Anda di halaman 1dari 6

ISBN: 978-602-72245-1-3

Prosiding Seminar Nasional from Basic Science to Comprehensive Education


Makassar, 26 Agustus 2016

Beberapa Kejadian Cacat Bawaan Bayi Lahir Di Rumah Sakit M. Yunus


Bengkulu Dalam Satu Dekade Terakhir
CHOIRUL MUSLIM1, MUSNI MARNIS2, NADYA1, HERRYHARYANTO1,
BHAKTI KARYADI2, ACENG RUYANI2
1
Jurusan Biologi FMIPA UNIB Bengkulu
2
Jurusan Pendidikan MIPA/Biologi FKIP UNIB Bengkulu
e-mail: milsumc@yahoo.com

ABSTRAK
Untuk membandingkan jenis dan jumlah kejadian cacat bawaan pada bayi lahir, kami telah
melakukan dua kali survey rekam medis, dan observasi langsung di RumahSakit M.Yunus dalam
jarak lebih dari sepuluh tahun. Pada tahun 2000 kami mengolah data rekam medis periode Agustus
1998 s/d Juli 1999, dan mengamati setiap kelahiran bayi yang lahir di rumah sakit tersebut secara
langsung selama bulan Juli 1999. Pada tahun 2013 kami sekali lagi mengolah yang sama pada
periode Januari 2010 s/d Juli 2011, dan mengamati setiap kelahiran bayi selama bulan Juli 2011.
Dari survey dan pengamatan langsung tersebut kami mencatat jenis-jenis cacat bawaan bayi lahir di
Rumah Sakit M.Yunus Bengkulu, dan membandingkan jumlah dan jenisnya. Hasil penelitian
menunjukkan ada 6 jenis cacat bawaan bayi lahir yang cenderung meningkat dari tahun ke tahun,
ialah Atresia Ani, Hirschprung, Gastrochisis, Spina bifida, Hernia, dan Hydrocephalus. Peningkatan
resiko cacat bawaan bayi lahir tersebut diduga berkaitan dengan semakin banyaknya penggunaan
bahan kimia beresiko teratogenik, dan mutagenik di dalam asupan bahan makanan danobat-obatan
di luar resep dokter.

Kata kunci: neonatus congenital, rekam medis, Atresia Ani, Hirschprung, Gastrochisis, Spina
bifida, Hernia, Hydrocephalus, teratogenik

PENDAHULUAN menghasilkan penyakit dan cacat bawaan


Cacat bawaan lahir disebut juga yang kronis, serta keterbatasan dan ketidak
congenital malformation, congenital mampuan bayi/anak dalam jangka waktu
anomalies, birth defects, congenital disorders selama hidup anak tersebut. Keterbatasan
atau congenital malformations. Menurut kemampuan jasmani, kecerdasan dan bahkan
WHO (2015), Cacat bawaan lahir (Congenital kepribadian menjadi gangguan hidup yang
malformation) didefinisikan sebagai kelainan diderita oleh individu, keluarga, layanan
struktur maupun fungsi (misalnya kelainan medis, dan masyarakat pada umumnya
metabolisme) pada bayi lahir, yang terjadi (WHO, 2015), dan menghambat pertumbuhan
selama janin di dalam uterus, dan dan perkembangan jasmani, dan ruhani si
diidentifikasi pada sebelum lahir, pada saat penderita (Short dkk, 1994).
lahir, maupun di kemudian hari setelah lahir. Cacat bawaan lahir disebabkan oleh
Dari data kelahiran yang dicatat banyak faktor. Secara umum faktor-faktor
PBB/WHO pada kurun tahun 2000 s/d 2013, tersebut dibagi dua, ialah faktor genetik dan
ada 2,761 juta kematian pada bayi lahir. lingkungan. Faktor genetik penyebab cacat
Diantara kematian tersebut, 276000 bayi (1%) bawaan lahir antara lain adalah karena faktor
meninggal dunia karena menderita cacat resesif autosomal, faktor dominan autosomal,
bawaan lahir. faktor genetik berpaut kromosom X, dan
Jadi, Cacat bawaan lahir ini merupakan faktor aberasi kromosom (Suryo, 2001).
penyebab utama kematian pada bayi dan Resiko faktor genetik bisa meningkat karena
anak-anak. Dan bila bayi lahir penyandang perkawinan keluarga (consanguinis factors)
cacat bawaan itu hidup, ini tentu (Madi dkk (2005), karena menyebabkan

