Anda di halaman 1dari 14

LAPORAN AKTIVITAS SISWA OJT ANGKATAN 63

Nama : Rifki Nur Ahmad


Nomor Test : 3.39.15.0.17
Proyeksi Jabatan : Junior Engineer Penyambungan dan Pemutusan
Lokasi OJT : PT. PLN (Persero) UP3 Cirebon
Elemen Kompetensi Merencanakan Pelaksanaan Pemeliharaan
3. Pengetahuan yang dibutuhkan untuk pelaksanaan pemeliharaan
KUK
dipelajari
Mempelajari teori-teori, SOP, serta instruksi kerjayang berkaitan
Aktivitas
dengan pemeliharaan APP pengawatan langsung 1 fasa dan 3 fasa
Target Waktu 4 Februari 2019 – 18 Februari 2019
Realisasi 11 Februari 2019

TEKNIK PENGAWATAN
1. PEMASANGAN APP
1.1. Memasang APP dan perlengkapannya pada panel
 Memasang alat-alat ukur dan perlengkapan lainnya pada pelat panel dan diikat
menggunakan mur-baut yang disediakan oleh alat ukur atau mur-baut lainnya yang
sesuai
 Tata-letak peralatan harus sesuai dengan standar
1.1.1. Membuat lubang tempat meter, kabel dan perlengkapan
a. Mengebor pelat panel yang diberi tanda.
b. Memperbesar lubang dengan menggunakan bor ukuran yang lebih besar atau
gergaji
c. Meratakan bagian yang dipotong dengan menggunakan kikir persegi untuk
potongan lurus atau kikir bulat / tembereng untuk potongan bulat

1.1.2. Pengawatan instalasi APP


a. Menentukan jumlah / panjang dan warna kabel.
b. Memotong kabel dan mengupas bagian ujung – ujungnya
c. Menyolder atau memasang sepatu kabel bentuk ” I ” pada ujung - ujung kabel
d. Memasang tanda / nomor pengawatan dengan cable marker
e. Pengawatan sesuai diagram pengawatan
f. Merapikan kabel dengan cara :
 mengikat bundel kabel dengan plastic strap & ties mount
 memasukkan bundel kabel ke dalam saluran kabel plastik fleksibel

1.1.3 Pemeriksaan dan Pengujian APP


 Pemeriksaan secara visual kondisi perlengkapan APP
 Pemeriksaan spesifikasi / kapasitas peralatan APP ( Fuse, MCB, Relai , CT, PT,
KWH, KVARH, Time Switch )
 Pemeriksaan segel, matrik dan pengikatannya Pemeriksaan fungsi alat pembatas
 Pemeriksaan urutan fasa untuk pelanggan tiga fasa yang menggunakan KVARH
meter maupun tidak
 Pemeriksaan / pengujian kontinyuitas sambungan pengawatan
 Pengujian tahanan isolasi
 Pemeriksaan arah putaran piringan dan alat hitungnya ( register )
 Pemeriksaan jumlah putaran piringan dibandingkan dengan besaran beban

1.1.3.1 Pemeriksaan secara visual


 Peralatan ukur harus terpasang tegak-lurus pada kotak APP
 Kotak APP harus terpasang tegak-lurus pada dinding
 Penampang dan warna kabel harus sesuai dengan standar, bila warna yang
dimaksud pada standar tidak mencukupi, maka penomoran pada ujung kabel
sebagai alternatifnya
 Panjang kabel cukup, sehingga tutup / pintu dari kotak / lemari APP mudah
dibuka
 Kabel disambung-hubung pada terminal APP dan terminal-blok secara kuat dan
rapi

1.1.3.2 Pengujian sambungan pengawatan dan tahanan isolasi


 Mengukur kontiyuitas sambungan antara ujung kabel satu dengan lainnya yang
berhubungan menggunakan ohm meter, penjukan meter harus ” nol ”
 Mengukur tahanan isolasi antara ujung kabel satu dengan lainnya yang tidak
berhubungan, menggunakan megger 1.000 V DC, penunjukan meter minimal
1.000 x tegangan kerja
1.1.3.3 Pemeriksaan urutan fasa
 Dilakukan pada pengukuran 3 fasa tanpa menggunakan KVARH-meter maupun
tidak
 Pada pengukuran langsung pemeriksaan dapat dilakukan pada saaluran masuk
pelayanan atau pada terminal tegangan atau arus KWH / KVARH-meter
 Pada pengukuran tidak langsung harus diperiksa bahwa fasa yang masuk pada
kumparan arus dan kumparan tegangan adalah sama serta dengan urutan sesuai
standar .

