Anda di halaman 1dari 28

SOAL AKUNTANSI BIAYA

BAB 9,10,11,12

DI SUSUN
OLEH :

NAMA : PUTRI FITRIA


KELAS : AKS F/6
JURUSAN : AKUNTANSI SYARIAH
FAKULTAS : FEBI
SEMESTER : III ( TIGA )
MATKUL : AKUNTANSI BIAYA

AKUTANSI SYARIAH
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUMATRA UTARA MEDAN
2018
SOAL PILIHAN GANDA

I. BAB 9

1. PT.Sejahtera menerapkan anggaran biaya overhead pabrik sebesar RP60.000.000.


Tarif biaya overhead pabrik ditetapkan berdasarkan jam kerja langsung sebesar
20.000 jam . aktivitas aktual perusahaan sebesar 15.000 jamm kerja langsung .
Diminta :
1) Hitunglah tarif biayaoverhed pabrik yang ditentukan di muka.
2) Hitunglah biaya overhead pabrik yang di bebankan.

a. Tarif biaya overhead pabrik ditentukan di muka Rp 2.000 per JKL


Biaya overhead pabrik di bebankan Rp 29.000.000

b. Tarif biaya overhead pabrik ditentukan di muka Rp 5.000 per JKL


Biaya overhead pabrik di bebankan Rp 40.000.000

c. Tarif biaya overhead pabrik ditentukan di muka Rp 6000 per JKL


Biaya overhead pabrik di bebankan Rp 35.000.000

d. Tarif biaya overhead pabrik ditentukan di muka Rp 3.000 per JKL


Biaya overhead pabrik di bebankan Rp 45.000.000

Penyelesaian :

Tarif biaya overhead pabrik ditentukan di muka


RP 60.000.000
Tarif BOP = = Rp 3.000 Per JKL
20.000 JKL

Biaya overhead pabrik di bebankan


BOP dibebankan =Rp 3.000 x 15.000 JKL = Rp 45.000.000
Jawab :
e . Tarif biaya overhead pabrik ditentukan di muka Rp 3.000 per JKL
Biaya overhead pabrik di bebankan Rp 45.000.000

2. PT. ABC mulai memproduksi bulang mei 2017 dan perusahaan memproduksi satu
jenis produk melalui ddua depaartemen produksi , yaitu departemen pembentukan
dan penyelesaian . karena sifat proses produksinya agak rumit tidak biasa di
hindari terjadinya produk rusak yang bersifat normal dan laku dijual.

Data produksi : departemen pembentukan


Produk masuk proses : 3.000
unit
Produk baik transsfer ke departemen penyelesaian : 3.500
unit
Produk rusak ( bersifat normal ) tidak laku dijual : 70
unit
Produk masuk dalam proses akhir : 120
unit
( tingkat penyelesaian : 100 % bahan dan 80 % biaya konversi )

departemen penyelesaian
Produk diterima dari departemen perakitan : 2.700
unit
Produk baik transsfer ke gudang : 3.200
unit
Produk rusak ( bersifat normal ) tidak laku dijual :100
unit
Produk masuk dalam proses akhir :150
unit
( tingkat penyelesaian : 100 % bahan dan 80 % biaya konversi )
Dimintan :
Hitunglah unit ekuivalen produksi
a. Departemen pembentukan
Bahan = 3.000 unit
Biaya konversi = 2.500 unit
Departemen penyelesaian
Biaya konversi = 2.600 unit
b. Departemen pembentukan
Bahan = 3.690 unit
Biaya konversi = 3.666 unit
Departemen penyelesaian
Biaya konversi = 3.420 unit
c. Departemen pembentukan
Bahan = 3.000 unit
Biaya konversi = 3.400 unit
Departemen penyelesaian
Biaya konversi = 3.500 unit

d. Departemen pembentukan
Bahan = 4.000 unit
Biaya konversi = 2.800 unit
Departemen penyelesaian
Biaya konversi = 2.900 unit

Penyelesaian :
Departemen pembentukan
Produk selesai + ( PDP akhir Tingkat Penyelesaian ) + Produk rusak
Bahan : 3.500 unit + ( 120 unit x 100 % ) + 70 = 3.690 unit
Biaya konversi : 3.500 unit + ( 120 unit x 80 % ) + 70 unit = 3.666 unit
Departemen penyelesaian
Biaya konversi : 3.200 unit + ( 150 unit x 80 % ) + 100 unit = 3.420 unit
Jawab : b.
Departemen pembentukan
Bahan = 3.690 unit
Biaya konversi = 3.666 unit
Departemen penyelesaian
Biaya konversi = 3.420 unit