Jurusan Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, UIN Alauddin Makassar 81


ISBN: 978-602-72245-1-3
Prosiding Seminar Nasional from Basic Science to Comprehensive Education
Makassar, 26 Agustus 2016

meningkatkan homozigositas alel-alel cacat di Rumah Sakit tersebut pada periode Agustus
bawaan. Adapun faktor lingkungan penyebab 1998 s/d Juli 1999.
cacat bawaan lahir adalah karena infeksi Pada tahun 2013 kami sekali lagi
kuman pada janin selama kehamilan, karena mengolah data sekunder dari rekam medis
rendahnya mutu asupan nutrisi ibu hamil, dan pada periode Januari 2010 s/d Juli 2011, dan
karena ekpos faktor teratogenik yang dialami mendapatkan data primer dari pengamatan
ibu hamil. langsung setiap kelahiran bayi selama bulan
Tidak semua cacat bawaan dapat Juli 2011. Hasil penelitian tersebut telah
diketahui secara pasti apa penyebabnya dipublikasi (Nadya dkk, 2013).
(Golden dkk, 1999). Observasi yang Dari survei dan pengamatan langsung
dilakukan oleh Holmes (Berhman, 2000) pada periode tahun 2000, dan tahun 2011
menemukan dari 30681 kelahiran, terdapat tersebut kami mencatat jenis-jenis cacat
810 (2,6%) yang mengalami cacat bawaan bawaan bayi lahir di Rumah Sakit M Yunus
lahir. Dari malformasi bawaan tersebut, 57% Bengkulu, dan membandingkan jumlah dan
disebabkan oleh kelainan genetik, 16% karena jenisnya. Kami menemukan adanya jenis
faktor lingkungan bersifat teratogenik, dan cacat bawaan bayi lahir di kedua periode
sisanya 27% kasus mempunyai penyebab tersebut, namun dengan trend kenaikan
yang tidak jelas.Angka dan jenis cacat jumlah yang cukup menarik untuk dipalorkan.
bawaan pada bayi lahir di tiap daerah
berbeda-beda (lihat laporan Madi dkk, 2005; HASIL DAN PEMBAHASAN
Sarkar dkk, 2013; Sawardekar, 2005; dan Kami telah mendata dan membandingkan
Taksande dkk, 2010). angka kejadian jumlah bayi lahir per tahun di
Group peneliti kami (Karyadi dkk, 2004; dua pengamatan, ialah tahun 2000 dan tahun
dan Nadya dkk 2013) telah mengamati kasus 2013. Tabel 1 menunjukkan hal tersebut.
cacat bawaan bayi lahir di Bengkulu. Dalam Hasil penelitian menunjukkan beberapa
paper ini kami membandingkan hasil petunjuk penting yang menarik untuk
penelitian kedua survei rekam medis tersebut, diperhatikan sebagai berikut:
dan observasi langsung di Rumah Sakit M. Jumlah kelahiran bayi yang dilayani di
Yunus dalam kurun lebih dari sepuluh tahun. Rumah Sakit meningkat dari 1157 bayi per
Ini dilakukan guna memperoleh gambaran tahun, pada pengamatan tahun 2000 menjadi
mengenai jenis-jenis cacat bawaan bayi lahir 2039 bay per tahun pada tahun pengamatan
(congenital malformation) selama kurun 2013. Ini artinya kapasitas dan fasilitas daya
waktu tersebut, dan ternyata kami tampung untuk melayani kelahiran bayi di
menemukan kenaikan trend cacat bawaan Rumah Sakit M. Yunus telah meningkat, yang
bayi lhir di Bengkulu sebagaimana kami diiringi dengan meningkatnya kesadaran
laporkan dalam penelitian kali ini. masyarakat untuk menggunakan layanan
rumah sakit sebagai tempat kelahiran bayi.
METODE PENELITIAN Peningkatan kapasitas dan fasilitas
Penelitian ini merupakan penelitian kelahiran bayi tersebut juga berdampak pada
deskriptif kualitatif dengan pendekatan cross peningkatan mutu layanan kelahiran bayi di
sectional analysis terhadap apa yang telah rumah sakit tersebut. Ini terlihat dari data
terjadi pada dua kali survei kami. Survei kami jumlah bayi lahir di Rumah Sakit M. Yunus.
yang pertama telah dilakukan pada tahun Persentase bayi lahir yang hidup telah
2000 di Rumah Sakit M. Yunus Bengkulu, meningkat dari angka 87,56% di tahun 2000
dan telah dilaporkan oleh Karyadi dkk, menjadi 92,88% di tahun 2013. Ini diikuti
2004),. Data primer kami kumpulkan dari dengan angka kematian bayi lahir yang
kelahiran langsung selama periode bulan Juli menurun dari 12,44% di tahun 2000, menjadi
1999, sedangkan data sekunder kami 7,12% di tahun 2013. Ini adalah berita
dapatkan dari rekam (catatan) medis kelahiran gembira mengenai keberhasilan upaya medis
yang mampu meningkatkan persentase angka
Jurusan Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, UIN Alauddin Makassar 82
ISBN: 978-602-72245-1-3
Prosiding Seminar Nasional from Basic Science to Comprehensive Education
Makassar, 26 Agustus 2016

