Anda di halaman 1dari 38

RELOKASI PEMBANGUNAN

PUSKESMAS BUKIT TIMAH (DAK)


PENDAHULUAN

Deskripsi dan Gambaran Proyek

Deskripsi Proyek
Nama Kegiatan : Pembangunan Puskesmas
Nama Pekerjaan : Relokasi Pembangunan Puskesmas Bukit Timah ( DAK )
Lokasi : Bukit Timah Kota DUmai
Sumber Dana : DAK Dinas Kesehatan Kota Dumai Tahun Anggaran 2019
HPS : Rp. 5.999.680.513,50

Gambaran Proyek
“Pembangunan Puskesmas Bukit Timah merupakan suatu kebutuhan yang sangat
mendesak bagi peningkatan sarana dan prasarana kesehatan Pemerintah Kota Dumai.
Untuk melaksankan tugas pokok dan fungsi Dinas Kesehatan Kota Dumai di kawasan
Bukit Timah Kecamatan Dumai Selatan maka perlu dibangun sebuah gedung
Puskesmas yang representatif sehingga dapet memberikan peningkatan pelayanan
kesehatan pada masyarakat Kecamatan Dumai Selatan dan Kota Dumai.”

Lingkup Pekerjaan
1. PEKERJAAN PERSIAPAN, meliputi pekerjaan Pek. Pas. Papan Nama Proyek, Iuran BPJS
Ketenagakerjaan, Mobilisasi & Demobilisasi alat berat/pancang, Pek. Striping lapisan dasar
t= 20 cm (buang humus) 40mx80m, Pek. Urugan Tanah Timbun Menaikkan Muka Tanah,
Pek. Pengukuran dan bouwplank.

2. PEKERJAAN TANAH DAN PONDASI, meliputi Pekerjaan Pek. Minipile 20x20 cm, Pek.
Pemotongan Kepala Tiang Pancang 20 x 20 cm, Pek. Galian tanah pondasi, Pek. Urugan
kembali bekas galian, Pek. Urugan pasir bawah pondasi.

3. PEKERJAAN STRUKTUR, meliputi Pekerjaan Cor lantai kerja (K125), Pek. Pondasi
setempat (PC1) & (PC1'), Balok Sloof (BS1) Ukuran 20/40 cm , Balok Sloof (BS2) ukuran
15/30 cm, Kolom Pedestel (K1), Kolom Pedestel (K2), Kolom (K1), Pek. Kolom (K2),
Kolom (Kp) ukuran 13/13 cm, Balok (BL2) ukuran 13/20 cm El. + 2.30, Balok (BL1)
ukuran 20/30 cm El. + 2.98, Balok (BL2) ukuran 13/20 cm El. + 2.98, Plat Sun Scren beton
El. + 3.00, Balok Dag (B1) Ukuran 25/60 cm El. + 4.00 , Balok Dag (B2) Ukuran 20/40 cm
El. + 4.00, Balok Dag (BA) Ukuran 20/30 cm El. + 4.00, Plat Dag beton El. + 4.00, dan
Balok (RB) ukuran 13/15 cm El. + 5.00.

4. PEKERJAAN DINDING & PLESTERAN, meliputi Pekerjaan Pondasi 1 Batu Bata camp.
1:4, Raben Pondasi camp. 1:4, Dinding 1/2 batu bata camp. 1:4, Plester Dinding camp. 1:4,
Pekerjaan Acian Dinding, Dinding keramik kamar mandi, Border dinding keramik kamar
mandi (10/20), dan Pek. Pas. Dinding granite gawangan pintu (25x40).

5. PEKERJAAN PINTU DAN JENDELA ALUMUNIUM, meliputi Pekerjaan Pintu P1, Pintu
P2, Pintu P3, Pintu P4, Pintu P5, Pintu P6, Pintu P7, Pintu Jendela PJ1, Pintu Jendela PJ2,
Pintu Jendela PJ3, Pintu Jendela PJ4, Jendela J1, Jendela J2, Jendela J3, Boovenlight BV1,
Boovenlight BV2, Boovenlight BV3, Boovenlight BV4, dan Boovenlight BV5.

6. PEKERJAAN KUDA-KUDA & ATAP, meliputi Pekerjaan Pek. Pas. Kuda-kuda


Konstruksi Baja Ringan, Pek. Pas. Atap Bitumen ex. Onduline tile, Pek. Pas. Perabung dan
Jurai Atap, Pek. Pas. Talang air, dan Pek. Pas. Listplank GRC.
7. PEKERJAAN PLAFOND, meliputi Pekerjaan Pas. Rangka plafond metal furing + Plafond
PVC termasuk list, Pek. Pas. Plafond ACP + rangka, Pek. Pas. Plafond PVC Peri-peri
rangka Metal fuuring + list.

8. PEKERJAAN LANTAI, meliputi Pekerjaan Pek. Urugan tanah bawah lantai dipadatkan,
Pek. Urugan pasir, Pek. Cor Lantai beton (K.175), Pek. Pas. Lantai Homogeneus Tile 60 x
60 cm (unpolish) Niro Granite, Pek. Pas. Lantai Homogeneus Tile 60 x 60 cm Niro Granite,
Pek. Pas. Lantai keramik 20 x 20 cm, Pek. Pas. Plint granit 10 x 60 cm.

9. PEKERJAAN INSTALASI LISTRIK, meliputi Pekerjaan :


- Pek. Pas. Titik Lampu & Stop Kontak
- Pek. Pas. Instalasi Titik Ac
- Pek. Pas. Stop Kontak
- Pek. Pas. Saklar Ganda
- Pek. Pas. Saklar Tunggal
- Pek. Pas. Saklar Triple
- Pek. Pas. Lampu Downlight LED 7 watt
- Pek. Pas. Lampu Bulb LED 7 watt + Fitting
- Pek. Pas. Lampu RM Indoor 2 x 18 watt
- Pek. Pas. Lampu Baret Kotak LED 17 watt
- Pel. Pas. MCB AC
- Pek. Pas. Panel SDP Komplit
- Pek. Pas. Panel Lampu
- Pek. Pas. Panel AC
- Pek. Pas. Kabel Tray 300 x 100 mm + Support, klem, bechel, cover, etc ( terpasang )
- Pel. Penangkal Petir Tunggal Radius 150m Air Thomash
- Pek. Biaya Penyambungan listrik dari PLN
- Pek. Pas. AC Split Window 1 PK Sharp Inverter
- Pek. Pas. AC Split Window 2 PK Sharp Inverter

10. PEKERJAAN INSTALASI OKSIGEN, meliputi Pekerjaan Panel control, Pipa tembaga
brascco astm B-88 ASTM b-819 Ø 20 mm, Pipa tembaga brascco astm B-88 ASTM b-819
Ø 15 mm, Out Late 02 type dinding, Presure Gauge, Regulator, dan Gate Valve.

11. PEKERJAAN INSTALASI AIR, meliputi Pekerjaan Inst. Air bersih, Pek. Inst. Air buangan
KM/WC Dari Closed, Pek. Inst. Air bekas, Pek. Inst. Air bekas dari atap dag ( vertikal
drain), Pek. Pas. Handrail KM uk 50cm Stainlessteel, Pek. Pas. Spoelhook, Pek. Pas. Jet
washer, Pek. Pas. Kran Shower, Pek. Pas. Wastafel Toto + Kaca, Pek. Pas. closet Jongkok
Toto, Pek. Pas. Closet Duduk Toto, Pek. Pas. Meja Beton & Sink Stailes Steel, Pek. Pas.
Kran Air 3/4 ", Pek. Pas. Floor Drain, dan Pek. Septic Tang Kap. 4.500L + resapan.

12. PEKERJAAN PENGECATAN, meliputi Pekerjaan Pek. Cat Air Dinding Eksterior
Wheathershield ex. Dulux, Pek. Cat Air Dinding Interior ex. Dulux, dan Pek. Cat Minyak
List Plank.

13. PEKERJAAN RAAM TANGGA, meliputi Pekerjaan Cor Balok sloof, Pek. Cor Plat raam,
Pek. Plesteran lantai + acian tali air , Pek. Pas. Railing ram pipa galvanis, dan Pek. Pas. Grill
parit ram.

14. PEKERJAAN ACP, meliputi Pekerjaan Pasang ACP + rangka, Pek. Pas. Huruf acrilic LED
(terpasang) tinggi 45 cm, dan Pekerjaan ACP Ukir CNC Motif Melayu.
15. PEKERJAAN LUAR BANGUNAN, meliputi Pekerjaan Pek. Rabat keliling bangunan, Pek.
Parit keliling bangunan, Pek. Pas. Bak Kontrol Saluran Keliling, dan Pek. Water Proofing
Daag Coating + Screed ex. Sika.

16. PEKERJAAN JALAN BETON, meliputi Pekerjaan Pengukuran & Pematokan, Pek. Urugan
pasir T= 5cm, Hamparan Pelastik Hitam, dan Pek. Cor Badan Jalan Beton K-225 T= 20cm
lebar = 4m panjang jalan masuk 21m; jalan keluar 21m; Jalan depan 40m.

17. PEKERJAAN GROUND WATER TANK (GWT), meliputi Pekerjaan Pek. Pengukuran &
Pemasangan bouwplank, Galian Tanah GWT, Pek. Urugan Pasir, Pek. Cor Lantai Kerja
(K125), Pek. Cor Cor Beton Ground Water Tank, dan Pek. Water Profing GWT coating +
Screed ex. Sika.