3. PT . Indah Karya menerapkan anggaran biaya overhead pabrik sebesar


RP80.000.000. Tarif biaya overhead pabrik ditetapkan berdasarkan jam kerja
langsung sebesar 40.000 jam . aktivitas aktual perusahaan sebesar 20.000 jam
kerja langsung .
Diminta :
3) Hitunglah tarif biayaoverhed pabrik yang ditentukan di muka.
4) Hitunglah biaya overhead pabrik yang di bebankan.

a. Tarif biaya overhead pabrik ditentukan di muka Rp 2.000 per JKL


Biaya overhead pabrik di bebankan Rp 29.000.000

b. Tarif biaya overhead pabrik ditentukan di muka Rp 5.000 per JKL


Biaya overhead pabrik di bebankan Rp 40.000.000

c. Tarif biaya overhead pabrik ditentukan di muka Rp 2.000 per JKL


Biaya overhead pabrik di bebankan Rp40..000.000

d. Tarif biaya overhead pabrik ditentukan di muka Rp 3.000 per JKL


Biaya overhead pabrik di bebankan Rp 45.000.000

Penyelesaian :

Tarif biaya overhead pabrik ditentukan di muka


RP80.000.000
Tarif BOP = = Rp2.000 Per JKL
40.000 JKL
Biaya overhead pabrik di bebankan
BOP dibebankan =Rp 2.000 x 20.000 JKL = Rp 40.000.000

Jawab :
C.Tarif biaya overhead pabrik ditentukan di muka Rp 2.000 per JKL
Biaya overhead pabrik di bebankan Rp 40.000.000

II. BAB 10

4. PT. PRIMATA memproduksi 3 buah jenis produk. Proses produksi dari ketiga
produk tersebut merupakan produk bersama sehingga biaya yang terjadi
merupakan biaya bersama.

Berikut ini data produksi bulan Januari 2009


Produk
Keterangan
X Y Z
Jumlah unit diproduksi 60.000 64.000 40.000
Nilai harga jual saat split off
Per unit Rp.6,00 Rp.5,00 Rp.7,00
Total Rp.360.000,00 Rp.320.000,00 Rp.280.000,00

Total biaya bersama adalah sebesar Rp.528.000,00

Diminta:
Alokasikan biaya bersama tersebut pada masing – masing produk!

a. Alokasi biaya 960.000 dan 528.000


b. Alokasi biaya 860.000 dan 428.000
c. Alokasi biaya 760.000 dan 328.000
d. Alokasi biaya 690.000 dan 228.000
Penyelesaian :

Untuk memperjelas persoalan tersebut dapat digambarkan sebagai berikut:


dasar alokasi total dari masing – masing produk:
X = 60.000 x 6 = 360.000
Y = 64.000 x 5 = 320.000
Z = 40.000 x 7 = 280.000
Total = 960.000

Alokasi biaya bersama :


X = 360/960 x Rp. 528.000 =Rp. 198.000
Y = 320/960 x Rp. 528.000 = Rp. 176.000
Z = 280/960 x Rp. 528.000 = Rp. 154.000
Total Rp. 528.000

Jawab :
a. Alokasi biaya 960.000 dan 528.000

5. PT. KESATRIA memproduksi 3 buah jenis produk. Proses produksi dari ketiga
produk tersebut merupakan produk bersama sehingga biaya yang terjadi
merupakan biaya bersama.

Berikut ini data produksi bulan maret 2008:


Produk
Keterangan
X Y Z
Jumlah unit diproduksi 60.000 64.000 40.000
Nilai harga jual
Rp.9,00 Rp.8,00 Rp.8,00
Per unit
Biaya untuk memproduksi lebih
Rp.20.000,00 Rp.40.000,00 Rp.10.000,00
lanjut
Total biaya bersama adalah sebesar Rp. 528.000

Diminta:
Alokasikan biaya bersama tersebut pada masing – masing produk.

a. Cost X = 520.000 / 1.302.000 x Rp. 528.000 = Rp. 210.876


Cost Y = 472.000 / 1.302.000 x Rp. 528.000 = Rp. 200.000
Cost Z = 310.000 / 1.302.000 x Rp. 528.000 = Rp. 125.714

b. Cost X = 520.000 / 1.302.000 x Rp. 528.000 = Rp. 210.876


Cost Y = 472.000 / 1.302.000 x Rp. 528.000 = Rp. 191.410
Cost Z = 310.000 / 1.302.000 x Rp. 528.000 = Rp. 145.000

c. Cost X = 520.000 / 1.302.000 x Rp. 528.000 = Rp. 120.850


Cost Y = 472.000 / 1.302.000 x Rp. 528.000 = Rp. 191.410
Cost Z = 310.000 / 1.302.000 x Rp. 528.000 = Rp. 125.714

d. Cost X = 520.000 / 1.302.000 x Rp. 528.000 = Rp. 210.876


Cost Y = 472.000 / 1.302.000 x Rp. 528.000 = Rp. 191.410
Cost Z = 310.000 / 1.302.000 x Rp. 528.000 = Rp. 125.714