kelahiran bayi di Rumah Sakit Umum (Judarwanto, 2009). Kasus atresia ani adalah
Propinsi Bengkulu M. Yunus dari tahun ke kasus yang terbanyak ditemukan pada kedua
tahun, dan sekaligus menurunkan angka periode pengamatan penelitian ini. Pada
persentase kematian. periode pengamatan tahun 2000 ada tujuh
Namun di luar upaya peningkatan kasus per tahun, dan dua diantaranya
layanan medis rumah sakit, rupanya justru meninggal. Pada pengamatan tahun 2013,
angka persentase cacat bawaan bayi lahir angka atresia ani meningkat menjadi 29,3
telah meningkat cukup tajam. Pada Tabel 1 kasus pertahun, dan 9 bayi diantaranya
dapat diperlihatkan bahwa bayi cacat bawaan meninggal.
yang lahir hidup telah meningkat tajam dari Hirschsprung. Hirschsprung adalah
tahun 2000 sebesar 1,21% menjadi kelainan cacat bawaan bayi, di mana usus
3,88%(atau tiga kali lebih banyak) di tahun besar si jabang bayi tidak memiliki saraf
2013. Demikian juga penyebab bayi mati motorik untuk gerakan peristaltik usus besar,
karena menderita cacat bawaan lahir juga sehingga usus besar tersebut tidak mampu
telah meningkat tajam dari 0,44% di tahun mengadakan kontraksi otot untuk gerakan
2000, menjadi 0,79% (atau hampir dua kali peristaltik di bagian pangkal usus besarnya
lipat meningkat) di tahun 2013. (Hidayat, 2008). Akibatnyaterjadi
Di luar layanan rumah sakit, kiranya telah penyumbatan usus besar yang terjadi akibat
terjadi peningkatan prevalensi atau angka lemahnya pergerakan usus usus besar untuk
kejadian bayi lahir membawa cacat bawaan mengeluarkan faeces. Pada penelitian ini
(congenital malformation). Bila menyimak ditemukan sebanyak tiga kasus Hirschsprung
secara umum penyebab cacat bawaan bayi pada tahun 2000 dan meningkat menjadi
lahir, maka bisa ditemukan penyebabnya sembilan kasus pada tahun 2013. Berarti ada
adalah faktor genetik dan faktor lingkungan. peningkatan sebanyak tiga kali lipat. Dalam
Bila angka faktor genetik diasumsikan tetap penelitian ini, tidak ditemukan kematian bayi
disebabkan oleh keseimbangan Hardy- disebabkan oleh cacat bawaan Hirschsprung
Weinberg, maka faktor lingkungan diduga ini. Faktor genetik yang bekerja terhadap
kuat menjadi penyebab meningkatnya Hischsprung bersifat multifaktorial dan
presentase cacat bawaan bayi lahir di berinteraksi dengan faktor lingkungan,
Bengkulu. diantaranya asupan multivitamin, atau
Adapun perbandingan jenis-jenis cacat gangguan kimiawi yang berakibat pada
bawaan dan jumlahnya pada kedua terhambatnya kerja multivitamin selama
pengamatan (tahun 2000 dan tahun 2013) kehamilan.Menurut wawancara dengan
terdapat pada Tabel 2. Pada Tabel 2 tersebut, dokter yang menangani kelairan di RSUD M.
ada 6 jenis cacat bawaan bayi lahir yang Yunus Bengkulu, cacat bawaan Hirschsprung
cenderung meningkat dari tahun ke tahun, diberi tindakan medik berupa membuang usus
ialah Atresia Ani, Hirschprung, Gastrochisis, yang tidak memiliki persyarafan lengkap, dan
Spina bifida, Hernia, dan Hydrocephalus. ke dua ujungnya disambung lagi agar sibayi
Atresia Ani. Atresia Ani merupakan kembali menjadi normal.
kelainan berupa tiadanya anus atau lubang Gastroschisis. Gastroschisis adalah suatu
dubur pada seorang bayi yang baru lahir cacat bawaan bayi yang disebabkan karena
(Suriadi, 2001). Tertutupnya anus secara adanya ketidak sempurnaan penutupan
abnormal ini terjadi karena faktor-faktor yang dinding perut atau dinding abdomen pada
banyak, yaitu faktor genetik dan faktor bagian depan perut (Short dkk, 1994).
lingkungan (multifaktorial) yang bekerja dan Gastroschisis lebih banyak disebabkan oleh
menyebabkan putusnya saluran pencernaan faktor lingkungan yang berpaut dengan status
dengan daerah dubur sehingga bayi lahir sosial ekonomi, dan pengetahuan si ibu,
tanpa lubang dubur. Kegagalan pembentukan kehidupan yang tidak stabil secara ekonomi,
anus ini terjadi pada periode pertumbuhan dan kehamilan oleh ibu ber-usia muda
janin dalam kandungan usia tiga bulan (Aschraft, 2000). Pada penelitian kami,
Jurusan Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, UIN Alauddin Makassar 83
ISBN: 978-602-72245-1-3
Prosiding Seminar Nasional from Basic Science to Comprehensive Education
Makassar, 26 Agustus 2016