N
R
Ir
S
Is
T
It
1.1.3.4 Pengujian arah putaran meter
Vr
a. Hubung singkatkan dua dari tiga kumparan arus untuk kwh meter 3p-4w atau
satu dari kumparan arus untuk kwh meter 3p-3w
b. Cek putaran piringan dari satu kumparan arus yang terhubung normal, putaran
piringan, harus normal.
c. Lakukan hal yang sama pada kumparan arus yang lain

R N

Ir
S
Is
T
It

Vr
Pengukuran langsung Pengukuran tidak langsung
1.1.3.5 Pengujian kesalahan meter
a. Sambungkan APP dengan sumber listrik dan beban
b. Catat konstanta meter ( C )
c. Ukur tegangan, arus, daya aktip ( P2 ), daya semu ( S2 ) dan Cos φ dengan
menggunakan Tang KW-meter dan catat pada Berita-Acara Pemeriksaan APP
 Untuk pengukuran langsung :
Tegangan pada terminal tegangan meter sedangkan arus pada kabel-masuk
 Untuk pengukuran tidak langsung menggunakan CT :
Tegangan pada terminal tegangan meter, sedangkan arus pada kabel masuk
arus ke meter (skunder CT )
 Untuk pengukuran tidak langsung menggunakan CT dan PT :
Tegangan pada terminal tegangan meter ( skunder PT ), sedangkan arus pada
kabel masuk arus ke meter ( skunder CT )
d. Secara bersamaan ukur waktu ” t ” yang dibutuhkan piringan berputar sebanyak
” n ” putaran
e. Hitung daya Aktip ( P1 ) yang terukur pada KWH-meter dan daya reaktip ( Q1 )
yang terukur pada KVARH-meter
 Untuk pengukuran langsung :
Satu fasa
3.600 x n
P1 = --------------------- Kilo Watt
C x t
Tiga Fasa
3.600 x n
P1 = --------------------- Kilo Watt
C x t
3.600 x n
Q1 = -------------------------- Kilo Watt
C x t
 Untuk pengukuran tidak langsung menggunakan CT :

3.600 x n
P1 = --------------------- x Raiso CT Kilo Watt
C x t
3.600 x n
Q1 = -------------------------- x Rasio CT Kilo Watt
C x t
 Untuk pengukuran tidak langsung menggunakan CT dan PT :
3.600 x n
P1 = --------------------- x Raiso CT x Rasio PT Kilo Watt
C x t

3.600 x n
Q1 = -------------------------- x Rasio CT x Rasio PT Kilo Watt
C x t
f. Hitung daya reaktip beban ( Q2 )

 Q2 =  ( S2 ) ² - ( P2 ) ²
Atau
 Q2 = P2 x Tg φ

g. Hitung kesalahan meter


 Kesalahan KWH-meter
P1 - P2
Σ = ------------ x 100 %
P2

 Kesalahan KVARH-meter
Q1 - Q2
Σ = ------------ x 100 %
Q2
h. Toleransi kesalahan APP terpasang di tempat pelanggan adalah 4 %
2. WARNA DAN HUBUNGAN KABEL PENGAWATAN
 Kwh meter pengukuran primer, 1 fasa

KWH METER DIHUBUNGKAN KE

Kumparan Nama Klem Warna Satu Fasa Tiga Fasa


Kabel

Arus / Tegangan Klem Masuk Coklat Terminal Blok Terminal Blok


Fasa R Klem Keluar Merah Klem Masuk Klem Masuk
Arus / Tegangan Klem Masuk Hijau MCB MCB
Fasa R Klem Keluar Kuning Terminal Blok Terminal Blok
Arus / Tegangan Klem Masuk Ungu Klem Masuk Klem Masuk
Fasa S Klem Keluar Hiotam MCB MCB
Arus / Tegangan Netral Biru Terminal Blok Terminal Blok
Fasa S Pembumian Klem Masuk Klem Masuk
Arus / Tegangan MCB MCB
Fasa T Terminal Blok Terminal Blok
Arus / Tegangan
Fasa T
Netral Pembumian