18. PEKERJAAN TOWER BAJA SIKU TINGGI 7,5M, meliputi Pekerjaan Pemancangan
Minipile 20x20, Pemotongan kepala tiang, Galian tanah untuk pondasi, Urugan kembali
bekas galian, pasir bawah pondasi, lantai kerja 1:3:5, Pondasi setempat (PC1), Kolom
30X30 cm, Balok Sloof (BS1) Ukuran 20/40 cm, Pek. Pas. Angkur Bolt 19mm pajang
50cm, dan Pek. Instalasi Tower Baja & Pengelasan

Volume Pekerjaan
Rincian volume pekerjaan dapat dilihat pada Daftar Kuantitas dan harga yang terdapat di
dokumen penawaran. Kuantitas tersebut merupakan estimasi/perkiraan awal, sedangkan
kuantitas pekerjaan aktual diketahui setelah pekerjaan pengukuran dan perhitungan bersama
selesai dilaksanakan. Kuantitas pekerjaan aktual hasil perhitungan bersama ini kemudian akan
dituangkan dalam Berita Acara Mutual.

PERSIAPAN PELAKSANAAN LAPANGAN


Dalam suatu penanganan sebuah pembangunan yang besar dan kompleks, sangat diperlukan
persiapan pelaksanaan lapangan di awal konstruksi yang dilakukan secara matang. Sehingga
pada saat pelaksanaan/konstruksi lapangan tidak akan mengalami hambatan yang dapat
mengganggu schedule pelaksanaan maupun kualitas dari pelaksanaan pekerjaan di lapangan.
Persiapan pelaksanaan pekerjaan lapangan dapat diuraikan dalam 3 item, yaitu :
 Penyediaan fasilitas lapangan (site installation)
 Penanganan dampak lingkungan dan dampak sosial
 Peralatan kerja.

Penyediaan fasilitas lapangan :


Penyediaan fasilitas lapangan sebagai penunjang utama pelaksanaan lapangan, terdiri dari :

a. Kick of Meeting (Pre Contract Meeting)


Setelah Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) diterbitkan oleh pihak Pemberi Kerja (owner), maka
koordinasi awal antara Owner dengan kontraktor pelaksana adalah Kick off Meeting (Pre
Contract Meeting). Dalam Kick of meeting (Pre Contract Meeting) diharapkan terjadi interaksi
antara ke dua belah pihak, dimana materi interaksi tersebut adalah sebagai berikut:
- Kedua belah pihak memperkenalkan organisasinya masing-masing dalam penanganan proyek
ini. Dan kontraktor pelaksana, akan menyampaikan organisasinya yang secara resmi berlaku
di dalam menangani Proyek ini terutama menyangkut koordinasi antar jabatan, bagian dan
departemen.
- Owner akan menjelaskan Prosedur yang harus disesuaikan, diikuti dan dikoordinasikan oleh
kontraktor pelaksana dalam penanganan Proyek ini, khususnya prosedur perencanaan
pelaksanaan/shop drawing, persetujuan metode pelaksanaan, persetujuan material,
pemeriksaan pelaksanaan dan spesifikasi teknis.
- Owner diharapkan akan menjelaskan tentang segala sesuatunya untuk proyek ini, yaitu
lingkup pekerjaan, dampak lingkungan, dsb.

Dari hasil kick off meeting (Pre Contract Meeting) inilah kontraktor pelaksana akan melakukan
tindak lanjut untuk persiapan pekerjaan lapangan, yang mana diharapkan akan memberikan
kelancaran dan kesempurnaan pelaksanaan pekerjaan utama dari Proyek ini.

b. Serah Terima Lahan dari Owner, Perijinan pelaksanaan lapangan


Surat Serah Terima Lahan akan diterbitkan oleh Owner kepada Penyedia Jasa untuk mengelola
pembangunan proyek ini yang berlaku selama durasi kontrak (Contract Period). Apabila pada
waktu awal eksekusi lapangan terindikasi ada perbedaan ukuran dari gambar dokumen tender
dan hasil survey, maka hal ini perlu di klarifikasikan dan dikoordinasikan dengan Owner.

Perijinan untuk kelancaran eksekusi lapangan adalah hal yang penting dan utama, karena
menyangkut koordinasi dengan instansi lain / pihak ke-III yang dapat mempengaruhi kelancaran
pelaksanaan di lapangan.

c. Mobilisasi Peralatan dan Tenaga Kerja


Pekerjaan mobilisasi adalah meliputi pekerjaan :
- Mobilisasi semua staf supervisi konstruksi dan semua pekerja yang diperlukan untuk
pelaksanaan dan penyelesaian pekerjaan.
- Mobilisasi peralatan pancang.
- Mobilisasi dan pemasangan peralatan konstruksi.
- Pembelian atau sewa lahan untuk keperluan base camp
- Demobilisasi peralatan dan tenaga kerja dari area daerah kerja

Program Mobilisasi ini dibuat dan disesuaikan dengan rencana waktu pelaksanaan pekerjaan.

d. Kantor Sementara, Base Camp dan fasilitas kantor sementara / Temporary Office
Dalam menunjang kelancaran mobilisasi personil, peralatan dan bahan/material, maka dibuat
perencanaan bahwa fasilitas temporary site office adalah bangunan sementara, sedangkan Barak
Pekerja berada di luar lokasi area pekerjaan.

Komposisi bangunan base camp dan temporary office, terdiri dari:


- Temporary office untuk kantor manajemen proyek dan direksi, dilengkapi dengan papan
nama proyek, mushalla dan toilet. Temporary office akan dilengkapi meja, kursi dan lemari
untuk keperluan bekerja dan Ruang Rapat.
- Fasilitas pengamanan proyek berupa pagar proyek, gerbang proyek dan pos jaga (keamanan).
- Gudang proyek.
- Los kerja potong & bengkok besi, los kerja kayu, dan lainnya.
- Car washing bay

Penanganan Dampak lingkungan dan dampak sosial


Dampak lingkungan dan sosial proyek terutama ditinjau dari pengaruh aktifitas proyek terhadap
lingkungan sekitar. Untuk antisipasi dampak lingkungan dan sosial ditekankan pada manajemen
material traffic, polusi suara dan debu. Untuk mengurangi dampak sosial yang timbul, akan
dipertimbangkan pemakaian tenaga kerja lokal semaksimal mungkin sesuai dengan kemampuan
dan kesempatan yang tersedia.

Peralatan kerja
Peralatan kerja merupakan sarana pendukung utama untuk pelaksanaan lapangan karena tanpa
peralatan yang memadai, maka pelaksanaan lapangan akan sulit dilakukan.
Penyediaan peralatan kerja sesuai daftar alat yang terlampir, antara lain :
- Alat Pancang : 1 unit
- Excavator : 1 unit
- Bulldozer : 1 unit
- Dump Truck : 1 unit
- Mobil Pickup : 1 unit
- Concrete Mixer : 2 unit
- Concrete Vibrator : 1 unit
- Genset : 1 unit
- Pompa Air : 1 unit
- Mesin Las : 1 unit
- Theodolite : 1 unit
- Waterpass : 1 unit

Site Layout Pekerjaan


Agar pekerjaan dapat berjalan sesuai jadwal dan tepat waktu, dalam hal ini kami mengatur dan
menata lokasi pekerjaan sedemikian rupa agar semua pekerjaan dapat berjalan secara simultan,
tata letak lokasi ini kami integrasikan dengan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan
kerja di lokasi.

METODA PELAKSANAAN PEKERJAAN


Setelah semua persiapan Lapangan selesai, maka pekerjaan konstruksi dapat mulai dilaksanakan.

PEKERJAAN PERSIAPAN
Pek. Pas. Papan Nama Proyek
Papan nama Proyek dibuat dari Bahan sesuai dengan yang ditentukan oleh Pejabat Pembuat
Komitmen. Papan Nama Proyek berisikan data-data proyek yaitu : Nama Kegiatan, Nama
Pekerjaan, Nomor Kontrak, Nilai Kontrak, Jangka Waktu Pelaksanaan, Nama Penyedia Jasa,
instansi pemilik proyek, Nama Konsultan Pengawas / Direksi, Waktu Mulai Pelaksanaan dan
sumber dana. Papan Nama Proyek dibuat menurut ketentuan Pengawas dan dipasang pada
tempat yang mudah dilihat oleh umum dan harus sudah terpasang pada saat pekerjaan persiapan
dilaksanakan.

Iuran BPJS Ketenagakerjaan


Sesuai aturan dari BPJS Ketenagakerjaan mengenai besaran dan tata cara pembayaran.

Pek. Pengukuran dan bouwplank.