terdapat tiga kasus yang ditemukan pada meningkat menjadi 3 kasus per tahun pada
tahun 2000, dan meningkat menjadi 10 kasus periode pengamatan tahun 2013.
pada tahun 2013, atau terjadi lebih dari tiga Hydrocephalus. Menurut Sadler (1988)
kali peningkatan kejadian Gastroschisis di Hidrosepalus merupakan kelainan cacat
Bengkulu. bawaan bayi lahir karena gangguan aliran
Spina Bifida. Spina bifida adalah cacat cairan di dalam otak. Penyebab dari
bawaan bayi berupa terbukanya tabung syaraf hydocephalus ada bermacam-macam, karena
akibat kegagalan terbentuknya penyatuan mutasi gen tunggal resesif berpaut kromosom
bagian dorsal ruas tulang belakang (Sadler, X, sehingga pada bayi perempuan
1988). Kegagalan ini terjadi pada periode satu hydrocephalus terjadi pada homosigot resesif,
bulan atau empat minggu masa kehamilan. sedangkan pada bayi laki-laki satu alel resesif
Penyebab terjadinya spina bifida adalah sudah cukup menampakkan gejala
karena sebab-sebab multifaktorial, yaitu hydrocephalus. Penyabab lainnya adalah
faktor genetik yang berinteraksi dengan infeksi Toxoplasma. Pada penelitian kami,
kekurangan asam folat selama kehamilan ada satu kasus bayi lahir meninggal karena
(Hidayat, 2008). Asam folat adalah salah satu hydrocephalus pada pengamatan tahun 2000,
jenis vitamin B yang penting sebagai asupan dan pada tahun pengamatan 2013 kami
gizi untuk periode pertumbuhan, pembelahan menemukan tujuh belas kasus bayi lahir, dan
sel, terutama proliferasi dan diferensiasi sel- 4 diantara bayi tersebut meninggal dunia
sel janin pada masa kehamilan. Kekurangan sewaktu lahir.
asam folat bisa disebabkan langsung oleh Cacat bawaan lainnya. Jenis-jenis cacat
asupan gizi rendah asam folat, dan bisa juga bawaan lainnya adalah jenis-jenis yang tidak
karena konsumsi obat-obatan bersifat ada bandingannya. Ada yang hanya
kompetitor asam folat. Diketahui bahwa ditemukan pada pengamatan tahun 2000, dan
konsumsi aspirin, pil anti hamil, obat anti ada pula yang hanya ditemukan pada
kanker, rokok dan alkohol dapat mencegah pengamatan tahun 2013. Cacat bawaan bayi
berfungsinya asam folat (Almatsier, 2001). lahir yang hanya ditemukan pada pengamatan
Kekurangan asam folat menyebabkan tahun 2000 adalah hernia (satu kasus lahir
kegagalan sintesis DNA dan pembelahan sel. hidup), tumor leher (satu kasus lahir mati),
Dalam penelitian ini kami menemukan dan ikteris fisiologis (satu kasus lahir hidup).
bahwa pada tahun 2000 ada satu kasus spina Adapun cacat bawaan bayi lahir yang hanya
bifida, dan meningkat menjadi 6 kasus pada ditemukan pada pengamatan tahun 2013
tahun 2013. Semuanya lahir hidup. adalah bibir sumbing (11 kasus bayi lahir
Hernia umbilicalis. Hernia umbilicalis hidup), jantung bawaan (satu kasus pertahun
merupakan ketidak-sempurnaan penutupan lahir hidup), polidaktili (tujuh kasus lahir
jaringan ikat pada cincin umbilicus (pusar). hidup), dan sindroma Down (satu kasus lahir
Karena jaringan ini tipis, maka pusar akan hidup, dan satu kasus lahir mati).
mengalami pembengkakan atau penonjolan Kebanyakan kasus cacat bawaan bayi
ke luar pada saat bayi menangis, batuk, lahir di Bengkulu adalah disebabkan oleh
tertawa atau mengejan (Behrman, 2000). faktor multifaktorial, artinya ada interaksi
Dokter rumah sakit M. Yunus melalui antara faktor genetik dengan faktor
wawancara menerangkan bahwa hernia ini lingkungan. Bila faktor genetik diasumsikan
akan sembuh dengan sendirinya dalam kurun tetap ada dalam populasi manusia, maka
waktu enam bulan setelah lahir, asalkan seharusnya perbaikan lingkungan dapat
cincin hernianya kurang dari dua sentimeter. mengurangi faktor resiko terjadinya cacat
Bila lebih, maka diperlukan operasi. Pada bawaan pada bayi lahir di Bengkulu.
penelitian ini kami menemukan kasus hernia Meningkatnya jumlah resiko terjadinya cacat
umbilicalis sebanyak satu orang bayi lahir per bawaan bayi lahir di Bengkulu tentu
tahun pada pengamatan tahun 2000, dan memprihatinkan kita semua. PBB (dalam hal
ini WHO) mengatakan bahwa kasus cacat
Jurusan Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, UIN Alauddin Makassar 84
ISBN: 978-602-72245-1-3
Prosiding Seminar Nasional from Basic Science to Comprehensive Education
Makassar, 26 Agustus 2016