Penyelesaian :

Atas dasar data tersebut dibuat perhitungan harga jual hipotesis sebagai berikut:

Produk Unit Harga jual Biaya tambahan Harga jual hipotesis


X 60.000 Rp.9 Rp.20.000 Rp.520.000
Y 64.000 Rp.8 Rp.40.000 Rp.472.000
Z 40.000 Rp.8 Rp.10.000 Rp.310.000
Rp.1.302.000
Alokasi biaya bersama adalah sebagai berikut :

Cost X = 520.000 / 1.302.000 x Rp. 528.000 = Rp. 210.876


Cost Y = 472.000 / 1.302.000 x Rp. 528.000 = Rp. 191.410
Cost Z = 310.000 / 1.302.000 x Rp. 528.000 = Rp. 125.714

Bila sudah diketahui alokasi dari biaya bersama ke masing – masing produk,
maka total biaya produksi produk X, Y, Z dapat diketahui yaitu alokasi biaya
bersama ditambah dengan biaya tambahan masing – masing produk. Selanjutnya
biaya per unit akan dapat dihitung pula.
Dari data diatas biaya atau harga pokok per unit adalah :
Untuk produk X = (Rp. 210.876 + Rp. 20.000) / 60.000 = Rp.3,8479
Y = (Rp. 191.410 + Rp. 40.000) / 64.000 = Rp. 3,6158
Z = (Rp. 125.714 + Rp. 10.000) / 40.000 = Rp. 3,3929

Jawab :
a. Cost X = 520.000 / 1.302.000 x Rp. 528.000 = Rp. 210.876
Cost Y = 472.000 / 1.302.000 x Rp. 528.000 = Rp. 191.410
Cost Z = 310.000 / 1.302.000 x Rp. 528.000 = Rp. 125.714

6. PT. PRIMA memproduksi 2 macam produk bersama yaitu “X” dan “Y”. Data
untuk bulan Januari 2014 sebagai berikut :

Biaya Yang
Diserap
Unit ( kg ) Bahan Baku Tenaga Kerja Overhead
Pabrik
BDP Awal 16.000 Rp 4.800.000 Rp 508.000 Rp 752.000
Masuk Proses 184.000 Rp Rp Rp 17
49.200.000 12.232.000 868.000
- Produk selesai:
X = 128.000 kg
Y = 62.000 kg

- Harga jual X = Rp. 600/kg


Harga jual Y = Rp. 800/kg

- BDP akhir 10.000 kg dengan tingkat penyelesaian


Bahan baku 100%
Biaya konversi 60%

Diminta : Alokasi Biaya Bersama.


a Alokasi biaya bersama
-
= Rp. 49.640.505

-
= Rp. 32.059.495

b Alokasi biaya bersama


-
= Rp. 49.00.000

-
= Rp. 32.059.495
c Alokasi biaya bersama
-
= Rp. 49.640.505

-
= Rp. 32.000.000
d Alokasi biaya bersama
-
= Rp. 40.000.000

-
= Rp. 32.059.495

Penyelesaian :
Pembebanan Biaya :
Perhitungan Biaya :
Produk bersama :
190.000 unit x Rp. 430 Rp. 81.700.000
BDP akhir : 10.000 unit
BB : 10.000(100%) x Rp. 270 = Rp. 2.700.000
TK : 10.000(60%) x Rp. 65 = Rp. 390.000
OP : 10.000(60%) x Rp. 95 = Rp. 570.000
Rp. 3.660.000
Rp. 85.360.000

Harga jual
X = 128.000 kg x Rp. 600 = Rp. 76.800.000
Y = 62.000 kg x Rp. 800 = Rp. 49.600.000
Rp. 126.400.000

Alokasi biaya bersama


-
= Rp. 49.640.505

-
= Rp. 32.059.495
Jawab :
a Alokasi biaya bersama
-
= Rp. 49.640.505

-
= Rp. 32.059.495

7. PT. SAGA memproduksi 3 buah jenis produk


X = 60.000 unit
Y = 64.000 unit
Z = 40.000 unit
164.000 unit
Total bersama = Rp. 528.000
Diminta : Alokasikan biaya bersama tersebut!