Sebelum dilaksanakan pekerjaan utama, perlu dilakukan pengukuran ulang lapangan untuk
memastikan data yang ada di dokumen pengadaan sama dengan data real dilapangan. Kami akan
melengkapi peralatan pengukuran yang diperlukan untuk mendapatkan data yang akurat pada
setiap kegiatan pekerjaan seperti Theodolit dan Waterpass. Kami Bertanggung jawab atas
tepatnya pelaksanaan pekerjaan menurut bentuk ukuran-ukuran dan mutu yang tercantum dalam
rencana kerja dan Spesifikasi Teknis pekerjaan ini. Kami juga berkewajiban mencocokkan
ukuran-ukuran satu sama lain dan segera melaporkan kepada Direksi Pekerjaan bilamana
terdapat ketidak cocokan ukuran-ukuran didalam gambar rencana, dan tidak diperkenankan
membetulkan kesalahan-kesalahan ukuran / gambar-gambar sebelum berkonsultasi dengan
Direksi Pekerjaan / Konsultan Pengawas Lapangan.
Apabila terdapat ketidak sesuaian ukuran-ukuran, maka pengukuran bersama dijadikan patokan.
Hasil pengukuran tersebut lalu akan dituangkan dalam bentuk Shop Drawing yang dibuat oleh
Drafter Kami dan diawasi oleh Direksi Teknis. Shop Drawing apabila telah mendapat
persetujuan (ditandatangani) oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan Konsultan Supervisi
selanjutnya menjadi acuan gambar yang digunakan untuk pelaksanaan pekerjaan.
Pengukuran dan penentuan peil lantai harus dilakukan terlebih dahulu, pengukuran sebaiknya
menggunakan alat ukur yang telah disetujui terlebih dahulu oleh Direksi. Titik ± 0,00 cm untuk
permukaan lantai bangunan ditetapkan bersama‐sama Direksi, Konsultan Pengawas dan
Kontraktor dan dinyatakan dengan suatu patok tetap tertanam cukup kuat dalam tanah atau
disesuaikan dengan gambar rencana yang diberi warna/tanda jelas Ketinggian lantai dengan
permukaan tanah setempat didasarkan pada elevasi pada gambar rencana. Satu sama lain yang
menyimpang dari hal‐hal tersebut diatas akan ditentukan oleh Direksi Lapangan.

Mobilisasi & Demobilisasi alat berat/pancang


Sesuai dengan analisa harga satuan pekerjaan, Mobilisasi & Demobilisasi alat berat/pancang
dilaksanakan menggunakan Crane. Tiang pancang adalah produk pabrikasi dengan spesifikasi
sesuai standar spesifikasi yang ditentukan. Sebelum diangkut ke lokasi pekerjaan, dilakukan
pengetesan kekuatan beton dengan alat hammer test untuk mengetahui apakah kekuatan beton
tiang pancang telah sesuai dengan syarat yang ditentukan. Jika sudah sesuai Tiang pancang beton
dari stock pile dapat diangkut ke lokasi kerja menggunakan truck trailer.

Di lokasi kerja tiang pancang diturunkan dan ditumpuk menggunakan crane. Lakukan
penumpukkan sheet pile sedekat mungkin dengan lokasi pemancangan sehingga dapat dijangkau
langsung oleh Crane, sehingga penggunaan Crane service dapat diminimalkan.
Pek. Striping lapisan dasar t= 20 cm (buang humus) 40mx80m
Pekerjaan stripping/kupasan lapisan dasar meliputi pekerjaan pembersihan area proyek dari
humus dengan menggunakan bulldozer. Pekerjaan stripping/kupasan lapisan dasar dilaksanakan
di areal penggalian tanah yang mana nantinya dari galian tanah tersebut akan ditimbun dengan
material timbunan.

Pek. Urugan Tanah Timbun Menaikkan Muka Tanah


Sesuai dengan gambar perencanaan, permukaan yang telah bersih dan rata, selanjutnya diberi
timbunan dari sumber galian. Material Timbunan yang digunakan sebelumnya pada telah melalui
proses pengajuan kepada pihak Direksi Pekerjaan akan Kami datangkan ke lokasi pekerjaan dari
Quarry sumber galiannya ke lokasi pekerjaan yang dimuat menggunakan Excavator ke dalam
Dump Truck lalu diangkut ke lokasi pekerjaan. Di lokasi pekerjaan, material timbunan dan
dipadatkan sesuai dengan gambar rencana dan Spesifikasi Teknis yang ada tentang tata cara
pengahamparan, pemadatan, dsb. Proses pemadatan dilakukan sampai diperoleh titik kepadatan /
density yang diinginkan yaitu dengan cara pengujian kepadatan tanah / sand cone. Hasil
pengujian dimuat ke dalam Laporan Quality Control Pekerjaan.
PEKERJAAN TANAH DAN PONDASI

Pek. Galian Tanah Pondasi


Menggali Tanah sesuai ukuran Untuk Pondasi. Penggalian Kedalaman Di ukur dari Permukaan
tanah yang telah ditentukan di dalam gambar rencana. Galian dilaksanakan dengan secara
Manual (tenaga Manusia), Lebar, Panjang dan Kedalaman galian disesuaikan dengan Denah /
Gambar Bestek.

Tenaga yang dibutuhkan


Tenaga Kep Tukang = 1 Orang
Pekerja = 12 Orang
Mandor = 1 Orang

Peralatan Yang digunakan


Cangkul = 15 Bh
Skop = 15 Bh
Lingis / Dodos = 10 Bh
Keranjang = 10 Bh

Pekerjaan Mini Pile 20 x 20 CM


Dalam pengadaan tiang pancang ini harus dikordinasikan dengan pengawas lapangan
agar jenis tiang pancang yang didatangkan tidak berbeda dari spesifikasi yang diminta.
Penempatan tiang pancang dilikasi pekerjaan harus hati-hati lokasi tumpukan tiang pancang
dibuat dekat lokasi pekerjaan agar dalam pemancangan tidak terjadi kesulitan. Dalam
penumpukan tiang pancang diupayakan jangan sampai terjadi benturan-benturan keras agar tiang
pancang tetap berkualitas baik.

Mesin pancang yang digunakan adalah jenis Drop Hammer dengan berat pemukul
Hammer 1500 kg, yang memberikan energi yang cukup untuk mencapai daya dukung rencana.
Kontraktor harus bisa menunjukkan bahwa alat yang digunakan telah tersedia dan dapat
digunakan pada waktu yang telah ditentukan Jika pada pekerjaan diperlukan alat-alat tambahan
seperti " Doli " (oplenger/follower), Kontraktor harus juga bisa menyediakan dengan melihat peil
kepala tiang pancang (peil cap) yang cukup dalam. Pada waktu pemancangan, kepala tiang harus
dilindungi dengan bantalan (driving cap) dimana alat ini harus disetujui dahulu oleh Direksi
Pengawas

Persiapan Lokasi Pemancangan


Mempersiapkan lokasi dimana alat pemancang akan diletakan, tanah haruslah dapatmenopang
berat alat. Bilamana elevasi akhir kepala tiang pancang berada di bawah permukaan tanah asli,
maka galian harus dilaksanakan terlebih dahulu sebelum pemancangan. Perhatian khusus harus
diberikan agar dasar pondasi tidak terganggu oleh penggalian diluar batas-batas yang ditunjukan
oleh gambar kerja.

Persiapan Alat Pemancang


Pelaksana harus menyediakan alat untuk memancang tiang yang sesuai dengan jenistanah dan
jenis tiang pancang sehingga tiang pancang tersebut dapat menembus masuk pada kedalaman
yang telah ditentukan atau mencapai daya dukung yang telah ditentukan,tanpa kerusakan. Bila
diperlukan, pelaksana dapat melakukan penyelidikan tanah terlebihdahulu.Alat pancang yang
digunakan dapat dari jenis drop hammer, diesel atau hidrolik. Berat palu pada jenis drop hammer
sebaiknya tidak kurang dari jumlah berat tiang beserta topi pancangnya. Sedangkan untuk diesel
hammer berat palu tidak boleh kurang dari setengah jumlah berat tiang total beserta topi
pancangnya ditambah 500 kg dan minimum 2,2 ton.
Penyimpanan Tiang Pancang
- Tiang pancang disimpan di sekitar lokasi yang akan dilakukan pemancangan. Tiang pancang
disusus seperti piramida, dan dialasi dengan kayu 5/10. Penyimpanandikelompokan sesuai
dengan type, diameter, dimensi yang sama.

Tiang Pancang yang digunakan yaitu Tiiang Pancang Beton dengan ukuran 20x20 cm dengan.
Tiang Pancang ini merupakan barang pabrikan. Sekitar 1 minggu sebelum kegiatan
pemancangan dilakukan, tiang pancang telah dipesan.

Pelaksanaan pemancangan yaitu sebagai berikut :


- Melakukan pengukuran kembali dengan theodolit untuk mendapatkantitik-titik yang akan
dipancang dan sesuai dengan gambar kerja.
- Setelah didapatkan titik-titik yang akan dipancang, selanjutnya diatur posisi atau kedudukan
dari crane. Setelah itu dilakukan penyetelan tiang pancang agar tepat pada posisinya (Centre
Line).
- Kepala tiang pancang harus dilindungi dengan bantalan topi atau mandrel. Tiang pancang
diikatkan pada sling yang terdapat pada alat, lalu ditarik sehingga tiang pancang masuk pada
bagian alat.
- Jika tiang pancang telah pas (Centre) maka selanjutnya tiang pancang dipukul dengan
menggunakan hammer. Jika tiang pancang tersebut telah hampir tertancap seluruhnya namun
setelah dilakukan tes calendaring (PDA Test) masih belum mencapai tanah keras, maka tiang
pancang disambung dengan menggunakan las.
- Kegiatan pemancangan dapat dihentikan jika hasil tes calendering (PDATest) telah
menunjukkan nilai yang diinginkan atau telah mencapai tanah keras. Untuk mengetahui tiang
pancang telah mencapai tanah keras yaitu jika dipukul hammer (alat pemukul) akan
membalik.
- Bila kedalaman pemancangan lebih dalam dari pada panjang tiang pancang satu batang, maka
perlu dilakukan penyambungan dengan tiang pancang kedua, yaitudengan pengelasan.
- Sisa tiang pancang yang muncul di permukaan tanah dipotong dan dibobok dengan
menggunakan alat potong, kemudian besi dari tiang pancang yang muncul disambungkan ke
balok Sloof dan Kolom.
- Tiang pancang harus dipancang sampai penetrasi maksimum atau penetrasi tertentu
sesuaidengan perencana atau Direksi Pekerjaan. Selanjutnya dilakukan pemancangan di titik
berikutnya dengan langkah yang sama

- .
Pek. Urugan pasir bawah pondasi
Urugan pasir dilakukan selapis demi selapis dan pemadatannya juga dilakukan selapis demi
selapis dimana tebal lapisan maksimum 5 cm. Setiap urugan pasir disiram disiram dengan air
hingga padat. Setiap tanah gembur yang dibuang diisi kembali dengan pasir hingga rata dan
padat.