 Kvarh pengukuran primer

Kumparan Nama Klem Warna Kabel Dihubungkan Ke

Arus / Tegangan Fasa R Klem Masuk Merah Terminal Blok


Arus / Tegangan Fasa R Klem Keluar Coklat Terminal Blok
Arus / Tegangan Fasa S Klem Masuk Kuning Terminal Blok
Arus / Tegangan Fasa S Klem Keluar Hijau Terminal Blok
Arus / Tegangan Fasa T Klem Masuk Hitam Terminal Blok
Arus / Tegangan Fasa T Klem Keluar Ungu Terminal Blok
 Kvarh pengukuran skunder TR / TM

Kumparan Nama Klem Warna Kabel Dihubungkan Ke

Arus Fasa R Klem Masuk Merah Klem Keluar KWH meter Fasa
Arus Fasa R Klem Keluar Coklat R
Arus Fasa S Klem Masuk Kuning Terminal Blok
Arus Fasa S Klem Keluar Hijau Klem Keluar KWH meter Fasa
Arus Fasa T Klem Masuk Hitam S
Arus Fasa T Klem Keluar Ungu Terminal Blok
Tegangan 1 -- Putih Klem Keluar KWH meter Fasa
Tegangan 2 -- Krem T
Tegangan 3 -- Oranye Terminal Blok
Terminal Blok
Terminal Blok
Terminal Blok

 Ampere meter

Fasa Nama Klem Warna Kabel Dihubungkan Ke

R Klem Masuk Merah Terminal Blok


Klem Keluar Coklat Klem Masuk KWH meter Fasa R
S Klem Masuk Kuning Terminal Blok
Klem Keluar Hijau Klem Masuk KWH meter Fasa S
T Klem Masuk Hitam Terminal Blok
Klem Keluar Ungu Klem Masuk KWH meter Fasa T

 Volt meter :
Klem masuk warna merah dihubungkan ke selector switch lem keluar warna hitam
dihubungkan ke selector switch
 Trafo arus

Fasa Nama Klem Warna Dihubungkan ke

R k Biru / Putih Terminal Blok


l Coklat Terminal Blok

S k Biru / Putih Terminal Blok


l Hiojau Terminal Blok

T k Biru / Putih Terminal Blok


l Ungu Terminal Blok

 Trafo Tegangan

Fasa Nama Klem Warna Dihubungkan ke

R k Merah Terminal Blok

S k Kunimg Terminal Blok

T k Hitam Terminal Blok

Pembumian l Biru Terminal Blok

 Jenis dan Ukuran Kabel pengawatan


• APP PRIMER
Satu fasa : 4/20 A Kabel NYAF 1 X 2,4 mm2
20/60 A Kabel NYAF 1 X 6 mm2
40/100 A Kabel NYAF 1 X 16 mm2
Tiga fasa :
3 x 4/20 A Kabel NYAF 1 X 6 mm2
3 x 20/60 A Kabel NYAF 1 X 10 mm2
3 x 40/100 A Kabel NYAF 1 X 16 mm2

• APP SKUNDER
Menggunakan CT atau CT-PT kabel NYAF 1 X 2,4 mm2

• PENERANGAN LEMARI APP


Kabel NYM 2 x 1,4 mm2
Ujung-ujung kabel disolder atau dipasang sepatu kabel yang sesuai

3. JENIS DAN UKURAN TERMINAL BLOK


• APP PRIMER
Satu fasa
4/20 A terminal blok khusus, 4 kutub bahan dari porselin 4-24 A
20/60 A terminal blok khusus, 4 kutub bahan dari porselin 24-60 A
40/100 A terminal blok khusus, 4 kutub bahan dari porselin 60-100 A

Tiga fasa
3 x 4/20 A terminal blok khusus, 8 kutub bahan dari porselin 4-24 A
3 x 20/60 A terminal blok khusus, 8 kutub bahan dari porselin 24-60 A
3 x 40/100 A terminal blok khusus, 8 kutub bahan dari porselin 60-100 A

• APP SKUNDER
Terminal blok dari bahan plastik, bakelit dengan ukuran 4 mm2
Catatan :
Pada arah yang sama lubang terminal blok jangan dimasukkan lebih dari 2 (dua) kabel
Berikut merupakan Standard Operating Procedure (SOP) Pemeliharaan APP Pengukuran
Langsung milik PT. PLN (Persero) UP3 Cirebon :