bawaan dapat dicegah dengan perbaikan DAFTAR PUSTAKA


lingkungan, antara lain dengan vaksinasi anti- Almatsier, S. 2001. Prinsip Dasar Ilmu Gizi.
toxoplasma, pemberian asupan gizi selama Gramedia. Jakarta.
kehamilan terutama multivitamin, dan lebih Behram, R.E. Vaughan, V.C. 2000. Ilmu
khusus lagi asam folat, dan garam yodium. Kesehatan Anak Nelson. Volume 1.
Asam folat penting untuk menjamin Diterjemahkan oleh A. Samik Wahab.
berlangsungnya proliferasi dan diferensiasi Jakarta: EGC.
normal janin selama kehamilan, dan garam Hidayat, A.A. 2008. Pengantar Ilmu
yodium penting untuk pembentukan hormon Kesehatan Anak Untuk Pendidikan
tiroksin yang penting untuk pertumbuhan Kebidanan. Surabaya: Salemba Medika.
janin (WHO, 2015; Almatsier, 2001). Judarwanto. 2009. Faktor Resiko dan
Disamping itu tidak dapat dikesampingkan Penyebab Kelainan Bawaan Pada Bayi
mengenai perlu gencarnya sosialisasi dan Baru
penyuluhan mengenai cara-cara mengurangi Lahir.http://www.scribd.com/doc/201582
resiko mendapatkan cacat bawaan pada bayi 04/Atresia-ani .Diakses tanggal 22
lahir. Hal itu terutama ditujukan untuk Januari 2011.
kelompok masyarakat dengan sosio-ekonomi Karyadi. B, Choirul Muslim, H. Tarigan dan
rendah. Karena penghasilan rendah akan M. Marnis. M. 2004. Frekuensi Kasus
mengabaikan faktor resiko cacat bawaan. Cacat Bawaan di RSUD M. Yunus
Mereka umumna tidak mampu atau tidak Bengkulu. Jurnal Kedokteran dan
memperdulikan akses informasi mengenai Farmasi, Volume, XXX, No. 1, Hal, 24-
makanan bergizi, memahami cacat bawaan 26
dan faktor resikonya, dan pentingnya menjaga Mader, S.S. 1990. Human Biology. WCB
lingkungan dari ekspos alkohol, rokok, wm. C. Brown Publishers. University of
pestisida, narkoba, dan logam berat dan IIIinois.
radiasi (WHO, 2015). Madi S.A., R.L. Al-Naggar,S.A.Al-Awadi,
Keterbatasan penelitian. Penelitian ini dan L.A. Bastaki.Profile of major
memiliki keterbatasan, ialah waktu penelitian, congenital malformations in neonates in
dan lokasi penelitian di rumah sakit. Karena Al-Jahra region of Kuwait.Eastern
itu studi cacat bawaan di rumah sakit kurang Mediterranian Health Journal. 2005
mencerminkan kenyataan yang sebenarnya di Juli:11(4):700-6.
dalam populasi. Pengamatan yang luput di Markum A.H. Buku Ajar Ilmu Kesehatan
dalam populasi masyarakat adalah bayi yang Anak, Jakarta: EGC, 2002.
lahir di rumah sakit, di dukun bayi, bidan Nadya, Choirul Muslim, dan Aceng Ruyani.