a Alokasi biaya bersama :

= Rp. 190.000

= Rp. 206.049

= Rp. 128.780

b Alokasi biaya bersama :

= Rp. 193.171
= Rp. 200.000

= Rp. 128.780

c Alokasi biaya bersama :

= Rp. 193.171

= Rp. 206.049

= Rp. 128.780

d Alokasi biaya bersama :

= Rp. 193.171

= Rp. 206.049

= Rp. 120.000

Penyelesaian :
Alokasi biaya bersama :

= Rp. 193.171

= Rp. 206.049
= Rp. 128.780

Harga Pokok per unit :


Produk X = (193.171 : 60.000) x Rp. 1
= Rp. 3,2195

Produk Y = (206.049 : 64.000) x Rp. 1


= Rp. 3,2195

Produk Z = (128.780 : 40.000) x Rp. 1


= Rp. 3,2195
Jawab :
c. Alokasi biaya bersama :

= Rp. 193.171

= Rp. 206.049

= Rp. 128.780

8. Berdasarkan Soal sebelumnya dari 3 macam produk yang dihasilkan, datanya :


- Total biaya bersama Rp 528.000
- Total kuantitas produksi
Produk X = 60.000 unit
Y = 64.000 unit
Z = 40.000 unit
164.000 unit
Diminta : Alokasikan biaya bersama tersebut!

a Jadi alokasi biaya bersama adalah :


Produk X = 60.000 x Rp. 3,2195= Rp. 193.171
Y = 64.000 x Rp. 3,2195 = Rp. 205.000
Z = 40.000 x Rp. 3,2195 = Rp. 128.780

b Jadi alokasi biaya bersama adalah :


Produk X = 60.000 x Rp. 3,2195= Rp. 193.171
Y = 64.000 x Rp. 3,2195 = Rp. 206.049
Z = 40.000 x Rp. 3,2195 = Rp. 128.780
c Jadi alokasi biaya bersama adalah :
Produk X = 60.000 x Rp. 3,2195= Rp. 193.171
Y = 64.000 x Rp. 3,2195 = Rp. 206.049
Z = 40.000 x Rp. 3,2195 = Rp. 110.000

d Jadi alokasi biaya bersama adalah :


Produk X = 60.000 x Rp. 3,2195= Rp. 180.000
Y = 64.000 x Rp. 3,2195 = Rp. 206.049
Z = 40.000 x Rp. 3,2195 = Rp. 128.780

Penyelesaian :
Harga pokok per unit
x Rp. 1= Rp. 3,2195

Jadi alokasi biaya bersama adalah :


Produk X = 60.000 x Rp. 3,2195= Rp. 193.171
Y = 64.000 x Rp. 3,2195 = Rp. 206.049
Z = 40.000 x Rp. 3,2195 = Rp. 128.780

Jawab :
Jadi alokasi biaya bersama adalah :
b. Produk X = 60.000 x Rp. 3,2195= Rp. 193.171
Y = 64.000 x Rp. 3,2195 = Rp. 206.049
Z = 40.000 x Rp. 3,2195 = Rp. 128.780

III. BAB 11
9. PT. Adi Karya membeli 5 macam bahan baku dengan harga faktur tiap-tiap jeniss
bahan sebagai berikut : bahan A Rp 150.000, bahan baku B Rp 100.000, bahan
baku C Rp 200.000 , dan bahan baku D Rp 120.000 . Biaya angkutan yangg
dikeluarkan untuk keempat jeniss bahan baku tersebut adalah sebesar Rp 40.000 .
Jika biaya angkutan dibagian atass dassar perbandingan harga faktur tiap-tiap
jenis bbahan baku tersebut, harga pokok yiap jenis bahan baku akan dibebani
dengan tambahan biaya angkutan sebesar Rp0,07 ( yitu Rp 40.000 : 570.000 ) .
Jelaskan pembagiaan biaya angkutan Rp.40.000 tersebut.

a. Pembagiaan Biaya Angkutan


Harga Faktur -1 = Rp 570.000
(1) x Rp 0,08 -2 = Rp 39.900
Harga Pokok Bahan Baku ( 1) + ( 2 ) = Rp 609.900

b. Pembagiaan Biaya Angkutan


Harga Faktur -1 = Rp 500.000
(1) x Rp 0,08 -2 = Rp 40.000
Harga Pokok Bahan Baku ( 1) + ( 2 ) = Rp 600.000

c. Pembagiaan Biaya Angkutan


Harga Faktur -1 = Rp 550.000
(1) x Rp 0,08 -2 = Rp 45.000
Harga Pokok Bahan Baku ( 1) + ( 2 ) = Rp 620.000

d. Pembagiaan Biaya Angkutan


Harga Faktur -1 = Rp 575.000
(1) x Rp 0,08 -2 = Rp 480.000
Harga Pokok Bahan Baku ( 1) + ( 2 ) = Rp 650.000