Pek. Urugan kembali bekas galian


Urugan kembali bekas galian dilaksanakan untuk menutup kembali hasil galian pondasi.
PEKERJAAN STRUKTUR

Pek. Cor Lantai Kerja


Pengecoran lantai kerja akan dilakukan dengan mesin Molen dengan Camp 1:3:5, yang
dilakukan secara merata dengan tebal 5 cm.

Pek. Pondasi setempat (PC1) & (PC1')

Pekerjaan pembesian Pondasi


Pekerjaan pembesian pondasi pile cap dirakit di lokasi pekerjaan dan tulangan yang dipakai
sesuai dengan speksifikasi tulangan untuk masing-masing pondasi. Sehingga besi yang
dimasukan adalah besi yang siap dicor.

Tenaga yang Dibutuhkan


- Pekerja : 5 Orang
- Tukang Besi : 5 Orang
- Kepala Tukang : 1 Orang
- Mandor : 1 Orang

Bahan – Bahan Yang di Gunakan


- Besi Tulangan
- Kawat Ikat
- Dll

Alat –Alat yang dibutuhkan


- Gunting Besi
- Kakak Tua
- Alat Tukang
- Dll

Pekerjaan Bekisting Pondasi


Membuat bekisting dari papan meranti dengan ukuran sesuai dengan type pondasi, Dirakit
sesuai dengan lebar, panjang dan tinggi masing masing pondasi.

Tenaga yang Dibutuhkan


- Pekerja : 2 Orang
- Tukang Kayu : 2 Orang
- Kepala Tukang : 1 Orang
- Mandor : 1 Orang

Bahan – Bahan Yang di Gunakan


- Papan Meranti
- Kayu Meranti
- Paku Kayu
- Minyak Bekisting

Pek. Beton Pondasi


Melakukan pengecoran pondasi setelah pembersihan lantai kerja dilakukan, Besi pile cap
dimasukan kedalam lubang, pengecoran dilakukan dengan mengunakan beton dan dibantu
dengan vibrator supaya beton tidak ada yang voite (kosong) dan kepadatan yang merata disaat
pengecoran. Kami Akan mengambil sempel Tes Slump Atau Mix Disign dari coran tersebut
dengan slump 10 ± 2.
Melakukan finishing beton dengan teknis yang bagus supaya beton tidak mengalami retak-retak.
Melakukan Curing yang rutin terhadap beton yang sudah dicor. Pengecoran dilaksanakan setelah
didapat persetujuan dari pihak pengawas proyek yang terkait.

Tenaga yang Dibutuhkan


- Pekerja : 12 Orang
- Tukang Batu : 5 Orang
- Kepala Tukang : 1 Orang
- Mandor : 1 Orang

Bahan – Bahan Yang di Gunakan


- Beton Readymix K 225
- Air
- Dll

Alat –Alat yang dibutuhkan


- Gerobak
- Skop
- Cangkul
- Vibrator
- Alat Tukang
- Ember

PEKERJAAN SLOOF

Pekerjaan Pembesian Sloof


Pekerjaan pembesian sloof dirakit di lokasi pekerjaan dengan ukuran tulangan pokok yang dan
tulangan begel disesuaikan dengan gambar rencana

Pekerjaan Bekisting Sloof


Pemasangan bekisting / mal dipasang pada sisi luar dan dalam pemasangan bekiting di benang
luar dan dalam dengan pembesian sesuai dengan gambar, permukaan mal sloof harus rata atau di
waterpass seluruhnya.

Pek.Beton Sloof
Melakukan pengecoran pondasi setelah pembersihan lantai kerja dilakukan, Besi dimasukan
kedalam lubang, pengecoran dilakukan dengan mengunakan beton readymix dan dibantu dengan
vibrator supaya beton tidak ada yang Voite (kosong) dan kepadatan yang merata dengan mutu
beton K 225 disaat pengecoran kami Akan mengambil sempel Tes Slump Atau Mix Design dari
coran tersebut dengan Slump 10 ± 2

Melakukan finishing beton dengan teknis yang bagus supaya beton tidak mengalami retak-retak.
Melakukan curing yang rutin terhadap beton yang sudah dicor. Pengecoran dilaksanakan setelah
dapat persetujuan dari pihak pengawas proyek yang terkait.
Pekerjaan Kolom
A. Bekisting Kolom

Ilustrasi Bekisting Kolom


B. Beksiting Balok dan Plat

Ilustrasi Bekisting Balok dan Plat Lantai


Pekerjaan Dag Beton
Tulangan menggunakan system penulangan 2 arah (Two Way Slab), dengan jarak antar tulangan
20 cm (jumlah sesuai dengan gambar, antara mal dan besi tulangan diberi antara (Beton Tahu)
untuk selimut beton sesuai ketentuan yang telah ditentukan dalam bestek untuk masing-masing
item pekerjaan.

Pekerjaan Perancah ( Balok, Plat Lantai dan Tangga) Pekerjaan Bekisting ( Balok, Plat Lantai
dan Tangga)

Kayu Perancah/penyokong dipasang dibawah bekisting untuk pengecoran balok plat dengan
ketinggian sesuai yang telah ditentukan dalam gambar kerja. Selanjutnya diatas kayu
perancah/penyokong dipasang kaso-kaso, pengaku dan penumpu. Dan sesudah itu diatas kaso-
kaso, penggaku, dipasang Papan 2 x 20 Dan dilapisi Triplek dengan ketebalan 9 mm atau
material lain yang disetujui Konsultan Pengawas. Pembesian dirakit diatas Acuan sesuai
ketentuan gambar kerja dengan pembesian sebagai berikut :

Pek.Beton Balok / Plat / Tangga


Melakukan pengecoran pondasi setelah pembersihan lantai kerja dilakukan, Besi dimasukan
kedalam lubang, pengecoran dilakukan dengan mengunakan beton readymix dan dibantu dengan
vibrator supaya beton tidak ada yang Voite (kosong) dan kepadatan yang merata dengan mutu
beton K-225. Disaat pengecoran kami Akan mengambil sempel Tes Slump Atau Mix Design
dari coran tersebut dengan Slump 10 ± 2.

Melakukan finishing beton dengan teknis yang bagus supaya beton tidak mengalami retak-retak.
Melakukan curing yang rutin terhadap beton yang sudah dicor. Pengecoran dilaksanakan setelah
dapat persetujuan dari pihak pengawas proyek yang terkait.

Tenaga yang dibutuhkan


- Pekerja : 15 Orang
- Tukang Batu : 8 Orang
- Tukang Kayu : 5 Orang
- Kepala Tukang : 1 Orang
- Mandor : 1 Orang

Bahan – bahan yang di gunakan


- Beton Readymix Mutu K 250
- Concrete Pump
- Dll

Alat –Alat yang dibutuhkan


- Gerobak
- Skop
- Cangkul
- Vibrator
- Alat Tukang
- Ember
PEKERJAAN DINDING & PLESTERAN

Pekerjaan Pas. Pondasi Batu Bata Camp. 1 : 4


Dalam pelaksanaan pekerjaan ini, Kontraktor harus
memperhatikan detail bentuk profil, sambungan dan
hubungan dengan material lain dan melaksanakannya sesuai
dengan yang tercantum didalam gambar kerja. Sebelum
pemasangan, batu bata harus direndam dalam air bersih
dulu sehingga jenuh. Pada saat diletakkan, tidak boleh ada
genangan air di atas batu bata tersebut. Aduk perekat/spesi
untuk pasangan batu bata kedap air adalah campuran
dengan adukan 1 Pc : 4 Ps. Pemasangan harus sedemikiin
rupa sehingga ketebalan adukan perekat/spesi harus sama
yaitu setebal ± 2 cm. Semua pertemuan horizontal dan
vertikal harus terisi dengan baik dan penuh. Pemasangan
akan disesuaikan dengan gambar kerja.

Pekerjaan Berapen Pondasi Batu bata 1 : 4


Kwalitas bahan yang dipakai harus memenuhi syarat seperti yang ditentukan dalam persyaratan bahan
dasar bangunan. Campuran yang dipakai adalah 1 Pc : 4 Ps. Metode pemasangan batu bata sama dengan
metode pemasangan bata pada pekerjaan pondasi bata.
Pekerjaan Dinding Bata
Alat yang digunakan : Bahan yang digunakan :
- Waterpass - Bata Merah
- Peralatan Plester - Semen Portland
- Angkong - Pasir Pasang
- Meteran - Plamuur
- Peralatan Mengecat - Cat Dasar
- Cat Penutup

Metode Pelaksanaan :
Sebelum pemasangan, batu bata harus direndam dalam air bersih dulu sehingga jenuh. Pada saat
diletakkan, tidak boleh ada genangan air di atas batu bata tersebut. Aduk perekat/spesi untuk
pasangan batu bata kedap air adalah campuran dengan adukan 1 Pc : 4 Ps.

