 0.08 2 0.16
Kegiatan promosi, penawaran layanan yang
3 inovatif dan menarik yang dilakukan oleh 0.07 2 0.14
pesaing
Persaingan service yang kompetitif dengan
4 0.09 1 0.09
pesaing.
5 Pindahnya customer keperusahaan lain 0.09 2 0.18
Sub Total Ancaman 0.42 0.84
Total 1 2.24
Table III Matriks SWOT
DAFTAR PUSTAKA

Fred R David; 2011, Strategic Management, Salemba Empat, Jakarta.


Freddy Rangkuti; 2008, Analisis SWOT, PT.Gramedia Pustaka Utama, Jakarta. Hunger,
David dan Wheelen, Thomas; 2001, Manajemen Strategis, Andi, Yogyakarta.
Nazir, Moh, 2011 Metode Penelitian. Bogor: Ghalia Indonesia.