PT. PLN S.O.P


DIS.HAR
(Persero) MEMELIHAR APP
001(2)A
UP3 Cirebon PENGUKURAN LANGSUNG
PETUGAS TERKAIT :
1. SPV.TEKNIK
(RAYON)
2. Petugas lapangan PERLENGKAPAN K3 :
3. Koordinator 1.Sarung tangan kulit
logistik 2.Sepatu karet
4. Koordinator P2TL 3.Topi pengaman
5. Pelanggan

PERALATAN KERJA : PERALATAN PENDUKUNG :


1. Tang Segel 1. Radio komunikasi ( HT)
2. Tang Ampere 2. Alat tulis ( Form)
3. Multitester 3. Kendaraan Operasional
4. Drivelt Meter
5. Toolkit (Alat MATERIAL :
kupas 1. Timah /Kawat Segel.
kabel,kunci, 2. Isolasi (merah,biru,kuning)
obeng, tang dsb.) 3. Kabel NYMY (serabut) untuk pengawatan
6. Stop Watch APP.
7. Test Pen
8. Kalkulator
9. Tang KW / tang
cos Q

LANGKAH KERJA :

1. Informasikan kepada pelanggan sebelum melakukan kegiatan


pemeliharaan APP.
2. Lakukan pemeriksaan pengawatan APP ,bandingkan dengan diagram
pengawatan APP ,yang disaksikan pelanggan.

3. Lakukan pencatatan data APP al. data kWh meter, Nilai


Pembatas, dan kondisi Segel.

4. Apabila ada kelainan yang mencurigakan atau pelanggaran saat


pemeriksaan, dibuat laporan dan ditandatangan bersama oleh
petugas dan pelanggan. Laporkan segera ke koordinator P2TL
untuk dilakukan penertiban.

5. Apabila kondisi APP normal, lepaskan beban.

6. Buka segel kaki kWh meter, ukur dengan drivelt meter urutan
fasanya, catat dan beri tanda pada masing-masing kabel, fasa
R masuk/keluar, fasa S masuk/keluar, fasa S masuk/keluar dan
kawat netral.
7.Lakukan pengencangan baut terminal pada kaki KWH .

8.Lakukan pengukuran tegangan fasa netral dan fasa-fasa.

9.Lakukan pengukuran tegangan di panel control pelanggan.

10.Masukkan beban secara bertahap, perhatikan putaran kWH meter.

11.Apabila beban sudah normal, lakukan pengecekkan kesalahan


meter dengan cara pengukuran daya sesaat dibandingkan dengan
putaran kWh.

12.Cara pengukuran daya sesaat dengan pengukuran arus. Lakukan


pengukuran arus pada masing-masing fasa ( hitung arus rata-
rata), ukur tegangan fasa-fasa.

Rumus pengukuran daya sesaat :

P2 = 3( E f-f x I x Cos ф) Watt.

13.Cara pengukuran daya sesaat dengan putaran kWh meter. Lakukan


pengukuran putaran piringan dengan stop watch pada putaran
(n) tertentu, catat t dalam detik. Lakukan penghitungan
dengan rumus :

P1 = 3600 x n . kW
C x t
C = Konstanta kWH meter n =
jumlah putaran piringan kwh meter

14.Cara perhitungan kesalahan kWh meter ( dalam %) :

Kesalahan = P1 – P2
x 100 %
P2
Cocokkan faktor kesalahan dengan klas kwh meter yang tertera
di name plat kwh meter.

MENYETUJUI
MANAJER AREA ASMAN JARINGAN

ABDUL MUKHLIS KURNAIDI


Berikut merupakan SOP penggantian APP Pengukuran Langsung :

PT. PLN S.O.P DIS.HAR


(Persero) MENGGANTI APP
003(2)A
UP3 Cirebon PENGUKURAN LANGSUNG
PETUGAS TERKAIT :
1. SPV.TEKNIK
(RAYON) PERLENGKAPAN K3 :
2. Petugas lapangan 1.Sarung tangan kulit
3. Koordinator 2.Sepatu karet
logistik 3.Topi pengaman
4. Koordinator P2TL
5. Pelanggan
PERALATAN PENDUKUNG :
PERALATAN KERJA : 2. Radio komunikasi ( HT)
1. Tang Segel 2. Alat tulis ( Form)
2. Tang Ampere 3. Kendaraan Operasional
3. Multitester
4. Drivelt Meter MATERIAL :
5. Toolkit (Alat 4. APP dan Perlengkapannya.
kupas 5. Timah /Kawat Segel.
kabel,kunci, 6. Isolasi (merah,biru,kuning)
obeng, tang dsb.) 7. Kabel NYMy(serabut) untuk pengawatan
6. Stop Watch APP.
7. Test Pen
8. Kalkulator
9. Tang KW / tang
cos Q