Penyelesaian:

Alokasi Biaya Angkutan atas dasar Perbandingan Harga Faktur Tiap Jenis
Bahan Baku yang dibeli

Pembagian Angkutan
Biaya
Jenis Bahan Harga Faktur ( 1) x Rp 0,07 Harga Pokok
Baku -1 -2 Bahan Baku
(1)+(2)
A Rp 150.000 Rp 10.500 Rp 160.500
B Rp 100.000 Rp 7.000 Rp 107.000
C Rp 200.000 Rp 14.000 Rp 214000
D Rp 120.000 Rp 8.400 Rp 128.400
Rp 570.000 Rp 39.900 Rp 609.900
Jawab :
a. Pembagiaan Biaya Angkutan
Harga Faktur -1 = Rp 570.000
(1) x Rp 0,08 -2 = Rp 39.900
Harga Pokok Bahan Baku ( 1) + ( 2 ) = Rp 609.900

10. PT. GRAHA membeli 5 macam bahan baku dengan harga faktur tiap-tiap jeniss
bahan sebagai berikut : bahan A Rp 200.000, bahan baku B Rp 150.000, bahan
baku C Rp 250.000 , dan bahan baku D Rp 100.000 . Biaya angkutan yangg
dikeluarkan untuk keempat jeniss bahan baku tersebut adalah sebesar Rp 50.000 .
Jika biaya angkutan dibagian atass dassar perbandingan harga faktur tiap-tiap
jenis bbahan baku tersebut, harga pokok yiap jenis bahan baku akan dibebani
dengan tambahan biaya angkutan sebesar Rp0,07 ( yaitu Rp 50.000 : 700.000 ) .
Jelaskan pembagiaan biaya angkutan Rp.48.000 tersebut.
a. Pembagiaan Biaya Angkutan
Harga Faktur -1 = Rp 570.000
(1) x Rp 0,08 -2 = Rp 45.600
Harga Pokok Bahan Baku ( 1) + ( 2 ) = Rp 615.600
b. Pembagiaan Biaya Angkutan
Harga Faktur -1 = Rp 500.000
(1) x Rp 0,08 -2 = Rp 40.000
Harga Pokok Bahan Baku ( 1) + ( 2 ) = Rp 600.000
c. Pembagiaan Biaya Angkutan
Harga Faktur -1 = Rp 550.000
(1) x Rp 0,08 -2 = Rp 45.000
Harga Pokok Bahan Baku ( 1) + ( 2 ) = Rp 620.000
d. Pembagiaan Biaya Angkutan
Harga Faktur -1 = Rp 700.000
(1) x Rp 0,08 -2 = Rp 49.000
Harga Pokok Bahan Baku ( 1) + ( 2 ) = Rp 749.000

Penyelesaian:
Alokasi Biaya Angkutan atas dasar Perbandingan Harga Faktur Tiap Jenis
Bahan Baku yang dibeli

Pembagian Angkutan
Biaya
Jenis Bahan Harga Faktur ( 1) x Rp 0,08 Harga Pokok
Baku -1 -2 Bahan Baku
(1)+(2)
A Rp 200.000 Rp 14.000 Rp 214.000
B Rp 150.000 Rp 10.500 Rp160.500
C Rp 250.000 Rp 17.500 Rp267.500
D Rp 100.000 Rp 7.000 Rp 107.000
Rp700.000 Rp 49.000 Rp 749.000
Jawab :
d. Pembagiaan Biaya Angkutan
Harga Faktur -1 = Rp 700.000
(1) x Rp 0,08 -2 = Rp49.000
Harga Pokok Bahan Baku ( 1) + ( 2 ) = Rp 749.000

11. Bagian Produksi Menyerahkan 2.000 kg sisa bahan ke bagian Gudang. Sisa bahan
tersebut ditaksir dapat laku dijual Rp 8.000 per kg. Sampai dengan akhir periode
akuntansi sisa bahan tersebut telah laku dijual sebanyak 1.500 kg dengang harga
jual Rp 10.000 per kg. Buatlah jurnal dari transaksi tersebut.