desa, dan di tangan paramedis lainnya yang 2013. Cacat Bawaan Bayi Lahir di RSUD
mungkin kurang kompeten, sehingga bila ada M Yunus Bengkulu. Skripsi S1 Jurusan
cacat bawaan yang lahir tidak tercatat dan Biologi FMIPA Universitas Bengkulu.
luput dari pengamatan ini. Repository UNIB, www.unib.ac.id.
Noor, N.N. 2008. Epidemiologi. Rineka
UCAPAN TERIMA KASIH Cipta. Jakarta
Ucapan terima kasih kami ucapkan Rachmat. 2009. Bayi Lahir Cacat.
kepada pihak rumah sakit, dan instansi http://www.Angelfire.com/ga/Rachmat
pemerintah yang bersedia memberi ijin DSOG/Congenital. Html. Diakses tanggal
penelitian ini, dan semua orang tua yang 22 Januari 2011.
bersedia dicatat dan diwawancara. Terima Sadler, T.W. 1998. Longman Embriologi
kasih juga kami ucapkan kepada para dokter Kedokteran. Terjemahan Joko Suyono. II.
anak di RSUD M Yunus. Buku Kedokteran EGC. Jakarta.
Sarkar, S., C. Patra, M. K. Dasgupta, K.
Nayek, dan P. R. Karmakar. 2013.
Prevalence of Congenital Anomalies in
Jurusan Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, UIN Alauddin Makassar 85
ISBN: 978-602-72245-1-3
Prosiding Seminar Nasional from Basic Science to Comprehensive Education
Makassar, 26 Agustus 2016

Neonates and Associated Risk Factors in Suriadi. 2001. Askep Atresia Ani Pada Anak.
a Tertiary Care Hospital in Eastern India. http://dokteryudabedah.com/atresia-ani-
Journal of Clinnical Neonatolology, 2(3): bayi-lahir-tanpa-anus/. Diakses tanggal
131–134. 12 Desember 2011.
Sawardekar, K. P.2005. Profile of major Suryo. 2001. Genetika Manusia. Gadjah
congenital malformations at Nizwa Mada University Press: Yogyakarta
Hospital, Oman: 10-year review.Journal Taksande, A., K. Vilhekar, P. Chaturvedi, dan
of Paediatrics and Child Health, 41(7): M. Jain. 2010. Congenital malformations
323–330. at birth in Central India: A rural medical
Schroder. 2003. Penyebab Bibir Sumbing college hospital based data.Indian Journal
PadaBayi.http://doktersehat.com/apa-itu- on Human Genetics, 16(3):159-63.
bibir-sumbing/penyebab bibir WHO (World Health Organization). 2015.
sumbing/html. Diakses tanggal 12 Section on congenital anomalies.
Desember 2011 www.who.int/mediacentre/factsheets/fs3
Short, J.R. Gray, O.P. Dodge, J.A. 1994. 70/en/. Diupdate terakhir 13 April 2015,
Iktisar Penyakit Anak. Terjemahan E. diunduh pada tanggal 25 April 2015).
Gultom. Binarupa Aksara. Jakarta.

Jurusan Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, UIN Alauddin Makassar 86