PROSEDURE KERJA :

 Atas dasar PK dari atasan terkait , lakukan persiapan APP


yang diperlukan sesuai dengan PK dan Data pelanggan yang akan
di ganti.
 Siapkan alat kerja yang diperlukan.
 Hubungi pelanggan, konfirmasikan tanggal dan jam pemadaman.
 Laksanakan pekerjaan sesuai dengan jadual yang sudah
disepakati bersama antara PLN dengan Pelanggan
 Selesaikan administrasi Perubahan Data Pelanggan dan
pengembalian APP bongkaran ke Gudang/perbekalan.
 Pembuatan Laporan tertulis kepada atasan yang menugaskan

LANGKAH KERJA :

1. Informasikan kepada pelanggan sebelum melakukan kegiatan


penggantian.

2. Lakukan pemeriksaan APP al. pengawatan Kwh meter,Nilai


pembatas ( MCB),dan kondisi segel ,yang disaksikan pelanggan .

3. Lakukan pencatatan data APP sebelum diganti al. data kWh


meter, Nilai Pembatas, kondisi Segel dan stand KWh .

4. Apabila ada kelainan yang mencurigakan atau pelanggaran saat


pemeriksaan, dibuat laporan dan ditandatangan bersama oleh
petugas dan pelanggan. Laporkan segera ke koordinator P2TL
untuk dilakukan penertiban.

5. Apabila kondisi APP normal, lepaskan /keluarkan beban ke


pelangggan setelah pelanggan siap.

6. Buka segel kaki kWh meter, ukur dengan drivelt meter urutan
fasanya, catat dan beri tanda pada masing-masing kabel, fasa
R masuk/keluar, fasa S masuk/keluar, fasa S masuk/keluar dan
kawat netral.

7. Bebaskan tegangan dari pembatas utama (MCB / NH Fuse ).

8. Lepaskan kabel yang masuk ke kWH dari terminal kWH, pada


ketiga fasanya berikut kabel netral .

9. Setelah kabel terlepas dari kWH meter, bongkar kwh meter dari
landasannya, simpan ditempat yang aman.

10.Pasangkan kWH meter pengganti, kencangkan baut pegangan kWH.

11.Sambungkan kabel yang masuk ke KWH , pada ketiga fasanya


berikut kabel netral.

12.Masukan tegangan dari pembatas utama ( MCB/NH Fuse) .

13.Lakukan pengukuran urutan fasa dengan drivelt meter pada kabel


masuk.

14.Lakukan pengukuran tegangan fasa netral dan fasa-fasa.

15.Lakukan pengukuran tegangan di panel control pelanggan.

16.Masukkan beban secara bertahap, perhatikan putaran kWH meter.

17.Apabila ada kelainan, lepaskan kembali beban, lakukan


pemeriksaan pada pengawatan, bandingkan dengan diagram
pengawatan.

18.Apabila pemeriksaan ulang dan perbaikan sudah dilakukan,


lakukan pengukuran di panel kontrol milik pelanggan

19.Masukkan beban secara bertahap.

20.Apabila beban sudah normal, lakukan pengecekkan kesalahan


meter dengan cara pengukuran daya sesaat dibandingkan dengan
putaran kWh.

21.Cara pengukuran daya sesaat dengan pengukuran arus. Lakukan


pengukuran arus pada masing-masing fasa ( hitung arus rata-
rata), ukur tegangan fasa-fasa.

Rumus pengukuran daya sesaat :

P2 = 3(E x I x Cos ф) . Watt

22.Cara pengukuran daya sesaat dengan putaran kWh meter. Lakukan


pengukuran putaran piringan dengan stop watch pada putaran
(n) tertentu, catat t dalam detik. Lakukan penghitungan
dengan rumus :

P1 = 3600 x n . kW
C x t

C = Konstanta kWH meter n =


jumlah putaran piringan kwh meter

23.Cara perhitungan kesalahan kWh meter ( dalam %) :

Kesalahan = P1 – P2 x 100 %
P2

Cocokkan faktor kesalahan dengan klas kwh meter yang tertera


di name plat kwh meter.

MENYETUJUI
MANAJER AREA ASMAN JARINGAN

ABDUL MUKHLIS KURNAIDI