a. Persediaan Sisa Bahan ( 2.000 x 8.000 ) Rp 16.000


Hasil Penjualan Sisa Bahan Rp 16.000
Kas / piutang dagang ( 1.500 x Rp 10.000 ) Rp 15.000
Hasil penjualan sisa bahan Rp 15.000
b. Persediaan Sisa Bahan ( 2.000 x 8.000 ) Rp 10.000
Hasil Penjualan Sisa Bahan Rp 10.000
Kas / piutang dagang ( 1.500 x Rp 10.000 ) Rp 16.000
Hasil penjualan sisa bahan Rp 16.000

c. Persediaan Sisa Bahan ( 2.000 x 8.000 ) Rp 14.000


Hasil Penjualan Sisa Bahan Rp 14.000
Kas / piutang dagang ( 1.500 x Rp 10.000 ) Rp 15.000
Hasil penjualan sisa bahan Rp 15.000

d. Persediaan Sisa Bahan ( 2.000 x 8.000 ) Rp 15.000


Hasil Penjualan Sisa Bahan Rp 15.000
Kas / piutang dagang ( 1.500 x Rp 10.000 ) Rp 15.000
Hasil penjualan sisa bahan Rp 15.000

Jawab :
a. Persediaan Sisa Bahan ( 2.000 x 8.000 ) Rp 16.000
Hasil Penjualan Sisa Bahan Rp 16.000
Kas / piutang dagang ( 1.500 x Rp 10.000 ) Rp 15.000
Hasil penjualan sisa bahan Rp 15.000

12. PT . KREASI , adalah perusahaan yanng bergerak dalam industri komponen


motor data berikkut untuk bulan juni 2017 :

Tanggal Pembelian Harga Keluar


( Kuantitas )
01/06/2017 2.000 Rp 900
06/06/2017 3.000 Rp 800
08/06/2017 2.000
10/06/2017 1.200 Rp 850
11/06/2017
14/06/2017 1.400
16/06/2017 1.300 Rp.850
Total 7.500 3.400

a. Nilai rata-rata tertimbang Rp 740.000


b. Nilai rata-rata tertimbang Rp 960.000
c. Nilai rata-rata tertimbang Rp 843.330
d. Nilai rata-rata tertimbang Rp 866.600

Buatlah metode rata-rata tertimbang .


Penyelesaian :
Rumus Rata-Rata Tertimbang
Total harga Pembelian
=
Kuantitas Pembelian

( 2.000 x Rp 900 ) + ( 3.000 x Rp 800 ) + ( 1.200 x Rp 850 ) + ( 1.300 x Rp 850 )

( 1.800.000 ) + (2.400.000 ) + ( 1.020.000 ) + ( 1.105.000 ) =6.325.000


6.325.000
= Rp 843.330
7.500 unit

Jawab :
c. Nilai rata-rata tertimbang Rp 843.330

13. Untuk memproses pesanan dari PT. Apollo dan PT. Bintang, bahan baku yang
digunakan adalah sebagai berikut :
Bahan Baku untuk pesanan PT. Apollo (Kode 111)
Kertas jenis Y 95 rim @ Rp 11.000 Rp 1.045.000.-
Tinta jenis A 10 kg @ Rp 110.000 Rp 1.100.000,- +
Jumlah bahan baku untuk pesanan kode 111 Rp 2.145.000,-

Bahan Baku untuk pesanan PT. Bintang (Kode 112)


Kertas jenis Z 20 roll @ Rp 350.000 Rp 7.000,000,-
Tinta jenis B 25 kg @ Rp 35.000 Rp 875.000,- +
Jumlah bahan baku untuk pesanan kode 112 Rp 7.875.000,-
Jumlah bahan baku yang dipakai Rp 10.020.000,-
a Pencatatan Pemakaian Bahan Baku
Barang Dalam Proses – Biaya Bahan Baku Rp 10.020.000,-
Persediaan Bahan Baku Rp 10.020.000,-

Pencatatan Pemakaian Bahan Penolong :


Biaya Overhead Pabrik Sesungguhnya Rp 280.000,-
Persediaan Bahan Penolong Rp 280.000,-

b Pencatatan Pemakaian Bahan Baku


Barang Dalam Proses – Biaya Bahan Baku Rp 10.000.000,-
Persediaan Bahan Baku Rp 10.000.000,-

Pencatatan Pemakaian Bahan Penolong :


Biaya Overhead Pabrik Sesungguhnya Rp 285.000,-
Persediaan Bahan Penolong Rp 285.000,-

c Pencatatan Pemakaian Bahan Baku


Barang Dalam Proses – Biaya Bahan Baku Rp 10.030.000,-
Persediaan Bahan Baku Rp 10.030.000,-

