Anda di halaman 1dari 10

PT PLN (PERSERO)

UIP MALUKU & MALUKU UTARA


GARDU INDUK 150 kV PLTMG TERNATE

METODE KERJA

FOUNDATION SWITHCYARD

REV Date ISSUED REVIEWED BY


BY PT.IBP PUSMANPRO UPP KITRING
MALUKU UTARA
14.06. 2019 Rojani
1. Data Data Proyek.

Proyek : Pembangunan Gardu Induk 150 kv PLTMG KASTELA TERNATE


Pemilik : PT PLN Persero Unit Induk Pembangunan Maluku&Maluku utara
Kontraktor : PT. Indokomas Buana Perkasa
No Kontrak : 0005.PJ/KON.02.04/UIPMALUKU/APLN/2018
Spesifikasi : TSS20 GI PLTMG KASTELA TERNATE
2. Gambar Acuan : Semua gambar approveed Gardu Induk 150 kv PLTMG TERNATE

2.1.Tenaga Kerja Dan Alat


No. Tenaga Kerja Jumlah Unit

1 Supervisor 1 Orang

2 QC/QA 1 Orang

3 Safety Oficcer 1 Orang

4 Surveyor 1 Orang

5 Assisten Surveyor 2 Orang

6 Mandor 2 Orang

7 Tukang 15-20 Orang

8 Helper 20-25 Orang

9 Operator Excavator 1 Orang

No. Alat Jumlah Unit

1 Excavator 1 Unit

2 Stamper 1 Unit

3 Mixer Machine 2 Unit

4 Gerobak,sekop,cangkul Dll 10-15 unit

5 Auto level 1 Unit

6 Total station 1 Unit

7 Lampu penerangan 3-6 Unit


3. Tugas dan Tanggung Jawab.

3.1. Metode kerja ini harus di periksa dan disetujui oleh PT.PLN UPP/PUSMANPRO sebelum
pelaksanaan pekerjaan dimulai.
3.2. Pelaksana PT. IBP dan rekanan PT.IBP, bertanggung jawab terhadap pelaksanaan
pekerjaan yang tertuang dalam meatode kerja ini.

4. Umum

4.1. Safety
Semua Pekerja dan yang memasuki area kerja dan yang terlibat dalam pelaksanaan
pekerjaan harus menggunakan Alat Pelindung Diri.
Semua pekerja dan orang yang terlibat dalam pelaksanaan pekerjaan harus mematuhi
regulasi yang ditetapkan oleh HSE.
4.2. Survey Reference
5.2.1 Datum
Semua Koordinat dan Elevasi pekerjaan harus dicantumkan dalam setiap
gambar kerja.

5.2.2. Elevasi dan Koordinat.


Elevasi permukaan tanah harus tercantum dalam gambar rencana kerja untuk
setiap bangunan yang direncanakan, PT. Indokomas Buana Perkasa, harus
memverifikasi tingkat keakuratan koordinat dan elevasi yang tercantum dalam
gambar kerja. PT. IBP akan menginformasikan kepada PT.PLN bila ada perubahan
koordinat dan Elevasi terkait penyesuain pekerjaan.
4.3. Kontrol Lingkungan
Mengambil tindakan yang perlu untuk semua aktifitas yang berpengaruh langsung pada
pekerja dan lingkungan, seperti pengendalian debu pada musim kemarau dan
pengendalian tumpahan oli atau bahan kimia lainnya yang mempengaruhi lingkungan.

4.4. Pengaman
Kontraktor harus memasang pembatas atau barikade,lampu penerangan untuk kerja
lembur serta memeliharanya tetap dalam kondisi baik selama masa konstruksi.
4.5. Pengajuan.
Semua test dan inspeksi harus diajukan kepada PT.PLN untuk persetujuan.

5. Bahan dan Alat


5.1. Pasir
Pasir yang digunakan berasal dari Gunung.

Gambar 6.1. Pasir

5.2.Batu Pecah
Batu pecah digunakan untuk campuran beton.

Gambar 6.2. Besi Tulangan

5.3. Semen
Semen yang digunakan adalah semen Type I, Jenis Potland Composite Cement (PCC)
5.4. Air
Air yang digunakan sebagai bahan campuran haru memenuhi syarat minimum yaitu air
yang dapat dikonsumsi tanpa melalui proses pengolahan.

Gambar 6.4. Air

5.5. Besi Tulangan


Besi tulangan yang digunakan besi polos dan besi ulir.

Gambar 6.5. Besi Tulangan


5.6. Angkur
Angkur yang digunakan untuk jenis Anchor Bolt

6. Alat
6.1. Alat Pengaduk (mixer)

Alat pengaduk (mixer) dengan kapasitas 0,3 M3


6.2. Alat Tranportasi
Alat yang digunakan untuk mengangkat campuran kelokasi pekerjaan menggunakan
gerobak dorong atau ember, disesuaikan dengan keadaan dan lokasi pekerjaan.

6.3.Vibrator
Vibrator digunakan untuk memadatkan beton yang berada di dalam cetakan supaya
tidak ada permukaan beton yang keropos.
6.4. Alat Bantu
Alat Bantu Meteran, Palu, Palu Bodam, Ember, dan Cetok, tersedia dalam kondisi baik
dan siap pakai.