Pemasangan harus sedemikiin rupa sehingga ketebalan adukan perekat/spesi harus sama yaitu
setebal ± 2 cm. Semua pertemuan horizontal dan vertikal harus terisi dengan baik dan penuh.
Pemasangan akan disesuaikan dengan gambar kerja. Dinding bangunan dipergunakan batu
bata produksi lokal yang bermutu baik, matang pembakarannya, utuh dan tidak cacat,
untuk seluruh bangunan digunakan batu bata dengan ukuran yang sama, dengan ukuran 5
x 11 x 22 Cm, atau mendekati ukuran tersebut. Pasangan dinding batu bata selain yang
disebut diatas dipasang menggunakan spesi camp. 1 Pc : 4 Ps.

Metode Pelaksanaan Pasangan Dinding Bata :


- Peralatan disiapkan dan diatur sebagaimana dalam site organisasi peralatan, dengan jarak
kira-kira 60 cm dari dinding yang akan dibuat.
- Dibuat profil pada tiap sudut atau tempat-tempat yang telah ditentukan. Profil dibuat dari
kayu kaso yang telah diserut lurus, berfungsi sebagai patokan ketegakan pasangan dinding.
Sehingga profil harus benar-benar tegak/ vertikal.
- Profil-profil diberi tanda setiap ketebalan bata dan adukan / siar. Pasangan bata dicek
kelurusannya dengan waterpass. Biasanya digunakan pensil untuk menandai profil-profil
tersebut.
- Pasang benang untuk setiap lapis (atau tiap dua lapis) dari profil ke profil untuk mengontrol
kelurusan horizontal pasangan.
- Penyesuaian posisi bata dilakukan dengan sedikit menggesernya ke arah depan – belakang (
the forward and backward movement laying technique).
- Untuk pemasangan bata yang terakhir, bata tersebut diberi adukan terlebih dahulu sehingga
tidak perlu penggeseran maupun penambahan mortar.
- Pada tiap pertemuan pasangan dengan kolom diberi angker dengan jarak antar angker 15 lapis
pasangan.
- Pemasangan batu-bata dihentikan pada ketinggian 1 m, untuk memberi kesempatan pasangan
tersebut mengering, sementara itu dilakukan pengecoran pada kolom praktis.

Pekerjaan Plesteran Dinding Bata 1 : 4


Metode Pelaksanaan plesteran Dinding Bata :
- Kasarkan permukaan beton, lalu labur dengan calbond secara merata.
- Pasang tarikan benang vertikal dan horisontal untuk kepalaan, cek tarikan benang.
- Buat kepalan vertikal jarak 1 m’, biarkan sampai kepalan mengeras min. 1 hari, cek kepaalan.
- Plaster diantara kepalaan, lalu ratakan dan padatkan menggunakan jidar alumunium mak. 3
m’, cek plasteran.
- Perawatan plaster kasar dengan menyiram selama minimal 3 hari, sebelum diaci.
- Acian dinding plaster satu bidang sekaligus pada satu kali pengacian.
- Ratakan dan padatkan acian menggunakan roskam baja sampai benar-benar rata dan halus.
- Pekerjaan plasteran harus rapi dan rata permukaanya, permukaan dihaluskan dengan
menggunakan air semen (saus semen).

Ilustrasi Pemasangan Batu Bata

Pekerjaan Kosen Pintu dan Jendela Aluminium


Pekerjaan Kusen pintu dan jendela dipabrikasi diluar lokasi kerja, dimana bahan yang dipakai
haruslah disesuaikan dengan gambar kerja. Pemasangan kusen dilakukan setelah pekerjaan
pasangan bata dan finshing plesteran, kusen alumunium distel kesikuan dan kelurusannya
terhadap bidang dinding dan arak tegak lurusnya serta diberi angker mur pada bidang horizontal.
Apabila penyetelan telah sempurna kusen diberi dynabolt sekeliling kusen tersebut. Untuk
pekerjaan dinding pembatas kami akan mengerjakan apabila pekerjaan lantai dan plafond telah
selesai. Pada plafond telah dicat sempurna sehingga tidak akan mengganggu pekerjaan
lainnya.Terlebih dahulu kami akan memasang rangka dari dinding partisi tersebut. Rangka yang
dipasang distel sesuai dengan bentuk dan ukurannya yang ada pada gambar kerja
Persiapan
- Pembuatan dan pengajuan gambar shop drawing pekerjaan pintu, kusen dan jendela
aluminium.
- Approval material yang akan digunakan.
- Persiapan lahan kerja.
- Persiapan material kerja, antara lain : alumunium kusen, alumunium frame, hardware, sekrup,
fisher, engsel, sealant, baut dynabolt, dll.
- Persiapan alat bantu kerja, antara lain : cutting well/gerinda, bor, gergaji, waterpass, meteran,
unting-unting, reevet, gun sealant, selang air, cutter, dll.

Pengukuran
Lakukan pengecekan dan pengukuran dilapangan untuk opening yang akan dipasang kusen
aluminium apakah sudah sesuai dengan gambar kerja atau belum.

Fabrikasi kusen alumunium


Kusen dan frame alumunium difabrikasi di lokasi proyek untuk memudahkan apabila ada
perbaikan.
Alumunium dipotong dan di sambung/dirangkai menggunakan sekrup galvanis.
Alumunium yang sudah di fabrikasi di proteksi dengan menggunakan protection tape (blue
sheet) dan diberi tanda untuk memudahkan waktu pemasangan.

Pemasangan kusen alumunium dan frame


Kusen alumunium yang telah difabrikasi dipasang setelah kondisi lapangan siap yaitu pekerjaan
plesteran dan acian sudah selesai. Sistem pemasangan dengan di screw fisher menggunakan
fisher S8.
Sebelum kusen dimatikan ke dinding, harus dicek dahulu elevasi dan kesikuan kusen alumunium
dengan alat bantu waterpass/unting-unting. Apabila tidak lurus maka diganjal dengan bahan dari
hardboard, sehingga lebih kuat dan tahan lama.
Untuk mencegah kebocoran maka hubungan antara alumunium dengan dinding di isi silicone
sealant.
Setelah kusen aluminium terpasang, dilanjutkan dengan pemasangan frame untuk pintu/jendela,
kaca dan hardwere. Frame pintu/jendela dipasang pada kusen dengan menggunakan penggantung
engsel yang disekrup ke kusen.
Pemasangan hardware dikerjakan setelah kondisi lapangan benar-benar aman dan tidak ada lagi
pekerjaan yang dapat merusak kusen dan alumunium dan daunnya.

Proteksi
Proteksi plastik (blue sheet) pada bagian kusen alumunium dapat dilepas, apabila lokasi
pekerjaan sudah benar-benar bersih dari kotoran dan tidak ada lagi pekerjaan yang dapat
merusak aluminium tersebut.

PEKERJAAN KUDA-KUDA & ATAP


Pemasangan jenis atap ini harus disesuaikan dengan anjuran pemasangan pabrik material seperti
yang kami uraikan berikut.

Kuda-kuda baja ringan menggunakan Profil C-75-75 dan C- 75–100 Dikerja oleh
Subkontraktor yang sudah berpengalaman dengan spesifikasi yang telah ditentukan dalam
dokumen dengan bentuk sesuai dengan gambar, bahan yang digunakan adalah baja G550
dengan tarik baja 550Mpa ( G550,5500 kg/cm2 ) dengan berat struktur 7-10 kg/m2. Material
pelapis dari galvalume yaitu ( 43,5 % ) aluminium ( 55 % ) silikon ( 91,5 % ) dengan ketebalan
Pelapis AZ-100( 100 gr/m2 )
Atap onduline dipasang pada seluruh permukaan rangka atap dipasang dengan baut /skrup dan
pada puncak/pertemuan kemiringan atap dipasang Perabung dibawah perabung dipasang terpal
atap agar perabung tidak bocor dengan tebal 0,3mm.
Setelah Reng terpasang, kemudian Lapisan Pertama dipasang Multipleks / Plywood. Tebal
Multipleks minimal 9mm, di screw di atas reng. Multipleks dipasang dari bawah ke atas.
Untuk pemasangan awal Multiplek harus maju 10 cm dari lisplank. Untuk bagian bawah
Multipleks / Plywood (pertemuan antara multipleks dengan lisplank) dipasang Flashing
berbentuk U, fungsinya melindungi Multipleks dari air hujan. Untuk multipleks yang
bertemu dengan dinding sopi-sopi, dipasang flashing dinding berbentuk Z. Pemasangan harus
tepat dan rapih sesuai yang disyaratkan oleh pabrik dan design yang sudah direncanakan
sebelumnya.

Setelah Multipleks terpasang, kemudian dipasang pelapis underlayer.