Pencatatan Pemakaian Bahan Penolong :


Biaya Overhead Pabrik Sesungguhnya Rp 285.000,-
Persediaan Bahan Penolong Rp 285.000,-

d Pencatatan Pemakaian Bahan Baku


Barang Dalam Proses – Biaya Bahan Baku Rp 10.020.000,-
Persediaan Bahan Baku Rp 10.020.000,-

Pencatatan Pemakaian Bahan Penolong :


Biaya Overhead Pabrik Sesungguhnya Rp 285.000,-
Persediaan Bahan Penolong Rp 285.000,-

Penyelesaian :
Pencatatan Pemakaian Bahan Baku
Barang Dalam Proses – Biaya Bahan Baku Rp 10.020.000,-
Persediaan Bahan Baku Rp 10.020.000,-

Pada saat memproses dua pesanan tersebut, perusahaan menggunakan bahan


penolong sebagai berikut :
Bahan penolong W 10 kg @ Rp 11.000 Rp 110.000,-
Bahan penolong X 35 liter @ Rp 5.000 Rp 175.000,- +
Jumlah bahan penolong yang dipakai dalam produksi Rp 285.000,-

Pencatatan Pemakaian Bahan Penolong :


Biaya Overhead Pabrik Sesungguhnya Rp 285.000,-
Persediaan Bahan Penolong Rp 285.000,-

Jawab :
d. Pencatatan Pemakaian Bahan Baku
Barang Dalam Proses – Biaya Bahan Baku Rp 10.020.000,-
Persediaan Bahan Baku Rp 10.020.000,-

Pencatatan Pemakaian Bahan Penolong :


Biaya Overhead Pabrik Sesungguhnya Rp 285.000,-
Persediaan Bahan Penolong Rp 285.000,-

IV.BAB 12

14. Jika menurut penyelidikan waktu ( time study ) , dibutuhkan waktu 4 menit
untuk menghasilkan 1 satuan produk, maka jumlah keluaran standar per jam
adalah 10 satuan. Jika upah poko sebesar Rp 800 per jam, maka tarif upah
persatuan adalah 80 ( 800 : 10 ) . Karyawan yang tidak dapat menghassilkan
jumlah standar perjam , tetap dijamin mendapat upah Rp 800 per jam. Tetapi bila
ddapat menghasilkan 12 persatuan per jam ( ada kelebihan 2 satuan dari jumlah
satuan standar per jam ) maka hitunglah upahnya.
a. Upah dasar per jam Rp 800
Insentif : 2 x 80 ( Rp 800 : 10 ) Rp 160
Upah yang di terima pekerja per jam Rp 960
b. Upah dasar per jam Rp 800
Insentif : 2 x 80 ( Rp 800 : 10 ) Rp 100
Upah yang di terima pekerja per jam Rp 900

c. Upah dasar per jam Rp 700


Insentif : 2 x 80 ( Rp 800 : 10 ) Rp 160
Upah yang di terima pekerja per jam Rp 860
d. Upah dasar per jam Rp 800
Insentif : 2 x 80 ( Rp 800 : 10 ) Rp 260
Upah yang di terima pekerja per jam Rp 1.060

Jawab :
a. Upah dasar per jam Rp 800
Insentif : 2 x 80 ( Rp 800 : 10 ) Rp 160
Upah yang di terima pekerja per jam Rp 960

15. PT. WIRA NIAGA hanya mempekerjakan 2 orang karyawan. Raisya dan Risyam.
Berdasarkan kartu hadir minggu pertamabulan Mei 2017, bagian pembuat daftar
gaji dan upah membuat daftar gaji upah untuk periode yang bersangkutan.
Menurut kartu hadir, karyawan Raisya bekerja selama seminggu sebanyak 60 jam
, dengan upah per jam Rp 2.000 , sedangkan karyawan Risyam selama periode
yang sama bekerja 60 jam dengan tarif Rp 1.500 per jam. Menurut kartu jam
kerja, penggunaan jam hadir masing-masing karyawan tersebut disajikan sebagai
berikut :
Jam Kerja Karyawan
Penggunaan Waktu kerja Raisya Risyam
Untuk pesanan # 104 9 jam 18 jam
Untuk Pesanan # 150 18 jam 10 jam
Untuk menunnggu 6 jam 10 jam
persiapan pekerjaan

a. Jumlah upah bersih yang diterima karyawan


Risya = 56.100
Risyam = 48.450
b. Jumlah upah bersih yang diterima karyawan
Risya = 50.000
Risyam = 48.000
c. Jumlah upah bersih yang diterima karyawan
Risya = 56.000
Risyam = 48.000
d. Jumlah upah bersih yang diterima karyawan
Risya = 53.000
Risyam = 48.450