6.5. Alat Takaran Campuran Mortar. (Dolak)


Takaran campuran digunakan sebagai alat untuk mengukur isi campuran mortar seperti
pasir dan semen, ukuran takaran campuran mengacu pada semen 50 Kg dengan
perbandingan berat jenis pasir 1400 kg/m3 dan didapat 1 zak : 0,036 M3 pasir. Maka
dimensi dolak dibuat dengan ukuran 0,165 m x 0,37 m x 0,61 m.

Gbr2.Ukuran Takaran Campuran


(Dolak)
6.6. Bar Cutter
Bar Cutter digunakan untuk pemotongan besi tulangan.

6.7. Balok Kayu


Balok kayu yang digunakan berukuran 5x7cm.

6.8. Papan Kayu


Triplek yang digunakan dalam pembuatan bekisting 9 mm.

6.9.Auto Level
Auto level digunakan untuk mengawasi elevasi pondasi supaya sesuai dengan design
yang telah di setujui.

7. Pelaksanaan Pekerjaan
7.1. Galian
Galian tanah dilakukan seluas pondasi yang dikerjakan di tambah ± 50 cm pada sisi
kanan kiri pondasi untuk memberi ruang pada pekerjaan bekisting.

7.2. Urugan Pasir


Urugan pasir dilakukan seluas pondasi setebal ± 10 cm sesuai gambar yang sudah di
setujui.

7.3. Lantai Kerja


Lantai kerja hanya difungsikan sebagai dudukan beton pondasi bukan sebagai struktur.
Lantai kerja dikerjakan dengan mutu beton K-100, dengan dimensi panjang, lebar dan tinggi
mengikuti pondasi sesuai gambar kerja yang sudah di setujui.
7.4. Pembesian
Pekerjaan pembesian ini terdiri dari pemotongan dan pembendingan serta pemasangan
besi sesuai dengan gambar yang telah disetujui. Dalam pekerjaan pembesian digunakan
besi Ø10 mm, Ø12 mm, D13 mm, D16 mm.
Untuk urutan pekerjaan pembesian ini adalah :
• Pemotongan dan bengkokan dibuat sesuai dengan daftar BBS.
• Pemotongan tulangan baja dilakukan dengan mesin pemotong (bar cutter), kemudian
untuk bending tulangan dilakukan di area fabrikasi.
• Setelah besi selesai difabrikasi kemudian di distribusikan ke lokasi kerja.
• Install besi yang telah terfabrikasi pada pondasi sesuai dengan gambar kerja.

7.5. Formwork/Begesting
Bekisting beton dibuat dari kayu lapis multipleks atau menggunakan papan untuk
bekisting dan didukung dengan perancah kayu. Pada saat akan dilakukan pengecoran
papan bekisting dioles dengan minyak atau pelumas bertujuan untuk mempermudah dalam
pelepasan/pembongkaran bekisting saat beton mencapai umur yang sudah ditentukan.
Setelah melepas cetakan beton yg tercetak akan memiliki bentuk yang benar, teratur tanpa
lengkungan atau tonjolan. Bekisting akan dipastikan akurat untuk menunjukkan bentuk,
dimensi, garis, elevasi dan posisi. Pada permukaan bekisting yang kontak langsung dengan
beton akan dibersihkan dan dilapisi dengan minyak atau pelumas sebelum
dipasang. Bekisting akan dilepas dengan hati-hati untuk menjaga beton dalam kondisi baik.

7.6. Pemasangan Angkur


Angkur dipasang sesuai dengan gambar yang telah disetujui dan di lakukan
pengelasan hanya tek weld saja dan di ikuti oleh tim survey untuk kordinat dan
elevasinya.

7.7. Pengecoran
Pelaksanaan pengecoran beton dilakukan setelah pemasangan bekisting dan
pemasangan besi tulangan selesai. Sebelum dilakukan pengecoran semua
permukaan dibersihkan dari segala jenis sampah dan kotoran. D alam melakukan
pengecoran untuk proses pemadatan dibantu dengan alat vibrator agar semuanya
terisi beton dan tidak ada pengeroposan beton , kemudian pada saat beton kering
jenuh selanjutnya dilakukan finishing supaya dihasilkan permukaan beton yang
rata.
Setiap pengecoran diambil masing – masing 2 sample beton yang berbentuk
kubus / silinder untuk pengetesan 7, dan 28 hari dilakukan berdasarkan acuan
pada PBBI-1972 (NI-2).
Campuran yang digunakan sesuai dengan job mix dengan mutu beton K-225
sesuai dengan dokumen kontrak.

7.8. Perawatan Beton


Setelah selesai pengecoran bekisting bisa dilepas minimal 1 hari setelah
pengecoran atau sesuai dengan waktu yang telah disetujui, kemudian dilakukan
perawatan dengan cara disiram air atau ditutup dengan karung basah pad a
permukaan beton dalam waktu tertentu atau sesuai dengan waktu yang telah
disetujui.

LAMPIRAN

1. Design Mix , K-175, K-225

2. Job Safety Analysis