Ada 2 cara untuk memilih jenis Underlayer yang dipakai, dilihat berdasarkan kemiringan Atap :
a. Untuk kemiringan Atap lebih dari 15 derajat s/d 90 derajat dipasang Underlayer dari
bahan geotextile atau dari bahan seperti kertas amplas diatas Multipleks / Plywood,
fungsinya untuk mengurangi kelembapan di Multiplek. Underlayer berbentuk Roll ( 1
Roll dimensi 1 m x 20 m) dipasang dengan cara di gelar diatas Multipleks. Overlap
antar underlayer 10 cm.
b. Untuk kemiringan 1 derajat s/d 15 derajat dipasang Underlayer Waterproofing membrane
jenis torching /bakar dengan ketebalan membran minimal 2 mm. Waterproofing
dipasang dengan cara dibakar dibagian bawah membran, overlap antar membran 10 cm di
screw). Pemasangan harus tepat dan rapih sesuai yang disyaratkan oleh pabrik dan
design yang sudah direncanakan sebelumnya.
Setelah underlayer membran terpasang di lanjutkan pemasangan awalan CTI dinamakan
Starter CTI. Bahan material yang dipakai untuk starter adalah lembaran genteng CTI. Dipasang
berderet kesamping horisontal sepanjang keliling penutup atap. Fungsi Starter untuk menutupi
celah diantara daun Bitumen yang terlihat dari bawah dan juga berfungsi untuk meluruskan
pasangan genteng CTI. Untuk pemasangan CTI, harus diawali dengan membuka pelindung
HDPE protection film adhesive Shingle pada tiap lembarnya. Untuk kemiringan atap lebih
dari 15 derajat, pemasangan Starter CTI dengan cara dipaku.Pemakuan harus tepat pada
atas nat/parit dari masing-masing genteng dengan jumlah paku minimal 4 paku per lembar
genteng.Untuk kemiringan Atap 1 derajat s/d 15 derajat, pemasangan starter CTI ditempel
diatas permukaan Membran Torching yang sudah dibakar terlebih dahulu.Pemasangan harus
tepat dan rapih sesuai yang disyaratkan oleh pabrik dan design yang sudah direncanakan
sebelumnya.

Setelah dipasang starter, Genteng CTI dipasang bertahap mulai dari bawah berderet
horisontal, kemudian mulai keatas. Untuk bagian bawah diawali dengan pemasangan
genteng CTI overlap dengan Starter CTI. Untuk kemiringan atap lebih dari 15 derajat,
pemasangan genteng CTI dengan cara dipaku. Pemakuan harus tepat pada atas nat/parit
dari masing-masing genteng, dengan jumlah paku minimal 4 paku per lembar genteng. Untuk
kemiringan Atap 1 derajat s/d 15 derajat, pemasangan CTI ditempel diatas permukaan
Membran Torching yang sudah dibakar terlebih dahulu. Pemasangan harus tepat dan rapih
sesuai yang disyaratkan oleh pabrik dan design yang sudah direncanakan sebelumnya.

Pada Bubungan/Nok : CTI dipotong menjadi 3 bagian dengan batasan nat/parit dari atas
kebawah, kemudian setiap daun di bagian overlap dipotong sudut. Pemasangan dengan ditumpuk
sesuai overlap dengan cara dipaku. 1m2 genteng = 3m1 Nok CTI. Pemasangan harus tepat dan
rapih sesuai yang disyaratkan oleh pabrik dan design yang sudah direncanakan
sebelumnya.
PEKERJAAN PLAFOND
Pekerjaan ini mencakup Pek. Pas Plafond PVC 8 mm Polos + Rangka Metal Furing 60 x 60 cm
+ List dan Pek. Pas Piri - Piri PVC 8 mm Polos + Rangka Metal Furing 60 x 60 cm + List

Hampir semua jenis plafon memiliki cara memasang yang sama, terutama ketika memasang
kerangka plafon. Plafon PVC berbeda ketika memasang papannya (lembaran plafon) yang
menggunakan sistem knock-down seperti memasang parket atau plafon kayu ramin. Ketelitian
dan kerapian adalah kunci utama menghasilkan plafon yang baik, jadi tidak hanya mengejar
volume kerja saja.

Berikut ini cara pasang plafon PVC :


Menyiapkan peralatan yang umumnya digunakan untuk memasang plafon, seperti bor (impact
drill), cutter, mata bor untuk mengunci sekrup, angle grinder, siku, meteran ukur, pensil, dan
peralatan lainnya.
Menyiapkan bahan yang diperlukan untuk kerangka (kayu atau hollow galvanum 2 x 4), perekat
(paku untuk kayu, atau sekrup untuk kerangka hollow), paku beton sebagai perekat kerangka ke
tembok, lembaran plafon PVC dan list-nya. Untuk menentukan jumlah bahan ini harus dilakukan
pengukuran terlebih dahulu, sehingga jumlah yang diperlukan tepat tidak berlebih nantinya.
Jika semua alat dan bahan telah terkumpul, langkah selanjutnya adalah mengukur ruangan untuk
menentukan titik tengah sesuai dengan model/desain yang digunakan.
Langkah selanjutnya adalah memasang kerangka plafon, dimulai dari memasang kerangka pada
tembok, kemudian menyusul memasang hollow atau kayu pada bagian lain sesuai dengan model
yang akan digunakan. Agar plafon memiliki ketinggian yang sama pada setiap sudut, maka
diharuskan “menimbang” ketinggian dengan selang sebagai waterpas.
Jika dalam satu ruangan kerangka telah terpasang, selanjutnya memasang list terlebih dahulu
pada salah satu sudut tembok. Untuk memotong list, gunakan angle grinder terutama pada bagian
sudut sehingga menghasilkan sudut 45 derajat. Kencangkan list menggunakan sekrup atau paku
jika rangka kayu.
Pasang lembaran plafon satu-persatu dengan sistem knock-down. Agar ukurannya pas, maka
potong terlebih dahulu lembaran plafon PVC sesuai kebutuhan dengan cutter. Demikian
seterusnya memasang lembaran plafon hingga selesai.
Pada bagian terakhir, ukur lebar sisa ruang dan potong lembaran plafon sesuai dengan hasil
pengukuran tadi.
Sebagai proses finishing adalah memeriksa hasil pemasangan terutama pada bagian list, jika
masih terlihat belum rapi, maka harus diperbaiki, kemudian rekatkan juga dengan lem karet
(rubber sealant). Pemasangan plafon PVC ini tidak diperlukan pengecatan seperti plafon lainnya.
Terakhir adalah membersihkan plafon dengan kain lap bersih dan halus (terbuat dari bahan
cotton).
PEKERJAAN LANTAI
Pekerjaan ini mencakup Pek. Urugan Tanah Bawah Lantai, Pek. Urugan Pasir Bawah Lantai,
Pek. Cor Lantai Beton Mutu K-175), Pek. Pas. Lantai Homogeneus Tile 60 x 60 cm (unpolish)
Niro Granite, Pek. Pas. Lantai Homogeneus Tile 60 x 60 cm Niro Granite, Pek. Pas. Lantai
keramik 20 x 20 cm, dan Pek. Pas. Plint granit 10 x 60 cm.

Pekerjaan pasangan keramik ini merupakan bagian pekerjaan dari lantai, dimana pekerjaaan ini
diawali dengan penimbunan Pekerjaan pasangan keramik ini merupakan bagian pekerjaan dari
lantai, dimana pekerjaaan ini diawali dengan penimbunan dilanjutkan dengan pengecoran.
Pemasangan lantai keramik harus siku terhadap dinidng bangunan, sedangkan bentuk dan
ukurannya disesuaikan dengan spsifikasi dan gambar kerja yang ada. Pemasangan pertama sekali
dilakukan adalah pengambilan peil lantai dan dilanjutkan dengan pemasangan kepala keramik.
Kepala keramik inilah yang nantinya akan jadi pedoman pemasangan selanjutnya sampai
pekerjaan selesai.

Metode Pelaksanaan :
- Cocokan spesifikasi dengan RKS
- Siapkan tenaga, bahan, dan peralatan
- Perhatikan pola pemasangan keramik sesuai gambar
- Rendam keramik dalam air
- Tentukan garis dasar pasangan serta elevasi dari lantai
- Pasang benag arah horizontal sesuai elevasi
- Pasang keramik dlaam 2 arah yang berfungsi sebagai kepala pasangan keramik dan menjadi
pedoman selanjutnya
- Cek kesikuan kepala pasangan dan kedatarannya'
- Lanjutkan pemasangan keramik pada sisi lainnya
- Jika kermaik telah terpasang, ketuk dengan palu karet permukaan keramik untuk
mendapatkan permukaan yang datar
- Bersihkan permukaan yang telah terpasang dengan kain lap basah sampai bersih
Pek. Pas. Lantai Granit
Bahan yang digunakan adalah granite warna dan tahan gores/keras. Keramik yang dipakai
adalah setara Ikat pemasangan diatas coran lantai dengan ketebalan spasi 3 cm. Terlebih dahulu
di buat gambar pola pemasangan dan disetujui oleh Direksi. Pemasangan harus rata air / tidak
bergelombang / lurus antara naad-naadnya dan ketinggian peil 0.00 sesuai gambar kerja atau
dikehendaki lain oleh Direksi Pengawas. Naad-naadnya dibersihkan terlebih dahulu dan diisi
dengan bahan pengisi /semen warna sesuai warna keramik ).