Penyelesaian :

Dengan demikian upah karyawan tersebut di hitung sebesar 210.000 ( 60 jam x


Rp.2000 di tambah 60 jam x Rp 1.500 ) dan didistribusikan seperti disajikan
sebagai berikut :
Distribusi upah tenaga Kerja Langsung
Distribusi Tenaga Kerja Langsung Risya Risyam
Dibebankan sebagai biaya tenaga
kerja langsung
Pesanan # 104 Rp 18.000 Rp.27.000
Pesanan # 150 Rp 36.000 Rp 15.000
Dibebankan sebagai biaya overhead Rp 12.000 Rp 15..000
pabrik
Jumlah upah minggu pertama bulan Rp 66.000 Rp 57.000
mei 2017
Pph yang di potong oleh perusahaan
15 % dari upah minggu pertama
Bulan Mei 9.900 8.550
Jumlah upah bersih yang diterima 56.100 48.450
karyawan

Jawab :
a. Jumlah upah bersih yang diterima karyawan
Risya = 56.100
Risyam = 48.450
16. Dari soal no 10 atas dasar bukti kas keluar, buat jurnal yang akan di buat bagian
akuntansi.
a. Gaji dan upah Rp 210.000
Utang PPH Karyawan Rp 31.500
Utang gaji dan upah Rp 178.500
b. Gaji dan upah Rp 210.000
Utang gaji dan upah Rp 31.500
Utang PPh Karyawan Rp 178.500
c. Utang gaji dan upah Rp 210.000
Utang PPH Karyawan Rp 31.500
Gaji dan Upah Rp 178.500
d. Utang PPH karyawan Rp 210.000
Gaji dan Upah Rp 31.500
Utang gaji dan upah Rp 178.500

Jawab :
a. Gaji dan upah Rp 210.000
Utang PPH Karyawan Rp 31.500
Utang gaji dan upah Rp 178.500
17. Misal dalam satu minggu seorang karyawan bekerja selama 44 Jm dengan tarif
upah ( dalam jam kerjaa biasa maupun lembur ) Rp 600 per jam. Premi lembur
dihitung sebesar 50% dari upah tarif. Upah karyawan tersebut dihitung sebagai
berikut :
a. Jumlah upah karyawan tersebut satu minggu = Rp 30.000
b. Jumlah upah karyawan tersebut satu minggu = Rp 29.000
c. Jumlah upah karyawan tersebut satu minggu = Rp 33.000
d. Jumlah upah karyawan tersebut satu minggu = Rp 27.600

Penyelesaian :
Jam biasa 40 x Rp 600 = Rp 24.000
Lembur 4 x Rp 600 = Rp 2.400
Premi Lembur 4 x Rp 300 = Rp 1.200
Jumlah Upah Karyawan Tersebut Satu Minggu = Rp 27.600

Jawab :
a. Jumlah upah karyawan tersebut satu minggu = Rp 30.000
18. Misalkan seorang karyawaan haruss bekerja 40 jam per minggu. Upahnya Rp 600
per jam. Dari 40 jam kerja tersebut misalnya 10 jam merupaan waktu
menganggur, dan sisanya digunakan untuk mengerjakan pesanan tertentu. Buatlah
jurnal untuk mencatat biaya tenaga kerja tersebut addalah :
a. Barang dalam proses biaya tenaga kerja langsung Rp 18.000
Biaya Oveerhead pabrik sesungguhnya Rp 6.000
Gaji dan upah Rp 24.000
b. Biaya gaji dan upah Rp 18.000
Biaya Oveerhead pabrik sesungguhnya Rp 6.000
Barang dalam proses biaya tenaga kerja langsung Rp 24.000
c. Barang dalam proses biaya tenaga kerja langsung Rp 18.000
Gaji dan Upah Rp 6.000
Biaya Overhead pabrik sesungguhnya Rp 24.000
d. Barang dalam proses biaya tenaga kerja langsung Rp 6.000
Biaya Oveerhead pabrik sesungguhnya Rp 18.000
Gaji dan upah Rp 24.000

Jawwab :
a. Barang dalam proses biaya tenaga kerja langsung Rp 18.000
Biaya Oveerhead pabrik sesungguhnya Rp 6.000
Gaji dan upah Rp 24.000

Anda mungkin juga menyukai