Pek. Pas. Plint Lantai


Pada pertemuan lantai keramik dengan dinding dipasang plint keramik dengan bahan yang sama
dengan bahan lantai dan dipasang tegak memanjang pada dinding. Seleruh Pekerjaan latai
dikerjakan

PEKERJAAN ELEKTRIKAL
Pemasangan Titik Api
- Masukkan kawat pancingan ke dalam pipa conduit sesuai groupnya
- Tarik kabel dengan bantuan kawat pancingan tersebut
- Tandai kabel sesuai group dengan lakban & spidol
- Sambungan kabel banya boleh pada tee dos dan dengan las dop
- Merger kabel yang telah terpasang
- Gunakan tali jika kabel akan dipasang vertikal, Kabel siap disambung dengan panel

Pemasangan Saklar Dan Stop Kontak


- Marking jalur konduit pada dinding, Bobok dinding bata, jangan lupa gunakan cutter
- Pasang konduit dan inbow dos, Tunggu sampai dinding plester akhir
- Sambungkan saklar, stop kontak dengan instalasinya
- Pasang saklar & stop kontak, gunakan waterpass agar rata

Pemasangan Lampu
- Marking plafond dengan kapur/ spidol, Lubangi plafon sesuai marking, untuk akustik
- Koordinasikan dengan rangka plafon, Pasang kawat gantungan
- Pasang lampu, Kencangkan kawat gantungan
- Sambung ke instalasi
- Pasang lampu jika plafon finish
- Pemasangan Lampu setelah kondisi proyek aman dari pencurian
PEKERJAAN INSTALASI AIR
Pekerjaan Instalasi Air Bersih dan Kotor
Untuk Menghubungkan saluran Air bersih digunakan Pipa PVC ¾” sesuai dengan gambar, untuk
Pembuangan Air bekas digunakan Pipa 3“ dan menghubungkan saluran Air kotor dari closet ke
Septictank digunakan Pipa PVC 4” yang kemiringan dari Closed sesuai dengan gambar kerja.

Pek. Pas. Alat-alat Sanitasi


- Closet duduk setara toto Standar di pasang sesuai gambar kerja/petunjuk direksi.
- Wastavel lengkap dengan kaca setara toto standar di pasang sesuai gambar kerja/petunjuk
Direksi.
- Bak Air Fiber + keramik di pasang sesuai gambar kerja/petunjuk Direksi.
- Kran air Setara Toto di pasang sesuai gambar kerja/petunjuk Direksi.
- Floor drain/Saringan Setara Toto di pasang sesuai gambar kerja/petunjuk Direksi.
- Bak cuci piring stainless dan tempat tissue

Septic tank dan Peresapan


Septic tank di buat dari pas bata dan beton bertulang dan peresapan septic tank di buat lobang
hawa yang diberi Pipa Besi 2 “ dikerjakan sesuai dengan gambar

PEKERJAAN PENGECATAN
Pekerjaan pengecatan dilakukan apabila pekerjaan plesteran, lantai dan plafond telah selesai.
Khusus untuk pekerjaan plafond dapat dilakukan beriringan dengan pasangan plafond dimana
plafond yang telah terpasang langsung diplamur dan dicat 3 kali jalan. Sambungan antara
plafond sebelum dicat terlebih dahulu didompol dengan dompol Plywood baru selanjutnya
diplamur dan dicat.

Yang harus diperhatikan adalah :


* Atas persetujuan direksi setelah dicek terhadap permukaan yang akan dicat.
* Jika terdapat bagian-bagian yang cacat, retak-retak terlebih dahulu kami perbaiki dan kami
bersihkan .
* Permukaan yang akan dicat tidak boleh lembab / basah atau berdebu.
* Melihatkan sampel cat / brosur pabrik terhadap cat yang akan dipakai serta cat hasil kami
final.
* Bahan cat yang dipakai berada dalam kaleng yang masih disegel dan mendapatkan
persetujuan pengawas.

Langkah kerja pekerjaan ini adalah :


a Cocokan spesifikasi atap dengan RKS
b Siapkan tenaga, bahan, dan peralatan
c Pastikan kondisi dinding yang akan dicat benar-benar kering dan bersih dari noda yang
menempel
d Lindungi pekerjaan lain yang berbatasan dengan dinding dengan kertas semen
e Amplas dinding sampai rata dan bersihkan debunya dengan air bersih
f Aplikasikan cat dasar atau plamur, tunggu sampai kering
g Siapkan cat utama dan diaduk dengan sendok pengaduk agar tidak menggumpal
h Beri air sebagai pencampur cat sesuai aturan
h Lakukan pengecatan dengan rol pada bidang yang luas dan kuas pada bidang pinggir
i Begitu seterusnya hingga didapatkan hasil yang sempurna
Bahan yang digunakan Peralatan yang digunakan :
Cat Rool Cat
Air Kuas Cat
Plamur Skrap
Joint Compound Ember
Bak adukan
Amplas

Metode Pelaksanaan Pengecatan:


- Bersihkan permukaan dinding dari debu, kotoran dan bekas percikan plesteran dengan kain
lap.
- Lindungi bahan-bahan/pekerjaan lain yang berbatasan dengan dinding yang akan dicat dengan
kertas semen/ koran dan lakban.
- Gunakan skrap untuk memperbaiki bagian-bagian dinding yang retak & kurang rata dengan
plamur, kemudian tunggu sampai kering.
- Haluskan plamur yang telah kering dengan amplas hingga rata.
- Cek, apakah permukaan dinding sudah rata.
- Jika permukaan sudah rata, maka lakukan pengecatan dasar dengan alat rol pada bidang yang
luas & dengan kuas untuk bidang yang sempit (sulit).
- Jika cat dasar tersebut sudah kering, lakukan pengecatan finish yang pertama.
- Jika cat finish yang pertama sudah kering, lakukan pengecatan finish yang kedua/ terakhir
(jumlah pelapisan cat sesuai dengan spesifikasi).

PEKERJAAN ACP
Secara singkat, langkah-langkah dalam memasang ACP dibagi ke dalam 5 langkah. Pertama,
memasang konstruksi rangka dudukan ACP pada permukaan dinding. Kedua, memfrabikasi
lembaran ACP. Ketiga, memasang lembaran ACP pada rangka dudukan. Keempat, memasang
sealent pada sela-sela lembaran ACP. Kelima, membersihkan ACP. Jangan lupa mengecek
kembali sambungan las dan kekuatan sekrup setelah besi hollow terpasang. Ini dimaksudkan
agar rangka terbukti kuat sebelum dipasangi aluminium composite panel.

Tahap memasang scaffolding


Sebelumnya, dilakukan pengecekan terhadap kondisi bidang dinding yang akan dipasang, rata
atau tidak. Kemudian, tentukan jarak bidang permukaan dinding dengan bidang seven. Setelah
itu, tentukan titik braket pada permukaan dinding.

Untuk memasang rangka, jarak antara permukaan dinding dengan rangka tidak melebihi 50 cm.
Perlu diperhatikan, panjang braket disesuaikan dengan jarak antara permukaan dinding dengan
modul panel seven. Braket siku penunjang yang biasanya berukuran 70 x 70 x 7 mm
disambungkan menggunakan las dengan braket siku ACP standar yang berukuran 50 x 50 x 4
mm. Setelah disambung, braket dipasang menggunakan baut dyna bilt pada titik-titik permukaan
dinding yang telah ditentukan. Perhatikan titik-titik ini dengan saksama. Sebab, jika tidak akurat
akan berpengaruh terhadap rangka vertikal dan modul.

Tahap memasang rangka vetikal


Rangka vertikal berbahan besi hollow dengan ukuran 40 x 40 mm. Sambungkan dengan titik-
titik braket menggunakan sekrup galvis berdiameter 4 mm. Setelah terpasang, lakukan
pengecekan kembali terhadap permukaan dinding. Lalu, mengecek rangka vertikal apakah sudah
lurus atau belum. Selanjutnya dilakukan pemasangan rangka horizontal yang disesuaikan dengan
modul panel. Rangka horizontal disambungkan dengan rangka vertikal memakai sekrup galvis
dengan diameter 4 mm.
Tahap memasang braket modul ACP
Pada tahap ini digunakan material siku berbahan aluminium yang dipasang berhadapan dengan
rangka hollow. Perhatikan jarak antarmodul. Jarak ini harus konsisten agar sealent yang
digunakan tidak terbolak-balik dan terpadu pada semua penempatan modul. Sealent yang
hendaknya digunakan ialah sealent neutral. Sealent jenis ini tahan di berbagai cuaca dan mudah
disambungkan menggunakan lakban berbahan kertas.

PEKERJAAN LUAR BANGUNAN


Meliputi Pekerjaan Pek. Rabat keliling bangunan, Pek. Parit keliling bangunan, Pek. Pas. Bak
Kontrol Saluran Keliling, dan Pek. Water Proofing Daag Coating + Screed ex. Sika.
PEKERJAAN INSTALASI OKSIGEN, meliputi Pekerjaan Panel control, Pipa tembaga brascco
astm B-88 ASTM b-819 Ø 20 mm, Pipa tembaga brascco astm B-88 ASTM b-819 Ø 15 mm,
Out Late 02 type dinding, Presure Gauge, Regulator, dan Gate Valve.

PEKERJAAN RAAM TANGGA, meliputi Pekerjaan Cor Balok sloof, Pek. Cor Plat raam, Pek.
Plesteran lantai + acian tali air , Pek. Pas. Railing ram pipa galvanis, dan Pek. Pas. Grill parit
ram.

PEKERJAAN JALAN BETON


Meliputi Pekerjaan Pengukuran & Pematokan, Pek. Urugan pasir T= 5cm, Hamparan Pelastik
Hitam, dan Pek. Cor Badan Jalan Beton K-225 T= 20cm lebar = 4m panjang jalan masuk 21m;
jalan keluar 21m; Jalan depan 40m.

PEKERJAAN GROUND WATER TANK (GWT)


Meliputi Pekerjaan Pek. Pengukuran & Pemasangan bouwplank, Galian Tanah GWT, Pek.
Urugan Pasir, Pek. Cor Lantai Kerja (K125), Pek. Cor Cor Beton Ground Water Tank, dan Pek.
Water Profing GWT coating + Screed ex. Sika.

PEKERJAAN TOWER BAJA SIKU TINGGI 7,5M


Meliputi Pekerjaan Pemancangan Minipile 20x20, Pemotongan kepala tiang, Galian tanah untuk
pondasi, Urugan kembali bekas galian, pasir bawah pondasi, lantai kerja 1:3:5, Pondasi setempat
(PC1), Kolom 30X30 cm, Balok Sloof (BS1) Ukuran 20/40 cm, Pek. Pas. Angkur Bolt 19mm
pajang 50cm, dan Pek. Instalasi Tower Baja & Pengelasan
Pekerjaan Pembersihan Akhir
Sebelum pekerjaan diserah-terimakan lokasi pekerjaan harus di bersihkan dari sisa-sisa material
yang tidak terpakai dan lingkungan pekerjaan dirapikan. Dan seterusnya untuk Schedulle
tahapan pekerjaan pada Minggu berikutnya sampai dengan penyelesaian pekerjaan dan tahap
pemeliharaan dilakukan dengan mempedomani petunjuk, pengarahan oleh Konsultan Pengawas
dan Direksi.

Pekerjaan As Built Drawing


Setelah seluruh pekerjaan selesai maka kami akan membuat gambar konstruksi sudah terbangun
(gambar terbangun) dengan berkoordinasi kepada Pengawas Lapangan, setelah gambar tersebut
selesai akan kami serahkan kepada Direksi untuk mendapatkan persetujuan.

SISTEM PELAPORAN
Sebagai kewajiban kontraktor dalam memberikan hasil nyata sesuai dengan spesifikasi
yang disyaratkan maka kontraktor akan melakukan monitoring semua hasil pekerjaan yang
dicapai dan memberikan laporannya secara tertulis kepada Pengguna Jasa. Adapun bentuk
laporan yang Kami berikan terdiri dari beberapa bagian meliputi :

1. Laporan Harian / Buku Harian Standar


Dalam laporan harian ini dilaporkan segala kejadian maupun kegiatan fisik yang
dilaksanakan diantaranya :
- Jenis pekerjaan yang dilaksanakan setiap hari beserta volume dan lokasinya.
- Mobilisasi material setiap hari beserta jumlah, sumber dan tujuannya, yang rusak, yang
dipakai maupun yang ditolak
- Pemakaian peralatan beserta keterangan jumlah dan kondisi peralatannya.
- Jumlah tenaga kerja yang terlibat untuk setiap macam pekerjaan.
- Laporan Keadaan cuaca / kejadian penghambat pekerjaan.
- Catatan dan perintah Pemberi Tugas dan Konsultan Pengawas yang telah disampaikan
secara tertulis maupun lisan.
- Pekerjaan tambah / kurang.
- Lain‐lain yang dianggap perlu.
Laporan ini ditanda tangani setiap harinya oleh pelaksana pekerjaan, pengawas kegiatan
harian dari Konsultan Supervisi dan dari Direksi Teknis.

2. Laporan Mingguan
Berdasarkan laporan harian tersebut, maka setiap minggu oleh Kami akan membuat Laporan
Mingguan yang disampaikan langsung kepada Konsultan Pengawas. Laporan mingguan
ini merupakan rangkuman / rekapitulasi dari hasil dari laporan harian yang berisi tentang
kuantitas beserta bobot atau persentase dari item pekerjaan yang dilaksanakan setiap
minggunya. Bilamana ditemukan hal‐hal yang tidak sesuai dan tidak serasi didalam
pelaksanaan pekerjaan Kami akan melaporkan dan memberi saran secara tertulis kepada
Konsultan Pengawas dan Pemberi Tugas.

3. Laporan Bulanan
Berdasarkan laporan mingguan tersebut, maka setiap bulan oleh Kami akan membuat
Laporan Bulanan. Laporan Bulanan ini merupakan rangkuman / rekapitulasi dari hasil dari
laporan mingguan yang berisi tentang kuantitas dari item pekerjaan yang dilaksanakan setiap
bulannya dilaksanakan setiap bulannya beserta Time Schedulle pelaksanaan pekerjaan yang
menggambarkan progress pelaksanaan pekerjaan serta deviasi yaitu persentase selisih bobot
pekerjaan antara rencana dan realisasi guna mengontrol kemajuan pelaksanaan pekeerjaan
sehingga dapat dicari solusinya.
4. Back Up Quantity Bulanan
Berisi data jumlah kuantitas dari masing-masing item pekerjaan yang telah dilaksanakan
setiap bulannya yang merupakan rekapan dari Buku harian standard dan sesuai dengan
volume yang tercantum dalam laporan mingguan bulanan.

5. Back Up Quality Bulanan


Berisi laporan hasil pengujian mutu item pekerjaan yang telah dilaksanakan setiap bulannya.

6. As Built Drawing
Merupakan gambar hasil pelaksanaan pekerjaan. Didalam gambar As Built-Drawing dimuat
keterangan ukuran dan keterangan lainnya dari dimensinya sesuai dengan perhitungan
volume akhir pekerjaan tersebut. Semua yang belum terdapat dalam gambar kerja baik
karena penyimpangan, perubahan atas perintah Direksi, maka Kami akan membuat gambar-
gambar yang sesuai dengan apa yang telah dilaksanakan, untuk memperlihatkan perbedaan
antara gambar kerja dan pekerjaan yang dilaksanakan (jika ada perbedaan).

DOKUMENTASI PROYEK
Sistem Pengambilan Dokumentasi Proyek akan Kami laksanakan menjadi beberapa tahap yaitu
saat sebelum pekerjaan dimulai, keadaan lapangan atau tempat pekerjaan masih 0% ditempat‐
tempat yang dianggap penting menurut pertimbangan PPTK dan Pengawas Lapangan. Tahapan
pengambilan dokumen rekaman proyek diatur sedemikan rupa sehingga point‐point pekerjaan
penting terekam semua dengan baik. Semua klise photo atau file photo dalam bentuk soft copy
dari rekaman kegiatan pelaksanaan pekerjaan akan Kami kumpulkan dan dijadikan dokumen
serta diserahkan ke Pejabat Pembuat Komitmen. Rekaman photo akan memuat tahapan
pekerjaan minimal pada saat bobot pelaksanaan 0%, 30%, 60%, 80 % dan 100 %. Hasil cetak
photo‐photo kegiatan pelaksaan pekerjaan Kami susun sedemikian rupa dan dijadikan sebuah
album lengkap dengan keterangan. Meski tidak disebutkan, Semua hal yang Kami uraikan diatas
dilaksanakan tetap mengacu kepada Spesifikasi Teknis pekerjaan.

SERAH TERIMA PEKERJAAN


Pekerjaan seluruhnya harus sudah diserahkan secara lengkap dan baik kepada Direksi Teknis
sebagaimana tercantum didalam surat perjanjian pekerjaan. Penyerahan pertama pekerjaan, harus
melewati pemeriksaan / penelitian dari Team PHO yang telah ditunjuk. Penyerahan kedua
pekerjaan dan telah melewati masa pemeliharaan proyek, harus melewati pemeriksaan /
penelitian dari Team FHO yang telah ditunjuk. Penyerahan pertama dan kedua pekerjaan dapat
diterima setelah semua prosedur Persyaratan Teknis dan Administrasi telah memenuhi
ketentuan-ketentuan yang berlaku didalam kontrak. Dalam permintaan serah terima pekerjaan
tersebut akan Kami lampirkan bobot kemajuan pekerjaan, laporan-laporan (laporan harian,
mingguan, bulanan), laporan quality, serta dokumentasi (foto nol pekerjaan, foto pekerjaan yang
sedang berlangsung dan foto pekerjaan setelah mecapai bobot 100%). Meski tidak disebutkan,
Semua hal yang Kami uraikan diatas dilaksanakan tetap mengacu kepada Spesifikasi Teknis
pekerjaan.

METODE PEMELIHARAAN
Pada masa pemeliharaan ini, disiapkan peralatan serta personil sesuai dengan yang
dipersyaratkan dalam kontrak. Rencana Inspeksi Lapangan intern akan dilakukan 1 minggu
sekali (atau ditentukan kemudian), hasil inspeksi dilaporkan kepada pengawas lapangan.
Rencana Inspeksi bersama dengan pengawas akan dilakukan 1 bulan sekali (atau ditentukan
kemudian) dan hasil inpeksi sebagai laporan bulanan masa pemeliharaan.
Demikianlah Metode Pelaksanaan ini kami buat, untuk melangkapi berkas Penawaran dan
sebagai Bahan Perhitungan atas kelayakan dari penawaran ini. Seluruh kegiatan pelaksanaan
pekerjaan akan kami laksanakan sesuai dengan Daftar Kuantitas dan Harga , Gambar Pekerjaan
dan Spesifikasi Teknis yang telah ditentukan dan akan diselesaikan dalam waktu 180 Hari
Kalender sesuai dengan jadwal waktu yang direncanakan.

Dumai, 28 Mei 2019


Dibuat Oleh,
CV. TRI PUTRA UTAMA

DIMAS FAJRI MUHAMMAD


Direktur